Selamat datang di ...

28 September 2008

Satu lagi berita gembira bagi Anda yang masih belum pede dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. Setelah sebelumnya diuntungkan dengan kehadiran situs paid review lokal, maka kini Google yang bakal memudahkan jalan Anda meraih dolar di internet. Dengan bantuan The Big G, Anda bisa membuat artikel dalam bahasa Inggris sekalipun skill bahasa Inggris Anda pas-pasan. Serius lo? Yap, saya serius! Bagaimana caranya?

Anda pasti sudah tahu Google Translate, bukan? Itu lho, layanan penerjemah multibahasa milik Google. Layanan ini biasa digunakan para pemain paid review untuk mengubah satu artikel menjadi artikel orisinil yang sama sekali lain dari aslinya. Caranya dengan menerjemahkan artikel asli ke beberapa bahasa lain, lalu mengembalikannya ke bahasa Inggris. Nah, sekarang kita tidak perlu repot-repot lagi menerjemahkan berulangkali ke beberapa bahasa karena Google Translate sudah men-support bahasa Indonesia.

Berita ini pertama kali saya ketahui waktu berkunjung ke blognya Giredo. Begitu selesai membaca postingnya Giredo saya langsung meluncur ke Google Translate. Ternyata benar, pilihan bahasa Indonesia ada di antara deretan bahasa-bahasa lainnya. Test drive langsung saya lakukan. Satu paragraf dari artikel tentang ReviewMu yang saya tulis dua hari lalu dijadikan bahan percobaan. Dan beginilah hasilnya:

Photobucket

Hasil terjemahannya tidak begitu mengecewakan koq, meskipun susunan tata bahasanya banyak yang rancu. Kita masih perlu melakukan perbaikan dan mengedit hasil terjemahan ini sebelum dipublikasikan di blog atau di-submit di pemain situs-situs article directory. Dan buat Anda yang hobi menulis dengan bahasa gaul alias tidak mengindahkan EYD, Google Translate sepertinya tidak mengenali kosakata seperti "dong" atau "kan". Coba perhatikan kata-kata yang saya beri garis bawah hijau pada gambar di atas.

Selain menerjemahkan artikel, Google Translate juga sudah menyediakan fasilitas penerjemah halaman situs dari dan ke bahasa Indonesia. Untuk menerjemahkan satu halaman situs kita memasukkan alamat URL halaman yang akan diterjemahkan di kolom paling bawah lalu klik tombol "Translate". Sebagai percobaan saya memasukkan alamat URL posting tentang ReviewMu untuk membandingkan hasilnya dengan hasil terjemahan artikel sebelumnya. Hasilnya silakan lihat gambar berikut:

Photobucket

Ternyata hasil terjemahannya tidak jauh berbeda. Maksud saya, sama-sama banyak yang rancu. Tata bahasa Indonesia yang berbeda dengan grammar bahasa Inggris menyebabkan hasil terjemahan Google masih perlu diedit agar bisa dimengerti para pengguna bahasa Inggris. Artinya, kita tetap harus memeras otak untuk menghasilkan konten berbahasa Inggris. Tapi paling tidak dengan bantuan Google Translate kerja kita tidak seberat dan serepot dulu lagi. Iya nggak sih?

Btw, kapan ya Google AdSense men-support bahasa Indonesia? :(

Satu lagi berita gembira bagi Anda yang masih belum pede dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. Setelah sebelumnya diuntungkan dengan kehadiran situs paid review lokal, maka kini Google yang bakal memudahkan jalan Anda meraih dolar di internet. Dengan bantuan The Big G, Anda bisa membuat artikel dalam bahasa Inggris sekalipun skill bahasa Inggris Anda pas-pasan. Serius lo? Yap, saya serius! Bagaimana caranya?

Anda pasti sudah tahu Google Translate, bukan? Itu lho, layanan penerjemah multibahasa milik Google. Layanan ini biasa digunakan para pemain paid review untuk mengubah satu artikel menjadi artikel orisinil yang sama sekali lain dari aslinya. Caranya dengan menerjemahkan artikel asli ke beberapa bahasa lain, lalu mengembalikannya ke bahasa Inggris. Nah, sekarang kita tidak perlu repot-repot lagi menerjemahkan berulangkali ke beberapa bahasa karena Google Translate sudah men-support bahasa Indonesia.

Berita ini pertama kali saya ketahui waktu berkunjung ke blognya Giredo. Begitu selesai membaca postingnya Giredo saya langsung meluncur ke Google Translate. Ternyata benar, pilihan bahasa Indonesia ada di antara deretan bahasa-bahasa lainnya. Test drive langsung saya lakukan. Satu paragraf dari artikel tentang ReviewMu yang saya tulis dua hari lalu dijadikan bahan percobaan. Dan beginilah hasilnya:

Photobucket

Hasil terjemahannya tidak begitu mengecewakan koq, meskipun susunan tata bahasanya banyak yang rancu. Kita masih perlu melakukan perbaikan dan mengedit hasil terjemahan ini sebelum dipublikasikan di blog atau di-submit di pemain situs-situs article directory. Dan buat Anda yang hobi menulis dengan bahasa gaul alias tidak mengindahkan EYD, Google Translate sepertinya tidak mengenali kosakata seperti "dong" atau "kan". Coba perhatikan kata-kata yang saya beri garis bawah hijau pada gambar di atas.

Selain menerjemahkan artikel, Google Translate juga sudah menyediakan fasilitas penerjemah halaman situs dari dan ke bahasa Indonesia. Untuk menerjemahkan satu halaman situs kita memasukkan alamat URL halaman yang akan diterjemahkan di kolom paling bawah lalu klik tombol "Translate". Sebagai percobaan saya memasukkan alamat URL posting tentang ReviewMu untuk membandingkan hasilnya dengan hasil terjemahan artikel sebelumnya. Hasilnya silakan lihat gambar berikut:

Photobucket

Ternyata hasil terjemahannya tidak jauh berbeda. Maksud saya, sama-sama banyak yang rancu. Tata bahasa Indonesia yang berbeda dengan grammar bahasa Inggris menyebabkan hasil terjemahan Google masih perlu diedit agar bisa dimengerti para pengguna bahasa Inggris. Artinya, kita tetap harus memeras otak untuk menghasilkan konten berbahasa Inggris. Tapi paling tidak dengan bantuan Google Translate kerja kita tidak seberat dan serepot dulu lagi. Iya nggak sih?

Btw, kapan ya Google AdSense men-support bahasa Indonesia? :(

27 September 2008

Yang punya nama Eko jangan tersinggung dulu ya? Ini hanya posting iseng menjelang lebaran supaya tidak stress. Daripada terus-terusan pusing melihat berita kemacetan mudik, ricuh pembagian zakat, bentrok berkepanjangan antara FPI dan AKKBB, atau berita-berita yang membuat hati miris lainnya, di sini saya ingin berbagi satu cerita berkaitan dengan betapa banyaknya orang bernama Eko di dunia ini. Eit, jangan protes ya kalau saya bilang nama Eko itu mendunia. Soalnya dulu waktu masih magang di Prambanan saya pernah ketemu orang Suriname bernama Eko lho. Hehehe...

Benarkah Eko itu nama pasaran? Sewaktu kecil di Palembang saya tidak banyak tahu orang-orang bernama Eko di sekitar saya, kecuali seorang anak tetangga yang berusia jauh lebih tua dari saya. Semasa SD juga tidak banyak orang bernama Eko yang saya tahu. Nah, pemilik nama Eko mulai banyak saya temui ketika saya masuk SMP di daerah Sungai Bahar, Jambi. Anak tetangga ada satu yang namanya Eko. Gilanya, si Eko ini punya adik bernama Nurhuda. Walah..!

Tapi itu masih belum cukup, Saudara-saudara. Ternyata di kelas saya ada 3 orang Eko!
Eko yang pertama nama lengkapnya Eko Prasetyo, selepas SMP kami jarang ketemu karena lain desa. Lalu Eko kedua bernama lengkap Eko Sarjianto, dan Eko yang ketiga adalah Eko Sriyanto. Kedua Eko terakhir ini masih sering saya temui tiap pulang kampung. Dan kalau pas kami kumpul bareng bertiga teman-teman suka iseng menyebut kami sebagai Trio Eko. :))

Semasa SMA di Muara Bulian, pemilik nama Eko masih banyak beredar di sekitar saya. Di kelas dua saya punya dua teman yang sama-sama bernama Eko. Jadi dengan saya ada tiga Eko dalam kelas tersebut. Dua Eko yang lain adalah Eko Dian Iing Sholihin (sekarang menjadi Kepala Bagian di salah satu departemen di Pemkab. Batanghari) dan Eko Bandung (saya lupa nama aslinya, tapi dia sering dijuluki begitu karena memang asli Bandung).

Pertemuan saya dengan sesama pemilik nama Eko terus berlanjut saat menempuh studi di sebuah program pendidikan pariwisata. Menantu pemilik tempat kos saya ada yang namanya Eko. Terus sekelas dengan saya ada satu Eko lain yang bernama lengkap Eko Gunarpo. Awalnya kami tidak akrab karena baik dari segi fisik maupun lingkungan pergaulan berbeda jauh. Tapi karena sama-sama hobi main PS kami akhirnya malah jadi sering "bertanding" dan ngobrol banyak.

Di kampus saya yang sekarang (Akademi Komunikasi Yogyakarta alias AKY) tidak ada yang bernama Eko. Jadi sayalah satu-satunya Eko di kampus tersebut. Kemudian saat memulai blog dulu saya juga jarang bertemu pemilik nama ataupun nick Eko. Saya pikir inilah akhir perjumpaan saya dengan sesama pemilik Eko. Ternyata pikiran saya salah. Ada beberapa blogger dan pemilik situs yang bernama Eko di Indonesia ini. Iseng-iseng saya buat daftarnya sepanjang yang saya tahu, dan inilah dia si Eko-Eko itu:

Saya sendiri (EkoNurhuda.com)
Eko Pramuyanto (MasEko.com)
Eko Priyanto (Info-Baru.com)
Eko Prasetyo 1 (EkoPrasetyo.com)
Eko Prasetyo 2 (SimplyEko.com)
Eko Sulistyo (PengelolaKeuangan.wp)
Eko Sriyantono (CakEko.blog)
Eko Setiawan (BlackKingdom.blog)
Eko Yudiono (Farrelano.blog)
Eko HM Arata (SerampaiKata.blog)
Eko Budi Prasetyo (Amphie09.blog)
Eko Purwanto (WebMediaCenter.com)
Eko Junaedi (EkoJunaedi.blog)
FX Eko Budi Kristanto(FXEkoBudi.net)
Didik Eko Tjahjono (DidikEkoTjahjono.com)
Sigit Eko S. (IlmuPhotoshop.com)

Sudah, ah! Capek saya menulis seluruh blogger bernama Eko. Padahal saya yakin masih banyak Eko-Eko lain yang juga seorang blogger seperti nama-nama di atas. Anda mau menambahkan?

Yang punya nama Eko jangan tersinggung dulu ya? Ini hanya posting iseng menjelang lebaran supaya tidak stress. Daripada terus-terusan pusing melihat berita kemacetan mudik, ricuh pembagian zakat, bentrok berkepanjangan antara FPI dan AKKBB, atau berita-berita yang membuat hati miris lainnya, di sini saya ingin berbagi satu cerita berkaitan dengan betapa banyaknya orang bernama Eko di dunia ini. Eit, jangan protes ya kalau saya bilang nama Eko itu mendunia. Soalnya dulu waktu masih magang di Prambanan saya pernah ketemu orang Suriname bernama Eko lho. Hehehe...

Benarkah Eko itu nama pasaran? Sewaktu kecil di Palembang saya tidak banyak tahu orang-orang bernama Eko di sekitar saya, kecuali seorang anak tetangga yang berusia jauh lebih tua dari saya. Semasa SD juga tidak banyak orang bernama Eko yang saya tahu. Nah, pemilik nama Eko mulai banyak saya temui ketika saya masuk SMP di daerah Sungai Bahar, Jambi. Anak tetangga ada satu yang namanya Eko. Gilanya, si Eko ini punya adik bernama Nurhuda. Walah..!

Tapi itu masih belum cukup, Saudara-saudara. Ternyata di kelas saya ada 3 orang Eko!
Eko yang pertama nama lengkapnya Eko Prasetyo, selepas SMP kami jarang ketemu karena lain desa. Lalu Eko kedua bernama lengkap Eko Sarjianto, dan Eko yang ketiga adalah Eko Sriyanto. Kedua Eko terakhir ini masih sering saya temui tiap pulang kampung. Dan kalau pas kami kumpul bareng bertiga teman-teman suka iseng menyebut kami sebagai Trio Eko. :))

Semasa SMA di Muara Bulian, pemilik nama Eko masih banyak beredar di sekitar saya. Di kelas dua saya punya dua teman yang sama-sama bernama Eko. Jadi dengan saya ada tiga Eko dalam kelas tersebut. Dua Eko yang lain adalah Eko Dian Iing Sholihin (sekarang menjadi Kepala Bagian di salah satu departemen di Pemkab. Batanghari) dan Eko Bandung (saya lupa nama aslinya, tapi dia sering dijuluki begitu karena memang asli Bandung).

Pertemuan saya dengan sesama pemilik nama Eko terus berlanjut saat menempuh studi di sebuah program pendidikan pariwisata. Menantu pemilik tempat kos saya ada yang namanya Eko. Terus sekelas dengan saya ada satu Eko lain yang bernama lengkap Eko Gunarpo. Awalnya kami tidak akrab karena baik dari segi fisik maupun lingkungan pergaulan berbeda jauh. Tapi karena sama-sama hobi main PS kami akhirnya malah jadi sering "bertanding" dan ngobrol banyak.

Di kampus saya yang sekarang (Akademi Komunikasi Yogyakarta alias AKY) tidak ada yang bernama Eko. Jadi sayalah satu-satunya Eko di kampus tersebut. Kemudian saat memulai blog dulu saya juga jarang bertemu pemilik nama ataupun nick Eko. Saya pikir inilah akhir perjumpaan saya dengan sesama pemilik Eko. Ternyata pikiran saya salah. Ada beberapa blogger dan pemilik situs yang bernama Eko di Indonesia ini. Iseng-iseng saya buat daftarnya sepanjang yang saya tahu, dan inilah dia si Eko-Eko itu:

Saya sendiri (EkoNurhuda.com)
Eko Pramuyanto (MasEko.com)
Eko Priyanto (Info-Baru.com)
Eko Prasetyo 1 (EkoPrasetyo.com)
Eko Prasetyo 2 (SimplyEko.com)
Eko Sulistyo (PengelolaKeuangan.wp)
Eko Sriyantono (CakEko.blog)
Eko Setiawan (BlackKingdom.blog)
Eko Yudiono (Farrelano.blog)
Eko HM Arata (SerampaiKata.blog)
Eko Budi Prasetyo (Amphie09.blog)
Eko Purwanto (WebMediaCenter.com)
Eko Junaedi (EkoJunaedi.blog)
FX Eko Budi Kristanto(FXEkoBudi.net)
Didik Eko Tjahjono (DidikEkoTjahjono.com)
Sigit Eko S. (IlmuPhotoshop.com)

Sudah, ah! Capek saya menulis seluruh blogger bernama Eko. Padahal saya yakin masih banyak Eko-Eko lain yang juga seorang blogger seperti nama-nama di atas. Anda mau menambahkan?

26 September 2008

Cosa Aranda telah sukses membuat gebrakan besar dengan meluncurkan ReviewMu, situs paid review lokal pertama di Indonesia. Seperti pernah saya bilang beberapa waktu lalu, kehadiran ReviewMu bisa jadi angin segar bagi blogger yang kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas. ReviewMu juga bisa jadi solusi bagi blogger yang ingin me-monetize blog berbahasa Indonesia. Sudah banyak blogger mengeluh karena bahasa blog mereka jadi campur-aduk gara-gara dipakai menulis paid review. Diharapkan masalah seperti ini bisa terpecahkan dengan hadirnya ReviewMu.

Dapatkah ReviewMu memenuhi harapan tersebut? Masih butuh waktu untuk menjawabnya. Sampai saat ini baru ada 3 advertiser yang jadi client ReviewMu (seperti yang terakhir saya lihat di member area), namun ini bukanlah pertanda kalau peminatnya kurang. Di luar itu saya justru tertarik mengangkat soal seberapa antusias blogger Indonesia menyambut kehadiran program satu ini. Hal ini saya kaitkan dengan harga review yang (saat ini) minimal hanya Rp 10.000/review.

Begini. Saya mulai dengan membandingkan komisi minimal ReviewMu dengan dua situs paid review favorit saya, yakni Blogsvertise dan SponsoredReviews. Di Blogsvertise blogger minimal akan menerima komisi sebesar $2/review. Dengan kurs Rp 8.900/dolar (nilai kurs terakhir versi PayPal), komisi itu setara dengan Rp 17.800. Sedangkan SponsoredReviews memberikan komisi minimal $3.25 (65% dari $5, harga paling rendah) per review. Dikali Rp 8.900 hasilnya sama dengan Rp 28.925. Jelas jauh lebih besar dari komisi minimal yang diberikan ReviewMu, bukan?

Coba kita hitung-hitungan sebentar. Di ReviewMu, Anda harus menyelesaikan 10 review untuk memperoleh bayaran Rp 100.000. Di Blogsvertise, dengan asumsi tiap review dibayar $2 uang sebanyak Rp 100.000 bisa diraih hanya dengan menulis 6 review saja. Blogger yang terbiasa memperoleh grab bag task alias GBT malah menerima $10 (=Rp 89.000) per review. Di SponsoredReviews, uang Rp 100.000 sudah bisa didapat dengan hanya menulis 4 review senilai $3.25 yang merupakan harga minimal.

Berangkat dari perbandingan ini saya mempunyai satu pertanyaan besar: mampukah ReviewMu menarik minat para pemain paid review di Indonesia? Dengan komisi jauh lebih kecil dari situs paid review luar, saya rasa koq sulit ya. Kalaupun tertarik bergabung, maka mereka hanya akan mencari referal banyak-banyak sambil menunggu advertiser yang berani memberi bayaran tidak jauh dari komisi Blogsvertise atau SponsoredReviews (sebagai contoh). Kalau tidak ada ya mereka memilih fokus ke paid review luar.

Lho, jangan dibandingkan dengan situs luar dong! Kan standarnya beda? Mungkin ada di antara Anda yang protes begitu. Oke itu memang betul. Tapi di mata blogger yang paling penting adalah seberapa banyak mereka akan dibayar. Blogger tentu akan membandingkan masalah komisi ini sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan satu program tertentu. Bila program A menawarkan bayaran minimal $2 atau $3.25, kenapa mereka harus tertarik bergabung dengan program B yang hanya memberi komisi minimal Rp 10.000 (=$1.1)? Lagipula sekarang jasa content writer menjamur. Artinya, keterbatasan bahasa Inggris sudah bukan menjadi kendala besar untuk mengeruk dolar dari paid review luar.

Bagi blogger pemula yang belum tahu banyak tentang paid review atau jarang menerima task/opportunity dari paid review luar, ReviewMu tentu akan menjadi primadona. Namun Cosa Aranda dan timnya mesti bekerja lebih keras lagi untuk dapat mengundang minat pemain-pemain paid review yang biasa menerima bayaran minimal $10/review. Terlebih lagi untuk mengundang minat jagoan-jagoan paid review seperti Indra Diky atau Toni Jauhari.

Kalau saya boleh memberi masukan, sebaiknya ReviewMu segera menaikkan harga minimalnya. Alasannya? Bila harga minimal tetap Rp 10.000/review, maka bisa dipastikan semua advertiser hanya akan membayar sebesar itu. Bisa dipastikan pula kalau semua task/opportunity yang ada harganya hanya Rp 10.000. Koq bisa? Bayangkan saja jika Anda yang jadi advertiser, tentu Anda akan berpikir “kenapa mesti membayar lebih kalau Rp 10.000 saja dibolehkan?” Di lain pihak blogger akan berpikir, “kenapa saya mesti menulis review seharga Rp 10.000 kalau di tempat lain bisa dapat lebih?” Iya, kan?

Nah, dengan menaikkan harga minimal secara otomatis ReviewMu juga menaikkan standar komisi yang tentunya akan mengundang minat lebih banyak blogger untuk bergabung. Termasuk juga para jagoan paid review. Nah, dengan memiliki banyak blogger sebagai membernya, tentu saja akan lebih mudah lagi bagi ReviewMu untuk menggaet advertiser. Kalau sudah begini baik blogger, advertiser, maupun pengelola ReviewMu sama-sama diuntungkan. Bukankah itu yang sejak semula diinginkan Mas Cosa?

Bagaimana pendapat Anda?

Cosa Aranda telah sukses membuat gebrakan besar dengan meluncurkan ReviewMu, situs paid review lokal pertama di Indonesia. Seperti pernah saya bilang beberapa waktu lalu, kehadiran ReviewMu bisa jadi angin segar bagi blogger yang kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas. ReviewMu juga bisa jadi solusi bagi blogger yang ingin me-monetize blog berbahasa Indonesia. Sudah banyak blogger mengeluh karena bahasa blog mereka jadi campur-aduk gara-gara dipakai menulis paid review. Diharapkan masalah seperti ini bisa terpecahkan dengan hadirnya ReviewMu.

Dapatkah ReviewMu memenuhi harapan tersebut? Masih butuh waktu untuk menjawabnya. Sampai saat ini baru ada 3 advertiser yang jadi client ReviewMu (seperti yang terakhir saya lihat di member area), namun ini bukanlah pertanda kalau peminatnya kurang. Di luar itu saya justru tertarik mengangkat soal seberapa antusias blogger Indonesia menyambut kehadiran program satu ini. Hal ini saya kaitkan dengan harga review yang (saat ini) minimal hanya Rp 10.000/review.

Begini. Saya mulai dengan membandingkan komisi minimal ReviewMu dengan dua situs paid review favorit saya, yakni Blogsvertise dan SponsoredReviews. Di Blogsvertise blogger minimal akan menerima komisi sebesar $2/review. Dengan kurs Rp 8.900/dolar (nilai kurs terakhir versi PayPal), komisi itu setara dengan Rp 17.800. Sedangkan SponsoredReviews memberikan komisi minimal $3.25 (65% dari $5, harga paling rendah) per review. Dikali Rp 8.900 hasilnya sama dengan Rp 28.925. Jelas jauh lebih besar dari komisi minimal yang diberikan ReviewMu, bukan?

Coba kita hitung-hitungan sebentar. Di ReviewMu, Anda harus menyelesaikan 10 review untuk memperoleh bayaran Rp 100.000. Di Blogsvertise, dengan asumsi tiap review dibayar $2 uang sebanyak Rp 100.000 bisa diraih hanya dengan menulis 6 review saja. Blogger yang terbiasa memperoleh grab bag task alias GBT malah menerima $10 (=Rp 89.000) per review. Di SponsoredReviews, uang Rp 100.000 sudah bisa didapat dengan hanya menulis 4 review senilai $3.25 yang merupakan harga minimal.

Berangkat dari perbandingan ini saya mempunyai satu pertanyaan besar: mampukah ReviewMu menarik minat para pemain paid review di Indonesia? Dengan komisi jauh lebih kecil dari situs paid review luar, saya rasa koq sulit ya. Kalaupun tertarik bergabung, maka mereka hanya akan mencari referal banyak-banyak sambil menunggu advertiser yang berani memberi bayaran tidak jauh dari komisi Blogsvertise atau SponsoredReviews (sebagai contoh). Kalau tidak ada ya mereka memilih fokus ke paid review luar.

Lho, jangan dibandingkan dengan situs luar dong! Kan standarnya beda? Mungkin ada di antara Anda yang protes begitu. Oke itu memang betul. Tapi di mata blogger yang paling penting adalah seberapa banyak mereka akan dibayar. Blogger tentu akan membandingkan masalah komisi ini sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan satu program tertentu. Bila program A menawarkan bayaran minimal $2 atau $3.25, kenapa mereka harus tertarik bergabung dengan program B yang hanya memberi komisi minimal Rp 10.000 (=$1.1)? Lagipula sekarang jasa content writer menjamur. Artinya, keterbatasan bahasa Inggris sudah bukan menjadi kendala besar untuk mengeruk dolar dari paid review luar.

Bagi blogger pemula yang belum tahu banyak tentang paid review atau jarang menerima task/opportunity dari paid review luar, ReviewMu tentu akan menjadi primadona. Namun Cosa Aranda dan timnya mesti bekerja lebih keras lagi untuk dapat mengundang minat pemain-pemain paid review yang biasa menerima bayaran minimal $10/review. Terlebih lagi untuk mengundang minat jagoan-jagoan paid review seperti Indra Diky atau Toni Jauhari.

Kalau saya boleh memberi masukan, sebaiknya ReviewMu segera menaikkan harga minimalnya. Alasannya? Bila harga minimal tetap Rp 10.000/review, maka bisa dipastikan semua advertiser hanya akan membayar sebesar itu. Bisa dipastikan pula kalau semua task/opportunity yang ada harganya hanya Rp 10.000. Koq bisa? Bayangkan saja jika Anda yang jadi advertiser, tentu Anda akan berpikir “kenapa mesti membayar lebih kalau Rp 10.000 saja dibolehkan?” Di lain pihak blogger akan berpikir, “kenapa saya mesti menulis review seharga Rp 10.000 kalau di tempat lain bisa dapat lebih?” Iya, kan?

Nah, dengan menaikkan harga minimal secara otomatis ReviewMu juga menaikkan standar komisi yang tentunya akan mengundang minat lebih banyak blogger untuk bergabung. Termasuk juga para jagoan paid review. Nah, dengan memiliki banyak blogger sebagai membernya, tentu saja akan lebih mudah lagi bagi ReviewMu untuk menggaet advertiser. Kalau sudah begini baik blogger, advertiser, maupun pengelola ReviewMu sama-sama diuntungkan. Bukankah itu yang sejak semula diinginkan Mas Cosa?

Bagaimana pendapat Anda?

23 September 2008

Setelah melalui beberapa tes dan masa uji coba yang melibatkan beberapa blogger pilihan, akhirnya situs paid review lokal pertama resmi diluncurkan. Namanya ReviewMu, dikelola oleh CV Cosa Aranda Network (CAN) yang tak lain adalah perusahaan milik Cosa Aranda sang master Google AdSense dari Surabaya. Sekilas namanya hampir mirip dengan situs paid review yang lain, yakni ReviewMe. Namun ReviewMu sangat khas Indonesia. Semua fiturnya menggunakan bahasa Indonesia, termasuk juga mata uang untuk komisinya yang menggunakan Rupiah.

Anda yang sering berkunjung ke blog master satu ini pasti sudah mendengar bocorannya sejak lama. Waktu itu Cosa mengumumkan bahwa ia mencari 20 blogger untuk menjadi beta tester ReviewMu. Saya telat baca posting itu, jadinya tidak ikut mendaftar karena di kolom komentar sudah ada 100 orang lebih yang mendaftarkan diri. Ya sudah, jadinya baru bisa mendaftar sekarang deh.

Kehadiran ReviewMu ini tentu saja menjadi angin segar bagi blogger Indonesia, terutama yang (maaf) tidak pede dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. Alasannya apalagi kalau bukan karena di situs paid review lokal pertama ini blogger cukup menulis review dalam bahasa Indonesia. Bila selama ini hanya menjadi penonton di kancah paid review, dengan hadirnya ReviewMu mereka juga bisa turut mencicipi nikmatnya program online earning yang sedang jadi favorit ini. Asyik kan?

Ngomong-ngomong, bayarannya berapa nih? Sama halnya dengan situs paid review lain, besar-kecilnya komisi yang diterima blogger sangat bergantung pada kualitas blog yang dimilikinya. Semakin bagus popularitas sebuah blog, maka semakin besar pula komisi yang bisa didapatnya. Google pagerank, peringkat Alexa, trafik, dan beberapa faktor lain tentu sangat mempengaruhi pertimbangan advertiser sebelum memilih review dari sebuah blog. Dan hal ini juga mempengaruhi besaran uang yang mau dibayarkan ke blog tersebut.

Bagaimana dengan program referensi? Jangan khawatir. Sebagai seorang yang sudah lama berkecimpung di dunia internet marketing, Cosa tentu tahu kalau program referensi adalah faktor penting bagi perkembangan ReviewMu. Jadi, kalau Anda ingin memperoleh hasil lebih banyak lagi, silakan referensikan ReviewMu pada teman-teman yang lain. Anda akan memperoleh komisi 10% dari setiap transaksi yang dilakukan oleh member hasil referensi Anda, baik itu blogger maupun advertiser.

Oya, komisi dibayarkan setiap bulan dengan cara transfer bank. Sementara ini baru 3 bank yang diterima sebagai sarana pembayaran komisi, yakni BCA, Mandiri, dan Niaga. Semoga saja ke depan bank-bank nasional lain seperti BNI, BRI atau yang lainnya juga dapat diterima. Sehingga peluang bagus yang diberikan ReviewMu ini dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Buat advertiser, semoga lebih menghargai blogger dengan memberi harga review yang lebih tinggi lagi. Masa iya kemarin ada yang tega kasih harga Rp 5000/review sih? Dasar..!

Sudah mendaftar di ReviewMu? Kalau belum, Anda dapat mendaftarkan diri di sini sebagai referral saya. Tapi kalau tidak mau jadi referral saya silakan daftar melalui link yang ini. Oke?

Setelah melalui beberapa tes dan masa uji coba yang melibatkan beberapa blogger pilihan, akhirnya situs paid review lokal pertama resmi diluncurkan. Namanya ReviewMu, dikelola oleh CV Cosa Aranda Network (CAN) yang tak lain adalah perusahaan milik Cosa Aranda sang master Google AdSense dari Surabaya. Sekilas namanya hampir mirip dengan situs paid review yang lain, yakni ReviewMe. Namun ReviewMu sangat khas Indonesia. Semua fiturnya menggunakan bahasa Indonesia, termasuk juga mata uang untuk komisinya yang menggunakan Rupiah.

Anda yang sering berkunjung ke blog master satu ini pasti sudah mendengar bocorannya sejak lama. Waktu itu Cosa mengumumkan bahwa ia mencari 20 blogger untuk menjadi beta tester ReviewMu. Saya telat baca posting itu, jadinya tidak ikut mendaftar karena di kolom komentar sudah ada 100 orang lebih yang mendaftarkan diri. Ya sudah, jadinya baru bisa mendaftar sekarang deh.

Kehadiran ReviewMu ini tentu saja menjadi angin segar bagi blogger Indonesia, terutama yang (maaf) tidak pede dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. Alasannya apalagi kalau bukan karena di situs paid review lokal pertama ini blogger cukup menulis review dalam bahasa Indonesia. Bila selama ini hanya menjadi penonton di kancah paid review, dengan hadirnya ReviewMu mereka juga bisa turut mencicipi nikmatnya program online earning yang sedang jadi favorit ini. Asyik kan?

Ngomong-ngomong, bayarannya berapa nih? Sama halnya dengan situs paid review lain, besar-kecilnya komisi yang diterima blogger sangat bergantung pada kualitas blog yang dimilikinya. Semakin bagus popularitas sebuah blog, maka semakin besar pula komisi yang bisa didapatnya. Google pagerank, peringkat Alexa, trafik, dan beberapa faktor lain tentu sangat mempengaruhi pertimbangan advertiser sebelum memilih review dari sebuah blog. Dan hal ini juga mempengaruhi besaran uang yang mau dibayarkan ke blog tersebut.

Bagaimana dengan program referensi? Jangan khawatir. Sebagai seorang yang sudah lama berkecimpung di dunia internet marketing, Cosa tentu tahu kalau program referensi adalah faktor penting bagi perkembangan ReviewMu. Jadi, kalau Anda ingin memperoleh hasil lebih banyak lagi, silakan referensikan ReviewMu pada teman-teman yang lain. Anda akan memperoleh komisi 10% dari setiap transaksi yang dilakukan oleh member hasil referensi Anda, baik itu blogger maupun advertiser.

Oya, komisi dibayarkan setiap bulan dengan cara transfer bank. Sementara ini baru 3 bank yang diterima sebagai sarana pembayaran komisi, yakni BCA, Mandiri, dan Niaga. Semoga saja ke depan bank-bank nasional lain seperti BNI, BRI atau yang lainnya juga dapat diterima. Sehingga peluang bagus yang diberikan ReviewMu ini dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Buat advertiser, semoga lebih menghargai blogger dengan memberi harga review yang lebih tinggi lagi. Masa iya kemarin ada yang tega kasih harga Rp 5000/review sih? Dasar..!

Sudah mendaftar di ReviewMu? Kalau belum, Anda dapat mendaftarkan diri di sini sebagai referral saya. Tapi kalau tidak mau jadi referral saya silakan daftar melalui link yang ini. Oke?

20 September 2008

Polisi Diraja Malaysia kembali menangkap seorang blogger. Kali ini Syed Azidi Syed Azis alias Sheih Kickdefella yang ditangkap Rabu (17/9) lalu. Pihak kepolisian Malaysia menangkap Syed Azidi di kediamannya di selatan Kelantan yang merupakan basis oposisi. Syed Azidi ditangkap karena menampilkan bendera nasional secara terbalik di blognya. Ia dijerat dengan UU Tindak Penghasutan.

Penangkapan ini bernuansa politis. Sebab selama ini Syed Azidi dikenal memiliki hubungan dengan petinggi partai oposisi yang berhaluan Islam konservatif, Parti Islam SeMalaysia (PAS). Gambar bendera nasional yang dipasang terbalik di blognya merupakan bentuk protes atas kondisi politik dan ekonomi Malaysia yang memang tengah bergejolak. Ia juga mengkampanyekan pemasangan bendera terbalik itu di internet. Kampanye tersebut mengusik perhatian PM Abdullah Badawi yang meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini.

Lima hari sebelumnya, Jum’at (12/9), Polisi Diraja Malaysia juga menahan seorang blogger bernama Raja Petra Kamaruddin. Pengelola portal Malaysia Today ini ditangkap karena dituduh melakukan penghasutan untuk membenci pejabat pemerintahan berkuasa melalui blognya. Situs Malaysia Today sendiri merupakan sebuah situs kontroversial yang mendapat kecaman dari banyak pihak.

Raja Petra juga sempat melontarkan tuduhan bahwa Wakil PM Najib Razak dan istrinya terlibat dalam sebuah pembunuhan yang mengakibatkan tewasnya seorang perempuan asal Mongolia. Ia ditangkap berdasarkan Internal Security Acts (UU Keamanan Internal/ISA), sebuah UU yang sering digunakan pemerintah Malaysia untuk membungkam oposisi dan orang-orang yang diduga terkait dengan tindak terorisme. Dengan UU ini pemerintah boleh menahan seseorang selama 2 tahun dan terus memperbarui masa tahanannya tanpa melalui proses pengadilan.

Di Indonesia sendiri kasus penangkapan blogger pernah terjadi. Blogger senior Jogja, Herman Saksono alias Momon, sempat ditahan polisi karena memajang foto Presiden SBY yang telah dimodifikasi sedemikian rupa di blognya. Ia sempat akan dijerat dengan pasal penghinaan terhadap presiden. Tapi untunglah kasus tersebut tidak jadi panjang sehingga Momon bisa kembali aktif di blogosphere tanpa kekurangan bobot badannya walau satu gram-pun. Lho??? Maksudnya????

So, pesan saya pada teman-teman sesame blogger: berhati-hatilah! Jangan memuat tulisan yang berpotensi membawa Anda ke dalam jeratan hukum. Oke?

Catatan: Setelah ini serial "Cara (Curang) Meningkatkan Earning AdSense" dilanjutkan dengan tulisan kedua yang di-publish secara otomatis sore nanti jam 18:10. So, stay tune ya...


Polisi Diraja Malaysia kembali menangkap seorang blogger. Kali ini Syed Azidi Syed Azis alias Sheih Kickdefella yang ditangkap Rabu (17/9) lalu. Pihak kepolisian Malaysia menangkap Syed Azidi di kediamannya di selatan Kelantan yang merupakan basis oposisi. Syed Azidi ditangkap karena menampilkan bendera nasional secara terbalik di blognya. Ia dijerat dengan UU Tindak Penghasutan.

Penangkapan ini bernuansa politis. Sebab selama ini Syed Azidi dikenal memiliki hubungan dengan petinggi partai oposisi yang berhaluan Islam konservatif, Parti Islam SeMalaysia (PAS). Gambar bendera nasional yang dipasang terbalik di blognya merupakan bentuk protes atas kondisi politik dan ekonomi Malaysia yang memang tengah bergejolak. Ia juga mengkampanyekan pemasangan bendera terbalik itu di internet. Kampanye tersebut mengusik perhatian PM Abdullah Badawi yang meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini.

Lima hari sebelumnya, Jum’at (12/9), Polisi Diraja Malaysia juga menahan seorang blogger bernama Raja Petra Kamaruddin. Pengelola portal Malaysia Today ini ditangkap karena dituduh melakukan penghasutan untuk membenci pejabat pemerintahan berkuasa melalui blognya. Situs Malaysia Today sendiri merupakan sebuah situs kontroversial yang mendapat kecaman dari banyak pihak.

Raja Petra juga sempat melontarkan tuduhan bahwa Wakil PM Najib Razak dan istrinya terlibat dalam sebuah pembunuhan yang mengakibatkan tewasnya seorang perempuan asal Mongolia. Ia ditangkap berdasarkan Internal Security Acts (UU Keamanan Internal/ISA), sebuah UU yang sering digunakan pemerintah Malaysia untuk membungkam oposisi dan orang-orang yang diduga terkait dengan tindak terorisme. Dengan UU ini pemerintah boleh menahan seseorang selama 2 tahun dan terus memperbarui masa tahanannya tanpa melalui proses pengadilan.

Di Indonesia sendiri kasus penangkapan blogger pernah terjadi. Blogger senior Jogja, Herman Saksono alias Momon, sempat ditahan polisi karena memajang foto Presiden SBY yang telah dimodifikasi sedemikian rupa di blognya. Ia sempat akan dijerat dengan pasal penghinaan terhadap presiden. Tapi untunglah kasus tersebut tidak jadi panjang sehingga Momon bisa kembali aktif di blogosphere tanpa kekurangan bobot badannya walau satu gram-pun. Lho??? Maksudnya????

So, pesan saya pada teman-teman sesame blogger: berhati-hatilah! Jangan memuat tulisan yang berpotensi membawa Anda ke dalam jeratan hukum. Oke?

Catatan: Setelah ini serial "Cara (Curang) Meningkatkan Earning AdSense" dilanjutkan dengan tulisan kedua yang di-publish secara otomatis sore nanti jam 18:10. So, stay tune ya...


19 September 2008

Himbauan: Posting ini amat sangat panjang sekali. Saya sarankan untuk menyimpan halaman ini dan membacanya secara offline.

Sialan! Begitu kata saya dalam hati waktu membaca posting-nya Bang Zalukhu yang ini. Dasar! Sudah tahu saya mau cuti malah dikasih PR segala. Huh, amat sangat membuat dongkol hati. Akhirnya, jadilah saya menunda cuti sebentar dan menyempatkan diri untuk menulis posting ini terlebih dulu. So, serial posting tentang Cara (Curang) Meningkatkan Earning AdSense harus diinterupsi dulu dan baru dilanjutkan lagi besok.

Eits, jangan salah paham ya. Saya sama sekali tidak marah koq sama si Panda penyuka duren itu. Saya malah senang sekali karena selama mengaku-aku sebagai blogger inilah kali pertama saya dikasih PR begini. Eh, waktu jalan ke tempat Ipung yang rencananya mau saya kasih PR ini koq malah dianya sudah kasih PR duluan ke saya. Weleh3, dobel dong. Anyway, biar tidak lebih panjang dan lebih lebar serta lebih menjurus lagi, inilah dia 10 Habits and Facts About Ecko…

1. Saya pertama kali mengenal blog tahun 2005 sewaktu membaca majalah Berita Indonesia. Dari sana saya langsung berburu referensi lain tentang blog. Ketemulah buku karya Teguh Wahyono, dosen teknik informatika UKSW Salatiga, yang membahas langkah-langkah membuat blog di Blogger. Berkat buku itu lahirlah blog pertama saya: ekonurhuda.blogspot.com. Tapi setelah jadi blog itu malah tidak pernah saya urus lagi.

2. Saya pernah buat situs jualan ebook berisi cara-cara memperoleh uang di internet lho. Padahal waktu itu saya sama sekali belum pernah menghasilkan uang dari internet. Hihihi… Situsnya saya buat di Blogger, trus saya kasih URL redirection dari .tk. Jadilah www.SwaUsaha.tk (sekarang diparkir sama .tk). Habis itu saya promosikan dengan brosur amatir berupa fotokopian dan disebarkan di ATM-ATM dekat kos (sepanjang Jl. Kusumanegara). Eh, ternyata ada yang berminat. Bukannya senang, saya malah bingung. Soalnya ebook itu malah belum saya buat! Waktu si pembeli bilang mau datang malam, siangnya saya berusaha keras menyelesaikan ebook-nya. Hehehe… Geli rasanya kalau mengingat-ingat kejadian itu.

3. Saya lahir di hari Jum’at Kliwon. Serem yah? Kata orang pintar yang pernah saya temui, aliran rejeki saya sebenarnya bagus. Cuma karena Jum’at Kliwon itu auranya panas, saya mesti sering-sering tirakat dan melakukan ritual-ritual tertentu agar auranya jadi lebih sejuk sehingga rejekinya lancar. Tidak aneh-aneh koq. Salah satunya saya harus sholat Jum’at di masjid-masjid tua. Makanya saya sering ke Masjid Kauman, Masjid Kotagede, atau Masjid Pathok Negoro tiap hari Jum’at. Ketiga masjid ini rata-rata berusia lebih dari 300 tahun.

4. Kebiasaan jelek yang sampai saat ini masih susah saya kendalikan adalah suka menunda-nunda pekerjaan. Pernah saya merendam cucian sampai lima hari gara-gara kebiasaan ini. Coba bayangkan seperti apa baunya. Diberi pewangi berbungkus-bungkus juga masih tetap bau tidak enak. Hmmpfff…

5. Kata orang tua saya, dulu ketika kecil saya selalu bilang “mau jadi dokter” kalau ditanya cita-cita. Waktu ditanya “kenapa koq pengen jadi dokter?”, saya jawabnya “biar bisa nyuntik Ibu.” Hehehe… SD sampai SMA saya sempat berhasrat ingin jadi penulis terkenal. Seingat saya kelas 4 SD saya sudah mulai mengarang. Lulus dari pendidikan pariwisata yang pernah saya tempuh sepanjang 2000-2002, saya ingin sekali sekolah ke luar negeri. Tapi ternyata malah terdampar di sebuah kampus me(pet sa)wah bernama Akademi Komunikasi Yogyakarta (AKY).

Sekarang apa cita-cita saya? Tidak muluk-muluk, saya hanya ingin memperoleh passive income dari internet. Sekarang lagi tekun-tekunnya belajar menambah penghasilan dari paid review. Ke depan saya ingin mendalami lebih jauh lagi tentang Google AdSense, kemudian melangkah masuk ke arena affiliate program. Amin.

6. Nama resmi saya yang tercatat di beberapa dokumen adalah Eko Nurhuda. Namun dulu saya sempat memakai nama Herlambang Eko Nurhuda. Entah kenapa koq kemudian di rapor dan ijasah hanya tertulis seperti yang sekarang. Padahal jujur saja saya suka sekali dengan nama Herlambang itu. Besok deh saya kasih ke anak saya saja. Hehehe…

7. Pertengahan 2006, tepatnya setelah gempa 27 Mei, saya sempat hidup sangat sengsara karena ada satu perselisihan dengan orang tua. Ceritanya saya diboikot. Jadilah saya hanya makan mi instant selama beberapa bulan. Bahkan akhirnya saya hanya bertahan hidup dengan satu-dua gelas teh saja. Tak heran kalau bobot saya merosot tajam jadi sekitar 40 kg dari sebelumnya 75 kg. Situasi berubah ketika saya memutuskan untuk berjualan kacang garing dengan modal awal Rp 11.000. Yang 10 ribu untuk beli kacang, yang seribu lagi untuk beli plastik dan lilin. Alhamdulillah, uang itu terus berputar sampai kemudian saya bisa menghabiskan rata-rata 5 kg dalam seminggu. Sayangnya saat hendak melebarkan pasar orang tua malah menyuruh saya pulang. Kebetulan waktu itu Pakdhe saya datang ke Jogja untuk mendaftarkan anaknya (alias sepupu saya) kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta. Mumpung ada tumpangan gratis gitu loh…

8. Saya penggemar berat cerita Wiro Sableng karangan alm. Bastian Tito. Sejak SD saya mengoleksi buku-buku cerita Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 ini. Sampai saat ini saya masih terus mencari buku-buku cerita petualangan Pendekar 212. Ada yang bisa membantu?

9. Pertengahan tahun 2002, saya pernah menyatakan rasa suka pada seorang teman kuliah. Dianya ternyata juga suka sama saya. Tapi bukannya jadian, setelah itu saya malah menjauhi dia. Sebelumnya saya rajin telepon dan main ke kosnya, setelah “nembak” malah putus kontak. Terang saja dianya bingung. Waktu ketemu lagi tahun 2006 barulah kami menegaskan kembali status hubungan kami. Karena dia sedang dekat dengan seseorang dan sayapun malah sudah melamar seorang gadis Pemalang, jadilah kami hanya berteman saja. Hihi…

10. Saya masuk AKY tahun 2003. Namanya akademi kan seharusnya hanya 3 tahun ya? Tapi nyatanya sampai sekarang saya masih belum lulus juga. Aduh, koq ini malah diceritain sih? Jadi malu. Gpp deh. Kalau begitu saya sekalian minta doanya semoga saja tahun depan saya sudah lulus. Amin.

Wuih, panjang sekali! Kira-kira ada yang baca sampai habis gak ya? Tapi saya maklum deh kalau teman-teman hanya membaca posting ini secara sekilas. Jangan protes ke saya yah. Protesnya sama si Panda yang kasih PR. Sesuai aturan mainnya, sekarang giliran saya mengoper PR ini ke sepuluh blogger lain. Dan inilah mereka:

1. Firanza, harus digarap lho..
2. Om Agus, maaf ya. Kalau Om tidak berkenan nanti saya oper ke orang lain. Hehe…
3. Okta Sihotang, habis baca komennya di blog Ipung saya jadi memilih dirimu deh. :))
4. Bli Artha, sekali-kali saya isengin gpp ya, Bli?
5. Koh Jimmy, gpp ya? Soalnya saya penasaran banget sama Koko. :))
6. Kang Hakim, saya kasih kerjaan nih biar tambah sibuk di tengah kegiatan Ramadhan-nya. Oya, sekalian buat bahan posting blog barunya. Hihi…
7. Ades Hendra, ini sebagai salam perkenalan dari saya.
8. Nenad Mohamed, kita lama banget gak ketemu, Bro. Anggap saja ini sebagai obat kangen.
9. Agung Mojosari, ini bahan tulisan lho, Mas. Jangan bingung-bingung cari ide posting lagi ya…
10. Mpok Novee, PR ini sebagai ucapan terima kasihku atas Great Buddy Award yang diberikan waktu itu. Hehehe…

Oke, buat 10 nama di atas silakan garap PR ini baik-baik yah. Adapun aturan mainnya seperti berikut:

1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.


Selamat mengerjakan PR! Dan ijinkan saya cuti sejenak...

Himbauan: Posting ini amat sangat panjang sekali. Saya sarankan untuk menyimpan halaman ini dan membacanya secara offline.

Sialan! Begitu kata saya dalam hati waktu membaca posting-nya Bang Zalukhu yang ini. Dasar! Sudah tahu saya mau cuti malah dikasih PR segala. Huh, amat sangat membuat dongkol hati. Akhirnya, jadilah saya menunda cuti sebentar dan menyempatkan diri untuk menulis posting ini terlebih dulu. So, serial posting tentang Cara (Curang) Meningkatkan Earning AdSense harus diinterupsi dulu dan baru dilanjutkan lagi besok.

Eits, jangan salah paham ya. Saya sama sekali tidak marah koq sama si Panda penyuka duren itu. Saya malah senang sekali karena selama mengaku-aku sebagai blogger inilah kali pertama saya dikasih PR begini. Eh, waktu jalan ke tempat Ipung yang rencananya mau saya kasih PR ini koq malah dianya sudah kasih PR duluan ke saya. Weleh3, dobel dong. Anyway, biar tidak lebih panjang dan lebih lebar serta lebih menjurus lagi, inilah dia 10 Habits and Facts About Ecko…

1. Saya pertama kali mengenal blog tahun 2005 sewaktu membaca majalah Berita Indonesia. Dari sana saya langsung berburu referensi lain tentang blog. Ketemulah buku karya Teguh Wahyono, dosen teknik informatika UKSW Salatiga, yang membahas langkah-langkah membuat blog di Blogger. Berkat buku itu lahirlah blog pertama saya: ekonurhuda.blogspot.com. Tapi setelah jadi blog itu malah tidak pernah saya urus lagi.

2. Saya pernah buat situs jualan ebook berisi cara-cara memperoleh uang di internet lho. Padahal waktu itu saya sama sekali belum pernah menghasilkan uang dari internet. Hihihi… Situsnya saya buat di Blogger, trus saya kasih URL redirection dari .tk. Jadilah www.SwaUsaha.tk (sekarang diparkir sama .tk). Habis itu saya promosikan dengan brosur amatir berupa fotokopian dan disebarkan di ATM-ATM dekat kos (sepanjang Jl. Kusumanegara). Eh, ternyata ada yang berminat. Bukannya senang, saya malah bingung. Soalnya ebook itu malah belum saya buat! Waktu si pembeli bilang mau datang malam, siangnya saya berusaha keras menyelesaikan ebook-nya. Hehehe… Geli rasanya kalau mengingat-ingat kejadian itu.

3. Saya lahir di hari Jum’at Kliwon. Serem yah? Kata orang pintar yang pernah saya temui, aliran rejeki saya sebenarnya bagus. Cuma karena Jum’at Kliwon itu auranya panas, saya mesti sering-sering tirakat dan melakukan ritual-ritual tertentu agar auranya jadi lebih sejuk sehingga rejekinya lancar. Tidak aneh-aneh koq. Salah satunya saya harus sholat Jum’at di masjid-masjid tua. Makanya saya sering ke Masjid Kauman, Masjid Kotagede, atau Masjid Pathok Negoro tiap hari Jum’at. Ketiga masjid ini rata-rata berusia lebih dari 300 tahun.

4. Kebiasaan jelek yang sampai saat ini masih susah saya kendalikan adalah suka menunda-nunda pekerjaan. Pernah saya merendam cucian sampai lima hari gara-gara kebiasaan ini. Coba bayangkan seperti apa baunya. Diberi pewangi berbungkus-bungkus juga masih tetap bau tidak enak. Hmmpfff…

5. Kata orang tua saya, dulu ketika kecil saya selalu bilang “mau jadi dokter” kalau ditanya cita-cita. Waktu ditanya “kenapa koq pengen jadi dokter?”, saya jawabnya “biar bisa nyuntik Ibu.” Hehehe… SD sampai SMA saya sempat berhasrat ingin jadi penulis terkenal. Seingat saya kelas 4 SD saya sudah mulai mengarang. Lulus dari pendidikan pariwisata yang pernah saya tempuh sepanjang 2000-2002, saya ingin sekali sekolah ke luar negeri. Tapi ternyata malah terdampar di sebuah kampus me(pet sa)wah bernama Akademi Komunikasi Yogyakarta (AKY).

Sekarang apa cita-cita saya? Tidak muluk-muluk, saya hanya ingin memperoleh passive income dari internet. Sekarang lagi tekun-tekunnya belajar menambah penghasilan dari paid review. Ke depan saya ingin mendalami lebih jauh lagi tentang Google AdSense, kemudian melangkah masuk ke arena affiliate program. Amin.

6. Nama resmi saya yang tercatat di beberapa dokumen adalah Eko Nurhuda. Namun dulu saya sempat memakai nama Herlambang Eko Nurhuda. Entah kenapa koq kemudian di rapor dan ijasah hanya tertulis seperti yang sekarang. Padahal jujur saja saya suka sekali dengan nama Herlambang itu. Besok deh saya kasih ke anak saya saja. Hehehe…

7. Pertengahan 2006, tepatnya setelah gempa 27 Mei, saya sempat hidup sangat sengsara karena ada satu perselisihan dengan orang tua. Ceritanya saya diboikot. Jadilah saya hanya makan mi instant selama beberapa bulan. Bahkan akhirnya saya hanya bertahan hidup dengan satu-dua gelas teh saja. Tak heran kalau bobot saya merosot tajam jadi sekitar 40 kg dari sebelumnya 75 kg. Situasi berubah ketika saya memutuskan untuk berjualan kacang garing dengan modal awal Rp 11.000. Yang 10 ribu untuk beli kacang, yang seribu lagi untuk beli plastik dan lilin. Alhamdulillah, uang itu terus berputar sampai kemudian saya bisa menghabiskan rata-rata 5 kg dalam seminggu. Sayangnya saat hendak melebarkan pasar orang tua malah menyuruh saya pulang. Kebetulan waktu itu Pakdhe saya datang ke Jogja untuk mendaftarkan anaknya (alias sepupu saya) kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta. Mumpung ada tumpangan gratis gitu loh…

8. Saya penggemar berat cerita Wiro Sableng karangan alm. Bastian Tito. Sejak SD saya mengoleksi buku-buku cerita Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 ini. Sampai saat ini saya masih terus mencari buku-buku cerita petualangan Pendekar 212. Ada yang bisa membantu?

9. Pertengahan tahun 2002, saya pernah menyatakan rasa suka pada seorang teman kuliah. Dianya ternyata juga suka sama saya. Tapi bukannya jadian, setelah itu saya malah menjauhi dia. Sebelumnya saya rajin telepon dan main ke kosnya, setelah “nembak” malah putus kontak. Terang saja dianya bingung. Waktu ketemu lagi tahun 2006 barulah kami menegaskan kembali status hubungan kami. Karena dia sedang dekat dengan seseorang dan sayapun malah sudah melamar seorang gadis Pemalang, jadilah kami hanya berteman saja. Hihi…

10. Saya masuk AKY tahun 2003. Namanya akademi kan seharusnya hanya 3 tahun ya? Tapi nyatanya sampai sekarang saya masih belum lulus juga. Aduh, koq ini malah diceritain sih? Jadi malu. Gpp deh. Kalau begitu saya sekalian minta doanya semoga saja tahun depan saya sudah lulus. Amin.

Wuih, panjang sekali! Kira-kira ada yang baca sampai habis gak ya? Tapi saya maklum deh kalau teman-teman hanya membaca posting ini secara sekilas. Jangan protes ke saya yah. Protesnya sama si Panda yang kasih PR. Sesuai aturan mainnya, sekarang giliran saya mengoper PR ini ke sepuluh blogger lain. Dan inilah mereka:

1. Firanza, harus digarap lho..
2. Om Agus, maaf ya. Kalau Om tidak berkenan nanti saya oper ke orang lain. Hehe…
3. Okta Sihotang, habis baca komennya di blog Ipung saya jadi memilih dirimu deh. :))
4. Bli Artha, sekali-kali saya isengin gpp ya, Bli?
5. Koh Jimmy, gpp ya? Soalnya saya penasaran banget sama Koko. :))
6. Kang Hakim, saya kasih kerjaan nih biar tambah sibuk di tengah kegiatan Ramadhan-nya. Oya, sekalian buat bahan posting blog barunya. Hihi…
7. Ades Hendra, ini sebagai salam perkenalan dari saya.
8. Nenad Mohamed, kita lama banget gak ketemu, Bro. Anggap saja ini sebagai obat kangen.
9. Agung Mojosari, ini bahan tulisan lho, Mas. Jangan bingung-bingung cari ide posting lagi ya…
10. Mpok Novee, PR ini sebagai ucapan terima kasihku atas Great Buddy Award yang diberikan waktu itu. Hehehe…

Oke, buat 10 nama di atas silakan garap PR ini baik-baik yah. Adapun aturan mainnya seperti berikut:

1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.


Selamat mengerjakan PR! Dan ijinkan saya cuti sejenak...

16 September 2008

Selain untuk menjaring backlink, situs article directory ternyata juga cukup menjanjikan sebagai pintu masuk pengunjung ke blog kita. Terlalu berbelit ya bahasanya? Gampangnya, situs article directory juga dapat menjadi sumber trafik bagi blog kita. Buat Anda yang sudah mengikuti seri artikel "Backlink dari Article Directory" di dua posting sebelumnya saya yakin sudah bisa menangkap maksud tulisan ini.

Seperti dibahas di posting sebelumnya, setiap situs article directory biasanya menyediakan sebuah resource box yang ditempatkan di bawah masing-masing artikel yang kita tulis. Resource box ini berisi penjelasan singkat mengenai diri kita dan link ke web/blog yang dipunyai. Nah, inilah yang bisa dioptimalkan untuk menjaring pengunjung ke blog kita. Caranya?

Kunci utama terletak pada kualitas artikel yang Anda tulis. Kalau artikel yang Anda tulis mampu membuat pembaca terkesan, besar kemungkinan mereka jadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang Anda. Atau ada juga yang jadi ingin tahu dengan tulisan-tulisan Anda lainnya. Kemana mereka akan menuju? Kemana lagi kalau bukan ke blog yang kita cantumkan dalam resource box?

Karena itulah saya sangat menyarankan untuk menulis artikel bertopik sama atau paling tidak berhubungan dengan tema blog Anda. Jadi saat pembaca artikel Anda terkesan dan kemudian mengklik link menuju blog, mereka tidak merasa salah tujuan. Maksud hati ingin memperbanyak referensi tentang optmimalisasi blog seperti yang sudah dibaca, eh koq malah masuk ke blog yang membahas masalah investasi dinar Iraq. Gak nyambung banget kan?

Kalau Anda mengelola blog berbahasa Inggris, ada banyak situs article directory yang bisa dijadikan sumber trafik. Beberapa di antaranya sudah saya sebutkan di sini. Buat Anda yang hanya punya blog berbahasa Indonesia tidak perlu berkecil hati. Saat ini sudah ada beberapa situs serupa. Meskipun oleh pengelolanya disebut sebagai situs citizen journalism, namun sifatnya mirip dengan situs article directory. Jadi Anda dapat men-submit artikel secara bebas di sana.

Satu yang paling saya sarankan adalah Wikimu.com. Tidak hanya saling bertukar informasi melalui artikel (atau "warta" menurut istilah Wikimu), member-member Wikimu juga berkesempatan untuk saling menyapa secara langsung. Bisa lewat chatting rame-rame seperti yang diadakan awal puasa lalu. Bisa juga dengan bertatap muka karena secara berkala pengelola Wikimu mengadakan acara-acara off line seperti diskusi, gathering, atau sekedar kumpul-kumpul bareng antar anggota Wikimu.

Situs lainnya adalah KabarIndonesia.com. Hampir sama dengan Wikimu, namun situs ini berkedudukan di Belanda. Beberapa membernyapun banyak yang tersebar di luar negeri. Saya pribadi punya pengalaman jelek dengan situs satu ini. Ceritanya, saya memergoki satu artikel tentang pemenang Putri Indonesia 2008 di situs tersebut yang sebagian isinya persis sama dengan posting saya. Kebetulan sekali waktu publikasi artikel tersebut selisih hampir 24 jam dari posting saya. Kebetulan lagi waktu itu posting saya menempati urutan pertama di SERP Google untuk kata kunci “Pemenang Putri Indonesia 2008”. Tapi saat saya mengajukan konfirmasi, redaksinya hanya menanggapi dingin dan penulisnya malah mengata-ngatai saya. Dasar nasib…

Eit, koq malah curhat. Ya sudah, sepengetahuan saya hanya dua situs tersebut yang menerima artikel berbahasa Indonesia. Jadi, coba rajin-rajinlah menulis di sana. Jangan lupa sertakan link blog Anda di biodata penulis maupun di ujung artikel. Mudah-mudahan cara ini dapat meningkatkan trafik blog Anda. Amin.

Selain untuk menjaring backlink, situs article directory ternyata juga cukup menjanjikan sebagai pintu masuk pengunjung ke blog kita. Terlalu berbelit ya bahasanya? Gampangnya, situs article directory juga dapat menjadi sumber trafik bagi blog kita. Buat Anda yang sudah mengikuti seri artikel "Backlink dari Article Directory" di dua posting sebelumnya saya yakin sudah bisa menangkap maksud tulisan ini.

Seperti dibahas di posting sebelumnya, setiap situs article directory biasanya menyediakan sebuah resource box yang ditempatkan di bawah masing-masing artikel yang kita tulis. Resource box ini berisi penjelasan singkat mengenai diri kita dan link ke web/blog yang dipunyai. Nah, inilah yang bisa dioptimalkan untuk menjaring pengunjung ke blog kita. Caranya?

Kunci utama terletak pada kualitas artikel yang Anda tulis. Kalau artikel yang Anda tulis mampu membuat pembaca terkesan, besar kemungkinan mereka jadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang Anda. Atau ada juga yang jadi ingin tahu dengan tulisan-tulisan Anda lainnya. Kemana mereka akan menuju? Kemana lagi kalau bukan ke blog yang kita cantumkan dalam resource box?

Karena itulah saya sangat menyarankan untuk menulis artikel bertopik sama atau paling tidak berhubungan dengan tema blog Anda. Jadi saat pembaca artikel Anda terkesan dan kemudian mengklik link menuju blog, mereka tidak merasa salah tujuan. Maksud hati ingin memperbanyak referensi tentang optmimalisasi blog seperti yang sudah dibaca, eh koq malah masuk ke blog yang membahas masalah investasi dinar Iraq. Gak nyambung banget kan?

Kalau Anda mengelola blog berbahasa Inggris, ada banyak situs article directory yang bisa dijadikan sumber trafik. Beberapa di antaranya sudah saya sebutkan di sini. Buat Anda yang hanya punya blog berbahasa Indonesia tidak perlu berkecil hati. Saat ini sudah ada beberapa situs serupa. Meskipun oleh pengelolanya disebut sebagai situs citizen journalism, namun sifatnya mirip dengan situs article directory. Jadi Anda dapat men-submit artikel secara bebas di sana.

Satu yang paling saya sarankan adalah Wikimu.com. Tidak hanya saling bertukar informasi melalui artikel (atau "warta" menurut istilah Wikimu), member-member Wikimu juga berkesempatan untuk saling menyapa secara langsung. Bisa lewat chatting rame-rame seperti yang diadakan awal puasa lalu. Bisa juga dengan bertatap muka karena secara berkala pengelola Wikimu mengadakan acara-acara off line seperti diskusi, gathering, atau sekedar kumpul-kumpul bareng antar anggota Wikimu.

Situs lainnya adalah KabarIndonesia.com. Hampir sama dengan Wikimu, namun situs ini berkedudukan di Belanda. Beberapa membernyapun banyak yang tersebar di luar negeri. Saya pribadi punya pengalaman jelek dengan situs satu ini. Ceritanya, saya memergoki satu artikel tentang pemenang Putri Indonesia 2008 di situs tersebut yang sebagian isinya persis sama dengan posting saya. Kebetulan sekali waktu publikasi artikel tersebut selisih hampir 24 jam dari posting saya. Kebetulan lagi waktu itu posting saya menempati urutan pertama di SERP Google untuk kata kunci “Pemenang Putri Indonesia 2008”. Tapi saat saya mengajukan konfirmasi, redaksinya hanya menanggapi dingin dan penulisnya malah mengata-ngatai saya. Dasar nasib…

Eit, koq malah curhat. Ya sudah, sepengetahuan saya hanya dua situs tersebut yang menerima artikel berbahasa Indonesia. Jadi, coba rajin-rajinlah menulis di sana. Jangan lupa sertakan link blog Anda di biodata penulis maupun di ujung artikel. Mudah-mudahan cara ini dapat meningkatkan trafik blog Anda. Amin.

15 September 2008

Setelah mengetahui bahwa kita dapat memperoleh backlink berkualitas dengan menulis di situs article directory, hal terpenting yang harus dilakukan selanjutnya tentu saja menulis artikelnya. Bagaimana langkah-langkahnya?

Mudah koq. Pertama-tama tentu saja Anda harus menyiapkan artikel yang akan di-submit. Kalau bisa jangan hanya satu. Siapkan beberapa buah artikel masing-masing sepanjang 400-600 kata dengan niche tertentu yang sesuai tema blog Anda. Misalnya blog Anda banyak membahas tentang bisnis online, maka sebisa mungkin artikel yang akan di-submit topiknya juga seputar bisnis online. Kalau blog Anda membahas tentang Jogja, ya artikel yang ditulis juga mesti berkisar tentang Jogja.

Kenapa mesti menyesuaikan topik artikel dengan tema blog?
Ya, alasan gampangnya sih biar nyambung aja. Setiap artikel di situs article directory kan ada resource box berisi biodata singkat penulis plus alamat web/blog. Kalau pembaca artikel Anda merasa apa yang Anda tulis menarik dan berguna baginya, besar kemungkinan ia akan mengklik link menuju blog Anda. Kan bakalan lucu jadinya kalau Anda menulis tentang SEO, tapi begitu pembaca sampai di blog koq isinya malah seputar perawatan bayi.

Oke, setelah artikel siap kini saatnya mencari situs article directory untuk men-submit artikel-artikel tersebut. Berikut beberapa situs article directory yang paling disarankan oleh banyak ahli article marketing maupun ahli SEO:

* EzineArticles.com
* GoArticles.com
* ArticleBase.com
* ArticleCity.com
* ThePhantomWriters.com
* Isnare.com
* IdeaMarketers.com
* ArticleDashboard.com
* ArticleFriendly.com
* ArticleBeach.com

Banyak sekali? Anda tidak harus menulis ke semua situs yang disebutkan di atas koq. Pilih saja beberapa yang paling sesuai bagi Anda. Saya sendiri hanya menulis di 3 situs teratas. Saya pernah men-submit beberapa artikel di ArticleCity. Namun ternyata harus menunggu beberapa bulan untuk mengetahui apakah artikel kita layak muat atau tidak. Padahal di EzineArticles hanya butuh waktu kurang dari 7 hari. Sedangkan di ArticleBase dan GoArticles malah langsung terpublikasi begitu artikel disubmit.

Kalau tidak bisa menulis dalam bahasa Inggris bagaimana? Gampang. Pakai saja jasa penterjemah di rental-rental komputer. Tulis artikelnya dalam bahasa Indonesia, kemudian serahkan ke penterjemah. Tarif yang dipasang biasanya berkisar antara Rp 1500 – Rp 3000/lembar. Mau yang lebih gampang lagi? Bayar saja penulis konten yang sekarang sedang menjamur. Tarifnya berkisar antara $0.5 - $1/100 kata. Tidak mau keluar uang sama sekali? Pakai saja jurus kopi-paste aman yang pernah saya sampaikan dulu.

Semoga bermanfaat.

Setelah mengetahui bahwa kita dapat memperoleh backlink berkualitas dengan menulis di situs article directory, hal terpenting yang harus dilakukan selanjutnya tentu saja menulis artikelnya. Bagaimana langkah-langkahnya?

Mudah koq. Pertama-tama tentu saja Anda harus menyiapkan artikel yang akan di-submit. Kalau bisa jangan hanya satu. Siapkan beberapa buah artikel masing-masing sepanjang 400-600 kata dengan niche tertentu yang sesuai tema blog Anda. Misalnya blog Anda banyak membahas tentang bisnis online, maka sebisa mungkin artikel yang akan di-submit topiknya juga seputar bisnis online. Kalau blog Anda membahas tentang Jogja, ya artikel yang ditulis juga mesti berkisar tentang Jogja.

Kenapa mesti menyesuaikan topik artikel dengan tema blog?
Ya, alasan gampangnya sih biar nyambung aja. Setiap artikel di situs article directory kan ada resource box berisi biodata singkat penulis plus alamat web/blog. Kalau pembaca artikel Anda merasa apa yang Anda tulis menarik dan berguna baginya, besar kemungkinan ia akan mengklik link menuju blog Anda. Kan bakalan lucu jadinya kalau Anda menulis tentang SEO, tapi begitu pembaca sampai di blog koq isinya malah seputar perawatan bayi.

Oke, setelah artikel siap kini saatnya mencari situs article directory untuk men-submit artikel-artikel tersebut. Berikut beberapa situs article directory yang paling disarankan oleh banyak ahli article marketing maupun ahli SEO:

* EzineArticles.com
* GoArticles.com
* ArticleBase.com
* ArticleCity.com
* ThePhantomWriters.com
* Isnare.com
* IdeaMarketers.com
* ArticleDashboard.com
* ArticleFriendly.com
* ArticleBeach.com

Banyak sekali? Anda tidak harus menulis ke semua situs yang disebutkan di atas koq. Pilih saja beberapa yang paling sesuai bagi Anda. Saya sendiri hanya menulis di 3 situs teratas. Saya pernah men-submit beberapa artikel di ArticleCity. Namun ternyata harus menunggu beberapa bulan untuk mengetahui apakah artikel kita layak muat atau tidak. Padahal di EzineArticles hanya butuh waktu kurang dari 7 hari. Sedangkan di ArticleBase dan GoArticles malah langsung terpublikasi begitu artikel disubmit.

Kalau tidak bisa menulis dalam bahasa Inggris bagaimana? Gampang. Pakai saja jasa penterjemah di rental-rental komputer. Tulis artikelnya dalam bahasa Indonesia, kemudian serahkan ke penterjemah. Tarif yang dipasang biasanya berkisar antara Rp 1500 – Rp 3000/lembar. Mau yang lebih gampang lagi? Bayar saja penulis konten yang sekarang sedang menjamur. Tarifnya berkisar antara $0.5 - $1/100 kata. Tidak mau keluar uang sama sekali? Pakai saja jurus kopi-paste aman yang pernah saya sampaikan dulu.

Semoga bermanfaat.

14 September 2008

Ada banyak cara untuk mencari backlink. Dulu saya pernah memaparkan cara mudah memperoleh backlink, yaitu dengan berkomentar di blog yang menganut dofollow (seperti blog ini). Tentu saja yang dimaksud adalah komentar yang sebenar-benarnya, yaitu komentar yang menanggapi isi posting. Komentar seperti “pertamax”, “keduax”, dsb. boleh-boleh saja. Tapi harus diingat bahwa tidak semua pemilik blog menyukai komentar-komentar singkat seperti itu.

Nah, cara lain mengumpulkan backlink adalah dengan menulis di situs article directory. Maksudnya menulis artikel? Ya, benar sekali! Namanya saja sudah article directory alias direktori artikel, tentu saja yang harus ditulis adalah artikel. Dalam bahasa Inggris? Tidak harus sih, tapi amat sangat disarankan sekali. Hehehe… Btw, bagaimana caranya koq kita bisa memperoleh backlink dari situs article directory?

Begini. Biasanya setiap situs article directory menyediakan resource box yang boleh diisi dengan penjelasan singkat mengenai diri kita plus beberapa link. Karena tujuan kita mencari backlink untuk blog, maka isikan saja link blog kita. Nah, dari link yang diisikan di resource box inilah backlink didapat. Asyiknya lagi, kita bisa menggunakan anchor text apa saja yang kita inginkan.

Patut dicatat juga bahwa beberapa situs article directory top memiliki peringkat (pagerank) tinggi. Demikian juga dengan popularitas dan trafiknya. Menempatkan link Anda di sana tentu saja akan sangat berpengaruh pada popularitas link tersebut. Sekaligus juga sangat mempengaruhi kecepatan sebuah blog untuk terindex oleh mesin pencari seperti Google. Koq bisa?

Setiap saat kan pasti ada yang men-submit artikel baru di situs article directory. Hal ini membuat situs tersebut jadi ter-update. Karena itu crawler Google akan lebih sering datang dan mengindex situs-situs article directory. Link yang Anda pasang di resource box artikel tentu saja ikut terjaring. Inilah yang membuat blog Anda lebih cepat di-index oleh mesin pencari seperti Google. Beberapa ahli SEO bahkan mengatakan bahwa cara ini membuat blog Anda terindex jauh lebih cepat dibandingkan dengan men-submit sendiri alamat blog ke Google.

Selain itu, tujuan dari situs article directory adalah menyediakan konten gratis bagi webmaster. Semua artikel di situs article directory bebas dipublikasikan kembali oleh siapapun dengan satu syarat: tidak mengubah isi dalam resource box. Bila artikel Anda dipublikasikan ulang oleh situs lain, maka Anda akan memperoleh backlink tambahan. Semakin bagus artikel yang Anda tulis, semakin besar kemungkinan bagi artikel tersebut untuk dipublikasikan ulang oleh banyak situs lain. Itu berarti semakin besar kemungkinan Anda untuk memperoleh banyak backlink. Asyik kan?

Jadi tertarik menulis di article directory? Saya tahu Anda pasti tertarik mencobanya. Karena itu di posting mendatang kita akan membahas tentang langkah-langkah menulis di situs article directory plus situs-situs article directory yang paling disarankan. Tunggu ya…

Ada banyak cara untuk mencari backlink. Dulu saya pernah memaparkan cara mudah memperoleh backlink, yaitu dengan berkomentar di blog yang menganut dofollow (seperti blog ini). Tentu saja yang dimaksud adalah komentar yang sebenar-benarnya, yaitu komentar yang menanggapi isi posting. Komentar seperti “pertamax”, “keduax”, dsb. boleh-boleh saja. Tapi harus diingat bahwa tidak semua pemilik blog menyukai komentar-komentar singkat seperti itu.

Nah, cara lain mengumpulkan backlink adalah dengan menulis di situs article directory. Maksudnya menulis artikel? Ya, benar sekali! Namanya saja sudah article directory alias direktori artikel, tentu saja yang harus ditulis adalah artikel. Dalam bahasa Inggris? Tidak harus sih, tapi amat sangat disarankan sekali. Hehehe… Btw, bagaimana caranya koq kita bisa memperoleh backlink dari situs article directory?

Begini. Biasanya setiap situs article directory menyediakan resource box yang boleh diisi dengan penjelasan singkat mengenai diri kita plus beberapa link. Karena tujuan kita mencari backlink untuk blog, maka isikan saja link blog kita. Nah, dari link yang diisikan di resource box inilah backlink didapat. Asyiknya lagi, kita bisa menggunakan anchor text apa saja yang kita inginkan.

Patut dicatat juga bahwa beberapa situs article directory top memiliki peringkat (pagerank) tinggi. Demikian juga dengan popularitas dan trafiknya. Menempatkan link Anda di sana tentu saja akan sangat berpengaruh pada popularitas link tersebut. Sekaligus juga sangat mempengaruhi kecepatan sebuah blog untuk terindex oleh mesin pencari seperti Google. Koq bisa?

Setiap saat kan pasti ada yang men-submit artikel baru di situs article directory. Hal ini membuat situs tersebut jadi ter-update. Karena itu crawler Google akan lebih sering datang dan mengindex situs-situs article directory. Link yang Anda pasang di resource box artikel tentu saja ikut terjaring. Inilah yang membuat blog Anda lebih cepat di-index oleh mesin pencari seperti Google. Beberapa ahli SEO bahkan mengatakan bahwa cara ini membuat blog Anda terindex jauh lebih cepat dibandingkan dengan men-submit sendiri alamat blog ke Google.

Selain itu, tujuan dari situs article directory adalah menyediakan konten gratis bagi webmaster. Semua artikel di situs article directory bebas dipublikasikan kembali oleh siapapun dengan satu syarat: tidak mengubah isi dalam resource box. Bila artikel Anda dipublikasikan ulang oleh situs lain, maka Anda akan memperoleh backlink tambahan. Semakin bagus artikel yang Anda tulis, semakin besar kemungkinan bagi artikel tersebut untuk dipublikasikan ulang oleh banyak situs lain. Itu berarti semakin besar kemungkinan Anda untuk memperoleh banyak backlink. Asyik kan?

Jadi tertarik menulis di article directory? Saya tahu Anda pasti tertarik mencobanya. Karena itu di posting mendatang kita akan membahas tentang langkah-langkah menulis di situs article directory plus situs-situs article directory yang paling disarankan. Tunggu ya…

13 September 2008

Semenjak resmi dibuka pada tanggal 7 Agustus lalu, lapak iklan yang saya tawarkan akhirnya laku juga. Entah karena blog ini memang menjanjikan sebagai sarana promosi atau karena harga perkenalan yang saya tawarkan, seorang pemilik situs bersedia memasang iklan di EkoNurhuda.com. Tidak tanggung-tanggung, pemasang iklan pertama di blog saya ini langsung membayar untuk 4 bulan sekaligus. Sedaaap..!

Semua berawal dari sebuah email yang masuk via halaman kontak saya. Seorang pemilik situs yang menjual beragam souvenir pernikahan menanyakan apakah masih ada spot iklan yang tersisa di blog ini. Setengah tak percaya, saya jawab saja masih ada dan kalau berminat silakan kirim uang lalu kirim materi iklan. Eh, ternyata koq beneran. Uangnya langsung dikirim, menyusul kemudian materi iklannya. Alhamdulillah…

Jujur saja, awalnya saya hanya coba-coba menawarkan direct ads di blog ini. Kenapa coba-coba? Ya karena saya sadar sejauh mana kualitas blog ini. Sudahlah yang punya bukan selebritas, blognyapun abal-abal. Jadilah saya berprinsip nothing to loose saat membuat halaman penawaran direct ads. Sebenarnya tawaran tersebut sudah dibuat sekitar bulan Februari-Maret lalu. Namun dengan pertimbangan trafik, peringkat, dll., saya baru berani menawarkannya secara resmi per tanggal 7 Agustus 2008. Eh, siapa sangka baru sebulan koq ternyata ada juga yang berminat pasang iklan di blog ini.

Dengan adanya pemasang iklan serius begini, saya jadi tercambuk untuk lebih meningkatkan kualitas serta popularitas blog ini. Pekerjaan terpenting yang harus saya lakukan selanjutnya adalah menggenjot trafik dan juga rajin-rajin memajang halaman di posisi pertama SERP Google. Kan tidak enak sama pemasang iklan kalau blognya semakin lama malah semakin menurun. Di samping itu, yang jelas saya jadi semakin optimis dengan peluang direct ads.

Ngomong-ngomong, siapa sih si pemasang iklan pertama itu? Lihat saja bagian sidebar kanan, di sana ada satu banner ukuran 300x250. Itulah dia iklannya. Space itu dapat memuat maksimal 10 banner iklan sekaligus yang mestinya dirotasi dengan rasio 1:1. Namun berhubung pengiklannya baru satu ya hanya banner itu saja yang tampil. Yah, itulah enaknya menjadi pemasang iklan pertama. Hehehe…

Oya, Anda berminat jadi pemasang iklan selanjutnya? Mumpung harganya masih perkenalan lho. Cukup bayar Rp 25.000 atau $3 saja per bulan. Murah kan? Lagipula karena pengiklannya belum banyak, banner iklan Anda bakal lebih sering tampil (atau malah ditampilkan sendirian). Asyik kan? Saya tunggu ya… (*promosi mode on*)

Cuma itu. Mudah-mudahan tidak dianggap narsis. Hehehe….

Semenjak resmi dibuka pada tanggal 7 Agustus lalu, lapak iklan yang saya tawarkan akhirnya laku juga. Entah karena blog ini memang menjanjikan sebagai sarana promosi atau karena harga perkenalan yang saya tawarkan, seorang pemilik situs bersedia memasang iklan di EkoNurhuda.com. Tidak tanggung-tanggung, pemasang iklan pertama di blog saya ini langsung membayar untuk 4 bulan sekaligus. Sedaaap..!

Semua berawal dari sebuah email yang masuk via halaman kontak saya. Seorang pemilik situs yang menjual beragam souvenir pernikahan menanyakan apakah masih ada spot iklan yang tersisa di blog ini. Setengah tak percaya, saya jawab saja masih ada dan kalau berminat silakan kirim uang lalu kirim materi iklan. Eh, ternyata koq beneran. Uangnya langsung dikirim, menyusul kemudian materi iklannya. Alhamdulillah…

Jujur saja, awalnya saya hanya coba-coba menawarkan direct ads di blog ini. Kenapa coba-coba? Ya karena saya sadar sejauh mana kualitas blog ini. Sudahlah yang punya bukan selebritas, blognyapun abal-abal. Jadilah saya berprinsip nothing to loose saat membuat halaman penawaran direct ads. Sebenarnya tawaran tersebut sudah dibuat sekitar bulan Februari-Maret lalu. Namun dengan pertimbangan trafik, peringkat, dll., saya baru berani menawarkannya secara resmi per tanggal 7 Agustus 2008. Eh, siapa sangka baru sebulan koq ternyata ada juga yang berminat pasang iklan di blog ini.

Dengan adanya pemasang iklan serius begini, saya jadi tercambuk untuk lebih meningkatkan kualitas serta popularitas blog ini. Pekerjaan terpenting yang harus saya lakukan selanjutnya adalah menggenjot trafik dan juga rajin-rajin memajang halaman di posisi pertama SERP Google. Kan tidak enak sama pemasang iklan kalau blognya semakin lama malah semakin menurun. Di samping itu, yang jelas saya jadi semakin optimis dengan peluang direct ads.

Ngomong-ngomong, siapa sih si pemasang iklan pertama itu? Lihat saja bagian sidebar kanan, di sana ada satu banner ukuran 300x250. Itulah dia iklannya. Space itu dapat memuat maksimal 10 banner iklan sekaligus yang mestinya dirotasi dengan rasio 1:1. Namun berhubung pengiklannya baru satu ya hanya banner itu saja yang tampil. Yah, itulah enaknya menjadi pemasang iklan pertama. Hehehe…

Oya, Anda berminat jadi pemasang iklan selanjutnya? Mumpung harganya masih perkenalan lho. Cukup bayar Rp 25.000 atau $3 saja per bulan. Murah kan? Lagipula karena pengiklannya belum banyak, banner iklan Anda bakal lebih sering tampil (atau malah ditampilkan sendirian). Asyik kan? Saya tunggu ya… (*promosi mode on*)

Cuma itu. Mudah-mudahan tidak dianggap narsis. Hehehe….

12 September 2008

Kita ngomongin film lagi nih. Setelah merasa kurang puas dengan jalan cerita The Mummy 3, saya akhirnya mendapat obat kekecewaan tersebut dari Jet Li sendiri. Idih, gaya banget ya? Maksudnya, saya nonton film Jet Li yang TOP BGT SKL. Beda sekali dengan film The Mummy terbaru yang menurut banyak teman ceritanya terlalu "maksa", maka film Jet Li yang akan saya tuliskan review-nya ini dijamin tidak mengecewakan. Ceritanya mengalir, kung fu-nya mantab, dan yang jelas asyik deh.

Apa sih filmnya? Judulnya The Forbidden Kingdom, sebuah film laga yang dibintangi dua aktor kung fu papan atas Hong Kong sekaligus: Jet Li dan Jacky Chan. Hmm, sudah mulai kebayang kan bagaimana serunya film ini? Selain Jet Li dan Jacky Chan, ada pula nama-nama bintang muda nan cantik seperti Li Bingbing dan Liu Yifei. Memang mayoritas pemerannya China karena setting film ini di China dan ceritanya mengangkat legenda Kera Sakti alias Sun Go Kong (meskipun yang memproduksi Hollywood). Nah, sekarang bagaimana jalan ceritanya?

Film ini mengisahkan seorang pemuda bernama Jason Tripitikas (Michael Arangano) yang sangat tergila-gila kung fu. Ia sering bermain-main di China Town, Boston selatan. Sebuah toko gadai milik seorang kakek tua bernama Hop (Jacky Chan) adalah tempat favoritnya berburu barang-barang bernuansa China dan kung fu, seperti DVD film-film kung fu. Suatu hari ia melihat sebuah tongkat emas di gudang bawah tanah Hop. Menurut Hop, tongkat tersebut adalah titipan nenek moyangnya untuk dikembalikan pada yang punya. Sampai saat itu Hop masih menunggu orang yang menurut ramalan akan menjadi pengantar tongkat tersebut pada si empunya.

Sepulang dari toko Hop, Jason dihadang beberapa begundal jalanan pimpinan Lupo (Morgan Benoit). Seorang teman Lupo tahu kalau Jason baru saja pulang dari toko gadai dan memaksanya untuk mengantar ia dan teman-temannya ke toko tersebut di malam hari. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk merampok uang Hop. Dengan terpaksa Jason menuruti keinginan Lupo, dkk. Sesampainya di toko Hop, Lupo memaksa Hop untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang. Hop tidak bersedia dan malah memukul Lupo dengan tongkat emas yang tersimpan di gudangnya. Lupo marah dan lantas menembak Hop. Dalam keadaan terluka Hop meminta tolong pada Jason untuk mengantarkan tongkat tersebut pada pemiliknya. Jason menyanggupi dan segera lari keluar dari toko.

Lupo yang tak ingin aksinya diketahui orang lain mengejar Jason. Di atap sebuah bangunan Jason terpojok. Ia tak bisa lari lagi karena di depannya tinggal bibir atap sementara di belakangnya Lupo menodongkan senjata. Namun belum sempat Lupo menembak Jason, satu kekuatan aneh menyeret Jason ke belakang hingga jatuh dari atas atap gedung. Dalam jatuhnya Jason terlempar ke masa lalu. Tepatnya di China ribuan tahun lalu. Ia ternyata berada di sebuah rumah warga di satu pedesaan. Saat ia hendak mencari tahu tentang tempat tersebut, sepasukan tentara menyerang. Wanita-wanita diculik paksa dan para lelaki dibunuh.

Jason bersembunyi di balik lumbung padi. Namun seorang tentara melihatnya. Jason ketakutan dan berlari. Tapi Jason tak bisa lari jauh karena 3 tentara berkuda berhasil mengejar dan mengurungnya. Begitu melihat tongkat emas yang dibawa Jason, para tentara ini jadi terkejut. Mereka lantas berusaha merebut tongkat tersebut. Jason yang tak bisa berkelahi jelas saja panik. Untungnya ia kemudian ditolong oleh seorang pendekar pemabuk yang baik hati bernama Lu Yan (Jacky Chan). 3 tentara berkuda dikalahkan dengan mudah oleh Lu Yan.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Lu Yan menceritakan sebuah kisah berkaitan dengan tongkat emas yang dibawa Jason. Kisah tersebut bercerita tentang Raja Kera bernama Sun Go Kong yang teramat sakti sehingga tidak ada yang bisa mengalahkannya. Suatu saat Raja Kera datang membuat ulah di pesta yang diadakan oleh Raja Langit setiap 500 tahun sekali. Meski berulah namun Raja Langit menyukai Raja Kera dan berniat memberinya hadiah. Raja Langit lantas menitipkan pesan pada Jenderal Langit (Collin Chou) untuk memberikan pangkat dan kedudukan pada Raja Kera. Raja Langit sendiri sesuai kebiasaan akan pergi bertapa selama 500 tahun setelah pesta usai. Namun Jenderal Langit tak mematuhi titah Raja Langit. Ia justru menantang Raja Kera bertarung untuk mengetahui siapa di antara mereka yang lebih hebat. Pertarungan sengit terjadi sampai akhirnya Jenderal Langit secara licik mengakali Raja Kera dan mengutuknya menjadi batu.

Nah, kutukan tersebut hanya bisa dilenyapkan jika tongkat emas si Raja Kera dikembalikan padanya. Tongkat itu sendiri sebelumnya dilemparkan oleh Raja Kera saat kutukan Jenderal Langit belum menguasai seluruh tubuhnya. Menurut kisah tongkat tersebut jatuh di Kerajaan Tengah dan seseorang akan datang mengantarkan tongkat tersebut pada Raja Kera. Ternyata Jasonlah orang yang diramalkan sejak ribuan tahun itu. Dan Jason harus mengantarkan tongkat itu ke Gunung Lima Elemen di mana terletak istana langit tempat Raja Kera dikutuk.

Keberadaan Jason bersama tongkat emas Raja Kera membuatnya jadi incaran tentara langit. Beruntung Lu Yan bersedia mengantarkannya ke Gunung Lima Elemen. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Golden Sparrow (Liu Yifei) yang menaruh dendam pada Jenderal Langit karena telah membunuh kedua orang tuanya, dan juga seorang biksu (Jet Li) yang kemudian diketahui merupakan jelmaan sehelai bulu Raja Kera. Sang biksu bertugas menemukan pengantar tongkat Raja Kera yang kemudian ia tahu orang itu adalah Jason. Berempat mereka menuju ke Gunung Lima Elemen. Selama di perjalanan Lu Yan dan sang biksu bergantian mengajarkan jurus=jurus kung fu pada Jason.


Mendengar kabar kemunculan tongkat emas Raja Kera, Jenderal Langit memerintahkan seorang tangan kanannya bernama Ni Chang (Li Bingbing) untuk merebut tongkat tersebut. Ni Chang adalah seorang gadis muda ahli kung fu yang berambut serba putih. Sebagai imbalan, Jenderal Langit menjanjikan cairan keabadian pada si gadis. Ni Chang dan rombongannya sempat menghadang Jason, dkk. Namun sebelum sempat tongkat emas direbut Jason dan rombongannya telah lebih dulu menyelamatkan diri. Malang bagi Lu Yan. Sebatang anak panah yang dilepaskan Ni Chang menembus punggungnya dan mengancam nyawanya. Ia bisa mati jika tak segera dicarikan obat. Apa obatnya? Tak lain adalah cairan keabadian yang hanya dimiliki oleh istana langit.

Merasa tak ada pilihan lain, Jason pergi menuju ke istana langit untuk meminta cairan keabadian bagi Lu Yan. Ia bahkan bersedia menyerahkan tongkat emas Raja Kera pada Jenderal Langit asalkan dapat memperoleh cairan keabadian. Jenderal langit tak bisa memenuhi permintaan Jason karena telah terlanjur berjanji pada Ni Chang. Sebagai penentu siapa yang berhak menerima cairan tersebut, maka Ni Chang dan Jason harus bertarung sampai salah satu di antara mereka mati. Mampukah Jason mengalahkan Ni Chang dan mendapatkan cairan keabadian yang dibutuhkannya? Dan bagaimana dengan kutukan Raja Kera? Tonton saja sendiri deh. Gak seru kan kalo saya ceritain semuanya. Hehehe...

Kita ngomongin film lagi nih. Setelah merasa kurang puas dengan jalan cerita The Mummy 3, saya akhirnya mendapat obat kekecewaan tersebut dari Jet Li sendiri. Idih, gaya banget ya? Maksudnya, saya nonton film Jet Li yang TOP BGT SKL. Beda sekali dengan film The Mummy terbaru yang menurut banyak teman ceritanya terlalu "maksa", maka film Jet Li yang akan saya tuliskan review-nya ini dijamin tidak mengecewakan. Ceritanya mengalir, kung fu-nya mantab, dan yang jelas asyik deh.

Apa sih filmnya? Judulnya The Forbidden Kingdom, sebuah film laga yang dibintangi dua aktor kung fu papan atas Hong Kong sekaligus: Jet Li dan Jacky Chan. Hmm, sudah mulai kebayang kan bagaimana serunya film ini? Selain Jet Li dan Jacky Chan, ada pula nama-nama bintang muda nan cantik seperti Li Bingbing dan Liu Yifei. Memang mayoritas pemerannya China karena setting film ini di China dan ceritanya mengangkat legenda Kera Sakti alias Sun Go Kong (meskipun yang memproduksi Hollywood). Nah, sekarang bagaimana jalan ceritanya?

Film ini mengisahkan seorang pemuda bernama Jason Tripitikas (Michael Arangano) yang sangat tergila-gila kung fu. Ia sering bermain-main di China Town, Boston selatan. Sebuah toko gadai milik seorang kakek tua bernama Hop (Jacky Chan) adalah tempat favoritnya berburu barang-barang bernuansa China dan kung fu, seperti DVD film-film kung fu. Suatu hari ia melihat sebuah tongkat emas di gudang bawah tanah Hop. Menurut Hop, tongkat tersebut adalah titipan nenek moyangnya untuk dikembalikan pada yang punya. Sampai saat itu Hop masih menunggu orang yang menurut ramalan akan menjadi pengantar tongkat tersebut pada si empunya.

Sepulang dari toko Hop, Jason dihadang beberapa begundal jalanan pimpinan Lupo (Morgan Benoit). Seorang teman Lupo tahu kalau Jason baru saja pulang dari toko gadai dan memaksanya untuk mengantar ia dan teman-temannya ke toko tersebut di malam hari. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk merampok uang Hop. Dengan terpaksa Jason menuruti keinginan Lupo, dkk. Sesampainya di toko Hop, Lupo memaksa Hop untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang. Hop tidak bersedia dan malah memukul Lupo dengan tongkat emas yang tersimpan di gudangnya. Lupo marah dan lantas menembak Hop. Dalam keadaan terluka Hop meminta tolong pada Jason untuk mengantarkan tongkat tersebut pada pemiliknya. Jason menyanggupi dan segera lari keluar dari toko.

Lupo yang tak ingin aksinya diketahui orang lain mengejar Jason. Di atap sebuah bangunan Jason terpojok. Ia tak bisa lari lagi karena di depannya tinggal bibir atap sementara di belakangnya Lupo menodongkan senjata. Namun belum sempat Lupo menembak Jason, satu kekuatan aneh menyeret Jason ke belakang hingga jatuh dari atas atap gedung. Dalam jatuhnya Jason terlempar ke masa lalu. Tepatnya di China ribuan tahun lalu. Ia ternyata berada di sebuah rumah warga di satu pedesaan. Saat ia hendak mencari tahu tentang tempat tersebut, sepasukan tentara menyerang. Wanita-wanita diculik paksa dan para lelaki dibunuh.

Jason bersembunyi di balik lumbung padi. Namun seorang tentara melihatnya. Jason ketakutan dan berlari. Tapi Jason tak bisa lari jauh karena 3 tentara berkuda berhasil mengejar dan mengurungnya. Begitu melihat tongkat emas yang dibawa Jason, para tentara ini jadi terkejut. Mereka lantas berusaha merebut tongkat tersebut. Jason yang tak bisa berkelahi jelas saja panik. Untungnya ia kemudian ditolong oleh seorang pendekar pemabuk yang baik hati bernama Lu Yan (Jacky Chan). 3 tentara berkuda dikalahkan dengan mudah oleh Lu Yan.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Lu Yan menceritakan sebuah kisah berkaitan dengan tongkat emas yang dibawa Jason. Kisah tersebut bercerita tentang Raja Kera bernama Sun Go Kong yang teramat sakti sehingga tidak ada yang bisa mengalahkannya. Suatu saat Raja Kera datang membuat ulah di pesta yang diadakan oleh Raja Langit setiap 500 tahun sekali. Meski berulah namun Raja Langit menyukai Raja Kera dan berniat memberinya hadiah. Raja Langit lantas menitipkan pesan pada Jenderal Langit (Collin Chou) untuk memberikan pangkat dan kedudukan pada Raja Kera. Raja Langit sendiri sesuai kebiasaan akan pergi bertapa selama 500 tahun setelah pesta usai. Namun Jenderal Langit tak mematuhi titah Raja Langit. Ia justru menantang Raja Kera bertarung untuk mengetahui siapa di antara mereka yang lebih hebat. Pertarungan sengit terjadi sampai akhirnya Jenderal Langit secara licik mengakali Raja Kera dan mengutuknya menjadi batu.

Nah, kutukan tersebut hanya bisa dilenyapkan jika tongkat emas si Raja Kera dikembalikan padanya. Tongkat itu sendiri sebelumnya dilemparkan oleh Raja Kera saat kutukan Jenderal Langit belum menguasai seluruh tubuhnya. Menurut kisah tongkat tersebut jatuh di Kerajaan Tengah dan seseorang akan datang mengantarkan tongkat tersebut pada Raja Kera. Ternyata Jasonlah orang yang diramalkan sejak ribuan tahun itu. Dan Jason harus mengantarkan tongkat itu ke Gunung Lima Elemen di mana terletak istana langit tempat Raja Kera dikutuk.

Keberadaan Jason bersama tongkat emas Raja Kera membuatnya jadi incaran tentara langit. Beruntung Lu Yan bersedia mengantarkannya ke Gunung Lima Elemen. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Golden Sparrow (Liu Yifei) yang menaruh dendam pada Jenderal Langit karena telah membunuh kedua orang tuanya, dan juga seorang biksu (Jet Li) yang kemudian diketahui merupakan jelmaan sehelai bulu Raja Kera. Sang biksu bertugas menemukan pengantar tongkat Raja Kera yang kemudian ia tahu orang itu adalah Jason. Berempat mereka menuju ke Gunung Lima Elemen. Selama di perjalanan Lu Yan dan sang biksu bergantian mengajarkan jurus=jurus kung fu pada Jason.


Mendengar kabar kemunculan tongkat emas Raja Kera, Jenderal Langit memerintahkan seorang tangan kanannya bernama Ni Chang (Li Bingbing) untuk merebut tongkat tersebut. Ni Chang adalah seorang gadis muda ahli kung fu yang berambut serba putih. Sebagai imbalan, Jenderal Langit menjanjikan cairan keabadian pada si gadis. Ni Chang dan rombongannya sempat menghadang Jason, dkk. Namun sebelum sempat tongkat emas direbut Jason dan rombongannya telah lebih dulu menyelamatkan diri. Malang bagi Lu Yan. Sebatang anak panah yang dilepaskan Ni Chang menembus punggungnya dan mengancam nyawanya. Ia bisa mati jika tak segera dicarikan obat. Apa obatnya? Tak lain adalah cairan keabadian yang hanya dimiliki oleh istana langit.

Merasa tak ada pilihan lain, Jason pergi menuju ke istana langit untuk meminta cairan keabadian bagi Lu Yan. Ia bahkan bersedia menyerahkan tongkat emas Raja Kera pada Jenderal Langit asalkan dapat memperoleh cairan keabadian. Jenderal langit tak bisa memenuhi permintaan Jason karena telah terlanjur berjanji pada Ni Chang. Sebagai penentu siapa yang berhak menerima cairan tersebut, maka Ni Chang dan Jason harus bertarung sampai salah satu di antara mereka mati. Mampukah Jason mengalahkan Ni Chang dan mendapatkan cairan keabadian yang dibutuhkannya? Dan bagaimana dengan kutukan Raja Kera? Tonton saja sendiri deh. Gak seru kan kalo saya ceritain semuanya. Hehehe...

10 September 2008

Sejak pertama kali melontarkan usulan guest blogging bulan Maret lalu, akhirnya ada juga yang merespon tawaran tersebut. Mulanya sama sekali tidak ada yang merespon. Padahal waktu itu blog ini masih menyandang PR 4. Itulah sebabnya saya kembali mengangkat tema guest blogging di bulan Juli. Responnya lumayan. Paling tidak jumlah komentarnya lebih banyak dari pada psotingan pertama. Hehehe...

Respon pertama saya dapat dari Asri Tadda, blogger sekaligus dokter muda asal Makassar yang juga pemilik AstaQauliyah.com. Suatu saat ia mengontak saya via HP dan mengatakan tertarik untuk melakukan guest blogging dengan saya. Sayangnya respon saya lambat. Artikel yang saya janjikan ke Asri Tadda baru bisa diberikan bulan ini, alias sudah beberapa bulan semenjak pertama kali saya berjanji. Huh, dasar! :)) Eh, untungnya Asri Tadda mau mengerti dan mempublikasikan artikel saya di AstaQauliyah.com. Jadi malu nih saya...

Kemudian di awal puasa saudara saya dari Jambi (idih, ngaku-ngaku saudara segala), Bang Putra Eka, tanpa saya duga-duga juga berkirim SMS dan meminta kesediaan saya untuk menulis di blognya. Waduh, kalau yang ini awalnya saya benar-benar malu menerimanya. Bukan apa-apa, masa iya saya menulis di PutraEka.org yang jelas-jelas jauh lebih rame ketimbang blog saya sendiri? Kan jadi kelihatan bener unsur mempromosikan diri sendiri. Hehehe... Tapi gpp deh. Kan saya pernah mengajak guest blogging, kalau ditolak berarti saya tidak konsisten dengan omongan sendiri dong?

Maka menulislah saya di PutraEka.org. Eits, hampir lupa! Sebelumnya saya juga sudah menulis di Badoer.com atas permintaan si empunya blog, Wahyu Triwidhiyanto. Mudah-mudahan saja artikel-artikel yang saya tulis dalam rangka membudayakan guest blogging itu berkenan di hati pemilik blognya serta bermanfaat bagi pembaca masing-masing blog. Amin.

Oya, mumpung ingat nih. Saya kembali mengajak rekan-rekan semua untuk membudayakan guest blogging dengan maksud mempererat silaturahim antar blogger. Dulu master AdSense kita, Cosa Aranda, memang pernah mengadakan guest blogging. Tapi sifatnya searah karena Cosa hanya menerima artikel dari pembaca untuk dipublikasikan di blognya. Sementara dianya sendiri tidak ganti menulis di blog pembacanya. Karena itu, kalau Anda ingin menulis di blog ini (seperti yang pernah dilakukan Bang Zalukhu di posting ini) akan saya terima dengan senang hati. Sebagai imbalannya saya juga akan menuliskan sebuah artikel untuk blog Anda. Adil kan?

Sejak pertama kali melontarkan usulan guest blogging bulan Maret lalu, akhirnya ada juga yang merespon tawaran tersebut. Mulanya sama sekali tidak ada yang merespon. Padahal waktu itu blog ini masih menyandang PR 4. Itulah sebabnya saya kembali mengangkat tema guest blogging di bulan Juli. Responnya lumayan. Paling tidak jumlah komentarnya lebih banyak dari pada psotingan pertama. Hehehe...

Respon pertama saya dapat dari Asri Tadda, blogger sekaligus dokter muda asal Makassar yang juga pemilik AstaQauliyah.com. Suatu saat ia mengontak saya via HP dan mengatakan tertarik untuk melakukan guest blogging dengan saya. Sayangnya respon saya lambat. Artikel yang saya janjikan ke Asri Tadda baru bisa diberikan bulan ini, alias sudah beberapa bulan semenjak pertama kali saya berjanji. Huh, dasar! :)) Eh, untungnya Asri Tadda mau mengerti dan mempublikasikan artikel saya di AstaQauliyah.com. Jadi malu nih saya...

Kemudian di awal puasa saudara saya dari Jambi (idih, ngaku-ngaku saudara segala), Bang Putra Eka, tanpa saya duga-duga juga berkirim SMS dan meminta kesediaan saya untuk menulis di blognya. Waduh, kalau yang ini awalnya saya benar-benar malu menerimanya. Bukan apa-apa, masa iya saya menulis di PutraEka.org yang jelas-jelas jauh lebih rame ketimbang blog saya sendiri? Kan jadi kelihatan bener unsur mempromosikan diri sendiri. Hehehe... Tapi gpp deh. Kan saya pernah mengajak guest blogging, kalau ditolak berarti saya tidak konsisten dengan omongan sendiri dong?

Maka menulislah saya di PutraEka.org. Eits, hampir lupa! Sebelumnya saya juga sudah menulis di Badoer.com atas permintaan si empunya blog, Wahyu Triwidhiyanto. Mudah-mudahan saja artikel-artikel yang saya tulis dalam rangka membudayakan guest blogging itu berkenan di hati pemilik blognya serta bermanfaat bagi pembaca masing-masing blog. Amin.

Oya, mumpung ingat nih. Saya kembali mengajak rekan-rekan semua untuk membudayakan guest blogging dengan maksud mempererat silaturahim antar blogger. Dulu master AdSense kita, Cosa Aranda, memang pernah mengadakan guest blogging. Tapi sifatnya searah karena Cosa hanya menerima artikel dari pembaca untuk dipublikasikan di blognya. Sementara dianya sendiri tidak ganti menulis di blog pembacanya. Karena itu, kalau Anda ingin menulis di blog ini (seperti yang pernah dilakukan Bang Zalukhu di posting ini) akan saya terima dengan senang hati. Sebagai imbalannya saya juga akan menuliskan sebuah artikel untuk blog Anda. Adil kan?

06 September 2008

Kalau ada hal yang pernah saya sesalkan karena menggunakan Blogger, maka hal itu adalah ketidakmampuan platform ini untuk mengikuti program text link ads. Saat blog ini meloncat dari PR 0 menjadi PR 4 bulan Mei lalu, saya langsung mendaftar program-program text link ads seperti TLA dan BackLinks. Dengan PR 4, saya optimis bisa meraih setidaknya $3/bulan untuk satu link. Bila ada 4 link, berarti saya bakal menerima $3x4 = $12/bulan hanya dengan memasang link sponsor. Eh, ternyata tak ada satupun program text link ads yang men-support Blogger. Apes deh!

Sampai akhirnya saya tahu tentang Ask2Link, broker text link ads yang men-support segala jenis platform blog. Tentu saja Blogger termasuk di dalamnya. Wah, bukan main senangnya saya. Tanpa babibu lagi langsung deh saya mendaftar, trus pasang widget-nya dan berpromosi dalam rangka mencari referal. Bagaimana hasilnya?

Meskipun uangnya masih belum kelihatan, tapi sejauh ini cukup memuaskan. Sejak 22 Agustus 2008 lalu, saya telah mempunyai 12 referal. Terima kasih kepada teman-teman yang telah mendaftar menjadi referal saya. Ini merupakan rekor tercepat bagi saya dalam hal mengumpulkan referal. Nah, yang lebih membuat saya lebih gembira lagi adalah ketika di widget Ask2Link yang saya pasang di blog ini terdapat link Wikipedia. Saya pikir itu link sponsor, tapi ternyata bukan. Saya cek di data publisher tidak ada transaksi dari Wikipedia. Duh, itu berarti apa dong?

Eh, tidak tahunya rejeki itu datang hari ini. Tadi ketika cek mailbox saya menerima satu email dari Ask2Link yang mengabarkan kalau ada 1 advertiser yang membeli link dari saya. Wow, senangnya! Sayapun segera login ke member area dan melihat data publisher. Ternyata benar. Ada satu transaksi dari satu situs pencari yang sepertinya khusus untuk melacak nomor handphone. Berapa harga yang dibayar oleh advertiser tersebut? Ugh, nilainya sangat di luar dugaan saya. Advertiser pertama saya ini membayar $16/bulan untuk satu link. Asyik...

Supaya tidak dianggap pepesan kosong, berikut screenshot email pemberitahuan dari Ask2Link:



Dan ini screenshot data transaksi di member area saya:


Seperti yang tampak di screenshot di atas, kontrak iklan blog ini dengan advertiser tersebut akan berakhir tanggal 5 Oktober mendatang. Hmm, masih harus menunggu bulan depan deh untuk mencicipi penghasilan pertama dari Ask2Link. Anda punya pengalaman dengan program satu ini? Bagi-bagi dong di kolom komentar. Terus, buat Anda yang belum bergabung dengan Ask2Link, silakan mendaftar di sini untuk menjadi referal saya. Tapi kalau Anda tidak mau menjadi referal saya silakan mendaftar di sini!

Kalau ada hal yang pernah saya sesalkan karena menggunakan Blogger, maka hal itu adalah ketidakmampuan platform ini untuk mengikuti program text link ads. Saat blog ini meloncat dari PR 0 menjadi PR 4 bulan Mei lalu, saya langsung mendaftar program-program text link ads seperti TLA dan BackLinks. Dengan PR 4, saya optimis bisa meraih setidaknya $3/bulan untuk satu link. Bila ada 4 link, berarti saya bakal menerima $3x4 = $12/bulan hanya dengan memasang link sponsor. Eh, ternyata tak ada satupun program text link ads yang men-support Blogger. Apes deh!

Sampai akhirnya saya tahu tentang Ask2Link, broker text link ads yang men-support segala jenis platform blog. Tentu saja Blogger termasuk di dalamnya. Wah, bukan main senangnya saya. Tanpa babibu lagi langsung deh saya mendaftar, trus pasang widget-nya dan berpromosi dalam rangka mencari referal. Bagaimana hasilnya?

Meskipun uangnya masih belum kelihatan, tapi sejauh ini cukup memuaskan. Sejak 22 Agustus 2008 lalu, saya telah mempunyai 12 referal. Terima kasih kepada teman-teman yang telah mendaftar menjadi referal saya. Ini merupakan rekor tercepat bagi saya dalam hal mengumpulkan referal. Nah, yang lebih membuat saya lebih gembira lagi adalah ketika di widget Ask2Link yang saya pasang di blog ini terdapat link Wikipedia. Saya pikir itu link sponsor, tapi ternyata bukan. Saya cek di data publisher tidak ada transaksi dari Wikipedia. Duh, itu berarti apa dong?

Eh, tidak tahunya rejeki itu datang hari ini. Tadi ketika cek mailbox saya menerima satu email dari Ask2Link yang mengabarkan kalau ada 1 advertiser yang membeli link dari saya. Wow, senangnya! Sayapun segera login ke member area dan melihat data publisher. Ternyata benar. Ada satu transaksi dari satu situs pencari yang sepertinya khusus untuk melacak nomor handphone. Berapa harga yang dibayar oleh advertiser tersebut? Ugh, nilainya sangat di luar dugaan saya. Advertiser pertama saya ini membayar $16/bulan untuk satu link. Asyik...

Supaya tidak dianggap pepesan kosong, berikut screenshot email pemberitahuan dari Ask2Link:



Dan ini screenshot data transaksi di member area saya:


Seperti yang tampak di screenshot di atas, kontrak iklan blog ini dengan advertiser tersebut akan berakhir tanggal 5 Oktober mendatang. Hmm, masih harus menunggu bulan depan deh untuk mencicipi penghasilan pertama dari Ask2Link. Anda punya pengalaman dengan program satu ini? Bagi-bagi dong di kolom komentar. Terus, buat Anda yang belum bergabung dengan Ask2Link, silakan mendaftar di sini untuk menjadi referal saya. Tapi kalau Anda tidak mau menjadi referal saya silakan mendaftar di sini!

04 September 2008

Menonton film bisa jadi satu aktivitas pembunuh waktu di kala berpuasa. Begitulah yang saya lakukan. Saya beruntung bisa mendapatkan film The Mummy terbaru, yakni "The Mummy 3, Tomb of the Dragon Emperor". Tadi pagi sambil sahur dan dilanjutkan sehabis Subuh saya menonton film ini. Sekarang saatnya memberikan bocoran cerita film ini khusus bagi Anda yang belum sempat menontonnya.

Setelah mengeksplorasi negeri asal mumi, Mesir, kali ini sekuel "The Mummy, Tomb of the Dragon Emperor" mengambil setting di China, negara dengan sejarah peradaban sama tua dengan Mesir. Karenanya beberapa bintang film Hong Kong/Mandarin yang namanya sudah akrab di telinga kita turut dilibatkan. Mulai dari Chau Sang Anthony Wong, Russell Wong, Isabella Leong aka Leung Lok-si aka Luoshi Liang, sampai Jet Li. Juga tak ketinggalan aktris Malaysia berdarah China, Michelle Yeoh.

Cerita dimulai dari masa 2000 tahun silam, ketika seorang kaisar (diperankan Jet Li) yang menguasai sebagian besar dataran China menginginkan hidup abadi. Ia lalu memerintah prajuritnya untuk mencari penyihir yang menurut berita dapat membuat seseorang hidup abadi. Pasukan yang dipimpin Jenderal Ming (Russell Wong) berhasil menemukan Zi Yuan (Michelle Yeoh), penyihir yang dimaksud, dan membawanya ke istana. Begitu melihat wajah Zi Yuan, Kaisar merasa tertarik dan berpesan pada Jenderal Ming untuk tidak memperbolehkan seorangpun mendekati si penyihir.

Sesuai tujuannya semula, Kaisar meminta Zi Yuan untuk membuatnya hidup abadi. Ternyata Zi Yuan tak mampu melakukannya, tapi ia tahu sebuah kitab berisi mantra keabadian seperti yang diminta Kaisar. Kaisar lantas memerintahkan Jenderal Ming menemani Zi Yuan mencari kitab tersebut. Apa lacur, ternyata Jenderal Ming juga menyukai Zi Yuan dan begitu juga sebaliknya. Setelah menemukan kitab yang dicari keduanya menyempatkan diri untuk memadu kasih hingga Zi Yuan hamil. Tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang melihat apa yang mereka lakukan dan melaporkannya pada Kaisar.

Begitu sampai di istana, Kaisar meminta Zi Yuan membacakan mantra keabadian untuknya. Sebelumnya Zi Yuan menyampaikan permintaan agar diperbolehkan menikah dengan Jenderal Ming sebagai imbalan atas jasanya. Kaisar setuju. Tapi setelah mantra dibacakan ternyata Jenderal Ming malah dibunuh. Zi Yuan marah. Iapun mengutuk Kaisar dan seluruh pasukannya menjadi batu.

Cerita lalu meloncat ke Inggris di tahun 1946, masa di mana keluarga O’Connell hidup. Alex (Luke Ford), anak semata wayang Richard "Rick" O’Connell (Brendan Fraser), mencatat satu penemuan besar di China. Penemuan tersebut tak lain adalah istana Kaisar yang dikutuk oleh Zi Yuan beserta seluruh pasukannya. Saat mencari patung sang Kaisar, Alex diserang oleh seorang gadis yang kemudian diketahui bernama Lin (Isabella Leong). Lin juga bermaksud mencari patung Kaisar, tapi ia bertujuan memusnahkan mantra keabadian yang sempat dibacakan Zi Yuan. Keadaan tambah keruh dengan kedatangan sekelompok orang yang berambisi membangkitkan Kaisar dari kutukannya dan membangun kembali kejayaan pemerintahannya.

Begitulah, akhirnya sang Kaisar berhasil dibangkitkan kembali. Namun kutukannya belum hilang sampai ia dapat hidup abadi. Untuk itu ia harus menemukan Kolam Keabadian yang berada di sebuah pegunungan salju. Maksud tersebut terbaca oleh Lin. Bersama keluarga O’Connell gadis manis ini mendahului berangkat ke pegunungan dimaksud. Saat mereka sampai di sana, Kaisar dan pengikutnya juga sampai. Pecah tembak-menembak sengit antara kedua belah pihak. Rick O’Connell terluka parah sehingga terancam mati. Namun nyawa Rick tertolong setelah Lin membawanya kepada Zi Yuan yang tak lain adalah ibu si gadis. Rupanya Zi Yuan dan Lin hidup abadi. Lin sendiri merupakan buah hubungan Zi Yuan dengan Jenderal Ming.

Film menjadi semakin seru ketika Kaisar dan pengikutnya dapat menemukan tempat persembunyian Zi Yuan. Bentrok kembali terjadi. Namun kali ini keluarga O’Connel tak mampu berbuat banyak. Kaisar berhasil menuntaskan hasratnya untuk hidup abadi dengan menceburkan diri di Kolam Keabadian. Setelah itu ia berubah menjadi seekor makhluk raksasa dan terbang ke bekas istananya sambil menyandera Lin. Kemudian dengan kekuatan magis Kaisar membebaskan seluruh pasukannya dari kutukan. Tinggal satu hal lagi yang harus dilakukan Kaisar dan pasukan dari masa lalunya agar dapat hidup normal kembali: menyeberangi (Tembok Besar China.

Belum sempat Kaisar dan pasukannya mencapai Tembok Besar China, Zi Yuan membangkitkan Jenderal Ming dan pengikutnya. Untuk itu ia melepaskan kekuatan hidup abadi yang ia dan Lin miliki. Pecah perang antara pasukan Jenderal Ming dibantu keluarga O’Connell dan pasukan Kaisar dibantu tentara modernnya. Siapa yang keluar sebagai pemenang? Anda tentu sudah dapat menduganya. Sama seperti ending kedua seri sebelumya, akhirnya Rick O’Connell mampu mengatasi musuhnya dan mengakhiri rangkaian cerita.

Seru? Jujur saja, menurut saya "Tomb of the Dragon Emperor" ini masih kalah seru bila dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. Faktornya antara lain: terlalu banyak animasi komputer, penyelesaian jalan cerita yang sangat mudah, termasuk digantinya pemeran Evelyn O'Connell dari Rachel Weisz ke Maria Bello. Terlebih rangkaian ceritanya juga masih mirip-mirip, jadi endingnya mudah ditebak. Menarik ditunggu apakah The Mummy 4 yang mengambil setting di Peru bisa kembali mengulangi serunya jalinan cerita The Mummy dan The Mummy Returns. Kita tunggu saja.

UPDATE: Setelah dicek lebih teliti, pemeran Jenderal Ming memang Russell Wong seperti yg dibilang Mas Anthony Harman. Chau Sang Anthony Wong memerankan Jenderal Yang, ambisius yang membangkitkan Kaisar Jet Li. Gak salah lagi kan? :D

Menonton film bisa jadi satu aktivitas pembunuh waktu di kala berpuasa. Begitulah yang saya lakukan. Saya beruntung bisa mendapatkan film The Mummy terbaru, yakni "The Mummy 3, Tomb of the Dragon Emperor". Tadi pagi sambil sahur dan dilanjutkan sehabis Subuh saya menonton film ini. Sekarang saatnya memberikan bocoran cerita film ini khusus bagi Anda yang belum sempat menontonnya.

Setelah mengeksplorasi negeri asal mumi, Mesir, kali ini sekuel "The Mummy, Tomb of the Dragon Emperor" mengambil setting di China, negara dengan sejarah peradaban sama tua dengan Mesir. Karenanya beberapa bintang film Hong Kong/Mandarin yang namanya sudah akrab di telinga kita turut dilibatkan. Mulai dari Chau Sang Anthony Wong, Russell Wong, Isabella Leong aka Leung Lok-si aka Luoshi Liang, sampai Jet Li. Juga tak ketinggalan aktris Malaysia berdarah China, Michelle Yeoh.

Cerita dimulai dari masa 2000 tahun silam, ketika seorang kaisar (diperankan Jet Li) yang menguasai sebagian besar dataran China menginginkan hidup abadi. Ia lalu memerintah prajuritnya untuk mencari penyihir yang menurut berita dapat membuat seseorang hidup abadi. Pasukan yang dipimpin Jenderal Ming (Russell Wong) berhasil menemukan Zi Yuan (Michelle Yeoh), penyihir yang dimaksud, dan membawanya ke istana. Begitu melihat wajah Zi Yuan, Kaisar merasa tertarik dan berpesan pada Jenderal Ming untuk tidak memperbolehkan seorangpun mendekati si penyihir.

Sesuai tujuannya semula, Kaisar meminta Zi Yuan untuk membuatnya hidup abadi. Ternyata Zi Yuan tak mampu melakukannya, tapi ia tahu sebuah kitab berisi mantra keabadian seperti yang diminta Kaisar. Kaisar lantas memerintahkan Jenderal Ming menemani Zi Yuan mencari kitab tersebut. Apa lacur, ternyata Jenderal Ming juga menyukai Zi Yuan dan begitu juga sebaliknya. Setelah menemukan kitab yang dicari keduanya menyempatkan diri untuk memadu kasih hingga Zi Yuan hamil. Tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang melihat apa yang mereka lakukan dan melaporkannya pada Kaisar.

Begitu sampai di istana, Kaisar meminta Zi Yuan membacakan mantra keabadian untuknya. Sebelumnya Zi Yuan menyampaikan permintaan agar diperbolehkan menikah dengan Jenderal Ming sebagai imbalan atas jasanya. Kaisar setuju. Tapi setelah mantra dibacakan ternyata Jenderal Ming malah dibunuh. Zi Yuan marah. Iapun mengutuk Kaisar dan seluruh pasukannya menjadi batu.

Cerita lalu meloncat ke Inggris di tahun 1946, masa di mana keluarga O’Connell hidup. Alex (Luke Ford), anak semata wayang Richard "Rick" O’Connell (Brendan Fraser), mencatat satu penemuan besar di China. Penemuan tersebut tak lain adalah istana Kaisar yang dikutuk oleh Zi Yuan beserta seluruh pasukannya. Saat mencari patung sang Kaisar, Alex diserang oleh seorang gadis yang kemudian diketahui bernama Lin (Isabella Leong). Lin juga bermaksud mencari patung Kaisar, tapi ia bertujuan memusnahkan mantra keabadian yang sempat dibacakan Zi Yuan. Keadaan tambah keruh dengan kedatangan sekelompok orang yang berambisi membangkitkan Kaisar dari kutukannya dan membangun kembali kejayaan pemerintahannya.

Begitulah, akhirnya sang Kaisar berhasil dibangkitkan kembali. Namun kutukannya belum hilang sampai ia dapat hidup abadi. Untuk itu ia harus menemukan Kolam Keabadian yang berada di sebuah pegunungan salju. Maksud tersebut terbaca oleh Lin. Bersama keluarga O’Connell gadis manis ini mendahului berangkat ke pegunungan dimaksud. Saat mereka sampai di sana, Kaisar dan pengikutnya juga sampai. Pecah tembak-menembak sengit antara kedua belah pihak. Rick O’Connell terluka parah sehingga terancam mati. Namun nyawa Rick tertolong setelah Lin membawanya kepada Zi Yuan yang tak lain adalah ibu si gadis. Rupanya Zi Yuan dan Lin hidup abadi. Lin sendiri merupakan buah hubungan Zi Yuan dengan Jenderal Ming.

Film menjadi semakin seru ketika Kaisar dan pengikutnya dapat menemukan tempat persembunyian Zi Yuan. Bentrok kembali terjadi. Namun kali ini keluarga O’Connel tak mampu berbuat banyak. Kaisar berhasil menuntaskan hasratnya untuk hidup abadi dengan menceburkan diri di Kolam Keabadian. Setelah itu ia berubah menjadi seekor makhluk raksasa dan terbang ke bekas istananya sambil menyandera Lin. Kemudian dengan kekuatan magis Kaisar membebaskan seluruh pasukannya dari kutukan. Tinggal satu hal lagi yang harus dilakukan Kaisar dan pasukan dari masa lalunya agar dapat hidup normal kembali: menyeberangi (Tembok Besar China.

Belum sempat Kaisar dan pasukannya mencapai Tembok Besar China, Zi Yuan membangkitkan Jenderal Ming dan pengikutnya. Untuk itu ia melepaskan kekuatan hidup abadi yang ia dan Lin miliki. Pecah perang antara pasukan Jenderal Ming dibantu keluarga O’Connell dan pasukan Kaisar dibantu tentara modernnya. Siapa yang keluar sebagai pemenang? Anda tentu sudah dapat menduganya. Sama seperti ending kedua seri sebelumya, akhirnya Rick O’Connell mampu mengatasi musuhnya dan mengakhiri rangkaian cerita.

Seru? Jujur saja, menurut saya "Tomb of the Dragon Emperor" ini masih kalah seru bila dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. Faktornya antara lain: terlalu banyak animasi komputer, penyelesaian jalan cerita yang sangat mudah, termasuk digantinya pemeran Evelyn O'Connell dari Rachel Weisz ke Maria Bello. Terlebih rangkaian ceritanya juga masih mirip-mirip, jadi endingnya mudah ditebak. Menarik ditunggu apakah The Mummy 4 yang mengambil setting di Peru bisa kembali mengulangi serunya jalinan cerita The Mummy dan The Mummy Returns. Kita tunggu saja.

UPDATE: Setelah dicek lebih teliti, pemeran Jenderal Ming memang Russell Wong seperti yg dibilang Mas Anthony Harman. Chau Sang Anthony Wong memerankan Jenderal Yang, ambisius yang membangkitkan Kaisar Jet Li. Gak salah lagi kan? :D

02 September 2008

Hehehe, judulnya koq kayanya berlebihan banget yah? Tapi gak ding, memang kebetulan sekali saya melakukan pergantian template di hari pertama bulan Ramadhan. Sebetulnya template ini mau saya pakai untuk satu blog baru yg khusus dibuat untuk paid review. Tapi dilihat-lihat koq bagus juga yah? Terus saya banding-bandingkan dengan template lama blog ini. Duh, koq jadi goyah nih hatinya. Ya sudah, akhirnya saya ganti saja deh biar nanti malam bisa tidur nyenyak. :D

Tampilan awal template ini sebenarnya tidak begini. Lebih kecil sedikit dan ada bagian untuk langganan RSS di sidebar paling atas. Saya melakukan beberapa perubahan untuk menyesuaikannya sehingga nampak lebih sedap dipandang (iya kan?). Meski kata Bang Zalukhu kemarin template ini tidak bagus, saya yakin kalau dia lihat blog ini sekarang pasti sudah berubah pikiran. (*Ngarep banget mode on*). Bagaimana dengan Anda sendiri? Menurut Anda bagaimana tampilan EkoNurhuda.com yang sekarang? Lebih jelekkah?

Belum genap setahun, blog ini sudah gonta-ganti template sebanyak 3 kali. Selama itu belum ada satupun yang benar-benar cocok di hati. Sampai saat ini baru template yang biru fresh sekarang ini saja yang membuat saya senang memandangnya. Sampai kapan? Hehehe, saya sendiri tidak tahu deh. So, jangan heran ya kalau beberapa bulan lagi blog ini sudah ganti template lagi.

Gonta-ganti template membuat saya semakin memahami kode-kode HTML. Paling tidak tahulah mana yang harus diubah dan diotak-atik kalau mau mengubah warna tampilan, mengubah gambar, ukuran atau menambah satu bagian baru. Cuma ya lebih seringnya bingung dulu deh. Setelah melihat contekan ke sana-sini baru bisa lancar. Hehehe...

Oya, dalam kesempatan ini saya mau mengucapkan terima kasih kepada beberapa sahabat blogger yang baik langsung maupun tidak langsung turut andil dalam pergantian template ini. Pertama saya mau mengucapkan terima kasih pada Jacky Supit. Template ini dia yang meng-convert dari theme WordPress. Lalu kedua kepada Om Agus. Tab view widget dan menu horizontal di bawah header saya contek dari O-om.com. Siapa lagi yah? Oh, kepada Ikka yang sudah menemani saya selama mengganti template. Meskipun hanya lewat YM, tapi saya merasa senang karena tidak bete sendirian mengotak-atik template ini.

Itu saja deh. Met berpuasa.

NB: Special thanks to Mpok Novee atas Great Buddy Award-nya. I really appreciate it. It's my first award blogging.


Hehehe, judulnya koq kayanya berlebihan banget yah? Tapi gak ding, memang kebetulan sekali saya melakukan pergantian template di hari pertama bulan Ramadhan. Sebetulnya template ini mau saya pakai untuk satu blog baru yg khusus dibuat untuk paid review. Tapi dilihat-lihat koq bagus juga yah? Terus saya banding-bandingkan dengan template lama blog ini. Duh, koq jadi goyah nih hatinya. Ya sudah, akhirnya saya ganti saja deh biar nanti malam bisa tidur nyenyak. :D

Tampilan awal template ini sebenarnya tidak begini. Lebih kecil sedikit dan ada bagian untuk langganan RSS di sidebar paling atas. Saya melakukan beberapa perubahan untuk menyesuaikannya sehingga nampak lebih sedap dipandang (iya kan?). Meski kata Bang Zalukhu kemarin template ini tidak bagus, saya yakin kalau dia lihat blog ini sekarang pasti sudah berubah pikiran. (*Ngarep banget mode on*). Bagaimana dengan Anda sendiri? Menurut Anda bagaimana tampilan EkoNurhuda.com yang sekarang? Lebih jelekkah?

Belum genap setahun, blog ini sudah gonta-ganti template sebanyak 3 kali. Selama itu belum ada satupun yang benar-benar cocok di hati. Sampai saat ini baru template yang biru fresh sekarang ini saja yang membuat saya senang memandangnya. Sampai kapan? Hehehe, saya sendiri tidak tahu deh. So, jangan heran ya kalau beberapa bulan lagi blog ini sudah ganti template lagi.

Gonta-ganti template membuat saya semakin memahami kode-kode HTML. Paling tidak tahulah mana yang harus diubah dan diotak-atik kalau mau mengubah warna tampilan, mengubah gambar, ukuran atau menambah satu bagian baru. Cuma ya lebih seringnya bingung dulu deh. Setelah melihat contekan ke sana-sini baru bisa lancar. Hehehe...

Oya, dalam kesempatan ini saya mau mengucapkan terima kasih kepada beberapa sahabat blogger yang baik langsung maupun tidak langsung turut andil dalam pergantian template ini. Pertama saya mau mengucapkan terima kasih pada Jacky Supit. Template ini dia yang meng-convert dari theme WordPress. Lalu kedua kepada Om Agus. Tab view widget dan menu horizontal di bawah header saya contek dari O-om.com. Siapa lagi yah? Oh, kepada Ikka yang sudah menemani saya selama mengganti template. Meskipun hanya lewat YM, tapi saya merasa senang karena tidak bete sendirian mengotak-atik template ini.

Itu saja deh. Met berpuasa.

NB: Special thanks to Mpok Novee atas Great Buddy Award-nya. I really appreciate it. It's my first award blogging.