Selamat datang di ...

30 November 2008

Mungkin saya termasuk telat menulis tentang ini. Tapi bagaimanapun berita ini tetaplah berita hangat. Super hangat malah. Hehehe. Yap, seperti judul posting ini, di sini kita akan membahas tentang satu lagi situs yang menawarkan jasa paid review. Namanya BuyLinkPost.com. Yang luar biasa dari situs ini adalah: kreator sekaligus pemiliknya orang Indonesia! Kebetulan sekali saya kenal baik orangnya, yakni dr. Asri Tadda atau lebih dikenal sebagai Asta Qauliyah. Informasi tentang situs ini saya terima langsung darinya.

Kalau Cosa Aranda adalah pelopor paid review berbahasa Indonesia, maka dr. Asri Tadda memilih menembak pasar internasional dan bersaing dengan situs-situs paid review yang sudah lebih dulu ada. Keberaniannya bersaing dengan broker paid review mapan seperti ReviewMe, BuyBlogReview, SponsoredReviews, ataupun Blogsvertise patut diacungi jempol. Tidak cukup satu jempol, tapi dua jempol sekaligus! Ini tidak berlebihan koq. Tapi kita sebagai blogger Indonesia patutu ikut bangga dengan apa yang dilakukan dr. Asri Tadda.

Terus, kalau tentang BuyLinkPost sendiri bagaimana?

Sebagaimana situs paid review lain, di BuyLinkPost tugas Anda adalah menulis review tentang situs dan atau produk advertiser. Bedanya dengan situs paid review lain, job untuk Anda akan dikirimkan via email. Dan begitu job tersebut sudah dikerjakan, Anda mesti mengirimkan alamat URL review juga lewat email. Ini artinya, jangan coba-coba menggunakan Google Translate atau malah sekedar kopi-paste konten dari situs/blog lain. Kenapa? Karena semua review yang Anda buat akan direview kembali untuk memastikan kalau tata bahasa yang digunakan tidak asal-asalan.

Terlalu ketat? Kita bisa saja berkata begitu, tapi tentunya dr. Asri tadda punya alasan kenapa ia memberlakukan sistem seperti itu. Kalau yang saya baca di FAQ-nya sih, ia ingin memastikan kalau advertisernya puas dengan review yang dibuat. Masuk akal kan? Lagipula kita kan bisa meminta bantuan teman-teman content writer (seperti Nenad) untuk membuatkan review yang baik dan benar. Iya kan?

Berapa bayaran yang diberikan BuyLinkPost? Cukup tinggi. Kalau Anda punya blog dengan pagerank (PR) 3 ke atas, BuyLinkPost akan membayar $10/review. Kalau pagerank blog Anda hanya PR1 atau PR2, maka bayarannya $5/review. Lumayan, bukan? Selain itu Anda juga akan memperoleh kredit atau poin dari setiap review yang telah dibuat. Poin ini kemudian diakumulasikan sepanjang waktu. Semakin tinggi poin yang Anda kumpulkan, maka akan semakin banyak job yang akan Anda terima. Itu artinya, akan semakin banyak pula dolar yang bisa Anda peroleh. :))

Satu nilai lebih yang ditawarkan BuyLinkPost adalah sistem pembayaran yang cepat. Anda hanya perlu menunggu satu minggu setelah review disetujui admin. Tidak ada minimum payout. Berapapun komisi yang Anda peroleh akan dibayarkan satu minggu setelah review disetujui. Seperti umumnya situs paid review lain, BuyLinkPost juga menggunakan PayPal sebagai sarana pembayaran komisi. Belum punya akun PayPal? Silakan daftar di sini, GRATIS! *promosi mode on*

Nah, meskipun krisis global masih belum pulih, tapi ternyata kita sebagai blogger malah punya semakin banyak pilihan untuk mencari dolar. Iya kan?

Mungkin saya termasuk telat menulis tentang ini. Tapi bagaimanapun berita ini tetaplah berita hangat. Super hangat malah. Hehehe. Yap, seperti judul posting ini, di sini kita akan membahas tentang satu lagi situs yang menawarkan jasa paid review. Namanya BuyLinkPost.com. Yang luar biasa dari situs ini adalah: kreator sekaligus pemiliknya orang Indonesia! Kebetulan sekali saya kenal baik orangnya, yakni dr. Asri Tadda atau lebih dikenal sebagai Asta Qauliyah. Informasi tentang situs ini saya terima langsung darinya.

Kalau Cosa Aranda adalah pelopor paid review berbahasa Indonesia, maka dr. Asri Tadda memilih menembak pasar internasional dan bersaing dengan situs-situs paid review yang sudah lebih dulu ada. Keberaniannya bersaing dengan broker paid review mapan seperti ReviewMe, BuyBlogReview, SponsoredReviews, ataupun Blogsvertise patut diacungi jempol. Tidak cukup satu jempol, tapi dua jempol sekaligus! Ini tidak berlebihan koq. Tapi kita sebagai blogger Indonesia patutu ikut bangga dengan apa yang dilakukan dr. Asri Tadda.

Terus, kalau tentang BuyLinkPost sendiri bagaimana?

Sebagaimana situs paid review lain, di BuyLinkPost tugas Anda adalah menulis review tentang situs dan atau produk advertiser. Bedanya dengan situs paid review lain, job untuk Anda akan dikirimkan via email. Dan begitu job tersebut sudah dikerjakan, Anda mesti mengirimkan alamat URL review juga lewat email. Ini artinya, jangan coba-coba menggunakan Google Translate atau malah sekedar kopi-paste konten dari situs/blog lain. Kenapa? Karena semua review yang Anda buat akan direview kembali untuk memastikan kalau tata bahasa yang digunakan tidak asal-asalan.

Terlalu ketat? Kita bisa saja berkata begitu, tapi tentunya dr. Asri tadda punya alasan kenapa ia memberlakukan sistem seperti itu. Kalau yang saya baca di FAQ-nya sih, ia ingin memastikan kalau advertisernya puas dengan review yang dibuat. Masuk akal kan? Lagipula kita kan bisa meminta bantuan teman-teman content writer (seperti Nenad) untuk membuatkan review yang baik dan benar. Iya kan?

Berapa bayaran yang diberikan BuyLinkPost? Cukup tinggi. Kalau Anda punya blog dengan pagerank (PR) 3 ke atas, BuyLinkPost akan membayar $10/review. Kalau pagerank blog Anda hanya PR1 atau PR2, maka bayarannya $5/review. Lumayan, bukan? Selain itu Anda juga akan memperoleh kredit atau poin dari setiap review yang telah dibuat. Poin ini kemudian diakumulasikan sepanjang waktu. Semakin tinggi poin yang Anda kumpulkan, maka akan semakin banyak job yang akan Anda terima. Itu artinya, akan semakin banyak pula dolar yang bisa Anda peroleh. :))

Satu nilai lebih yang ditawarkan BuyLinkPost adalah sistem pembayaran yang cepat. Anda hanya perlu menunggu satu minggu setelah review disetujui admin. Tidak ada minimum payout. Berapapun komisi yang Anda peroleh akan dibayarkan satu minggu setelah review disetujui. Seperti umumnya situs paid review lain, BuyLinkPost juga menggunakan PayPal sebagai sarana pembayaran komisi. Belum punya akun PayPal? Silakan daftar di sini, GRATIS! *promosi mode on*

Nah, meskipun krisis global masih belum pulih, tapi ternyata kita sebagai blogger malah punya semakin banyak pilihan untuk mencari dolar. Iya kan?

28 November 2008

Sebagaimana saya ceritakan lewat Twitter beberapa hari lalu, kartu ATM saya sempat tertelan mesin ATM. Tertelannya hari Rabu (19/11), ketika terakhir kali saya ambil uang. Entah kenapa koq saya lupa menarik kembali kartu ATM tersebut sehingga akhirnya ditelan mesin. Beruntung sekali Rabu malam itu ATM BNI Syariah Jl. Kusumanegara sepi. Setelah saya tidak ada lagi yang menggunakan mesin itu sampai lebih dari 15-20 menit kemudian. Coba kalau ada yang menemukan kartu saya dalam keadaan aktif, bisa-bisa dikuras habis isi tabungan saya. :))

Nah, saya baru tahu kalau kartu ATM itu tertelan hari Sabtu (22/11). Waktu itu saya mau mengambil uang lagi karena sudah kehabisan dana segar. Maklum, sekali ambil paling cuma Rp 50 ribu, makanya cepat habis. Eh, begitu sampai di dalam bilik ATM saya kaget karena kartu ATM BNI tidak ada di dompet. Waduh, ke mana ya? Pikir saya waktu itu sambil kebingungan setengah mati. Ah, mungkin terselip di kamar kos! Duga saya untuk menenangkan diri. Sayapun langsung pulang ke kos.

Begitu sampai di kos, kamar langsung saya obrak-abrik. Tapi kartu tersayang itu tetap juga tidak ketemu. Saya jadi berpikir mungkin kartu itu tertelan mesin. Wah, panik mulai melanda. Saya takut kartu saya ditemukan orang terus duit saya dikuras habis. Untungnya pikiran sehat masih bisa mengendalikan emosi saya sehingga akhirnya timbul ide untuk menelpon customer service BNI dan menanyakan kartu tersebut. Begitu tersambung, hal pertama yang saya tanyakan adalah: "Kapan transaksi terakhir dan berapa nominalnya?" Beruntung sekali, CS BNI di seberang telpon menjawab kalau transaksi terakhir lewat mesin ATM tercatat tanggal 19 November 2008 sebesar Rp 50.000. Pffiuuuuh, leganya....

Untuk mengambil kembali kartu ATM tersebut, mau tidak mau saya mesti ke kantor cabang BNI di mana saya membuka rekening. Kebetulan dulu saya bukanya di kantor cabang Jl. Trikora, jadi bisa sekalian jalan-jalan ke Malioboro. :)) Eh, ternyata kejadiannya tidak seperti yang saya bayangkan. Karena mesti mampir dulu ke Kantor Pos Besar untuk mengirim buku pesanan yayang di Pemalang, saya masuk BNI pas jam istirahat. Setelah mengambil kartu di lantai dua, saya harus menunggu lamaaaaa sekali di lantai bawah ketika hendak membuka blokir kartu karena CSO-nya banyak yang keluar istirahat. Yah, dasar nasib! :((

Lebih dari setengah jam kemudian baru saya dapat giliran. Untungnya dapat CSO cewek. Kelihatannya sih sudah lumayan berumur, tapi masih menarik dipandang koq. Hehehe... Dari percakapan awal sudah langsung cair karena saya iseng menggoda Mbak CSO itu. Waktu dia tanya "enaknya dipanggil Pak atau Mas nih?", saya menjawab asal "panggil Om saja". Selanjutnya langsung deh mengurusi kartu ATM saya sambil ngobrol ke sana-sini. Entah kenapa koq kemudian Mbak CSO itu bertanya saya kerja di mana. Tidak mau repot saya jawab saja kalau saya masih kuliah. Eh, koq Mbak CSO-nya ngotot "tapi sudah nyambi kerja kan?" Dengan terpaksa sayapun menjawab "iya".

Seperti dugaan saya, kerepotan sekaligus kebingungan terjadi waktu dia bertanya saya kerja di mana. Pas saya jawab "tidak di mana-mana" Mbak CSO-nya bingung. Mungkin karena penasaran diapun memperbaiki pertanyaannya, jadi "kantornya di mana?". Saya ya jawab "tidak punya kantor". Selanjutnya semakin bingunglah saya harus bagaimana caranya menjelaskan pada si Mbak CSO apa kerjaan saya. Untungnya waktu saya bilang kalau saya cari duit di internet si Mbak CSO langsung manggut-manggut dan paham. Katanya sih sudah beberapa kali melayani pencairan cek dari orang-orang yang mengaku cari duit di internet. Entah iseng atau memang penasaran, si Mbak CSO tanya penghasilan. Nah, lho! Saya jawab dengan diplomatis, "Lumayanlah Mbak daripada nganggur". :))

Kebingungan kedua terjadi waktu saya berniat membuka BNI Tapenas, yakni tabungan khusus untuk biaya pendidikan. Produknya mirip asuransi pendidikan di mana kita mesti rajin dan rutin menyetor antara Rp 100 ribu sampai Rp 5 juta per bulan dalam jangka waktu tertentu. Minimal 2 tahun, dan paling lama 18 tahun. Kita boleh-boleh saja menarik dana sebelum rentang waktu tersebut, namun akan ada sejumlah biaya. Tabungan seperti ini memang sedang saya cari untuk persiapan biaya pendidikan anak-anak nanti. Meskipun anaknya belum ada tapi tidak ada salahnya kan mempersiapkan biaya pendidikannya lebih dulu?

Nah, waktu mengisi formulir pembukaan rekening BNI Tapenas ini saya kebingungan di kolom "Pekerjaan". Mau saya isi "Blogger" takut tidak diakui bank, mau diisi "Wiraswasta" koq kesannya sok sekali, mau diisi "Internet marketer" juga tidak pede. Waktu saya tanya pada si Mbak CSO, dianya juga ikut bingung. Ya sudah, dengan sedikit menahan geli saya tulis saja deskripsi pekerjaan saya sebagai "Jasa periklanan internet". Hahahaha....

Maaf, cuma sekedar intermezzo.

Sebagaimana saya ceritakan lewat Twitter beberapa hari lalu, kartu ATM saya sempat tertelan mesin ATM. Tertelannya hari Rabu (19/11), ketika terakhir kali saya ambil uang. Entah kenapa koq saya lupa menarik kembali kartu ATM tersebut sehingga akhirnya ditelan mesin. Beruntung sekali Rabu malam itu ATM BNI Syariah Jl. Kusumanegara sepi. Setelah saya tidak ada lagi yang menggunakan mesin itu sampai lebih dari 15-20 menit kemudian. Coba kalau ada yang menemukan kartu saya dalam keadaan aktif, bisa-bisa dikuras habis isi tabungan saya. :))

Nah, saya baru tahu kalau kartu ATM itu tertelan hari Sabtu (22/11). Waktu itu saya mau mengambil uang lagi karena sudah kehabisan dana segar. Maklum, sekali ambil paling cuma Rp 50 ribu, makanya cepat habis. Eh, begitu sampai di dalam bilik ATM saya kaget karena kartu ATM BNI tidak ada di dompet. Waduh, ke mana ya? Pikir saya waktu itu sambil kebingungan setengah mati. Ah, mungkin terselip di kamar kos! Duga saya untuk menenangkan diri. Sayapun langsung pulang ke kos.

Begitu sampai di kos, kamar langsung saya obrak-abrik. Tapi kartu tersayang itu tetap juga tidak ketemu. Saya jadi berpikir mungkin kartu itu tertelan mesin. Wah, panik mulai melanda. Saya takut kartu saya ditemukan orang terus duit saya dikuras habis. Untungnya pikiran sehat masih bisa mengendalikan emosi saya sehingga akhirnya timbul ide untuk menelpon customer service BNI dan menanyakan kartu tersebut. Begitu tersambung, hal pertama yang saya tanyakan adalah: "Kapan transaksi terakhir dan berapa nominalnya?" Beruntung sekali, CS BNI di seberang telpon menjawab kalau transaksi terakhir lewat mesin ATM tercatat tanggal 19 November 2008 sebesar Rp 50.000. Pffiuuuuh, leganya....

Untuk mengambil kembali kartu ATM tersebut, mau tidak mau saya mesti ke kantor cabang BNI di mana saya membuka rekening. Kebetulan dulu saya bukanya di kantor cabang Jl. Trikora, jadi bisa sekalian jalan-jalan ke Malioboro. :)) Eh, ternyata kejadiannya tidak seperti yang saya bayangkan. Karena mesti mampir dulu ke Kantor Pos Besar untuk mengirim buku pesanan yayang di Pemalang, saya masuk BNI pas jam istirahat. Setelah mengambil kartu di lantai dua, saya harus menunggu lamaaaaa sekali di lantai bawah ketika hendak membuka blokir kartu karena CSO-nya banyak yang keluar istirahat. Yah, dasar nasib! :((

Lebih dari setengah jam kemudian baru saya dapat giliran. Untungnya dapat CSO cewek. Kelihatannya sih sudah lumayan berumur, tapi masih menarik dipandang koq. Hehehe... Dari percakapan awal sudah langsung cair karena saya iseng menggoda Mbak CSO itu. Waktu dia tanya "enaknya dipanggil Pak atau Mas nih?", saya menjawab asal "panggil Om saja". Selanjutnya langsung deh mengurusi kartu ATM saya sambil ngobrol ke sana-sini. Entah kenapa koq kemudian Mbak CSO itu bertanya saya kerja di mana. Tidak mau repot saya jawab saja kalau saya masih kuliah. Eh, koq Mbak CSO-nya ngotot "tapi sudah nyambi kerja kan?" Dengan terpaksa sayapun menjawab "iya".

Seperti dugaan saya, kerepotan sekaligus kebingungan terjadi waktu dia bertanya saya kerja di mana. Pas saya jawab "tidak di mana-mana" Mbak CSO-nya bingung. Mungkin karena penasaran diapun memperbaiki pertanyaannya, jadi "kantornya di mana?". Saya ya jawab "tidak punya kantor". Selanjutnya semakin bingunglah saya harus bagaimana caranya menjelaskan pada si Mbak CSO apa kerjaan saya. Untungnya waktu saya bilang kalau saya cari duit di internet si Mbak CSO langsung manggut-manggut dan paham. Katanya sih sudah beberapa kali melayani pencairan cek dari orang-orang yang mengaku cari duit di internet. Entah iseng atau memang penasaran, si Mbak CSO tanya penghasilan. Nah, lho! Saya jawab dengan diplomatis, "Lumayanlah Mbak daripada nganggur". :))

Kebingungan kedua terjadi waktu saya berniat membuka BNI Tapenas, yakni tabungan khusus untuk biaya pendidikan. Produknya mirip asuransi pendidikan di mana kita mesti rajin dan rutin menyetor antara Rp 100 ribu sampai Rp 5 juta per bulan dalam jangka waktu tertentu. Minimal 2 tahun, dan paling lama 18 tahun. Kita boleh-boleh saja menarik dana sebelum rentang waktu tersebut, namun akan ada sejumlah biaya. Tabungan seperti ini memang sedang saya cari untuk persiapan biaya pendidikan anak-anak nanti. Meskipun anaknya belum ada tapi tidak ada salahnya kan mempersiapkan biaya pendidikannya lebih dulu?

Nah, waktu mengisi formulir pembukaan rekening BNI Tapenas ini saya kebingungan di kolom "Pekerjaan". Mau saya isi "Blogger" takut tidak diakui bank, mau diisi "Wiraswasta" koq kesannya sok sekali, mau diisi "Internet marketer" juga tidak pede. Waktu saya tanya pada si Mbak CSO, dianya juga ikut bingung. Ya sudah, dengan sedikit menahan geli saya tulis saja deskripsi pekerjaan saya sebagai "Jasa periklanan internet". Hahahaha....

Maaf, cuma sekedar intermezzo.

26 November 2008

Anda pengguna Twitter? Pernah dengar kalau dengan Twitter Anda bisa memperoleh uang tambahan? Tunggu dulu! Yang ingin saya bahas di sini bukan Twittad, yang menurut Mas Medhy memang bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan meskipun tak sebesar program-program lain. Yang akan saya ceritakan di sini satu situs yang terhitung baru, dengan format periklanan yang juga terbilang baru. Malah sedikit nyeleneh kalau boleh saya berkomentar. :)

Situs yang saya maksud bernama Be a Magpie. "Convert your tweets into bling-bling", demikian slogan yang diusung situs ini. Dari slogan ini bisa ditangkap kalau Be a Magpie memanfaatkan tweet yang kita berikan pada follower. Jadi, berbeda dengan Twittad yang membayar sejumlah uang untuk memasang iklan di halaman profil Twitter Anda, Be a Magpie akan memberi sejumlah uang jika Anda mengijinkan situs ini mengirimi sejumlah pesan komersil pada follower Anda.

Pesan komersil dari Be a Magpie disesuaikan dengan keyword tertentu yang terkandung dalam tweet Anda. Hampir mirip dengan Google AdSense yang menyesuaikan isi iklan dengan kata kunci content blog/situs. Kemiripan yang lain lagi, advertiser juga mesti melalui proses lelang untuk dapat mengirimkan pesan komersil mereka. Pesan-pesan advertiser ini akan dikirim secara berkala, di mana Anda dapat menentukan sendiri rasionya. Standar rasio yang ditetapkan adalah 5:1, di mana setiap 5 tweet yang Anda kirimkan ke follower akan diselingi dengan 1 tweet komersil dari Be a Magpie. Semakin tinggi rasio yang Anda tentukan semakin besar pula bayaran yang akan Anda dapatkan.

Seara sederhana cara kerja Be a Magpie dapat dijelaskan begini. Pertama-tama tentu saja Anda harus mendaftar sebagai member Be a Magpie. Dengan mendaftarkan diri Anda berarti memberikan ijin pada Be a Magpie untuk mengirimkan pesan komersil pada follower Anda. Nah, setiap pesan komersil yang berhasil dikirim akan dikonversi menjadi sejumlah uang. Memang jumlahnya kecil alias recehan. Tapi kalau Anda punya banyak follower dan rajin melakukan tweet, rasanya hasilnya lumayanlah untuk tambah-tambah uang belanja. Hehehe...

Kalau ingin tahu seberapa banyak uang yang bisa Anda hasilkan setiap bulan dengan program ini, Be a magpie punya mesin penghitungnya. Tinggal masukkan username Twitter Anda dan biarkan Be a Magpie mengestimasi berapa uang yang dapat Anda hasilkan bersama mereka. Waktu saya iseng-iseng mencoba, ternyata hasilnya €3.75/bulan. Komisi dibayarkan melalui PayPal dalam mata uang euro (€) dengan minimal payout €50. Dengan jumlah follower yang saya miliki sekarang, minimal payout baru bisa saya capai lebih dari setahun lagi. :))

Anda tertarik? Nanti dulu! Satu hal yang mengganggu saya adalah masalah keamanan. Untuk dapat mengirimkan pesan komersil kepada follower kita, maka Be a Magpie akan meminta password Twitter kita. Hati-hati, meskipun mungkin Be a Magpie adalah sebuah perusahaan yang legal dan legitimate, kemungkinan terjadinya SCAM juga ada lho. Kalau itu terjadi berarti kita akan kehilangan account Twitter. Satu hal lagi, kalau follower tahu kita "memanfaatkan" mereka sebagai jalan mencari uang, saya rasa banyak yang berhenti jadi follower. Tidak jauh beda dengan seorang subsriber RSS feed saya yang berhenti berlangganan karena dia tidak mau menerima paid review yang saya tulis di blog ini.

Bagaimana menurut Anda? Silakan berbagi komentar...

Anda pengguna Twitter? Pernah dengar kalau dengan Twitter Anda bisa memperoleh uang tambahan? Tunggu dulu! Yang ingin saya bahas di sini bukan Twittad, yang menurut Mas Medhy memang bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan meskipun tak sebesar program-program lain. Yang akan saya ceritakan di sini satu situs yang terhitung baru, dengan format periklanan yang juga terbilang baru. Malah sedikit nyeleneh kalau boleh saya berkomentar. :)

Situs yang saya maksud bernama Be a Magpie. "Convert your tweets into bling-bling", demikian slogan yang diusung situs ini. Dari slogan ini bisa ditangkap kalau Be a Magpie memanfaatkan tweet yang kita berikan pada follower. Jadi, berbeda dengan Twittad yang membayar sejumlah uang untuk memasang iklan di halaman profil Twitter Anda, Be a Magpie akan memberi sejumlah uang jika Anda mengijinkan situs ini mengirimi sejumlah pesan komersil pada follower Anda.

Pesan komersil dari Be a Magpie disesuaikan dengan keyword tertentu yang terkandung dalam tweet Anda. Hampir mirip dengan Google AdSense yang menyesuaikan isi iklan dengan kata kunci content blog/situs. Kemiripan yang lain lagi, advertiser juga mesti melalui proses lelang untuk dapat mengirimkan pesan komersil mereka. Pesan-pesan advertiser ini akan dikirim secara berkala, di mana Anda dapat menentukan sendiri rasionya. Standar rasio yang ditetapkan adalah 5:1, di mana setiap 5 tweet yang Anda kirimkan ke follower akan diselingi dengan 1 tweet komersil dari Be a Magpie. Semakin tinggi rasio yang Anda tentukan semakin besar pula bayaran yang akan Anda dapatkan.

Seara sederhana cara kerja Be a Magpie dapat dijelaskan begini. Pertama-tama tentu saja Anda harus mendaftar sebagai member Be a Magpie. Dengan mendaftarkan diri Anda berarti memberikan ijin pada Be a Magpie untuk mengirimkan pesan komersil pada follower Anda. Nah, setiap pesan komersil yang berhasil dikirim akan dikonversi menjadi sejumlah uang. Memang jumlahnya kecil alias recehan. Tapi kalau Anda punya banyak follower dan rajin melakukan tweet, rasanya hasilnya lumayanlah untuk tambah-tambah uang belanja. Hehehe...

Kalau ingin tahu seberapa banyak uang yang bisa Anda hasilkan setiap bulan dengan program ini, Be a magpie punya mesin penghitungnya. Tinggal masukkan username Twitter Anda dan biarkan Be a Magpie mengestimasi berapa uang yang dapat Anda hasilkan bersama mereka. Waktu saya iseng-iseng mencoba, ternyata hasilnya €3.75/bulan. Komisi dibayarkan melalui PayPal dalam mata uang euro (€) dengan minimal payout €50. Dengan jumlah follower yang saya miliki sekarang, minimal payout baru bisa saya capai lebih dari setahun lagi. :))

Anda tertarik? Nanti dulu! Satu hal yang mengganggu saya adalah masalah keamanan. Untuk dapat mengirimkan pesan komersil kepada follower kita, maka Be a Magpie akan meminta password Twitter kita. Hati-hati, meskipun mungkin Be a Magpie adalah sebuah perusahaan yang legal dan legitimate, kemungkinan terjadinya SCAM juga ada lho. Kalau itu terjadi berarti kita akan kehilangan account Twitter. Satu hal lagi, kalau follower tahu kita "memanfaatkan" mereka sebagai jalan mencari uang, saya rasa banyak yang berhenti jadi follower. Tidak jauh beda dengan seorang subsriber RSS feed saya yang berhenti berlangganan karena dia tidak mau menerima paid review yang saya tulis di blog ini.

Bagaimana menurut Anda? Silakan berbagi komentar...

24 November 2008

Waktu iseng-iseng blogwalking ke blog-blog berbahasa Inggris, saya temui satu blog milik orang India (alamat blognya lupa, asli!) yang menawarkan program bernama Link Show Off. Sudah ada yang tahu tentang situs satu ini? Kalau sudah tahu silakan langsung bagikan pengalaman Anda di kolom komentar. Tapi kalau belum tahu mari kita pelajari sama-sama.

LinkShowOff.com adalah situs serupa Ask2Link, TLA, BackLinks ataupun TNX. Yap, ini adalah program text link ads. Jadi Anda akan dibayar untuk memajang iklan berupa teks link di blog. Untuk itu Link Show Off sudah menyediakan widget khusus seperti yang bisa dilihat di blog saya ini. Tepatnya di bawah banner KL yang bergambar Luna Maya. Di widget itulah link-link iklan advertiser bakal dipajang.

Bagaimana dengan bayarannya? Yang menarik, di Link Show Off Anda dapat menentukan sendiri berapa harga link-nya. Berapapun harga yang Anda inginkan boleh diajukan lho. Mau pasang harga $10/link/bulan boleh, mau $100/link/bulan juga boleh. Link Show Off hanya menentukan harga paling rendah yakni sebesar $1/bulan. Artinya Anda tidak boleh memberikan harga di bawah $1/link/bulan. So, tinggal pintar-pintar Anda deh menilai kualitas blog sendiri. Kalau merasa blog Anda pantas dihargai tinggi, beri saja harga setinggi-tingginya.

Pembayaran dilakukan melalui PayPal dengan minimum payout $10. Yang membuat lebih menarik lagi, sebagai broker Link Show Off hanya meminta share sebesar $3/payout. Jadi, setiap kali menerima pembayaran Anda akan dikenai potongan sebesar $3. Misalnya Anda memperoleh $15, maka jumlah bersih yang Anda terima adalah $12. Kalaupun Anda menghasilkan $100, potongannya tetap $3 juga. Bandingkan dengan TLA yang memberlakukan sistem bagi hasil fifty-fifty alias 50% dari pendapatan kita.

Satu hal lagi, Anda juga bebas menentukan ingin memajang berapa link dalam satu widget. Paling sedikit 5 link, dan paling banyak 20 link. Link advertiser akan terpasang selamanya di widget tersebut sampai ada link baru lagi yang masuk. Jadi, link paling baru akan secara otomatis berada di urutan paling atas di widget. Tapi meskipun terpasang selamanya, Anda tidak perlu khawatir akan kena penalti dari Google. Pasalnya semua iklan link di Link Show Off ber-tag nofollow. Kalau nofollow mau dipasang seumur hidup juga tidak masalah kan? :))

Ada program referalnya tidak? Tentu saja ada! Bila Anda mempromosikan Link Show Off pada member baru, maka Anda akan memperoleh bayaran sebesar $3 setiap referal Anda memperoleh $3 juga. Cukup menarik, bukan? Ayo gabung Link Show Off sekarang! Klik di sini bila Anda ingin menjadi referal saya! Tapi kalau Anda tidak mau jadi referal saya, silakan klik di sini! Cukup far kan? Hehehe...

Semoga bermanfaat.

Waktu iseng-iseng blogwalking ke blog-blog berbahasa Inggris, saya temui satu blog milik orang India (alamat blognya lupa, asli!) yang menawarkan program bernama Link Show Off. Sudah ada yang tahu tentang situs satu ini? Kalau sudah tahu silakan langsung bagikan pengalaman Anda di kolom komentar. Tapi kalau belum tahu mari kita pelajari sama-sama.

LinkShowOff.com adalah situs serupa Ask2Link, TLA, BackLinks ataupun TNX. Yap, ini adalah program text link ads. Jadi Anda akan dibayar untuk memajang iklan berupa teks link di blog. Untuk itu Link Show Off sudah menyediakan widget khusus seperti yang bisa dilihat di blog saya ini. Tepatnya di bawah banner KL yang bergambar Luna Maya. Di widget itulah link-link iklan advertiser bakal dipajang.

Bagaimana dengan bayarannya? Yang menarik, di Link Show Off Anda dapat menentukan sendiri berapa harga link-nya. Berapapun harga yang Anda inginkan boleh diajukan lho. Mau pasang harga $10/link/bulan boleh, mau $100/link/bulan juga boleh. Link Show Off hanya menentukan harga paling rendah yakni sebesar $1/bulan. Artinya Anda tidak boleh memberikan harga di bawah $1/link/bulan. So, tinggal pintar-pintar Anda deh menilai kualitas blog sendiri. Kalau merasa blog Anda pantas dihargai tinggi, beri saja harga setinggi-tingginya.

Pembayaran dilakukan melalui PayPal dengan minimum payout $10. Yang membuat lebih menarik lagi, sebagai broker Link Show Off hanya meminta share sebesar $3/payout. Jadi, setiap kali menerima pembayaran Anda akan dikenai potongan sebesar $3. Misalnya Anda memperoleh $15, maka jumlah bersih yang Anda terima adalah $12. Kalaupun Anda menghasilkan $100, potongannya tetap $3 juga. Bandingkan dengan TLA yang memberlakukan sistem bagi hasil fifty-fifty alias 50% dari pendapatan kita.

Satu hal lagi, Anda juga bebas menentukan ingin memajang berapa link dalam satu widget. Paling sedikit 5 link, dan paling banyak 20 link. Link advertiser akan terpasang selamanya di widget tersebut sampai ada link baru lagi yang masuk. Jadi, link paling baru akan secara otomatis berada di urutan paling atas di widget. Tapi meskipun terpasang selamanya, Anda tidak perlu khawatir akan kena penalti dari Google. Pasalnya semua iklan link di Link Show Off ber-tag nofollow. Kalau nofollow mau dipasang seumur hidup juga tidak masalah kan? :))

Ada program referalnya tidak? Tentu saja ada! Bila Anda mempromosikan Link Show Off pada member baru, maka Anda akan memperoleh bayaran sebesar $3 setiap referal Anda memperoleh $3 juga. Cukup menarik, bukan? Ayo gabung Link Show Off sekarang! Klik di sini bila Anda ingin menjadi referal saya! Tapi kalau Anda tidak mau jadi referal saya, silakan klik di sini! Cukup far kan? Hehehe...

Semoga bermanfaat.

22 November 2008

Stevani Nepa, gadis semampai asal Manado, akhirnya keluar sebagai pemenang Miss Celebrity Indonesia 2008. Dalam acara grand final yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Jumat (21/11) malam tadi, gadis manis yang akrab dipanggil Vani ini berhasil menyisihkan 25 finalis lain dari 11 daerah audisi. Atas kemenangannya ini Vani berhak atas hadiah utama berupa kontrak kerja senilai Rp 500 juta dari SCTV selaku penyelenggara acara yang baru pertama kali diadakan ini.

Selain menetapkan Stevani Nepa sebagai juara Miss Celebrity Indonesia 2008, dewan juri juga memberikan beberapa gelar lain bagi para finalis yang masuk babak 5 besar. Di antaranya gelar Miss Celebrity Fotogenic yang diraih W. Natasha Desiree asal Jakarta, Miss Celebrity Best Hair (Dian Puspa Rini, Bandung), Miss Celebrity Best Skin (Sandra Olga, Surabaya), Miss Celebrity Best Smile (Corry Restina Pamela, Jakarta), dan Miss Favorite (Defie Liriza, Kutai Kartanegara).

Kemeriahan malam grand final yang disiarkan langsung oleh SCTV ini dipandu Darius Sinathrya dan Hesti Purwadinata. Selain itu ada juga Teuku Wisnu dan Andhika Pratama yang juga merupakan pemandu acara Miss Celebrity in Action (MIA) yang ditayangkan SCTV sehari sebelumnya.

Kontes talent scouting ini sendiri bertujuan untuk mencari aktris sinetron, presenter program infotainment dan musik, sekaligus juga model SCTV. Berbeda dengan ajang-ajang beauty pageant, pemenang Miss Celebrity Indonesia akan langsung diberi kontrak kerja oleh SCTV. Karena itu selama masa karantina setiap peserta diuji kebolehannya dalam bidang akting, membawakan acara (presenter), dan modelling yang sesuai dengan format acara hiburan yang ditayangkan SCTV selama ini. SCTV selaku penyelenggara juga menggandeng beberapa rumah produksi terkemuka seperti MD Entertaintment, Shandika, Indigo, dan Frame Ritz. Nama-nama tersebut memang pemasok acara-acara hiburan di SCTV.

Sementara itu komposisi dewan juri yang ditampilkan pada grand final tadi malam terbilang sangat lengkap. Terdiri dari sutradara top sekelas Deddy Mizwar dan Hanung Bramantyo, lalu fotografer jempolan Darwis Triadi, para bintang dunia hiburan yang sudah tidak asing lagi (Tamara Bleszynski, Nadine Chandrawinata, dan Anjasmara), psikolog/pakar kecantikan Kassandra, dan juga produser papan atas seperti Manoj Punjabi dan Duto Sulitiadi.

Akhirnya, selamat untuk Stevani Nepa sebagai pemenang Miss Celebrity Indonesia 2008! Selamat datang di dunia hiburan tanah air!

Catatan: Foto diambil dari Kompas.com

Stevani Nepa, gadis semampai asal Manado, akhirnya keluar sebagai pemenang Miss Celebrity Indonesia 2008. Dalam acara grand final yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Jumat (21/11) malam tadi, gadis manis yang akrab dipanggil Vani ini berhasil menyisihkan 25 finalis lain dari 11 daerah audisi. Atas kemenangannya ini Vani berhak atas hadiah utama berupa kontrak kerja senilai Rp 500 juta dari SCTV selaku penyelenggara acara yang baru pertama kali diadakan ini.

Selain menetapkan Stevani Nepa sebagai juara Miss Celebrity Indonesia 2008, dewan juri juga memberikan beberapa gelar lain bagi para finalis yang masuk babak 5 besar. Di antaranya gelar Miss Celebrity Fotogenic yang diraih W. Natasha Desiree asal Jakarta, Miss Celebrity Best Hair (Dian Puspa Rini, Bandung), Miss Celebrity Best Skin (Sandra Olga, Surabaya), Miss Celebrity Best Smile (Corry Restina Pamela, Jakarta), dan Miss Favorite (Defie Liriza, Kutai Kartanegara).

Kemeriahan malam grand final yang disiarkan langsung oleh SCTV ini dipandu Darius Sinathrya dan Hesti Purwadinata. Selain itu ada juga Teuku Wisnu dan Andhika Pratama yang juga merupakan pemandu acara Miss Celebrity in Action (MIA) yang ditayangkan SCTV sehari sebelumnya.

Kontes talent scouting ini sendiri bertujuan untuk mencari aktris sinetron, presenter program infotainment dan musik, sekaligus juga model SCTV. Berbeda dengan ajang-ajang beauty pageant, pemenang Miss Celebrity Indonesia akan langsung diberi kontrak kerja oleh SCTV. Karena itu selama masa karantina setiap peserta diuji kebolehannya dalam bidang akting, membawakan acara (presenter), dan modelling yang sesuai dengan format acara hiburan yang ditayangkan SCTV selama ini. SCTV selaku penyelenggara juga menggandeng beberapa rumah produksi terkemuka seperti MD Entertaintment, Shandika, Indigo, dan Frame Ritz. Nama-nama tersebut memang pemasok acara-acara hiburan di SCTV.

Sementara itu komposisi dewan juri yang ditampilkan pada grand final tadi malam terbilang sangat lengkap. Terdiri dari sutradara top sekelas Deddy Mizwar dan Hanung Bramantyo, lalu fotografer jempolan Darwis Triadi, para bintang dunia hiburan yang sudah tidak asing lagi (Tamara Bleszynski, Nadine Chandrawinata, dan Anjasmara), psikolog/pakar kecantikan Kassandra, dan juga produser papan atas seperti Manoj Punjabi dan Duto Sulitiadi.

Akhirnya, selamat untuk Stevani Nepa sebagai pemenang Miss Celebrity Indonesia 2008! Selamat datang di dunia hiburan tanah air!

Catatan: Foto diambil dari Kompas.com

21 November 2008

Suatu saat Bro Mymoen sms saya dan bertanya tentang cara mencairkan cek Google AdSense. Walah, saya jadi tertawa geli membaca sms itu. Kenapa saya sampai tertawa geli? Karena saya masih termasuk kategori super duper newbie di Google AdSense. Bukankah saya pernah cerita kalau hanya bisa menghasilkan $20 lebih sedikit selama 6 bulan bergabung Google AdSense? Boro-boro mencairkan cek, dapat cek pertama dari Google saja masih merupakan mimpi besar bagi saya. :D

Program pay per click (PPC) memang masih belum dapat saya kuasai dengan baik. Padahal waktu mulai membuat blog dulu PPC adalah program yang pertama kali saya jalankan. Mulai dari Google AdSense (yang jadi motivasi awal saya membuat blog), Bidvertiser, sampai kemudian AdBrite, dan setelah itu menyusul PPC lokal seperti KlikSaya dan KumpulBlogger. Dari semua program tersebut, baru KlikSaya yang sampai saat ini memberikan 'hasil nyata'. Ya, bulan kemarin akhirnya saya terima kiriman sebesar Rp 60.000 sebagai penghasilan pertama dari KlikSaya sekaligus merupakan penghasilan pertama saya dari program PPC. Hmmm....

Nah, berkaca dari kelemahan tersebut saya lantas berkelana ke seluruh penjuru dunia internet untuk belajar PPC. Saya mencari blog atau situs yang dapat saya jadikan tempat untuk mempelajari program PPC lebih dalam lagi. Blognya Cosa Aranda yang dulu jadi jujugan saya setiap kali online langsung diobrak-abrik lagi. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk mencari-cari artikel-artikel lamanya yang banyak mengupas tentang Google AdSense. Masih belum puas saya melanjutkan pencarian dengan memanfaatkan bantuan Mbah Google. Di tengah pencarian tersebut saya kemudian menemukan satu blog yang tampaknya cukup concern mengupas tentang PPC. Namanya KlikCPA.com, blog milik Mas Jerry yang juga seorang master affiliate.

Dari nama domainnya saja kita bisa tahu blog tersebut mengulas seputar program-program affiliasi. Kalau saya tidak salah, CPA adalah singkatan dari Click Per Action. Yakni salah satu jenis program afiliasi yang membayar member affiliate-nya untuk setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang datang melalui link afiliasi member tersebut. Tindakan tersebut bisa berupa mengisi formulir, memberikan data-data tertentu, atau men-download produk yang disediakan advertiser. Hampir mirip-mirip sedikitlah dengan Click Per Lead (CPL). Kurang lebih seperti itulah yang saya pahami tentang CPA. Kalau keliru mohon dikoreksi ya?

Meski namanya Klik CPA, namun di blog ini kita juga bisa belajar banyak tentang PPC. Artikel-artikel tentang PPC dapat ditemukan di bawah kategori "Belajar PPC". Hmmm, tanpa tunggu lebih lama lagi sayapun langsung membongkar-bongkar kategori ini. Tidak sia-sia, dari sini saya memperoleh dua artikel menarik mengenai Google Trend dan bagaimana kita bisa memperoleh penghasilan dari fasilitas gratis yang diberikan oleh Google ini. Anda penasaran bagaimana caranya? Saya sebenarnya ingin sekali memberi bocoran, tapi takut malah jadi tidak jelas karena masih belum begitu paham soal ini. Jadi lebih baik Anda baca sendiri ulasannya di sini (bagian 1) dan di sini (bagian 2).

Karena dunia PPC sangat berkaitan erat dengan kata kunci alias keyword, KlikCPA.com juga memberikan satu topik khusus mengenai hal ini dalam kategori "Kata Kunci". Di sini kita dapat mempelajari bagaimana memilih keyword yang bagus dan bagaimana mengoptimalkan penghasilan dari setiap klik yang diperoleh dari kata kunci tersebut. Tidak itu saja, blog ini juga menyediakan kategori lain yang dinamai "Alat Bantu" untuk melengkapi pengetahun Anda seputar alat-alat bantu yang sebaiknya dipergunakan untuk meningkatkan penghasilan. Masih kurang? Kalau begitu kunjungi halaman ini. Ada paket bonus plugin senilai $147 lebih yang dapat Anda peroleh gratis hanya dengan satu syarat mudah.

Walah, tidak terasa sudah paragraf ketujuh! Sebenarnya masih banyak lagi yang mau saya sampaikan seputar pengalaman mencari tempat belajar PPC, utamanya lagi mengenai KlikCPA.com. Tapi sepertinya sudah terlalu panjang nih. Jadi, kalau Anda ingin tahu lebih banyak lagi mengenai apa-apa yang dibahas di KlikCPA.com, kunjungi sendiri saja blognya! Hehehe...

Suatu saat Bro Mymoen sms saya dan bertanya tentang cara mencairkan cek Google AdSense. Walah, saya jadi tertawa geli membaca sms itu. Kenapa saya sampai tertawa geli? Karena saya masih termasuk kategori super duper newbie di Google AdSense. Bukankah saya pernah cerita kalau hanya bisa menghasilkan $20 lebih sedikit selama 6 bulan bergabung Google AdSense? Boro-boro mencairkan cek, dapat cek pertama dari Google saja masih merupakan mimpi besar bagi saya. :D

Program pay per click (PPC) memang masih belum dapat saya kuasai dengan baik. Padahal waktu mulai membuat blog dulu PPC adalah program yang pertama kali saya jalankan. Mulai dari Google AdSense (yang jadi motivasi awal saya membuat blog), Bidvertiser, sampai kemudian AdBrite, dan setelah itu menyusul PPC lokal seperti KlikSaya dan KumpulBlogger. Dari semua program tersebut, baru KlikSaya yang sampai saat ini memberikan 'hasil nyata'. Ya, bulan kemarin akhirnya saya terima kiriman sebesar Rp 60.000 sebagai penghasilan pertama dari KlikSaya sekaligus merupakan penghasilan pertama saya dari program PPC. Hmmm....

Nah, berkaca dari kelemahan tersebut saya lantas berkelana ke seluruh penjuru dunia internet untuk belajar PPC. Saya mencari blog atau situs yang dapat saya jadikan tempat untuk mempelajari program PPC lebih dalam lagi. Blognya Cosa Aranda yang dulu jadi jujugan saya setiap kali online langsung diobrak-abrik lagi. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk mencari-cari artikel-artikel lamanya yang banyak mengupas tentang Google AdSense. Masih belum puas saya melanjutkan pencarian dengan memanfaatkan bantuan Mbah Google. Di tengah pencarian tersebut saya kemudian menemukan satu blog yang tampaknya cukup concern mengupas tentang PPC. Namanya KlikCPA.com, blog milik Mas Jerry yang juga seorang master affiliate.

Dari nama domainnya saja kita bisa tahu blog tersebut mengulas seputar program-program affiliasi. Kalau saya tidak salah, CPA adalah singkatan dari Click Per Action. Yakni salah satu jenis program afiliasi yang membayar member affiliate-nya untuk setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang datang melalui link afiliasi member tersebut. Tindakan tersebut bisa berupa mengisi formulir, memberikan data-data tertentu, atau men-download produk yang disediakan advertiser. Hampir mirip-mirip sedikitlah dengan Click Per Lead (CPL). Kurang lebih seperti itulah yang saya pahami tentang CPA. Kalau keliru mohon dikoreksi ya?

Meski namanya Klik CPA, namun di blog ini kita juga bisa belajar banyak tentang PPC. Artikel-artikel tentang PPC dapat ditemukan di bawah kategori "Belajar PPC". Hmmm, tanpa tunggu lebih lama lagi sayapun langsung membongkar-bongkar kategori ini. Tidak sia-sia, dari sini saya memperoleh dua artikel menarik mengenai Google Trend dan bagaimana kita bisa memperoleh penghasilan dari fasilitas gratis yang diberikan oleh Google ini. Anda penasaran bagaimana caranya? Saya sebenarnya ingin sekali memberi bocoran, tapi takut malah jadi tidak jelas karena masih belum begitu paham soal ini. Jadi lebih baik Anda baca sendiri ulasannya di sini (bagian 1) dan di sini (bagian 2).

Karena dunia PPC sangat berkaitan erat dengan kata kunci alias keyword, KlikCPA.com juga memberikan satu topik khusus mengenai hal ini dalam kategori "Kata Kunci". Di sini kita dapat mempelajari bagaimana memilih keyword yang bagus dan bagaimana mengoptimalkan penghasilan dari setiap klik yang diperoleh dari kata kunci tersebut. Tidak itu saja, blog ini juga menyediakan kategori lain yang dinamai "Alat Bantu" untuk melengkapi pengetahun Anda seputar alat-alat bantu yang sebaiknya dipergunakan untuk meningkatkan penghasilan. Masih kurang? Kalau begitu kunjungi halaman ini. Ada paket bonus plugin senilai $147 lebih yang dapat Anda peroleh gratis hanya dengan satu syarat mudah.

Walah, tidak terasa sudah paragraf ketujuh! Sebenarnya masih banyak lagi yang mau saya sampaikan seputar pengalaman mencari tempat belajar PPC, utamanya lagi mengenai KlikCPA.com. Tapi sepertinya sudah terlalu panjang nih. Jadi, kalau Anda ingin tahu lebih banyak lagi mengenai apa-apa yang dibahas di KlikCPA.com, kunjungi sendiri saja blognya! Hehehe...

19 November 2008

Judulnya koq agak gimanaaa gitu ya? Hehehe... Tapi Anda yang biasa main di SponsoredReviews tentunya juga mengalami seperti apa yang akan saya tuangkan berikut ini. Jangan protes dulu lalu bilang "Ah, semua kan memang terkena imbas krisis!". Apa yang akan saya sampaikan adalah tentang sebuah "perubahan kecil" yang dilakukan oleh SponsoredReviews, salah satu broker paid review andalan saya. Bukan cuma perubahan lay out atau tampilan situs, namun berhubungan dengan sistem bidding.

Anda mulai penasaran apa yang saya maksud? Oke, let's get it started!

Kalau Anda perhatikan, ada satu perubahan mendasar yang dibuat SponsoredReviews di halaman bidding. Apa itu? Cara advertiser menentukan harga review. Entah sejak kapan perubahan itu terjadi, namun cara penentuan harga sudah berubah. Bila sebelumnya harga paling kecil adalah $5/review dan kita dapat bersih $3.25, maka sekarang tidak ada lagi harga minimal itu. Untuk lebih jelasnya, coba Anda perhatikan gambar-gambar berikut ini.



Anta tahu bedanya? Ya, sangat jelas sekali! Dulu, setiap opportunity dihargai minimal $5. Kalau advertiser tidak mau membayar lebih dari $5, maka range harganya akan tertulis $5 - $5 atau keterangan yang tertulis "This advertiser is accepting bids between $5 - $5". Kalau advertiser memberikan harga antara $5 sampai dengan $50, maka yang tertulis adalah $5 - $50. Artinya, berapapun batas atas yang ditentukan oleh advertiser kita sebagai blogger dapat mengantongi setidaknya $3.25/review dari harga minimal yang diberikan ($5).

Sekarang? Hal ini telah berubah. Lihat saja bagaimana cara SponsoredReviews memberikan keterangan tentang harga yang boleh kita ajukan. Jika misalnya advertiser tidak mau membayar lebih dari $5, maka kalimatnya sekarang tertulis "This advertiser is accepting bids up to $5". Anda paham maksudnya? Tahu bedanya dengan sistem yang terdahulu? Kalau Anda belum paham apa bedanya, ketahuilah bahwa dengan sistem yang sekarang Anda "dipaksa" untuk mengajukan harga serendah-rendahnya agar dapat memperoleh job. Dulu, serendah-rendahnya harga sebuah review tidak akan pernah kurang dari $5. Sekarang Anda bahkan bisa mengajukan tawaran ke advertiser dengan nilai $0.5/review atau bahkan lebih rendah lagi.

Well, jujur harus saya katakan bahwa sistem bidding yang sekarang lebih menguntungkan advertiser. Namun saya bisa maklum koq. Bukannya sekarang Amerika Serikat sedang dihantam krisis hebat? Jadi tidak mengherankan kalau banyak perusahaan (termasuk pebisnis online) memangkas banyak biaya supaya dapat tetap eksis, salah satunya adalah dengan mengurangi biaya promosi. SponsoredReviews sebagai agen promosi online tampaknya membaca gejala ini, dan situs ini tidak mau kehilangan sumber income. Tahu bahwa advertiser-lah yang membuat bisnisnya terus berjalan, SponsoredReviews kemudian membuat perubahan yang sangat menguntungkan advertiser.

Bagaimana kita harus menyikapi hal ini? Terserah Anda. Yang jelas kita harus pintar-pintar melihat budget advertiser. Kalau advertiser hanya mau membayar tak lebih dari $5, Anda harus rela mengajukan tawaran lebih rendah dari itu agar dapat terus memperoleh job. Dan bersiap-siaplah. Suatu saat kita mungkin baru dapat menerima job review setelah menawar seharga $1 atau bahkan lebih rendah lagi! Wow..!

Perubahan ini membuat rencana saya untuk merevisi ebook SponsoredReviews jadi semakin bulat. Oya, kontes testimoni dan tips yang saya adakan dalam rangka persiapan revisi ebook tersebut juga masih berlaku lho. Ikutan ya?


Judulnya koq agak gimanaaa gitu ya? Hehehe... Tapi Anda yang biasa main di SponsoredReviews tentunya juga mengalami seperti apa yang akan saya tuangkan berikut ini. Jangan protes dulu lalu bilang "Ah, semua kan memang terkena imbas krisis!". Apa yang akan saya sampaikan adalah tentang sebuah "perubahan kecil" yang dilakukan oleh SponsoredReviews, salah satu broker paid review andalan saya. Bukan cuma perubahan lay out atau tampilan situs, namun berhubungan dengan sistem bidding.

Anda mulai penasaran apa yang saya maksud? Oke, let's get it started!

Kalau Anda perhatikan, ada satu perubahan mendasar yang dibuat SponsoredReviews di halaman bidding. Apa itu? Cara advertiser menentukan harga review. Entah sejak kapan perubahan itu terjadi, namun cara penentuan harga sudah berubah. Bila sebelumnya harga paling kecil adalah $5/review dan kita dapat bersih $3.25, maka sekarang tidak ada lagi harga minimal itu. Untuk lebih jelasnya, coba Anda perhatikan gambar-gambar berikut ini.



Anta tahu bedanya? Ya, sangat jelas sekali! Dulu, setiap opportunity dihargai minimal $5. Kalau advertiser tidak mau membayar lebih dari $5, maka range harganya akan tertulis $5 - $5 atau keterangan yang tertulis "This advertiser is accepting bids between $5 - $5". Kalau advertiser memberikan harga antara $5 sampai dengan $50, maka yang tertulis adalah $5 - $50. Artinya, berapapun batas atas yang ditentukan oleh advertiser kita sebagai blogger dapat mengantongi setidaknya $3.25/review dari harga minimal yang diberikan ($5).

Sekarang? Hal ini telah berubah. Lihat saja bagaimana cara SponsoredReviews memberikan keterangan tentang harga yang boleh kita ajukan. Jika misalnya advertiser tidak mau membayar lebih dari $5, maka kalimatnya sekarang tertulis "This advertiser is accepting bids up to $5". Anda paham maksudnya? Tahu bedanya dengan sistem yang terdahulu? Kalau Anda belum paham apa bedanya, ketahuilah bahwa dengan sistem yang sekarang Anda "dipaksa" untuk mengajukan harga serendah-rendahnya agar dapat memperoleh job. Dulu, serendah-rendahnya harga sebuah review tidak akan pernah kurang dari $5. Sekarang Anda bahkan bisa mengajukan tawaran ke advertiser dengan nilai $0.5/review atau bahkan lebih rendah lagi.

Well, jujur harus saya katakan bahwa sistem bidding yang sekarang lebih menguntungkan advertiser. Namun saya bisa maklum koq. Bukannya sekarang Amerika Serikat sedang dihantam krisis hebat? Jadi tidak mengherankan kalau banyak perusahaan (termasuk pebisnis online) memangkas banyak biaya supaya dapat tetap eksis, salah satunya adalah dengan mengurangi biaya promosi. SponsoredReviews sebagai agen promosi online tampaknya membaca gejala ini, dan situs ini tidak mau kehilangan sumber income. Tahu bahwa advertiser-lah yang membuat bisnisnya terus berjalan, SponsoredReviews kemudian membuat perubahan yang sangat menguntungkan advertiser.

Bagaimana kita harus menyikapi hal ini? Terserah Anda. Yang jelas kita harus pintar-pintar melihat budget advertiser. Kalau advertiser hanya mau membayar tak lebih dari $5, Anda harus rela mengajukan tawaran lebih rendah dari itu agar dapat terus memperoleh job. Dan bersiap-siaplah. Suatu saat kita mungkin baru dapat menerima job review setelah menawar seharga $1 atau bahkan lebih rendah lagi! Wow..!

Perubahan ini membuat rencana saya untuk merevisi ebook SponsoredReviews jadi semakin bulat. Oya, kontes testimoni dan tips yang saya adakan dalam rangka persiapan revisi ebook tersebut juga masih berlaku lho. Ikutan ya?


15 November 2008

Saya keliru ketika kemarin mengatakan “tidak mungkin balik lagi ke akun Personal”. Mas Jerry langsung mengkoreksi perkataan saya di kolom komentar. Dan ternyata kita bisa koq melakukan downgrade alias balik lagi ke jenis akun sebelumnya. Dalam kasus ini dari akun Premier atau Business ke Personal. Caranya? Gampang sekali. Cukup masuk ke halaman Help dan kontak customer service atau bagian support PayPal dan bilang kalau kita berniat downgrade.

Hanya saja, seperti saya bilang di posting sebelumnya, kalau Anda memang serius ingin mencari duit di internet rasanya tidak perlu melakukan downgrade. Kenapa? Menggunakan akun Premier PayPal boleh dibilang merupakan syarat untuk serius dalam make money blogging/online money making. Anda tanya kenapa lagi? Ada banyak alasan, dan yang jelas dengan menggunakan akun Personal akan membuat Anda menerima banyak pembatasan (limitation/limit). Contohnya?

Dengan akun Personal, Anda akan dibatasi untuk menerima pembayaran dari kartu kredit/debit, baik jumlah pembayarannya maupun jumlah total uang yang dibayarkan. Ini tentu akan sangat merepotkan jika Anda berniat menjual sesuatu baik di blog, situs ataupun melalui eBay. Jika akun Personal Anda menerima pembayaran dari kartu kredit/debit, maka PayPal memberikan beberapa opsi:

(1) Menerima pembayaran dan dikenai sejumlah fee. Besar fee dapat dilihat dengan mengklik link “Fee” di bagian footer setiap halaman PayPal.
(2) Menerima pembayaran tersebut sekaligus meng-upgrade akun menjadi Premier atau Business.
(3) Menolak Pembayaran tersebut.

Tidak itu saja. Anda juga akan dikenai batasan dalam menerima segala jenis pembayaran dari eBay atau tombol-tombol pembayaran PayPal seperti tombol “buy now”, PayPal shopping chart, maupun subscription payment. PayPal bahkan memberlakukan pembatasan transaksi dengan limit sebesar $500 untuk pemegang akun di Amerika Serikat, Kanada, dan Britania Raya (Inggris, Wales, Skotlandia). Saya belum tahu apakah pembatasan ini juga berlaku untuk pemegang akun PayPal di luar ketiga kawasan tersebut. Kalau ada yang sudah tahu tolong bagi-bagi informasinya ya?

Satu hal penting yang harus dicatat adalah, Anda hanya dapat melakukan downgrade sekali saja selama menjadi member PayPal. Bila kemudian Anda meng- upgrade akun lagi setelah melakukan downgrade, maka akun Anda tidak dapat di-downgrade lagi. Bingung? Coba saya buat mudah.

Contohnya saya saja. Dulu saat pertama kali mendaftar saya memilih akun Personal. Namun karena iseng lantas saya upgrade menjadi Premier. Nah, misalnya saya melakukan downgrade dan balik lagi ke akun Personal, PayPal akan mengijinkannya. Namun ketika suatu saat saya berubah pikiran dan meng-upgrade akun saya menjadi Premier kembali, maka saya tidak akan bisa lagi melakukan downgrade (balik lagi menggunakan akun Personal) selamanya. Artinya, saya hanya bisa meng-upgrade ke akun Business atau tetap memakai akun Premier seterusnya.

Bagaimana? Anda yang pernah berniat men-downgrade akun Premier menjadi Personal seperti saya sepertinya harus pikir-pikir panjang lagi deh. Utamanya bila Anda ingin serius mencari duit di internet dengan berjualan produk.

Itu saja. Semoga bermanfaat!.

Saya keliru ketika kemarin mengatakan “tidak mungkin balik lagi ke akun Personal”. Mas Jerry langsung mengkoreksi perkataan saya di kolom komentar. Dan ternyata kita bisa koq melakukan downgrade alias balik lagi ke jenis akun sebelumnya. Dalam kasus ini dari akun Premier atau Business ke Personal. Caranya? Gampang sekali. Cukup masuk ke halaman Help dan kontak customer service atau bagian support PayPal dan bilang kalau kita berniat downgrade.

Hanya saja, seperti saya bilang di posting sebelumnya, kalau Anda memang serius ingin mencari duit di internet rasanya tidak perlu melakukan downgrade. Kenapa? Menggunakan akun Premier PayPal boleh dibilang merupakan syarat untuk serius dalam make money blogging/online money making. Anda tanya kenapa lagi? Ada banyak alasan, dan yang jelas dengan menggunakan akun Personal akan membuat Anda menerima banyak pembatasan (limitation/limit). Contohnya?

Dengan akun Personal, Anda akan dibatasi untuk menerima pembayaran dari kartu kredit/debit, baik jumlah pembayarannya maupun jumlah total uang yang dibayarkan. Ini tentu akan sangat merepotkan jika Anda berniat menjual sesuatu baik di blog, situs ataupun melalui eBay. Jika akun Personal Anda menerima pembayaran dari kartu kredit/debit, maka PayPal memberikan beberapa opsi:

(1) Menerima pembayaran dan dikenai sejumlah fee. Besar fee dapat dilihat dengan mengklik link “Fee” di bagian footer setiap halaman PayPal.
(2) Menerima pembayaran tersebut sekaligus meng-upgrade akun menjadi Premier atau Business.
(3) Menolak Pembayaran tersebut.

Tidak itu saja. Anda juga akan dikenai batasan dalam menerima segala jenis pembayaran dari eBay atau tombol-tombol pembayaran PayPal seperti tombol “buy now”, PayPal shopping chart, maupun subscription payment. PayPal bahkan memberlakukan pembatasan transaksi dengan limit sebesar $500 untuk pemegang akun di Amerika Serikat, Kanada, dan Britania Raya (Inggris, Wales, Skotlandia). Saya belum tahu apakah pembatasan ini juga berlaku untuk pemegang akun PayPal di luar ketiga kawasan tersebut. Kalau ada yang sudah tahu tolong bagi-bagi informasinya ya?

Satu hal penting yang harus dicatat adalah, Anda hanya dapat melakukan downgrade sekali saja selama menjadi member PayPal. Bila kemudian Anda meng- upgrade akun lagi setelah melakukan downgrade, maka akun Anda tidak dapat di-downgrade lagi. Bingung? Coba saya buat mudah.

Contohnya saya saja. Dulu saat pertama kali mendaftar saya memilih akun Personal. Namun karena iseng lantas saya upgrade menjadi Premier. Nah, misalnya saya melakukan downgrade dan balik lagi ke akun Personal, PayPal akan mengijinkannya. Namun ketika suatu saat saya berubah pikiran dan meng-upgrade akun saya menjadi Premier kembali, maka saya tidak akan bisa lagi melakukan downgrade (balik lagi menggunakan akun Personal) selamanya. Artinya, saya hanya bisa meng-upgrade ke akun Business atau tetap memakai akun Premier seterusnya.

Bagaimana? Anda yang pernah berniat men-downgrade akun Premier menjadi Personal seperti saya sepertinya harus pikir-pikir panjang lagi deh. Utamanya bila Anda ingin serius mencari duit di internet dengan berjualan produk.

Itu saja. Semoga bermanfaat!.

13 November 2008

Anda pernah menerima email dari PayPal yang berisi tawaran untuk meng-upgrade akun? Setiap pemegang akun PayPal pasti pernah menerimanya. Email seperti itulah yang beberapa bulan lalu menggoda saya untuk meng-upgrade akun dari Personal menjadi Premier. Seperti yang saya bilang di posting sebelumnya, alasan saya waktu itu hanya ingin tahu apa sih perbedaan akun Personal dengan Premier. Ternyata…

Haruskah kita meng-upgrade akun dari Personal menjadi Premier atau Business? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut Anda terlebih dulu harus menjawab pertanyaan yang ini: “Untuk apakah Anda memiliki akun PayPal?” Setelah menentukan tujuan dari kepemilikan akun PayPal, barulah kita dapat mempertimbangkan untuk meng-upgrade akun atau tidak. Daripada menyesal di kemudian hari, bukankah lebih baik dipikir-pikir dulu sekarang?

Btw, apa sih perbedaan antara akun Personal, Premier atau Business? Banyak. Dan yang jelas masing-masing jenis akun memiliki kelebihan dan kekurangan, semuanya tergantung pada tujuan awal Anda menggunakan PayPal. Secara garis besar, berikut saya sajikan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis akun PayPal. Eh, tapi ini hanya yang Personal sama Premiere saja lho, soalnya yang Business saya juga masih belum tahu. Kalau ada di antara teman-teman yang paham mengenai masalah ini silakan tambahkan di kolom komentar. Atau rasanya bakal lebih baik kalau dituliskan dalam satu artikel dan saya posting di blog ini sebagai guest blogger.

Btw, silakan disimak kelebihan dan kekurangan akun Personal dan Premier di bawah ini jika Anda sedang mempertimbangkan untuk meng-upgrade akun.

Akun Personal
Plus: Anda tidak dikenai biaya sepeserpun saat menerima uang dari manapun.
Minus: Anda akan dikenai biaya saat menerima pembayaran dari kartu kredit atau kartu debit, dan itupun dibatasi. Di mana Anda hanya boleh menerima pembayaran dari kartu kredit/debit sebanyak 5 kali dalam waktu setahun. Plus, Anda juga dibatasi hanya boleh menerima pembayaran sejumlah total $500/bulan dari eBay, tool pembayaran PayPal (Buy Now, shopping chart, dll).
Kesimpulan: akun Personal tidak cocok bagi Anda yang hendak menjalankan bisnis online. Ingat, saya bilang bisnis online lho! Bedakan dengan program online earning seperti paid review atau text link ads. Tapi kalau hanya untuk menerima bonus atau komisi dari program-program online earning yang nilainya belum seberapa, rasanya akun Personal sudah cukup bagi Anda.

Akun Premier
Plus: Anda dapat melakukan penarikan dana tanpa batas. Anda juga dapat menerima pembayaran dari kartu kredit/debit tanpa batas dengan biaya jauh lebih kecil dibandingkan biaya yang dikenakan pada akun Personal.
Minus: Anda akan dikenai potongan saat menerima uang dari manapun.
Kesimpulan: Akun Premier sangat cocok bagi Anda yang menjalankan bisnis online dan sering melakukan transaksi penerimaan uang dalam jumlah besar dari kartu kredit/debit.

Bagaimana? Rasanya sudah cukup jelas ya perbedaan antara akun Personal dan Premier/Business. Kuncinya, kalau Anda sering menerima pembayaran dengan kartu kredit/debit dan dalam jumlah besar, segeralah upgrade akun PayPal Anda menjadi Premier atau Business sekalian. Tapi kalau hanya untuk menerima uang yang jumlahnya tidak terlalu besar plus jarang-jarang, akun Personal lebih dari cukup koq. Mudah, bukan?

Akhirnya, mudah-mudahan artikel sederhana ini dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan untuk meng-upgrade atau tetap memakai akun Personal. Bagi Anda yang sudah lebih dulu paham, bagi-bagi ilmunya dong...

Anda pernah menerima email dari PayPal yang berisi tawaran untuk meng-upgrade akun? Setiap pemegang akun PayPal pasti pernah menerimanya. Email seperti itulah yang beberapa bulan lalu menggoda saya untuk meng-upgrade akun dari Personal menjadi Premier. Seperti yang saya bilang di posting sebelumnya, alasan saya waktu itu hanya ingin tahu apa sih perbedaan akun Personal dengan Premier. Ternyata…

Haruskah kita meng-upgrade akun dari Personal menjadi Premier atau Business? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut Anda terlebih dulu harus menjawab pertanyaan yang ini: “Untuk apakah Anda memiliki akun PayPal?” Setelah menentukan tujuan dari kepemilikan akun PayPal, barulah kita dapat mempertimbangkan untuk meng-upgrade akun atau tidak. Daripada menyesal di kemudian hari, bukankah lebih baik dipikir-pikir dulu sekarang?

Btw, apa sih perbedaan antara akun Personal, Premier atau Business? Banyak. Dan yang jelas masing-masing jenis akun memiliki kelebihan dan kekurangan, semuanya tergantung pada tujuan awal Anda menggunakan PayPal. Secara garis besar, berikut saya sajikan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis akun PayPal. Eh, tapi ini hanya yang Personal sama Premiere saja lho, soalnya yang Business saya juga masih belum tahu. Kalau ada di antara teman-teman yang paham mengenai masalah ini silakan tambahkan di kolom komentar. Atau rasanya bakal lebih baik kalau dituliskan dalam satu artikel dan saya posting di blog ini sebagai guest blogger.

Btw, silakan disimak kelebihan dan kekurangan akun Personal dan Premier di bawah ini jika Anda sedang mempertimbangkan untuk meng-upgrade akun.

Akun Personal
Plus: Anda tidak dikenai biaya sepeserpun saat menerima uang dari manapun.
Minus: Anda akan dikenai biaya saat menerima pembayaran dari kartu kredit atau kartu debit, dan itupun dibatasi. Di mana Anda hanya boleh menerima pembayaran dari kartu kredit/debit sebanyak 5 kali dalam waktu setahun. Plus, Anda juga dibatasi hanya boleh menerima pembayaran sejumlah total $500/bulan dari eBay, tool pembayaran PayPal (Buy Now, shopping chart, dll).
Kesimpulan: akun Personal tidak cocok bagi Anda yang hendak menjalankan bisnis online. Ingat, saya bilang bisnis online lho! Bedakan dengan program online earning seperti paid review atau text link ads. Tapi kalau hanya untuk menerima bonus atau komisi dari program-program online earning yang nilainya belum seberapa, rasanya akun Personal sudah cukup bagi Anda.

Akun Premier
Plus: Anda dapat melakukan penarikan dana tanpa batas. Anda juga dapat menerima pembayaran dari kartu kredit/debit tanpa batas dengan biaya jauh lebih kecil dibandingkan biaya yang dikenakan pada akun Personal.
Minus: Anda akan dikenai potongan saat menerima uang dari manapun.
Kesimpulan: Akun Premier sangat cocok bagi Anda yang menjalankan bisnis online dan sering melakukan transaksi penerimaan uang dalam jumlah besar dari kartu kredit/debit.

Bagaimana? Rasanya sudah cukup jelas ya perbedaan antara akun Personal dan Premier/Business. Kuncinya, kalau Anda sering menerima pembayaran dengan kartu kredit/debit dan dalam jumlah besar, segeralah upgrade akun PayPal Anda menjadi Premier atau Business sekalian. Tapi kalau hanya untuk menerima uang yang jumlahnya tidak terlalu besar plus jarang-jarang, akun Personal lebih dari cukup koq. Mudah, bukan?

Akhirnya, mudah-mudahan artikel sederhana ini dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan untuk meng-upgrade atau tetap memakai akun Personal. Bagi Anda yang sudah lebih dulu paham, bagi-bagi ilmunya dong...

11 November 2008

Sebagai pemilik akun PayPal, saya tahu kalau PayPal menyediakan 3 jenis akun: Personal, Premier, dan Business. Tapi, jujur saja, pada waktu pertama kali mendaftar dulu saya tidak paham apa perbedaan antara ketiga jenis akun tersebut. Saat membuat akun PayPal, saya memilih akun Personal karena mengikuti saran beberapa master, di antaranya tentu saja termasuk Mas Cosa Aranda.

Beberapa bulan kemudian saya memutuskan untuk meng-upgrade akun PayPal menjadi Premier. Alasan saya meng-upgrade akun pada waktu itu semata-mata karena ingin tahu perbedaan antara akun Personal dan Premier. Gak penting banget kan? Hehehe… Akibatnya, ketika beberapa kali dikenai potongan saat menerima pembayaran saya jadi bingung. Koq uang saya dipotong? Apalagi potongannya lumayan besar bila dibandingkan dengan nominal uang yang saya terima.

Contohnya waktu saya menerima pembayaran space iklan di sidebar blog ini. Pemasang iklan membayar $9, namun nominal bersih yang saya terima hanyalah $8,39 karena ada potongan sebesar $0,61. Lalu ketika ada pemasang iklan yang mentransfer sebanyak $12, saya hanya menerima $11,29 karena dikenai potongan sebesar $0,71. Sialnya lagi, meskipun yang diterima kecil potongannya juga tetap ada. Saya pernah mengalami hal ini saat menerima transferan sebesar $3. Potongannya $0,40 sehingga saya hanya menerima bersih sebanyak $2,60.

Anda boleh bilang nilai potongan itu kecil, tapi lama-lama kan bisa menjadi bukit juga? Bayangkan kalau setiap hari Anda menerima kiriman uang, saya yakin total jumlah potongannya dalam sebulan cukup untuk membeli 2-3 domain PR3. Lumayan juga kan?

Nah, kembali ke pertanyaan tadi, kenapa koq uang saya dipotong pada saat menerima pembayaran lewat PayPal? Setelah googling dan membaca di sana-sini, termasuk juga mengulik aturan main di PayPal, saya baru mengerti kalau inilah konsekuensi dari upgrade akun yang saya lakukan dulu. Jadi, sebagai pemilik akun Premier saya akan dikenai potongan setiap menerima pembayaran. Berbeda dengan pemegang akun Personal yang tidak dikenai biaya sesenpun saat menerima dana dari manapun juga.

Menyesal? Sempat juga sih timbul rasa menyesal karena sudah meng-upgrade ke akun Premier. Tapi berhubung tidak mungkin balik lagi ke akun Personal, ya dinikmati sajalah! Toh, masing-masing akun memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang jelas, kalau memang ingin serius berburu dolar di internet, memiliki akun Premier di PayPal adalah sebuah keharusan. Anda tanya kenapa? Kita bahas lebih detil di posting selanjutnya saja ya? Soalnya kalau mau dibahas sekarang juga bakalan panjang sekali posting ini. Setuju..?

Semoga bermanfaat.

Sebagai pemilik akun PayPal, saya tahu kalau PayPal menyediakan 3 jenis akun: Personal, Premier, dan Business. Tapi, jujur saja, pada waktu pertama kali mendaftar dulu saya tidak paham apa perbedaan antara ketiga jenis akun tersebut. Saat membuat akun PayPal, saya memilih akun Personal karena mengikuti saran beberapa master, di antaranya tentu saja termasuk Mas Cosa Aranda.

Beberapa bulan kemudian saya memutuskan untuk meng-upgrade akun PayPal menjadi Premier. Alasan saya meng-upgrade akun pada waktu itu semata-mata karena ingin tahu perbedaan antara akun Personal dan Premier. Gak penting banget kan? Hehehe… Akibatnya, ketika beberapa kali dikenai potongan saat menerima pembayaran saya jadi bingung. Koq uang saya dipotong? Apalagi potongannya lumayan besar bila dibandingkan dengan nominal uang yang saya terima.

Contohnya waktu saya menerima pembayaran space iklan di sidebar blog ini. Pemasang iklan membayar $9, namun nominal bersih yang saya terima hanyalah $8,39 karena ada potongan sebesar $0,61. Lalu ketika ada pemasang iklan yang mentransfer sebanyak $12, saya hanya menerima $11,29 karena dikenai potongan sebesar $0,71. Sialnya lagi, meskipun yang diterima kecil potongannya juga tetap ada. Saya pernah mengalami hal ini saat menerima transferan sebesar $3. Potongannya $0,40 sehingga saya hanya menerima bersih sebanyak $2,60.

Anda boleh bilang nilai potongan itu kecil, tapi lama-lama kan bisa menjadi bukit juga? Bayangkan kalau setiap hari Anda menerima kiriman uang, saya yakin total jumlah potongannya dalam sebulan cukup untuk membeli 2-3 domain PR3. Lumayan juga kan?

Nah, kembali ke pertanyaan tadi, kenapa koq uang saya dipotong pada saat menerima pembayaran lewat PayPal? Setelah googling dan membaca di sana-sini, termasuk juga mengulik aturan main di PayPal, saya baru mengerti kalau inilah konsekuensi dari upgrade akun yang saya lakukan dulu. Jadi, sebagai pemilik akun Premier saya akan dikenai potongan setiap menerima pembayaran. Berbeda dengan pemegang akun Personal yang tidak dikenai biaya sesenpun saat menerima dana dari manapun juga.

Menyesal? Sempat juga sih timbul rasa menyesal karena sudah meng-upgrade ke akun Premier. Tapi berhubung tidak mungkin balik lagi ke akun Personal, ya dinikmati sajalah! Toh, masing-masing akun memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang jelas, kalau memang ingin serius berburu dolar di internet, memiliki akun Premier di PayPal adalah sebuah keharusan. Anda tanya kenapa? Kita bahas lebih detil di posting selanjutnya saja ya? Soalnya kalau mau dibahas sekarang juga bakalan panjang sekali posting ini. Setuju..?

Semoga bermanfaat.

07 November 2008

Barack Obama akhirnya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat periode 2008-2012. Meski sudah diprediksi banyak pengamat sebelumnya, kemenangan Obama tetap saja mengagetkan. Tidak tanggung-tanggung, Obama menang telak dengan perolehan 349 electoral vote (EV). John McCain yang jadi pesaing Obama hanya mampu mengumpulkan sebanyak 159 EV. Kemenangan ini menjadikan Barack Obama sebagai presiden kulit hitam pertama AS.

Apa kunci kemenangan Barack Obama? Anda yang mengaku blogger patut berbangga hati, karena ternyata internet berperan besar bagi kemenangan Obama. Ya, ampuhnya kekuatan internet mampu dimaksimalkan dengan baik oleh tim sukses Obama. Selain untuk mendekatkan capresnya pada calon pemilih, tim sukses Obama juga meraup banyak sekali dana kampanye lewat internet.

Memaksimalkan internet merupakan strategi cerdas yang dilakukan tim sukses Obama. Pasalnya, menurut data InternetWorldStats.com 218,3 juta penduduk AS adalah pengguna internet. Angka ini sama dengan 71,9% dari total populasi AS yang sebanyak 303,8 juta jiwa. Jangan lupa, internet adalah bagian penting bagi masyarakat AS. Dan menguasai internet memang terbukti menguntungkan Obama dan sangat mempengaruhi kemenangannya pada 4 November kemarin.

Banyak situs dibangun oleh tim sukses Obama, antara lain blog pribadi Obama yang beralamat di BarackObama.com. Khusus untuk penggalangan dana, dibuatlah ObamaDonations.com. Dari situs donasi tersebut Obama memang hanya memperoleh sumbangan sebesar $5/orang, tapi jumlah penyumbangnya jutaan. Jadi jangan heran kalau capres keturunan Kenya ini mampu mengungguli perolehan dana Hillary Clinton yang jauh lebih populer. Jangan heran pula kalau ia juga unggul atas John McCain yang jauh lebih senior dan berpengalaman.

Selain membuat situs sendiri, tim sukses Obama juga memanfaatkan situs jejaring sosial dengan membuat account di Facebook, MySpace, LinkedIn, Friendster, YouTube, dan Twitter. Kemunculan Obama di jejaring sosial boleh dibilang untuk merebut simpati kaum muda AS mengingat sebagian besar pengguna situs jejaring sosial adalah kaum muda. Kebetulan pula Obama masih tergolong muda, baru 47 tahun. Berbeda dengan McCain yang sudah uzur, 72 tahun, sehingga kurang diminati.

Obama memiliki lebih dari 1,7 juta teman di Facebook sampai akhir Oktober lalu, beberapa di antaranya orang Indonesia. Di MySpace Obama punya 510 ribu teman, dan di Twitter ia berhasil mengumpulkan 45 ribu pengikut. Melalui situs-situs jejaring sosial inilah tim sukses Obama menginformasikan segala kegiatan Obama selama masa kampanye. Terjalinlah komunikasi tanpa batas antara Obama dan pendukungnya. Hal ini menciptakan ikatan emosi yang lebih dalam lagi dan tentunya membuat pemilih semakin mantap memilih Barack Obama.

Kalau politisi Indonesia harus banyak belajar dari sikap gentle John McCain yang mengakui kekalahannya dan menyatakan siap membantu Obama dalam menjalankan roda pemerintahan, maka kita blogger Indonesia mesti belajar banyak tentang kekuatan internet. Di era digital ini internet memegang peranan vital. Menguasai internet sama dengan menguasai dunia. So, ayo kita terus belajar dan memperdalam pengetahuan seputar internet!

Semoga bermanfaat!

Barack Obama akhirnya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat periode 2008-2012. Meski sudah diprediksi banyak pengamat sebelumnya, kemenangan Obama tetap saja mengagetkan. Tidak tanggung-tanggung, Obama menang telak dengan perolehan 349 electoral vote (EV). John McCain yang jadi pesaing Obama hanya mampu mengumpulkan sebanyak 159 EV. Kemenangan ini menjadikan Barack Obama sebagai presiden kulit hitam pertama AS.

Apa kunci kemenangan Barack Obama? Anda yang mengaku blogger patut berbangga hati, karena ternyata internet berperan besar bagi kemenangan Obama. Ya, ampuhnya kekuatan internet mampu dimaksimalkan dengan baik oleh tim sukses Obama. Selain untuk mendekatkan capresnya pada calon pemilih, tim sukses Obama juga meraup banyak sekali dana kampanye lewat internet.

Memaksimalkan internet merupakan strategi cerdas yang dilakukan tim sukses Obama. Pasalnya, menurut data InternetWorldStats.com 218,3 juta penduduk AS adalah pengguna internet. Angka ini sama dengan 71,9% dari total populasi AS yang sebanyak 303,8 juta jiwa. Jangan lupa, internet adalah bagian penting bagi masyarakat AS. Dan menguasai internet memang terbukti menguntungkan Obama dan sangat mempengaruhi kemenangannya pada 4 November kemarin.

Banyak situs dibangun oleh tim sukses Obama, antara lain blog pribadi Obama yang beralamat di BarackObama.com. Khusus untuk penggalangan dana, dibuatlah ObamaDonations.com. Dari situs donasi tersebut Obama memang hanya memperoleh sumbangan sebesar $5/orang, tapi jumlah penyumbangnya jutaan. Jadi jangan heran kalau capres keturunan Kenya ini mampu mengungguli perolehan dana Hillary Clinton yang jauh lebih populer. Jangan heran pula kalau ia juga unggul atas John McCain yang jauh lebih senior dan berpengalaman.

Selain membuat situs sendiri, tim sukses Obama juga memanfaatkan situs jejaring sosial dengan membuat account di Facebook, MySpace, LinkedIn, Friendster, YouTube, dan Twitter. Kemunculan Obama di jejaring sosial boleh dibilang untuk merebut simpati kaum muda AS mengingat sebagian besar pengguna situs jejaring sosial adalah kaum muda. Kebetulan pula Obama masih tergolong muda, baru 47 tahun. Berbeda dengan McCain yang sudah uzur, 72 tahun, sehingga kurang diminati.

Obama memiliki lebih dari 1,7 juta teman di Facebook sampai akhir Oktober lalu, beberapa di antaranya orang Indonesia. Di MySpace Obama punya 510 ribu teman, dan di Twitter ia berhasil mengumpulkan 45 ribu pengikut. Melalui situs-situs jejaring sosial inilah tim sukses Obama menginformasikan segala kegiatan Obama selama masa kampanye. Terjalinlah komunikasi tanpa batas antara Obama dan pendukungnya. Hal ini menciptakan ikatan emosi yang lebih dalam lagi dan tentunya membuat pemilih semakin mantap memilih Barack Obama.

Kalau politisi Indonesia harus banyak belajar dari sikap gentle John McCain yang mengakui kekalahannya dan menyatakan siap membantu Obama dalam menjalankan roda pemerintahan, maka kita blogger Indonesia mesti belajar banyak tentang kekuatan internet. Di era digital ini internet memegang peranan vital. Menguasai internet sama dengan menguasai dunia. So, ayo kita terus belajar dan memperdalam pengetahuan seputar internet!

Semoga bermanfaat!

03 November 2008

Masih banyak blogger pemegang account PayPal yang belum bisa melakukan verifikasi. Persoalannya rata-rata sama, mereka tidak mau membuat kartu kredit dengan berbagai alasan. Tapi mereka juga tidak mau account PayPal-nya terus-terusan unverified. Apa solusinya? Ada dua pilihan yang dapat diambil kalau tidak mau membuat kartu kredit. Pertama menggunakan kartu debit Payoneer, dan kedua menggunakan kartu kredit virtual alias virtual credit card (VCC).

Dulu sempat beredar isu bahwa melakukan verifikasi PayPal dengan Payoneer sangat mudah. Cukup pesan kartunya, terus setelah kartu itu datang dapat langsung digunakan untuk melakukan verifikasi. Nyatanya? Bohong besar! Saya tidak tahu dari mana informasi menyesatkan ini pertama kali muncul, namun beberapa blogger ternama yang dikenal sebagai jagonya paid review sempat memposting informasi menyesatkan ini. Atau jangan-jangan Anda salah satu di antara blogger yang saya maksud? Peace…

Sedikit tentang kartu debit Payoneer pernah saya bahas sebelumnya, termasuk juga biaya-biayanya yang bagi saya cukup tinggi. Kalau Anda baru mulai mendapat penghasilan yang jumlahnya tidak seberapa dan belum stabil, saya sangat tidak menyarankan penggunaan kartu ini. Bayangkan saja, pertama-tama Anda harus membayar $10 kurang sedikit untuk mengaktifkan kartu. Lalu setiap bulan uang Anda akan dipotong lagi sebesar $3 untuk biaya administrasi. Anda bilang sedikit? Coba hitung lagi!

$3 sebulan sama dengan $36 setahun. Dikalikan kurs paling rendah sebesar Rp 9000 saja angka itu setara dengan Rp 324.000. Kalau mau dikalikan dengan kurs saat ini jelas bakal jadi lebih mahal lagi. Bandingkan dengan iuran tahunan kartu kredit yang paling mahal hanya sekitar Rp 150.000/tahun (untuk jenis silver atau yang limitnya paling rendah). Belum lagi biaya transaksi penarikan tunai di ATM berlogo MasterCard yang juga lumayan tinggi. $2.15/transaksi kalau sukses, dan $0.90/transaksi kalau gagal. Wow!

Bagaimana dengan VCC? Saya rasa ini adalah solusi paling masuk akal untuk mem-verifikasi account PayPal Anda. Kenapa? Meskipun hanya kartu virtual, namun Anda dapat menggunakannya seperti kartu kredit lain. Cara kerjanya cukup simpel. Pertama-tama Anda beli dulu VCC pada penjualnya (seperti Paman Gober). Namanya saja kartu virtual, jangan harap Anda akan memperoleh sebuah kartu plastik seperti kartu kredit pada umumnya. Penjual VCC hanya akan memberikan informasi berupa 16 digit angka yang merupakan nomor kartu, jenis kartu (Visa atau MasterCard), 3 digit nomor, dan tanggal kadaluarsa kartu. Semua informasi inilah yang harus Anda masukkan saat melakukan verifikasi di PayPal.

Biayanya? Jauh lebih murah dibanding kartu debit Payoneer maupun kartu kredit, karena Anda hanya mengeluarkan uang untuk membeli VCC-nya saja. Setelah itu tidak ada lagi biaya-biaya lain. Berapa harganya? Tergantung di mana Anda membelinya. Kalau Anda membelinya dari Paman Gober aka Putra Eka, maka biaya yang mesti Anda keluarkan cukup $6.5/VCC. Berhubung Paman Gober yang ini tidak pelit, Anda juga berkesempatan memperoleh banyak hadiah seperti uang $20, domain .com gratis, domain PR2 gratis hosting gratis, spot iklan gratis di blognya, dan masih banyak lagi. Koq bisa? Bisa saja, asal Anda menang dalam kontes review yang sedang diadakannya. Hehehe, maksa banget gak sih posting satu ini?

Masih banyak blogger pemegang account PayPal yang belum bisa melakukan verifikasi. Persoalannya rata-rata sama, mereka tidak mau membuat kartu kredit dengan berbagai alasan. Tapi mereka juga tidak mau account PayPal-nya terus-terusan unverified. Apa solusinya? Ada dua pilihan yang dapat diambil kalau tidak mau membuat kartu kredit. Pertama menggunakan kartu debit Payoneer, dan kedua menggunakan kartu kredit virtual alias virtual credit card (VCC).

Dulu sempat beredar isu bahwa melakukan verifikasi PayPal dengan Payoneer sangat mudah. Cukup pesan kartunya, terus setelah kartu itu datang dapat langsung digunakan untuk melakukan verifikasi. Nyatanya? Bohong besar! Saya tidak tahu dari mana informasi menyesatkan ini pertama kali muncul, namun beberapa blogger ternama yang dikenal sebagai jagonya paid review sempat memposting informasi menyesatkan ini. Atau jangan-jangan Anda salah satu di antara blogger yang saya maksud? Peace…

Sedikit tentang kartu debit Payoneer pernah saya bahas sebelumnya, termasuk juga biaya-biayanya yang bagi saya cukup tinggi. Kalau Anda baru mulai mendapat penghasilan yang jumlahnya tidak seberapa dan belum stabil, saya sangat tidak menyarankan penggunaan kartu ini. Bayangkan saja, pertama-tama Anda harus membayar $10 kurang sedikit untuk mengaktifkan kartu. Lalu setiap bulan uang Anda akan dipotong lagi sebesar $3 untuk biaya administrasi. Anda bilang sedikit? Coba hitung lagi!

$3 sebulan sama dengan $36 setahun. Dikalikan kurs paling rendah sebesar Rp 9000 saja angka itu setara dengan Rp 324.000. Kalau mau dikalikan dengan kurs saat ini jelas bakal jadi lebih mahal lagi. Bandingkan dengan iuran tahunan kartu kredit yang paling mahal hanya sekitar Rp 150.000/tahun (untuk jenis silver atau yang limitnya paling rendah). Belum lagi biaya transaksi penarikan tunai di ATM berlogo MasterCard yang juga lumayan tinggi. $2.15/transaksi kalau sukses, dan $0.90/transaksi kalau gagal. Wow!

Bagaimana dengan VCC? Saya rasa ini adalah solusi paling masuk akal untuk mem-verifikasi account PayPal Anda. Kenapa? Meskipun hanya kartu virtual, namun Anda dapat menggunakannya seperti kartu kredit lain. Cara kerjanya cukup simpel. Pertama-tama Anda beli dulu VCC pada penjualnya (seperti Paman Gober). Namanya saja kartu virtual, jangan harap Anda akan memperoleh sebuah kartu plastik seperti kartu kredit pada umumnya. Penjual VCC hanya akan memberikan informasi berupa 16 digit angka yang merupakan nomor kartu, jenis kartu (Visa atau MasterCard), 3 digit nomor, dan tanggal kadaluarsa kartu. Semua informasi inilah yang harus Anda masukkan saat melakukan verifikasi di PayPal.

Biayanya? Jauh lebih murah dibanding kartu debit Payoneer maupun kartu kredit, karena Anda hanya mengeluarkan uang untuk membeli VCC-nya saja. Setelah itu tidak ada lagi biaya-biaya lain. Berapa harganya? Tergantung di mana Anda membelinya. Kalau Anda membelinya dari Paman Gober aka Putra Eka, maka biaya yang mesti Anda keluarkan cukup $6.5/VCC. Berhubung Paman Gober yang ini tidak pelit, Anda juga berkesempatan memperoleh banyak hadiah seperti uang $20, domain .com gratis, domain PR2 gratis hosting gratis, spot iklan gratis di blognya, dan masih banyak lagi. Koq bisa? Bisa saja, asal Anda menang dalam kontes review yang sedang diadakannya. Hehehe, maksa banget gak sih posting satu ini?

01 November 2008

Ada satu kejadian menarik sewaktu saya sedang merencanakan ebook Panduan SponsoredReviews. Waktu itu saya sudah menyusun draft ebook tersebut di MS Word. Sudah tergarap sekitar 50%. Namanya juga ebook panduan, maka ada banyak screenshot di dalamnya. Nah, kejadian menarik ini berkaitan dengan screenshot halaman bidding di SponsoredReviews. Sudah selesai saya tulis semua panduan tentang cara mem-bid sebuah opportunity dilengkapi screenshot pendukung, eh tampilan halaman tersebut diubah oleh SponsoredReviews.

Setelah ebook tersebut disebarkan di blogosphere, ternyata juga terjadi beberapa perubahan tampilan di halaman tersebut. Sebenarnya tidak begitu mengganggu, namun saya merasa kurang sreg kalau ebook tersebut tidak up to date alias tidak mengikuti perkembangan jaman. Meskipun gratisan, bukan berarti support-nya asal-asalan kan? Saya tidak mau kalah dengan ebook berbayar yang terus di-revisi setiap ada perkembangan dan perubahan. Nah, karena itulah saya berencana merevisi ebook tersebut.

Selain screenshot baru untuk penjelasan mengenai proses bidding, ada beberapa hal lain yang mau saya ubah. Terutama bagian 8 (Blog Rekomendasi Saya) yang akan saya ubah menjadi “Tips dan Trik”, dan halaman biodata (banyak yang protes sih lihat fotonya :D ). Nah, untuk mengganti bagian 8 itu saya berencana mengajak rekan-rekan lain terlibat dalam proses revisi ini. Caranya? Kalau Anda punya tips dan trik untuk meningkatkan penghasilan di SponsoredReviews, silakan kirimkan ke saya. Tips/trik Anda akan saya muat di bagian 8. Anda berminat membantu saya?

Imbalannya apa nih? Kan harus take and give? Oke, tentu saja Anda juga akan mendapatkan benefit. Di bawah artikel Anda akan saya cantumkan informasi mengenai Anda, alamat blog/situs Anda, termasuk juga alamat URL artikel jika artikel tersebut pernah Anda publikasikan di blog. Artinya, Anda akan berpeluang memperoleh tambahan trafik dari pembaca ebook ini. Sampai dengan posting ini dibuat, berdasarkan data di Ziddu ebook Panduan SponsoredReviews sudah di-download sebanyak 530 kali. Padahal yang membagikan ebook ini tidak hanya saya. Jadi, bisa jadi angka pembaca ebook ini jauh lebih besar lagi.

Oya, saya juga membutuhkan beberapa testimoni dari rekan-rekan yang sudah membaca ebook Panduan SponsoredReviews untuk Pemula. Testimoni yang saya cari tentu saja seputar ebook ini. Apa manfaat yang Anda peroleh setelah membacanya, seberapa membantu ebook ini dalam proses pendaftaran dan atau menjalankan program SponsoredReviews, atau kesan-kesan Anda terhadap ebook ini. Testimoni ditulis dalam 1-3 kalimat pendek. Imbalannya? Di bawah testimoni akan saya cantumkan nama dan alamat blog Anda. Asyik kan?

Kalau Anda tertarik, silakan kirim artikel berisi tips/trik atau testimoni melalui halaman ini atau bisa juga lewat email ke eko[dot]nurhuda[at]gmail[dot]com. Tulis “Tips dan Trik” di subjek untuk kiriman artikel berisi tips/trik, dan “Testimoni” untuk kiriman testimoni. Saya membutuhkan maksimal 10 tips/trik dan 20 testimoni. Kriteria pemuatannya bagaimana? Untuk testimoni, siapa cepat dia dimuat. Jadi bila saya sudah mendapatkan 20 testimoni, pengirim ke-21 dst. tidak akan saya muat. Untuk tips/trik, terus terang saja saya akan lebih memprioritaskan tips/trik yang pernah dipublikasikan. Bila ada dua kiriman berisi tips/trik yang sama, maka yang akan dimuat adalah yang lebih dulu dipublikasikan.

Itu saja? Kayanya koq ada yang kurang ya? Oke, sebagai tambahan akan saya berikan hadiah lain. Apa itu? Uang sebesar $15 plus 1 kaos EkoNurhuda.com bagi 1 pengirim artikel tips/trik yang beruntung, dan masing-masing $7.5 plus kaos EkoNurhuda.com juga bagi 2 pengirim testimoni yang beruntung. Siapa yang berhak menerima hadiah akan saya undi. Hadiah uang dikirim lewat PayPal, sementara kaos silakan ambil sendiri di kos saya. Hehehe… Becanda ding. Kaosnya akan saya kirim ke alamat Anda koq.

Itu saja. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan yang bersedia membantu saya mewujudkan rencana revisi ini.

Catatan:Siapa yng berhak memperoleh hadiah akan saya umumkan saat ulang tahun blog ini yang ke-1, yakni tanggal 1 Januari 2009.

Ada satu kejadian menarik sewaktu saya sedang merencanakan ebook Panduan SponsoredReviews. Waktu itu saya sudah menyusun draft ebook tersebut di MS Word. Sudah tergarap sekitar 50%. Namanya juga ebook panduan, maka ada banyak screenshot di dalamnya. Nah, kejadian menarik ini berkaitan dengan screenshot halaman bidding di SponsoredReviews. Sudah selesai saya tulis semua panduan tentang cara mem-bid sebuah opportunity dilengkapi screenshot pendukung, eh tampilan halaman tersebut diubah oleh SponsoredReviews.

Setelah ebook tersebut disebarkan di blogosphere, ternyata juga terjadi beberapa perubahan tampilan di halaman tersebut. Sebenarnya tidak begitu mengganggu, namun saya merasa kurang sreg kalau ebook tersebut tidak up to date alias tidak mengikuti perkembangan jaman. Meskipun gratisan, bukan berarti support-nya asal-asalan kan? Saya tidak mau kalah dengan ebook berbayar yang terus di-revisi setiap ada perkembangan dan perubahan. Nah, karena itulah saya berencana merevisi ebook tersebut.

Selain screenshot baru untuk penjelasan mengenai proses bidding, ada beberapa hal lain yang mau saya ubah. Terutama bagian 8 (Blog Rekomendasi Saya) yang akan saya ubah menjadi “Tips dan Trik”, dan halaman biodata (banyak yang protes sih lihat fotonya :D ). Nah, untuk mengganti bagian 8 itu saya berencana mengajak rekan-rekan lain terlibat dalam proses revisi ini. Caranya? Kalau Anda punya tips dan trik untuk meningkatkan penghasilan di SponsoredReviews, silakan kirimkan ke saya. Tips/trik Anda akan saya muat di bagian 8. Anda berminat membantu saya?

Imbalannya apa nih? Kan harus take and give? Oke, tentu saja Anda juga akan mendapatkan benefit. Di bawah artikel Anda akan saya cantumkan informasi mengenai Anda, alamat blog/situs Anda, termasuk juga alamat URL artikel jika artikel tersebut pernah Anda publikasikan di blog. Artinya, Anda akan berpeluang memperoleh tambahan trafik dari pembaca ebook ini. Sampai dengan posting ini dibuat, berdasarkan data di Ziddu ebook Panduan SponsoredReviews sudah di-download sebanyak 530 kali. Padahal yang membagikan ebook ini tidak hanya saya. Jadi, bisa jadi angka pembaca ebook ini jauh lebih besar lagi.

Oya, saya juga membutuhkan beberapa testimoni dari rekan-rekan yang sudah membaca ebook Panduan SponsoredReviews untuk Pemula. Testimoni yang saya cari tentu saja seputar ebook ini. Apa manfaat yang Anda peroleh setelah membacanya, seberapa membantu ebook ini dalam proses pendaftaran dan atau menjalankan program SponsoredReviews, atau kesan-kesan Anda terhadap ebook ini. Testimoni ditulis dalam 1-3 kalimat pendek. Imbalannya? Di bawah testimoni akan saya cantumkan nama dan alamat blog Anda. Asyik kan?

Kalau Anda tertarik, silakan kirim artikel berisi tips/trik atau testimoni melalui halaman ini atau bisa juga lewat email ke eko[dot]nurhuda[at]gmail[dot]com. Tulis “Tips dan Trik” di subjek untuk kiriman artikel berisi tips/trik, dan “Testimoni” untuk kiriman testimoni. Saya membutuhkan maksimal 10 tips/trik dan 20 testimoni. Kriteria pemuatannya bagaimana? Untuk testimoni, siapa cepat dia dimuat. Jadi bila saya sudah mendapatkan 20 testimoni, pengirim ke-21 dst. tidak akan saya muat. Untuk tips/trik, terus terang saja saya akan lebih memprioritaskan tips/trik yang pernah dipublikasikan. Bila ada dua kiriman berisi tips/trik yang sama, maka yang akan dimuat adalah yang lebih dulu dipublikasikan.

Itu saja? Kayanya koq ada yang kurang ya? Oke, sebagai tambahan akan saya berikan hadiah lain. Apa itu? Uang sebesar $15 plus 1 kaos EkoNurhuda.com bagi 1 pengirim artikel tips/trik yang beruntung, dan masing-masing $7.5 plus kaos EkoNurhuda.com juga bagi 2 pengirim testimoni yang beruntung. Siapa yang berhak menerima hadiah akan saya undi. Hadiah uang dikirim lewat PayPal, sementara kaos silakan ambil sendiri di kos saya. Hehehe… Becanda ding. Kaosnya akan saya kirim ke alamat Anda koq.

Itu saja. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan yang bersedia membantu saya mewujudkan rencana revisi ini.

Catatan:Siapa yng berhak memperoleh hadiah akan saya umumkan saat ulang tahun blog ini yang ke-1, yakni tanggal 1 Januari 2009.