Selamat datang di ...

26 April 2008

Ada-ada saja yang disediakan dunia internet. Sampai-sampai hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin bisa menjadi kenyataan. Salah satunya adalah apa yang ditawarkan oleh HyperWebEnable, sebuah situs penyedia nama domain .com gratisan. Ya, Anda tidak salah baca. Situs ini memang menyediakan nama domain .com gratis hanya dengan mendaftar sebagai membernya. Masuk akal tidak sih? Saya juga terus terang sulit mempercayainya, tapi ini memang nyata lho.

Secara akal sehat, apa tidak rugi ya memberikan nama domain gratis? Mana domain .com pula! Di luaran sana, harga nama domain .com paling murah dijual seharga Rp 65.000,- di situs lokal. Kalau situs luar paling murah menjual seharga $6.95 untuk nama domain berekstensi .com. Lha, ini koq bisa-bisanya memberi gratisan ya? Tapi Anda harus percaya ini. Apalagi bagi Anda yang sudah lama ingin mempunyai nama domain sendiri tapi (maaf) terbentur biaya atau karena masih banyak pertimbangan lain. HyperWebEnable adalah pilihan tepat bagi Anda. Cukup register, terus ajukan deh permohonan untuk meminta satu nama domain .com buat blog atau situs Anda.

Meskipun gratis, namun layanan yang diberikan HyperWebEnable cukup lengkap dan bisa dikatakan berkelas. Mohon maaf sebelumnya, tapi dibandingkan layanan blog gratis yang disediakan Blogger, Wordpress atau layanan situs gratis lain, maka punya HyperWebEnable berada di atas angin. Tidak percaya? Coba deh lihat daftar layanan yang mereka sediakan untuk Anda:

1. Complete free services no hidden cost.
2. Free Website like www.yourname.com.
3. Multiple free websites also provided.
4. Free web space of 1 GB.
5. Unlimited email ids for your website like (info@yahoursite.com,contact@yoursite.com).
6. PHP 4.x
7. MYSQL (Unlimited databases).
8. Unlimited Bandwidth.
9. Free 51 free scripts to install in your website(like Blog scripts,Forum scripts,Content management scripts, Wiki).
10. We install extra scripts on request.
11. Hundreds of free templates to select.
12. Technical support by email.

Bukan cuma nama domain gratis, Anda bahkan juga akan mendapat hosting gratis, bandwidth tak terbatas, serta layanan yang serasa tidak masuk akal lainnya. Dengan berbagai kelebihan ini, tak heran jika pengguna layanan HyperWebEnable tidak merasa menggunakan layanan gratis. Apalagi mereka dapat tetap memasang iklan serta berbagai program online earning lain yang dikehendaki, hal yang tidak diperbolehkan di beberapa layanan blog/situs gratis lainnya. Hmm, Jadi semakin tertarik kan? Saya juga diam-diam jadi sedikit menyesal baru mengetahui informasi ini sekarang. :p

Terus keuntungan buat HyperWebEnable sebagai penyedia jasa tersebut apa? Betul, namanya layanan gratis tentu ada timbal-baliknya buat si pemilik layanan. Nah, HyperWebEnable akan memasang 2 banner iklan dan 1 iklan teks di setiap situs/blog yang didaftarkan. Iklan banner masing-masing akan dipasang di atas dan di bawah posting pertama atau posting terbaru, sedangkan iklan teks ditempatkan di bawah halaman situs/blog. Tapi tenang, tempat-tempat strategis lain seperti header dan sidebar masih bisa Anda pasangi iklan lain, termasuk Google AdSense. Untuk itu Anda harus memberitahu pihak HyperWebEnable agar mereka memasang iklan non-GA di tempat yang menjadi hak mereka.

Gimana, keren abiz kan layanannya. Anda tertarik? Segera daftar sekarang, karena selain situs/blog gratis Anda juga mempunyai peluang menambah penghasilan dengan mengikuti program afiliasinya. Ya, HyperWebEnable akan membayar Anda sebesar $1 untuk setiap member baru yang mendaftar dan mengajukan situs/blog baru.

Ada-ada saja yang disediakan dunia internet. Sampai-sampai hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin bisa menjadi kenyataan. Salah satunya adalah apa yang ditawarkan oleh HyperWebEnable, sebuah situs penyedia nama domain .com gratisan. Ya, Anda tidak salah baca. Situs ini memang menyediakan nama domain .com gratis hanya dengan mendaftar sebagai membernya. Masuk akal tidak sih? Saya juga terus terang sulit mempercayainya, tapi ini memang nyata lho.

Secara akal sehat, apa tidak rugi ya memberikan nama domain gratis? Mana domain .com pula! Di luaran sana, harga nama domain .com paling murah dijual seharga Rp 65.000,- di situs lokal. Kalau situs luar paling murah menjual seharga $6.95 untuk nama domain berekstensi .com. Lha, ini koq bisa-bisanya memberi gratisan ya? Tapi Anda harus percaya ini. Apalagi bagi Anda yang sudah lama ingin mempunyai nama domain sendiri tapi (maaf) terbentur biaya atau karena masih banyak pertimbangan lain. HyperWebEnable adalah pilihan tepat bagi Anda. Cukup register, terus ajukan deh permohonan untuk meminta satu nama domain .com buat blog atau situs Anda.

Meskipun gratis, namun layanan yang diberikan HyperWebEnable cukup lengkap dan bisa dikatakan berkelas. Mohon maaf sebelumnya, tapi dibandingkan layanan blog gratis yang disediakan Blogger, Wordpress atau layanan situs gratis lain, maka punya HyperWebEnable berada di atas angin. Tidak percaya? Coba deh lihat daftar layanan yang mereka sediakan untuk Anda:

1. Complete free services no hidden cost.
2. Free Website like www.yourname.com.
3. Multiple free websites also provided.
4. Free web space of 1 GB.
5. Unlimited email ids for your website like (info@yahoursite.com,contact@yoursite.com).
6. PHP 4.x
7. MYSQL (Unlimited databases).
8. Unlimited Bandwidth.
9. Free 51 free scripts to install in your website(like Blog scripts,Forum scripts,Content management scripts, Wiki).
10. We install extra scripts on request.
11. Hundreds of free templates to select.
12. Technical support by email.

Bukan cuma nama domain gratis, Anda bahkan juga akan mendapat hosting gratis, bandwidth tak terbatas, serta layanan yang serasa tidak masuk akal lainnya. Dengan berbagai kelebihan ini, tak heran jika pengguna layanan HyperWebEnable tidak merasa menggunakan layanan gratis. Apalagi mereka dapat tetap memasang iklan serta berbagai program online earning lain yang dikehendaki, hal yang tidak diperbolehkan di beberapa layanan blog/situs gratis lainnya. Hmm, Jadi semakin tertarik kan? Saya juga diam-diam jadi sedikit menyesal baru mengetahui informasi ini sekarang. :p

Terus keuntungan buat HyperWebEnable sebagai penyedia jasa tersebut apa? Betul, namanya layanan gratis tentu ada timbal-baliknya buat si pemilik layanan. Nah, HyperWebEnable akan memasang 2 banner iklan dan 1 iklan teks di setiap situs/blog yang didaftarkan. Iklan banner masing-masing akan dipasang di atas dan di bawah posting pertama atau posting terbaru, sedangkan iklan teks ditempatkan di bawah halaman situs/blog. Tapi tenang, tempat-tempat strategis lain seperti header dan sidebar masih bisa Anda pasangi iklan lain, termasuk Google AdSense. Untuk itu Anda harus memberitahu pihak HyperWebEnable agar mereka memasang iklan non-GA di tempat yang menjadi hak mereka.

Gimana, keren abiz kan layanannya. Anda tertarik? Segera daftar sekarang, karena selain situs/blog gratis Anda juga mempunyai peluang menambah penghasilan dengan mengikuti program afiliasinya. Ya, HyperWebEnable akan membayar Anda sebesar $1 untuk setiap member baru yang mendaftar dan mengajukan situs/blog baru.

24 April 2008

Bila bulan April ini berakhir, itu artinya sudah 4 bulan umur blog ini. Masih muda sekali ya? Tapi di umurnya yang semuda itu telah banyak pengalaman dan juga pendapatan yang diberikan blog ini pada saya. Banyaknya pengalaman yang saya dapat tidak bisa dipungkiri, tapi soal banyak pendapatan masih bisa subjektif. :D Apapun itu, berkat blog ini saya jadi tahu lebih banyak lagi tentang seluk-beluk internet meski itu masih di tingkatan paling dasar.

Dulu, saat masih beralamat sepanjang kereta api, blog ini sangat full dengan banner dan warna-warni iklan. Mulai dari banner afiliasi, iklan PPC, sampai iklan-iklan gak penting lain. Waktu itu saya berpikir semakin banyak sumber pendapatan akan semakin baik. Bukankah banyak pakar bisnis bilang "jangan taruh semua telur dalam keranjang yang sama" di seminar-seminar atau buku mereka? Tapi ternyata praktek di internet tidaklah demikian.

Dari sekian banyak program yang iklan dan banner-nya saya pajang di sini, ternyata hasilnya tak seberapa. Beberapa bahkan NOL BESAR alias sama sekali tak ada hasil. Awalnya saya masih menganggap ini hanya soal waktu saja. Seiring dengan meningkatnya popularitas dan trafik, maka pemasukan dari blog inipun akan turut terkatrol. Eh, ternyata saya salah, saudara-saudara sebangsa dan setanah air sekalian. Saya katakan pada diri saya sendiri bahwa saya telah melakukan kesalahan besar dengan menempatkan terlalu banyak iklan dan promosi di blog ini.

Bagaimana bisa dibilang salah? Begini, semakin banyak iklan kelihatannya memang semakin banyak peluang kita memperoleh pemasukan. Padahal banyaknya iklan hanya akan membuat pembaca blog bingung iklan mana yang harus dilihat, dan akhirnya malah tidak ada iklan yang ia kunjungi. Rugi kan? Semakin banyak iklan membuat fokus perhatian pembaca terpecah dan ujung-ujungnya memilih tidak mengunjungi satupun dari yang saya tawarkan. Ini sama persis seperti saat saya berkunjung ke blog lain yang punya banyak iklan. Apalagi kalau tata letaknya (maaf) amburadul. Duh, mendingan langsung ditutup dan cari blog lain deh.

Nah, konklusi dari semua itu, saya kemudian memutuskan hanya memasang beberapa iklan saja. Itupun saya pusatkan pada beberapa program yang benar-benar menguntungkan. Yaitu program yang memberikan hasil tanpa pengunjung harus membeli atau membayar sesuatu, dan juga program-program berbasis impresi atau jumlah tayangnya. Karena itu sekarang yang terlihat di sini hanya iklan dari program-program berbasis klik (PPC), seperti KlikSaya dan AdToll. Satu lagi adalah Ziddu yang meski tidak nampak tapi memberikan tambahan penghasilan juga. Lalu yang memberikan hasil paling banyak adalah SponsoredReviews. Ya, hanya 4 sumber penghasilan itulah yang saya terapkan di blog ini sedangkan lainnya dibuang jauh-jauh. Alhamdulillah, hasilnya semakin menunjukkan grafik meningkat meski belum terlalu signifikan.

Bagaimana pendapat Anda?

Bila bulan April ini berakhir, itu artinya sudah 4 bulan umur blog ini. Masih muda sekali ya? Tapi di umurnya yang semuda itu telah banyak pengalaman dan juga pendapatan yang diberikan blog ini pada saya. Banyaknya pengalaman yang saya dapat tidak bisa dipungkiri, tapi soal banyak pendapatan masih bisa subjektif. :D Apapun itu, berkat blog ini saya jadi tahu lebih banyak lagi tentang seluk-beluk internet meski itu masih di tingkatan paling dasar.

Dulu, saat masih beralamat sepanjang kereta api, blog ini sangat full dengan banner dan warna-warni iklan. Mulai dari banner afiliasi, iklan PPC, sampai iklan-iklan gak penting lain. Waktu itu saya berpikir semakin banyak sumber pendapatan akan semakin baik. Bukankah banyak pakar bisnis bilang "jangan taruh semua telur dalam keranjang yang sama" di seminar-seminar atau buku mereka? Tapi ternyata praktek di internet tidaklah demikian.

Dari sekian banyak program yang iklan dan banner-nya saya pajang di sini, ternyata hasilnya tak seberapa. Beberapa bahkan NOL BESAR alias sama sekali tak ada hasil. Awalnya saya masih menganggap ini hanya soal waktu saja. Seiring dengan meningkatnya popularitas dan trafik, maka pemasukan dari blog inipun akan turut terkatrol. Eh, ternyata saya salah, saudara-saudara sebangsa dan setanah air sekalian. Saya katakan pada diri saya sendiri bahwa saya telah melakukan kesalahan besar dengan menempatkan terlalu banyak iklan dan promosi di blog ini.

Bagaimana bisa dibilang salah? Begini, semakin banyak iklan kelihatannya memang semakin banyak peluang kita memperoleh pemasukan. Padahal banyaknya iklan hanya akan membuat pembaca blog bingung iklan mana yang harus dilihat, dan akhirnya malah tidak ada iklan yang ia kunjungi. Rugi kan? Semakin banyak iklan membuat fokus perhatian pembaca terpecah dan ujung-ujungnya memilih tidak mengunjungi satupun dari yang saya tawarkan. Ini sama persis seperti saat saya berkunjung ke blog lain yang punya banyak iklan. Apalagi kalau tata letaknya (maaf) amburadul. Duh, mendingan langsung ditutup dan cari blog lain deh.

Nah, konklusi dari semua itu, saya kemudian memutuskan hanya memasang beberapa iklan saja. Itupun saya pusatkan pada beberapa program yang benar-benar menguntungkan. Yaitu program yang memberikan hasil tanpa pengunjung harus membeli atau membayar sesuatu, dan juga program-program berbasis impresi atau jumlah tayangnya. Karena itu sekarang yang terlihat di sini hanya iklan dari program-program berbasis klik (PPC), seperti KlikSaya dan AdToll. Satu lagi adalah Ziddu yang meski tidak nampak tapi memberikan tambahan penghasilan juga. Lalu yang memberikan hasil paling banyak adalah SponsoredReviews. Ya, hanya 4 sumber penghasilan itulah yang saya terapkan di blog ini sedangkan lainnya dibuang jauh-jauh. Alhamdulillah, hasilnya semakin menunjukkan grafik meningkat meski belum terlalu signifikan.

Bagaimana pendapat Anda?

22 April 2008

Meskipun belum mendatangkan hasil, namun saya merasa program domain parking ternyata asyik juga. Poin paling menarik bagi saya adalah bahwa program semacam ini merupakan jenis passive income. Artinya, kita hanya perlu kerja sekali saja namun penghasilan akan terus mengalir. Enak, bukan? Kerja cuma sekali tapi bayaran terus-menerus, siapa coba yang nggak mau kaya gini? Beda sama paid review, di mana kita harus terus menulis review kalau ingin terus-terusan mendapat bayaran. Kecuali yang ada program refferalnya lho...

Akhirnya, setelah mendaftarkan diri pada NameDrive saya langsung bergerak cepat membeli beberapa nama domain dan memarkirnya ke situs domain parking tersebut. Nama domain yang saya pilih agak lucu karena rata-rata hasil modifikasi alias otak-atik dari nama domain pilihan yang sudah saya inventarisir sebelumnya. Sayang, berhubung "agak telat" masuk ke bisnis internet (apalagi dunia domain parking), beberapa nama domain idaman saya ternyata sudah ada yang punya. Ya sudah, akhirnya diotak-atik deh biar bisa kena keyword yang ditarget walaupun namanya jadi rada unik.

Berhubung otodidak, saya sama sekali tidak tahu bagaimana jurus-jurus rahasia bermain domain parking. Semuanya serba coba-coba dan berbau untung-untungan. Tapi tetap saja harus ada perhitungan meskipun hanya hitungan awam. Bulan-bulan ini kan sudah mau liburan musim panas (summer) dan juga ada event besar bertajuk Euro 2008, maka sepakbola dan wisata adalah dua kategori yang menjadi incaran pertama saya. Ditambah kategori money making yang tidak pernah lekang sepanjang jaman materialistis ini, resmilah saya memulai petualangan baru di jagat domain parking bersama NameDrive dengan modal 3 buah nama domain.

Ya, hanya 3 nama domain saja karena dana yang tersimpan di account PayPal saya cuma sedikit. Tidak meleset jauh dari anggaran yang saya tetapkan beberapa waktu lalu, uang yang harus saya keluarkan untuk ketiga nama domain tersebut adalah $21.45. Lebih banyak $1.45 dari budget semula. Tak apalah. Toh, saya berkeyakinan kuat uang tersebut akan kembali alias balik modal. Paling tidak untuk pengganti pembelian nama domain. Syukur-syukur kalau earning-nya ternyata buanyak. Itu belum menghitung pengetahuan tentang domain parking yang saya dapatkan lho. So, nothing to loose sih sebenarnya.

Saya tidak muluk-muluk dengan NameDrive. Berharap earning $0.5/hari rasanya tidak terlalu berlebihan kan? Kalau ini terjadi, berarti tiap bulan akan ada tambahan penghasilan sebesar $0.5 x 30 x 3 = $ 45. Bukan tambahan penghasilan yang buruk. Iya kan..? Apalagi dapatnya tanpa ngapa-ngapain. Wow..!

NB: Oya, kalau Anda belum tahu apa itu domain parking dan seperti apa wujud situs yang diparkir di program domain parking, coba lihat situs-situs berikut: JogjaStreet.com, Soccernity.com, dan BuckyMoney.com.

Meskipun belum mendatangkan hasil, namun saya merasa program domain parking ternyata asyik juga. Poin paling menarik bagi saya adalah bahwa program semacam ini merupakan jenis passive income. Artinya, kita hanya perlu kerja sekali saja namun penghasilan akan terus mengalir. Enak, bukan? Kerja cuma sekali tapi bayaran terus-menerus, siapa coba yang nggak mau kaya gini? Beda sama paid review, di mana kita harus terus menulis review kalau ingin terus-terusan mendapat bayaran. Kecuali yang ada program refferalnya lho...

Akhirnya, setelah mendaftarkan diri pada NameDrive saya langsung bergerak cepat membeli beberapa nama domain dan memarkirnya ke situs domain parking tersebut. Nama domain yang saya pilih agak lucu karena rata-rata hasil modifikasi alias otak-atik dari nama domain pilihan yang sudah saya inventarisir sebelumnya. Sayang, berhubung "agak telat" masuk ke bisnis internet (apalagi dunia domain parking), beberapa nama domain idaman saya ternyata sudah ada yang punya. Ya sudah, akhirnya diotak-atik deh biar bisa kena keyword yang ditarget walaupun namanya jadi rada unik.

Berhubung otodidak, saya sama sekali tidak tahu bagaimana jurus-jurus rahasia bermain domain parking. Semuanya serba coba-coba dan berbau untung-untungan. Tapi tetap saja harus ada perhitungan meskipun hanya hitungan awam. Bulan-bulan ini kan sudah mau liburan musim panas (summer) dan juga ada event besar bertajuk Euro 2008, maka sepakbola dan wisata adalah dua kategori yang menjadi incaran pertama saya. Ditambah kategori money making yang tidak pernah lekang sepanjang jaman materialistis ini, resmilah saya memulai petualangan baru di jagat domain parking bersama NameDrive dengan modal 3 buah nama domain.

Ya, hanya 3 nama domain saja karena dana yang tersimpan di account PayPal saya cuma sedikit. Tidak meleset jauh dari anggaran yang saya tetapkan beberapa waktu lalu, uang yang harus saya keluarkan untuk ketiga nama domain tersebut adalah $21.45. Lebih banyak $1.45 dari budget semula. Tak apalah. Toh, saya berkeyakinan kuat uang tersebut akan kembali alias balik modal. Paling tidak untuk pengganti pembelian nama domain. Syukur-syukur kalau earning-nya ternyata buanyak. Itu belum menghitung pengetahuan tentang domain parking yang saya dapatkan lho. So, nothing to loose sih sebenarnya.

Saya tidak muluk-muluk dengan NameDrive. Berharap earning $0.5/hari rasanya tidak terlalu berlebihan kan? Kalau ini terjadi, berarti tiap bulan akan ada tambahan penghasilan sebesar $0.5 x 30 x 3 = $ 45. Bukan tambahan penghasilan yang buruk. Iya kan..? Apalagi dapatnya tanpa ngapa-ngapain. Wow..!

NB: Oya, kalau Anda belum tahu apa itu domain parking dan seperti apa wujud situs yang diparkir di program domain parking, coba lihat situs-situs berikut: JogjaStreet.com, Soccernity.com, dan BuckyMoney.com.

19 April 2008

Setelah hanya membaca-baca pengalaman menarik teman-teman blogger lain dalam menjalankan domain parking, serta tergiur melihat earning mereka yang gila-gilaan, maka sayapun memberanikan diri untuk ikut serta. Akhirnya saya coba-coba daftar sebuah situs domain parking yang direkomendasikan beberapa pakar "permainan" DP ini, yakni NameDrive. Mengapa saya bilang coba-coba? Ya, karena nama domainnya saja saya belum punya. :D

Saya pernah baca di sebuah blog yang terhitung pakar online earning, katanya kalau kita hanya membacaaaa terus tanpa melakukan tindakan ya kita tidak akan memperoleh apa-apa. Demikianlah saya dengan ketertarikan saya pada DP. Berulangkali saya baca kisah-kisah sukses dan earning besar di DP, namun tanpa melakukan tindakan apapun ya saya juga hanya akan terus jadi penonton. Nah, tak ingin terus-terusan hanya memberi ucapan selamat pada penerima earning DP, sayapun memberanikan diri mendaftar sekalian mempelajari seperti apa sih DP itu sebenarnya. Pilihanpun jatuh pada NameDrive.

Sebenarnya ada banyak situs DP yang bisa dicoba sebagai sumber penghasilan, namun saya pilih NameDrive. Alasannya simpel, di NameDrive tidak banyak tetek-bengek yang membingungkan. Cuma mendaftar saja tak masalah, nama domain bisa diurus belakangan. Jadi, belum punya nama domain juga tak apa-apa kalau mau daftar dulu. Kurang lebih begitu. Jadi, berbeda dengan situs DP yang lain di mana adaaaa saja yang membuat saya terganjal untuk mencoba menjadi member.

Dulu pernah saya daftar Sedo, namun karena pake email dari Gmail ujung-ujungnya account saya tidak bisa aktif. Katanya sih alamat email gratisan tidak boleh didaftarkan ke Sedo. Duh, koq begitu sih? Sudah kontak ke CS-nya juga tidak bisa-bisa. Ya sudah, lupakan saja Sedo. Lalu kenal Parked yang konon sangat potensial sekali untuk menangguk dolar. Tapi saya jadi kecut ketika Parked melakukan banned massal pada member-membernya asal Indonesia. Selain itu mendaftar di Parked juga butuh modal besar karena kita harus punya minimal 10 domain. Bila per domain harganya $6.95, maka modal untuk memperoleh 10 domain adalah $69.5. Ada sih uang segitu, tapi ya cuma ngepas segitu adanya. Tar dulu deh... :D

Maka sayapun mendaftar di NameDrive. Tak butuh waktu lama. Setelah mengisi formulir pendaftaran dan mengkonfirmasi pendaftaran via email, account saya langsung aktif. Berhubung belum punya nama domain, sayapun cuma lihat-lihat dan baca-baca aturan mainnya. Kelihatannya sih gampang betul caranya. Tinggal beli nama domain, kemudian daftarkan ke NameDrive, ubah nameserver-nya ke nameserver yang telah ditentukan, selesai deh. Tugas selanjutnya tinggal tunggu saja dolar mengalir. Asyik kan? Rencananya saya mau mendaftarkan blog bola saya yang sedang mulai menanjak statistiknya, tapi masih pikir-pikir dulu. Yang jelas habis ini saya harus membuat nama-nama domain pilihan dengan kategori yang kira-kira bagus dan lantas membelinya. Budget-nya maksimal $20 saja dulu, namanya juga masih coba-coba. Dengan uang segitu mudah-mudahan bisa dapat 3 domain. Amin

Oke, itu saja dulu sharing-nya. Kalau Anda punya pengalaman di DP, silakan beri pencerahan di kolom komentar. Buat yang masih sama-sama belajar, sabar ya. Saya akan terus memberitahu perkembangan selanjutnya kepada Anda semua. Bukankah ilmu itu walau hanya sepotong akan lebih bermanfaat bila dibagikan? Setuju..???

Setelah hanya membaca-baca pengalaman menarik teman-teman blogger lain dalam menjalankan domain parking, serta tergiur melihat earning mereka yang gila-gilaan, maka sayapun memberanikan diri untuk ikut serta. Akhirnya saya coba-coba daftar sebuah situs domain parking yang direkomendasikan beberapa pakar "permainan" DP ini, yakni NameDrive. Mengapa saya bilang coba-coba? Ya, karena nama domainnya saja saya belum punya. :D

Saya pernah baca di sebuah blog yang terhitung pakar online earning, katanya kalau kita hanya membacaaaa terus tanpa melakukan tindakan ya kita tidak akan memperoleh apa-apa. Demikianlah saya dengan ketertarikan saya pada DP. Berulangkali saya baca kisah-kisah sukses dan earning besar di DP, namun tanpa melakukan tindakan apapun ya saya juga hanya akan terus jadi penonton. Nah, tak ingin terus-terusan hanya memberi ucapan selamat pada penerima earning DP, sayapun memberanikan diri mendaftar sekalian mempelajari seperti apa sih DP itu sebenarnya. Pilihanpun jatuh pada NameDrive.

Sebenarnya ada banyak situs DP yang bisa dicoba sebagai sumber penghasilan, namun saya pilih NameDrive. Alasannya simpel, di NameDrive tidak banyak tetek-bengek yang membingungkan. Cuma mendaftar saja tak masalah, nama domain bisa diurus belakangan. Jadi, belum punya nama domain juga tak apa-apa kalau mau daftar dulu. Kurang lebih begitu. Jadi, berbeda dengan situs DP yang lain di mana adaaaa saja yang membuat saya terganjal untuk mencoba menjadi member.

Dulu pernah saya daftar Sedo, namun karena pake email dari Gmail ujung-ujungnya account saya tidak bisa aktif. Katanya sih alamat email gratisan tidak boleh didaftarkan ke Sedo. Duh, koq begitu sih? Sudah kontak ke CS-nya juga tidak bisa-bisa. Ya sudah, lupakan saja Sedo. Lalu kenal Parked yang konon sangat potensial sekali untuk menangguk dolar. Tapi saya jadi kecut ketika Parked melakukan banned massal pada member-membernya asal Indonesia. Selain itu mendaftar di Parked juga butuh modal besar karena kita harus punya minimal 10 domain. Bila per domain harganya $6.95, maka modal untuk memperoleh 10 domain adalah $69.5. Ada sih uang segitu, tapi ya cuma ngepas segitu adanya. Tar dulu deh... :D

Maka sayapun mendaftar di NameDrive. Tak butuh waktu lama. Setelah mengisi formulir pendaftaran dan mengkonfirmasi pendaftaran via email, account saya langsung aktif. Berhubung belum punya nama domain, sayapun cuma lihat-lihat dan baca-baca aturan mainnya. Kelihatannya sih gampang betul caranya. Tinggal beli nama domain, kemudian daftarkan ke NameDrive, ubah nameserver-nya ke nameserver yang telah ditentukan, selesai deh. Tugas selanjutnya tinggal tunggu saja dolar mengalir. Asyik kan? Rencananya saya mau mendaftarkan blog bola saya yang sedang mulai menanjak statistiknya, tapi masih pikir-pikir dulu. Yang jelas habis ini saya harus membuat nama-nama domain pilihan dengan kategori yang kira-kira bagus dan lantas membelinya. Budget-nya maksimal $20 saja dulu, namanya juga masih coba-coba. Dengan uang segitu mudah-mudahan bisa dapat 3 domain. Amin

Oke, itu saja dulu sharing-nya. Kalau Anda punya pengalaman di DP, silakan beri pencerahan di kolom komentar. Buat yang masih sama-sama belajar, sabar ya. Saya akan terus memberitahu perkembangan selanjutnya kepada Anda semua. Bukankah ilmu itu walau hanya sepotong akan lebih bermanfaat bila dibagikan? Setuju..???

18 April 2008

Semakin banyak saja cara memperoleh penghasilan di internet. Salah satu 'jalan' yang terhitung baru (bagi saya) adalah AdToll, sebuah situs yang didirikan oleh dua saudara kembar asal Australia, Dan Rucci dan Paul Rucci. AdToll yang dioperasikan di bawah bendera Purplex Pty. Ltd. ini hadir dengan tujuan memberikan layanan berkualitas tinggi, interaktif serta bersifat personal dalam kancah online advertising.

Sejak mulai beroperasi pada 17 Juni 2007 lalu, pertumbuhan AdToll terbilang pesat. Hal ini dapat dilihat dari angka pertumbuhan konsumen yang mencapai angka 30% per bulan, angka pertumbuhan penghasilan sebesar 15% per bulan, serta angka pertumbuhan penayangan iklan yang mencapai 99% per bulan. Ini sungguh merupakan pencapaian yang sangat bagus untuk sebuah perusahaan baru. Ingat, dunia internet sudah penuh sesak oleh beragam program periklanan. Mampu bertahan saja sudah merupakan sebuah prestasi besar, apalagi sampai mencatatkan angka pertumbuhan yang signifikan.

Seperti halnya program periklanan lain, AdToll merupakan jembatan antara pemilik situs dan advertiser. Bagi kita para blogger, poin paling menarik adalah soal earning. Iya kan? Nah, situs ini memberikan kesempatan bagi para blogger untuk menambah pundi-pundi dolarnya sebagai publisher. Berbasis pay per click (PPC), seorang publisher akan memperoleh komisi sebesar 75% dari total uang yang dibayarkan advertiser kepada AdToll. Artinya, bila Anda menyediakan sebuah space iklan seharga $10/minggu, maka yang $7.5 adalah hak Anda. Lumayan bukan?

Bagimana sistem AdToll bekerja? Buat Anda yang sudah lama berkecimpung dalam program-program seperti Google AdSense, Bidvertiser atau Kliksaya mungkin tidak akan kesulitan untuk memulai 'perburuan dolar' di AdToll. Seperti program lainnya, yang Anda perlukan hanyalah sebuah blog. Setelah mendaftarkan diri, Anda tinggal memasang iklan di blog dan menunggu pemasukan. Pilihan iklan yang disediakan sangat beragam, yakni iklan teks, banner, video dan peel away. Yang disebutkan terakhir merupakan inovasi tiada dua, di mana iklan yang ditempatkan di pojok kanan atas situs/blog hanya akan terbuka bila pengunjung mengarahkan kursornya ke sana. Tinggal pilih saja mana yang sekiranya lebih cocok untuk pembaca Anda.

Oya, biaya pemasangan iklan ditentukan sendiri oleh Anda. Jadi, kalau Anda merasa blog/situs Anda memiliki nilai jual tinggi, silakan pasang harga setingi-tingginya. Setting harga dapat dilakukan secara manual atau otomatis. Bedanya, yang manual harus diset berulangkali setiap Anda merasa ada peningkatan peringkat dan atau kualitas situs/blog. Sedangkan yang otomatis alias auto pricing lebih simpel. Anda cukup mengeset satu harga dasar dan selanjutnya biarkan sistem AdToll bekerja menaikkan harga Anda bila terjadi peningkatan peringkat blog/situs atau permintaan dari advertiser membludak. Asyik kan?

Nah, bicara soal pembayaran komisi, ada 4 cara yang digunakan AdToll. Kabar gembiranya, selain cek kita juga bisa menerima earning melalui PayPal. Untuk pembayaran lewat cek minimum earning-nya $ 40, sedangkan untuk pembayaran melalui PayPal minimum earning-nya hanya $20. Komisi dibayarkan setiap tanggal 15. Satu hal menarik lagi, AdToll juga menyediakan program afiliasi di mana Anda akan memperoleh komisi antara 10-20% dari total profit yang dihasilkan AdToll dari orang yang Anda referensikan. Bila Anda mereferensikan seorang advertiser, komisi Anda 20%. Jika yang direferensikan seorang publisher, maka komisi Anda sebesar 10%. Gimana, tambah asyik lagi kan?

Omong-omong, sudah pada daftar AdToll belum? Kalau belum, jadi referal saya dong. :D

NB: Lihat juga review AdToll di blog berikut: TylerCruz.com, KillerStartsUp.com, CEOWorld.biz, JohnChow.com, dan Shoemoney.com.

Semakin banyak saja cara memperoleh penghasilan di internet. Salah satu 'jalan' yang terhitung baru (bagi saya) adalah AdToll, sebuah situs yang didirikan oleh dua saudara kembar asal Australia, Dan Rucci dan Paul Rucci. AdToll yang dioperasikan di bawah bendera Purplex Pty. Ltd. ini hadir dengan tujuan memberikan layanan berkualitas tinggi, interaktif serta bersifat personal dalam kancah online advertising.

Sejak mulai beroperasi pada 17 Juni 2007 lalu, pertumbuhan AdToll terbilang pesat. Hal ini dapat dilihat dari angka pertumbuhan konsumen yang mencapai angka 30% per bulan, angka pertumbuhan penghasilan sebesar 15% per bulan, serta angka pertumbuhan penayangan iklan yang mencapai 99% per bulan. Ini sungguh merupakan pencapaian yang sangat bagus untuk sebuah perusahaan baru. Ingat, dunia internet sudah penuh sesak oleh beragam program periklanan. Mampu bertahan saja sudah merupakan sebuah prestasi besar, apalagi sampai mencatatkan angka pertumbuhan yang signifikan.

Seperti halnya program periklanan lain, AdToll merupakan jembatan antara pemilik situs dan advertiser. Bagi kita para blogger, poin paling menarik adalah soal earning. Iya kan? Nah, situs ini memberikan kesempatan bagi para blogger untuk menambah pundi-pundi dolarnya sebagai publisher. Berbasis pay per click (PPC), seorang publisher akan memperoleh komisi sebesar 75% dari total uang yang dibayarkan advertiser kepada AdToll. Artinya, bila Anda menyediakan sebuah space iklan seharga $10/minggu, maka yang $7.5 adalah hak Anda. Lumayan bukan?

Bagimana sistem AdToll bekerja? Buat Anda yang sudah lama berkecimpung dalam program-program seperti Google AdSense, Bidvertiser atau Kliksaya mungkin tidak akan kesulitan untuk memulai 'perburuan dolar' di AdToll. Seperti program lainnya, yang Anda perlukan hanyalah sebuah blog. Setelah mendaftarkan diri, Anda tinggal memasang iklan di blog dan menunggu pemasukan. Pilihan iklan yang disediakan sangat beragam, yakni iklan teks, banner, video dan peel away. Yang disebutkan terakhir merupakan inovasi tiada dua, di mana iklan yang ditempatkan di pojok kanan atas situs/blog hanya akan terbuka bila pengunjung mengarahkan kursornya ke sana. Tinggal pilih saja mana yang sekiranya lebih cocok untuk pembaca Anda.

Oya, biaya pemasangan iklan ditentukan sendiri oleh Anda. Jadi, kalau Anda merasa blog/situs Anda memiliki nilai jual tinggi, silakan pasang harga setingi-tingginya. Setting harga dapat dilakukan secara manual atau otomatis. Bedanya, yang manual harus diset berulangkali setiap Anda merasa ada peningkatan peringkat dan atau kualitas situs/blog. Sedangkan yang otomatis alias auto pricing lebih simpel. Anda cukup mengeset satu harga dasar dan selanjutnya biarkan sistem AdToll bekerja menaikkan harga Anda bila terjadi peningkatan peringkat blog/situs atau permintaan dari advertiser membludak. Asyik kan?

Nah, bicara soal pembayaran komisi, ada 4 cara yang digunakan AdToll. Kabar gembiranya, selain cek kita juga bisa menerima earning melalui PayPal. Untuk pembayaran lewat cek minimum earning-nya $ 40, sedangkan untuk pembayaran melalui PayPal minimum earning-nya hanya $20. Komisi dibayarkan setiap tanggal 15. Satu hal menarik lagi, AdToll juga menyediakan program afiliasi di mana Anda akan memperoleh komisi antara 10-20% dari total profit yang dihasilkan AdToll dari orang yang Anda referensikan. Bila Anda mereferensikan seorang advertiser, komisi Anda 20%. Jika yang direferensikan seorang publisher, maka komisi Anda sebesar 10%. Gimana, tambah asyik lagi kan?

Omong-omong, sudah pada daftar AdToll belum? Kalau belum, jadi referal saya dong. :D

NB: Lihat juga review AdToll di blog berikut: TylerCruz.com, KillerStartsUp.com, CEOWorld.biz, JohnChow.com, dan Shoemoney.com.

16 April 2008

Bagi blogger manapun, baik yang ngeblog dengan tujuan komersil maupun tujuan 'ngamal' alias karena suatu idealisme, trafik adalah hal yang penting bagi kelangsungan hidup blognya. Okelah, kalimat "bagi kelangsungan hidup" mungkin terlalu berlebihan, tapi siapa sih yang mau punya blog tanpa pembaca? Sudah capek-capek nulis posting dari hari ke hari, eh, yang baca tidak ada. Kasihan betul kan kalo gitu? :D

Nah, maka dari itu tak heran bila jurus-jurus mencari dan meningkatkan trafik adalah hal yang wajib dipelajari. Bahkan harus benar-benar nempel di kepala. Punya blog tapi tak punya jurus memancing trafik ibarat pendekar turun gunung tanpa ilmu kanuragan yang memadai. Kurang lebih seperti Wiro Sableng tanpa Kapak Maut Naga Geni 212-nya. Biar gagah dengan badan tegap juga kalau tidak punya jurus mematikan ya tentu saja bakal-babak belur pas ketemu musuh. Babak-belurnya blog adalah tak punya pengunjung.

Ada banyak cara mudah dan gratis yang bisa dilakukan seorang blogger untuk meraih trafik. Salah satunya adalah dengan mengikuti program tukar-menukar banner iklan di EntreCard.com. Selain pendaftaran dan membership-nya gratis, Anda juga dapat mempromosikan blog kepada sesama anggota dengan cara memasang banner iklan Anda di blog member lain. Untuk itu Anda harus membayar dengan sejumlah EC point. Sebaliknya, Anda juga bisa memasang banner iklan blog member lain di blog Anda dan akan memperoleh EC point alias poin sebagai imbalan. Tak hanya untuk memasang iklan, poin tersebut dapat digunakan untuk berbelanja berbagai produk seperti eBook, jasa hosting, jasa design web, dll. di menu 'Shop'. Asyik kan?

Pertanyaannya kemudian, EC point itu apa dan bagaimana cara memperolehnya?

EC point adalah kredit yang digunakan sebagai alat transaksi antar member EntreCard. Cara memperolehnya ternyata sangat gampang sekali. Yang perlu Anda lakukan hanyalah banyak-banyak mengunjungi blog lain karena Anda akan memperoleh EC point dengan men-drop dan menerima drop dari member lain. Melakukan drop juga sangat gampang, yakni cukup membuka blog member yang mau di-drop lalu cari banner EntreCard-nya dan klik bagian yang bertuliskan 'Drop'. Beres. Dan account Anda akan bertambah 1 EC setiap kali melakukan drop. Nah, nanti pas member yang kita drop tadi melakukan drop balik, kita akan memperoleh 1 EC lagi. Mudah sekali kan?

Memiliki banyak EC point di EntreCard sama dengan mempunyai banyak duit di dompet. Artinya, dengan EC point tersebut Anda bebas membelanjakannya untuk apa saja, termasuk memasang iklan di blog-blog pilihan Anda. Beberapa blogger top seperti John Chow, John Cow, ataupun Darren Rowse-pun memasang banner EntreCard di blognya. Ini artinya, bila EC point Anda mencukupi, Anda bisa koq pasang iklan di blog-blog beken tersebut. Bayangkan bila Anda harus memasang banner iklan secara langsung dengan duit, berapa banyak duit yang mesti dikeluarkan untuk memajang banner 125 x 125 px di sana? Mahal, Bo!

Oke, itu saja uraian singkat tentang EntreCard yang sudah terbukti membantu saya menjaring trafik bagi salah satu blog saya. Oya, sebelum mendaftar Anda perlu menyiapkan banner ukuran 125 x 125 px sebagai alat promosi Anda. Banner ini nanti akan muncul di member area blogger yang Anda drop. Banner ini juga yang akan terpasang bila Anda memasang iklan di blog member lain. So, buatlah banner Anda semenarik mungkin agar orang yang melihatnya tergerak untuk mengklik dan datang ke blog Anda. Namanya juga promosi tho?

Semoga bermanfaat.

Bagi blogger manapun, baik yang ngeblog dengan tujuan komersil maupun tujuan 'ngamal' alias karena suatu idealisme, trafik adalah hal yang penting bagi kelangsungan hidup blognya. Okelah, kalimat "bagi kelangsungan hidup" mungkin terlalu berlebihan, tapi siapa sih yang mau punya blog tanpa pembaca? Sudah capek-capek nulis posting dari hari ke hari, eh, yang baca tidak ada. Kasihan betul kan kalo gitu? :D

Nah, maka dari itu tak heran bila jurus-jurus mencari dan meningkatkan trafik adalah hal yang wajib dipelajari. Bahkan harus benar-benar nempel di kepala. Punya blog tapi tak punya jurus memancing trafik ibarat pendekar turun gunung tanpa ilmu kanuragan yang memadai. Kurang lebih seperti Wiro Sableng tanpa Kapak Maut Naga Geni 212-nya. Biar gagah dengan badan tegap juga kalau tidak punya jurus mematikan ya tentu saja bakal-babak belur pas ketemu musuh. Babak-belurnya blog adalah tak punya pengunjung.

Ada banyak cara mudah dan gratis yang bisa dilakukan seorang blogger untuk meraih trafik. Salah satunya adalah dengan mengikuti program tukar-menukar banner iklan di EntreCard.com. Selain pendaftaran dan membership-nya gratis, Anda juga dapat mempromosikan blog kepada sesama anggota dengan cara memasang banner iklan Anda di blog member lain. Untuk itu Anda harus membayar dengan sejumlah EC point. Sebaliknya, Anda juga bisa memasang banner iklan blog member lain di blog Anda dan akan memperoleh EC point alias poin sebagai imbalan. Tak hanya untuk memasang iklan, poin tersebut dapat digunakan untuk berbelanja berbagai produk seperti eBook, jasa hosting, jasa design web, dll. di menu 'Shop'. Asyik kan?

Pertanyaannya kemudian, EC point itu apa dan bagaimana cara memperolehnya?

EC point adalah kredit yang digunakan sebagai alat transaksi antar member EntreCard. Cara memperolehnya ternyata sangat gampang sekali. Yang perlu Anda lakukan hanyalah banyak-banyak mengunjungi blog lain karena Anda akan memperoleh EC point dengan men-drop dan menerima drop dari member lain. Melakukan drop juga sangat gampang, yakni cukup membuka blog member yang mau di-drop lalu cari banner EntreCard-nya dan klik bagian yang bertuliskan 'Drop'. Beres. Dan account Anda akan bertambah 1 EC setiap kali melakukan drop. Nah, nanti pas member yang kita drop tadi melakukan drop balik, kita akan memperoleh 1 EC lagi. Mudah sekali kan?

Memiliki banyak EC point di EntreCard sama dengan mempunyai banyak duit di dompet. Artinya, dengan EC point tersebut Anda bebas membelanjakannya untuk apa saja, termasuk memasang iklan di blog-blog pilihan Anda. Beberapa blogger top seperti John Chow, John Cow, ataupun Darren Rowse-pun memasang banner EntreCard di blognya. Ini artinya, bila EC point Anda mencukupi, Anda bisa koq pasang iklan di blog-blog beken tersebut. Bayangkan bila Anda harus memasang banner iklan secara langsung dengan duit, berapa banyak duit yang mesti dikeluarkan untuk memajang banner 125 x 125 px di sana? Mahal, Bo!

Oke, itu saja uraian singkat tentang EntreCard yang sudah terbukti membantu saya menjaring trafik bagi salah satu blog saya. Oya, sebelum mendaftar Anda perlu menyiapkan banner ukuran 125 x 125 px sebagai alat promosi Anda. Banner ini nanti akan muncul di member area blogger yang Anda drop. Banner ini juga yang akan terpasang bila Anda memasang iklan di blog member lain. So, buatlah banner Anda semenarik mungkin agar orang yang melihatnya tergerak untuk mengklik dan datang ke blog Anda. Namanya juga promosi tho?

Semoga bermanfaat.

14 April 2008

Dulu waktu awal-awal terjun di dunia paid review saya paling banyak memperoleh job dari situs judi. Harga tiap review memang hanya $5 (di mana saya memperoleh bagian $3.25), tapi jobnya banyak sekali. Sebulan paling tidak bisa dapat 10-15 job dari situs judi saja. Itulah sebabnya earning bulan pertama saya melakoni paid review lumayan besar (bagi saya).

Sekarang semuanya sudah berubah. Meski memperoleh banyak job dari situs judi masih sangat mudah, namun kita tidak boleh lagi menulis review tentang perjudian semenjak Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disahkan 25 Maret 2008 lalu. Kalau nekat, siap-siap saja dihukum penjara paling lama 6 tahun atau dikenai denda paling banyak Rp 1 M. Aje gile!

Coba lihat kutipan UU ITE pasal 26 ayat (2) yang berbunyi:
Mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Lihat pula ancaman hukumannya di pasal 42 ayat (1) yang berbunyi:
Setiap orang yang memenuhi unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (1), (2), (3), (4), (5) dan (6) diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).


Btw, bagaimana bisa paid review tentang situs judi terkena jerat pasal tersebut? Bukankah pasal itu hanya berlaku bagi pemilik dan/atau pengelola situs judi saja? Nah, kalau begitu paid review kan tidak termasuk?

Iya, saya juga sempat berpikiran begitu. Tapi ingat, setiap review mensyaratkan paling tidak terdapat 3 link menuju ke situs yang direview. Nah, dalam perspektif saya, meletakkan 3 link menuju ke situs judi yang direview bisa dimasukkan dalam kategori "membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian" sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (2) tersebut di atas. Bukankah dengan link-link tersebut kita membuat pembaca dapat mengakses situs judi?

Sekali lagi ini hanya dari perspektif saya pribadi. Anda boleh sependapat, tidak setuju juga tidak dilarang. Seperti biasa, silakan tuangkan pendapat Anda di kolom komentar. Oya, kalau Anda belum punya salinan UU ITE, silakan mendownloadnya di sini. Gratis koq. :p

Oke, itu saja. Saya mau menghapus review situs judi yang pernah saya buat dulu. 1 M, Booo! :D

Anda suka dengan posting-posting EkoNurhuda.com? Klik di sini untuk mendapatkan posting terbaru blog ini di mailbox Anda.

Dulu waktu awal-awal terjun di dunia paid review saya paling banyak memperoleh job dari situs judi. Harga tiap review memang hanya $5 (di mana saya memperoleh bagian $3.25), tapi jobnya banyak sekali. Sebulan paling tidak bisa dapat 10-15 job dari situs judi saja. Itulah sebabnya earning bulan pertama saya melakoni paid review lumayan besar (bagi saya).

Sekarang semuanya sudah berubah. Meski memperoleh banyak job dari situs judi masih sangat mudah, namun kita tidak boleh lagi menulis review tentang perjudian semenjak Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disahkan 25 Maret 2008 lalu. Kalau nekat, siap-siap saja dihukum penjara paling lama 6 tahun atau dikenai denda paling banyak Rp 1 M. Aje gile!

Coba lihat kutipan UU ITE pasal 26 ayat (2) yang berbunyi:
Mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Lihat pula ancaman hukumannya di pasal 42 ayat (1) yang berbunyi:
Setiap orang yang memenuhi unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (1), (2), (3), (4), (5) dan (6) diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).


Btw, bagaimana bisa paid review tentang situs judi terkena jerat pasal tersebut? Bukankah pasal itu hanya berlaku bagi pemilik dan/atau pengelola situs judi saja? Nah, kalau begitu paid review kan tidak termasuk?

Iya, saya juga sempat berpikiran begitu. Tapi ingat, setiap review mensyaratkan paling tidak terdapat 3 link menuju ke situs yang direview. Nah, dalam perspektif saya, meletakkan 3 link menuju ke situs judi yang direview bisa dimasukkan dalam kategori "membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian" sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (2) tersebut di atas. Bukankah dengan link-link tersebut kita membuat pembaca dapat mengakses situs judi?

Sekali lagi ini hanya dari perspektif saya pribadi. Anda boleh sependapat, tidak setuju juga tidak dilarang. Seperti biasa, silakan tuangkan pendapat Anda di kolom komentar. Oya, kalau Anda belum punya salinan UU ITE, silakan mendownloadnya di sini. Gratis koq. :p

Oke, itu saja. Saya mau menghapus review situs judi yang pernah saya buat dulu. 1 M, Booo! :D

Anda suka dengan posting-posting EkoNurhuda.com? Klik di sini untuk mendapatkan posting terbaru blog ini di mailbox Anda.

09 April 2008

Hari Jum'at (4/4) malam lalu saya kedatangan seorang tamu istimewa. Yak, teman seide dan seperjuangan semasa SMA di Jambi dulu tanpa disangka-sangka datang berkunjung ke Jogja. What a surprise! Jelas saja saya senang sekali menyambutnya karena dulu kami adalah teman sekelas di kelas 2, teman nge-band, sekaligus teman nge-gank. Setelah terakhir kali bertemu pas lebaran 3 tahun lalu, kamipun 'reuni'.

Banyak cerita yang kami urai dalam pertemuan hangat malam itu. Terpisah 3 tahun tanpa kabar berita jelas menyuguhkan cerita panjang tentang perjalanan hidup masing-masing. Tapi sial, belum sempat ngobrol banyak saya sudah jatuh mental duluan. Bayangkan saja, teman saya itu saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan salah satu departemen di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Plus, ia juga tengah menyelesaikan studi S2 di sela-sela waktu kerjanya. Ia dapat dengan bangga menceritakan semua pencapaiannya itu kepada saya. Lha, saya sendiri apa????

Penyesalan memang selalu datang di akhir. Delapan tahun merantau ke Kota Pelajar saya belum bisa dikatakan sukses dari segi apapun. Kuliah saya masih belum kelar, padahal saya hanya mengambil studi D3! Kerjaan juga tidak ada, begitupun prestasi lain yang bisa dibanggakan. Selama ini saya merasa enjoy-enjoy saja dengan semua keadaan ini. Tapi setelah bertemu dengan sahabat lama seperti kemarin itulah baru saya kena batunya. :((

Saya mengawali perantauan di Jogja dengan status keren: mahasiswa undangan sebuah program pendidikan pariwisata setara D2. Sebenarnya saya tidak begitu menyukai dunia pariwisata sama sekali. Tapi berhubung saat itu dunia pariwisata adalah jalan terbaik untuk meniti karir sekaligus mencari uang banyak, maka saya paksakan diri mengambil dan menyukai studi tersebut. Apalagi mau mengambil studi S1 saya tidak berani karena keuangan keluarga kurang mendukung waktu itu. So, saya nikmati saja pendidikan setara D2 yang ternyata menghadirkan banyak pengalaman seru bagi saya tersebut.

Masa-masa keemasan sebagai anak kebanggaan orang tua, bahkan juga kebanggaan keluarga besar orang tua, saya rasakan sepanjang pertengahan tahun 2001-2002. Waktu itu saya sudah menjadi guide alias pemandu wisata sembari kuliah. Kalau cuma membawa bule muter-muter Jogja, Prambanan, Borobudur saja saya sudah biasa. Saya juga pernah membawa bule Prancis satu bis besar ke Malang. What a great experience! Masalah uang jangan ditanya lagi. Hanya membawa tamu selama sehari saja saya sudah bisa mengantongi uang untuk kebutuhan 2 minggu. Lalu saya juga pernah merasakan betapa 'basah'nya pekerjaan sebagai bellboy di sebuah hotel berbintang empat. Tapi semua kebanggaan itu tidak berlangsung lama. Satu kesalahpahaman dengan Bapak membuat saya frustasi tiada ujung dan membawa saya ke rimba kegelapan selama bertahun-tahun.

Ceritanya begini. Waktu itu saya lulus D2 tahun 2002. Setelah menimbang-nimbang untung-ruginya bagi masa depan, saya putuskan untuk mencoba peruntungan menjadi kru kapal pesiar. Rencana ke depannya saya tidak akan lama-lama melaut. Begitu memiliki tabungan lumayan, saya akan pulang dan membuka usaha sendiri sambil mengambil S1. Tapi rupanya orang tua saya tidak setuju. Saya diminta melanjutkan ke S1 terlebih dahulu baru boleh merencanakan mau kemana. Tentu saja saya ngotot. Dasar pemikiran saya sederhana saja. Masuk kuliah ataupun melamar sebagai kru kapal pesiar sama-sama membutuhkan uang. Tapi kalau yang pertama sifatnya konsumtif karena akan membutuhkan pengeluaran terus selama 3-4 tahun ke depan, sedangkan yang kedua malah akan menjadi sumber pemasukan plus pengalaman luar biasa. Lagipula adik saya baru saja lulus SMA dan harus melanjutkan ke jenjang kuliah juga. Masuk akal kan?

Dari perselisihan itu akhirnya saya malah hancur-hancuran. Ya, saya kuliah. Tapi keterpaksaan membuat saya malas-malasan. Padahal saya sudah memilih jurusan yang sangat saya sukai, yakni jurnalistik. Akhirnya, inilah saya sekarang. 5 tahun lebih kuliah D3 dan tidak lulus-lulus, pekerjaan tidak ada, prestasi lainpun nol besar. Alhasil, saat bertemu dengan teman yang sudah berpangkat Kabag saya jadi minder bukan kepalang. Terlebih begitu mendengar cerita kesuksesan teman-teman lain. Si itu sudah punya kebun sekian hektar, si anu sudah jadi bos dealer motor, si ini jadi pemasar MLM sukses, dst. Yah, dasar nasib....

Hari Jum'at (4/4) malam lalu saya kedatangan seorang tamu istimewa. Yak, teman seide dan seperjuangan semasa SMA di Jambi dulu tanpa disangka-sangka datang berkunjung ke Jogja. What a surprise! Jelas saja saya senang sekali menyambutnya karena dulu kami adalah teman sekelas di kelas 2, teman nge-band, sekaligus teman nge-gank. Setelah terakhir kali bertemu pas lebaran 3 tahun lalu, kamipun 'reuni'.

Banyak cerita yang kami urai dalam pertemuan hangat malam itu. Terpisah 3 tahun tanpa kabar berita jelas menyuguhkan cerita panjang tentang perjalanan hidup masing-masing. Tapi sial, belum sempat ngobrol banyak saya sudah jatuh mental duluan. Bayangkan saja, teman saya itu saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan salah satu departemen di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Plus, ia juga tengah menyelesaikan studi S2 di sela-sela waktu kerjanya. Ia dapat dengan bangga menceritakan semua pencapaiannya itu kepada saya. Lha, saya sendiri apa????

Penyesalan memang selalu datang di akhir. Delapan tahun merantau ke Kota Pelajar saya belum bisa dikatakan sukses dari segi apapun. Kuliah saya masih belum kelar, padahal saya hanya mengambil studi D3! Kerjaan juga tidak ada, begitupun prestasi lain yang bisa dibanggakan. Selama ini saya merasa enjoy-enjoy saja dengan semua keadaan ini. Tapi setelah bertemu dengan sahabat lama seperti kemarin itulah baru saya kena batunya. :((

Saya mengawali perantauan di Jogja dengan status keren: mahasiswa undangan sebuah program pendidikan pariwisata setara D2. Sebenarnya saya tidak begitu menyukai dunia pariwisata sama sekali. Tapi berhubung saat itu dunia pariwisata adalah jalan terbaik untuk meniti karir sekaligus mencari uang banyak, maka saya paksakan diri mengambil dan menyukai studi tersebut. Apalagi mau mengambil studi S1 saya tidak berani karena keuangan keluarga kurang mendukung waktu itu. So, saya nikmati saja pendidikan setara D2 yang ternyata menghadirkan banyak pengalaman seru bagi saya tersebut.

Masa-masa keemasan sebagai anak kebanggaan orang tua, bahkan juga kebanggaan keluarga besar orang tua, saya rasakan sepanjang pertengahan tahun 2001-2002. Waktu itu saya sudah menjadi guide alias pemandu wisata sembari kuliah. Kalau cuma membawa bule muter-muter Jogja, Prambanan, Borobudur saja saya sudah biasa. Saya juga pernah membawa bule Prancis satu bis besar ke Malang. What a great experience! Masalah uang jangan ditanya lagi. Hanya membawa tamu selama sehari saja saya sudah bisa mengantongi uang untuk kebutuhan 2 minggu. Lalu saya juga pernah merasakan betapa 'basah'nya pekerjaan sebagai bellboy di sebuah hotel berbintang empat. Tapi semua kebanggaan itu tidak berlangsung lama. Satu kesalahpahaman dengan Bapak membuat saya frustasi tiada ujung dan membawa saya ke rimba kegelapan selama bertahun-tahun.

Ceritanya begini. Waktu itu saya lulus D2 tahun 2002. Setelah menimbang-nimbang untung-ruginya bagi masa depan, saya putuskan untuk mencoba peruntungan menjadi kru kapal pesiar. Rencana ke depannya saya tidak akan lama-lama melaut. Begitu memiliki tabungan lumayan, saya akan pulang dan membuka usaha sendiri sambil mengambil S1. Tapi rupanya orang tua saya tidak setuju. Saya diminta melanjutkan ke S1 terlebih dahulu baru boleh merencanakan mau kemana. Tentu saja saya ngotot. Dasar pemikiran saya sederhana saja. Masuk kuliah ataupun melamar sebagai kru kapal pesiar sama-sama membutuhkan uang. Tapi kalau yang pertama sifatnya konsumtif karena akan membutuhkan pengeluaran terus selama 3-4 tahun ke depan, sedangkan yang kedua malah akan menjadi sumber pemasukan plus pengalaman luar biasa. Lagipula adik saya baru saja lulus SMA dan harus melanjutkan ke jenjang kuliah juga. Masuk akal kan?

Dari perselisihan itu akhirnya saya malah hancur-hancuran. Ya, saya kuliah. Tapi keterpaksaan membuat saya malas-malasan. Padahal saya sudah memilih jurusan yang sangat saya sukai, yakni jurnalistik. Akhirnya, inilah saya sekarang. 5 tahun lebih kuliah D3 dan tidak lulus-lulus, pekerjaan tidak ada, prestasi lainpun nol besar. Alhasil, saat bertemu dengan teman yang sudah berpangkat Kabag saya jadi minder bukan kepalang. Terlebih begitu mendengar cerita kesuksesan teman-teman lain. Si itu sudah punya kebun sekian hektar, si anu sudah jadi bos dealer motor, si ini jadi pemasar MLM sukses, dst. Yah, dasar nasib....

08 April 2008

Bro Hadriyan yang belakangan ini sering berkunjung kemari sempat mengajukan protes. Katanya, mengapa koq saya tidak sekalian saja beli paket hosting. Soalnya dia suka males kasih komentar di blog-blog berbasis BlogSpot alias Blogger. Alasannya simpel, kalau mau kasih komen di BlogSpot terlalu makan waktu. Tidak seperti di WP yang begitu link read more dipencet kolom komentarnya juga ikutan nongol di akhir posting. Lha, kalau di BlogSpot kan harus tekan sana-sini dulu.

Saya sebenarnya sependapat dengan Bro Hadriyan. Tapi mau bagaimana lagi? Untuk saat ini saya baru bisa mengoperasikan Blogger dan kapasitas kantongpun cekak. Earning masih belum seberapa dan juga belum stabil menyebabkan saya ragu untuk langsung mengoperasikan blog WP dengan hosting sendiri. So, untuk sementara biarlah saya begini dulu. Maklum ya..? :D Lagipula kalau memang tidak berminat memberi komentar juga tidak dilarang koq...

Nah, kabar gembira bagi para Blogger mania. Telah hadir satu fasilitas yang saya yakin akan sangat membantu rekan-rekan blogger yang masih memakai BlogSpot. Sebuah situs bernama IntenseDebate meluncurkan widget komentar seperti WP khusus untuk pemakai Blogger, TypePad dan juga WP sendiri. Bila widget tersebut kita install di blog kita, maka para pengunjung yang akan berkomentar tidak bakal kerepotan karena kolom komentarnya akan berada tepat di bawah posting. Mirip betul seperti di WP. Asyik kan?

Tapi namanya fasilitas dari pihak ketiga, tentu saja ada kelemahannya. Antara lain, komentar yang Anda terima tidak akan tersimpan di database blog karena yang menyimpan IntenseDebate. Program IntenseDebate memang sejatinya menutup fasilitas komentar asli Blogger, jadi semua komentar yang dibuat pengunjung masuknya ke account IntenseDebate Anda. Lalu saya juga khawatir pemakaian fasilitas ini menyalahi ToS Blogger. Kalau sampai di-suspend account Blogger saya kan gawat. Karena faktor inilah saya langsung mencopot widget tersebut dari blog ini. Kalau ini tidak menjadi masalah bagi Anda, ayo kita coba membuatnya.

  1. Pertama-tama buka situs IntenseDebate.
  2. Klik link "Sign Up" di pojok kanan atas.
  3. Isi semua kolom yang disediakan dengan data Anda. Klik tombol "Create Account".
  4. Selanjutnya Anda akan dibawa ke halaman "Users" atau "Profile".
  5. Cari link "Add Intense Debate to a Blog" atau tombol "Put Intense Debate on Your Blog" di bagian pojok kanan atas. Klik.
  6. Di halaman baru Anda akan diminta memasukkan alamat blog. Isi dengan benar dan klik tombol "Get Intense Debate".
  7. Ada 4 pilihan yang akan ditampilkan IntenseDebate, yakni untuk Blogger, TypePad, WordPress atau dalam bentuk javascript snippet. Karena saya membahas Blogger, maka klik tombol berlogo Blogger.
  8. Nah, kini saatnya memasukkan IntenseDebate ke dalam blog. Pilihan yang diberikan ada 2, yakni berupa widget atau template. Opsi widget jauh lebih simpel dan cepat, tapi terkadang tidak dapat bekerja dengan baik di blog yang terlalu banyak kustomisasinya. So, akan lebih baik kita pilih opsi template saja. Untuk itu Anda harus masuk ke account blog dan mendownload template blog Anda lalu menyimpannya di komputer. Bisa kan? Kalau masih bingung, IntenseDebate punya petunjuk ringkas yang sangat mudah dipahami.
  9. Setelah template blog disimpan, upload ke IntenseDebate. Lalu atur apakah kolom komentar IntenseDebate akan muncul di semua posting atau hanya di posting yang belum mempunyai komentar. Pilihan terserah Anda, tapi pilihan kedua dapat menghilangkan/menutupi semua komentar yang pernah ada di blog Anda.
  10. Klik tombol "Upload and Continue" di bagian paling bawah. Selanjutnya yang perlu Anda lakukan hanyalah mengganti template blog Anda dengan template baru hasil kreasi IntenseDebate. Jangan khawatir, IntenseDebate hanya menambahkan kolom komentarnya saja koq, jadi segala pengaturan yang Anda buat sebelumnya tidak akan hilang. Mau lihat hasilnya? Berikut ini contohnya yang saya pasang di blog sepakbola saya (dan rencananya juga akan saya hapus):

Anda tertarik mencobanya? Selamat mencoba...

Bro Hadriyan yang belakangan ini sering berkunjung kemari sempat mengajukan protes. Katanya, mengapa koq saya tidak sekalian saja beli paket hosting. Soalnya dia suka males kasih komentar di blog-blog berbasis BlogSpot alias Blogger. Alasannya simpel, kalau mau kasih komen di BlogSpot terlalu makan waktu. Tidak seperti di WP yang begitu link read more dipencet kolom komentarnya juga ikutan nongol di akhir posting. Lha, kalau di BlogSpot kan harus tekan sana-sini dulu.

Saya sebenarnya sependapat dengan Bro Hadriyan. Tapi mau bagaimana lagi? Untuk saat ini saya baru bisa mengoperasikan Blogger dan kapasitas kantongpun cekak. Earning masih belum seberapa dan juga belum stabil menyebabkan saya ragu untuk langsung mengoperasikan blog WP dengan hosting sendiri. So, untuk sementara biarlah saya begini dulu. Maklum ya..? :D Lagipula kalau memang tidak berminat memberi komentar juga tidak dilarang koq...

Nah, kabar gembira bagi para Blogger mania. Telah hadir satu fasilitas yang saya yakin akan sangat membantu rekan-rekan blogger yang masih memakai BlogSpot. Sebuah situs bernama IntenseDebate meluncurkan widget komentar seperti WP khusus untuk pemakai Blogger, TypePad dan juga WP sendiri. Bila widget tersebut kita install di blog kita, maka para pengunjung yang akan berkomentar tidak bakal kerepotan karena kolom komentarnya akan berada tepat di bawah posting. Mirip betul seperti di WP. Asyik kan?

Tapi namanya fasilitas dari pihak ketiga, tentu saja ada kelemahannya. Antara lain, komentar yang Anda terima tidak akan tersimpan di database blog karena yang menyimpan IntenseDebate. Program IntenseDebate memang sejatinya menutup fasilitas komentar asli Blogger, jadi semua komentar yang dibuat pengunjung masuknya ke account IntenseDebate Anda. Lalu saya juga khawatir pemakaian fasilitas ini menyalahi ToS Blogger. Kalau sampai di-suspend account Blogger saya kan gawat. Karena faktor inilah saya langsung mencopot widget tersebut dari blog ini. Kalau ini tidak menjadi masalah bagi Anda, ayo kita coba membuatnya.

  1. Pertama-tama buka situs IntenseDebate.
  2. Klik link "Sign Up" di pojok kanan atas.
  3. Isi semua kolom yang disediakan dengan data Anda. Klik tombol "Create Account".
  4. Selanjutnya Anda akan dibawa ke halaman "Users" atau "Profile".
  5. Cari link "Add Intense Debate to a Blog" atau tombol "Put Intense Debate on Your Blog" di bagian pojok kanan atas. Klik.
  6. Di halaman baru Anda akan diminta memasukkan alamat blog. Isi dengan benar dan klik tombol "Get Intense Debate".
  7. Ada 4 pilihan yang akan ditampilkan IntenseDebate, yakni untuk Blogger, TypePad, WordPress atau dalam bentuk javascript snippet. Karena saya membahas Blogger, maka klik tombol berlogo Blogger.
  8. Nah, kini saatnya memasukkan IntenseDebate ke dalam blog. Pilihan yang diberikan ada 2, yakni berupa widget atau template. Opsi widget jauh lebih simpel dan cepat, tapi terkadang tidak dapat bekerja dengan baik di blog yang terlalu banyak kustomisasinya. So, akan lebih baik kita pilih opsi template saja. Untuk itu Anda harus masuk ke account blog dan mendownload template blog Anda lalu menyimpannya di komputer. Bisa kan? Kalau masih bingung, IntenseDebate punya petunjuk ringkas yang sangat mudah dipahami.
  9. Setelah template blog disimpan, upload ke IntenseDebate. Lalu atur apakah kolom komentar IntenseDebate akan muncul di semua posting atau hanya di posting yang belum mempunyai komentar. Pilihan terserah Anda, tapi pilihan kedua dapat menghilangkan/menutupi semua komentar yang pernah ada di blog Anda.
  10. Klik tombol "Upload and Continue" di bagian paling bawah. Selanjutnya yang perlu Anda lakukan hanyalah mengganti template blog Anda dengan template baru hasil kreasi IntenseDebate. Jangan khawatir, IntenseDebate hanya menambahkan kolom komentarnya saja koq, jadi segala pengaturan yang Anda buat sebelumnya tidak akan hilang. Mau lihat hasilnya? Berikut ini contohnya yang saya pasang di blog sepakbola saya (dan rencananya juga akan saya hapus):

Anda tertarik mencobanya? Selamat mencoba...

05 April 2008


Keterangan: Posting ini sudah di-publish hari Jum'at lalu. Tapi berhubung ada satu kesalahan teknis, maka terpaksa saya tarik kembali dan saya republish hari ini. Kepada Bro Zalukhu, thanks atas komentarnya. Silakan berkomentar lagi kalau tidak keberatan. :D

Beberapa waktu belakangan ini rekan-rekan blogger ramai membahas masalah kemunculan iklan Google AdSense di blog berbahasa Indonesia. Pihak Google memang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait boleh-tidaknya iklan Google dipasang di blog berbahasa Indonesia (hal ini merupakan larangan dalam ToS Google AdSense). Entah sudah boleh atau tidak, yang jelas iklan Google bisa muncul di blog berbahasa Indonesia. Tentu saja hal ini disambut gembira, meskipun masih banyak rekan blogger yang memilih bersikap hati-hati. Ya, bisa muncul kan bukan lantas berarti iklan Google diperbolehkan dipasang di blog berbahasa Indonesia tho?

Nah, daripada kita ribut tentang boleh-tidaknya iklan Google dipasang di blog berbahasa Indonesia, lebih baik kita bahas program-program PPC Indonesia saja. Bagi yang masih ragu memasang iklan Google di blog berbahasa Indonesia, kiranya situs-situs PPC lokal berikut bisa menjadi alternatif. Hasilnya lumayan koq buat tambah-tambah uang belanja. Apalagi hasilnya berbentuk rupiah yang langsung mengalir ke rekening bank kita. So, gak perlu ribet-ribet nunggu cek dan nunggu lagi waktu ceknya dicairkan. Kalau mau dicari kekurangannya, iklan-iklan yang ditampilkan situs PPC lokal bukanlah iklan kontekstual yang berdasarkan relevansi dengan blog. Tapi ini tak jadi masalah karena Anda bisa memilih kategori iklan yang ingin ditampilkan agar sedikit-banyak nyambung dengan tema blog.


Sepanjang pengetahuan saya, saat ini ada 3 situs PPC lokal yakni KlikSaya, KumpulBlogger dan PPC Indonesia. Dulu sempat terdengar nama AffiliateIndonesia yang juga mengusung konsep PPC, tapi entah bagaimana ceritanya situs ini seperti tenggelam dan tak ada kabar beritanya lagi.

1. KlikSaya.com
Situs yang dikelola oleh David Ciang ini memiliki tampilan bagus dan terkesan profesional. Pola pembayaran komisinya per klik, di mana publisher mendapat bagian 50% dari harga per klik. Harga minimal di situs ini adalah Rp 300,-/klik, jadi publisher paling kecil akan mendapatkan Rp 150,- saat iklan yang ada di blog mereka diklik pengunjung. Harga akan semakin naik seiring dengan peningkatan peringkat dan popularitas blog. Sampai saat ini harga tertinggi adalah Rp 400,-/klik untuk iklan yang dipasang di blognya penggemar Iwan Fals, IklanAds.com dan Kolom Tutorial.

Oya, komisi dibayarkan setelah Anda mengumpulkan minimal Rp 50.000,- dan akan langsung ditransfer ke rekening BCA atau Mandiri. Untuk sementara baru dua bank itu yang disupport oleh KlikSaya. Tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi publisher KlikSaya kecuali Anda memiliki blog atau situs. Hanya saja kalau blog Anda masih cupu abis kemungkinan besar yang muncul hanyalah tulisan "Pasang Iklan di Sini!". Tapi ini gak jauh beda dengan Public Service Ads punyanya Google AdSense kan?

2. KumpulBlogger.com
Jangan terkecoh dengan namanya yang mirip dengan situs jaringan sosial. KumpulBlogger adalah situs PPC yang mengumpulkan blogger-blogger pencari uang di internet. Berbeda dengan KlikSaya, pengaturan iklan di KumpulBlogger boleh dibilang lebih simpel. Minimum payout komisinya juga jauh lebih rendah, yakni hanya Rp 10.000,- dan dapat dibayarkan melalui bank apa saja yang Anda punya. Kelebihan lain, nilai komisi yang diberikan KumpulBlogger juga jauh lebih besar, yakni Rp 300,-/klik untuk iklan teks link dan Rp 625,-/klik untuk iklan mini banner. Ya, selain iklan teks link, KumpulBlogger juga menyediakan iklan berbentuk banner mini berbentuk kotak persegi.

Secara tampilan KumpulBlogger memang tak seeksklusif KlikSaya, namun kelebihannya ternyata lebih banyak. Satu lagi kelebihan KumpulBlogger adalah adanya sistem refferal di mana Anda akan memperoleh tambahan penghasilan dari komisi yang dihasilkan blogger-blogger hasil referensi Anda. Besarnya Rp 25,-/klik yang tercatat dari blog member hasil referensi Anda. So, tunggu apalagi? Klik di sini untuk menjadi refferal saya. Tapi kalau tidak mau ya tidak apa-apa, daftar saja di sini.

3. PPCIndo.com
Jujur saja saya koq menaruh keyakinan kalau PPC Indonesia adalah nama baru dari AfiliateIndonesia. Dugaan ini didasarkan pada sistem pembayaran komisi PPC Indonesia yang mirip-mirip AffiliateIndonesia, yakni bonus akan dibayarkan setelah mencapai jumlah minimal Rp 10.000,- untuk pemegang rekening BCA dan Rp 60.000,- untuk yang selain BCA. Tapi berhubung tak ada bukti kuat, biarlah keyakinan itu hanya menjadi dugaan semata. Yang jelas kita bisa memperoleh penghasilan dari program PPC lokal ini. Yah, walaupun hanya sebesar Rp 100,-/klik, tapi lumayanlah buat tambah-tambah. Lagipula Anda juga bisa mendaftarkan banyak blog dalam satu account sehingga penghasilannya dapat lebih banyak lagi.

Well, terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada pada ketiga situs PPC lokal tersebut, sudah selayaknya kehadiran ketiganya kita acungi jempol. Bagaimanapun ketiganya telah berniat baik membantu kita para blogger Indonesia untuk bisa memperoleh penghasilan memadai dari blog berbahasa Indonesia. Jadi, tunggu apalagi? Segera cobain kalau Anda belum mencobanya! Bagi yang sudah mengikuti program-program tersebut, tolong bagi-bagi pengalamannya di kolom komentar dong...

Semoga bermanfaat.


Keterangan: Posting ini sudah di-publish hari Jum'at lalu. Tapi berhubung ada satu kesalahan teknis, maka terpaksa saya tarik kembali dan saya republish hari ini. Kepada Bro Zalukhu, thanks atas komentarnya. Silakan berkomentar lagi kalau tidak keberatan. :D

Beberapa waktu belakangan ini rekan-rekan blogger ramai membahas masalah kemunculan iklan Google AdSense di blog berbahasa Indonesia. Pihak Google memang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait boleh-tidaknya iklan Google dipasang di blog berbahasa Indonesia (hal ini merupakan larangan dalam ToS Google AdSense). Entah sudah boleh atau tidak, yang jelas iklan Google bisa muncul di blog berbahasa Indonesia. Tentu saja hal ini disambut gembira, meskipun masih banyak rekan blogger yang memilih bersikap hati-hati. Ya, bisa muncul kan bukan lantas berarti iklan Google diperbolehkan dipasang di blog berbahasa Indonesia tho?

Nah, daripada kita ribut tentang boleh-tidaknya iklan Google dipasang di blog berbahasa Indonesia, lebih baik kita bahas program-program PPC Indonesia saja. Bagi yang masih ragu memasang iklan Google di blog berbahasa Indonesia, kiranya situs-situs PPC lokal berikut bisa menjadi alternatif. Hasilnya lumayan koq buat tambah-tambah uang belanja. Apalagi hasilnya berbentuk rupiah yang langsung mengalir ke rekening bank kita. So, gak perlu ribet-ribet nunggu cek dan nunggu lagi waktu ceknya dicairkan. Kalau mau dicari kekurangannya, iklan-iklan yang ditampilkan situs PPC lokal bukanlah iklan kontekstual yang berdasarkan relevansi dengan blog. Tapi ini tak jadi masalah karena Anda bisa memilih kategori iklan yang ingin ditampilkan agar sedikit-banyak nyambung dengan tema blog.


Sepanjang pengetahuan saya, saat ini ada 3 situs PPC lokal yakni KlikSaya, KumpulBlogger dan PPC Indonesia. Dulu sempat terdengar nama AffiliateIndonesia yang juga mengusung konsep PPC, tapi entah bagaimana ceritanya situs ini seperti tenggelam dan tak ada kabar beritanya lagi.

1. KlikSaya.com
Situs yang dikelola oleh David Ciang ini memiliki tampilan bagus dan terkesan profesional. Pola pembayaran komisinya per klik, di mana publisher mendapat bagian 50% dari harga per klik. Harga minimal di situs ini adalah Rp 300,-/klik, jadi publisher paling kecil akan mendapatkan Rp 150,- saat iklan yang ada di blog mereka diklik pengunjung. Harga akan semakin naik seiring dengan peningkatan peringkat dan popularitas blog. Sampai saat ini harga tertinggi adalah Rp 400,-/klik untuk iklan yang dipasang di blognya penggemar Iwan Fals, IklanAds.com dan Kolom Tutorial.

Oya, komisi dibayarkan setelah Anda mengumpulkan minimal Rp 50.000,- dan akan langsung ditransfer ke rekening BCA atau Mandiri. Untuk sementara baru dua bank itu yang disupport oleh KlikSaya. Tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi publisher KlikSaya kecuali Anda memiliki blog atau situs. Hanya saja kalau blog Anda masih cupu abis kemungkinan besar yang muncul hanyalah tulisan "Pasang Iklan di Sini!". Tapi ini gak jauh beda dengan Public Service Ads punyanya Google AdSense kan?

2. KumpulBlogger.com
Jangan terkecoh dengan namanya yang mirip dengan situs jaringan sosial. KumpulBlogger adalah situs PPC yang mengumpulkan blogger-blogger pencari uang di internet. Berbeda dengan KlikSaya, pengaturan iklan di KumpulBlogger boleh dibilang lebih simpel. Minimum payout komisinya juga jauh lebih rendah, yakni hanya Rp 10.000,- dan dapat dibayarkan melalui bank apa saja yang Anda punya. Kelebihan lain, nilai komisi yang diberikan KumpulBlogger juga jauh lebih besar, yakni Rp 300,-/klik untuk iklan teks link dan Rp 625,-/klik untuk iklan mini banner. Ya, selain iklan teks link, KumpulBlogger juga menyediakan iklan berbentuk banner mini berbentuk kotak persegi.

Secara tampilan KumpulBlogger memang tak seeksklusif KlikSaya, namun kelebihannya ternyata lebih banyak. Satu lagi kelebihan KumpulBlogger adalah adanya sistem refferal di mana Anda akan memperoleh tambahan penghasilan dari komisi yang dihasilkan blogger-blogger hasil referensi Anda. Besarnya Rp 25,-/klik yang tercatat dari blog member hasil referensi Anda. So, tunggu apalagi? Klik di sini untuk menjadi refferal saya. Tapi kalau tidak mau ya tidak apa-apa, daftar saja di sini.

3. PPCIndo.com
Jujur saja saya koq menaruh keyakinan kalau PPC Indonesia adalah nama baru dari AfiliateIndonesia. Dugaan ini didasarkan pada sistem pembayaran komisi PPC Indonesia yang mirip-mirip AffiliateIndonesia, yakni bonus akan dibayarkan setelah mencapai jumlah minimal Rp 10.000,- untuk pemegang rekening BCA dan Rp 60.000,- untuk yang selain BCA. Tapi berhubung tak ada bukti kuat, biarlah keyakinan itu hanya menjadi dugaan semata. Yang jelas kita bisa memperoleh penghasilan dari program PPC lokal ini. Yah, walaupun hanya sebesar Rp 100,-/klik, tapi lumayanlah buat tambah-tambah. Lagipula Anda juga bisa mendaftarkan banyak blog dalam satu account sehingga penghasilannya dapat lebih banyak lagi.

Well, terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada pada ketiga situs PPC lokal tersebut, sudah selayaknya kehadiran ketiganya kita acungi jempol. Bagaimanapun ketiganya telah berniat baik membantu kita para blogger Indonesia untuk bisa memperoleh penghasilan memadai dari blog berbahasa Indonesia. Jadi, tunggu apalagi? Segera cobain kalau Anda belum mencobanya! Bagi yang sudah mengikuti program-program tersebut, tolong bagi-bagi pengalamannya di kolom komentar dong...

Semoga bermanfaat.

04 April 2008

Tulisan ini sebenarnya sudah saya posting tadi siang jam 12-an. Tapi berhubung ada perubahan ya saya posting lagi deh biar aktualitasnya terjaga. Untuk itu, posting berjudul 'AdSense ala Indonesia' terpaksa saya tarik lagi biar gak ribet yg baca. Tenang, besok juga sudah kembali bisa dilihat koq postingan tersebut. :D Dasar...

Ah, namanya juga manusia, pasti selalu saja merasa kurang dan kurang. Selalu saja merasa tidak puas dengan apa yang sudah dimilikinya. Dan untuk menuntaskan ketidakpuasan itu si manusia tadi lalu bergerak, mencoba membuat satu perubahan. Hasilnya kadang berhasil, tapi tak jarang juga malah dapat yang lebih buruk dari sebelumnya.

Inilah gambaran diri saya dengan blog ini. Hari ini saya membuka bulan baru dengan template baru. Terhitung sejak pertama kali "mengudara" EkoNurhuda.com sudah 4 kali ganti template. Hari ini saja sudah 2 kali ganti karena kurang sreg. Yang pertama diganti karena kembar identik dengan punyanya Kang Agus Herry. Karena beliau jauh lebih senior dan terkenal, maka saya yang ngalah. Daripada dibilang membeo sih. Nah, template kedua sebenarnya aman alias gak ada yang nyamain, tapi utak-atik yang saya lakukan justru membuat template aslinya berantakan. Padahal saya cuma mau mengganti header bawaan template asli dengan header narsis karya teman saya. Yah, nasib...


Semakin dipandang koq semakin tidak memuaskan saja template yang dominan biru kemarin itu. Akhirnya saya putuskan ganti template lagi. Kali ini nemu template-nya di EBlogTemplates.com. Cuma saya tidak mengopinya mentah-mentah. Pengalaman mengotak-atik template membuat saya sedikit-sedikit paham bagian mana yang harus diubah untuk mendapatkan warna, tampilan serta gambar-gambar sesuai keinginan saya. Akhirnya, VOILA!!! EkoNurhuda.com-pun berwajah baru. Sedikit banyak warna template lama masih saya sertakan. Karena yang asli dominan merah, maka saya rombak habis-habisan menjadi dominan biru muda.

Bagian yang paling saya suka dari itu adalah kolom iklan banner 125x125 px di sidebar kanan, serta tentu saja kolom untuk nampilin foto-foto dari Flickr di tengah header. Wow, berhubung saya tidak punya foto-foto bagus, dengan sangat 'terpaksa' saya pasang aja fotonya si cantik Maria Ozawa. Tahu kan siapa dia? Tapi saya mulai tidak puas dengan template tersebut sewaktu menambahkan fasilitas 'read more'. Masa iya jenis huruf paragraf sebelum dan sesudah 'read more' bisa beda sih? Sudah begitu bagian banner 125 x 125 px di bagian sidebar juga kacau karena cuma bisa dimuati 2 banner. Saya otak-atik sampe 5 jam lebih (sampe lupa Jum'atan segala), masih juga gak bener. Akhirnya saya ngalah, banner-nya cuma 2 saja gpp. Toh, ada wajah si cantik Maria Ozawa sedang tersenyum di tengah header.

Saya lantas pulang. Tapi sepanjang perjalanan terus teringat tampilan blog yang kurang memuaskan saya. Akhirnya, saya cuma pindah warnet dan otak-atik lagi deh. Nah, sekarang saya sudah puas! Meskipun lebih sederhana, tapi tampilan yang sekarang jauh lebih rapi dan bersih. Enak dipandang mata. Sudah begitu kolom sidebar bisa dipasangi lebih dari 3 banner ukuran 125 x 125 px. Ini yang asyik. Soalnya saya sedang melangkah menuju 'Direct Ads' alias mau mencari iklan langsung bagi blog ini selain ikut program-program online earning yang lain. Tapi ini masih rencana. Eksekusinya nanti menunggu trafik dan peringkat blog ini lebih baik lagi. Meski begitu kalau ada di antara pembaca yang mau memasang iklan sekarang juga gpp koq. :D

Oke, tak terasa sudah lebih dari 4 jam saya mengotak-atik template baru untuk episode kedua sore ini. Maklum, otodidak dan sama sekali gak punya background kaya ginian, jadi lama banget otak-atiknya. Mana warnetnya lemot banget lagi. Capek deh... :( Anyway, cukup segini dulu untuk hari ini. Besok akan saya sempurnakan lagi sambil ngerjain job nulis review. Terakhir, please tinggalkan komentar tentang tampilan baru blog saya ini. Oke?

Tulisan ini sebenarnya sudah saya posting tadi siang jam 12-an. Tapi berhubung ada perubahan ya saya posting lagi deh biar aktualitasnya terjaga. Untuk itu, posting berjudul 'AdSense ala Indonesia' terpaksa saya tarik lagi biar gak ribet yg baca. Tenang, besok juga sudah kembali bisa dilihat koq postingan tersebut. :D Dasar...

Ah, namanya juga manusia, pasti selalu saja merasa kurang dan kurang. Selalu saja merasa tidak puas dengan apa yang sudah dimilikinya. Dan untuk menuntaskan ketidakpuasan itu si manusia tadi lalu bergerak, mencoba membuat satu perubahan. Hasilnya kadang berhasil, tapi tak jarang juga malah dapat yang lebih buruk dari sebelumnya.

Inilah gambaran diri saya dengan blog ini. Hari ini saya membuka bulan baru dengan template baru. Terhitung sejak pertama kali "mengudara" EkoNurhuda.com sudah 4 kali ganti template. Hari ini saja sudah 2 kali ganti karena kurang sreg. Yang pertama diganti karena kembar identik dengan punyanya Kang Agus Herry. Karena beliau jauh lebih senior dan terkenal, maka saya yang ngalah. Daripada dibilang membeo sih. Nah, template kedua sebenarnya aman alias gak ada yang nyamain, tapi utak-atik yang saya lakukan justru membuat template aslinya berantakan. Padahal saya cuma mau mengganti header bawaan template asli dengan header narsis karya teman saya. Yah, nasib...


Semakin dipandang koq semakin tidak memuaskan saja template yang dominan biru kemarin itu. Akhirnya saya putuskan ganti template lagi. Kali ini nemu template-nya di EBlogTemplates.com. Cuma saya tidak mengopinya mentah-mentah. Pengalaman mengotak-atik template membuat saya sedikit-sedikit paham bagian mana yang harus diubah untuk mendapatkan warna, tampilan serta gambar-gambar sesuai keinginan saya. Akhirnya, VOILA!!! EkoNurhuda.com-pun berwajah baru. Sedikit banyak warna template lama masih saya sertakan. Karena yang asli dominan merah, maka saya rombak habis-habisan menjadi dominan biru muda.

Bagian yang paling saya suka dari itu adalah kolom iklan banner 125x125 px di sidebar kanan, serta tentu saja kolom untuk nampilin foto-foto dari Flickr di tengah header. Wow, berhubung saya tidak punya foto-foto bagus, dengan sangat 'terpaksa' saya pasang aja fotonya si cantik Maria Ozawa. Tahu kan siapa dia? Tapi saya mulai tidak puas dengan template tersebut sewaktu menambahkan fasilitas 'read more'. Masa iya jenis huruf paragraf sebelum dan sesudah 'read more' bisa beda sih? Sudah begitu bagian banner 125 x 125 px di bagian sidebar juga kacau karena cuma bisa dimuati 2 banner. Saya otak-atik sampe 5 jam lebih (sampe lupa Jum'atan segala), masih juga gak bener. Akhirnya saya ngalah, banner-nya cuma 2 saja gpp. Toh, ada wajah si cantik Maria Ozawa sedang tersenyum di tengah header.

Saya lantas pulang. Tapi sepanjang perjalanan terus teringat tampilan blog yang kurang memuaskan saya. Akhirnya, saya cuma pindah warnet dan otak-atik lagi deh. Nah, sekarang saya sudah puas! Meskipun lebih sederhana, tapi tampilan yang sekarang jauh lebih rapi dan bersih. Enak dipandang mata. Sudah begitu kolom sidebar bisa dipasangi lebih dari 3 banner ukuran 125 x 125 px. Ini yang asyik. Soalnya saya sedang melangkah menuju 'Direct Ads' alias mau mencari iklan langsung bagi blog ini selain ikut program-program online earning yang lain. Tapi ini masih rencana. Eksekusinya nanti menunggu trafik dan peringkat blog ini lebih baik lagi. Meski begitu kalau ada di antara pembaca yang mau memasang iklan sekarang juga gpp koq. :D

Oke, tak terasa sudah lebih dari 4 jam saya mengotak-atik template baru untuk episode kedua sore ini. Maklum, otodidak dan sama sekali gak punya background kaya ginian, jadi lama banget otak-atiknya. Mana warnetnya lemot banget lagi. Capek deh... :( Anyway, cukup segini dulu untuk hari ini. Besok akan saya sempurnakan lagi sambil ngerjain job nulis review. Terakhir, please tinggalkan komentar tentang tampilan baru blog saya ini. Oke?

03 April 2008

Sebentar lagi masa kelulusan sekolah. Problem utama bagi para lulusan SMA adalah sulitnya menentukan pilihan antara meneruskan studi ke jenjang perguruan tinggi atau langsung bekerja. Kalau pilih bekerja, ijazah SMA bisa sampai ke mana sih? Sementara kuliah juga belum tentu setelah jadi sarjana bakal lebih gampang memperoleh pekerjaan. Itu artinya hanya menunda waktu untuk menganggur saja. Iya kan?

Nah, pilihan bijak mungkin dengan memilih sekolah yang siap pakai. Maksudnya melanjutkan studi di institusi yang lulusannya berprospek cerah. Apa dong yang lulusannya berprospek cerah (baca: mudah cari kerja) seperti itu? Cuma ada dua: guru atau tenaga kesehatan. Ya, sepanjang hayat manusia pendidikan dan kesehatan adalah dua hal pokok yang mutlak diperlukan. Selama masih ada manusia, maka pendidikan dan kesehatan akan terus dibutukan. Begitu juga dengan tenaga kerja yang berkecimpung di dalamnya, yakni guru dan tenaga kesehatan lainnya.
Mau jadi guru? Sepertinya banyak yang tidak suka menjadi guru. Bagaimana dengan tenaga kesehatan? Nah, ini sepertinya menarik. Kalau di Indonesia tenaga kesehatan disebut sebagai paramedis, nah di Amerika sana istilahnya pharmacy technician. Karir sebagai seorang pharmacy technician sangat menjanjikan. Dilihat dari penghasilan, gaji pharmacy technician (pharmacy technician salary) cukup besar. Siapa yang tidak mau bergaji besar? Saya yakin, Anda pasti mau gaji besar kan?

Nah, dalam rangka membantu para peminat bidang kerja sebagai pharmacy technician ini, sebuah situs mengkhususkan dirinya sebagai penyedia informasi sekolah-sekolah farmasi. Medical-career-training.com adalah situs dimaksud. Situs ini menyediakan beragam info mengenai sekolah-sekolah farmasi yang ada di Amerika sana. So, kalau Anda berminat menempuh karir sebagai tanaga medis, baik itu menjadi dokter ataupun ahli pharmacy tech, mungkin bisa melongok situs ini sebagai panduang. Buka saja langsung. Gratis koq. :D Karena masih terbatas untuk sekolah-sekolah di Amerika, ini akan sangat berguna bagi Anda yang punya impian sekolah ke Amrik.

NB: Ssst, lagi nyoba nulis review pake bahasa Indonesia untuk SponsoredReviews. Boleh gak ya?

Sebentar lagi masa kelulusan sekolah. Problem utama bagi para lulusan SMA adalah sulitnya menentukan pilihan antara meneruskan studi ke jenjang perguruan tinggi atau langsung bekerja. Kalau pilih bekerja, ijazah SMA bisa sampai ke mana sih? Sementara kuliah juga belum tentu setelah jadi sarjana bakal lebih gampang memperoleh pekerjaan. Itu artinya hanya menunda waktu untuk menganggur saja. Iya kan?

Nah, pilihan bijak mungkin dengan memilih sekolah yang siap pakai. Maksudnya melanjutkan studi di institusi yang lulusannya berprospek cerah. Apa dong yang lulusannya berprospek cerah (baca: mudah cari kerja) seperti itu? Cuma ada dua: guru atau tenaga kesehatan. Ya, sepanjang hayat manusia pendidikan dan kesehatan adalah dua hal pokok yang mutlak diperlukan. Selama masih ada manusia, maka pendidikan dan kesehatan akan terus dibutukan. Begitu juga dengan tenaga kerja yang berkecimpung di dalamnya, yakni guru dan tenaga kesehatan lainnya.
Mau jadi guru? Sepertinya banyak yang tidak suka menjadi guru. Bagaimana dengan tenaga kesehatan? Nah, ini sepertinya menarik. Kalau di Indonesia tenaga kesehatan disebut sebagai paramedis, nah di Amerika sana istilahnya pharmacy technician. Karir sebagai seorang pharmacy technician sangat menjanjikan. Dilihat dari penghasilan, gaji pharmacy technician (pharmacy technician salary) cukup besar. Siapa yang tidak mau bergaji besar? Saya yakin, Anda pasti mau gaji besar kan?

Nah, dalam rangka membantu para peminat bidang kerja sebagai pharmacy technician ini, sebuah situs mengkhususkan dirinya sebagai penyedia informasi sekolah-sekolah farmasi. Medical-career-training.com adalah situs dimaksud. Situs ini menyediakan beragam info mengenai sekolah-sekolah farmasi yang ada di Amerika sana. So, kalau Anda berminat menempuh karir sebagai tanaga medis, baik itu menjadi dokter ataupun ahli pharmacy tech, mungkin bisa melongok situs ini sebagai panduang. Buka saja langsung. Gratis koq. :D Karena masih terbatas untuk sekolah-sekolah di Amerika, ini akan sangat berguna bagi Anda yang punya impian sekolah ke Amrik.

NB: Ssst, lagi nyoba nulis review pake bahasa Indonesia untuk SponsoredReviews. Boleh gak ya?

01 April 2008

Seperti kebiasaan saya di tiap awal bulan sejak akhir Januari lalu, maka saya juga akan membeberkan penghasilan yang saya peroleh selama bulan Maret. Anda tentu penasaran berapa penghasilan saya kali ini. Jika di bulan Januari saya memperoleh $165 lebih sedikit, lalu di bulan Februari turun menjadi hanya $75 lebih sedikit, bulan Maret ini bagaimana ya? Semakin meningkatkah? Atau justru menurun lagi?

Saya masih ingat kata-kata Mr. Anonim yang sudah berpenghasilan Rp 17.5 juta di posting "5 Kesalahan Utama Blogger". Jujur saja saya shock berat karenanya. Sempat ingin berhenti posting karena merasa jerih-payah saya tidak dihargai. Tapi semisal saya berhenti bukannya Mr. Anonim malah tambah senang? Bukankah itu yang dia inginkan? So, saya tidak akan berhenti sampai di sini saja, Mr. Anonim. Dan, lihatlah berapa penghasilan yang saya dapat bulan Maret lalu dari SponsoredReviews saja:


Kalau kurang percaya, ini screenshot Payment History yang saya kopi dari member area SponsoredReviews saya:


Anda ingin tahu bagaimana cara saya melakukannya? Gampang. Anda bahkan bisa berbuat serupa hanya dalam waktu 10 menit. Iya, cukup 10 menit bahkan kurang! Penasaran kan? Baiklah, begini triknya dan perhatikan baik-baik atau Anda akan rugi.
  • Buka email pemberitahuan pembayaran earning SponsoredReviews dari PayPal.
  • Kopi gambar tersebut. Gampangnya pake saja tombol 'Print Screen'.
  • Buka program Paint dan paste-kan screenshot email tadi.
  • Hapus tulisan asli yang menyatakan besarnya earning Anda. Ganti dengan nominal berapapun yang Anda inginkan.
  • Simpan gambar tersebut dan upload di blog Anda. Selanjutnya biarkan pengunjung blog Anda berdecak kagum melihat penghasilan ribuan dolar Anda.

Mudah kan? Hehehe, meskipun ngerjain itu tidak baik, tapi berhubung momennya pas saya jadi tergelitik untuk coba-coba ngerjain teman-teman sekalian. So, met April mop everybody...

Seperti kebiasaan saya di tiap awal bulan sejak akhir Januari lalu, maka saya juga akan membeberkan penghasilan yang saya peroleh selama bulan Maret. Anda tentu penasaran berapa penghasilan saya kali ini. Jika di bulan Januari saya memperoleh $165 lebih sedikit, lalu di bulan Februari turun menjadi hanya $75 lebih sedikit, bulan Maret ini bagaimana ya? Semakin meningkatkah? Atau justru menurun lagi?

Saya masih ingat kata-kata Mr. Anonim yang sudah berpenghasilan Rp 17.5 juta di posting "5 Kesalahan Utama Blogger". Jujur saja saya shock berat karenanya. Sempat ingin berhenti posting karena merasa jerih-payah saya tidak dihargai. Tapi semisal saya berhenti bukannya Mr. Anonim malah tambah senang? Bukankah itu yang dia inginkan? So, saya tidak akan berhenti sampai di sini saja, Mr. Anonim. Dan, lihatlah berapa penghasilan yang saya dapat bulan Maret lalu dari SponsoredReviews saja:


Kalau kurang percaya, ini screenshot Payment History yang saya kopi dari member area SponsoredReviews saya:


Anda ingin tahu bagaimana cara saya melakukannya? Gampang. Anda bahkan bisa berbuat serupa hanya dalam waktu 10 menit. Iya, cukup 10 menit bahkan kurang! Penasaran kan? Baiklah, begini triknya dan perhatikan baik-baik atau Anda akan rugi.
  • Buka email pemberitahuan pembayaran earning SponsoredReviews dari PayPal.
  • Kopi gambar tersebut. Gampangnya pake saja tombol 'Print Screen'.
  • Buka program Paint dan paste-kan screenshot email tadi.
  • Hapus tulisan asli yang menyatakan besarnya earning Anda. Ganti dengan nominal berapapun yang Anda inginkan.
  • Simpan gambar tersebut dan upload di blog Anda. Selanjutnya biarkan pengunjung blog Anda berdecak kagum melihat penghasilan ribuan dolar Anda.

Mudah kan? Hehehe, meskipun ngerjain itu tidak baik, tapi berhubung momennya pas saya jadi tergelitik untuk coba-coba ngerjain teman-teman sekalian. So, met April mop everybody...