Selamat datang di ...

30 Maret 2008

Anda pernah dengan istilah guest blogging? Secara mudah istilah ini dapat dijelaskan seperti ini: seorang blogger mengundang blogger lain untuk turut mengisi blognya. Isi artikel terserah si blogger tamu yang diundang oleh si pemilik blog. Tapi biasanya antara blogger pengundang dan yang diundang memiliki kesamaan tema blog. Jadi pembaca masing-masing blog tidak kaget sewaktu membaca posting hasil karya blogger tamu undangan si pemilik blog. Kalau misalnya yang mengundang punya blog tentang blogging sementara rekan yang diundang punya blog tentang mancing, ya tentu saja gak bakalan nyambung.

Sepanjang sepengetahuan saya, Mr. John Chow adalah blogger yang sering mengundang rekan-rekannya sesama blogger untuk turut menulis posting di blognya. Coba lihat contohnya di sini, di mana seorang rekan Mr. John Chow menulis tentang cara-cara meningkatkan trafik blog. Atau lihat juga ini, di mana Alex Shalman membagi tipsnya dalam mencari lebih banyak uang di internet kepada pembaca blog Mr. John Chow. Bahkan Alex Shalman tidak hanya sekali itu saja menulis untuk JohnChow.com. Coba lihat daftar artikelnya yang pernah dipublikasikan JohnChow.com di sini.

Selain Mr. John Chow, Darren Rowse pemilik Problogger.net yang fotonya dengan cek Google AdSense senilai puluhan ribu dolar sempat beredar luas di kalangan pemburu dolar juga sering mengundang guest blogger untuk menulis di blognya. Blogger asal Australia ini dalam blognya mengungkapkan tiga hal mengapa guest blogging bagus bagi sebuah blog. Pertama, keuntungan bagi blogger tamu karena bisa memasuki pembaca (baca: pasar) baru. Keuntungan kedua adalah milik blogger pengundang karena tulisan blogger tamu dapat memberikan perspektif berbeda pada topik yang dibahas. Hal ini tentu saja memberikan nuansa berbeda bagi pembaca blog yang sekaligus merupakan keuntungan ketiga. So, tegas Darren Rowse, guest blogging itu konsepnya win-win solution. Semua pihak (pemilik blog, blogger tamu dan pembaca) akan memperoleh keuntungannya masing-masing.

Dalam eBooknya yang berjudul 'Make Money Online with John Chow dot com' dan sempat pula saya bagikan di blog ini, Mr. John Chow berkata bahwa guest blogging adalah salah satu cara untuk mempererat persahabatan antar blogger. Dan yang jelas blogger yang diundang akan mendapat keuntungan dari segi linkback dan popularitas, dengan catatan blogger pengundangnya memiliki blog berperingkat lebih tinggi. Sebaliknya, bila blogger tamunya yang lebih terkenal tentu saja blogger pengundang akan kecipratan bekennya. Iya kan? Pendapat ini senada dengan apa yang ditulis dalam NorthXEast.com yang menyatakan bahwa guest blogging adalah jalan lain untuk memperoleh audien baru sekaligus meningkatkan trafik dan linkback.

Nah, tradisi yang sangat bagus sekali untuk menciptakan suasana (persaingan?) sehat di kalangan blogger ini rupanya tidak atau belum populer di mata blogger Indonesia. Saya belum menjumpai aktivitas guest blogging di blog-blog Indonesia. Taruh kata Cosa Aranda menulis di Isnaini.com punya Mas Is atau sebaliknya. Kenapa ya? Yang ada justru blogger-blogger tidak sopan yang hobi meneror pemilik blog dengan komentar-komentar menyudutkan bahkan cenderung menjatuhkan seperti Mr. Anonim yang pernah menyerang saya beberapa waktu lalu.

Bukannya kebetulan kalau kemudian saya mencanangkan bulan April ini sebagai Guest Blogging Month. Artinya, saya akan menurunkan artikel-artikel kiriman rekan-rekan blogger yang telah saya undang untuk menulis di sini. Ya, beberapa rekan blogger sudah saya undang via email. Sebagian sudah menjawab undangan saya meski jawabannya terbagi tiga antara 'iya', 'tidak' dan 'ragu-ragu'. Sementara sebagian lagi masih sibuk sehingga belum sempat merespon. Mau atau tidak itu jelas pilihan mereka dan saya tidak akan berkomentar macam-macam. Tapi saya tidak membatasi aksi ini hanya pada rekan-rekan yang sudah diundang saja. Artinya, siapapun Anda yang membaca posting ini dan berminat untuk turut serta dalam aksi mempopulerkan guest blogging di Indonesia ini silakan kontak saya. Saya tidak akan pilih-pilih. Mau blog WP atau Blogger, mau blog pro maupun yang masih gratisan, semuanya saya undang. You're totally invited.

Guest blogging, istilah asing ini menurut saya perlu sering-sering dipromosikan supaya kian populer. Karena saya sadar diri masih newbie dan belum populer, maka saya mengajak rekan-rekan sekalian untuk turut serta mempopulerkan istilah ini serta menggalakkan aksi seperti ini bersama rekan-rekannya. Jangan lupa, kalau Anda berminat mengisi EkoNurhuda.com di sepanjang bulan April ini, saya menantikan tulisan Anda.

Itu saja. Semoga ada gunanya.

Anda pernah dengan istilah guest blogging? Secara mudah istilah ini dapat dijelaskan seperti ini: seorang blogger mengundang blogger lain untuk turut mengisi blognya. Isi artikel terserah si blogger tamu yang diundang oleh si pemilik blog. Tapi biasanya antara blogger pengundang dan yang diundang memiliki kesamaan tema blog. Jadi pembaca masing-masing blog tidak kaget sewaktu membaca posting hasil karya blogger tamu undangan si pemilik blog. Kalau misalnya yang mengundang punya blog tentang blogging sementara rekan yang diundang punya blog tentang mancing, ya tentu saja gak bakalan nyambung.

Sepanjang sepengetahuan saya, Mr. John Chow adalah blogger yang sering mengundang rekan-rekannya sesama blogger untuk turut menulis posting di blognya. Coba lihat contohnya di sini, di mana seorang rekan Mr. John Chow menulis tentang cara-cara meningkatkan trafik blog. Atau lihat juga ini, di mana Alex Shalman membagi tipsnya dalam mencari lebih banyak uang di internet kepada pembaca blog Mr. John Chow. Bahkan Alex Shalman tidak hanya sekali itu saja menulis untuk JohnChow.com. Coba lihat daftar artikelnya yang pernah dipublikasikan JohnChow.com di sini.

Selain Mr. John Chow, Darren Rowse pemilik Problogger.net yang fotonya dengan cek Google AdSense senilai puluhan ribu dolar sempat beredar luas di kalangan pemburu dolar juga sering mengundang guest blogger untuk menulis di blognya. Blogger asal Australia ini dalam blognya mengungkapkan tiga hal mengapa guest blogging bagus bagi sebuah blog. Pertama, keuntungan bagi blogger tamu karena bisa memasuki pembaca (baca: pasar) baru. Keuntungan kedua adalah milik blogger pengundang karena tulisan blogger tamu dapat memberikan perspektif berbeda pada topik yang dibahas. Hal ini tentu saja memberikan nuansa berbeda bagi pembaca blog yang sekaligus merupakan keuntungan ketiga. So, tegas Darren Rowse, guest blogging itu konsepnya win-win solution. Semua pihak (pemilik blog, blogger tamu dan pembaca) akan memperoleh keuntungannya masing-masing.

Dalam eBooknya yang berjudul 'Make Money Online with John Chow dot com' dan sempat pula saya bagikan di blog ini, Mr. John Chow berkata bahwa guest blogging adalah salah satu cara untuk mempererat persahabatan antar blogger. Dan yang jelas blogger yang diundang akan mendapat keuntungan dari segi linkback dan popularitas, dengan catatan blogger pengundangnya memiliki blog berperingkat lebih tinggi. Sebaliknya, bila blogger tamunya yang lebih terkenal tentu saja blogger pengundang akan kecipratan bekennya. Iya kan? Pendapat ini senada dengan apa yang ditulis dalam NorthXEast.com yang menyatakan bahwa guest blogging adalah jalan lain untuk memperoleh audien baru sekaligus meningkatkan trafik dan linkback.

Nah, tradisi yang sangat bagus sekali untuk menciptakan suasana (persaingan?) sehat di kalangan blogger ini rupanya tidak atau belum populer di mata blogger Indonesia. Saya belum menjumpai aktivitas guest blogging di blog-blog Indonesia. Taruh kata Cosa Aranda menulis di Isnaini.com punya Mas Is atau sebaliknya. Kenapa ya? Yang ada justru blogger-blogger tidak sopan yang hobi meneror pemilik blog dengan komentar-komentar menyudutkan bahkan cenderung menjatuhkan seperti Mr. Anonim yang pernah menyerang saya beberapa waktu lalu.

Bukannya kebetulan kalau kemudian saya mencanangkan bulan April ini sebagai Guest Blogging Month. Artinya, saya akan menurunkan artikel-artikel kiriman rekan-rekan blogger yang telah saya undang untuk menulis di sini. Ya, beberapa rekan blogger sudah saya undang via email. Sebagian sudah menjawab undangan saya meski jawabannya terbagi tiga antara 'iya', 'tidak' dan 'ragu-ragu'. Sementara sebagian lagi masih sibuk sehingga belum sempat merespon. Mau atau tidak itu jelas pilihan mereka dan saya tidak akan berkomentar macam-macam. Tapi saya tidak membatasi aksi ini hanya pada rekan-rekan yang sudah diundang saja. Artinya, siapapun Anda yang membaca posting ini dan berminat untuk turut serta dalam aksi mempopulerkan guest blogging di Indonesia ini silakan kontak saya. Saya tidak akan pilih-pilih. Mau blog WP atau Blogger, mau blog pro maupun yang masih gratisan, semuanya saya undang. You're totally invited.

Guest blogging, istilah asing ini menurut saya perlu sering-sering dipromosikan supaya kian populer. Karena saya sadar diri masih newbie dan belum populer, maka saya mengajak rekan-rekan sekalian untuk turut serta mempopulerkan istilah ini serta menggalakkan aksi seperti ini bersama rekan-rekannya. Jangan lupa, kalau Anda berminat mengisi EkoNurhuda.com di sepanjang bulan April ini, saya menantikan tulisan Anda.

Itu saja. Semoga ada gunanya.

29 Maret 2008

Begitu membaca posting Cosa Aranda tentang 'serangan' yang diterima situs image hosting miliknya, saya mengurut dada. Bagaimana bisa ada orang tega menghancurkan situs yang oleh si empunya tersebut dikategorikan sebagai public service site alias situs sosial, situs yang dibuat dengan niatan mulia hanya untuk melayani sesama pengguna internet. Eh, beberapa hari kemudian ternyata tindakan tidak etis terebut muncul di blog ini.

Tidak senang dengan sesuatu atau seseorang itu hal yang lumrah. Tapi cara melampiaskannya seharusnya tidak membabi-buta. Bila Cosa Aranda yang sudah tenar itu diserang dengan cara 'profesional', maka saya yang baru memulai karir sebagai blogger serius diserang dengan cara yang sangat kekanak-kanakan; komentar sinis!

Oke, kolom komentar memang sah-sah saja digunakan untuk menuangkan segala bentuk komentar, termasuk caci-maki sekalipun. Namun kalau memang merasa punya etika, berlakulah sopan dan bertanggungjawab. Kalau tidak setuju dengan apa yang saya kemukakan, utarakan alasannya dengan etis dan bertanggungjawab. Kata 'bertanggungjawab' ini sengaja saya cetak tebal untuk menekankan bahwa judul posting ini ditujukan bagi Anda yang suka sekali menjatuhkan orang lain secara tidak bertanggungjawab di kolom komentar.

Kenapa disebut tidak bertanggungjawab? Karena si pengirim komentar tidak meninggalkan kontak yang jelas alias anonim. Entahlah sekedar nickname, alamat blog ataupun email. Dari sini mudah diketahui bahwa motif utama komentator tidak bertanggungjawab seperti itu adalah ingin menjegal langkah sesama blogger yang sedang berusaha meniti karir. Saya bilang usaha tidak etis semacam ini sebagai tindakan kekanak-kanakan. Kalau dulu saya pernah menghapus komentar-komentar tidak enak di blog ini, maka sekarang sepertinya akan lebih asyik kalau kita bahas saja bareng-bareng komentar seperti itu. Setuju?

Nah, ini dia salah satu komentar karya komentator tidak bertanggungjawab yang saya baca di posting berjudul '5 Kesalahan Utama Blogger'.
Anonim mengatakan...

Mas Eko, saya melakukan 5 kesalahan yang Mas Eko sebutkan, saya tidak mengupdate, saya cuma mengerjakan paid review yang jelas2 tidak relevan dengan blog saya. Saya menulis untuk uang dan menurut Anda, berpenghasilan 17,5 juta sebulan itu adalah SEBUAH KESALAHAN BLOGGER???? Kadang2 Mas Eko terlalu ngejar update postingan, jadinya maksa, kesan : sok tahu.

Tidak puas dengan komentar pertama, Mr. Anonim ini mengirim komentar kedua dalam selang waktu 42 menit kemudian.
Anonim mengatakan...

Walah, ternyata Mas Eko targetnya $300. Penghasilan baru $75 sebulan. Benar juga orang bilang tong kosong nyaring bunyinya.

Meski merasa shock berat, tapi saya tidak akan menghapus komentar ini. Biarlah ini tetap tinggal di sana supaya pembaca blog ini tahu kalau sebagai blogger saya masih punya banyak kekurangan. Saya anggap ini kritik membangun, hanya saja mungkin caranya kurang sopan bagi saya. Coba Mr. Anonim ini meninggalkan link atau alamat email, kan saya juga mau tuh bisa punya penghasilan 17,5 juta sebulan dengan blog yg tidak pernah diupdate dan cuma mengerjakan paid review yang jelas2 tidak relevan.

Ah, ada-ada saja...

NB: Btw, emang bisa ya blog yang tidak pernah diupdate dipake nulis review? Kira-kira nulisnya di mana ya?

Begitu membaca posting Cosa Aranda tentang 'serangan' yang diterima situs image hosting miliknya, saya mengurut dada. Bagaimana bisa ada orang tega menghancurkan situs yang oleh si empunya tersebut dikategorikan sebagai public service site alias situs sosial, situs yang dibuat dengan niatan mulia hanya untuk melayani sesama pengguna internet. Eh, beberapa hari kemudian ternyata tindakan tidak etis terebut muncul di blog ini.

Tidak senang dengan sesuatu atau seseorang itu hal yang lumrah. Tapi cara melampiaskannya seharusnya tidak membabi-buta. Bila Cosa Aranda yang sudah tenar itu diserang dengan cara 'profesional', maka saya yang baru memulai karir sebagai blogger serius diserang dengan cara yang sangat kekanak-kanakan; komentar sinis!

Oke, kolom komentar memang sah-sah saja digunakan untuk menuangkan segala bentuk komentar, termasuk caci-maki sekalipun. Namun kalau memang merasa punya etika, berlakulah sopan dan bertanggungjawab. Kalau tidak setuju dengan apa yang saya kemukakan, utarakan alasannya dengan etis dan bertanggungjawab. Kata 'bertanggungjawab' ini sengaja saya cetak tebal untuk menekankan bahwa judul posting ini ditujukan bagi Anda yang suka sekali menjatuhkan orang lain secara tidak bertanggungjawab di kolom komentar.

Kenapa disebut tidak bertanggungjawab? Karena si pengirim komentar tidak meninggalkan kontak yang jelas alias anonim. Entahlah sekedar nickname, alamat blog ataupun email. Dari sini mudah diketahui bahwa motif utama komentator tidak bertanggungjawab seperti itu adalah ingin menjegal langkah sesama blogger yang sedang berusaha meniti karir. Saya bilang usaha tidak etis semacam ini sebagai tindakan kekanak-kanakan. Kalau dulu saya pernah menghapus komentar-komentar tidak enak di blog ini, maka sekarang sepertinya akan lebih asyik kalau kita bahas saja bareng-bareng komentar seperti itu. Setuju?

Nah, ini dia salah satu komentar karya komentator tidak bertanggungjawab yang saya baca di posting berjudul '5 Kesalahan Utama Blogger'.
Anonim mengatakan...

Mas Eko, saya melakukan 5 kesalahan yang Mas Eko sebutkan, saya tidak mengupdate, saya cuma mengerjakan paid review yang jelas2 tidak relevan dengan blog saya. Saya menulis untuk uang dan menurut Anda, berpenghasilan 17,5 juta sebulan itu adalah SEBUAH KESALAHAN BLOGGER???? Kadang2 Mas Eko terlalu ngejar update postingan, jadinya maksa, kesan : sok tahu.

Tidak puas dengan komentar pertama, Mr. Anonim ini mengirim komentar kedua dalam selang waktu 42 menit kemudian.
Anonim mengatakan...

Walah, ternyata Mas Eko targetnya $300. Penghasilan baru $75 sebulan. Benar juga orang bilang tong kosong nyaring bunyinya.

Meski merasa shock berat, tapi saya tidak akan menghapus komentar ini. Biarlah ini tetap tinggal di sana supaya pembaca blog ini tahu kalau sebagai blogger saya masih punya banyak kekurangan. Saya anggap ini kritik membangun, hanya saja mungkin caranya kurang sopan bagi saya. Coba Mr. Anonim ini meninggalkan link atau alamat email, kan saya juga mau tuh bisa punya penghasilan 17,5 juta sebulan dengan blog yg tidak pernah diupdate dan cuma mengerjakan paid review yang jelas2 tidak relevan.

Ah, ada-ada saja...

NB: Btw, emang bisa ya blog yang tidak pernah diupdate dipake nulis review? Kira-kira nulisnya di mana ya?

26 Maret 2008

PERINGATAN: Apa yang dituliskan di sini bukan untuk ditiru atau dipraktekkan, tapi hanya sekedar untuk diketahui saja. So, tetaplah menjadi the good Indonesian paid review writer. Oke?


Apa yang membedakan SponsoredReviews dengan program paid review lainnya? Selain sistem bidding/lelang jobnya, satu hal yang sangat mencolok dari situs paid review yang satu ini adalah tidak ada mekanisme approval bagi review-review yang sudah ditulis member. Begitu review dimasukkan ke sistem SponsoredReviews--dengan cara men-submit alamat URL review, secara otomatis jumlah komisi di account Anda akan langsung bertambah tanpa harus menunggu persetujuan dari Admin terlebih dahulu.

Contoh, misalkan Anda mendapat job menulis review senilai $100 (Anda mendapat $65). Begitu review tersebut selesai Anda kerjakan dan disubmit ke sistem SponsoredReviews, maka account Anda akan langsung bertambah sebanyak $65 hanya beberapa saat setelah Anda menekan tombol "GO" di halaman di mana Anda harus mensubmit alamat URL review. Kalau Anda tak percaya, silakan buktikan sendiri dahulu baru melanjutkan membaca. Kalau Anda percaya, akan saya lanjutkan pembahasan ini.


Kondisi ini ternyata membuahkan celah yang dapat "dimanfaatkan" oleh member-member SponsoredReviews. Kata "dimanfaatkan" sengaja saya beri tanda petik karena memang berkonotasi ganda. Artinya, celah ini dapat dimaksimalkan untuk tujuan baik atau buruk. Bagi member baik-baik, kondisi ini bisa dimaksimalkan saat mendekati deadline pembayaran bonus. Satu atau bahkan setengah jam sebelum pembayaran bonus Anda bisa ngebut menggarap job yang masih tersisa agar dolar yang didapat lebih menggelembung. Bagi yang nakal, Anda bisa meraup banyak dolar tanpa menggarap satu review-pun. Nah, berhubung judul artikel ini adalah "Black Trick for SponsoredReviews", maka saya hanya akan mengupas sisi jelek yang bisa Anda "manfaatkan". Saran saya, jangan pernah praktekkan hal yang saya kemukakan di sini.

Serius, Anda bisa mendapat banyak dolar dari SponsoredReviews tanpa menulis satu review-pun. Tak perlu susah-susah menggarap job yang Anda dapat, Anda tetap bisa koq mengantongi 65% bagian Anda. Bagaimana caranya? Mudah saja. Begitu masuk ke member area, klik menu "Job in Progress". Lalu buka job yang ada. Di bagian paling bawah dari halaman deskripsi job ada kolom untuk mengisi alamat URL review. Di sinilah celah yang bisa Anda manfaatkan. Alih-alih menulis review dan men-submit alamat URL-nya, Anda bisa mengisi kolom tersebut dengan alamat URL fiktif dan tetap memperoleh bayaran. Tidak percaya? Coba saja sendiri. Tapi saran saya, jangan pernah bermain api kalau tidak ingin terbakar.

Update: Sistem SR sudah semakin canggih, jadi cara ini sudah tidak akan berhasil lagi. :)

PERINGATAN: Apa yang dituliskan di sini bukan untuk ditiru atau dipraktekkan, tapi hanya sekedar untuk diketahui saja. So, tetaplah menjadi the good Indonesian paid review writer. Oke?


Apa yang membedakan SponsoredReviews dengan program paid review lainnya? Selain sistem bidding/lelang jobnya, satu hal yang sangat mencolok dari situs paid review yang satu ini adalah tidak ada mekanisme approval bagi review-review yang sudah ditulis member. Begitu review dimasukkan ke sistem SponsoredReviews--dengan cara men-submit alamat URL review, secara otomatis jumlah komisi di account Anda akan langsung bertambah tanpa harus menunggu persetujuan dari Admin terlebih dahulu.

Contoh, misalkan Anda mendapat job menulis review senilai $100 (Anda mendapat $65). Begitu review tersebut selesai Anda kerjakan dan disubmit ke sistem SponsoredReviews, maka account Anda akan langsung bertambah sebanyak $65 hanya beberapa saat setelah Anda menekan tombol "GO" di halaman di mana Anda harus mensubmit alamat URL review. Kalau Anda tak percaya, silakan buktikan sendiri dahulu baru melanjutkan membaca. Kalau Anda percaya, akan saya lanjutkan pembahasan ini.


Kondisi ini ternyata membuahkan celah yang dapat "dimanfaatkan" oleh member-member SponsoredReviews. Kata "dimanfaatkan" sengaja saya beri tanda petik karena memang berkonotasi ganda. Artinya, celah ini dapat dimaksimalkan untuk tujuan baik atau buruk. Bagi member baik-baik, kondisi ini bisa dimaksimalkan saat mendekati deadline pembayaran bonus. Satu atau bahkan setengah jam sebelum pembayaran bonus Anda bisa ngebut menggarap job yang masih tersisa agar dolar yang didapat lebih menggelembung. Bagi yang nakal, Anda bisa meraup banyak dolar tanpa menggarap satu review-pun. Nah, berhubung judul artikel ini adalah "Black Trick for SponsoredReviews", maka saya hanya akan mengupas sisi jelek yang bisa Anda "manfaatkan". Saran saya, jangan pernah praktekkan hal yang saya kemukakan di sini.

Serius, Anda bisa mendapat banyak dolar dari SponsoredReviews tanpa menulis satu review-pun. Tak perlu susah-susah menggarap job yang Anda dapat, Anda tetap bisa koq mengantongi 65% bagian Anda. Bagaimana caranya? Mudah saja. Begitu masuk ke member area, klik menu "Job in Progress". Lalu buka job yang ada. Di bagian paling bawah dari halaman deskripsi job ada kolom untuk mengisi alamat URL review. Di sinilah celah yang bisa Anda manfaatkan. Alih-alih menulis review dan men-submit alamat URL-nya, Anda bisa mengisi kolom tersebut dengan alamat URL fiktif dan tetap memperoleh bayaran. Tidak percaya? Coba saja sendiri. Tapi saran saya, jangan pernah bermain api kalau tidak ingin terbakar.

Update: Sistem SR sudah semakin canggih, jadi cara ini sudah tidak akan berhasil lagi. :)

24 Maret 2008

Tak lama setelah mendapat status verified dari PayPal, saya langsung coba-coba tarik dana yang tersimpan di account. Dananya tidak banyak sih karena saya memang masih dalam taraf belajar. Tapi rejeki toh tetap harus disyukuri banyak-sedikitnya. Lagipula yang membedakan banyak-sedikit itu kan di dalam hati kita, bukan nominalnya. So, kalau dapat sedikit ya bersyukur, dapat banyak ya bersyukurnya lebih banyak lagi.

Kembali ke masalah tarik tunai. Awalnya saya sudah mantep mau menarik tunai sebesar $200. Perkiraan saya dolar segitu bakal jadi Rp 1,9 jutaan mengingat PayPal terakhir memberi kurs Rp 9.300 lebih. Tapi ternyata saya salah. Ekonomi Amerika lagi sakit parah yang berakibat pada anjloknya USD terhadap berbagai mata uang asing. Sialnya, Rupiah bukannya menguat tapi malah melemah terhadap dolar. Alhasil, waktu saya mau narik dana kurs-nya kecil sekali, Rp 8.900 lebih sedikit. Duh, berarti $200 cuma jadi Rp 1,7 jutaan dong?


Tak mau tekor saya batalkan penarikan. Tar aja, tunggu nilai tukar Rupiah naik lagi. Eh, ditunggu berhari-hari koq tidak naik-naik sementara rekening Bank Niaga saya sudah terkuras habis buat bayar SPP. Apa boleh buat, akhirnya dana $200 di PayPal saya tarik juga. Cuma dikonversi jadi Rp 1,7 juta juga gpp deh, yang penting rekening ada isinya. Karena lebih dari Rp 1,5 juta maka penarikan itu bebas biaya. Lumayan, penghematan Rp 16.000,-.

Tanggal 12 Maret saya tarik tunai, pas hari Rabu. Seperti biasanya PayPal menjanjikan uang akan tiba dalam 5-7 hari bisnis. Itu artinya uang saya seharusnya sudah masuk sekitar tanggal 19-21 Maret. Cek punya cek, ternyata sebelum tanggal itu sudah masuk ke rekening. Ah, leganya. Biar hanya sedikit, tapi uang itu adalah hasil jerih-payah saya sendiri. Terasa sekali bedanya dengan uang kiriman ortu dulu meski jumlahnya tak jauh beda. So, Bapak-Ibu, doakan semoga anakmu ini bisa semakin meningkat lagi rejekinya dan dapat hidup mandiri supaya bisa meringankan beban Bapak-Ibu. Amin.

Tak lama setelah mendapat status verified dari PayPal, saya langsung coba-coba tarik dana yang tersimpan di account. Dananya tidak banyak sih karena saya memang masih dalam taraf belajar. Tapi rejeki toh tetap harus disyukuri banyak-sedikitnya. Lagipula yang membedakan banyak-sedikit itu kan di dalam hati kita, bukan nominalnya. So, kalau dapat sedikit ya bersyukur, dapat banyak ya bersyukurnya lebih banyak lagi.

Kembali ke masalah tarik tunai. Awalnya saya sudah mantep mau menarik tunai sebesar $200. Perkiraan saya dolar segitu bakal jadi Rp 1,9 jutaan mengingat PayPal terakhir memberi kurs Rp 9.300 lebih. Tapi ternyata saya salah. Ekonomi Amerika lagi sakit parah yang berakibat pada anjloknya USD terhadap berbagai mata uang asing. Sialnya, Rupiah bukannya menguat tapi malah melemah terhadap dolar. Alhasil, waktu saya mau narik dana kurs-nya kecil sekali, Rp 8.900 lebih sedikit. Duh, berarti $200 cuma jadi Rp 1,7 jutaan dong?


Tak mau tekor saya batalkan penarikan. Tar aja, tunggu nilai tukar Rupiah naik lagi. Eh, ditunggu berhari-hari koq tidak naik-naik sementara rekening Bank Niaga saya sudah terkuras habis buat bayar SPP. Apa boleh buat, akhirnya dana $200 di PayPal saya tarik juga. Cuma dikonversi jadi Rp 1,7 juta juga gpp deh, yang penting rekening ada isinya. Karena lebih dari Rp 1,5 juta maka penarikan itu bebas biaya. Lumayan, penghematan Rp 16.000,-.

Tanggal 12 Maret saya tarik tunai, pas hari Rabu. Seperti biasanya PayPal menjanjikan uang akan tiba dalam 5-7 hari bisnis. Itu artinya uang saya seharusnya sudah masuk sekitar tanggal 19-21 Maret. Cek punya cek, ternyata sebelum tanggal itu sudah masuk ke rekening. Ah, leganya. Biar hanya sedikit, tapi uang itu adalah hasil jerih-payah saya sendiri. Terasa sekali bedanya dengan uang kiriman ortu dulu meski jumlahnya tak jauh beda. So, Bapak-Ibu, doakan semoga anakmu ini bisa semakin meningkat lagi rejekinya dan dapat hidup mandiri supaya bisa meringankan beban Bapak-Ibu. Amin.

22 Maret 2008

Di mana-mana yang namanya sukses itu membutuhkan proses. Sukses bukanlah sesuatu yang by product yang bisa sekali jadi, melainkan by process yang butuh waktu. Karena itu sukses berhubungan erat dengan sikap dan konsistensi. Sikap apa? Sikap terhadap diri sendiri, terhadap orang lain, terhadap tujuan yang ingin dicapai, dan juga sikap terhadap yang sedang dijalani itu sendiri. Semuanya ini berkaitan erat dan akan saling mendukung satu sama lain. Lalu konsistensi adalah faktor penyempurnanya. Bila Anda memiliki semua ini, insya Allah kesuksesan akan lebih mudah diraih.

Dalam hubungannya dengan sikap dan konsistensi, untuk mencapai kesuksesan juga perlu ditumbuhkan satu kebiasaan positif. Yang dimaksud dengan kebiasaan positif di sini adalah hal-hal yang selalu dilakukan agar semakin dekat dengan tujuan yang hendak dicapai. Contohnya Anda ingin memiliki tubuh kekar berotot seperti Ade Rai, maka kebiasaan positif yang harus Anda lakukan antara lain rajin olahraga, rajin melatih otot-otot, serta tidak makan makanan berat setelah pukul 7 malam. Jalankan terus kebiasaan positif ini secara konsisten, maka dari hari ke hari Anda akan semakin dekat dengan keinginan Anda tadi.

Menjadi blogger suksespun begitu. Anda harus memiliki sikap dan kebiasaan positif yang terus-menerus dilakukan secara konsisten sampai apa yang Anda inginkan sebagai blogger tercapai. Lalu bagaimana cara mengetahui kebiasaan-kebiasaan apa saja yang harus dilakukan? Gampang. Lihat dan contoh saja apa yang sudah dilakukan oleh blogger-blogger senior bernama besar di luar sana. Menurut pengamatan (gaib) saya, setidaknya ada 5 kebiasaan positif yang dilakukan para blogger sukses. Ini dia:

  1. Memposting dengan jadwal yang teratur. Siapapun pasti suka dengan barang segar, termasuk di dalamnya artikel-artikel segar di blog. Jangan kecewakan pengunjung dengan artikel yang itu-itu juga sejak bulan kemarin. Update blog Anda secara teratur, paling tidak 2-3 kali seminggu (biar irit pake posting terjadwal di draft.blogger.com). Saya sendiri punya jadwal memposting setiap 2 hari sekali. Ke depannya saya ingin seperti Mr. John Chow yang mengupdate blognya sehari 3 kali (kaya makan aja). Yah, paling tidak seperti Cosa Aranda yang rata-rata menulis satu artikel baru tiap hari. Kalau Anda bagaimana?

  2. Sangat menyukai topik yang dibahas. Ini berkaitan erat dengan pemilihan topik pada saat hendak memulai blog. Selalu mulai blog dengan topik yang Anda sukai. Pengaruhnya sangat besar terhadap kelangsungan hidup blog Anda. Kalau Anda sudah suka dengan sesuatu, Anda akan dengan sangat mudah menemukan pokok-pokok pembicaraan untuk dituangkan di blog. Anda tidak akan pernah bosan membahasnya, sekalipun hanya hal yang sepele sesepele-sepelenya (susah nggak waktu baca yang ini? :p). Sama seperti saat Anda menyukai seseorang. Di manapun, kapanpun, dan dengan siapapun Anda tidak akan bosan-bosannya membahas sang pujaan hati. Tidak ada cerita kehabisan ide karena apapun yang ada padanya selalu menarik untuk dibicarakan. Iya kan?

  3. Penulis yang baik. Ini bukan berarti Anda harus menjadi pengarang ataupun esais hebat. Tidak ada jaminan seorang penulis besar juga akan sukses sebagai blogger. Maksud penulis yang baik di sini adalah menulis dengan bahasa yang enak dan santun serta mudah dimengerti. Hindari penggunaan kata-kata kasar dan jorok, kecuali kalau Anda penulis blog jorok atau ingin dicap sebagai penulis blog yang jorok. Karena blog berbentuk tulisan, perhatikan benar tata bahasa dan tanda baca yang digunakan. Biasakan untuk selalu mengedit artikel secara seksama sebelum mempublikasikannya. Jika menjumpai kesalahan pada artikel yang terlanjur dipublikasikan, segera edit dan ganti dengan yang benar. Satu hal lagi, perhatikan bahasa yang dipakai. Tidak perlu terlalu formal karena akan menimbulkan kesan kaku, tapi sebisa mungkin jangan gunakan bahasa pasaran yang cenderung kasar.

  4. Berinteraksi dengan pembaca. Ini penting diperhatikan, terutama bagi blogger pemula (seperti saya) yang blognya masih sepi pengunjung (seperti blog saya). Berikan tanggapan pada setiap komentar yang ditinggalkan pembaca. Nanti kalau posting Anda mendapat komentar puluhan Anda boleh memilih komentar-komentar tertentu saja untuk ditanggapi dan mengabaikan sisanya (terutama yang gak penting :p). Tapi kalau komentarnya baru 1-2, kan keterlaluan sekali kalau tidak direspon. Tambahan lagi, untuk mengakomodir pengunjung yang meninggalkan komentar dengan tujuan memperoleh backlink, sebaiknya aktifkan fungsi 'dofollow' di kolom komentar Anda.

  5. Membaca EkoNurhuda.com. Kalau poin ini tidak akan saya jelaskan panjang-lebar. Tar pada protes lagi. :))

Hanya 5 kebiasaan ini saja yang harus dilakukan secara konsisten untuk menjadi blogger sukses. Sekali lagi, hanya 5 (kurangi satu jika Anda tidak setuju dengan poin kelima :p). Masa iya tidak bisa sih?

Di mana-mana yang namanya sukses itu membutuhkan proses. Sukses bukanlah sesuatu yang by product yang bisa sekali jadi, melainkan by process yang butuh waktu. Karena itu sukses berhubungan erat dengan sikap dan konsistensi. Sikap apa? Sikap terhadap diri sendiri, terhadap orang lain, terhadap tujuan yang ingin dicapai, dan juga sikap terhadap yang sedang dijalani itu sendiri. Semuanya ini berkaitan erat dan akan saling mendukung satu sama lain. Lalu konsistensi adalah faktor penyempurnanya. Bila Anda memiliki semua ini, insya Allah kesuksesan akan lebih mudah diraih.

Dalam hubungannya dengan sikap dan konsistensi, untuk mencapai kesuksesan juga perlu ditumbuhkan satu kebiasaan positif. Yang dimaksud dengan kebiasaan positif di sini adalah hal-hal yang selalu dilakukan agar semakin dekat dengan tujuan yang hendak dicapai. Contohnya Anda ingin memiliki tubuh kekar berotot seperti Ade Rai, maka kebiasaan positif yang harus Anda lakukan antara lain rajin olahraga, rajin melatih otot-otot, serta tidak makan makanan berat setelah pukul 7 malam. Jalankan terus kebiasaan positif ini secara konsisten, maka dari hari ke hari Anda akan semakin dekat dengan keinginan Anda tadi.

Menjadi blogger suksespun begitu. Anda harus memiliki sikap dan kebiasaan positif yang terus-menerus dilakukan secara konsisten sampai apa yang Anda inginkan sebagai blogger tercapai. Lalu bagaimana cara mengetahui kebiasaan-kebiasaan apa saja yang harus dilakukan? Gampang. Lihat dan contoh saja apa yang sudah dilakukan oleh blogger-blogger senior bernama besar di luar sana. Menurut pengamatan (gaib) saya, setidaknya ada 5 kebiasaan positif yang dilakukan para blogger sukses. Ini dia:

  1. Memposting dengan jadwal yang teratur. Siapapun pasti suka dengan barang segar, termasuk di dalamnya artikel-artikel segar di blog. Jangan kecewakan pengunjung dengan artikel yang itu-itu juga sejak bulan kemarin. Update blog Anda secara teratur, paling tidak 2-3 kali seminggu (biar irit pake posting terjadwal di draft.blogger.com). Saya sendiri punya jadwal memposting setiap 2 hari sekali. Ke depannya saya ingin seperti Mr. John Chow yang mengupdate blognya sehari 3 kali (kaya makan aja). Yah, paling tidak seperti Cosa Aranda yang rata-rata menulis satu artikel baru tiap hari. Kalau Anda bagaimana?

  2. Sangat menyukai topik yang dibahas. Ini berkaitan erat dengan pemilihan topik pada saat hendak memulai blog. Selalu mulai blog dengan topik yang Anda sukai. Pengaruhnya sangat besar terhadap kelangsungan hidup blog Anda. Kalau Anda sudah suka dengan sesuatu, Anda akan dengan sangat mudah menemukan pokok-pokok pembicaraan untuk dituangkan di blog. Anda tidak akan pernah bosan membahasnya, sekalipun hanya hal yang sepele sesepele-sepelenya (susah nggak waktu baca yang ini? :p). Sama seperti saat Anda menyukai seseorang. Di manapun, kapanpun, dan dengan siapapun Anda tidak akan bosan-bosannya membahas sang pujaan hati. Tidak ada cerita kehabisan ide karena apapun yang ada padanya selalu menarik untuk dibicarakan. Iya kan?

  3. Penulis yang baik. Ini bukan berarti Anda harus menjadi pengarang ataupun esais hebat. Tidak ada jaminan seorang penulis besar juga akan sukses sebagai blogger. Maksud penulis yang baik di sini adalah menulis dengan bahasa yang enak dan santun serta mudah dimengerti. Hindari penggunaan kata-kata kasar dan jorok, kecuali kalau Anda penulis blog jorok atau ingin dicap sebagai penulis blog yang jorok. Karena blog berbentuk tulisan, perhatikan benar tata bahasa dan tanda baca yang digunakan. Biasakan untuk selalu mengedit artikel secara seksama sebelum mempublikasikannya. Jika menjumpai kesalahan pada artikel yang terlanjur dipublikasikan, segera edit dan ganti dengan yang benar. Satu hal lagi, perhatikan bahasa yang dipakai. Tidak perlu terlalu formal karena akan menimbulkan kesan kaku, tapi sebisa mungkin jangan gunakan bahasa pasaran yang cenderung kasar.

  4. Berinteraksi dengan pembaca. Ini penting diperhatikan, terutama bagi blogger pemula (seperti saya) yang blognya masih sepi pengunjung (seperti blog saya). Berikan tanggapan pada setiap komentar yang ditinggalkan pembaca. Nanti kalau posting Anda mendapat komentar puluhan Anda boleh memilih komentar-komentar tertentu saja untuk ditanggapi dan mengabaikan sisanya (terutama yang gak penting :p). Tapi kalau komentarnya baru 1-2, kan keterlaluan sekali kalau tidak direspon. Tambahan lagi, untuk mengakomodir pengunjung yang meninggalkan komentar dengan tujuan memperoleh backlink, sebaiknya aktifkan fungsi 'dofollow' di kolom komentar Anda.

  5. Membaca EkoNurhuda.com. Kalau poin ini tidak akan saya jelaskan panjang-lebar. Tar pada protes lagi. :))

Hanya 5 kebiasaan ini saja yang harus dilakukan secara konsisten untuk menjadi blogger sukses. Sekali lagi, hanya 5 (kurangi satu jika Anda tidak setuju dengan poin kelima :p). Masa iya tidak bisa sih?

20 Maret 2008

Setiap blogger pasti ingin blognya tumbuh semakin besar dari waktu ke waktu. Indikator tumbuh-tidaknya sebuah blog adalah banyak-sedikitnya pengunjung di blog tersebut. Jika jumlah pengunjung semakin meningkat dari hari ke hari, boleh dibilang blog itu tumbuh. Dari awalnya hanya 1-2 orang pengunjung per hari, naik menjadi 10-20 orang sampai akhirnya mencapai jumlah ratusan atau bahkan ribuan orang.

Apa yang dapat meningkatkan jumlah pengunjung? Kunci utamanya adalah mengikat pengunjung untuk selalu datang dan datang lagi ke blog Anda. Hal ini berkaitan erat dengan konten blog. Pengunjung suka dengan blog berisi konten-konten yang bermanfaat bagi mereka. Manfaat ini bisa berupa materi atau nonmateri. Manfaat materi misalnya Anda memberitahukan program online earning terbaru yang bisa diikuti untuk menambah penghasilan pembaca. Sedangkan manfaat nonmateri bisa berupa hiburan ataupun tips-tips.

Sayangnya banyak blogger yang mengabaikan faktor pengunjung sebagai pendukung utama perkembangan blognya. Padahal nasib sebuah blog boleh dibilang sangat bergantung pada pengunjung. Kegagalan mengikat hati pengunjung sebagai 'langganan' setia dapat mematikan blog Anda. John Chow dalam eBook-nya yang berjudul 'Make Money with JohnChow.com' menuliskan 10 kebiasaan blogger tidak sukses. Dari 10 poin tersebut saya merangkumnya menjadi 5 kesalahan utama blogger. Apa saja itu?

  1. Tidak diupdate. Ini kesalahan besar. Perbedaan mendasar antara blog dan situs pada umumnya adalah pada keterbaruan kontennya. Tidak seperti situs-situs statis yang hanya menyajikan isi yang sama dari waktu ke waktu, blog menawarkan artikel segar secara berkala. Pengunjung menengok sebuah blog dengan harapan akan memperoleh sesuatu yang baru. Nah, jika setelah dikunjungi berhari-hari postingnya masih yang itu-itu juga tentu lama-kelamaan pengunjung akan jenuh. Blog Andapun akan ditinggal lalu terlupakan.

  2. Tidak bersifat personal. Ciri lain dari blog adalah kekhasannya sebagai catatan pribadi yang sifatnya personal. Arti personal di sini adalah bagaimana pandangan Anda mengenai suatu topik atau permasalahan, pengalaman-pengalaman Anda, gaya bahasa dan gaya penulisan Anda, serta topik-topik apa saja yang sering Anda angkat. Dari sini akan terbentuk branding image yang membedakan Anda dari blogger lain. Hal ini tidak dapat Anda lakukan dengan posting asal-asalan, latah, apalagi kalau hasil copy-paste.

  3. Menulis untuk uang, bukan untuk pembaca. Anda memang tidak dilarang untuk mencari uang dengan blog, tapi ingat bahwa pembaca harus ditempatkan di atas segalanya. Tanpa pembaca blog Anda tidak ada artinya. Jadi, sebisa mungkin selalu utamakan pembaca saat hendak menulis posting. Lupakan high paying keyword, jangan pernah menulis paid review yang tidak relevan, insya Allah pengunjung Anda akan betah.

  4. Tidak bergaul dengan blogger lain. Blogoshpere sama persis seperti lingkungan nyata di mana kita tinggal sehari-hari. Kalau Anda tidak mau bergaul dengan orang lain di sekitar Anda, tidak ada yang akan mengenal Anda. Anda akan terasing sendiri. Di jagat blogging juga begitu. Kalau ingin blog Anda dikenal, kenali dulu blog lain. Kalau Anda ingin blog Anda dikunjungi, kunjungi dulu blog lain dan tinggalkan komentar. Terutama di blog-blog besar yang sudah punya nama. Selain berusaha lebih dekat dengan pemilik blog, Anda juga akan memperoleh keuntungan ketika komentator lain atau pengunjung di blog itu penasaran dengan Anda dan ujung-ujungnya berkunjung ke blog Anda. Hal seperti ini pernah saya alami ketika seseorang dari Brunei Darussalam datang mengenalkan diri karena terpesona pada komentar manis saya di blog seseorang. :))

    Cara lain untuk bergaul dengan sesama blogger adalah menjawab setiap komentar yang ditinggalkan di blog Anda. Terlebih jika komentar tersbeut berupa bantahan atau pertanyaan kritis. Tak lupa ucapkan terima kasih karena telah berkunjung dan berkomentar, lalu tanggapi komentarnya. Ini hal sepele, tapi sangat berpengaruh besar pada karir Anda sebagai blogger.

  5. Tidak membaca EkoNurhuda.com. Narsis? Biarin! Hehehe...

Nah, hindari 5 kesalahan ini kalau Anda ingin blog Anda dibaca ribuan pengunjung. Amin.

Setiap blogger pasti ingin blognya tumbuh semakin besar dari waktu ke waktu. Indikator tumbuh-tidaknya sebuah blog adalah banyak-sedikitnya pengunjung di blog tersebut. Jika jumlah pengunjung semakin meningkat dari hari ke hari, boleh dibilang blog itu tumbuh. Dari awalnya hanya 1-2 orang pengunjung per hari, naik menjadi 10-20 orang sampai akhirnya mencapai jumlah ratusan atau bahkan ribuan orang.

Apa yang dapat meningkatkan jumlah pengunjung? Kunci utamanya adalah mengikat pengunjung untuk selalu datang dan datang lagi ke blog Anda. Hal ini berkaitan erat dengan konten blog. Pengunjung suka dengan blog berisi konten-konten yang bermanfaat bagi mereka. Manfaat ini bisa berupa materi atau nonmateri. Manfaat materi misalnya Anda memberitahukan program online earning terbaru yang bisa diikuti untuk menambah penghasilan pembaca. Sedangkan manfaat nonmateri bisa berupa hiburan ataupun tips-tips.

Sayangnya banyak blogger yang mengabaikan faktor pengunjung sebagai pendukung utama perkembangan blognya. Padahal nasib sebuah blog boleh dibilang sangat bergantung pada pengunjung. Kegagalan mengikat hati pengunjung sebagai 'langganan' setia dapat mematikan blog Anda. John Chow dalam eBook-nya yang berjudul 'Make Money with JohnChow.com' menuliskan 10 kebiasaan blogger tidak sukses. Dari 10 poin tersebut saya merangkumnya menjadi 5 kesalahan utama blogger. Apa saja itu?

  1. Tidak diupdate. Ini kesalahan besar. Perbedaan mendasar antara blog dan situs pada umumnya adalah pada keterbaruan kontennya. Tidak seperti situs-situs statis yang hanya menyajikan isi yang sama dari waktu ke waktu, blog menawarkan artikel segar secara berkala. Pengunjung menengok sebuah blog dengan harapan akan memperoleh sesuatu yang baru. Nah, jika setelah dikunjungi berhari-hari postingnya masih yang itu-itu juga tentu lama-kelamaan pengunjung akan jenuh. Blog Andapun akan ditinggal lalu terlupakan.

  2. Tidak bersifat personal. Ciri lain dari blog adalah kekhasannya sebagai catatan pribadi yang sifatnya personal. Arti personal di sini adalah bagaimana pandangan Anda mengenai suatu topik atau permasalahan, pengalaman-pengalaman Anda, gaya bahasa dan gaya penulisan Anda, serta topik-topik apa saja yang sering Anda angkat. Dari sini akan terbentuk branding image yang membedakan Anda dari blogger lain. Hal ini tidak dapat Anda lakukan dengan posting asal-asalan, latah, apalagi kalau hasil copy-paste.

  3. Menulis untuk uang, bukan untuk pembaca. Anda memang tidak dilarang untuk mencari uang dengan blog, tapi ingat bahwa pembaca harus ditempatkan di atas segalanya. Tanpa pembaca blog Anda tidak ada artinya. Jadi, sebisa mungkin selalu utamakan pembaca saat hendak menulis posting. Lupakan high paying keyword, jangan pernah menulis paid review yang tidak relevan, insya Allah pengunjung Anda akan betah.

  4. Tidak bergaul dengan blogger lain. Blogoshpere sama persis seperti lingkungan nyata di mana kita tinggal sehari-hari. Kalau Anda tidak mau bergaul dengan orang lain di sekitar Anda, tidak ada yang akan mengenal Anda. Anda akan terasing sendiri. Di jagat blogging juga begitu. Kalau ingin blog Anda dikenal, kenali dulu blog lain. Kalau Anda ingin blog Anda dikunjungi, kunjungi dulu blog lain dan tinggalkan komentar. Terutama di blog-blog besar yang sudah punya nama. Selain berusaha lebih dekat dengan pemilik blog, Anda juga akan memperoleh keuntungan ketika komentator lain atau pengunjung di blog itu penasaran dengan Anda dan ujung-ujungnya berkunjung ke blog Anda. Hal seperti ini pernah saya alami ketika seseorang dari Brunei Darussalam datang mengenalkan diri karena terpesona pada komentar manis saya di blog seseorang. :))

    Cara lain untuk bergaul dengan sesama blogger adalah menjawab setiap komentar yang ditinggalkan di blog Anda. Terlebih jika komentar tersbeut berupa bantahan atau pertanyaan kritis. Tak lupa ucapkan terima kasih karena telah berkunjung dan berkomentar, lalu tanggapi komentarnya. Ini hal sepele, tapi sangat berpengaruh besar pada karir Anda sebagai blogger.

  5. Tidak membaca EkoNurhuda.com. Narsis? Biarin! Hehehe...

Nah, hindari 5 kesalahan ini kalau Anda ingin blog Anda dibaca ribuan pengunjung. Amin.

18 Maret 2008

Posting kemarin koq kesannya sangat idealis ya? Memang begitulah seharusnya. Bloggerpun harus punya idealisme dengan blognya, karena idealisme inilah yang akan membuatnya dapat terus bertahan di jagat Blogosphere. Blogger yang terjun ke blogosphere tanpa idealisme yang jelas akan mudah bosan dan ujung-ujungnya mandeg di tengah jalan. Tapi ya jangan terlalu kakulah dengan idealisme itu. Toh, untuk mengusung sebuah idealisme juga dibutuhkan materi alias dolar. Iya kan?

Setelah menulis posting "Antara Pembaca dan Paid Review" sebelumnya, saya iseng berkunjung ke blog milik blogger-blogger senior di luar sana. Sengaja saya cari artikel mereka yang berhubungan dengan SponsoredReviews ataupun program paid review lain. What a surprise! Setidaknya Jacky Supit dan John Chow berpendapat sama. Kedua blogger kelas kakap ini mempunyai prinsip "Readers first, money later." Karena itu keduanya dengan tegas menyatakan akan menolak tawaran review yang tidak sesuai dengan tema blog mereka. Padahal harga review di blog mereka minimal $100, bukannya $2-50 seperti yang saya tulis sebelumnya.


Tapi mereka kan blogger top? Menolak review bukanlah masalah besar bagi mereka karena sekali menulis review saja sudah ratusan dolar yang dihasilkan. Lha, kita kan blogger kelas teri. Menulis 20 review-pun tidak akan sampai $100 earningnya (ini saya :p). Masa iya mau menolak kalau ada tawaran mereview? Itu mungkin yang akan Anda katakan.

Anda benar. Memang sayang menolak sebuah review, betapapun tidak relevannya review tersebut dengan blog kita. Tapi tetap saja tidak ada alasan bagi kita untuk memaksakan kehendak sendiri dan mengabaikan kepentingan pembaca. Ingat, tanpa pembaca blog Anda tidak berarti apa-apa. Kalau sudah terlanjur bagaimana? Tenang. Il y'a toujours le solution, begitu kata orang Perancis. Artinya, selalu ada solusi bagi setiap persoalan. Termasuk juga persoalan yang satu ini tentunya. Nah, berangkat dari pengalaman pribadi saya mengambil jalan tengah yang saya anggap adil supaya aman dari tuntutan materi tanpa mengabaikan kepentingan pembaca. Apa itu?
  1. Hanya mengambil review yang benar-benar relevan untuk blog dengan tema khusus/niche special. Yah, nyerempet-nyerempet sedikit bolehlah. Misalnya review tentang jasa reservasi hotel atau tiket pesawat untuk blog travel atau wisata.

  2. Sediakan sebuah blog yang super general. Nah, blog inilah yang bertugas menyapu bersih tawaran review lain yang tersisa. Bukankah kita juga tetap harus menjaga konsistensi earning harian? :p

  3. Sayang menolak tawaran review yang tidak relevan karena dolarnya besar? It's ok. Anda tak dilarang koq untuk menulisnya. Tapi cobalah menulis review dari sudut pandang yang bisa diterima pembaca. Contohnya blog Anda bertema desain grafis dan review-nya tentang backgammon atau online poker. Jangan mereview backgammon atau online pokernya. Pembaca Anda akan protes nanti. Bersikaplah cerdik dengan menitik-beratkan review pada aspek desain situs, tampilannya, navigasinya, atau aspek lain yang berhubungan dengan desain grafis. Ini tentunya lebih dapat diterima pembaca Anda.

  4. Jangan sekali-kali menerima review yang Anda sama sekali buta tentangnya. Jika Anda tidak tahu-menahu tentang subprime mortgage, memaksakan diri menulis review tentang itu hanya akan membuat tulisan Anda kosong tanpa bobot. Masih untung kalau ditulis sendiri. Lha kalau hasil kopi paste???
Oke, itu yang saya aplikasikan pada diri sendiri. Anda boleh sepakat, tidak setuju juga boleh koq. :p Semoga bermanfaat.

Posting kemarin koq kesannya sangat idealis ya? Memang begitulah seharusnya. Bloggerpun harus punya idealisme dengan blognya, karena idealisme inilah yang akan membuatnya dapat terus bertahan di jagat Blogosphere. Blogger yang terjun ke blogosphere tanpa idealisme yang jelas akan mudah bosan dan ujung-ujungnya mandeg di tengah jalan. Tapi ya jangan terlalu kakulah dengan idealisme itu. Toh, untuk mengusung sebuah idealisme juga dibutuhkan materi alias dolar. Iya kan?

Setelah menulis posting "Antara Pembaca dan Paid Review" sebelumnya, saya iseng berkunjung ke blog milik blogger-blogger senior di luar sana. Sengaja saya cari artikel mereka yang berhubungan dengan SponsoredReviews ataupun program paid review lain. What a surprise! Setidaknya Jacky Supit dan John Chow berpendapat sama. Kedua blogger kelas kakap ini mempunyai prinsip "Readers first, money later." Karena itu keduanya dengan tegas menyatakan akan menolak tawaran review yang tidak sesuai dengan tema blog mereka. Padahal harga review di blog mereka minimal $100, bukannya $2-50 seperti yang saya tulis sebelumnya.


Tapi mereka kan blogger top? Menolak review bukanlah masalah besar bagi mereka karena sekali menulis review saja sudah ratusan dolar yang dihasilkan. Lha, kita kan blogger kelas teri. Menulis 20 review-pun tidak akan sampai $100 earningnya (ini saya :p). Masa iya mau menolak kalau ada tawaran mereview? Itu mungkin yang akan Anda katakan.

Anda benar. Memang sayang menolak sebuah review, betapapun tidak relevannya review tersebut dengan blog kita. Tapi tetap saja tidak ada alasan bagi kita untuk memaksakan kehendak sendiri dan mengabaikan kepentingan pembaca. Ingat, tanpa pembaca blog Anda tidak berarti apa-apa. Kalau sudah terlanjur bagaimana? Tenang. Il y'a toujours le solution, begitu kata orang Perancis. Artinya, selalu ada solusi bagi setiap persoalan. Termasuk juga persoalan yang satu ini tentunya. Nah, berangkat dari pengalaman pribadi saya mengambil jalan tengah yang saya anggap adil supaya aman dari tuntutan materi tanpa mengabaikan kepentingan pembaca. Apa itu?
  1. Hanya mengambil review yang benar-benar relevan untuk blog dengan tema khusus/niche special. Yah, nyerempet-nyerempet sedikit bolehlah. Misalnya review tentang jasa reservasi hotel atau tiket pesawat untuk blog travel atau wisata.

  2. Sediakan sebuah blog yang super general. Nah, blog inilah yang bertugas menyapu bersih tawaran review lain yang tersisa. Bukankah kita juga tetap harus menjaga konsistensi earning harian? :p

  3. Sayang menolak tawaran review yang tidak relevan karena dolarnya besar? It's ok. Anda tak dilarang koq untuk menulisnya. Tapi cobalah menulis review dari sudut pandang yang bisa diterima pembaca. Contohnya blog Anda bertema desain grafis dan review-nya tentang backgammon atau online poker. Jangan mereview backgammon atau online pokernya. Pembaca Anda akan protes nanti. Bersikaplah cerdik dengan menitik-beratkan review pada aspek desain situs, tampilannya, navigasinya, atau aspek lain yang berhubungan dengan desain grafis. Ini tentunya lebih dapat diterima pembaca Anda.

  4. Jangan sekali-kali menerima review yang Anda sama sekali buta tentangnya. Jika Anda tidak tahu-menahu tentang subprime mortgage, memaksakan diri menulis review tentang itu hanya akan membuat tulisan Anda kosong tanpa bobot. Masih untung kalau ditulis sendiri. Lha kalau hasil kopi paste???
Oke, itu yang saya aplikasikan pada diri sendiri. Anda boleh sepakat, tidak setuju juga boleh koq. :p Semoga bermanfaat.

16 Maret 2008

Di SponsoredReviews setiap blogger sangat dianjurkan untuk hanya melakukan bidding dan mengambil review terhadap opportunity yang relevan dengan tema blognya. SponsoredReviews beralasan kalau advertiser lebih senang jika produk atau jasa yang mereka promosikan direview oleh blog yang relevan. Karena advertiser akan cepat menerima tawaran dari blog yang relevan. Sementara tawaran dari blog yang tidak relevan peluangnya sangat kecil untuk diterima.

Itu dari perspektif advertiser. Sekarang coba kita lihat dari perspektif kita sendiri sebagai blogger. Dalam pandangan saya, persoalan relevansi ini jauh lebih penting lagi dalam kaitannya dengan pembaca blog. Saya yakin pembaca blog Anda juga akan lebih senang jika Anda hanya memposting paid review yang relevan dengan tema blog. Sayangnya, kita harus jujur kalau sebagai member program paid review seringkali kita mengabaikan kepentingan pembaca dengan memuat review yang sama sekali tidak relevan demi dolar.

Contoh. Misalkan menerima task atau opportunity untuk menulis review tentang kartu kredit padahal blog Anda bertema film, apa yang akan Anda lakukan? Bisa dipastikan kebanyakan blogger akan menerima begitu saja tawaran itu. Apalagi kalau payout-nya lumayan. Tahukah Anda bahwa tindakan seperti itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap pembaca. Kenapa?
Karena Anda lebih mementingkan dolar ketimbang minat pembaca. Bayangkan apa respon pembaca blog Anda jika tiba-tiba ada posting yang tidak relevan? Sebagian mungkin bisa maklum, tapi tetap saja akan ada pembaca yang kecewa. Nah, di sinilah bahayanya. Sekali Anda mengecewakan pembaca, selamanya Anda akan kehilangan pembaca tersebut.

Memang sebagai blogger (baca: pemilik blog) Anda bebas untuk mengkomersilkan blog dengan berbagai macam online earning method. Anda bebas memasang iklan PPC, banner afiliasi, banner referensi, termasuk juga paid review. Tidak ada persoalanya sama sekali dengan hal itu. Yang menjadi persoalan adalah bila Anda menomor-satukan dolar di atas segalanya. Sikap dollar oriented ini sangat berbahaya karena dapat 'membunuh' Anda. Ingat bahwa blog adalah media komunikasi dua arah. Anda menulis, pengunjung membaca dan memberi komentar, lalu Anda merespon balik. Artinya, pembaca adalah faktor vital bagi kelangsungan hidup blog Anda. Tanpa pembaca blog Anda tidak berarti apa-apa. Ingatlah juga bahwa pembaca datang berkunjung bukan untuk melihat iklan. Yang mereka inginkan adalah informasi yang Anda sajikan. Jadi, penuhilah keinginan tersebut dan ikat mereka sebagai pembaca setia yang akan senantiasa kembali pada Anda.

Lalu kalau ada tawaran paid review yang tidak relevan bagaimana? Harus diakui terlalu sayang untuk menolak tawaran yang datang. Tapi percayalah jika kesetiaan pembaca Anda jauh lebih mahal nilainya dibanding berapapun payout yang akan Anda terima. Jangan ragu-ragu menolaknya. Usahakan untuk hanya memuat review yang relevan dengan tema blog atau kredibiltas Anda di mata pembaca jatuh hanya demi sedikit dolar, katakanlah $2-50. Ini bukan berarti saya mengatakan uang segitu kecil. Cuma bila Anda lebih mementingkan kemauan pembaca, keuntungan yang bakal Anda dapatkan jauh lebih besar. Coba bayangkan berapa harga sebuah review di blog Anda jika blog tersebut mempunyai jumlah kunjungan 1000+ per hari, ratusan orang subscriber dan sekian puluh link?

Sebagai penutup, ujar-ujar berikut kiranya sangat bagus untuk direnungkan. "Berikanlah yang terbaik pada sesamamu, maka langit dan bumi akan memberikan seluruh isinya padamu." bagus kan? Semoga bermanfaat.

Di SponsoredReviews setiap blogger sangat dianjurkan untuk hanya melakukan bidding dan mengambil review terhadap opportunity yang relevan dengan tema blognya. SponsoredReviews beralasan kalau advertiser lebih senang jika produk atau jasa yang mereka promosikan direview oleh blog yang relevan. Karena advertiser akan cepat menerima tawaran dari blog yang relevan. Sementara tawaran dari blog yang tidak relevan peluangnya sangat kecil untuk diterima.

Itu dari perspektif advertiser. Sekarang coba kita lihat dari perspektif kita sendiri sebagai blogger. Dalam pandangan saya, persoalan relevansi ini jauh lebih penting lagi dalam kaitannya dengan pembaca blog. Saya yakin pembaca blog Anda juga akan lebih senang jika Anda hanya memposting paid review yang relevan dengan tema blog. Sayangnya, kita harus jujur kalau sebagai member program paid review seringkali kita mengabaikan kepentingan pembaca dengan memuat review yang sama sekali tidak relevan demi dolar.

Contoh. Misalkan menerima task atau opportunity untuk menulis review tentang kartu kredit padahal blog Anda bertema film, apa yang akan Anda lakukan? Bisa dipastikan kebanyakan blogger akan menerima begitu saja tawaran itu. Apalagi kalau payout-nya lumayan. Tahukah Anda bahwa tindakan seperti itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap pembaca. Kenapa?
Karena Anda lebih mementingkan dolar ketimbang minat pembaca. Bayangkan apa respon pembaca blog Anda jika tiba-tiba ada posting yang tidak relevan? Sebagian mungkin bisa maklum, tapi tetap saja akan ada pembaca yang kecewa. Nah, di sinilah bahayanya. Sekali Anda mengecewakan pembaca, selamanya Anda akan kehilangan pembaca tersebut.

Memang sebagai blogger (baca: pemilik blog) Anda bebas untuk mengkomersilkan blog dengan berbagai macam online earning method. Anda bebas memasang iklan PPC, banner afiliasi, banner referensi, termasuk juga paid review. Tidak ada persoalanya sama sekali dengan hal itu. Yang menjadi persoalan adalah bila Anda menomor-satukan dolar di atas segalanya. Sikap dollar oriented ini sangat berbahaya karena dapat 'membunuh' Anda. Ingat bahwa blog adalah media komunikasi dua arah. Anda menulis, pengunjung membaca dan memberi komentar, lalu Anda merespon balik. Artinya, pembaca adalah faktor vital bagi kelangsungan hidup blog Anda. Tanpa pembaca blog Anda tidak berarti apa-apa. Ingatlah juga bahwa pembaca datang berkunjung bukan untuk melihat iklan. Yang mereka inginkan adalah informasi yang Anda sajikan. Jadi, penuhilah keinginan tersebut dan ikat mereka sebagai pembaca setia yang akan senantiasa kembali pada Anda.

Lalu kalau ada tawaran paid review yang tidak relevan bagaimana? Harus diakui terlalu sayang untuk menolak tawaran yang datang. Tapi percayalah jika kesetiaan pembaca Anda jauh lebih mahal nilainya dibanding berapapun payout yang akan Anda terima. Jangan ragu-ragu menolaknya. Usahakan untuk hanya memuat review yang relevan dengan tema blog atau kredibiltas Anda di mata pembaca jatuh hanya demi sedikit dolar, katakanlah $2-50. Ini bukan berarti saya mengatakan uang segitu kecil. Cuma bila Anda lebih mementingkan kemauan pembaca, keuntungan yang bakal Anda dapatkan jauh lebih besar. Coba bayangkan berapa harga sebuah review di blog Anda jika blog tersebut mempunyai jumlah kunjungan 1000+ per hari, ratusan orang subscriber dan sekian puluh link?

Sebagai penutup, ujar-ujar berikut kiranya sangat bagus untuk direnungkan. "Berikanlah yang terbaik pada sesamamu, maka langit dan bumi akan memberikan seluruh isinya padamu." bagus kan? Semoga bermanfaat.

14 Maret 2008

Menjadi verified member adalah dambaan setiap pemilik account PayPal di seluruh jagat. Alasannya simpel, dengan menjadi verified member kita bebas mengutak-atik dana yang ada di account kita. Mau dibelanjakan barang tertentu, mau dikirimkan kepada seseorang untuk amal atau titip ditarik bareng-bareng :), atau mau ditarik sendiri ke rekening kita. Nah, tampaknya poin ketiga inilah yang menjadi daya tarik utama setiap pemilik account PayPal untuk segera mengubah statusnya dari unverified member menjadi verified. Iya nggak sih???

Seperti yang sudah saya katakan di artikel "Account PayPal Verified..!" 2 hari lalu, saya merasa sangat beruntung sekali bergabung dengan PayPal di saat penyedia jasa online payment processor ini sudah mau menerima kartu debit bahkan kartu ATM sebagai syarat meng-upgrade account. Meskipun yang diterima baru kartu berlogo Visa saja, tapi ini sudah sangat membantu ketimbang saya harus membuat kartu kredit. Asli, saya sangat anti dengan kartu kredit dan sebisa mungkin saya tidak akan berhubungan dengan kartu tersebut. Untunglah sekarang aturannya sudah berganti sehingga saya tidak membutuhkan kartu kredit lagi untuk menaikkan status membership saya menjadi verified member.

Kembali ke soal menjadi verified member di PayPal, yang saya perlukan hanyalah sebuah kartu debit keluaran Bank Niaga. Awalnya saya tidak punya rekening di Bank Niaga, tapi berhubung ingin sekali menjadi verified member PayPal (baca: ingin sekali dapat menarik dana yang ada di PayPal) sayapun membuka rekening di bank tersebut. Setoran awal minimal Rp 500.000,- plus fotokopi KTP di mana kita berdomisili adalah modal untuk memiliki rekening di Bank Niaga. Oya, Anda juga harus punya nomor telepon rumah, bisa telepon duduk bisa juga nomor HP berbasis CDMA. Kalau tidak punya bagaimana? Tenang, isi saja dengan nomor telepon kampus, sekolah, tetangga atau teman. Beres.


Proses pembuatan kartu debit Niaga umumnya hanya membutuhkan waktu sehari. Jadi, misalnya sekarang Anda membuka rekening, besoknya kartu sudah jadi. Nah, kini saatnya kita gunakan kartu tersebut untuk meng-upgrade status account di PayPal. Bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Login ke situs PayPal. Secara otomatis Anda akan dibawa pada halaman "My Account Overview". Di situ ada satu baris berbunyi "Status: Indonesian - Unverified". Klik link "unverified" tersebut.

  2. Sebuah halaman bertajuk "Add Credit or Debit Card" akan muncul. Isi form yang disediakan yang antara lain meminta data tentang nama depan Anda, jenis kartu (Visa, MasterCard, Discover atau American Express), nomor kartu, masa kadaluarsa kartu dan 3 angka verifikasi kartu. 3 angka ini biasanya berada di bagian belakang kartu dan berada di deretan terakhir setelah 16 digit nomor kartu Anda. Jangan lupa untuk memilih alamat penagihan kartu lalu tekan "Add Card".

  3. Jika proses di atas berjalan dengan baik, pesan selanjutnya adalah bahwa PayPal akan mendebet kartu yang barusan Anda masukkan sebesar $1.95. Dengan pendebetan ini Anda akan mendapat inquiry dari transaksi pendebetan tersebut. Nah, dalam inquiry itulah terdapat 4 digit expuse number yang nantinya Anda gunakan untuk melengkapi proses upgrading account. Selain meminta print out inquiry dimaksud ke kantor cabang di mana Anda membuka rekening, Anda juga dapat mengetahui expuse number dari history transaksi rekening di menu e-Banking.

  4. Setelah mengetahui 4 digit expuse number yang diminta, jangan tunggu lama-lama lagi. Segera saja masukkan nomor tersebut. Terlebih dahulu Anda harus login ke PayPal, lalu di halaman "My Account Overview" akan terlihat satu task list yang meminta Anda untuk menyelesaikan proses pendaftaran kartu dengan memasukkan 4 digit expuse number. Klik link tersebut. Masukkan nomornya dan selesai.

  5. Selama proses ini PayPal akan memberitahukan setiap langkah yang harus Anda lakukan dalam setiap proses melalui email. Dan uang tabungan Anda yang didebet sebesar $1.95 tadi akan dikembalikan saat Anda melakukan withdraw. So, jangan khawatir deh! Uangnya gak hilang koq. :)
Itu saja ya? Semoga membantu.

NB: Maaf ga ada screenshot-nya. Wilayah privat soalnya, jadi rada takut aja mo diumbar. Maklum ya...

Menjadi verified member adalah dambaan setiap pemilik account PayPal di seluruh jagat. Alasannya simpel, dengan menjadi verified member kita bebas mengutak-atik dana yang ada di account kita. Mau dibelanjakan barang tertentu, mau dikirimkan kepada seseorang untuk amal atau titip ditarik bareng-bareng :), atau mau ditarik sendiri ke rekening kita. Nah, tampaknya poin ketiga inilah yang menjadi daya tarik utama setiap pemilik account PayPal untuk segera mengubah statusnya dari unverified member menjadi verified. Iya nggak sih???

Seperti yang sudah saya katakan di artikel "Account PayPal Verified..!" 2 hari lalu, saya merasa sangat beruntung sekali bergabung dengan PayPal di saat penyedia jasa online payment processor ini sudah mau menerima kartu debit bahkan kartu ATM sebagai syarat meng-upgrade account. Meskipun yang diterima baru kartu berlogo Visa saja, tapi ini sudah sangat membantu ketimbang saya harus membuat kartu kredit. Asli, saya sangat anti dengan kartu kredit dan sebisa mungkin saya tidak akan berhubungan dengan kartu tersebut. Untunglah sekarang aturannya sudah berganti sehingga saya tidak membutuhkan kartu kredit lagi untuk menaikkan status membership saya menjadi verified member.

Kembali ke soal menjadi verified member di PayPal, yang saya perlukan hanyalah sebuah kartu debit keluaran Bank Niaga. Awalnya saya tidak punya rekening di Bank Niaga, tapi berhubung ingin sekali menjadi verified member PayPal (baca: ingin sekali dapat menarik dana yang ada di PayPal) sayapun membuka rekening di bank tersebut. Setoran awal minimal Rp 500.000,- plus fotokopi KTP di mana kita berdomisili adalah modal untuk memiliki rekening di Bank Niaga. Oya, Anda juga harus punya nomor telepon rumah, bisa telepon duduk bisa juga nomor HP berbasis CDMA. Kalau tidak punya bagaimana? Tenang, isi saja dengan nomor telepon kampus, sekolah, tetangga atau teman. Beres.


Proses pembuatan kartu debit Niaga umumnya hanya membutuhkan waktu sehari. Jadi, misalnya sekarang Anda membuka rekening, besoknya kartu sudah jadi. Nah, kini saatnya kita gunakan kartu tersebut untuk meng-upgrade status account di PayPal. Bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Login ke situs PayPal. Secara otomatis Anda akan dibawa pada halaman "My Account Overview". Di situ ada satu baris berbunyi "Status: Indonesian - Unverified". Klik link "unverified" tersebut.

  2. Sebuah halaman bertajuk "Add Credit or Debit Card" akan muncul. Isi form yang disediakan yang antara lain meminta data tentang nama depan Anda, jenis kartu (Visa, MasterCard, Discover atau American Express), nomor kartu, masa kadaluarsa kartu dan 3 angka verifikasi kartu. 3 angka ini biasanya berada di bagian belakang kartu dan berada di deretan terakhir setelah 16 digit nomor kartu Anda. Jangan lupa untuk memilih alamat penagihan kartu lalu tekan "Add Card".

  3. Jika proses di atas berjalan dengan baik, pesan selanjutnya adalah bahwa PayPal akan mendebet kartu yang barusan Anda masukkan sebesar $1.95. Dengan pendebetan ini Anda akan mendapat inquiry dari transaksi pendebetan tersebut. Nah, dalam inquiry itulah terdapat 4 digit expuse number yang nantinya Anda gunakan untuk melengkapi proses upgrading account. Selain meminta print out inquiry dimaksud ke kantor cabang di mana Anda membuka rekening, Anda juga dapat mengetahui expuse number dari history transaksi rekening di menu e-Banking.

  4. Setelah mengetahui 4 digit expuse number yang diminta, jangan tunggu lama-lama lagi. Segera saja masukkan nomor tersebut. Terlebih dahulu Anda harus login ke PayPal, lalu di halaman "My Account Overview" akan terlihat satu task list yang meminta Anda untuk menyelesaikan proses pendaftaran kartu dengan memasukkan 4 digit expuse number. Klik link tersebut. Masukkan nomornya dan selesai.

  5. Selama proses ini PayPal akan memberitahukan setiap langkah yang harus Anda lakukan dalam setiap proses melalui email. Dan uang tabungan Anda yang didebet sebesar $1.95 tadi akan dikembalikan saat Anda melakukan withdraw. So, jangan khawatir deh! Uangnya gak hilang koq. :)
Itu saja ya? Semoga membantu.

NB: Maaf ga ada screenshot-nya. Wilayah privat soalnya, jadi rada takut aja mo diumbar. Maklum ya...

12 Maret 2008

Akhirnya, setelah lama berpetualang mencari cara termudah, termurah dan teraman untuk menjadi member dengan status verified di PayPal, status saya berubah juga menjadi verified member. Tujuan awal pengubahan status ini adalah agar saya dapat menarik dana di PayPal langsung ke rekening saya. Sayang kan kalau punya account berjumlah ratusan dolar tapi gak bisa dinikmati karena belum berstatus verified? Apalagi semenjak saya aktif menulis paid review dengan penghasilan yang lumayan lancar meskipun belum ideal menurut target saya pribadi. Tapi GPP-lah. Toh, segala sesuatu yang besar itu pasti dimulai dari hal-hal kecil dulu? Begitu juga dengan dengan earning. Suatau saat kita pasti bisa mencapai earning $1000 per bulan atau bahkan lebih. Tapi pada mulanya tentulah $100, $10 atau bahkan $1 dulu sebulan.

Saya beruntung membuka account PayPal di saat situs jasa pembayaran online terkemuka ini sudah menerima kartu debit bahkan juga ATM. Padahal dulu yang bisa diterima untuk mengubah status keanggotaan hanya kartu kredit yang kata adik tercinta saya, Dwin Friansi, kartu setan. Saya pernah bekerja sebagai sales kartu kredit CitiBank, jadi sedikit-banyak tahulah bagaimana tidak enaknya punya kartu kredit itu. Sepintas lalu memang enak, tapi kalau mau diselami lebih dalam punya kartu kredit itu sangat berbahaya. Ini pendapat pribadi lho. Makanya saya senang sekali waktu tahu bahwa PayPal mau menerima kartu debit ataupun ATM meski masih dibatasi untuk kartu-kartu keluaran Visa saja.

Awalnya saya mencoba memasukkan kartu debit BNI saya yang dikeluarkan MasterCard. Menurut keterangan PayPal sih seharusnya bisa. Tapi setelah saya coba berulangkali ternyata gagal terus dan akhirnya saya simpulkan kartu debit BNI saya ditolak. Iseng-iseng saya cari koleksi kartu ATM lama saya dan ketemulah kartu LippoBank yang berlogo Visa Electron. Masa berlakunya masih panjang meskipun uangnya sudah tidak ada lagi. Kartu itupun saya coba masukkan. Sama seperti nasib kartu BNI, kartu LippoBank saya juga ditolak. Saya sempat mikir jangan-jangan memang harus pake kartu kredit nih. Padahal, asli, saya paling males berurusan dengan kartu kredit.

Kemudian saya dengar kabar enakan pake VCC alias virtual credit card. Beli VCC sangat murah dan katanya sih simpel. Yang penting bisa untuk mengubah status di PayPal. Tapi namanya barang virtual mana ada wujudnya sih. Jadi membeli VCC ya cuma dapet no kartunya saja. Sayapun jadi ogah-ogahan. Untunglah kemudian ramai beredar berita kalau kartu debit Bank Niaga bisa dimasukkan ke account PayPal. Contoh blogger yang sudah berhasil melakukannya adalah Cosa Aranda dan Kang Yusa. Sayapun segera membuat rekening di Bank Niaga. Prosesnya cepat sekali. Tanggal 14 Februari buka rekening, tanggal 15 Februari kartu sudah berada di tangan dan siap digunakan. Siplah. Tak mau tunggu lama-lama kartu itupun segera saya bawa ke warnet untuk dimasukkan ke PayPal. Alhamdulillah, berhasil!

Senin kemarin saya meminta print out transaksi pendebetan yang dilakukan PayPal terhadap rekening Bank Niaga saya untuk melihat 4 digit expanded use number guna melengkapi proses verifikasi. Malamnya 4 digit nomor tersebut saya masukkan dan betapa senangnya saya melihat status saya sudah berubah menjadi Verified. :))


Anda ingin tahu proses-proses yang saya lakukan untuk mengubah status dari Unverified Member menjadi Verified Member? Tunggu posting selanjutnya!

Akhirnya, setelah lama berpetualang mencari cara termudah, termurah dan teraman untuk menjadi member dengan status verified di PayPal, status saya berubah juga menjadi verified member. Tujuan awal pengubahan status ini adalah agar saya dapat menarik dana di PayPal langsung ke rekening saya. Sayang kan kalau punya account berjumlah ratusan dolar tapi gak bisa dinikmati karena belum berstatus verified? Apalagi semenjak saya aktif menulis paid review dengan penghasilan yang lumayan lancar meskipun belum ideal menurut target saya pribadi. Tapi GPP-lah. Toh, segala sesuatu yang besar itu pasti dimulai dari hal-hal kecil dulu? Begitu juga dengan dengan earning. Suatau saat kita pasti bisa mencapai earning $1000 per bulan atau bahkan lebih. Tapi pada mulanya tentulah $100, $10 atau bahkan $1 dulu sebulan.

Saya beruntung membuka account PayPal di saat situs jasa pembayaran online terkemuka ini sudah menerima kartu debit bahkan juga ATM. Padahal dulu yang bisa diterima untuk mengubah status keanggotaan hanya kartu kredit yang kata adik tercinta saya, Dwin Friansi, kartu setan. Saya pernah bekerja sebagai sales kartu kredit CitiBank, jadi sedikit-banyak tahulah bagaimana tidak enaknya punya kartu kredit itu. Sepintas lalu memang enak, tapi kalau mau diselami lebih dalam punya kartu kredit itu sangat berbahaya. Ini pendapat pribadi lho. Makanya saya senang sekali waktu tahu bahwa PayPal mau menerima kartu debit ataupun ATM meski masih dibatasi untuk kartu-kartu keluaran Visa saja.

Awalnya saya mencoba memasukkan kartu debit BNI saya yang dikeluarkan MasterCard. Menurut keterangan PayPal sih seharusnya bisa. Tapi setelah saya coba berulangkali ternyata gagal terus dan akhirnya saya simpulkan kartu debit BNI saya ditolak. Iseng-iseng saya cari koleksi kartu ATM lama saya dan ketemulah kartu LippoBank yang berlogo Visa Electron. Masa berlakunya masih panjang meskipun uangnya sudah tidak ada lagi. Kartu itupun saya coba masukkan. Sama seperti nasib kartu BNI, kartu LippoBank saya juga ditolak. Saya sempat mikir jangan-jangan memang harus pake kartu kredit nih. Padahal, asli, saya paling males berurusan dengan kartu kredit.

Kemudian saya dengar kabar enakan pake VCC alias virtual credit card. Beli VCC sangat murah dan katanya sih simpel. Yang penting bisa untuk mengubah status di PayPal. Tapi namanya barang virtual mana ada wujudnya sih. Jadi membeli VCC ya cuma dapet no kartunya saja. Sayapun jadi ogah-ogahan. Untunglah kemudian ramai beredar berita kalau kartu debit Bank Niaga bisa dimasukkan ke account PayPal. Contoh blogger yang sudah berhasil melakukannya adalah Cosa Aranda dan Kang Yusa. Sayapun segera membuat rekening di Bank Niaga. Prosesnya cepat sekali. Tanggal 14 Februari buka rekening, tanggal 15 Februari kartu sudah berada di tangan dan siap digunakan. Siplah. Tak mau tunggu lama-lama kartu itupun segera saya bawa ke warnet untuk dimasukkan ke PayPal. Alhamdulillah, berhasil!

Senin kemarin saya meminta print out transaksi pendebetan yang dilakukan PayPal terhadap rekening Bank Niaga saya untuk melihat 4 digit expanded use number guna melengkapi proses verifikasi. Malamnya 4 digit nomor tersebut saya masukkan dan betapa senangnya saya melihat status saya sudah berubah menjadi Verified. :))


Anda ingin tahu proses-proses yang saya lakukan untuk mengubah status dari Unverified Member menjadi Verified Member? Tunggu posting selanjutnya!

10 Maret 2008

Program paid review semakin populer saja belakangan ini. Tak heran jika kemudian Google juga (gosipnya) berencana untuk terjun di bisnis ini. Kemudahan menjaring dolar merupakan salah satu penyebab. Ya, tidak seperti program online earning lain yang membutuhkan kombinasi banyak skill dan teknik (plus trik-trik), paid review sepenuhnya bergantung pada diri sendiri. Tidak perlu menjual sesuatu, tidak perlu 'membujuk' atau 'menjebak' pengunjung untuk mengklik iklan, cukup tulis review sepanjang 50-400 kata dan earning sebanyak $2-500 sudah bisa masuk kantong. Sayangnya kemudahan ini membuat banyak blogger menggampangkan program paid review yang melahirkan beberapa kesalahan dalam penulisan sebuah paid review.

Saya mencatat setidaknya ada 6 kesalahan yanga kerap dilakukan blogger dalam hal ini. Jujur saja saya juga pernah melakukan kesalahan tersebut di awal-awal menulis paid review. Karena itu saya mengajak rekan-rekan blogger sesama member program paid review untuk mulai menghindarinya. Apa itu?

  1. Tidak memahami apa yang harus ditulis. Ini kesalahan fatal. Tidak memahami produk atau jasa yang ditawarkan advertiser membuat Anda mati kutu. Apa yang harus ditulis kalau tidak mengerti apa-apa? Hindari kesalahan ini dengan melakukan riset yang cukup tentang topik tersebut. Jangan merasa puas dengan informasi yang ada di situs advertiser. Perbanyak bahan bacaan Anda dengan membuka-buka ensiklopedi, situs direktori artikel, termasuk juga situs-situs yang menawarkan produk serupa dengan milik advertiser.

  2. Copy-paste konten. Poin ini sangat berkaitan erat dengan yang pertama. Tidak memahami pokok pembahasan membuat Anda memilih jalan pintas. Duplikasi konten jelas tidak diharapkan oleh advertiser, apalagi kalau yang diduplikat milik advertiser sendiri. Kenapa? KOnten hasil copy-paste tidak dihitung oleh search engine karena dianggap SPAM. Ini akan merugikan advertiser. Salah satu tujuan advertiser membayar paid review adalah untuk memperoleh link. Nah, link pada konten hasil copy-paste tidak berarti apa-apa bagi advertiser. Oleh sebab itu buatlah review yang orisinil dan unik agar advertiser sama untungnya seperti Anda. Kalaupun terpaksa copy-paste, lakukanlah dengan 'smart'. Belum tahu triknya? Baca di sini dan di sini.

  3. Menulis ala kadarnya. Jangan karena minimal kata yang disyaratkan advertiser hanya 50 kata lantas Anda hanya menulis review pendek sepanjang 50 kata saja. Tulislah review yang sama panjangnya dengan posting Anda lainnya. Bila biasanya Anda menulis 300-400 kata per posting, panjang paid review idealnya juga sepanjang itu. Cobalah mencari hal-hal menarik dari produk atau jasa yang ditawarkan advertiser untuk diceritakan pada pembaca blog Anda. Kembangkan juga imajinasi Anda agar hasilnya lebih 'menggigit'.

  4. Mengada-ada atau melebih-lebihkan. Menulis sesuatu yang tidak sesuai kenyataan termasuk kesalahan besar. Advertiser tidak ingin Anda menulis review bohong, demikian juga pembaca blog Anda. Bila Anda belum pernah menggunakan jasa atau produk advertiser, jangan mengatakan sudah. Tulis saja yang sebenarnya. Toh, Anda masih bisa mencari sisi lain sebagai bahan tulisan. Juga jangan terlalu melebih-lebihkan produk atau jasa advertiser. Meskipun produk atau jasa tersebut benar-benar unggul, ungkapkanlah secara wajar. Tidak ada orang yang suka tulisan hiperbolis.

  5. Memprovokasi pembaca. Ya, paid review adalah salah satu bentuk promosi, tapi Anda sangat tidak dianjurkan untuk bersikap agresif mengagitasi pembaca. Advertiser menginginkan sebuah review yang natural dan wajar, jadi jangan membuatnya terkesan sebagai iklan dengan menggunakan kata-kata "Bergabunglah dengan situs ini!" atau "Beli produk ini sekarang!" dan semacamnya. Tulislah review seperti Anda menulis posting lainnya.

  6. Menulis terlalu banyak paid review dalam satu blog. Anda memang tidak dilarang untuk mengumpulkan dolar sebanyak-banyaknya, tapi menulis terlalu banyak paid review di satu blog harus dihindari. Hal ini dapat merugikan kelangsungan hidup blog Anda. Nah, kalau blog Anda mati lantas earningnya dari mana? Blog adalah media komunikasi 2 arah antara Anda dan pembaca. Karena itu Anda juga perlu memikirkan kepentingan pembaca. Bayangkan bagaimana reaksi pembaca saat menjumpai terlalu banyak paid review di blog Anda. Satu lagi, kebanyakan situs-situs penyedia program paid review men-syarat-kan membernya untuk me-manage blognya dengan komposisi antara paid dengan non paid 1:2. Artinya, setiap 1 paid review yang diposting harus diimbangi dengan 2 posting nonkomersil. Kalau Anda memaksa menulis 2-3 paid review sehari, maka Anda juga harus memposting 4-6 artikel lain. Ditotal-total Anda bisa mem-publish 6-9 posting dalam sehari. Awas, mempublikasikan terlalu banyak posting dalam sehari dapat membuat Anda dituduh melakukan SPAM.
Di bidang apa saja, kerja keras dan ketulusan adalah kunci sukses. Hindari dan jangan pernah melakukan 6 hal di atas, insya Allah jalan Anda menuju kesuksesan finansial akan lancar. So, be the good Indonesian paid review writer!

Program paid review semakin populer saja belakangan ini. Tak heran jika kemudian Google juga (gosipnya) berencana untuk terjun di bisnis ini. Kemudahan menjaring dolar merupakan salah satu penyebab. Ya, tidak seperti program online earning lain yang membutuhkan kombinasi banyak skill dan teknik (plus trik-trik), paid review sepenuhnya bergantung pada diri sendiri. Tidak perlu menjual sesuatu, tidak perlu 'membujuk' atau 'menjebak' pengunjung untuk mengklik iklan, cukup tulis review sepanjang 50-400 kata dan earning sebanyak $2-500 sudah bisa masuk kantong. Sayangnya kemudahan ini membuat banyak blogger menggampangkan program paid review yang melahirkan beberapa kesalahan dalam penulisan sebuah paid review.

Saya mencatat setidaknya ada 6 kesalahan yanga kerap dilakukan blogger dalam hal ini. Jujur saja saya juga pernah melakukan kesalahan tersebut di awal-awal menulis paid review. Karena itu saya mengajak rekan-rekan blogger sesama member program paid review untuk mulai menghindarinya. Apa itu?

  1. Tidak memahami apa yang harus ditulis. Ini kesalahan fatal. Tidak memahami produk atau jasa yang ditawarkan advertiser membuat Anda mati kutu. Apa yang harus ditulis kalau tidak mengerti apa-apa? Hindari kesalahan ini dengan melakukan riset yang cukup tentang topik tersebut. Jangan merasa puas dengan informasi yang ada di situs advertiser. Perbanyak bahan bacaan Anda dengan membuka-buka ensiklopedi, situs direktori artikel, termasuk juga situs-situs yang menawarkan produk serupa dengan milik advertiser.

  2. Copy-paste konten. Poin ini sangat berkaitan erat dengan yang pertama. Tidak memahami pokok pembahasan membuat Anda memilih jalan pintas. Duplikasi konten jelas tidak diharapkan oleh advertiser, apalagi kalau yang diduplikat milik advertiser sendiri. Kenapa? KOnten hasil copy-paste tidak dihitung oleh search engine karena dianggap SPAM. Ini akan merugikan advertiser. Salah satu tujuan advertiser membayar paid review adalah untuk memperoleh link. Nah, link pada konten hasil copy-paste tidak berarti apa-apa bagi advertiser. Oleh sebab itu buatlah review yang orisinil dan unik agar advertiser sama untungnya seperti Anda. Kalaupun terpaksa copy-paste, lakukanlah dengan 'smart'. Belum tahu triknya? Baca di sini dan di sini.

  3. Menulis ala kadarnya. Jangan karena minimal kata yang disyaratkan advertiser hanya 50 kata lantas Anda hanya menulis review pendek sepanjang 50 kata saja. Tulislah review yang sama panjangnya dengan posting Anda lainnya. Bila biasanya Anda menulis 300-400 kata per posting, panjang paid review idealnya juga sepanjang itu. Cobalah mencari hal-hal menarik dari produk atau jasa yang ditawarkan advertiser untuk diceritakan pada pembaca blog Anda. Kembangkan juga imajinasi Anda agar hasilnya lebih 'menggigit'.

  4. Mengada-ada atau melebih-lebihkan. Menulis sesuatu yang tidak sesuai kenyataan termasuk kesalahan besar. Advertiser tidak ingin Anda menulis review bohong, demikian juga pembaca blog Anda. Bila Anda belum pernah menggunakan jasa atau produk advertiser, jangan mengatakan sudah. Tulis saja yang sebenarnya. Toh, Anda masih bisa mencari sisi lain sebagai bahan tulisan. Juga jangan terlalu melebih-lebihkan produk atau jasa advertiser. Meskipun produk atau jasa tersebut benar-benar unggul, ungkapkanlah secara wajar. Tidak ada orang yang suka tulisan hiperbolis.

  5. Memprovokasi pembaca. Ya, paid review adalah salah satu bentuk promosi, tapi Anda sangat tidak dianjurkan untuk bersikap agresif mengagitasi pembaca. Advertiser menginginkan sebuah review yang natural dan wajar, jadi jangan membuatnya terkesan sebagai iklan dengan menggunakan kata-kata "Bergabunglah dengan situs ini!" atau "Beli produk ini sekarang!" dan semacamnya. Tulislah review seperti Anda menulis posting lainnya.

  6. Menulis terlalu banyak paid review dalam satu blog. Anda memang tidak dilarang untuk mengumpulkan dolar sebanyak-banyaknya, tapi menulis terlalu banyak paid review di satu blog harus dihindari. Hal ini dapat merugikan kelangsungan hidup blog Anda. Nah, kalau blog Anda mati lantas earningnya dari mana? Blog adalah media komunikasi 2 arah antara Anda dan pembaca. Karena itu Anda juga perlu memikirkan kepentingan pembaca. Bayangkan bagaimana reaksi pembaca saat menjumpai terlalu banyak paid review di blog Anda. Satu lagi, kebanyakan situs-situs penyedia program paid review men-syarat-kan membernya untuk me-manage blognya dengan komposisi antara paid dengan non paid 1:2. Artinya, setiap 1 paid review yang diposting harus diimbangi dengan 2 posting nonkomersil. Kalau Anda memaksa menulis 2-3 paid review sehari, maka Anda juga harus memposting 4-6 artikel lain. Ditotal-total Anda bisa mem-publish 6-9 posting dalam sehari. Awas, mempublikasikan terlalu banyak posting dalam sehari dapat membuat Anda dituduh melakukan SPAM.
Di bidang apa saja, kerja keras dan ketulusan adalah kunci sukses. Hindari dan jangan pernah melakukan 6 hal di atas, insya Allah jalan Anda menuju kesuksesan finansial akan lancar. So, be the good Indonesian paid review writer!

08 Maret 2008

Pernah denger Wikimu.com? Ada yang pernah dan ada yang belum, pasti jawabannya begitu. Anyway, secara sekilas bisa dijelaskan kalo Wikimu adalah sebuah situs yang mengusung konsep citizen journalism. Apa itu citizen journalism? Kalo menurut Wikipedia sih begini definisinya:
Citizen journalism, also known as public or participatory journalism, is the act of citizens "playing an active role in the process of collecting, reporting, analyzing and disseminating news and information," according to the seminal report We Media: How Audiences are Shaping the Future of News and Information, by Shayne Bowman and Chris Willis. They say, "The intent of this participation is to provide independent, reliable, accurate, wide-ranging and relevant information that a democracy requires."

Jadi, secara mudahnya citizen journalism adalah suatu bentuk jurnalisme dimana publik atau masyarakat kebanyakan berperan/berpartisipasi aktif dalam proses pengumpulan, penulisan, analisa dan publikasi berita atau informasi.
Hal ini bertujuan untuk menyediakan informasi yang independen, terpercaya, akurat, dan relevan sesuai dengan tuntutan alam demokrasi. Ini terjemahan bebas, jadi kalau salah mohon dikoreksi ya.

Kembali ke soal Wikimu, situs ini adalah sebuah situs yang menampung segala macam tulisan sehubungan dengan konsep citizen journalism tadi. Siapa saja boleh menulis tentang apa saja. Tak ada batasan yang mengekang penulis sesuai dengan motto: Bisa-bisanya kita. So, bisa-bisanya kita mau menulis tentang apa saja. Bisa pengalaman ditaksir lawan jenis, tips menawar barang di Malioboro, cerita pendek, puisi, warung makan paling enak, tempat wisata paling asyik, atau berita hangat. Pokoknya suka-suka deh.

Selain saling sapa secara online, komunitas Wikimu juga sering mengadakan pertemuan offline alias kopi darat. Nah, kebetulan kemarin giliran member-member Wikimu di Jogja yang mendapat kesempatan untuk saling bertatap muka. Ya, siang kemarin selepas jum'atan acaranya dimulai. Saya tentu tidak mau ketinggalan. Begitu Mas Bayu, admin Wikimu, memberi info tentang gathering ini via SMS beberapa hari sebelumnya saya langsung membalas dan menyatakan turut serta. Wow, acaranya asli rame banget. Rugi deh bagi member yang gak datang.


Satu hari sebelum acara, Mas Bayu (jongkok paling depan dalam foto yang tidak jelas di atas) sempat meminta kesediaan saya untuk berbagi pengalaman dan tips seputar tulis-menulis di internet. Duh, bukannya seneng saya malah langsung kebelet pipis. Bagaimana tidak? Saya baru terjun aktif di dunia penulisan online 2 bulan ini. Jadi kalau disuruh berbagi pengalaman dan tips saya bingung apa yang mau disampaikan. Kedua, saya ini tipe orang pendiam sekali (serius lho). Berbicara di depan umum bukanlah keahlian saya dan saya seringkali susah mengontrol diri jika sedang berbicara di depan orang banyak. Akhirnya bicaranya jadi ngawur dan yang mendengarkanpun tidak paham. :))

Eh, untungnya koq para peserta terlibat dalam diskusi seru sekali sehingga saya tidak jadi berbicara. Malahan dalam diskusi super seru itu saya banyak diam. Maklum, yang hadir dedengkot dunia penulisan/jurnalistik semua. Editor inilah, editor itulah, atau paling kecil ya ngurus majalah kampus. Lha, saya ini siapa? Minder deh ceritanya. Alih-alih berbagi pengalaman dan tips, saya justru banyak menyerap ilmu dari member yang lain. Luar biasa! Saya harap Wikimu sering-sering mengadakan pertemuan di Jogja sehingga penulis pemula seperti saya ini punya ajang untuk menimba ilmu dari para senior yang jauuuuh lebih berpengalaman.

Anda belum pernah berkunjung ke Wikimu? Mulai sekarang Anda harus mengunjungi situs ini!

Pernah denger Wikimu.com? Ada yang pernah dan ada yang belum, pasti jawabannya begitu. Anyway, secara sekilas bisa dijelaskan kalo Wikimu adalah sebuah situs yang mengusung konsep citizen journalism. Apa itu citizen journalism? Kalo menurut Wikipedia sih begini definisinya:
Citizen journalism, also known as public or participatory journalism, is the act of citizens "playing an active role in the process of collecting, reporting, analyzing and disseminating news and information," according to the seminal report We Media: How Audiences are Shaping the Future of News and Information, by Shayne Bowman and Chris Willis. They say, "The intent of this participation is to provide independent, reliable, accurate, wide-ranging and relevant information that a democracy requires."

Jadi, secara mudahnya citizen journalism adalah suatu bentuk jurnalisme dimana publik atau masyarakat kebanyakan berperan/berpartisipasi aktif dalam proses pengumpulan, penulisan, analisa dan publikasi berita atau informasi.
Hal ini bertujuan untuk menyediakan informasi yang independen, terpercaya, akurat, dan relevan sesuai dengan tuntutan alam demokrasi. Ini terjemahan bebas, jadi kalau salah mohon dikoreksi ya.

Kembali ke soal Wikimu, situs ini adalah sebuah situs yang menampung segala macam tulisan sehubungan dengan konsep citizen journalism tadi. Siapa saja boleh menulis tentang apa saja. Tak ada batasan yang mengekang penulis sesuai dengan motto: Bisa-bisanya kita. So, bisa-bisanya kita mau menulis tentang apa saja. Bisa pengalaman ditaksir lawan jenis, tips menawar barang di Malioboro, cerita pendek, puisi, warung makan paling enak, tempat wisata paling asyik, atau berita hangat. Pokoknya suka-suka deh.

Selain saling sapa secara online, komunitas Wikimu juga sering mengadakan pertemuan offline alias kopi darat. Nah, kebetulan kemarin giliran member-member Wikimu di Jogja yang mendapat kesempatan untuk saling bertatap muka. Ya, siang kemarin selepas jum'atan acaranya dimulai. Saya tentu tidak mau ketinggalan. Begitu Mas Bayu, admin Wikimu, memberi info tentang gathering ini via SMS beberapa hari sebelumnya saya langsung membalas dan menyatakan turut serta. Wow, acaranya asli rame banget. Rugi deh bagi member yang gak datang.


Satu hari sebelum acara, Mas Bayu (jongkok paling depan dalam foto yang tidak jelas di atas) sempat meminta kesediaan saya untuk berbagi pengalaman dan tips seputar tulis-menulis di internet. Duh, bukannya seneng saya malah langsung kebelet pipis. Bagaimana tidak? Saya baru terjun aktif di dunia penulisan online 2 bulan ini. Jadi kalau disuruh berbagi pengalaman dan tips saya bingung apa yang mau disampaikan. Kedua, saya ini tipe orang pendiam sekali (serius lho). Berbicara di depan umum bukanlah keahlian saya dan saya seringkali susah mengontrol diri jika sedang berbicara di depan orang banyak. Akhirnya bicaranya jadi ngawur dan yang mendengarkanpun tidak paham. :))

Eh, untungnya koq para peserta terlibat dalam diskusi seru sekali sehingga saya tidak jadi berbicara. Malahan dalam diskusi super seru itu saya banyak diam. Maklum, yang hadir dedengkot dunia penulisan/jurnalistik semua. Editor inilah, editor itulah, atau paling kecil ya ngurus majalah kampus. Lha, saya ini siapa? Minder deh ceritanya. Alih-alih berbagi pengalaman dan tips, saya justru banyak menyerap ilmu dari member yang lain. Luar biasa! Saya harap Wikimu sering-sering mengadakan pertemuan di Jogja sehingga penulis pemula seperti saya ini punya ajang untuk menimba ilmu dari para senior yang jauuuuh lebih berpengalaman.

Anda belum pernah berkunjung ke Wikimu? Mulai sekarang Anda harus mengunjungi situs ini!

07 Maret 2008

Oke, sesuai janji saya di posting sebelumnya, kini saatnya saya membagikan tips membuat blog tampil menonjol di antara ratusan blog lain di SponsoredReviews. Ini dia tips dari Jarrod Hunt yang saya sadur dari artikelnya di blog resmi SponsoredReviews:

1. Maksimalkan judul blog. Judul blog adalah poin kedua yang dilihat advertiser setelah harga. Anda akan memperoleh banyak job jika judul blog Anda menarik. Judul blog adalah etalase tempat Anda menjual blog. Berikut 3 hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat judul blog lebih menarik.
  • Sebutkan kategori blog. Ingatlah bahwa advertiser lebih memilih blog yang relevan. Jika Anda menyebutkan kategori blog di judul dan itu sesuai dengan kategori yang diinginkan advertiser, maka blog Anda akan lebih diperhatikan. Tulislah, misalnya, "Tukul's Travel and Tourism Blog" daripada "Tukul's Personal Blog".

  • Sebutkan kelebihan blog. Jika blog Anda mempunyai banyak pembaca atau berperingkat tinggi, sebutkanlah kelebihan itu. Contohnya, "Tukul's Tourism Blog (PR6)" atau "Tourism Blog w/ 10,000 Readers!".

  • Buat judul sekreatif mungkin. Pancing minat advertiser dengan tulisan-tulisan menantang seperti "Tukul's Humor Blog-Great Reviews!" atau "Voted Best Humor Blog!" dan lainnya.
2. Coba keberuntungan dengan deskripsi menarik. Jelaskan mengapa advertiser harus memilih Anda di bagian "description". Apakah review Anda begitu istimewa? Apakah Anda memiliki banyak pembaca? Apakah Anda memiliki keahlian pada bidang tertentu? Jelaskan semua kelebihan Anda agar advertiser memiliki alasan kuat untuk memilih Anda. Ini jadi lebih penting lagi jika Anda memasang harga tinggi.

3. Ini agak sensitif, tapi blog dengan nama domain sendiri lebih diperhatikan advertiser. Harus disadari bahwa masih terdapat salah persepsi di benak advertiser. Mereka menganggap blog dengan nama domain sendiri jauh lebih serius dibanding blog gratisan dengan alamat URL sepanjang kereta api. Padahal pada kenyataannya cukup banyak blog berkualitas meski gratisan. Tapi ingat kembali kalau advertiser menerima ratusan bid. Mereka tak punya cukup waktu untuk mengecek setiap blog satu per satu. Yang mereka lakukan hanyalah melihat statistik dan info yang terdapat di database SponsoredReviews. Lagipula www.ekonurhuda.com toh lebih keren kan dibanding www.eko-nurhuda.blogspot.com? Hehehe...

Oke, semoga rangkaian artikel ini dapat membantu Anda memperoleh job lebih banyak lagi dari SponsoredReviews. Tapi ingat, saran sebaik apapun tidak akan bermanfaat kalau tidak dijalankan. So, tindakan Anda yang lebih menentukan keberhasilan Anda.

Good luck!

Oke, sesuai janji saya di posting sebelumnya, kini saatnya saya membagikan tips membuat blog tampil menonjol di antara ratusan blog lain di SponsoredReviews. Ini dia tips dari Jarrod Hunt yang saya sadur dari artikelnya di blog resmi SponsoredReviews:

1. Maksimalkan judul blog. Judul blog adalah poin kedua yang dilihat advertiser setelah harga. Anda akan memperoleh banyak job jika judul blog Anda menarik. Judul blog adalah etalase tempat Anda menjual blog. Berikut 3 hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat judul blog lebih menarik.
  • Sebutkan kategori blog. Ingatlah bahwa advertiser lebih memilih blog yang relevan. Jika Anda menyebutkan kategori blog di judul dan itu sesuai dengan kategori yang diinginkan advertiser, maka blog Anda akan lebih diperhatikan. Tulislah, misalnya, "Tukul's Travel and Tourism Blog" daripada "Tukul's Personal Blog".

  • Sebutkan kelebihan blog. Jika blog Anda mempunyai banyak pembaca atau berperingkat tinggi, sebutkanlah kelebihan itu. Contohnya, "Tukul's Tourism Blog (PR6)" atau "Tourism Blog w/ 10,000 Readers!".

  • Buat judul sekreatif mungkin. Pancing minat advertiser dengan tulisan-tulisan menantang seperti "Tukul's Humor Blog-Great Reviews!" atau "Voted Best Humor Blog!" dan lainnya.
2. Coba keberuntungan dengan deskripsi menarik. Jelaskan mengapa advertiser harus memilih Anda di bagian "description". Apakah review Anda begitu istimewa? Apakah Anda memiliki banyak pembaca? Apakah Anda memiliki keahlian pada bidang tertentu? Jelaskan semua kelebihan Anda agar advertiser memiliki alasan kuat untuk memilih Anda. Ini jadi lebih penting lagi jika Anda memasang harga tinggi.

3. Ini agak sensitif, tapi blog dengan nama domain sendiri lebih diperhatikan advertiser. Harus disadari bahwa masih terdapat salah persepsi di benak advertiser. Mereka menganggap blog dengan nama domain sendiri jauh lebih serius dibanding blog gratisan dengan alamat URL sepanjang kereta api. Padahal pada kenyataannya cukup banyak blog berkualitas meski gratisan. Tapi ingat kembali kalau advertiser menerima ratusan bid. Mereka tak punya cukup waktu untuk mengecek setiap blog satu per satu. Yang mereka lakukan hanyalah melihat statistik dan info yang terdapat di database SponsoredReviews. Lagipula www.ekonurhuda.com toh lebih keren kan dibanding www.eko-nurhuda.blogspot.com? Hehehe...

Oke, semoga rangkaian artikel ini dapat membantu Anda memperoleh job lebih banyak lagi dari SponsoredReviews. Tapi ingat, saran sebaik apapun tidak akan bermanfaat kalau tidak dijalankan. So, tindakan Anda yang lebih menentukan keberhasilan Anda.

Good luck!

05 Maret 2008

Beberapa rekan yang rajin menyambangi blog ini sering mengeluh blognya selalu ditolak dalam bidding di SponsoredReviews. Ada lagi yang mengaku hanya berani mengambil review senilai $5-10 saja. Alasannya, rekan tadi tidak pede dengan blognya sendiri dan takut ditolak kalau mengambil bid berharga tinggi. Tidak salah, sih, sikap begini. Tapi apa salahnya mencoba keberuntungan dengan mengambil juga bid-bid bernilai besar?

Inilah bedanya SponsoredReviews dengan beberapa situs sejenis. Kalau di dunia afiliasi ada Commission Junction, maka di jagat paid review SponsoredReviews memainkan peran serupa. SponsoredReviews adalah marketplace di mana para blogger dan advertiser berkumpul menjadi satu. Masing-masing pihak memegang kontrol penuh terhadap apa yang mereka inginkan. Transaksi hanya terjadi jika advertiser dan blogger menyepakati harga yang sama. Dengan kata lain, terciptalah kondisi win-win solution alias sama-sama untung.

Sungguhpun begitu tidak dapat dipungkiri kalau advertiser mempunyai kuasa lebih besar ketimbang blogger. Dengan sangat leluasa mereka dapat menolak blog-blog yang tidak sesuai dengan keinginan. Jadilah teman-teman kita mengeluh blognya sering ditolak. Menurut Jarrod Hunt di blog resmi SponsoredReviews, setidaknya ada 3 alasan kenapa advertiser menolak atau mengabaikan bid. Apa saja alasan itu?

  1. Advertiser menerima ratusan bid semenjak pertama kali memasang sebuah opportunity. Bayangkan bagaimana susahnya advertiser menjatuhkan pilihan dari ratusan tawaran tersebut. Jika Anda berada di posisi advertiser, apa yang akan Anda lakukan? Hal termudah dan paling praktis adalah dengan melihat blog mana yang paling menonjol. Kalau blog Anda tidak memiliki keistimewaan yang menonjol, wajar saja jika selalu ditolak.

  2. Advertiser mencari blog yang relevan terlebih dahulu. Ingat, advertiser itu kan jualan. Jadi, mereka tentu berharap akan ada peningkatan penjualan dari review yang dibuat blogger. Nah, karena itu kebanyakan advertiser cenderung lebih suka dengan blog yang relevan dengan produk/service/situs mereka.

  3. Setelah dua hal di atas, harga adalah faktor ketiga yang menjadi perhatian besar advertiser. Jika sudah memperoleh blog yang menonjol dan lebih relevan, maka selanjutnya advertiser akan menimbang-nimbang harga review. Jika Anda menaarkan $100 padahal ada blog lain dengan statistik dan relevansi yang sama menawarkan harga lebih rendah, jelas advertiser akan lebih memilih yang harganya lebih rendah, bukan? Harga memang bukan segalanya, tapi kalau advertiser bisa mendapatkan review dari blog berkualitas dengan harga rendah kenapa mereka harus memilih yang mahal? Ini bukan berarti melarang Anda memasang harga tinggi saat bidding. Hanya saja Anda harus dapat menjelaskan kenapa advertiser harus memilih Anda sementara banyak pilihan setara dengan harga lebih rendah.
Kebayang kan susahnya? Memang cari uang itu susah. Tapi, tenang. Setiap persoalan pasti ada solusinya. Jarrod Hunt memberikan sejumlah tips agar blog Anda tampil menonjol di antara ratusan blog lain pada opportunity yang sama. Mau tahu? Saya yakin Anda mau tahu. Tapi tidak sekarang lho. Tunggu lanjutannya di posting mendatang. :)

Beberapa rekan yang rajin menyambangi blog ini sering mengeluh blognya selalu ditolak dalam bidding di SponsoredReviews. Ada lagi yang mengaku hanya berani mengambil review senilai $5-10 saja. Alasannya, rekan tadi tidak pede dengan blognya sendiri dan takut ditolak kalau mengambil bid berharga tinggi. Tidak salah, sih, sikap begini. Tapi apa salahnya mencoba keberuntungan dengan mengambil juga bid-bid bernilai besar?

Inilah bedanya SponsoredReviews dengan beberapa situs sejenis. Kalau di dunia afiliasi ada Commission Junction, maka di jagat paid review SponsoredReviews memainkan peran serupa. SponsoredReviews adalah marketplace di mana para blogger dan advertiser berkumpul menjadi satu. Masing-masing pihak memegang kontrol penuh terhadap apa yang mereka inginkan. Transaksi hanya terjadi jika advertiser dan blogger menyepakati harga yang sama. Dengan kata lain, terciptalah kondisi win-win solution alias sama-sama untung.

Sungguhpun begitu tidak dapat dipungkiri kalau advertiser mempunyai kuasa lebih besar ketimbang blogger. Dengan sangat leluasa mereka dapat menolak blog-blog yang tidak sesuai dengan keinginan. Jadilah teman-teman kita mengeluh blognya sering ditolak. Menurut Jarrod Hunt di blog resmi SponsoredReviews, setidaknya ada 3 alasan kenapa advertiser menolak atau mengabaikan bid. Apa saja alasan itu?

  1. Advertiser menerima ratusan bid semenjak pertama kali memasang sebuah opportunity. Bayangkan bagaimana susahnya advertiser menjatuhkan pilihan dari ratusan tawaran tersebut. Jika Anda berada di posisi advertiser, apa yang akan Anda lakukan? Hal termudah dan paling praktis adalah dengan melihat blog mana yang paling menonjol. Kalau blog Anda tidak memiliki keistimewaan yang menonjol, wajar saja jika selalu ditolak.

  2. Advertiser mencari blog yang relevan terlebih dahulu. Ingat, advertiser itu kan jualan. Jadi, mereka tentu berharap akan ada peningkatan penjualan dari review yang dibuat blogger. Nah, karena itu kebanyakan advertiser cenderung lebih suka dengan blog yang relevan dengan produk/service/situs mereka.

  3. Setelah dua hal di atas, harga adalah faktor ketiga yang menjadi perhatian besar advertiser. Jika sudah memperoleh blog yang menonjol dan lebih relevan, maka selanjutnya advertiser akan menimbang-nimbang harga review. Jika Anda menaarkan $100 padahal ada blog lain dengan statistik dan relevansi yang sama menawarkan harga lebih rendah, jelas advertiser akan lebih memilih yang harganya lebih rendah, bukan? Harga memang bukan segalanya, tapi kalau advertiser bisa mendapatkan review dari blog berkualitas dengan harga rendah kenapa mereka harus memilih yang mahal? Ini bukan berarti melarang Anda memasang harga tinggi saat bidding. Hanya saja Anda harus dapat menjelaskan kenapa advertiser harus memilih Anda sementara banyak pilihan setara dengan harga lebih rendah.
Kebayang kan susahnya? Memang cari uang itu susah. Tapi, tenang. Setiap persoalan pasti ada solusinya. Jarrod Hunt memberikan sejumlah tips agar blog Anda tampil menonjol di antara ratusan blog lain pada opportunity yang sama. Mau tahu? Saya yakin Anda mau tahu. Tapi tidak sekarang lho. Tunggu lanjutannya di posting mendatang. :)

03 Maret 2008

Pernah denger nama Ziddu? Ada yang sudah pernah, tapi ada juga yang belum. Ziddu adalah situs yang menyediakan layanan hosting file gratis seperti EasyShare, RapidShare atau Photobucket yang khusus untuk gambar. Bedanya dengan situs-situs sejenisnya, Ziddu akan membayar membernya jika file member tersebut didownload oleh orang lain. Wow, hebat kan?

Ziddu memang beda. Konsep situs yang berbasis di Hong Kong ini adalah berbagi dan mendapat uang, sesuai dengan mottonya: "Upload, Share, Earn." Jadi, Anda baru akan mendapat komisi kalau Anda membagi file yang disimpan di Ziddu. Berapa bayarannya? $0.001 untuk setiap file yang didownload. Artinya, Anda baru akan memperoleh $1 jika ada 1000 orang yang men-download file Anda.

Kecil? Memang iya!
Tapi Anda bisa memperbesar pendapatan Anda dengan dua cara. Pertama, lebih banyak berbagi yang berarti Anda harus lebih banyak mengupload file ke Ziddu dan membagikannya ke pembaca blog/situs Anda. Kedua, memaksimalkan program afiliasi alias mereferensikan member-member baru ke Ziddu. Setiap member baru yang direferensikan mengupload file pertamanya, Anda sebagai pereferensi akan memperoleh bayaran sebesar $0.3. Hmm, malah lebih besar komisi referalnya daripada download kan?

Program Ziddu ini sangat cocok bagi Anda yang punya situs atau blog tentang musik, film dan buku/ebook. Sediakan saja MP3 gratis, video gratis atau ebook gratis untuk didownload pembaca. Semakin banyak varian file yang Anda sediakan tentu lebih besar lagi uang yang dapat Anda kumpulkan. Ingat, mayoritas orang itu suka barang gratisan. Ini peluang besar bagi Anda yang punya stok file berlimpah untuk diubah menjadi dolar. So, tunggu apa lagi? Segera daftar ke Ziddu sekarang juga!

Semoga bermanfaat.

Pernah denger nama Ziddu? Ada yang sudah pernah, tapi ada juga yang belum. Ziddu adalah situs yang menyediakan layanan hosting file gratis seperti EasyShare, RapidShare atau Photobucket yang khusus untuk gambar. Bedanya dengan situs-situs sejenisnya, Ziddu akan membayar membernya jika file member tersebut didownload oleh orang lain. Wow, hebat kan?

Ziddu memang beda. Konsep situs yang berbasis di Hong Kong ini adalah berbagi dan mendapat uang, sesuai dengan mottonya: "Upload, Share, Earn." Jadi, Anda baru akan mendapat komisi kalau Anda membagi file yang disimpan di Ziddu. Berapa bayarannya? $0.001 untuk setiap file yang didownload. Artinya, Anda baru akan memperoleh $1 jika ada 1000 orang yang men-download file Anda.

Kecil? Memang iya!
Tapi Anda bisa memperbesar pendapatan Anda dengan dua cara. Pertama, lebih banyak berbagi yang berarti Anda harus lebih banyak mengupload file ke Ziddu dan membagikannya ke pembaca blog/situs Anda. Kedua, memaksimalkan program afiliasi alias mereferensikan member-member baru ke Ziddu. Setiap member baru yang direferensikan mengupload file pertamanya, Anda sebagai pereferensi akan memperoleh bayaran sebesar $0.3. Hmm, malah lebih besar komisi referalnya daripada download kan?

Program Ziddu ini sangat cocok bagi Anda yang punya situs atau blog tentang musik, film dan buku/ebook. Sediakan saja MP3 gratis, video gratis atau ebook gratis untuk didownload pembaca. Semakin banyak varian file yang Anda sediakan tentu lebih besar lagi uang yang dapat Anda kumpulkan. Ingat, mayoritas orang itu suka barang gratisan. Ini peluang besar bagi Anda yang punya stok file berlimpah untuk diubah menjadi dolar. So, tunggu apa lagi? Segera daftar ke Ziddu sekarang juga!

Semoga bermanfaat.

01 Maret 2008

Tak terasa sudah tanggal 1 Maret. Bulan Februari sudah berlalu dan itu berarti sudah waktunya bagi saya untuk melakukan hitung-hitungan penghasilan yang telah saya kumpulkan di bulan lalu. Sebenarnya malu juga mengumumkan hasil earning yang tidak seberapa, tapi berhubung saya sudah memulai tradisi ini bulan Januari lalu mau tak mau harus dilanjutkan. Masa iya penghasilan bulan Januari dilaporkan koq terus bulan Februari tidak? Kan jadi lucu nanti. Maka, besar atau kecil saya tetap harus mengumumkan penghasilan yang saya peroleh tiap bulan dari aktifitas ngeblog.

Oke, bila bulan Januari lalu (yaitu bulan pertama saya menghasilkan dolar dalam jumlah yang lumayan dari internet) total earning saya di atas $150, maka bulan Februari yang baru lewat ini total earning-nya turun sangat drastis. Setengahnya saja tidak. Padahal target saya paling tidak meningkat 50% di bulan ini. Eh, malah dapet sebaliknya. Berapa sih earning yang kecil itu?
Ini dia:

SponsoredReviews $47.45
Smorty $18.00
Blogvertise $10.00
Total earning ==> $75.45

Ya, bulan Februari saya hanya menghasilkan sebesar total $75.45 saja. Kecil? Lha kalau penghasilan bulan Januari yang lebih besar dari ini saja saya katakan kecil, apalagi ini? Penghasilan Februari ini minus $89.7 dari penghasilan Januari lalu dan minus lebih dari $200 dari target yang saya canangkan di awal bulan lalu. Kecewa? Jelas dong. Tapi tak ada gunanya terlalu lama berlarut-larut dalam kekecewaan. Masa depan sudah berada di hadapan dan siap dijelang. Get ready, Guy!

Maret ini saya memasang target sederhana saja, cukup $300. Harapan terbesar tentu saja dari SponsoredReviews yang sampai sekarang masih menjadi source of income terbesar saya. Untuk memaksimalkan potensi penghasilan dari SponsoredReviews, saya malah kepikiran untuk hanya fokus pada situs itu saja. Program paid review lain nantinya hanya sebagai sambilan sajalah. Selain itu saya juga mulai menjalankan source of income lain, yakni Ziddu (penjelasan tentang Ziddu sudah saya siapkan, tinggal tunggu tanggal postingnya saja). Ditambah custom domain yang diharapkan dapat menambah nilai jual blog ini, besar harapan saya target yang hanya $300 itu dapat tercapai di bulan Maret ini. Amin.

Ikut doakan saya ya...

Tak terasa sudah tanggal 1 Maret. Bulan Februari sudah berlalu dan itu berarti sudah waktunya bagi saya untuk melakukan hitung-hitungan penghasilan yang telah saya kumpulkan di bulan lalu. Sebenarnya malu juga mengumumkan hasil earning yang tidak seberapa, tapi berhubung saya sudah memulai tradisi ini bulan Januari lalu mau tak mau harus dilanjutkan. Masa iya penghasilan bulan Januari dilaporkan koq terus bulan Februari tidak? Kan jadi lucu nanti. Maka, besar atau kecil saya tetap harus mengumumkan penghasilan yang saya peroleh tiap bulan dari aktifitas ngeblog.

Oke, bila bulan Januari lalu (yaitu bulan pertama saya menghasilkan dolar dalam jumlah yang lumayan dari internet) total earning saya di atas $150, maka bulan Februari yang baru lewat ini total earning-nya turun sangat drastis. Setengahnya saja tidak. Padahal target saya paling tidak meningkat 50% di bulan ini. Eh, malah dapet sebaliknya. Berapa sih earning yang kecil itu?
Ini dia:

SponsoredReviews $47.45
Smorty $18.00
Blogvertise $10.00
Total earning ==> $75.45

Ya, bulan Februari saya hanya menghasilkan sebesar total $75.45 saja. Kecil? Lha kalau penghasilan bulan Januari yang lebih besar dari ini saja saya katakan kecil, apalagi ini? Penghasilan Februari ini minus $89.7 dari penghasilan Januari lalu dan minus lebih dari $200 dari target yang saya canangkan di awal bulan lalu. Kecewa? Jelas dong. Tapi tak ada gunanya terlalu lama berlarut-larut dalam kekecewaan. Masa depan sudah berada di hadapan dan siap dijelang. Get ready, Guy!

Maret ini saya memasang target sederhana saja, cukup $300. Harapan terbesar tentu saja dari SponsoredReviews yang sampai sekarang masih menjadi source of income terbesar saya. Untuk memaksimalkan potensi penghasilan dari SponsoredReviews, saya malah kepikiran untuk hanya fokus pada situs itu saja. Program paid review lain nantinya hanya sebagai sambilan sajalah. Selain itu saya juga mulai menjalankan source of income lain, yakni Ziddu (penjelasan tentang Ziddu sudah saya siapkan, tinggal tunggu tanggal postingnya saja). Ditambah custom domain yang diharapkan dapat menambah nilai jual blog ini, besar harapan saya target yang hanya $300 itu dapat tercapai di bulan Maret ini. Amin.

Ikut doakan saya ya...