Selamat datang di ...

26 September 2008

Cosa Aranda telah sukses membuat gebrakan besar dengan meluncurkan ReviewMu, situs paid review lokal pertama di Indonesia. Seperti pernah saya bilang beberapa waktu lalu, kehadiran ReviewMu bisa jadi angin segar bagi blogger yang kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas. ReviewMu juga bisa jadi solusi bagi blogger yang ingin me-monetize blog berbahasa Indonesia. Sudah banyak blogger mengeluh karena bahasa blog mereka jadi campur-aduk gara-gara dipakai menulis paid review. Diharapkan masalah seperti ini bisa terpecahkan dengan hadirnya ReviewMu.

Dapatkah ReviewMu memenuhi harapan tersebut? Masih butuh waktu untuk menjawabnya. Sampai saat ini baru ada 3 advertiser yang jadi client ReviewMu (seperti yang terakhir saya lihat di member area), namun ini bukanlah pertanda kalau peminatnya kurang. Di luar itu saya justru tertarik mengangkat soal seberapa antusias blogger Indonesia menyambut kehadiran program satu ini. Hal ini saya kaitkan dengan harga review yang (saat ini) minimal hanya Rp 10.000/review.


Begini. Saya mulai dengan membandingkan komisi minimal ReviewMu dengan dua situs paid review favorit saya, yakni Blogsvertise dan SponsoredReviews. Di Blogsvertise blogger minimal akan menerima komisi sebesar $2/review. Dengan kurs Rp 8.900/dolar (nilai kurs terakhir versi PayPal), komisi itu setara dengan Rp 17.800. Sedangkan SponsoredReviews memberikan komisi minimal $3.25 (65% dari $5, harga paling rendah) per review. Dikali Rp 8.900 hasilnya sama dengan Rp 28.925. Jelas jauh lebih besar dari komisi minimal yang diberikan ReviewMu, bukan?

Coba kita hitung-hitungan sebentar. Di ReviewMu, Anda harus menyelesaikan 10 review untuk memperoleh bayaran Rp 100.000. Di Blogsvertise, dengan asumsi tiap review dibayar $2 uang sebanyak Rp 100.000 bisa diraih hanya dengan menulis 6 review saja. Blogger yang terbiasa memperoleh grab bag task alias GBT malah menerima $10 (=Rp 89.000) per review. Di SponsoredReviews, uang Rp 100.000 sudah bisa didapat dengan hanya menulis 4 review senilai $3.25 yang merupakan harga minimal.

Berangkat dari perbandingan ini saya mempunyai satu pertanyaan besar: mampukah ReviewMu menarik minat para pemain paid review di Indonesia? Dengan komisi jauh lebih kecil dari situs paid review luar, saya rasa koq sulit ya. Kalaupun tertarik bergabung, maka mereka hanya akan mencari referal banyak-banyak sambil menunggu advertiser yang berani memberi bayaran tidak jauh dari komisi Blogsvertise atau SponsoredReviews (sebagai contoh). Kalau tidak ada ya mereka memilih fokus ke paid review luar.

Lho, jangan dibandingkan dengan situs luar dong! Kan standarnya beda? Mungkin ada di antara Anda yang protes begitu. Oke itu memang betul. Tapi di mata blogger yang paling penting adalah seberapa banyak mereka akan dibayar. Blogger tentu akan membandingkan masalah komisi ini sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan satu program tertentu. Bila program A menawarkan bayaran minimal $2 atau $3.25, kenapa mereka harus tertarik bergabung dengan program B yang hanya memberi komisi minimal Rp 10.000 (=$1.1)? Lagipula sekarang jasa content writer menjamur. Artinya, keterbatasan bahasa Inggris sudah bukan menjadi kendala besar untuk mengeruk dolar dari paid review luar.

Bagi blogger pemula yang belum tahu banyak tentang paid review atau jarang menerima task/opportunity dari paid review luar, ReviewMu tentu akan menjadi primadona. Namun Cosa Aranda dan timnya mesti bekerja lebih keras lagi untuk dapat mengundang minat pemain-pemain paid review yang biasa menerima bayaran minimal $10/review. Terlebih lagi untuk mengundang minat jagoan-jagoan paid review seperti Indra Diky atau Toni Jauhari.

Kalau saya boleh memberi masukan, sebaiknya ReviewMu segera menaikkan harga minimalnya. Alasannya? Bila harga minimal tetap Rp 10.000/review, maka bisa dipastikan semua advertiser hanya akan membayar sebesar itu. Bisa dipastikan pula kalau semua task/opportunity yang ada harganya hanya Rp 10.000. Koq bisa? Bayangkan saja jika Anda yang jadi advertiser, tentu Anda akan berpikir “kenapa mesti membayar lebih kalau Rp 10.000 saja dibolehkan?” Di lain pihak blogger akan berpikir, “kenapa saya mesti menulis review seharga Rp 10.000 kalau di tempat lain bisa dapat lebih?” Iya, kan?

Nah, dengan menaikkan harga minimal secara otomatis ReviewMu juga menaikkan standar komisi yang tentunya akan mengundang minat lebih banyak blogger untuk bergabung. Termasuk juga para jagoan paid review. Nah, dengan memiliki banyak blogger sebagai membernya, tentu saja akan lebih mudah lagi bagi ReviewMu untuk menggaet advertiser. Kalau sudah begini baik blogger, advertiser, maupun pengelola ReviewMu sama-sama diuntungkan. Bukankah itu yang sejak semula diinginkan Mas Cosa?

Bagaimana pendapat Anda?


« Selanjutnya
Sebelumnya »

40 komentar:

  1. Pertamaxxxxx!
    Saya sangat salut dengan daya kritis Mas Eko di postingan ini. Memang benar, bisnis paid review dalam negeri belumlah sehebat dan seberkembang di LN. Secara keseluruhan juga bisnis INTERNET di negeri ini masih berjalan seperti siput, meskipun untuk kalangan blogger/publisher sama menjamurnya dengan Eropa. :)

    Setidaknya, kehadiran ReviewMu sudah memberikan angin segar, sekaligus membuka pintu berkembangnya bisnis internet marketing di negeri besar ini. Meski kalah bersaing di bidang harga dan opportunity, minimal ReviewMu masih punya sebuah kelebihan: Blogger bisa menulis review dalam bahasa Indonesia!

    Bukan begitu?

    BalasHapus
  2. hu uh mas ketoke kekecilan, apa lagi bayarannya nunggu 100rebu, gimana bisa dapat seratus rebu kalau sementara advertisernya baru 3 :D jadi untuk sementara memang Reviewmu belum bisa diandalkan (dari segi komisi)
    mudah2an seiring berjalannya waktu semakin banyak advertiser2 yang gabung di reviewMu,

    BalasHapus
  3. terima kasih untuk masukannya, nanti aku teruskan ke tim yg lebih berwenang

    BalasHapus
  4. moga2 kedepannya akan lebih banyak advertiser yang bergabung dengan reviewmu

    BalasHapus
  5. iya tuh, kekecilan, saya aja daftar patok hrga 100rb buat blogQ :D

    BalasHapus
  6. saya kira untuk tahap awal gak apa2 dihargai segitu, bila sdh banyak advertisenya..baru harganya di rubah =))

    BalasHapus
  7. Kayaknya, Reviewmu ini ditujukan bagi blogger newbie banget, yang alexa ranknya, di atas 1 juta. Karena blog dengan ranking alexa tinggi kayak ecko, kagak mungkin kan buang2 waktu buat ngereview dengan bayaran murah. Jadi intinya, kasih kesempatan donk buat yang newbie banget buat cari duit dari paid review lokal, yang dah profesional, kagak boleh ikut, gitu...
    heheheh maksa banget.

    BalasHapus
  8. wkwkwk dikit banget bayarannya 8-}

    BalasHapus
  9. cuma 10 rb ya? he2
    trims infonya bos.... met idul fitri mohon maaf lahir batin

    BalasHapus
  10. Kalo di pikir2 emang jauh si nilainya..ya hitung2 belajar review sambil meningkatkan rating agar di terima di paid Review asing

    BalasHapus
  11. Wah..mantap nih..indo dah punya reviewmu

    BalasHapus
  12. Wah ini juga termasuk review yah mas eko, tapi saya yakin mas eko ga dibayar 10rb.

    hehehe, maaf, hanya iseng aja, agar pakde gak cepet tua.

    BalasHapus
  13. saya pernah daftar tapi kayaknya ga diterima mungkin???? :)]

    BalasHapus
  14. @ AstaQauliyah: Thanks, Pak Dokter. Saya cuma belajar jadi orang bawel aja. :)) Mudah-mudahan masukan ini bermanfaat buat Mas Cosa dan juga ReviewMu. Saya salut koq sama terobosan yang dilakukan Mas Cosa dengan ReviewMu ini. Cuma ya itu, saya terus terang aja masih pikir2 untuk serius di ReviewMu karena bayarannya minim. :D

    @ Persikers: Kita tunggu saja langkah selanjutnya. Mudah-mudahan komisinya bisa semakin ditingkatkan.

    @ Cosa: Ini Mas Cosa yang sesungguhnya ya? Kalo iya, ini cuma saran lho, Mas. Diterima ya monggo, tidak diterima ya tidak apa-apa. Toh, yang paling tahu "daleman"-nya ReviewMu kan Mas Cosa. Saya hanya bisa "nyawang" dari kejauhan saja, siapa tahu kurang tepat opininya. :D

    @ Ika: Yups, setuju banget!
    @ Badoer: 100 ribu yah? Wah, itu malah lebih gede dari harga GBT yang cuma $10 lho! :D
    @ Hawee: Iya juga sih. Yah, mana-mana yang terbaik buat ReviewMu dan juga blogger Indonesia deh.
    @ Firanza: Dasar...!
    @ Fanari: Baru permulaan, Bro. Kita tunggu saja selanjutnya gimana.
    @ Aha: Met idul fitri juga.. :D
    @ Bocah Iseng: :D juga. :))
    @ Theverno: Yup, emang bagus kalau untuk ajang latihan menulis review sebelum terjun di paid review asing.
    @ Kawel: :D
    @ Sumintar: Walah, Pakdhe bisa aja. :D
    @ Pencuri Kode: Jangan khawatir, pasti keterima koq.

    BalasHapus
  15. klo aku jujur aja, belum begitu faham ama paid review, terlalu bloon kali ya... :D moga aja nggak dech :D . Klo aku setuju aja dgn menaikkan harga minimal dan standar komisi, yg pastinya banyk yg berminat, ya gak mas eko :) :D

    BalasHapus
  16. Wah..hebat nih analisisnya..salut deh...
    Saya sendiri walaupun udah joint tapi masih ragu untuk memulainya...masalahnya bukan pada bayarannya..tetapi peluang mendapatkannya sepertinya meski jatuh bangun dulu yah..

    Ok. Mas Ecko lanjut terus artikel paid reviewnya biar saya banyak belajar dari sini nih..

    BalasHapus
  17. Oooooo baru tahu kalo ada Paid Review lokal! langsung cek ke TKP!!!!!!
    oh ya mas Ecko mau nanya nich..boleh gak klo dalam satu blog atau site diikut sertakan dalam beberapa program Paid Review ?
    Maaf ya mas pertanyaan nya kurang berbobot ! soalnya saya newbie banget!
    terima kasih atas infonya

    BalasHapus
  18. Saya yakin pasti bakal ada perubahan setelah tulisan ini terbaca pihan CAN :)
    _______________________________________________
    semua maunya jadi publiser.. advertiser, dung!
    _______________________________________________

    BalasHapus
  19. Walau bagaimanapun hal ini pantas diberi apresiasi mas ecko.

    Masalah fulusnya kekecilan memang sih...
    Tapi yang namanya produk dalam negeri wajib dijajal dahulu. Untuk komisi bisa kita beri masukan bersama.
    Memang apalah artinya uang Rp. 10.000. Gak sebanding dengan bayaran terkecilpun dari Blogsvertise yang lebih dari dua kali lipat.
    Jangan kasi alasan: "kan ngereviewnya pake bahasa Indonesia?"
    Ngereview pake bahasa Indonesia juga kudu bermutu khan?

    Thanks pak guru eko atas analisanya...

    BalasHapus
  20. Woo...bgs ntuh, stidaknya kehadiran reviewmu memberi nafas baru, dan dirahapkan bisa membwa perubahan yg lbh baik bg para blogger khususnya yg memiliki keterbatasan dalam berbahs inggris, lain kali boleh dicoba...tp skrg2 msh sulit buat ngutak-ngatik dulu, soalnya msh bnyk yg mesti Qkerjain slain ngurusin blog..hehe...tp makasih buat infonya. :)

    BalasHapus
  21. Analisa yang dalam, setuju Mas.
    Itu Bos Cosa juga udah membuka diri terhadap kritik Mas Ecko. Salut :D

    BalasHapus
  22. aku di reviewmu lom di approve... eh mau tanya.. SR error ya.. kok aku ga isa kerja job.. padahal ada banyak job numpuk dah mau deadline

    BalasHapus
  23. Saya tidak review-review-an, yang lebih penting adalah:
    Selamat Idul Fitri 1429H, mohon maaf lahir batin...

    BalasHapus
  24. Ya namanya juga baru jadi masih promosi.. namun saya justru melihat situasi harga minimum itu adalah upaya menarik Advertiser, ntar juga lama2 kalau advertiser dah banyak pasti harganya naik, iya ga? Karena saya belum gabung ke situ jadi ga bisa komen apa2, lagian duit dari ripiew juga masih dikit yang saya cicipi hihihihi

    BalasHapus
  25. @ Ugiq: Hehehe, saya mo bilang "Mas Cosa, komisisnya kekecilan tuh!" takut kena timpuk. Makanya buat posting ini biar jadi lebih masuk akal. :))
    @ Yopan Prihandi: Artikel saya yg dulu2 banyak membahas ttg paid review lho. Coba aja ditelusuri. :D
    @ Neka: Boleh, satu blog boleh diikutkan ke beberapa situs paid review sekaligus. Cuma kudu ati-ati, jangan sampe tar blognya isinya paid review semua. Google gak suka.
    @ MasArif: hehehe, saya kalo jadi advertiser bisanya cuma bayar 10rb/review, tar diketawain dong.
    @ Dody: Setuju banget, Mas. Di majalah-majalah itu sekali nulis advertorial bisa gede duitnya, padahal bahasa Indonesia juga. So, mungkin memang butuh waktu untuk mencapai harga yang ideal bagi advertiser maupun blogger. Kita tunggu saja.
    @ Sarah: Iya, Non. beberes gih, dah mau lebaran nih. :D
    @ Qisthon: Ya, mudah-mudahan itu bener-bener Mas Cosa dan mudah-mudahan saya tidak salah memberi komentar terhadap nilai komisi minimal ReviewMu.
    @ Malapu: SR error? Nggak tuh, Bro.
    @ Andy MSE: Met lebaran juga, Pak. Mohon maaf lahir-batin. Semoga semua kesalahan saya dimaafkan.
    @ Zalukhu: Memang masih dilema juga sih bagi CAN. Di satu sisi ingin meraih advertiser banyak2 dengan cara memberi harga rendah, tapi di sisi lain blogger-nya minta harga yang tinggi karena sudah terbiasa dibayar dolar. Mudah-mudahan saja bisa ditemukan solusi terbaik. :D

    BalasHapus
  26. maaf mas, ga nyambung

    saya blogger baru nih, cuma mau salam kenal aja :)

    BalasHapus
  27. Trims Mas Ecko artikelnya... Jadi pengen ngikut nich :D

    BalasHapus
  28. Kl bayaran sekali review cuma sekitar $1,1 memang tergolong sangat kecil. sebab, dengan modal blog PR 3 yang didaftarkan di blogsvertise, kita bisa mendapatkan GBT $10 hampir setiap hari.

    Misalnya kita beli blog PR 3 seharga $30, dengan 3 kali review saja kita sudah balik modal. selebihnya kita tinggal memetik keuntungan.

    BalasHapus
  29. Ya om Ecko....blogger harus diuntungkan karena sekarang semuanya hampir ada dimana-mana blogger itu. Yang masih jadi kendala,,,advertisernya mungkin masih dirasa belum terlalu kuat untuk mengeluarkan biaya yang cukup besar,,,jadi masih harus dicarikan solusi terbaik. Misal: 80:20 utk blogger:broker. Misal saja,,,biar bloggernya semakin semangat mengerjakan review yang tidak terlalu kecil.

    BalasHapus
  30. waduh masuk daftar jagoan :D *maluuu*

    BalasHapus
  31. @ nick tanpa link: Gpp, numpang lewat juga boleh koq. :D Salam kenal juga ya...
    @ Adellia: Serius nih? Bukannya lebih asyik jualan??? :D
    @ Abang: Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, bang. Btw, thanks udah mampir.
    @ Giredo: Hehehe, usul bagus tuh! Mudah-mudahan Mas Cosa baca usulan Giredo.
    @ konsultasi kesehatan: Thanks, Pak Dokter.
    @ Tony: Kan emang jagoannya paid review???

    BalasHapus
  32. namanya juga masih baru..jadi wajar dunk kalo advertisernya msh dikit :D
    cuman yang jadi masalah nih knapa ya kok harus punya minimal 2 blog?
    padahal newbie spt saya ini ngurus satu blog aja udah menyita banyak waktu ~x(..
    salut deh buat mas eko kritikannya bagus banget :)

    BalasHapus
  33. Saya setuju ama pandapat di atas, sebuah perusahaan pasti akan memilih efisiensi, klo dgn 10 ribu bisa promosi, kenapa harus lebih. Semoga review lokal makin ngetop...

    BalasHapus
  34. Coba aja klo ada team marketting dr reviewmu yg tangguh, pasti akn dapat advertiser yg brani bayar mahal. Efeknya, blogger jg ikut kecipratan.

    BalasHapus
  35. hehehe aku terpaksa sombong ga pernah bid yang 10ribu :D

    BalasHapus
  36. memang riviemu dimaklum masih baru, tapi mari kita besarkan bersama. saya berharap baik pengelola maupun para advedtiser juga para jagoan paid review Indonesia menyempatkan diri duduk bersama untuk agar paid review kita ini tumbuh berkembang dan dinikmati oleh kita semua. karena negeri ini adalah pasar yang potensial. jadi selain memikirkan untuk mendapat komisi yang sesuai, cobalah bagi pemikiran para jagoan review untuk turut membesarkan reviewmu. dan nantinya bagi semacam saya yang masih awam mudah-mudahan bisa ikutan. hehehe. (udang di balik batu)

    BalasHapus
  37. great info nih..
    apalagi buat seorang newbie seperti saya ini..
    tapi, kebetulan saya baru aja daftar reviewmu ni mas... gimana donk???

    BalasHapus
  38. ternyata saya sangat telat..
    terima kasih atas infonya

    BalasHapus