Selamat datang di ...

10 Januari 2008

Alhamdulillah, Allah ternyata mendengar doa saya. Kemarin saya nulis (sekaligus berdoa) semoga gak cuma sekali dapat harga US$ 10/review, ternyata hari ini langsung dijawab dengan sebuah 'task' yang bernilai US$ 10. Lumayan, berarti besok US$ 6.50 sudah di tangan hanya dengan menulis 1 review saja. Hmmm, jadi inget Google AdSense. Gimana ya kabar earning GA saya? Sudah lama banget saya gak ngecek account GA, padahal dulu setiap hari saya liat. Dan saya akan berteriak kecil ketika melihat earning yang masuk. US$ 0.48, US$ 0.12, US$ 0.24, bahkan pernah sehari cuma nambah US$ 0.01. Busyet, koq sama dengan bayaran di program PTC sih? :p

Setelah dapat 'task' beruntun dari SponsoredReviews, saya kelimpungan. Bingung bagi waktu, padahal saya cuma 'menjatahkan' maksimal 5 jam untuk ngenet, kecuali saya bisa melek malam seperti sekarang. Cuma kata Bang Rhoma Irama kan gak baik sering-sering begadang, iya kan? Saya gak tanya kalau bedagang malam kira-kira baik gak ya? :p

Oya, kalau Anda melihat iklan yang saya beri judul 'e-book terbaru', saya tidak menyuruh Anda untuk membeli, tapi US$ 1 bukanlah harga yang pantas untuk report sekelas itu. Bukan, bukan karena report-nya jelek sekali, justru harga US$ 1 itu TERLALU MURAH. Sekedar berbagi, awalnya saya hanya iseng saja membeli e-book tersebut. Biasanya saya cari e-book gratisan, eh begitu liat iklan itu jadi tertarik lalu berkunjung. Begitu tahu harganya cuma US$ 1, saya coba-coba transaksi. Maksudnya sih cuma ingin ngetes account PayPal dan pengen tahu gimana rasanya bertransaksi online. Eh, begitu e-booknya saya baca, luar biasa. Alasan yang disampaikan tentang matinya email marketing cukup rasional. Dan yang lebih penting lagi, penulis buku tersebut menawarkan satu kesempatan emas bagi kita untuk memanfaatkan kondisi tersebut. Sekali lagi saya tidak menyuruh Anda membelinya, cuma akan ada manfaatnya kalau Anda membaca report tersebut. Tertarik? Klik di sini untuk membelinya.

Buat sahabat-sahabat muslimin-muslimat, besok adalah 1 Muharom. Mari kita jelang tahun baru dengan introspeksi diri, mengingat apa yang sudah kita lakukan di tahun-tahun sebelumnya bagi diri sendiri, keluarga, orang lain dan agama. Serta jangan lupa untuk menyusun rencana dan target-target apa yang ingin dicapai setahun mendatang. Oke?


« Selanjutnya
Sebelumnya »

0 komentar:

Posting Komentar