Selamat datang di ...

31 Agustus 2008


Sejak kecil saya selalu bermimpi punya satu lemari besar penuh piala hasil memenangkan lomba menulis/mengarang. Namun mimpi itu hanya tinggal mimpi. Siapa sangka, ternyata hal tersebut bisa terwujud setelah saya menjadi blogger. Bukan dalam bentuk piala memang, tapi hakekatnya tidaklah berbeda. Justru penerimaan yang ini sangat menggetarkan jiwa saya karena diberikan dengan tulus oleh seorang sahabat.

Inilah dia award yang pernah saya terima selama menjadi blogger:
#1 Blogger Idol 2008, diberikan oleh Om Agus Ramadhani (Jogja).
#2 Great Buddy Award, diberikan oleh Mpok Novee (Batavia).
#3 Brillante Weblog PREMIO-2008, diberikan oleh Bli Artha (Bali).


Ucapan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam saya ucapkan pada sahabat yang telah memberikan award tersebut pada saya. Semoga persahabatan kita membawa manfaat. Amin.


Sejak kecil saya selalu bermimpi punya satu lemari besar penuh piala hasil memenangkan lomba menulis/mengarang. Namun mimpi itu hanya tinggal mimpi. Siapa sangka, ternyata hal tersebut bisa terwujud setelah saya menjadi blogger. Bukan dalam bentuk piala memang, tapi hakekatnya tidaklah berbeda. Justru penerimaan yang ini sangat menggetarkan jiwa saya karena diberikan dengan tulus oleh seorang sahabat.

Inilah dia award yang pernah saya terima selama menjadi blogger:
#1 Blogger Idol 2008, diberikan oleh Om Agus Ramadhani (Jogja).
#2 Great Buddy Award, diberikan oleh Mpok Novee (Batavia).
#3 Brillante Weblog PREMIO-2008, diberikan oleh Bli Artha (Bali).


Ucapan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam saya ucapkan pada sahabat yang telah memberikan award tersebut pada saya. Semoga persahabatan kita membawa manfaat. Amin.

28 Agustus 2008

Pernah dengar nama Jeff Bezos? Kalau Anda salah satu pelanggan atau member program afiliasi Amazon.com pasti kenal sosok satu ini. Ya, Jeff Bezos adalah penggagas sekaligus bos besar toko buku virtual paling terkenal sejagat raya ini. Tapi kalau Anda tak tahu siapa itu Jeff Bezos dan juga apa itu Amazon, maka sekelumit kisah berikut tidak boleh Anda lewatkan.

Jeff Bezos awalnya bukanlah siapa-siapa di dunia internet. Salah satu lulusan terbaik Princeton University ini memang bergelar sarjana ilmu komputer—disiplin ilmu yang ’dekat’ dengan internet, namun ia justru sangat berminat pada ilmu fisika. Ia bahkan pernah bercita-cita menjadi ahli fisika atau astronot saat berusia 14 tahun. Hal ini tak lepas dari pengaruh kakeknya yang pernah menjadi manajer di Komisi Energi Atom Amerika Serikat.

Sebagai lulusan dengan predikat summa cum laude di universitas paling tersohor AS, Bezos muda tak kesulitan mencari pekerjaan. Ia memulai karirnya di FITEL, sebuah perusahaan teknologi tinggi di New York. Hanya bertahan selama 2 tahun, ia lantas pindah ke Bankers Trust Company. Di perusahaan barunya itu ia dipercaya memimpin pengembangan sistem komputer dan diangkat menjadi direktur. Ini merupakan prestasi luar biasa mengingat ia baru bergabung selama 4 tahun dan usianya belum genap 30.

Jabatan tinggi ternyata tak membuat Bezos betah di Bankers Trust Company. Tahun 1990 ia pindah ke DE Shaw & Co, sebuah perusahaan yang berkecimpung di bisnis keuangan Wall Street. Karirnya juga cepat menanjak di sini. Baru bekerja 2 tahun posisi wakil direktur sudah berhasil ia capai. Namun lagi-lagi jabatan tinggi tak membuatnya bertahan. Terdorong oleh impiannya sendiri, ia memutuskan keluar dari DE Shaw & Co di tahun 1994.

Apa impian Bezos sampai berani meninggalkan karir cemerlangnya di DE Shaw & Co? Bisnis online! Ia tertarik mencoba membangun sebuah bisnis berbasis internet yang diyakininya sebagai bisnis menjanjikan. Keyakinan tersebut timbul saat ia mengetahui satu data statistik mengenai pertumbuhan internet yang mencapai angka 2.300% per tahun. Dari situ ia percaya bahwa internet adalah ladang bisnis masa depan.

Bersama istrinya yang berprofesi sebagai penulis novel, Bezos mengkonsep sebuah toko buku online yang akan melayani pembeli dari seluruh penjuru dunia. Ide bisnis itu ia dapatkan saat dalam perjalanan dari Fort Worth menuju Seattle. Namun ia sempat diliputi keraguan atas konsep bisnis tersebut. Ia bimbang apakah akan ada yang tertarik membeli buku di internet? Diskusi panjang bersama sang istri dan sejumlah rekan akhirnya membulatkan tekad Bezos untuk merealisasikan toko buku virtualnya.

Begitulah. Tahun 1995 Jeff Bezos resmi meluncurkan Amazon.com. Saat itu usianya baru menginjak 30-an tahun. Ternyata perkembangan Amazon di luar dugaan. Toko buku virtual itu menjadi situs yang paling banyak dikunjungi dan buku-buku yang dijual selalu laris-manis. Kini Amazon tak hanya menjual buku, tapi juga DVD, jam tangan, sepatu, sampai pakaian dan beragam aksesoris lainnya. Terakhir Amazon meluncurkan Kindle, sebuah perangkat khusus untuk membaca eBook.

Berapa hasil yang didapat Jeff Bezos dari Amazon.com? Jangan ditanya. Saat Amazon belum genap berusia 5 tahun saja ia telah mengumpulkan kekayaan pribadi di atas 5 miliar dolar AS. Hari-hari ini tentu kekayaan yang diperolehnya dari Amazon.com jauh lebih banyak lagi.

Nah, kini Anda sudah tahu siapa Jeff Bezos, bukan? Berangkat dari satu keyakinan bahwa internet adalah ladang bisnis prospektif ia berhasil mengubah ide sederhananya menjadi bisnis bertaraf internasional. Amazon.com telah mengubah taraf hidupnya menjadi jauh lebih baik lagi. Boleh dibilang Amazon adalah mesin uang tangguh yang terus-menerus memberikan pemasukan tanpa henti selama 24 jam sehari 7 hari seminggu. Tak peduli Bezos sedang makan atau tidur, Amazon terus beroperasi menggemukkan pundi-pundi uangnya.

NB: Artikel ini dibuat dalam rangka mengikuti Kontes Menulis Artikel yang diadakan oleh Fahry.com.

Pernah dengar nama Jeff Bezos? Kalau Anda salah satu pelanggan atau member program afiliasi Amazon.com pasti kenal sosok satu ini. Ya, Jeff Bezos adalah penggagas sekaligus bos besar toko buku virtual paling terkenal sejagat raya ini. Tapi kalau Anda tak tahu siapa itu Jeff Bezos dan juga apa itu Amazon, maka sekelumit kisah berikut tidak boleh Anda lewatkan.

Jeff Bezos awalnya bukanlah siapa-siapa di dunia internet. Salah satu lulusan terbaik Princeton University ini memang bergelar sarjana ilmu komputer—disiplin ilmu yang ’dekat’ dengan internet, namun ia justru sangat berminat pada ilmu fisika. Ia bahkan pernah bercita-cita menjadi ahli fisika atau astronot saat berusia 14 tahun. Hal ini tak lepas dari pengaruh kakeknya yang pernah menjadi manajer di Komisi Energi Atom Amerika Serikat.

Sebagai lulusan dengan predikat summa cum laude di universitas paling tersohor AS, Bezos muda tak kesulitan mencari pekerjaan. Ia memulai karirnya di FITEL, sebuah perusahaan teknologi tinggi di New York. Hanya bertahan selama 2 tahun, ia lantas pindah ke Bankers Trust Company. Di perusahaan barunya itu ia dipercaya memimpin pengembangan sistem komputer dan diangkat menjadi direktur. Ini merupakan prestasi luar biasa mengingat ia baru bergabung selama 4 tahun dan usianya belum genap 30.

Jabatan tinggi ternyata tak membuat Bezos betah di Bankers Trust Company. Tahun 1990 ia pindah ke DE Shaw & Co, sebuah perusahaan yang berkecimpung di bisnis keuangan Wall Street. Karirnya juga cepat menanjak di sini. Baru bekerja 2 tahun posisi wakil direktur sudah berhasil ia capai. Namun lagi-lagi jabatan tinggi tak membuatnya bertahan. Terdorong oleh impiannya sendiri, ia memutuskan keluar dari DE Shaw & Co di tahun 1994.

Apa impian Bezos sampai berani meninggalkan karir cemerlangnya di DE Shaw & Co? Bisnis online! Ia tertarik mencoba membangun sebuah bisnis berbasis internet yang diyakininya sebagai bisnis menjanjikan. Keyakinan tersebut timbul saat ia mengetahui satu data statistik mengenai pertumbuhan internet yang mencapai angka 2.300% per tahun. Dari situ ia percaya bahwa internet adalah ladang bisnis masa depan.

Bersama istrinya yang berprofesi sebagai penulis novel, Bezos mengkonsep sebuah toko buku online yang akan melayani pembeli dari seluruh penjuru dunia. Ide bisnis itu ia dapatkan saat dalam perjalanan dari Fort Worth menuju Seattle. Namun ia sempat diliputi keraguan atas konsep bisnis tersebut. Ia bimbang apakah akan ada yang tertarik membeli buku di internet? Diskusi panjang bersama sang istri dan sejumlah rekan akhirnya membulatkan tekad Bezos untuk merealisasikan toko buku virtualnya.

Begitulah. Tahun 1995 Jeff Bezos resmi meluncurkan Amazon.com. Saat itu usianya baru menginjak 30-an tahun. Ternyata perkembangan Amazon di luar dugaan. Toko buku virtual itu menjadi situs yang paling banyak dikunjungi dan buku-buku yang dijual selalu laris-manis. Kini Amazon tak hanya menjual buku, tapi juga DVD, jam tangan, sepatu, sampai pakaian dan beragam aksesoris lainnya. Terakhir Amazon meluncurkan Kindle, sebuah perangkat khusus untuk membaca eBook.

Berapa hasil yang didapat Jeff Bezos dari Amazon.com? Jangan ditanya. Saat Amazon belum genap berusia 5 tahun saja ia telah mengumpulkan kekayaan pribadi di atas 5 miliar dolar AS. Hari-hari ini tentu kekayaan yang diperolehnya dari Amazon.com jauh lebih banyak lagi.

Nah, kini Anda sudah tahu siapa Jeff Bezos, bukan? Berangkat dari satu keyakinan bahwa internet adalah ladang bisnis prospektif ia berhasil mengubah ide sederhananya menjadi bisnis bertaraf internasional. Amazon.com telah mengubah taraf hidupnya menjadi jauh lebih baik lagi. Boleh dibilang Amazon adalah mesin uang tangguh yang terus-menerus memberikan pemasukan tanpa henti selama 24 jam sehari 7 hari seminggu. Tak peduli Bezos sedang makan atau tidur, Amazon terus beroperasi menggemukkan pundi-pundi uangnya.

NB: Artikel ini dibuat dalam rangka mengikuti Kontes Menulis Artikel yang diadakan oleh Fahry.com.

26 Agustus 2008

Setelah beberapa kali diskusi melalui SMS dan email bersama Bang Zalukhu, saya beberapa kali mencoba nembak keyword di blog ini. Padahal awalnya saya sama sekali tidak setuju dengan kegiatan tembak-menembak yang satu itu. Alasannya sederhana, saya menilai bahwa nembak keyword menyesatkan para pencari informasi di Google. Kasihan kan kalau mereka tersasar di blog kita dan tidak menemukan apa yang mereka cari? Tapi satu posting yang dibuat Bang Zalukhu di blog ini mengubah pemikiran saya.

Sebenarnya perlu tidak sih nembak keyword itu? Untuk mendongkrak trafik organik dari search engine tentu sangat perlu. Namun satu hal yang harus dicatat, jangan menembak sebuah kata kunci hanya karena semata-mata ingin meningkatkan trafik. Maksud saya, jangan nembak keyword dengan posting ala kadarnya yang hanya akan membuahkan rasa kecewa bagi pengunjung yang datang dari search engine. Ada jalan tengah yang memungkinkan kita untuk tetap nembak keyword dan mencari pengunjung dari search engine tanpa harus membuat kecewa pengunjung yang “tertembak”.

Mari kita berandai-andai. Posisikan diri Anda sebagai pencari informasi. Katakanlah Anda sedang mencari referensi tentang Gemala Krupskaya, presenter acara Nuansa 1000 Pulau di TV One. Pertama-tama tentu Anda akan membuka mesin pencari, terutama Google sebagai mesin pencari nomor satu. Kemudian Anda mengetikkan sebuah kata kunci dan beberapa detik kemudian melihat deretan situs di halaman hasil pencarian. Apa yang Anda harapkan dari situs-situs tersebut? Tentu saja informasi tentang Gemala Krupskaya, bukan? Bisa jadi perjalanan karirnya, bisa juga kisah masa kecilnya, dll. Anda pasti akan merasa dongkol kalau ternyata hanya menemukan sebuah artikel pendek berisi topik lain yang kebetulan saja menyinggung-nyinggung nama presenter cantik bernama belakang ala Rusia tersebut. (Ssst, seperti posting ini kali ya? Hehehe.)

Nah, dengan memposisikan diri sebagai pencari informasi melalui search engine, Anda tentu tahu apa yang sebaiknya dilakukan saat nembak keyword. Yap, buatlah sebuah posting yang benar-benar informatif. Misalkan Anda ingin menembak kata kunci “Pemenang Indonesian Idol 2008”, maka buatlah sebuah posting yang benar-benar menceritakan tentang si pemenang kontes tersebut. Bisa berupa artikel yang menceritakan kemeriahan acara pemilihan pemenang, atau bisa juga sebuah feature tentang keseharian si pemenang. Yang jelas posting tersebut mesti benar-benar informatif dan relevan dengan kata kunci “Pemenang Indonesian Idol 2008”. So, saat pengunjung membaca posting tersebut tidak merasa kecewa.

Dulu saya sering sekali menemui beberapa blog yang nembak keyword dengan posting ala kadarnya. Terkadang malah hanya menyinggung sedikit saja dari kata kunci yang ditembaknya. Misalnya yang ditembak kata kunci “Pemenang Putri Indonesia 2008”, eh dia hanya menulis satu-dua paragraf penuh emosi tentang ketidaksukaannya pada pendapat juri yang memilih Zivanna Letisha Siregar sebagai pemenang. Gak penting banget kan? Itulah sebabnya kenapa dulu saya bilang nembak keyword menyesatkan para pencari informasi.

Nah, inti yang ingin saya sampaikan adalah, nembak keyword itu perlu untuk meningkatkan trafik dari search engine. Bukti terdekat ya blog ini. Mulanya trafik EkoNurhuda.com selalu di bawah 50 hit/hari. Setelah Bang Zalukhu nembak keyword “Pemenang Indonesian Idol 2008” di posting ini, angka 100 hit/haripun langsung dilewati. Kemudian ketika saya sukses nembak keyword “Pemenang Putri Indonesia 2008”, trafik blog ini semakin meningkat meski tak seramai Zalukhu.com. Dari posting “Pemenang Indonesian Idol 2008” pula saya belajar banyak mengenai cara menembak keyword yang elegan. Kata kunci yang diincar dapat, informasi yang dibutuhkan para pencarinya juga terpenuhi. Adil kan?

Catatan: Maaf buat yang nyasar ke sini waktu mencari info Gemala Krupskaya.

Setelah beberapa kali diskusi melalui SMS dan email bersama Bang Zalukhu, saya beberapa kali mencoba nembak keyword di blog ini. Padahal awalnya saya sama sekali tidak setuju dengan kegiatan tembak-menembak yang satu itu. Alasannya sederhana, saya menilai bahwa nembak keyword menyesatkan para pencari informasi di Google. Kasihan kan kalau mereka tersasar di blog kita dan tidak menemukan apa yang mereka cari? Tapi satu posting yang dibuat Bang Zalukhu di blog ini mengubah pemikiran saya.

Sebenarnya perlu tidak sih nembak keyword itu? Untuk mendongkrak trafik organik dari search engine tentu sangat perlu. Namun satu hal yang harus dicatat, jangan menembak sebuah kata kunci hanya karena semata-mata ingin meningkatkan trafik. Maksud saya, jangan nembak keyword dengan posting ala kadarnya yang hanya akan membuahkan rasa kecewa bagi pengunjung yang datang dari search engine. Ada jalan tengah yang memungkinkan kita untuk tetap nembak keyword dan mencari pengunjung dari search engine tanpa harus membuat kecewa pengunjung yang “tertembak”.

Mari kita berandai-andai. Posisikan diri Anda sebagai pencari informasi. Katakanlah Anda sedang mencari referensi tentang Gemala Krupskaya, presenter acara Nuansa 1000 Pulau di TV One. Pertama-tama tentu Anda akan membuka mesin pencari, terutama Google sebagai mesin pencari nomor satu. Kemudian Anda mengetikkan sebuah kata kunci dan beberapa detik kemudian melihat deretan situs di halaman hasil pencarian. Apa yang Anda harapkan dari situs-situs tersebut? Tentu saja informasi tentang Gemala Krupskaya, bukan? Bisa jadi perjalanan karirnya, bisa juga kisah masa kecilnya, dll. Anda pasti akan merasa dongkol kalau ternyata hanya menemukan sebuah artikel pendek berisi topik lain yang kebetulan saja menyinggung-nyinggung nama presenter cantik bernama belakang ala Rusia tersebut. (Ssst, seperti posting ini kali ya? Hehehe.)

Nah, dengan memposisikan diri sebagai pencari informasi melalui search engine, Anda tentu tahu apa yang sebaiknya dilakukan saat nembak keyword. Yap, buatlah sebuah posting yang benar-benar informatif. Misalkan Anda ingin menembak kata kunci “Pemenang Indonesian Idol 2008”, maka buatlah sebuah posting yang benar-benar menceritakan tentang si pemenang kontes tersebut. Bisa berupa artikel yang menceritakan kemeriahan acara pemilihan pemenang, atau bisa juga sebuah feature tentang keseharian si pemenang. Yang jelas posting tersebut mesti benar-benar informatif dan relevan dengan kata kunci “Pemenang Indonesian Idol 2008”. So, saat pengunjung membaca posting tersebut tidak merasa kecewa.

Dulu saya sering sekali menemui beberapa blog yang nembak keyword dengan posting ala kadarnya. Terkadang malah hanya menyinggung sedikit saja dari kata kunci yang ditembaknya. Misalnya yang ditembak kata kunci “Pemenang Putri Indonesia 2008”, eh dia hanya menulis satu-dua paragraf penuh emosi tentang ketidaksukaannya pada pendapat juri yang memilih Zivanna Letisha Siregar sebagai pemenang. Gak penting banget kan? Itulah sebabnya kenapa dulu saya bilang nembak keyword menyesatkan para pencari informasi.

Nah, inti yang ingin saya sampaikan adalah, nembak keyword itu perlu untuk meningkatkan trafik dari search engine. Bukti terdekat ya blog ini. Mulanya trafik EkoNurhuda.com selalu di bawah 50 hit/hari. Setelah Bang Zalukhu nembak keyword “Pemenang Indonesian Idol 2008” di posting ini, angka 100 hit/haripun langsung dilewati. Kemudian ketika saya sukses nembak keyword “Pemenang Putri Indonesia 2008”, trafik blog ini semakin meningkat meski tak seramai Zalukhu.com. Dari posting “Pemenang Indonesian Idol 2008” pula saya belajar banyak mengenai cara menembak keyword yang elegan. Kata kunci yang diincar dapat, informasi yang dibutuhkan para pencarinya juga terpenuhi. Adil kan?

Catatan: Maaf buat yang nyasar ke sini waktu mencari info Gemala Krupskaya.

24 Agustus 2008

Satu lagi film dari Monty Tiwa. Judul aslinya sih “Extra Large; Antara Aku, Kau dan Mak Erot”, tapi menurut saya judul posting ini lebih cocok menjadi judul film tersebut. Sama seperti filmnya terdahulu, “Mengejar Mas-mas”, dalam Extra Large kembali Monty Tiwa mengangkat kehidupan peh cun alias pekerja seks komersial sebagai alur cerita filmnya. Tapi jangan bayangkan ini film yang menebar adegan erotisme karena mengangkat kehidupan kupu-kupu malam. Justru film ini sarat dengan pesan moral.

Cerita “Extra Large” dimulai dengan persahabatan tiga pemuda, Deni (Jamie Aditya), Juno (Alex Abbad), dan Stefan (Erron LeBang). Ketiganya sudah akrab sejak SMA. Namun begitu lulus ketiganya berpencar mengejar cita-cita masing-masing. Deni ke Kalimantan Selatan, Stefan ke Australia, sementara Juno tetap di Jakarta. 11 tahun kemudian baru mereka berkumpul kembali. Di sinilah inti cerita dimulai.

Deni datang ke Jakarta karena harus bertemu dengan seorang gadis yang dijodohkan dengannya. Sebenarnya bukan dijodohkan. Vicky (Dewi Sandra), nama si gadis, adalah anak tunggal atasan ayah Deni. Vicky seorang hyper sex, akibatnya ia sampai hamil 2.5 bulan entah dengan siapa. Kacaunya ayah Vicky berniat mencalonkan diri sebagai gubernur dalam pilkada Banten. Nah, tak ingin aib mencoreng namanya menjelang pilkada, maka Vicky dinikahkan dengan Deni. Tahu kan maksudnya apa? Tentu saja dengan sejumlah iming-iming bagi keluarga Deni yang memang hidup pas-pasan.

Begitu tahu kalau Vicky hyper sex, Deni jadi lemas. Dia grogi setengah mati karena merasa “burung”-nya kecil. Deni menghadapi satu dilema. Di satu sisi dia harus menikahi Vicky demi keluarganya, tapi di sisi lain dia gamang karena takut kelak tak bisa memuaskan kegilaan seksual Vicky. Di tengah kebingungan Deni, Juno dan Stefan memberi jalan keluar yang tak kalah gila. Apa itu? Deni dibawa terapi ke tempat Mak Erot, dan kemudian dipesankan seorang peh cun selama sebulan penuh untuk “latihan tempur”. Gila gak tuh?

Setelah pilih-memilih sekian peh cun, akhirnya Deni membawa pulang Intan (Francine Roosenda). So, selama sebulan penuh Deni dan Intan tinggal di sebuah rumah milik Juno yang dipinjamkan khusus untuk mereka. Jauh dari hubungan antara peh cun dan pelanggan, setelah berjalan selama dua minggu keduanya malah saling jatuh cinta. Selama itu Deni juga tidak pernah menyentuh Intan. Selain karena masih kurang PD dengan ukuran “tombak”-nya, Deni ternyata sudah terlalu sayang pada Intan sehingga tidak ingin menidurinya hanya karena nafsu belaka. Wow, so sweet…

Akhirnya waktu sebulan sudah habis dan Intan mesti kembali ke lokalisasi. Deni yang tak ingin kehilangan Intan mengejar ke lokalisasi. Ia temui Intan dan menyatakan rasa cintanya. Namun ia harus pulang dengan tangan hampa karena Intan tidak mau begitu saja menerimanya meskipun sebenarnya Intan juga cinta padanya. Lagipula Deni sudah mau menikah dengan Vicky. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka nanti? Ini satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab Deni.

Pulang-pulang Deni bertemu dengan Stefan. Dengan jujur Deni menceritakan persoalannya. Deni sangat mencintai Intan, namun ia sudah terlanjur berjanji menikahi Vicky demi keluarganya. Di luar dugaan Stefan memberi satu solusi mengejutkan. Apa solusi yang diberikan Stefan? Tonton saja sendiri filmnya, saya jamin asyik. Terlebih kalau Anda tipe cowok sentimentil yang suka drama-drama seperti saya. Hihihi…

Antara 1-10, saya memberi nilai 8 untuk film ini. Seperti halnya “Mengejar Mas-mas”, Monty Tiwa menggarap “Extra Large” dengan begitu natural. Pengambilan gambar dan dialognya mengalir sehingga saat menonton saya tidak sadar kalau ini hanya film. Satu hal yang membuat saya kurang sreg adalah pemberian judul yang agak melenceng dari inti cerita. Hal yang sama yang saya rasakan setelah menonton “Mengejar Mas-mas”. Di luar itu film ini bagus sekali. Terutama upayanya untuk memanusiakan pekerja seks komersial yang masih dipandang sebelah mata bahkan dibenci oleh masyarakat kita.

Btw, kalau peh cun-nya secantik Francine Roosenda saya juga mau! Hehehe…

Satu lagi film dari Monty Tiwa. Judul aslinya sih “Extra Large; Antara Aku, Kau dan Mak Erot”, tapi menurut saya judul posting ini lebih cocok menjadi judul film tersebut. Sama seperti filmnya terdahulu, “Mengejar Mas-mas”, dalam Extra Large kembali Monty Tiwa mengangkat kehidupan peh cun alias pekerja seks komersial sebagai alur cerita filmnya. Tapi jangan bayangkan ini film yang menebar adegan erotisme karena mengangkat kehidupan kupu-kupu malam. Justru film ini sarat dengan pesan moral.

Cerita “Extra Large” dimulai dengan persahabatan tiga pemuda, Deni (Jamie Aditya), Juno (Alex Abbad), dan Stefan (Erron LeBang). Ketiganya sudah akrab sejak SMA. Namun begitu lulus ketiganya berpencar mengejar cita-cita masing-masing. Deni ke Kalimantan Selatan, Stefan ke Australia, sementara Juno tetap di Jakarta. 11 tahun kemudian baru mereka berkumpul kembali. Di sinilah inti cerita dimulai.

Deni datang ke Jakarta karena harus bertemu dengan seorang gadis yang dijodohkan dengannya. Sebenarnya bukan dijodohkan. Vicky (Dewi Sandra), nama si gadis, adalah anak tunggal atasan ayah Deni. Vicky seorang hyper sex, akibatnya ia sampai hamil 2.5 bulan entah dengan siapa. Kacaunya ayah Vicky berniat mencalonkan diri sebagai gubernur dalam pilkada Banten. Nah, tak ingin aib mencoreng namanya menjelang pilkada, maka Vicky dinikahkan dengan Deni. Tahu kan maksudnya apa? Tentu saja dengan sejumlah iming-iming bagi keluarga Deni yang memang hidup pas-pasan.

Begitu tahu kalau Vicky hyper sex, Deni jadi lemas. Dia grogi setengah mati karena merasa “burung”-nya kecil. Deni menghadapi satu dilema. Di satu sisi dia harus menikahi Vicky demi keluarganya, tapi di sisi lain dia gamang karena takut kelak tak bisa memuaskan kegilaan seksual Vicky. Di tengah kebingungan Deni, Juno dan Stefan memberi jalan keluar yang tak kalah gila. Apa itu? Deni dibawa terapi ke tempat Mak Erot, dan kemudian dipesankan seorang peh cun selama sebulan penuh untuk “latihan tempur”. Gila gak tuh?

Setelah pilih-memilih sekian peh cun, akhirnya Deni membawa pulang Intan (Francine Roosenda). So, selama sebulan penuh Deni dan Intan tinggal di sebuah rumah milik Juno yang dipinjamkan khusus untuk mereka. Jauh dari hubungan antara peh cun dan pelanggan, setelah berjalan selama dua minggu keduanya malah saling jatuh cinta. Selama itu Deni juga tidak pernah menyentuh Intan. Selain karena masih kurang PD dengan ukuran “tombak”-nya, Deni ternyata sudah terlalu sayang pada Intan sehingga tidak ingin menidurinya hanya karena nafsu belaka. Wow, so sweet…

Akhirnya waktu sebulan sudah habis dan Intan mesti kembali ke lokalisasi. Deni yang tak ingin kehilangan Intan mengejar ke lokalisasi. Ia temui Intan dan menyatakan rasa cintanya. Namun ia harus pulang dengan tangan hampa karena Intan tidak mau begitu saja menerimanya meskipun sebenarnya Intan juga cinta padanya. Lagipula Deni sudah mau menikah dengan Vicky. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka nanti? Ini satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab Deni.

Pulang-pulang Deni bertemu dengan Stefan. Dengan jujur Deni menceritakan persoalannya. Deni sangat mencintai Intan, namun ia sudah terlanjur berjanji menikahi Vicky demi keluarganya. Di luar dugaan Stefan memberi satu solusi mengejutkan. Apa solusi yang diberikan Stefan? Tonton saja sendiri filmnya, saya jamin asyik. Terlebih kalau Anda tipe cowok sentimentil yang suka drama-drama seperti saya. Hihihi…

Antara 1-10, saya memberi nilai 8 untuk film ini. Seperti halnya “Mengejar Mas-mas”, Monty Tiwa menggarap “Extra Large” dengan begitu natural. Pengambilan gambar dan dialognya mengalir sehingga saat menonton saya tidak sadar kalau ini hanya film. Satu hal yang membuat saya kurang sreg adalah pemberian judul yang agak melenceng dari inti cerita. Hal yang sama yang saya rasakan setelah menonton “Mengejar Mas-mas”. Di luar itu film ini bagus sekali. Terutama upayanya untuk memanusiakan pekerja seks komersial yang masih dipandang sebelah mata bahkan dibenci oleh masyarakat kita.

Btw, kalau peh cun-nya secantik Francine Roosenda saya juga mau! Hehehe…

22 Agustus 2008

Sebagai pemburu dolar Anda pasti tahu dong text link ads alias iklan link teks. Boleh dibilang ini adalah program periklanan yang paling tidak mencolok karena kita sebagai pemilik blog hanya perlu memberi ruang sedikit saja di sidebar atau manapun untuk meletakkan sejumlah link dari advertiser. Ya, cuma link saja. Mirip sekali dengan blogroll. Tidak akan merusak pemandangan koq. Dan pengunjung juga tidak akan menyadari kalo link itu sebenarnya adalah iklan. Saya sebenarnya juga kurang mengerti, jadi mohon maklum ya kalo penjelasan tentang text link ads ini malah membuat bingung. :D

Nah, begitu EkoNurhuda.com naik peringkatnya jadi PR 4 bulan Mei lalu, langsung deh saya berburu program-program text link ad. Yang paling populer tentu saja TLA.com. Tapi sayangnya saya tidak pernah bisa memasukkan blog saya ke TLA. Ya sudah, cari yang lain saja. Kemudian saya mendaftar ke BackLinks.com aka WhyLink.com, situs yang menyediakan program serupa dengan TLA. Mau tahu berapa harga sebuah link untuk PR 4? Wow, $3 sebulan! Kecil? Memang iya sih. Tapi itu duit didapatkan cuma dengan meletakkan link saja lho? Jadi ya kalau bagi saya sih lumayan sekali. Eh, begitu mau mendaftarkan EkoNurhuda.com, saya baru tahu kalau ternyata platform Blogger tidak bisa digunakan untuk mengikuti program seperti ini. Kasihan deh saya...

Tuhan Maha Adil (apa maksudnya nih?). Setelah sempat putus asa dengan program text link ad, saya menemukan satu situs broker TLA yang menerima platform Blogger. What a surprise! Tidak hanya Blogger, tapi juga platform blog gratisan lain yang tidak support PHP. Tanpa tunggu lama-lama langsung deh saya mendaftarkan diri. Berhasil! Sesaat kemudian segera install kode iklannya. Hasilnya silakan lihat bagian sidebar di bawah judul "Related Websites" (di atas "Posting Jadul"). Di sana ada tulisan "Your AD Here". Yap, itulah tempat iklan TLA yang saya maksud. Tapi berhubung baru mendaftar kemarin jadinya masih kosong deh. Anda mau pasang? Murah koq, hanya $2.5/bulan. :D

Eh, koq saya belum memberi tahu nama situsnya apa ya? Oke, nama situsnya adalah Ask2Link.com. Berapa kita dibayar untuk 1 link per bulan? Jujur saya juga masih bingung masalah harganya. Yang jelas kita boleh menentukan sendiri harga yang diinginkan dengan melihat range harga yang disediakan. Karena Ask2Link menggunakan pagerank Google, ranking Alexa, Compete.com ranking, Yahoo! Inbound Links, trafik, dan peringkat Technorati sebagai parameter penentuan harga, maka harga per iklan per bulan sangat variatif antara satu blog dengan blog lain. Ada blog PR 5 yang dihargai $12, tapi ada juga yang dihargai $28 karena trafiknya lebih banyak dan peringkat Alexa-nya lebih tinggi. So, a little bit complicated deh. Tidak seperti BackLinks.com yang mematok harga pasti $4.5 untuk PR 5.

Pembayarannya bagaimana? Komisi di bayarkan melalui PayPal setiap tanggal 1 dengan minimum payout $10. Artinya komisinya dibayarkan sebulan sekali. Pembayaran komisi penjualan iklan teks dan komisi referal digabung jadi satu. So, sepertinya akan lebih mudah nih memperoleh minimum payout-nya. Optimis, optimis!! Hehehe...

Seperti halnya program-program online earning lain, Ask2Link juga menyediakan program referal alias member get member. Tidak tanggung-tanggung, komisi referal yang disediakan lumayan besar lho. Anda sebagai pereferensi akan diberi komisi $20 bila publisher (blogger) atau advertiser yang Anda referensikan melakukan transaksi senilai $50. Gede kan? Maksudnya melakukan transaksi di sini adalah menerima komisi (bagi publisher) atau melakukan pemasangan iklan (bagi advertiser).

Nah, bagi Anda Blogger user yang ingin menambah sumber dolar dengan program text link ad, Ask2Link adalah satu-satunya pilihan Anda. Segera join sekarang! Jadi referal saya ya? Nanti kalau komisinya banyak kita makan-makan deh. Hehehe. So, klik di sini untuk join Ask2Link di bawah referal saya. Tidak mau jadi referal saya? It's OK. Silakan klik di sini untuk mendaftar tanpa jadi referal saya. Fair kan?

Semoga bermanfaat.

Sebagai pemburu dolar Anda pasti tahu dong text link ads alias iklan link teks. Boleh dibilang ini adalah program periklanan yang paling tidak mencolok karena kita sebagai pemilik blog hanya perlu memberi ruang sedikit saja di sidebar atau manapun untuk meletakkan sejumlah link dari advertiser. Ya, cuma link saja. Mirip sekali dengan blogroll. Tidak akan merusak pemandangan koq. Dan pengunjung juga tidak akan menyadari kalo link itu sebenarnya adalah iklan. Saya sebenarnya juga kurang mengerti, jadi mohon maklum ya kalo penjelasan tentang text link ads ini malah membuat bingung. :D

Nah, begitu EkoNurhuda.com naik peringkatnya jadi PR 4 bulan Mei lalu, langsung deh saya berburu program-program text link ad. Yang paling populer tentu saja TLA.com. Tapi sayangnya saya tidak pernah bisa memasukkan blog saya ke TLA. Ya sudah, cari yang lain saja. Kemudian saya mendaftar ke BackLinks.com aka WhyLink.com, situs yang menyediakan program serupa dengan TLA. Mau tahu berapa harga sebuah link untuk PR 4? Wow, $3 sebulan! Kecil? Memang iya sih. Tapi itu duit didapatkan cuma dengan meletakkan link saja lho? Jadi ya kalau bagi saya sih lumayan sekali. Eh, begitu mau mendaftarkan EkoNurhuda.com, saya baru tahu kalau ternyata platform Blogger tidak bisa digunakan untuk mengikuti program seperti ini. Kasihan deh saya...

Tuhan Maha Adil (apa maksudnya nih?). Setelah sempat putus asa dengan program text link ad, saya menemukan satu situs broker TLA yang menerima platform Blogger. What a surprise! Tidak hanya Blogger, tapi juga platform blog gratisan lain yang tidak support PHP. Tanpa tunggu lama-lama langsung deh saya mendaftarkan diri. Berhasil! Sesaat kemudian segera install kode iklannya. Hasilnya silakan lihat bagian sidebar di bawah judul "Related Websites" (di atas "Posting Jadul"). Di sana ada tulisan "Your AD Here". Yap, itulah tempat iklan TLA yang saya maksud. Tapi berhubung baru mendaftar kemarin jadinya masih kosong deh. Anda mau pasang? Murah koq, hanya $2.5/bulan. :D

Eh, koq saya belum memberi tahu nama situsnya apa ya? Oke, nama situsnya adalah Ask2Link.com. Berapa kita dibayar untuk 1 link per bulan? Jujur saya juga masih bingung masalah harganya. Yang jelas kita boleh menentukan sendiri harga yang diinginkan dengan melihat range harga yang disediakan. Karena Ask2Link menggunakan pagerank Google, ranking Alexa, Compete.com ranking, Yahoo! Inbound Links, trafik, dan peringkat Technorati sebagai parameter penentuan harga, maka harga per iklan per bulan sangat variatif antara satu blog dengan blog lain. Ada blog PR 5 yang dihargai $12, tapi ada juga yang dihargai $28 karena trafiknya lebih banyak dan peringkat Alexa-nya lebih tinggi. So, a little bit complicated deh. Tidak seperti BackLinks.com yang mematok harga pasti $4.5 untuk PR 5.

Pembayarannya bagaimana? Komisi di bayarkan melalui PayPal setiap tanggal 1 dengan minimum payout $10. Artinya komisinya dibayarkan sebulan sekali. Pembayaran komisi penjualan iklan teks dan komisi referal digabung jadi satu. So, sepertinya akan lebih mudah nih memperoleh minimum payout-nya. Optimis, optimis!! Hehehe...

Seperti halnya program-program online earning lain, Ask2Link juga menyediakan program referal alias member get member. Tidak tanggung-tanggung, komisi referal yang disediakan lumayan besar lho. Anda sebagai pereferensi akan diberi komisi $20 bila publisher (blogger) atau advertiser yang Anda referensikan melakukan transaksi senilai $50. Gede kan? Maksudnya melakukan transaksi di sini adalah menerima komisi (bagi publisher) atau melakukan pemasangan iklan (bagi advertiser).

Nah, bagi Anda Blogger user yang ingin menambah sumber dolar dengan program text link ad, Ask2Link adalah satu-satunya pilihan Anda. Segera join sekarang! Jadi referal saya ya? Nanti kalau komisinya banyak kita makan-makan deh. Hehehe. So, klik di sini untuk join Ask2Link di bawah referal saya. Tidak mau jadi referal saya? It's OK. Silakan klik di sini untuk mendaftar tanpa jadi referal saya. Fair kan?

Semoga bermanfaat.

21 Agustus 2008

Tadi waktu ngecek mailbox di Gmail saya melihat ada satu email dengan judul menarik. Pada kolom pengirim tertulis nama PT. Asian Brain IMC, dan subjeknya berbunyi "UPDATE: Pernikahan Anne Ahira!". Wow, berita hangat nih! Saya memang sempat mengisi form pendaftaran di AsianBrain.com. Tapi sama sekali tidak ada niat untuk menjadi member koq. Saya cuma tertarik pada modul pertama yang diberikan gratis jika mengisi form pendaftaran di situs tersebut. So, begitu modul sudah saya dapat pendaftarannya ditelantarkan deh. Hehehe...

Kembali ke pernikahan Anne Ahira. Tidak seperti situs-situs "jualan" lain yang suka meminta alamat email dengan iming-iming report/ebook gratis, AsianBrain.com hanya sekali mengirim email ke saya. Ya cuma itu, pada waktu mengirim modul gratis. Setelahnya tidak ada lagi email dari PT. Asian Brain IMC yang masuk. Makanya tadi sempat kaget juga begitu membaca nama perusahaannya Anne Ahira ada di deretan email. Ditambah lagi judulnya sangat mengundang bagi saya yang sedang menanti saat-saat pernikahan. Ya sudah, saya buka saja email tersebut. Ternyata isinya memang hanya mengabarkan kalau Anne Ahira menikah.

Siapa pria yang menjadi suami Anne Ahira? Ternyata mojang Bandung kelahiran 28 November 1979 ini menikahi seorang bule Amerika bernama John Wesley Vardell. Siapa dia? Sayangnya ketika saya lacak tentang bule satu ini tidak tersedia informasi yang memadai kecuali sejumlah foto dan catatan pendek di situs resmi Asian Brain dan situs pernikahannya Anne Ahira. Padahal saya penasaran sekali dengan cowok satu ini. Apakah dia juga seorang internet marketer? Atau hanya teman ngobrol alias chatting saja? Atau jangan-jangan malah partner internasionalnya Anne Ahira? Silakan berandai-andai sendiri deh. Yang jelas si John adalah muallaf dengan nama Islam Muhammad Zaidan.

Akad nikah alias ijab qabul sudah dilaksanakan pada hari Senin tanggal
18 Agustus 2008 lalu, bertempat di rumah orang tua Anne Ahira di kawasan Banjaran, Bandung. Sedangkan acara resepsi pernikahan rencananya bakal digelar sekitar bulan Oktober atau November. Tentu saja tahun 2008 ini. Kalau melihat foto-fotonya sih sepertinya pada saat akad nikah saja sudah ramai sekali acaranya. Apakah pada saat resepsi nanti akan digelar pesta yang jauh lebih meriah lagi? I have no idea. Kita tunggu saja berita selanjutnya.

Terlepas dari semua kontroversi yang ditimbulkannya selama ini, sudah selayaknya sebagai sesama pencari nafkah di internet kita mengucapkan selamat berbahagia kepada pasangan Anne Ahira - Muhammad Zaidan alias John Wesley Vardell. Semoga mereka menjadi keluarga yang penuh barokah dan rahmat serta dikaruniai keturunan yang sholeh-sholehah. Amin.

NB: Seperti apa sih sosok Muhammad Zaidan alias John Wesley Vardell yang jadi suami Anne Ahira? Silakan lihat foto-fotonya di sini atau di sini.

Tadi waktu ngecek mailbox di Gmail saya melihat ada satu email dengan judul menarik. Pada kolom pengirim tertulis nama PT. Asian Brain IMC, dan subjeknya berbunyi "UPDATE: Pernikahan Anne Ahira!". Wow, berita hangat nih! Saya memang sempat mengisi form pendaftaran di AsianBrain.com. Tapi sama sekali tidak ada niat untuk menjadi member koq. Saya cuma tertarik pada modul pertama yang diberikan gratis jika mengisi form pendaftaran di situs tersebut. So, begitu modul sudah saya dapat pendaftarannya ditelantarkan deh. Hehehe...

Kembali ke pernikahan Anne Ahira. Tidak seperti situs-situs "jualan" lain yang suka meminta alamat email dengan iming-iming report/ebook gratis, AsianBrain.com hanya sekali mengirim email ke saya. Ya cuma itu, pada waktu mengirim modul gratis. Setelahnya tidak ada lagi email dari PT. Asian Brain IMC yang masuk. Makanya tadi sempat kaget juga begitu membaca nama perusahaannya Anne Ahira ada di deretan email. Ditambah lagi judulnya sangat mengundang bagi saya yang sedang menanti saat-saat pernikahan. Ya sudah, saya buka saja email tersebut. Ternyata isinya memang hanya mengabarkan kalau Anne Ahira menikah.

Siapa pria yang menjadi suami Anne Ahira? Ternyata mojang Bandung kelahiran 28 November 1979 ini menikahi seorang bule Amerika bernama John Wesley Vardell. Siapa dia? Sayangnya ketika saya lacak tentang bule satu ini tidak tersedia informasi yang memadai kecuali sejumlah foto dan catatan pendek di situs resmi Asian Brain dan situs pernikahannya Anne Ahira. Padahal saya penasaran sekali dengan cowok satu ini. Apakah dia juga seorang internet marketer? Atau hanya teman ngobrol alias chatting saja? Atau jangan-jangan malah partner internasionalnya Anne Ahira? Silakan berandai-andai sendiri deh. Yang jelas si John adalah muallaf dengan nama Islam Muhammad Zaidan.

Akad nikah alias ijab qabul sudah dilaksanakan pada hari Senin tanggal
18 Agustus 2008 lalu, bertempat di rumah orang tua Anne Ahira di kawasan Banjaran, Bandung. Sedangkan acara resepsi pernikahan rencananya bakal digelar sekitar bulan Oktober atau November. Tentu saja tahun 2008 ini. Kalau melihat foto-fotonya sih sepertinya pada saat akad nikah saja sudah ramai sekali acaranya. Apakah pada saat resepsi nanti akan digelar pesta yang jauh lebih meriah lagi? I have no idea. Kita tunggu saja berita selanjutnya.

Terlepas dari semua kontroversi yang ditimbulkannya selama ini, sudah selayaknya sebagai sesama pencari nafkah di internet kita mengucapkan selamat berbahagia kepada pasangan Anne Ahira - Muhammad Zaidan alias John Wesley Vardell. Semoga mereka menjadi keluarga yang penuh barokah dan rahmat serta dikaruniai keturunan yang sholeh-sholehah. Amin.

NB: Seperti apa sih sosok Muhammad Zaidan alias John Wesley Vardell yang jadi suami Anne Ahira? Silakan lihat foto-fotonya di sini atau di sini.

20 Agustus 2008

Dinar Iraq, siapa yang tidak tahu mata uang satu ini? Belakangan popularitas mata uang dari negeri 1001 Malam ini melonjak tajam. Ya, apalagi kalau bukan karena konon katanya ada sebuah peluang besar yang berhubungan dengan dinar Iraq. Peluang apa? Ya jelas peluangnya adalah forex exchange alias jual-beli valuta asing. So, Anda beli dinar Iraq sekarang dengan harga sangat murah, beberapa waktu mendatang Anda dapat menjualnya dengan harga berpuluh kali lipat. Hebat kan?

Menurut sebagian orang yang "paham" tentang dinar Iraq, investasi ini amat sangat menjanjikan. Satu harian ibukota bahkan menulis judul mengundang untuk sebuah liputan tentang peluang investasi dinar Iraq ini: "RP 1 Juta Bisa Jadi Rp 384 Juta". Waw, siapa coba yang tidak tertarik dengan judul begini? Bukan hanya berpuluh kali lipat seperti yang saya bilang di atas, tapi malah beratus kali lipat. What an opportunity! Tapi sayang, nampaknya Anda mesti hati-hati karena kalau ditelaah lebih dalam ternyata investasi dinar Iraq ini masih sangat diragukan kebenarannya. Kenapa?

Sebuah situs agen penjual dinar Iraq menjelaskan bahwa sebelum invasi Amerika Serikat dan sekutunya, kurs dinar Iraq (IQD) terhadap dolar AS sangat tinggi. IQD 1 = USD 3.29 (ada juga yang bilang USD 3.22). Begitu PBB menjatuhkan sanksi ekonomi kemudian disusul oleh invasi AS dan rekan-rekannya, kurs IQD merosot tajam hingga menjadi IQD 3000/$1. Seiring membaiknya kondisi di Iraq, kurs IQD ikut membaik meski bulan Agustus 2008 ini masih berada di angka IQD 1185 per dolar AS. Nah, peluang emas didapat dari harapan akan terus naiknya nilai tukar IQD terhadap dolar AS. Kenapa saya bilang harapan? Ya, karena memang masih belum jelas. Terkecuali ada yang bisa memastikan kalau nilai tukar IQD terhadap USD bakal benar-benar membaik baru kata "harapan" tersebut saya hapus.

Mari kita berandai-andai. Hanya dengan uang Rp 1,5 juta saat ini Anda bisa memperoleh lebih dari IQD 40.000, suatu hal yang mustahil Anda lakukan sebelum AS masuk ke Iraq. Nah, coba bayangkan kalau suatu saat kurs dinar Iraq terhadap AS menjadi $1 saja, maka IQD 40.000 yang Anda miliki tadi akan berubah menjadi $40.000. Kaget? Tenang dulu, ini masih belum ditukar ke rupiah. Taruh kata $1 sama dengan Rp 8.500, maka 40.000 x Rp 8.500 = Rp 340.000.000 (baca: TIGA RATUS EMPAT PULUH JUTA). Waw, kini Anda boleh kaget deh. Namun pertanyaannya adalah, mungkinkah hal tersebut terjadi?

Bagi orang-orang yang sudah terlanjur membeli dinar Iraq hal tersebut mungkin saja terjadi. Tapi jawaban mereka itu lebih dikarenakan oleh rasa ketakutan akan kehilangan uang ketimbang pemikiran logis. Siapa yang rela kehilangan Rp 1,5 juta? Tidak ada! Maka meskipun hanya sekedar harapan mereka akan terus optimis bahwa nilai tukar dinar Iraq terhadap dolar AS akan benar-benar membaik. Mereka akan terus yakin kalau investasi yang mereka lakukan sudah benar dan bakal mendatangkan keuntungan. Tapi coba kita berpikir logis sedikit. Saya yakin Anda akan berpikir beribu-ribu kali sebelum membeli satu set dinar Iraq yang banyak ditawarkan di mana-mana sekarang ini.

Berikut beberapa hal yang mesti Anda pertimbangkan sebelum membeli dinar Iraq:
  1. Hingga kini masih belum ada kurs internasional yang mengatur dinar Iraq secara resmi. Ini menjadi alasan mengapa Anda tidak dapat menukarkan mata uang Anda dari atau ke dinar Iraq di bank-bank nasional maupun internasional. Suatu saat bila kondisi di Iraq sudah benar-benar stabil Anda bisa melakukan penukaran tersebut, tapi kapan?
  2. Gejolak politik dalam negeri Iraq masih sulit dikendalikan. Selain tidak rukunnya Syiah dan Sunni, beberapa kelompok bersenjata lokal terus membuat kacau selama AS tidak pergi dari Iraq. Belum lagi kaum separatis Kurdi yang ingin merdeka dari Iraq. Hal ini membuat kapan kondisi Iraq bakal kembali stabil merupakan satu pertanyaan yang sangat sulit dijawab.
  3. Iraq dipastikan belum bisa mengeksplorasi cadangan minyak mentah mereka dalam waktu dekat. Apa pasal? Dibutuhkan biaya sangat banyak untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak berat selama perang.
  4. Bank sentral Iraq mengawasi secara ketat peredaran dinar Iraq, bahkan cenderung membatasinya. Gejala apa ini? Kalau memang IDQ adalah mata uang prospektif mengapa tidak dilepas begitu saja di pasar uang? Mengapa pula dinar baru hanya diperdagangkan dalam skala kecil dan dikendalikan secara ketat?
  5. Kalau saya tahu dinar Iraq adalah investasi yang sangat menguntungkan, mengapa saya menjualnya? Yang seharusnya saya lakukan adalah terus menambah koleksi saya sambil menyimpan rapat-rapat rahasia ini dari siapapun. Adalah bodoh menjual IQD 40.000 seharga Rp 1,5 juta kalau saya tahu dinar sebanyak itu bakal menjadi $40.000 alias Rp 340 juta. Logisnya, jika saya menjual IQD 40.000 seharga Rp 1,5 juta itu dikarenakan saya tahu mata uang tersebut sama sekali tak bernilai atau saya menjual uang palsu!

Para agen penjual dinar Iraq selalu mengambil kasus Kuwait dan Afghanistan sebagai contoh. Dulu, saat diinvasi oleh Iraq dalam episode Perang Teluk, kurs dinar Kuwait merosot dari sebelumnya $3.34 menjadi hanya $0.10. Kurang-lebih 6 tahun setelah perang usai, kurs-nya kembali normal bahkan meningkat menjadi $3.45 per 1 dinar Kuwait. Kurs mata uang Afghanistan (Afghani, disingkat AFA) juga begitu. Sebelum "dihajar" AS 1 afghani dihargai $0.03. Begitu tentara George Bush masuk dan memerangi Taliban, kurs-nya melorot drastis menjadi hanya $0.0001/1 afghani. Kini, setelah kondisi relatif lebih tenang, kurs Afghani kembali naik menjadi $0.02/Afa 1.

Sebagai pembanding, mari kita lihat kasus yang menimpa Venezuela. Negeri asal Dayana Mendoza sang Miss Universe 2008 yang beberapa waktu lalu turut memberi ucapan selamat kepada Zivanna Letisha Siregar sang pemenang Putri Indonesia 2008 ini juga merupakan negara penghasil minyak terbesar di dunia. Ekspor minyak mereka menyumbang lebih dari setengah pendapatan negara. Namun sejak tahun 2000 lalu mata uang mereka terus melemah hingga menjadi kurang-lebih seperempatnya. Kenapa? Karena situasi politik tidak stabil sehingga menyebabkan terjadinya beberapa kali aksi kudeta. Kini Iraq menghadapi situasi serupa dengan Venezuela. Akankah nilai dinar Iraq terus menguat hingga mencapai angka seperti sebelum invasi AS, atau justru tergerus menjadi hingga seperempatnya seperti yang dialami Venezuela? Jawab sendiri deh. Hehehe...

NB:
-- Untuk mengecek kurs dinar Iraq terbaru silakan klik di sini.
-- Untuk membaca peringatan Better Business Bureau tentang investasi dinar Iraq silakan klik di sini.
-- Baca juga tulisan Dan Sherman tentang investasi dinar Iraq di sini.
-- Ulasan lebih panjang tentang dinar Iraq ada di sini.

Dinar Iraq, siapa yang tidak tahu mata uang satu ini? Belakangan popularitas mata uang dari negeri 1001 Malam ini melonjak tajam. Ya, apalagi kalau bukan karena konon katanya ada sebuah peluang besar yang berhubungan dengan dinar Iraq. Peluang apa? Ya jelas peluangnya adalah forex exchange alias jual-beli valuta asing. So, Anda beli dinar Iraq sekarang dengan harga sangat murah, beberapa waktu mendatang Anda dapat menjualnya dengan harga berpuluh kali lipat. Hebat kan?

Menurut sebagian orang yang "paham" tentang dinar Iraq, investasi ini amat sangat menjanjikan. Satu harian ibukota bahkan menulis judul mengundang untuk sebuah liputan tentang peluang investasi dinar Iraq ini: "RP 1 Juta Bisa Jadi Rp 384 Juta". Waw, siapa coba yang tidak tertarik dengan judul begini? Bukan hanya berpuluh kali lipat seperti yang saya bilang di atas, tapi malah beratus kali lipat. What an opportunity! Tapi sayang, nampaknya Anda mesti hati-hati karena kalau ditelaah lebih dalam ternyata investasi dinar Iraq ini masih sangat diragukan kebenarannya. Kenapa?

Sebuah situs agen penjual dinar Iraq menjelaskan bahwa sebelum invasi Amerika Serikat dan sekutunya, kurs dinar Iraq (IQD) terhadap dolar AS sangat tinggi. IQD 1 = USD 3.29 (ada juga yang bilang USD 3.22). Begitu PBB menjatuhkan sanksi ekonomi kemudian disusul oleh invasi AS dan rekan-rekannya, kurs IQD merosot tajam hingga menjadi IQD 3000/$1. Seiring membaiknya kondisi di Iraq, kurs IQD ikut membaik meski bulan Agustus 2008 ini masih berada di angka IQD 1185 per dolar AS. Nah, peluang emas didapat dari harapan akan terus naiknya nilai tukar IQD terhadap dolar AS. Kenapa saya bilang harapan? Ya, karena memang masih belum jelas. Terkecuali ada yang bisa memastikan kalau nilai tukar IQD terhadap USD bakal benar-benar membaik baru kata "harapan" tersebut saya hapus.

Mari kita berandai-andai. Hanya dengan uang Rp 1,5 juta saat ini Anda bisa memperoleh lebih dari IQD 40.000, suatu hal yang mustahil Anda lakukan sebelum AS masuk ke Iraq. Nah, coba bayangkan kalau suatu saat kurs dinar Iraq terhadap AS menjadi $1 saja, maka IQD 40.000 yang Anda miliki tadi akan berubah menjadi $40.000. Kaget? Tenang dulu, ini masih belum ditukar ke rupiah. Taruh kata $1 sama dengan Rp 8.500, maka 40.000 x Rp 8.500 = Rp 340.000.000 (baca: TIGA RATUS EMPAT PULUH JUTA). Waw, kini Anda boleh kaget deh. Namun pertanyaannya adalah, mungkinkah hal tersebut terjadi?

Bagi orang-orang yang sudah terlanjur membeli dinar Iraq hal tersebut mungkin saja terjadi. Tapi jawaban mereka itu lebih dikarenakan oleh rasa ketakutan akan kehilangan uang ketimbang pemikiran logis. Siapa yang rela kehilangan Rp 1,5 juta? Tidak ada! Maka meskipun hanya sekedar harapan mereka akan terus optimis bahwa nilai tukar dinar Iraq terhadap dolar AS akan benar-benar membaik. Mereka akan terus yakin kalau investasi yang mereka lakukan sudah benar dan bakal mendatangkan keuntungan. Tapi coba kita berpikir logis sedikit. Saya yakin Anda akan berpikir beribu-ribu kali sebelum membeli satu set dinar Iraq yang banyak ditawarkan di mana-mana sekarang ini.

Berikut beberapa hal yang mesti Anda pertimbangkan sebelum membeli dinar Iraq:
  1. Hingga kini masih belum ada kurs internasional yang mengatur dinar Iraq secara resmi. Ini menjadi alasan mengapa Anda tidak dapat menukarkan mata uang Anda dari atau ke dinar Iraq di bank-bank nasional maupun internasional. Suatu saat bila kondisi di Iraq sudah benar-benar stabil Anda bisa melakukan penukaran tersebut, tapi kapan?
  2. Gejolak politik dalam negeri Iraq masih sulit dikendalikan. Selain tidak rukunnya Syiah dan Sunni, beberapa kelompok bersenjata lokal terus membuat kacau selama AS tidak pergi dari Iraq. Belum lagi kaum separatis Kurdi yang ingin merdeka dari Iraq. Hal ini membuat kapan kondisi Iraq bakal kembali stabil merupakan satu pertanyaan yang sangat sulit dijawab.
  3. Iraq dipastikan belum bisa mengeksplorasi cadangan minyak mentah mereka dalam waktu dekat. Apa pasal? Dibutuhkan biaya sangat banyak untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak berat selama perang.
  4. Bank sentral Iraq mengawasi secara ketat peredaran dinar Iraq, bahkan cenderung membatasinya. Gejala apa ini? Kalau memang IDQ adalah mata uang prospektif mengapa tidak dilepas begitu saja di pasar uang? Mengapa pula dinar baru hanya diperdagangkan dalam skala kecil dan dikendalikan secara ketat?
  5. Kalau saya tahu dinar Iraq adalah investasi yang sangat menguntungkan, mengapa saya menjualnya? Yang seharusnya saya lakukan adalah terus menambah koleksi saya sambil menyimpan rapat-rapat rahasia ini dari siapapun. Adalah bodoh menjual IQD 40.000 seharga Rp 1,5 juta kalau saya tahu dinar sebanyak itu bakal menjadi $40.000 alias Rp 340 juta. Logisnya, jika saya menjual IQD 40.000 seharga Rp 1,5 juta itu dikarenakan saya tahu mata uang tersebut sama sekali tak bernilai atau saya menjual uang palsu!

Para agen penjual dinar Iraq selalu mengambil kasus Kuwait dan Afghanistan sebagai contoh. Dulu, saat diinvasi oleh Iraq dalam episode Perang Teluk, kurs dinar Kuwait merosot dari sebelumnya $3.34 menjadi hanya $0.10. Kurang-lebih 6 tahun setelah perang usai, kurs-nya kembali normal bahkan meningkat menjadi $3.45 per 1 dinar Kuwait. Kurs mata uang Afghanistan (Afghani, disingkat AFA) juga begitu. Sebelum "dihajar" AS 1 afghani dihargai $0.03. Begitu tentara George Bush masuk dan memerangi Taliban, kurs-nya melorot drastis menjadi hanya $0.0001/1 afghani. Kini, setelah kondisi relatif lebih tenang, kurs Afghani kembali naik menjadi $0.02/Afa 1.

Sebagai pembanding, mari kita lihat kasus yang menimpa Venezuela. Negeri asal Dayana Mendoza sang Miss Universe 2008 yang beberapa waktu lalu turut memberi ucapan selamat kepada Zivanna Letisha Siregar sang pemenang Putri Indonesia 2008 ini juga merupakan negara penghasil minyak terbesar di dunia. Ekspor minyak mereka menyumbang lebih dari setengah pendapatan negara. Namun sejak tahun 2000 lalu mata uang mereka terus melemah hingga menjadi kurang-lebih seperempatnya. Kenapa? Karena situasi politik tidak stabil sehingga menyebabkan terjadinya beberapa kali aksi kudeta. Kini Iraq menghadapi situasi serupa dengan Venezuela. Akankah nilai dinar Iraq terus menguat hingga mencapai angka seperti sebelum invasi AS, atau justru tergerus menjadi hingga seperempatnya seperti yang dialami Venezuela? Jawab sendiri deh. Hehehe...

NB:
-- Untuk mengecek kurs dinar Iraq terbaru silakan klik di sini.
-- Untuk membaca peringatan Better Business Bureau tentang investasi dinar Iraq silakan klik di sini.
-- Baca juga tulisan Dan Sherman tentang investasi dinar Iraq di sini.
-- Ulasan lebih panjang tentang dinar Iraq ada di sini.

18 Agustus 2008

Berada di urutan 1 SERP Google tentu bahagia sekali rasanya. Begitulah yang saya rasakan pada tanggal 16 Agustus 2008 kemarin. Karena tanggal 15 Agustus malam ada pemilihan Putri Indonesia 2008, maka saya coba-coba nembak keyword dengan menulis posting tentang pemenang Putri Indonesia 2008. Harapannya tentu saja buat menarik trafik dari search engine, terutama Google. Hasilnya? Sangat tidak disangka-sangka! Ternyata posting tersebut menduduki peringkat 1 untuk kata kunci "pemenang Putri Indonesia 2008". Pfiuh, senangnya...

Saking senangnya, saya sampai membuat mem-print screen-kan halaman-halaman membanggakan tersebut. Pertama-tama jelas saja SERP Google di mana posting saya jadi nomor 1, trus widget-nya Feedjit yang selama sehari itu hanya menampilkan tulisan "..... arrived from google.com on www.EkoNurhuda.com: Pemenang Pemilihan Putri Indonesia 2008", dan tak ketinggalan pula statistik dari MyBlogLog. Buat apa? Buat apalagi kalau bukan untuk dipamer-pamerkan. Hihihi... Gak ding, maksudnya ya tentu saja buat kenang-kenangan bahwa saya pernah berada di posisi 1 SERP Google. Hehehe, katrok banget ya?

Ini screenshot SERP Google, 16 Agustus 2008.

Ini screenshot Feedjit di sidebar EkoNurhuda.com, 16 Agustus 2008.

Ini screenshot statistik MyBlogLog, 16 Agustus 2008.

Sayang disayang, kebahagiaan meraih posisi puncak di SERP Google tersebut hanya bisa saya nikmati sehari. Ya, cuma tanggal 16 itu saja. Ketika Bocah Iseng membuat posting dengan tema sama, langsung deh posisi saya melorot. Gantian Bocah Iseng jadi di urutan pertama. Tanggal 17 saya cek lagi, eh, ternyata sudah melorot lagi jadi posisi 4. Tapi Gpp deh, yg penting masih bertahan di halaman pertama. Target saya posting itu bisa tetap ada di 10 besar alias halaman pertama SERP Google paling tidak untuk seminggu ini saja. Toh, niatan awalnya juga cuma belajar nembak keyword.

Oya, satu hal penting yang saya pelajari dari tergesernya EkoNurhuda.com oleh BocahIseng.blogspot.com adalah, menempatkan keyword yang diincar pada judul posting sangat mempengaruhi posisi blog di SERP Google. Coba saja bandingkan judul posting saya dan judul postingnya si Bocah Iseng, ternyata judul posting si Bocah Iseng mengandung keyword "pemenang Putri Indonesia 2008". Sedangkan judul posting saya tidak plek seperti itu. So, sayapun harus rela tergeser ke bawah. Kebetulan saya dan si Bocah Iseng sama-sama menggunakan Blogger/BlogSpot, jadi ini juga bisa jadi pelajaran bagi Anda sesama pengguna Blogger.

So, buat Bocah Iseng selamat ya. Google is in hour hand, Bro. Dan saya juga mesti berterima kasih pada Bang Zalukhu. Jurus SEO Balita yang Abang ajarkan ternyata memang manjur. Good job, Bro!

Berada di urutan 1 SERP Google tentu bahagia sekali rasanya. Begitulah yang saya rasakan pada tanggal 16 Agustus 2008 kemarin. Karena tanggal 15 Agustus malam ada pemilihan Putri Indonesia 2008, maka saya coba-coba nembak keyword dengan menulis posting tentang pemenang Putri Indonesia 2008. Harapannya tentu saja buat menarik trafik dari search engine, terutama Google. Hasilnya? Sangat tidak disangka-sangka! Ternyata posting tersebut menduduki peringkat 1 untuk kata kunci "pemenang Putri Indonesia 2008". Pfiuh, senangnya...

Saking senangnya, saya sampai membuat mem-print screen-kan halaman-halaman membanggakan tersebut. Pertama-tama jelas saja SERP Google di mana posting saya jadi nomor 1, trus widget-nya Feedjit yang selama sehari itu hanya menampilkan tulisan "..... arrived from google.com on www.EkoNurhuda.com: Pemenang Pemilihan Putri Indonesia 2008", dan tak ketinggalan pula statistik dari MyBlogLog. Buat apa? Buat apalagi kalau bukan untuk dipamer-pamerkan. Hihihi... Gak ding, maksudnya ya tentu saja buat kenang-kenangan bahwa saya pernah berada di posisi 1 SERP Google. Hehehe, katrok banget ya?

Ini screenshot SERP Google, 16 Agustus 2008.

Ini screenshot Feedjit di sidebar EkoNurhuda.com, 16 Agustus 2008.

Ini screenshot statistik MyBlogLog, 16 Agustus 2008.

Sayang disayang, kebahagiaan meraih posisi puncak di SERP Google tersebut hanya bisa saya nikmati sehari. Ya, cuma tanggal 16 itu saja. Ketika Bocah Iseng membuat posting dengan tema sama, langsung deh posisi saya melorot. Gantian Bocah Iseng jadi di urutan pertama. Tanggal 17 saya cek lagi, eh, ternyata sudah melorot lagi jadi posisi 4. Tapi Gpp deh, yg penting masih bertahan di halaman pertama. Target saya posting itu bisa tetap ada di 10 besar alias halaman pertama SERP Google paling tidak untuk seminggu ini saja. Toh, niatan awalnya juga cuma belajar nembak keyword.

Oya, satu hal penting yang saya pelajari dari tergesernya EkoNurhuda.com oleh BocahIseng.blogspot.com adalah, menempatkan keyword yang diincar pada judul posting sangat mempengaruhi posisi blog di SERP Google. Coba saja bandingkan judul posting saya dan judul postingnya si Bocah Iseng, ternyata judul posting si Bocah Iseng mengandung keyword "pemenang Putri Indonesia 2008". Sedangkan judul posting saya tidak plek seperti itu. So, sayapun harus rela tergeser ke bawah. Kebetulan saya dan si Bocah Iseng sama-sama menggunakan Blogger/BlogSpot, jadi ini juga bisa jadi pelajaran bagi Anda sesama pengguna Blogger.

So, buat Bocah Iseng selamat ya. Google is in hour hand, Bro. Dan saya juga mesti berterima kasih pada Bang Zalukhu. Jurus SEO Balita yang Abang ajarkan ternyata memang manjur. Good job, Bro!

16 Agustus 2008

28 Weeks Later, sebuah film penuh ketegangan yang begitu membekas di benak saya. Sepanjang film yang berdurasi selama 1,5 jam ini ketegangan dan aroma kematian begitu kental terasa. 28 Weeks Later sebenarnya film keluaran tahun lalu, di Indonesia dirilis tanggal 10 Mei 2007. Namun saya baru tahu beberapa hari lalu. Sekilas dari judulnya saya mengira 28 Weeks Later adalah film drama. Karena itu saya memutarnya jam satu malam, di saat semua penghuni kos sudah tidur. Ternyata...

Ketegangan langsung dihadirkan oleh 28 Weeks Later sejak awal cerita, meskipun pada awalnya terasa membingungkan. Akan lebih mudah bagi Anda untuk mengikuti jalan cerita 28 Weeks Later bila pernah menonton film Twenty Eight Days Later (rilis tahun 2002) yang tak lain tak bukan merupakan sekuel 28 Weeks Later sebelumnya. Baik Twenty Eight Days Later maupun 28 Weeks Later sama-sama disutradarai oleh Juan Carlos Fresnadillo. Kalau saya tidak salah ingat, Twenty Eight Days Later pernah diputar di salah satu TV swasta.

Cerita 28 Weeks Later diawali ketika Don (diperankan oleh Robert Carlyle) dan Alice (Catherine McCormack) istrinya menyiapkan makanan seadanya bagi sejumlah pengungsi di salah satu rumah warga. Mereka merupakan sebagian kecil populasi kota London yang berhasil selamat dari sebuah wabah mengerikan. Wabah aneh yang membuat penderitanya haus darah dan bertingkah lebih kejam dari serigala. Tengah asyik makan, tiba-tiba seorang anak mengetuk pintu minta masuk. Rupa-rupanya kedatangan anak tersebut diiringi oleh orang-orang yang terjangkit wabah. Seisi rumah kontan kocar-kacir menyelamatkan diri dari serangan tersebut.Sayangnya, selain Don tak ada yang bisa selamat dari peristiwa mengerikan tersebut.

Sedemikian hebatnya wabah tersebut sehingga daratan Britania Raya mesti dikarantina agar tak menyebar ke Eropa daratan. Pasukan NATO dipimpin Amerika Serikat masuk 28 minggu kemudian untuk memulihkan Inggris. Warga Inggris yang melarikan diri ke luar negeri diperbolehkan pulang untuk proses repopulasi dan pemulihan. Di antara warga yang datang dari luar negeri tersebut adalah Tammy (Imogeen Poots) dan Andy (Mackintosh Muggleton), dua anak Don. Betapa hancurnya hati Tammy dan Andy ketika mengetahui bahwa ibu mereka sudah dinyatakan tewas.

Didorong oleh rasa rindu pada ibu dan kenangan masa lalu, Tammy dan Andy berhasil menyelinap keluar dari kamp karantina untuk menuju ke rumah mereka yang sudah porak-poranda. Siapa sangka ternyata di dalam rumah tersebut Andy justru menemukan ibu mereka masih hidup. Alice memang selamat, namun ia dinyatakan positif mengidap wabah sehingga militer NATO mempertimbangkan untuk menghabisinya sebagai upaya preventif. Usul tersebut ditentang oleh Scarlet (Rose Byrne), dokter militer NATO yang meminta Alice dibiarkan hidup sebagai bahan penelitian.

Di saat petinggi NATO berdebat antara membunuh Alice atau tidak, Don diam-diam masuk ke ruang perawatan istrinya. Ia memohon maaf pada Alice karena telah meninggalkannya pada saat mereka diserang dulu. Alice tersentuh dan memaafkan Don. Kesalahan fatal dilakukan Don karena mencium Alice. Virus ganas langsung menulari Don lewat air liur Alice. Seketika Don berubah menjadi sangat ganas dan kejam. Ia membunuh Alice, meminum darahnya, kemudian keluar dari gedung untuk mencari mangsa baru.

Ketegangan memuncak. Don 'memangsa' beberapa tentara yang ditemuinya sekaligus menularkan virus. Wabah kembali menyebar. NATO menetapkan status darurat, warga yang dikarantina panik. Selanjutnya? Tonton saja sendiri. Yang jelas jangan tonton film ini sendirian. Apalagi di tengah malam sepi. Ngeri!

NB: Ada yang tahu di mana mencari referensi tentang Imogeen Poots? Mbah Google koq tumben-tumbenan gak tahu ya? Imogeen Poots-nya yang gak terkenal ato si Mbah Google yang kurang gaul? Hehehe...

28 Weeks Later, sebuah film penuh ketegangan yang begitu membekas di benak saya. Sepanjang film yang berdurasi selama 1,5 jam ini ketegangan dan aroma kematian begitu kental terasa. 28 Weeks Later sebenarnya film keluaran tahun lalu, di Indonesia dirilis tanggal 10 Mei 2007. Namun saya baru tahu beberapa hari lalu. Sekilas dari judulnya saya mengira 28 Weeks Later adalah film drama. Karena itu saya memutarnya jam satu malam, di saat semua penghuni kos sudah tidur. Ternyata...

Ketegangan langsung dihadirkan oleh 28 Weeks Later sejak awal cerita, meskipun pada awalnya terasa membingungkan. Akan lebih mudah bagi Anda untuk mengikuti jalan cerita 28 Weeks Later bila pernah menonton film Twenty Eight Days Later (rilis tahun 2002) yang tak lain tak bukan merupakan sekuel 28 Weeks Later sebelumnya. Baik Twenty Eight Days Later maupun 28 Weeks Later sama-sama disutradarai oleh Juan Carlos Fresnadillo. Kalau saya tidak salah ingat, Twenty Eight Days Later pernah diputar di salah satu TV swasta.

Cerita 28 Weeks Later diawali ketika Don (diperankan oleh Robert Carlyle) dan Alice (Catherine McCormack) istrinya menyiapkan makanan seadanya bagi sejumlah pengungsi di salah satu rumah warga. Mereka merupakan sebagian kecil populasi kota London yang berhasil selamat dari sebuah wabah mengerikan. Wabah aneh yang membuat penderitanya haus darah dan bertingkah lebih kejam dari serigala. Tengah asyik makan, tiba-tiba seorang anak mengetuk pintu minta masuk. Rupa-rupanya kedatangan anak tersebut diiringi oleh orang-orang yang terjangkit wabah. Seisi rumah kontan kocar-kacir menyelamatkan diri dari serangan tersebut.Sayangnya, selain Don tak ada yang bisa selamat dari peristiwa mengerikan tersebut.

Sedemikian hebatnya wabah tersebut sehingga daratan Britania Raya mesti dikarantina agar tak menyebar ke Eropa daratan. Pasukan NATO dipimpin Amerika Serikat masuk 28 minggu kemudian untuk memulihkan Inggris. Warga Inggris yang melarikan diri ke luar negeri diperbolehkan pulang untuk proses repopulasi dan pemulihan. Di antara warga yang datang dari luar negeri tersebut adalah Tammy (Imogeen Poots) dan Andy (Mackintosh Muggleton), dua anak Don. Betapa hancurnya hati Tammy dan Andy ketika mengetahui bahwa ibu mereka sudah dinyatakan tewas.

Didorong oleh rasa rindu pada ibu dan kenangan masa lalu, Tammy dan Andy berhasil menyelinap keluar dari kamp karantina untuk menuju ke rumah mereka yang sudah porak-poranda. Siapa sangka ternyata di dalam rumah tersebut Andy justru menemukan ibu mereka masih hidup. Alice memang selamat, namun ia dinyatakan positif mengidap wabah sehingga militer NATO mempertimbangkan untuk menghabisinya sebagai upaya preventif. Usul tersebut ditentang oleh Scarlet (Rose Byrne), dokter militer NATO yang meminta Alice dibiarkan hidup sebagai bahan penelitian.

Di saat petinggi NATO berdebat antara membunuh Alice atau tidak, Don diam-diam masuk ke ruang perawatan istrinya. Ia memohon maaf pada Alice karena telah meninggalkannya pada saat mereka diserang dulu. Alice tersentuh dan memaafkan Don. Kesalahan fatal dilakukan Don karena mencium Alice. Virus ganas langsung menulari Don lewat air liur Alice. Seketika Don berubah menjadi sangat ganas dan kejam. Ia membunuh Alice, meminum darahnya, kemudian keluar dari gedung untuk mencari mangsa baru.

Ketegangan memuncak. Don 'memangsa' beberapa tentara yang ditemuinya sekaligus menularkan virus. Wabah kembali menyebar. NATO menetapkan status darurat, warga yang dikarantina panik. Selanjutnya? Tonton saja sendiri. Yang jelas jangan tonton film ini sendirian. Apalagi di tengah malam sepi. Ngeri!

NB: Ada yang tahu di mana mencari referensi tentang Imogeen Poots? Mbah Google koq tumben-tumbenan gak tahu ya? Imogeen Poots-nya yang gak terkenal ato si Mbah Google yang kurang gaul? Hehehe...

15 Agustus 2008

Putri Indonesia 2008 terpilih sudah. Zivanna Letisha Siregar yang mewakili DKI Jakarta keluar sebagai pemenang dalam acara Pemilihan Putri Indonesia 2008 yang berlangsung Jumat (15/08) pukul 20.00 WIB di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, dan disiarkan langsung oleh Indosiar. Zivanna yang akrab dipanggil Zizi itu berhasil mengungguli 38 finalis yang mewakili 33 propinsi di seluruh Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh Dayana Mendoza, Miss Universe 2008.

Di babak-babak akhir Zivanna harus bersaing ketat dengan Ayu Diandra Sari asal Kepulauan Bali dan Anggie Mahesti dari DI Yogyakarta. Namun akhirnya Zizi berhasil meraih mahkota Putri Indonesia 2008 setelah memberikan jawaban mengesankan saat menjawab pertanyaan terakhir yang diberikan juri. Puteri Indonesia 2007, Putri Raemawasti, menyematkan mahkota dan selempang Puteri Indonesia kepada Zizi sekaligus menobatkannya sebagai Putri Indonesia 2008 menggantikan dirinya. Miss Universe 2008 turut mendampingi prosesi penyematan mahkota dan memberikan ucapan selamat pada Zizi.

Zivanna adalah mahasiswi Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) angkatan 2007. Gadis keturunan Batak ini memang sangat menyukai modelling. Ia sebelumnya pernah meraih gelar juara di ajang Elite Look Model 2006 dan menjadi peserta Elite Model Look se-Asia Pasifik 2006 di Shanghai, China. Dengan terpilihnya Zivanna sebagai Putri Indonesia 2008, maka si cantik kelahiran Jakarta, 16 Februari 1989, ini berhak mewakili Indonesia dalam ajang pemilihan Miss Universe 2009 mendatang. Sementara Ayu Diandra Sari sebagai runner up I akan menjadi wakil Indonesia di pemilihan Miss International 2009, dan Anggie Mahesti yang menjadi runner up II dikirim ke ajang Miss Asia Pacific 2009.

Dalam sesi tanya-jawab dengan para juri, Zivanna dan Ayu Diandra sama-sama memberikan jawaban kuat saat menjawab pertanyaan seputar pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Saya sebagai orang yang "numpang tinggal" di Yogya tentu saja menjagokan Anggie Mahesti. Namun ternyata gadis manis dengan wajah khas Jawa ini belum berhasil memenuhi harapan warga Yogyakarta meski telah berusaha semaksimal yang ia bisa.

Sebelum tampil di acara pemilihan malam itu, para finalis Puteri Indonesia 2008 terlebih dahulu menjalani masa karantina di Hotel Nikko Jakarta dari tanggal 5 Agustus - 14 Agustus 2008. Dalam karantina tersebut para finalis mempelajari banyak hal seputar budaya dan tradisi Indonesia, etika, kecantikan, modelling, serta berbagai pengetahuan lainnya.

Putri Indonesia 2008 terpilih sudah. Zivanna Letisha Siregar yang mewakili DKI Jakarta keluar sebagai pemenang dalam acara Pemilihan Putri Indonesia 2008 yang berlangsung Jumat (15/08) pukul 20.00 WIB di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, dan disiarkan langsung oleh Indosiar. Zivanna yang akrab dipanggil Zizi itu berhasil mengungguli 38 finalis yang mewakili 33 propinsi di seluruh Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh Dayana Mendoza, Miss Universe 2008.

Di babak-babak akhir Zivanna harus bersaing ketat dengan Ayu Diandra Sari asal Kepulauan Bali dan Anggie Mahesti dari DI Yogyakarta. Namun akhirnya Zizi berhasil meraih mahkota Putri Indonesia 2008 setelah memberikan jawaban mengesankan saat menjawab pertanyaan terakhir yang diberikan juri. Puteri Indonesia 2007, Putri Raemawasti, menyematkan mahkota dan selempang Puteri Indonesia kepada Zizi sekaligus menobatkannya sebagai Putri Indonesia 2008 menggantikan dirinya. Miss Universe 2008 turut mendampingi prosesi penyematan mahkota dan memberikan ucapan selamat pada Zizi.

Zivanna adalah mahasiswi Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) angkatan 2007. Gadis keturunan Batak ini memang sangat menyukai modelling. Ia sebelumnya pernah meraih gelar juara di ajang Elite Look Model 2006 dan menjadi peserta Elite Model Look se-Asia Pasifik 2006 di Shanghai, China. Dengan terpilihnya Zivanna sebagai Putri Indonesia 2008, maka si cantik kelahiran Jakarta, 16 Februari 1989, ini berhak mewakili Indonesia dalam ajang pemilihan Miss Universe 2009 mendatang. Sementara Ayu Diandra Sari sebagai runner up I akan menjadi wakil Indonesia di pemilihan Miss International 2009, dan Anggie Mahesti yang menjadi runner up II dikirim ke ajang Miss Asia Pacific 2009.

Dalam sesi tanya-jawab dengan para juri, Zivanna dan Ayu Diandra sama-sama memberikan jawaban kuat saat menjawab pertanyaan seputar pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Saya sebagai orang yang "numpang tinggal" di Yogya tentu saja menjagokan Anggie Mahesti. Namun ternyata gadis manis dengan wajah khas Jawa ini belum berhasil memenuhi harapan warga Yogyakarta meski telah berusaha semaksimal yang ia bisa.

Sebelum tampil di acara pemilihan malam itu, para finalis Puteri Indonesia 2008 terlebih dahulu menjalani masa karantina di Hotel Nikko Jakarta dari tanggal 5 Agustus - 14 Agustus 2008. Dalam karantina tersebut para finalis mempelajari banyak hal seputar budaya dan tradisi Indonesia, etika, kecantikan, modelling, serta berbagai pengetahuan lainnya.

Setelah hampir 6 tahun lamanya tidak berhubungan dengan dunia pariwisata, kemarin saya kembali menjadi bagian dari pariwisata Jogja. Yap, saya kembali turun sebagai guide alias pemandu wisata bagi wisatawan yang melancong ke kota Jogja. Peran yang dulu begitu akrab dalam hari-hari saya selama masih menjadi mahasiswa sebuah pendidikan profesi pariwisata di bagian selatan kota Jogja. Sebuah babak kehidupan yang pernah membuat saya begitu bangga dan juga sangat dibanggakan keluarga.

Oops, sudah lupakan saja romantisme itu. (Psst, ini lanjutan setelah dikasih komen sama Artha dan Malapu.) Sekarang enaknya cerita serunya jalan-jalan bersama 3 tamu pertama saya setelah "cuti panjang" dari dunia guiding kemarin itu. So, tamu yang saya bawa hari itu adalah klien Yogya Tours, sebuah travel agent online milik Mas Handoko Adyaksa, seorang guide Prancis senior Jogja. Bagaimana saya bisa kenal Mas Handoko? Ceritanya lebih panjang lagi. Pendeknya, Mas Handoko adalah sepupu (calon) istri saya. Tepatnya anak pakde si yayang, so that's why saya ikut-ikutan panggil "Mas". Hehehe, ketahuan deh kalo KKN.

Nah, Rabu (13/08) kemarin sekitar jam 6 sore Mas Handoko telpon saya. Pertama basa-basi dulu menanyakan posisi saya di mana. Setelah itu langsung deh bilang "sesok nggowo tamu gelem ora?" Duh, saya langsung kaget. Bukan apa-apa, masalahnya sudah 6 tahun saya tidak pernah menggunakan bahasa asing (Inggris dan Prancis) untuk komunikasi. Artinya, saya yakin bakal kaku sekali kalau tiba-tiba langsung bawa tamu bule. Eh, ternyata Mas Handoko bilang "tamune seko Jakarta koq". Pfiuh... leganya hati ini begitu tahu tamunya hanya turis domestik.

Kamis (14/08) pagi jam 8 saya jemput tamunya di Hotel Saphir. Ternyata tamunya sudah menunggu di tempat parkir bersama Mas Handoko dan sopir yang disewa Yogya Tours. Ada 3 orang, dua laki-laki dan satu perempuan. Saat bersalaman dan memperkenalkan diri dengan tamu-tamu tersebut saya merasa ada yang janggal. Begitupun saat kami mulai berangkat menuju Borobudur yang jadi tujuan pertama hari itu. Apa masalahnya? Saat saya ajak ngobrol di sepanjang perjalanan, dari 3 tamu tersebut yang menyahut hanya satu orang. Namanya Pak Edwin. Saya makin yakin ada sesuatu yang janggal dengan tamu-tamu tersebut. Memikirkan hal itu saya jadi deg-degan deh. Duh...

Begitu sampai di Borobudur saya langsung beli tiket masuk untuk turis domestik. Tidak tahan dengan rasa penasaran (plus deg-degan) yang kian memenuhi pikiran, maka sayapun memberanikan diri bertanya tentang dua tamu lainnya pada Pak Edwin. Ooops, barulah ketahuan saat itu bahwa mereka berdua dari Australia. Yang cowok adalah adik kandung Pak Edwin bernama Adi. Lahir di Indonesia, tapi sejak kecil sudah tinggal di Sydney, Australia. So, ia jauh lebih mengerti bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. Nah, si cewek yang asli Australia. Si cantik ini beretnis China (seperti halnya Pak Edwin dan Adi yang juga keturunan China), tapi ia adalah warga negara Australia karena lahir di Negeri Kangguru itu. Artinya, bahasa Inggris adalah bahasa sehari-harinya. Walah!

6 tahun meninggalkan dunia pariwisata dan segala literatur/referensi tentang tempat-tempat wisata jelas membuat memori saya lemah. Saya masih ingat Borobudur terbagi atas tiga bagian: Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu. Tapi saya lupa di mana letak patung Buddha yang biasa dipegang-pegang pengunjung Borobudur, saya lupa kisah Pangeran Sidharta Gautama di relief candi, saya lupa kapan Borobudur dibangun, dan semua hal-hal mendetil lainnya. Akhirnya jurus guide Jepang keluar. Apa itu? Beri penjelasan ala kadarnya, ajak ngobrol ngalor-ngidul, trus sering-sering disuruh foto. Hehehe... And it works, guys! So, selamatlah saya.

Tujuan kedua candi Prambanan yang kami datangi setelah makan siang di rumah makan Ibu Hj. Achmad di utara Fak. Kehutanan UGM. Saya sempat akrab sekali dengan Prambanan dan sekitarnya karena pernah magang dan tinggal di sana selama 6 bulan lebih. Namun vakum 6 tahun dari dunia pariwisata membuat saya sama sekali tidak mengetahui semua perkembangan yang terjadi di sana. So, begitu masuk ke area candi saya kaget koq masih dipagar? Padahal setahu saya rekonstruksi pascagempa sudah selesai dan candi sudah boleh dikunjungi sejak awal tahun ini. Jadi, kami hanya bisa melihat 6 candi di area utama dari pinggir-pinggir saja. Kesulitan terberatnya adalah, saya tidak punya bahan lain untuk dijelaskan kepada para tamu kecuali relief kisah Ramayana yang ada di Candi Siwa, candi tertinggi dan terbesar di komlpeks Prambanan. Duh... Jurus guide Jepang akhirnya keluar lagi deh.

Anyway Anne Hathaway busway, berhubung waktu kami masih sangat banyak saya berusaha keras menahan para tamu agar tetap di kompleks candi selama mungkin. Saya ceritakan legenda Roro Jonggrang (meskipun belepotan), saya jelaskan sedikit tentang tiap-tiap candi, saya perlihatkan teater Ramayana Ballet di sebelah barat Prambanan, saya suruh foto-foto, trus ujung-ujungnya saya ajak melihat 3 candi lain yang terletak di dekat candi Prambanan. Yaitu candi Lumbung, candi Bubrah, dan candi Sewu. Mulanya kami mau naik kereta mini. Berhubung keretanya masih kosong dan kami tidak mau menunggu, maka kami memutuskan untuk jalan kaki saja. Wow, panas-panas saat matahari berada tepat di ubun-ubun kami berjalan kaki sejauh sekitar 500 meter. Jalan pulang menuju ke pintu keluar jauh lebih panjang lagi. So, kami berempat berkeringat deras dan sangat kelelahan sekali.

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah pantai Parangtritis. Di sana saya membebaskan ketiga tamu untuk menghabiskan waktu sampai sore. Terserah mereka mau bagaimana dan berbuat apa. Saya hanya mengantar ke pantai, kemudian kembali ke tempat parkir untuk menunggu bersama sopir. Kurang-lebih 3 jam mereka bermain-main di pantai dan untunglah mereka sangat enjoy sekali. Pak Edwin sampai mandi segala, sementara Adi and his pretty girlfriend berjalan-jalan menyusuri pantai. Sekitar jam 5 lebih sedikit kami sudah keluar dari Parangtritis untuk pulang ke hotel.

Well, untung saja perjalanan hari itu berakhir manis. Saya lihat wajah Adi and his girlfriend ceria sekali, sementara Pak Edwin juga selalu mengumbar senyum. Sebelum berpisah saya mengucapkan terima kasih telah menggunakan jasa Yogya Tours serta memohon maaf jika selama perjalanan ada hal-hal yang membuat tidak berkenan atau tidak seperti yang mereka harapkan. Dan, kamipun berpisah di lobi hotel. Selesai. Eh, pas sudah di jalan mau pulang ke kos baru saya ingat: lupa minta foto bareng untuk kenang-kenangan! Walah..!

Setelah hampir 6 tahun lamanya tidak berhubungan dengan dunia pariwisata, kemarin saya kembali menjadi bagian dari pariwisata Jogja. Yap, saya kembali turun sebagai guide alias pemandu wisata bagi wisatawan yang melancong ke kota Jogja. Peran yang dulu begitu akrab dalam hari-hari saya selama masih menjadi mahasiswa sebuah pendidikan profesi pariwisata di bagian selatan kota Jogja. Sebuah babak kehidupan yang pernah membuat saya begitu bangga dan juga sangat dibanggakan keluarga.

Oops, sudah lupakan saja romantisme itu. (Psst, ini lanjutan setelah dikasih komen sama Artha dan Malapu.) Sekarang enaknya cerita serunya jalan-jalan bersama 3 tamu pertama saya setelah "cuti panjang" dari dunia guiding kemarin itu. So, tamu yang saya bawa hari itu adalah klien Yogya Tours, sebuah travel agent online milik Mas Handoko Adyaksa, seorang guide Prancis senior Jogja. Bagaimana saya bisa kenal Mas Handoko? Ceritanya lebih panjang lagi. Pendeknya, Mas Handoko adalah sepupu (calon) istri saya. Tepatnya anak pakde si yayang, so that's why saya ikut-ikutan panggil "Mas". Hehehe, ketahuan deh kalo KKN.

Nah, Rabu (13/08) kemarin sekitar jam 6 sore Mas Handoko telpon saya. Pertama basa-basi dulu menanyakan posisi saya di mana. Setelah itu langsung deh bilang "sesok nggowo tamu gelem ora?" Duh, saya langsung kaget. Bukan apa-apa, masalahnya sudah 6 tahun saya tidak pernah menggunakan bahasa asing (Inggris dan Prancis) untuk komunikasi. Artinya, saya yakin bakal kaku sekali kalau tiba-tiba langsung bawa tamu bule. Eh, ternyata Mas Handoko bilang "tamune seko Jakarta koq". Pfiuh... leganya hati ini begitu tahu tamunya hanya turis domestik.

Kamis (14/08) pagi jam 8 saya jemput tamunya di Hotel Saphir. Ternyata tamunya sudah menunggu di tempat parkir bersama Mas Handoko dan sopir yang disewa Yogya Tours. Ada 3 orang, dua laki-laki dan satu perempuan. Saat bersalaman dan memperkenalkan diri dengan tamu-tamu tersebut saya merasa ada yang janggal. Begitupun saat kami mulai berangkat menuju Borobudur yang jadi tujuan pertama hari itu. Apa masalahnya? Saat saya ajak ngobrol di sepanjang perjalanan, dari 3 tamu tersebut yang menyahut hanya satu orang. Namanya Pak Edwin. Saya makin yakin ada sesuatu yang janggal dengan tamu-tamu tersebut. Memikirkan hal itu saya jadi deg-degan deh. Duh...

Begitu sampai di Borobudur saya langsung beli tiket masuk untuk turis domestik. Tidak tahan dengan rasa penasaran (plus deg-degan) yang kian memenuhi pikiran, maka sayapun memberanikan diri bertanya tentang dua tamu lainnya pada Pak Edwin. Ooops, barulah ketahuan saat itu bahwa mereka berdua dari Australia. Yang cowok adalah adik kandung Pak Edwin bernama Adi. Lahir di Indonesia, tapi sejak kecil sudah tinggal di Sydney, Australia. So, ia jauh lebih mengerti bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. Nah, si cewek yang asli Australia. Si cantik ini beretnis China (seperti halnya Pak Edwin dan Adi yang juga keturunan China), tapi ia adalah warga negara Australia karena lahir di Negeri Kangguru itu. Artinya, bahasa Inggris adalah bahasa sehari-harinya. Walah!

6 tahun meninggalkan dunia pariwisata dan segala literatur/referensi tentang tempat-tempat wisata jelas membuat memori saya lemah. Saya masih ingat Borobudur terbagi atas tiga bagian: Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu. Tapi saya lupa di mana letak patung Buddha yang biasa dipegang-pegang pengunjung Borobudur, saya lupa kisah Pangeran Sidharta Gautama di relief candi, saya lupa kapan Borobudur dibangun, dan semua hal-hal mendetil lainnya. Akhirnya jurus guide Jepang keluar. Apa itu? Beri penjelasan ala kadarnya, ajak ngobrol ngalor-ngidul, trus sering-sering disuruh foto. Hehehe... And it works, guys! So, selamatlah saya.

Tujuan kedua candi Prambanan yang kami datangi setelah makan siang di rumah makan Ibu Hj. Achmad di utara Fak. Kehutanan UGM. Saya sempat akrab sekali dengan Prambanan dan sekitarnya karena pernah magang dan tinggal di sana selama 6 bulan lebih. Namun vakum 6 tahun dari dunia pariwisata membuat saya sama sekali tidak mengetahui semua perkembangan yang terjadi di sana. So, begitu masuk ke area candi saya kaget koq masih dipagar? Padahal setahu saya rekonstruksi pascagempa sudah selesai dan candi sudah boleh dikunjungi sejak awal tahun ini. Jadi, kami hanya bisa melihat 6 candi di area utama dari pinggir-pinggir saja. Kesulitan terberatnya adalah, saya tidak punya bahan lain untuk dijelaskan kepada para tamu kecuali relief kisah Ramayana yang ada di Candi Siwa, candi tertinggi dan terbesar di komlpeks Prambanan. Duh... Jurus guide Jepang akhirnya keluar lagi deh.

Anyway Anne Hathaway busway, berhubung waktu kami masih sangat banyak saya berusaha keras menahan para tamu agar tetap di kompleks candi selama mungkin. Saya ceritakan legenda Roro Jonggrang (meskipun belepotan), saya jelaskan sedikit tentang tiap-tiap candi, saya perlihatkan teater Ramayana Ballet di sebelah barat Prambanan, saya suruh foto-foto, trus ujung-ujungnya saya ajak melihat 3 candi lain yang terletak di dekat candi Prambanan. Yaitu candi Lumbung, candi Bubrah, dan candi Sewu. Mulanya kami mau naik kereta mini. Berhubung keretanya masih kosong dan kami tidak mau menunggu, maka kami memutuskan untuk jalan kaki saja. Wow, panas-panas saat matahari berada tepat di ubun-ubun kami berjalan kaki sejauh sekitar 500 meter. Jalan pulang menuju ke pintu keluar jauh lebih panjang lagi. So, kami berempat berkeringat deras dan sangat kelelahan sekali.

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah pantai Parangtritis. Di sana saya membebaskan ketiga tamu untuk menghabiskan waktu sampai sore. Terserah mereka mau bagaimana dan berbuat apa. Saya hanya mengantar ke pantai, kemudian kembali ke tempat parkir untuk menunggu bersama sopir. Kurang-lebih 3 jam mereka bermain-main di pantai dan untunglah mereka sangat enjoy sekali. Pak Edwin sampai mandi segala, sementara Adi and his pretty girlfriend berjalan-jalan menyusuri pantai. Sekitar jam 5 lebih sedikit kami sudah keluar dari Parangtritis untuk pulang ke hotel.

Well, untung saja perjalanan hari itu berakhir manis. Saya lihat wajah Adi and his girlfriend ceria sekali, sementara Pak Edwin juga selalu mengumbar senyum. Sebelum berpisah saya mengucapkan terima kasih telah menggunakan jasa Yogya Tours serta memohon maaf jika selama perjalanan ada hal-hal yang membuat tidak berkenan atau tidak seperti yang mereka harapkan. Dan, kamipun berpisah di lobi hotel. Selesai. Eh, pas sudah di jalan mau pulang ke kos baru saya ingat: lupa minta foto bareng untuk kenang-kenangan! Walah..!

14 Agustus 2008

Paid review merupakan musuh Google. Kalimat ini saya yakin sudah sering kita dengar, terutama bagi para penggiat online earning. Hati-hati, paid review bisa menghancurkan blog! Itu pesan lanjutannya. Rumor yang santer beredar, Google senang menghajar blog yang dipakai menulis paid review. Hal ini disebabkan Google menganggap paid review adalah cara culas untuk memperoleh banyak link (backlink) bagi situs tertentu.

Bisa jadi Google merasa dikadali oleh paid review. Selama ini Google menyajikan hasil pencarian berdasarkan relevansi suatu halaman dengan kata kunci yang dimasukkan dalam kotak pencarian. Tingkat relevansi itu dinilai dari jumlah backlink yang dimiliki oleh halaman tertentu. Nah, dengan paid review seorang pemilik situs dapat dengan mudah memperoleh backlink sebanyak mungkin. Tinggal kontak broker paid review, bayar sejumlah uang, dan sekian puluh bahkan ratus blog siap memberikan backlink dalam paid review yang mereka tulis.

Bagi kalangan internet marketer ataupun perusahaan tertentu yang lebih suka menjaring pelanggan di internet, paid review merupakan alat bantu ampuh untuk mendongkrak penjualan. Sebagai contoh sebuah situs payday loan yang pernah saya review di SponsoredReviews. Ketika menulis review untuk situs tersebut, iseng saya mengecek posisinya di SERP-nya Google menggunakan kata kunci yang mereka inginkan sebagai anchor text yakni payday loan. Hasilnya? Sama sekali tidak terlihat di halaman-halaman awal.

Waktu itu situs tersebut hanya membayar $5/review. Satu atau dua bulan kemudian saya lihat situs tersebut muncul lagi dalam daftar opportunity SponsoredReviews. Kali ini harga yang mereka tawarkan jauh lebih tinggi, $5-$100/review. Terdorong oleh rasa penasaran, saya kembali mengecek posisinya di SERP Google. Believe it or not, ternyata posisinya sudah berada di halaman pertama. Kalau saya tidak salah ingat sekitar urutan dua atau tiga dengan kata kunci "payday loan". Wow!

Kita semua tahu halaman hasil pencarian Google (dan juga search engine lain) merupakan sumber trafik menjanjikan. Berhasil menembus halaman pertama Google untuk kata kunci tertentu berarti jaminan peningkatan trafik bagi situs kita. Buat blogger iseng hal-hal semacam ini bukan masalah. Tapi bagi blogger yang memanfaatkan blog sebagai alat pendulang dolar maupun wadah promosi sekaligus penjualan produk, memperoleh posisi strategis di SERP Google adalah hal paling penting karena trafik berarti potensi penghasilan. Semakin banyak trafik mengindikasikan semakin besarnya peluang penghasilan yang akan diperoleh.

Nah, kembali ke masalah bencinya Google dengan paid review. Untuk menangkal praktik jual-beli link dalam program paid review, Google mengambil langkah kejam. Yup, apalagi kalau bukan "menyunat" page rank blog-blog yang keranjingan menulis paid review. Padahal senjata utama para pelaku paid review adalah page rank. Semakin tinggi page rank berarti semakin tinggi pula peluang penghasilan dari paid review. Hhhh, jadi ingat keluhan teman-teman yang sepi job paid review karena blognya digebuk Google. Kasihan deh elo... Hehehe....

Hmm, benar-benar perang terbuka nih. Siapa yang bakal memenangkan perang ini? Kita tunggu saja. Yang jelas bagi pengguna Blogger masih ada angin segar karena konon kabarnya Google tidak terlalu kejam pada blog berbasis Blogger. Selain itu, blog berbasis Blogger juga lebih mudah memperoleh kenaikan page rank. Benar-tidaknya saya juga tidak tahu pasti. Bagi saya pribadi mungkin ini ada benarnya karena baik EkoNurhuda.com maupun sebuah blog lain yang saya gunakan untuk menulis review hanya turun satu angka. Padahal blog satunya itu pure isinya paid review semua. Dewa Hoki dan Dewi Fortuna bener-bener baik sama saya deh.

What do you say? Please share di kolom komentar ya... Thanks.

Paid review merupakan musuh Google. Kalimat ini saya yakin sudah sering kita dengar, terutama bagi para penggiat online earning. Hati-hati, paid review bisa menghancurkan blog! Itu pesan lanjutannya. Rumor yang santer beredar, Google senang menghajar blog yang dipakai menulis paid review. Hal ini disebabkan Google menganggap paid review adalah cara culas untuk memperoleh banyak link (backlink) bagi situs tertentu.

Bisa jadi Google merasa dikadali oleh paid review. Selama ini Google menyajikan hasil pencarian berdasarkan relevansi suatu halaman dengan kata kunci yang dimasukkan dalam kotak pencarian. Tingkat relevansi itu dinilai dari jumlah backlink yang dimiliki oleh halaman tertentu. Nah, dengan paid review seorang pemilik situs dapat dengan mudah memperoleh backlink sebanyak mungkin. Tinggal kontak broker paid review, bayar sejumlah uang, dan sekian puluh bahkan ratus blog siap memberikan backlink dalam paid review yang mereka tulis.

Bagi kalangan internet marketer ataupun perusahaan tertentu yang lebih suka menjaring pelanggan di internet, paid review merupakan alat bantu ampuh untuk mendongkrak penjualan. Sebagai contoh sebuah situs payday loan yang pernah saya review di SponsoredReviews. Ketika menulis review untuk situs tersebut, iseng saya mengecek posisinya di SERP-nya Google menggunakan kata kunci yang mereka inginkan sebagai anchor text yakni payday loan. Hasilnya? Sama sekali tidak terlihat di halaman-halaman awal.

Waktu itu situs tersebut hanya membayar $5/review. Satu atau dua bulan kemudian saya lihat situs tersebut muncul lagi dalam daftar opportunity SponsoredReviews. Kali ini harga yang mereka tawarkan jauh lebih tinggi, $5-$100/review. Terdorong oleh rasa penasaran, saya kembali mengecek posisinya di SERP Google. Believe it or not, ternyata posisinya sudah berada di halaman pertama. Kalau saya tidak salah ingat sekitar urutan dua atau tiga dengan kata kunci "payday loan". Wow!

Kita semua tahu halaman hasil pencarian Google (dan juga search engine lain) merupakan sumber trafik menjanjikan. Berhasil menembus halaman pertama Google untuk kata kunci tertentu berarti jaminan peningkatan trafik bagi situs kita. Buat blogger iseng hal-hal semacam ini bukan masalah. Tapi bagi blogger yang memanfaatkan blog sebagai alat pendulang dolar maupun wadah promosi sekaligus penjualan produk, memperoleh posisi strategis di SERP Google adalah hal paling penting karena trafik berarti potensi penghasilan. Semakin banyak trafik mengindikasikan semakin besarnya peluang penghasilan yang akan diperoleh.

Nah, kembali ke masalah bencinya Google dengan paid review. Untuk menangkal praktik jual-beli link dalam program paid review, Google mengambil langkah kejam. Yup, apalagi kalau bukan "menyunat" page rank blog-blog yang keranjingan menulis paid review. Padahal senjata utama para pelaku paid review adalah page rank. Semakin tinggi page rank berarti semakin tinggi pula peluang penghasilan dari paid review. Hhhh, jadi ingat keluhan teman-teman yang sepi job paid review karena blognya digebuk Google. Kasihan deh elo... Hehehe....

Hmm, benar-benar perang terbuka nih. Siapa yang bakal memenangkan perang ini? Kita tunggu saja. Yang jelas bagi pengguna Blogger masih ada angin segar karena konon kabarnya Google tidak terlalu kejam pada blog berbasis Blogger. Selain itu, blog berbasis Blogger juga lebih mudah memperoleh kenaikan page rank. Benar-tidaknya saya juga tidak tahu pasti. Bagi saya pribadi mungkin ini ada benarnya karena baik EkoNurhuda.com maupun sebuah blog lain yang saya gunakan untuk menulis review hanya turun satu angka. Padahal blog satunya itu pure isinya paid review semua. Dewa Hoki dan Dewi Fortuna bener-bener baik sama saya deh.

What do you say? Please share di kolom komentar ya... Thanks.

12 Agustus 2008

Setelah baca posting Om Cosa (gak usah dilink juga sudah pada tahu kan blognya?) tentang cara mencairkan cek Google AdSense di Citibank, iseng-iseng saya ngecek earning. Sudah kurang-lebih 6 bulan menjalankan Google AdSense (lagi) kira-kira dapat berapa ya? Berhubung dulu pernah di-banned, sekarang saya memakai akun baru atas nama (calon) istri. Maksudnya, antara akun Google untuk Blogger dan akun Google untuk AdSense beda. Paham kan? Saya sukanya emang mbulet sih. Hehehe.

Nah, masuk deh ke member area. Cling! Secara otomatis yang pertama kali ditampilkan adalah halaman general report dengan tulisan "Today's Earnings" besar plus jumlah earning hari itu berwarna hijau. Ehem, di sana tertera $0.03 sebagai earning hari itu. Lumayanlah. Toh, itu juga rejeki. Apalagi saya tidak harus melakukan apa-apa untuk mendapatkan uang itu. Bandingkan dengan Clixsense atau Bux.to yang hanya membayar $0.01 untuk melihat iklan selama 30 detik. Iya kan?

Halaman selanjutnya yang rutin dilihat setiap masuk ke member area Google AdSense adalah total earning sepanjang waktu. Kalau Om Cosa bilang dapat 3 digit per hari dari Google AdSense adalah hal biasa baginya, berarti tidak jauh beda dengan saya. Cuma kalau Om Cosa dapat 3 digit tanpa ada titik (misal $300) maka earning saya ada titiknya di belakang angka pertama (ya seperti $0.03 itu). Tapi tetap saja sama-sama 3 digit tho? Hehehe.

Well, tunggu ditunggu akhirnya laporan earning selama saya menjalankan Google AdSense untuk kedua kalinya sejak di-banned tahun 2005 lalu muncul juga. Berapa banyakkah yang saya dapat semenjak November 2007 lalu? Glek! Saya tidak tega mengatakannya. Bukan tidak tega ding, tapi sebenarnya malu. So, sebaiknya silakan lihat sendiri di gambar di bawah ini.



Sudah? Ya, itulah dia penghasilan saya selama 6 bulan menjalankan Google AdSense. Kalau diambil rata-rata, berarti sebulan saya hanya memperoleh sekitar $3.33 dari Google AdSense. Menyedihkan? Memang iya. Makanya kalau ada yang punya tips, trik dan jurus-jurus ampuh untuk meningkatkan earning Google AdSense, ajarin saya dong. Insya Allah Anda akan memperoleh amal jariyah yang tidak ada putus-putusnya plus ucapan terima kasih dari saya. Hehehe, kaya nyumbang ke masjid aja ya?

Anybody help me?

Setelah baca posting Om Cosa (gak usah dilink juga sudah pada tahu kan blognya?) tentang cara mencairkan cek Google AdSense di Citibank, iseng-iseng saya ngecek earning. Sudah kurang-lebih 6 bulan menjalankan Google AdSense (lagi) kira-kira dapat berapa ya? Berhubung dulu pernah di-banned, sekarang saya memakai akun baru atas nama (calon) istri. Maksudnya, antara akun Google untuk Blogger dan akun Google untuk AdSense beda. Paham kan? Saya sukanya emang mbulet sih. Hehehe.

Nah, masuk deh ke member area. Cling! Secara otomatis yang pertama kali ditampilkan adalah halaman general report dengan tulisan "Today's Earnings" besar plus jumlah earning hari itu berwarna hijau. Ehem, di sana tertera $0.03 sebagai earning hari itu. Lumayanlah. Toh, itu juga rejeki. Apalagi saya tidak harus melakukan apa-apa untuk mendapatkan uang itu. Bandingkan dengan Clixsense atau Bux.to yang hanya membayar $0.01 untuk melihat iklan selama 30 detik. Iya kan?

Halaman selanjutnya yang rutin dilihat setiap masuk ke member area Google AdSense adalah total earning sepanjang waktu. Kalau Om Cosa bilang dapat 3 digit per hari dari Google AdSense adalah hal biasa baginya, berarti tidak jauh beda dengan saya. Cuma kalau Om Cosa dapat 3 digit tanpa ada titik (misal $300) maka earning saya ada titiknya di belakang angka pertama (ya seperti $0.03 itu). Tapi tetap saja sama-sama 3 digit tho? Hehehe.

Well, tunggu ditunggu akhirnya laporan earning selama saya menjalankan Google AdSense untuk kedua kalinya sejak di-banned tahun 2005 lalu muncul juga. Berapa banyakkah yang saya dapat semenjak November 2007 lalu? Glek! Saya tidak tega mengatakannya. Bukan tidak tega ding, tapi sebenarnya malu. So, sebaiknya silakan lihat sendiri di gambar di bawah ini.



Sudah? Ya, itulah dia penghasilan saya selama 6 bulan menjalankan Google AdSense. Kalau diambil rata-rata, berarti sebulan saya hanya memperoleh sekitar $3.33 dari Google AdSense. Menyedihkan? Memang iya. Makanya kalau ada yang punya tips, trik dan jurus-jurus ampuh untuk meningkatkan earning Google AdSense, ajarin saya dong. Insya Allah Anda akan memperoleh amal jariyah yang tidak ada putus-putusnya plus ucapan terima kasih dari saya. Hehehe, kaya nyumbang ke masjid aja ya?

Anybody help me?

10 Agustus 2008

Entah kenapa beberapa hari terakhir ini saya keranjingan nonton film. Tidak peduli film lokal maupun impor, drama ataupun action, animasi maupun bukan, saya babat semua. DVD? Hehehe, sayangnya bukan. Seorang teman kos saya rajin sekali mengkopi film, so saya tinggal mem-paste dan nonton deh di kompi. Sorryyy...

Malam Minggu kemarin saja saya nonton 4 film, 2 lokal dan 2 produksi Hollywood. Bagus-bagus sih. Tapi yang paling membuat saya terkesan adalah film Claudia & Jasmine (atau Claudia/Jasmine?). Film yang turut dibintangi oleh nama-nama besar seperti Ira Maya Sopha, Winky Wiryawan dan Tio Pakusadewo ini bagus sekali. Ceritanya mungkin biasa saja, tapi cara membungkusnya bagi saya sungguh mengesankan. Apalagi ada pesan penting dalam film tersebut. Apa pesannya? No sex before marriage!

Film Claudia & Jasmine bercerita tentang seorang gadis bernama Claudia Jasmine. Claudia adalah gadis ceria yang disukai banyak orang. Sayangnya dia sedikit tomboy dan urakan. Di waktu SMA Claudia berpacaran, melakukan seks pranikah dan hamil. Malang baginya, Toddy sang cowok (diperankan Andhika Pratama) tidak mau bertanggung jawab. Orang tua Toddy juga tidak mau anaknya menikah dini. So, Claudia hanya diberi selembar cek yang penggunaannya terserah pada Claudia.

Sakit hati? Jelas, itulah yang dirasakan Claudia. Ia bahkan trauma, tidak berani menjalin hubungan dengan lelaki lain. Ia takut tidak ada laki-laki yang mau menerima ia apa adanya, dengan masa lalu yang begitu kelam. Saking takutnya pada masa lalu tersebut, Claudia memutuskan pindah ke Jakarta dan berganti nama menjadi Jasmine. Eh, sebenarnya bukan ganti nama ding. Mungkin lebih tepatnya hanya berganti panggilan, dari Claudia (nama pertama) menjadi Jasmine (nama tengah).

Awalnya film ini terasa membingungkan karena menceritakan dua tokoh sekaligus (Claudia si gadis SMA yang diperankan oleh Kirana Larasati dan Jasmine si SPG yang diperankan oleh Kinaryosih) dan tidak ada kaitannya sama sekali. Ternyata kisah Claudia adalah flashback alias masa lalu Jasmine. Hal ini baru terungkap saat Jasmine bingung menerima ungkapan cinta Jerry (diperankan oleh Nino Fernandez), sepupu suami Lulu teman karibnya (diperankan Mieke Amalia). Ia ingin sekali menerima cinta Jerry, namun di lain pihak ia takut Jerry tidak mau menerima ia apa adanya dengan masa lalunya yang kelam.

Well, namanya drama pasti ujung-ujungnya happy ending. Begitu juga dengan film Claudia & Jasmine ini. Setelah sempat putus kontak selama 4 bulan, akhirnya Jerry dapat menemukan Jasmine yang ternyata juga menunggunya. Hmmm, tebak sendiri akhirnya. Yang jelas satu pelajaran penting lain (selain pesan tentang seks bebas) yang saya tangkap dari film ini adalah: kalau kita mencintai seseorang, terimalah ia apa adanya. Kalaupun ia punya masa lalu jelek, toh itu hanya masa lalu. Yang penting bagaimana ia sekarang. Bukankah setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan? Hehehe, sok bijak banget ya?

Kalau harus memberi nilai antara 1-10, maka saya akan beri angka 8 pada film ini. Pesannya bagus, aktingnya natural, jalan ceritanya inovatif, dan juga lucu. Ya, dengan cerdik sutradara Awi Suryadi mampu menyisipkan adegan-adegan lucu di tengah harunya suasana yang mendominasi jalan cerita. Belum nonton? Coba deh nonton. Asyik koq.

Entah kenapa beberapa hari terakhir ini saya keranjingan nonton film. Tidak peduli film lokal maupun impor, drama ataupun action, animasi maupun bukan, saya babat semua. DVD? Hehehe, sayangnya bukan. Seorang teman kos saya rajin sekali mengkopi film, so saya tinggal mem-paste dan nonton deh di kompi. Sorryyy...

Malam Minggu kemarin saja saya nonton 4 film, 2 lokal dan 2 produksi Hollywood. Bagus-bagus sih. Tapi yang paling membuat saya terkesan adalah film Claudia & Jasmine (atau Claudia/Jasmine?). Film yang turut dibintangi oleh nama-nama besar seperti Ira Maya Sopha, Winky Wiryawan dan Tio Pakusadewo ini bagus sekali. Ceritanya mungkin biasa saja, tapi cara membungkusnya bagi saya sungguh mengesankan. Apalagi ada pesan penting dalam film tersebut. Apa pesannya? No sex before marriage!

Film Claudia & Jasmine bercerita tentang seorang gadis bernama Claudia Jasmine. Claudia adalah gadis ceria yang disukai banyak orang. Sayangnya dia sedikit tomboy dan urakan. Di waktu SMA Claudia berpacaran, melakukan seks pranikah dan hamil. Malang baginya, Toddy sang cowok (diperankan Andhika Pratama) tidak mau bertanggung jawab. Orang tua Toddy juga tidak mau anaknya menikah dini. So, Claudia hanya diberi selembar cek yang penggunaannya terserah pada Claudia.

Sakit hati? Jelas, itulah yang dirasakan Claudia. Ia bahkan trauma, tidak berani menjalin hubungan dengan lelaki lain. Ia takut tidak ada laki-laki yang mau menerima ia apa adanya, dengan masa lalu yang begitu kelam. Saking takutnya pada masa lalu tersebut, Claudia memutuskan pindah ke Jakarta dan berganti nama menjadi Jasmine. Eh, sebenarnya bukan ganti nama ding. Mungkin lebih tepatnya hanya berganti panggilan, dari Claudia (nama pertama) menjadi Jasmine (nama tengah).

Awalnya film ini terasa membingungkan karena menceritakan dua tokoh sekaligus (Claudia si gadis SMA yang diperankan oleh Kirana Larasati dan Jasmine si SPG yang diperankan oleh Kinaryosih) dan tidak ada kaitannya sama sekali. Ternyata kisah Claudia adalah flashback alias masa lalu Jasmine. Hal ini baru terungkap saat Jasmine bingung menerima ungkapan cinta Jerry (diperankan oleh Nino Fernandez), sepupu suami Lulu teman karibnya (diperankan Mieke Amalia). Ia ingin sekali menerima cinta Jerry, namun di lain pihak ia takut Jerry tidak mau menerima ia apa adanya dengan masa lalunya yang kelam.

Well, namanya drama pasti ujung-ujungnya happy ending. Begitu juga dengan film Claudia & Jasmine ini. Setelah sempat putus kontak selama 4 bulan, akhirnya Jerry dapat menemukan Jasmine yang ternyata juga menunggunya. Hmmm, tebak sendiri akhirnya. Yang jelas satu pelajaran penting lain (selain pesan tentang seks bebas) yang saya tangkap dari film ini adalah: kalau kita mencintai seseorang, terimalah ia apa adanya. Kalaupun ia punya masa lalu jelek, toh itu hanya masa lalu. Yang penting bagaimana ia sekarang. Bukankah setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan? Hehehe, sok bijak banget ya?

Kalau harus memberi nilai antara 1-10, maka saya akan beri angka 8 pada film ini. Pesannya bagus, aktingnya natural, jalan ceritanya inovatif, dan juga lucu. Ya, dengan cerdik sutradara Awi Suryadi mampu menyisipkan adegan-adegan lucu di tengah harunya suasana yang mendominasi jalan cerita. Belum nonton? Coba deh nonton. Asyik koq.

08 Agustus 2008

Setelah sekian lama tidak online, hal pertama yang saya lakukan begitu memperoleh kesempatan online adalah mengecek email. Wow, begitu saya buka mailbox ada banyak email penting yang siap dibuka. Pertama-tama yang saya buka adalah email pemberitahuan job dari SponsoredReviews. Alhamdulillah, meskipun kemarin sempat kehilangan beberapa puluh dolar karena banyak job yang terbengkalai, toh Yang Di Atas (atas mana sih?) memberikan gantinya. Percaya atau tidak, nilainya beda-beda tipis dengan total earning yang tidak jadi saya dapatkan sebelumnya. Benar-benar luar biasa.

Sekalian jalan, sayapun membuka member area SponsoredReviews. Ternyata ada banyak opportunity baru yang belum sempat saya bid. So, sekalian jugalah nge-bid. Siapa tahu Dewa Hoki dan Dewi Fortuna sedang berpihak pada saya. Eits, ternyata ada yang baru dengan halaman bidding SponsoredReviews. Saya tidak tahu sejak kapan perubahan tersebut mulai diberlakukan, tapi yang jelas sistem yang sekarang lebih menghemat pekerjaan (menghemat waktu maksudnya) saat melakukan bid. Terutama bagi member yang mendaftarkan banyak blog di SponsoredReviews. Soalnya dengan sekali pencet kita bisa langsung menempatkan beberapa bid sekaligus. Berbeda dengan sistem lama di mana kita mesti memasukkan bid satu demi satu.

Efisiensi lain yang diberikan sistem baru ini adalah, nilai bid secara otomatis akan
terisi sesuai dengan harga maksimum blog dan harga penawaran maksimum yang diijinkan advertiser. Misalkan Anda punya dua blog senilai $100 dan $50. Pada saat bidding, apabila harga maksimum yang ditawarkan advertiser lebih besar dari harga blog (katakanlah $10 - $200), maka nilai bid secara otomatis akan terisi dengan harga maksimal blog (dalam contoh ini $100 dan $50). Sebaliknya, bila harga maksimum yang ditawarkan advertiser lebih rendah dari harga blog (misalkan $5 - $20), maka nilai bid secara otomatis akan terisi dengan harga maksimal yang ditawarkan advertiser tersebut (masing-masing $20).

Tentu saja kita bisa mengubah harga tersebut semau kita. Untuk itu tinggal ketikkan nilai bid yang diinginkan dan klik link bertuliskan "update" yang ada di sebelah kotak isian. Tapi kalau saya sih pilih enaknya saja, yakni tinggal pencet tombol "Submit to Advertiser". Kalau memang rejeki ya pasti saya dapat, tapi kalau tidak ya sudah. Nothing to loose saja prinsipnya. Hehehe...

Perubahan ini tidak selamanya jadi berita baik bagi saya. Pasalnya perubahan ini membuat ebook Panduan SponsoredReviews yang saya luncurkan beberapa waktu lalu jadi tidak relevan lagi. Memang hanya perubahan kecil dan tidak terlalu mengganggu, namun tetap saja saya mesti memikirkan edisi revisi agar ebook tersebut sesuai dengan kondisi sekarang. Apalagi mengingat ebook tersebut saya maksudkan bagi para pemula yang baru terjun di SponsoredReviews. Hmmmh, kerjaan baru lagi nih. :-( Gpp ding, hitung-hitung buat sarana belajar kembali setelah lama tidak berhubungan dengan dunia internet.

Setelah sekian lama tidak online, hal pertama yang saya lakukan begitu memperoleh kesempatan online adalah mengecek email. Wow, begitu saya buka mailbox ada banyak email penting yang siap dibuka. Pertama-tama yang saya buka adalah email pemberitahuan job dari SponsoredReviews. Alhamdulillah, meskipun kemarin sempat kehilangan beberapa puluh dolar karena banyak job yang terbengkalai, toh Yang Di Atas (atas mana sih?) memberikan gantinya. Percaya atau tidak, nilainya beda-beda tipis dengan total earning yang tidak jadi saya dapatkan sebelumnya. Benar-benar luar biasa.

Sekalian jalan, sayapun membuka member area SponsoredReviews. Ternyata ada banyak opportunity baru yang belum sempat saya bid. So, sekalian jugalah nge-bid. Siapa tahu Dewa Hoki dan Dewi Fortuna sedang berpihak pada saya. Eits, ternyata ada yang baru dengan halaman bidding SponsoredReviews. Saya tidak tahu sejak kapan perubahan tersebut mulai diberlakukan, tapi yang jelas sistem yang sekarang lebih menghemat pekerjaan (menghemat waktu maksudnya) saat melakukan bid. Terutama bagi member yang mendaftarkan banyak blog di SponsoredReviews. Soalnya dengan sekali pencet kita bisa langsung menempatkan beberapa bid sekaligus. Berbeda dengan sistem lama di mana kita mesti memasukkan bid satu demi satu.

Efisiensi lain yang diberikan sistem baru ini adalah, nilai bid secara otomatis akan
terisi sesuai dengan harga maksimum blog dan harga penawaran maksimum yang diijinkan advertiser. Misalkan Anda punya dua blog senilai $100 dan $50. Pada saat bidding, apabila harga maksimum yang ditawarkan advertiser lebih besar dari harga blog (katakanlah $10 - $200), maka nilai bid secara otomatis akan terisi dengan harga maksimal blog (dalam contoh ini $100 dan $50). Sebaliknya, bila harga maksimum yang ditawarkan advertiser lebih rendah dari harga blog (misalkan $5 - $20), maka nilai bid secara otomatis akan terisi dengan harga maksimal yang ditawarkan advertiser tersebut (masing-masing $20).

Tentu saja kita bisa mengubah harga tersebut semau kita. Untuk itu tinggal ketikkan nilai bid yang diinginkan dan klik link bertuliskan "update" yang ada di sebelah kotak isian. Tapi kalau saya sih pilih enaknya saja, yakni tinggal pencet tombol "Submit to Advertiser". Kalau memang rejeki ya pasti saya dapat, tapi kalau tidak ya sudah. Nothing to loose saja prinsipnya. Hehehe...

Perubahan ini tidak selamanya jadi berita baik bagi saya. Pasalnya perubahan ini membuat ebook Panduan SponsoredReviews yang saya luncurkan beberapa waktu lalu jadi tidak relevan lagi. Memang hanya perubahan kecil dan tidak terlalu mengganggu, namun tetap saja saya mesti memikirkan edisi revisi agar ebook tersebut sesuai dengan kondisi sekarang. Apalagi mengingat ebook tersebut saya maksudkan bagi para pemula yang baru terjun di SponsoredReviews. Hmmmh, kerjaan baru lagi nih. :-( Gpp ding, hitung-hitung buat sarana belajar kembali setelah lama tidak berhubungan dengan dunia internet.

06 Agustus 2008

Akhirnya selesai sudah tugas saya! Tadi siang setelah membayar tagihan di RS Sardjito saya secara resmi sudah bisa kembali "hidup normal" sebagai seorang blogger newbie. Hehehe. So, mulai hari ini saya sudah mulai bisa blogwalking sepuasnya, update blog secara berkala, garap job review, dan yang jelas terus mengumpulkan dolar banyak-banyak yang saya niatkan untuk tambah-tambah biaya nikah nanti.

Bagaimana kabar kakak saya yang dirawat di RS? Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un, kakak saya akhirnya tidak kuat lagi melawan kanker yang menyerangnya sehingga menghembuskan napas terakhir pada hari Jum'at, 1 Agustus 2008 sekitar pukul 5 sore. Tepatnya 3 hari setelah operasi. Awalnya dokter berniat mengangkat tumor yang terdeteksi bersarang di 'jeroan' kakak, namun ternyata tumor ganas tersebut sudah menyerang seluruh organ vital mulai dari hepar, liver, pankreas, usus besar dan juga lambung. So, kakak saya hanya mampu bertahan 3 hari. Setelah hanya terbaring tanpa daya selama 2 hari 2 malam dan koma selama sekitar 10 jam akhirnya iapun menutup mata dengan tenang.

Selama menunggui kakak di RS, blog dan beberapa job review jadi terbengkalai. Saya bahkan sama sekali tidak bisa online sejak tanggal 27 Juli karena harus terus stand by di RS menjelang dilaksanakannya operasi sampai masa pascaoperasi. Setelah kakak meninggal, saya hanya sempat online sekali di warnet selama 2 jam untuk blogwalking. Tidak sempat cek mailbox, apalagi garap job review. Solanya urusan tahlilan dan pelunasan tagihan di RS sudah menunggu. Tadi siang urusan dengan RS sudah selesai, acara tahlilanpun sudah berakhir. Itu artinya saya sudah dapat kembali ke kehidupan asli saya sebagai blogger newbie yang narsis. Hehehe...

Banyak hal terjadi selama saya tidak online. Mulai dari "somasi" Jennie S. Bev, diberhentikannya penayangan iklan KlikSaya di bawah posting, membanjirnya job dari SponsoredReviews, ditolaknya semua review yang sudah saya garap oleh Blogsvertise, sampai penurunan PR. Yang paling membuat saya bersyukur adalah penurunan PR blog ini. Lho, PR turun koq malah bersyukur sih? Turun memang turun, tapi hanya satu angka sehingga EkoNurhuda.com masih bisa saya jadikan andalan menjaring dolar dari paid review. Coba bandingkan dengan seorang master di seberang sana yang dari PR6 jadi NOL BESAR. Apa tidak mengenaskan coba? Atau seperti sobat kita Rhasputin.info yang dari PR3 (tapi dia forged ding) jadi 0 juga. Kasihan amat sih! Hehehe.

Kembali dari pengasingan, itulah yang saya rasakan setelah sekian lama terasing dari dunia maya. So, banyak hal yang harus saya pelajari ulang untuk mengejar ketertinggalan. Apapun itu, yang penting saya sudah bisa kembali ngeblog seperti biasa. Posting ini adalah salam pada seluruh sahabat blogger yang sudah bersedia berbagi dengan saya selama ini, sekaligus sebagai penanda kembalinya saya ke dunia blogging. So, nothing left to say but I'M BACK, BLOGOSPHERE..!

NB: Ssst, trus yang nulis posting tentang pemenang Indonesian Idol itu siapa dong? Hihihi....

Akhirnya selesai sudah tugas saya! Tadi siang setelah membayar tagihan di RS Sardjito saya secara resmi sudah bisa kembali "hidup normal" sebagai seorang blogger newbie. Hehehe. So, mulai hari ini saya sudah mulai bisa blogwalking sepuasnya, update blog secara berkala, garap job review, dan yang jelas terus mengumpulkan dolar banyak-banyak yang saya niatkan untuk tambah-tambah biaya nikah nanti.

Bagaimana kabar kakak saya yang dirawat di RS? Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un, kakak saya akhirnya tidak kuat lagi melawan kanker yang menyerangnya sehingga menghembuskan napas terakhir pada hari Jum'at, 1 Agustus 2008 sekitar pukul 5 sore. Tepatnya 3 hari setelah operasi. Awalnya dokter berniat mengangkat tumor yang terdeteksi bersarang di 'jeroan' kakak, namun ternyata tumor ganas tersebut sudah menyerang seluruh organ vital mulai dari hepar, liver, pankreas, usus besar dan juga lambung. So, kakak saya hanya mampu bertahan 3 hari. Setelah hanya terbaring tanpa daya selama 2 hari 2 malam dan koma selama sekitar 10 jam akhirnya iapun menutup mata dengan tenang.

Selama menunggui kakak di RS, blog dan beberapa job review jadi terbengkalai. Saya bahkan sama sekali tidak bisa online sejak tanggal 27 Juli karena harus terus stand by di RS menjelang dilaksanakannya operasi sampai masa pascaoperasi. Setelah kakak meninggal, saya hanya sempat online sekali di warnet selama 2 jam untuk blogwalking. Tidak sempat cek mailbox, apalagi garap job review. Solanya urusan tahlilan dan pelunasan tagihan di RS sudah menunggu. Tadi siang urusan dengan RS sudah selesai, acara tahlilanpun sudah berakhir. Itu artinya saya sudah dapat kembali ke kehidupan asli saya sebagai blogger newbie yang narsis. Hehehe...

Banyak hal terjadi selama saya tidak online. Mulai dari "somasi" Jennie S. Bev, diberhentikannya penayangan iklan KlikSaya di bawah posting, membanjirnya job dari SponsoredReviews, ditolaknya semua review yang sudah saya garap oleh Blogsvertise, sampai penurunan PR. Yang paling membuat saya bersyukur adalah penurunan PR blog ini. Lho, PR turun koq malah bersyukur sih? Turun memang turun, tapi hanya satu angka sehingga EkoNurhuda.com masih bisa saya jadikan andalan menjaring dolar dari paid review. Coba bandingkan dengan seorang master di seberang sana yang dari PR6 jadi NOL BESAR. Apa tidak mengenaskan coba? Atau seperti sobat kita Rhasputin.info yang dari PR3 (tapi dia forged ding) jadi 0 juga. Kasihan amat sih! Hehehe.

Kembali dari pengasingan, itulah yang saya rasakan setelah sekian lama terasing dari dunia maya. So, banyak hal yang harus saya pelajari ulang untuk mengejar ketertinggalan. Apapun itu, yang penting saya sudah bisa kembali ngeblog seperti biasa. Posting ini adalah salam pada seluruh sahabat blogger yang sudah bersedia berbagi dengan saya selama ini, sekaligus sebagai penanda kembalinya saya ke dunia blogging. So, nothing left to say but I'M BACK, BLOGOSPHERE..!

NB: Ssst, trus yang nulis posting tentang pemenang Indonesian Idol itu siapa dong? Hihihi....

02 Agustus 2008

Siapa pemenang Indonesian Idol 2008 akhirnya terjawab sudah. Melalui ajang spektakuler Indonesian Idol Result and Reunion Show yang berlangsung Sabtu malam 2 Agutus 2008, Januarisman atau lebih dikenal dengan panggilan Aris Idol terpilih menjadi pemenang Indonesian Idol 2008 setelah menyisihkan Gisel Idol yang harus puas menjadi runner up. Untuk itu Aris berhak menyandang gelar Indonesian Idol 2008.

Aris yang dari awal memang telah mencuri perhatian dengan suara emasnya, ditambah dengan momen audisi yang menghasilkan tangisan dan standing applaus dari Titi Dj berhasil memenangkan kontes tahunan yang diadakan oleh RCTI ini. Perjalanan dari babak ke babak dilewati oleh pengamen asal Jakarta ini. Pada babak Grand Final yang dilaksanakan Sabtu 26 Juli 2008 yang lalu, Aris berhasil memukau pengunjung dengan lagu kebangsaannya Rasa Yang Tertinggal yang juga dulu dibawakannya pada audisi. Pada malam result dan reunion Indonesian Idol 2008 Aris memukau pengunjung dengan duetnya bersama Rini Idol dengan membawakan lagu Numb.

Gisel yang pada akhir acara Result and Reunion Show Indonesian Idol tampil sangat sempurna membawakan lagu Time to Say Goodbye bersama Mike Idol. Namun sayang, penampilannya di penghujung acara rupanya terlambat mengundang dukungan SMS baginya. 

Menyaksikan acara Indonesian Idol 2008 Result and Reunion Show, sangat kental nuansa dukungan pada Aris. Tebukti dari adegan-adegan tangisan dan pujian Titi Dj kepada Aris diputar berulang-ulang, sedangkan video profile untuk Gisel justru menampilkan komentar-komentar pedas dari sang juri. Penempatan waktu penampilan juga terasa sangat memihak pada Aris, penampilan duet mautnya bersama Rini di satu jam pertama acara sangatlah tidak adil bagi Gisel yang terbukti sempurna membawakan lagu dengan tingkat kesulitan tinggi yang justru ditampilkan 10 menit sebelum line voting ditutup.

Daniel Mananta sebagai pembawa acara mengaku bahwa terjadi persaingan SMS yang sangat signifikan setelah penampilan Gisel. Satu pertanyaan yang mungkin terbesit, jika saja penampilan sempurna Gisel dijadwalkan pada jam yang sama dengan penampilan Aris, akankah hasil akhirnya seperti ini?

Tetapi bagaimanapun keputusan telah dibuat, Aris menjadi Idola baru Indonesia menjadi sebuah catatan tersendiri di dunia musik Indonesia. Sebuah kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia memiliki seorang Penyanyi baru dengan talenta luar biasa. Selamat buat Aris Sang Indonesian Idol 2008.

Catatan: Artikel ini ditulis oleh Augusman Zalukhu sebagai blogger tamu/guest blogger di EkoNurhuda.com.

Siapa pemenang Indonesian Idol 2008 akhirnya terjawab sudah. Melalui ajang spektakuler Indonesian Idol Result and Reunion Show yang berlangsung Sabtu malam 2 Agutus 2008, Januarisman atau lebih dikenal dengan panggilan Aris Idol terpilih menjadi pemenang Indonesian Idol 2008 setelah menyisihkan Gisel Idol yang harus puas menjadi runner up. Untuk itu Aris berhak menyandang gelar Indonesian Idol 2008.

Aris yang dari awal memang telah mencuri perhatian dengan suara emasnya, ditambah dengan momen audisi yang menghasilkan tangisan dan standing applaus dari Titi Dj berhasil memenangkan kontes tahunan yang diadakan oleh RCTI ini. Perjalanan dari babak ke babak dilewati oleh pengamen asal Jakarta ini. Pada babak Grand Final yang dilaksanakan Sabtu 26 Juli 2008 yang lalu, Aris berhasil memukau pengunjung dengan lagu kebangsaannya Rasa Yang Tertinggal yang juga dulu dibawakannya pada audisi. Pada malam result dan reunion Indonesian Idol 2008 Aris memukau pengunjung dengan duetnya bersama Rini Idol dengan membawakan lagu Numb.

Gisel yang pada akhir acara Result and Reunion Show Indonesian Idol tampil sangat sempurna membawakan lagu Time to Say Goodbye bersama Mike Idol. Namun sayang, penampilannya di penghujung acara rupanya terlambat mengundang dukungan SMS baginya. 

Menyaksikan acara Indonesian Idol 2008 Result and Reunion Show, sangat kental nuansa dukungan pada Aris. Tebukti dari adegan-adegan tangisan dan pujian Titi Dj kepada Aris diputar berulang-ulang, sedangkan video profile untuk Gisel justru menampilkan komentar-komentar pedas dari sang juri. Penempatan waktu penampilan juga terasa sangat memihak pada Aris, penampilan duet mautnya bersama Rini di satu jam pertama acara sangatlah tidak adil bagi Gisel yang terbukti sempurna membawakan lagu dengan tingkat kesulitan tinggi yang justru ditampilkan 10 menit sebelum line voting ditutup.

Daniel Mananta sebagai pembawa acara mengaku bahwa terjadi persaingan SMS yang sangat signifikan setelah penampilan Gisel. Satu pertanyaan yang mungkin terbesit, jika saja penampilan sempurna Gisel dijadwalkan pada jam yang sama dengan penampilan Aris, akankah hasil akhirnya seperti ini?

Tetapi bagaimanapun keputusan telah dibuat, Aris menjadi Idola baru Indonesia menjadi sebuah catatan tersendiri di dunia musik Indonesia. Sebuah kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia memiliki seorang Penyanyi baru dengan talenta luar biasa. Selamat buat Aris Sang Indonesian Idol 2008.

Catatan: Artikel ini ditulis oleh Augusman Zalukhu sebagai blogger tamu/guest blogger di EkoNurhuda.com.