Selamat datang di ...

29 Mei 2008

Ini pengalaman pribadi saya dengan Blogvertise, salah satu program paid review andalan saya dalam menjaring dolar. Anda yang juga member Blogvertise mungkin pernah mengalami hal serupa, so jangan lupa berbagi ya. Buat yang belum pernah mengalami hal seperti ini, semoga saja cerita ini bisa jadi bahan referensi atau hitung-hitung biar ngerti kalau suatu saat mengalami kejadian serupa.

Ceritanya begini. Karena lagi terserang demam, saya beberapa hari sempat tidak online. Boro-boro untuk duduk sejam dua di warnet, lha wong setiap 10-15 menit sekali saya harus bolak-balik ke (maaf) toilet untuk 'setoran'. Lho, katanya demam, koq malah cerita bolak-balik ke toilet? Iya, saya demam karena (maaf lagi) mencret parah. Tahu sendiri kan kalau mencret alias diare itu bisa menguras cairan tubuh. Maka dari itulah saya drop dan demam dua hari dua malam. Sakiiiit...! :D

Nah, karena tidak online itulah beberapa task dari Blogvertise jadi terbengkalai. Tidak banyak sih, cuma ada beberapa review seharga $10. Sewaktu back to dunia maya, saya harus kebut-kebutan sama jadwal deadline yang tinggal hitungan jam. Alhamdulillah beberapa masih bisa disubmit tepat waktu walaupun di hari jatuh temponya. Eh, yang bikin dongkol, task terakhir koq ya malah sudah tidak diterima lagi karena sudah terhitung expired (padahal sudah kadung dipublikasikan). Duh, bisa melayang nih $10 untuk cadangan pemasukan bulan depan.

Awalnya saya mau pasrah. Biarin deh yang satu itu dihitung amal saja buat advertiser. :D Eh, tapi dipikir-pikir koq sayang juga ya. $10 dikali Rp 8.900 saja sudah jadi Rp 89.000, lumayan tuh buat makan beberapa hari. Lagipula blogger masa iya pasrah sama kondisi sih? BBM naik saja tidak takut, masa iya cuma hal sepele kaya gini mau pasrah? Nanti dulu. Tengsin dong! Maka sayapun coba-coba melayangkan 'pengaduan' ke Blogvertise melalui "Help Desk" mereka.

Saya tulis sebuah email yang menyatakan bahwa saya baru saja menyelesaikan satu task dan sudah dipublikasikan. Namun saat hendak men-submit task tersebut ternyata sistem menyatakan bahwa task saya expired. Dengan berlagak bloon saya protes, masa iya task yang dikerjakan tepat di hari ke-7 sejak saat diterima koq sudah dibilang expired? Kan seharusnya task tersebut expired terhitung sejak hari ke-8, bukan di hari ke-7. Tentu saja saya salah, wong aturan Blogvertise jelas-jelas menyatakan bahwa sebuah task akan expired setelah lewat 5 hari. Hehehe, namanya juga usaha. :D

Meskipun bernada protes, namun saya menggunakan bahasa Inggris kromo inggil alias yang sehalus mungkin. Kan lagi merayu biar $10-nya gak hangus nih ceritanya, jadi harus sopan dong bahasanya. Ternyata, eh, ternyata, tak lama kemudian datang email balasan dari Blogvertise (melalui Marie, biasanya kalau tidak Lori ya Cheryl). Isinya menyatakan bahwa task yang dinyatakan expired kemarin itu diaktifkan kembali. Jadi sama Blogvertise task tersebut di-reassign (entah bahasa Indonesianya apa) sehingga dihitung sebagai task baru. Horee, akhirnya $10 itu tidak jadi melayang deh. :D Tidak lupa setelah itu saya melayangkan sebuah email lagi yang menyatakan rasa terima kasih karena sudah me-reassign task tersebut.

Itu dia pengalaman saya. So, kalau suatu saat Anda mengalami kejadian serupa, kontak saja Blogvertise dan bilang bahwa task yang expired itu sudah terlanjur Anda kerjakan. Minta (atau mohon) pada Blogvertise untuk me-reassign task tersebut. Oya, jangan lupa berlagak bloon. :) Insya Allah Blogvertise dengan senang hati akan membantu Anda. Toh, kalau Anda memperoleh bonus Blogvertise juga bakal kecipratan. Jadi, pede aja lagi!

Semoga bermanfaat.

Ini pengalaman pribadi saya dengan Blogvertise, salah satu program paid review andalan saya dalam menjaring dolar. Anda yang juga member Blogvertise mungkin pernah mengalami hal serupa, so jangan lupa berbagi ya. Buat yang belum pernah mengalami hal seperti ini, semoga saja cerita ini bisa jadi bahan referensi atau hitung-hitung biar ngerti kalau suatu saat mengalami kejadian serupa.

Ceritanya begini. Karena lagi terserang demam, saya beberapa hari sempat tidak online. Boro-boro untuk duduk sejam dua di warnet, lha wong setiap 10-15 menit sekali saya harus bolak-balik ke (maaf) toilet untuk 'setoran'. Lho, katanya demam, koq malah cerita bolak-balik ke toilet? Iya, saya demam karena (maaf lagi) mencret parah. Tahu sendiri kan kalau mencret alias diare itu bisa menguras cairan tubuh. Maka dari itulah saya drop dan demam dua hari dua malam. Sakiiiit...! :D

Nah, karena tidak online itulah beberapa task dari Blogvertise jadi terbengkalai. Tidak banyak sih, cuma ada beberapa review seharga $10. Sewaktu back to dunia maya, saya harus kebut-kebutan sama jadwal deadline yang tinggal hitungan jam. Alhamdulillah beberapa masih bisa disubmit tepat waktu walaupun di hari jatuh temponya. Eh, yang bikin dongkol, task terakhir koq ya malah sudah tidak diterima lagi karena sudah terhitung expired (padahal sudah kadung dipublikasikan). Duh, bisa melayang nih $10 untuk cadangan pemasukan bulan depan.

Awalnya saya mau pasrah. Biarin deh yang satu itu dihitung amal saja buat advertiser. :D Eh, tapi dipikir-pikir koq sayang juga ya. $10 dikali Rp 8.900 saja sudah jadi Rp 89.000, lumayan tuh buat makan beberapa hari. Lagipula blogger masa iya pasrah sama kondisi sih? BBM naik saja tidak takut, masa iya cuma hal sepele kaya gini mau pasrah? Nanti dulu. Tengsin dong! Maka sayapun coba-coba melayangkan 'pengaduan' ke Blogvertise melalui "Help Desk" mereka.

Saya tulis sebuah email yang menyatakan bahwa saya baru saja menyelesaikan satu task dan sudah dipublikasikan. Namun saat hendak men-submit task tersebut ternyata sistem menyatakan bahwa task saya expired. Dengan berlagak bloon saya protes, masa iya task yang dikerjakan tepat di hari ke-7 sejak saat diterima koq sudah dibilang expired? Kan seharusnya task tersebut expired terhitung sejak hari ke-8, bukan di hari ke-7. Tentu saja saya salah, wong aturan Blogvertise jelas-jelas menyatakan bahwa sebuah task akan expired setelah lewat 5 hari. Hehehe, namanya juga usaha. :D

Meskipun bernada protes, namun saya menggunakan bahasa Inggris kromo inggil alias yang sehalus mungkin. Kan lagi merayu biar $10-nya gak hangus nih ceritanya, jadi harus sopan dong bahasanya. Ternyata, eh, ternyata, tak lama kemudian datang email balasan dari Blogvertise (melalui Marie, biasanya kalau tidak Lori ya Cheryl). Isinya menyatakan bahwa task yang dinyatakan expired kemarin itu diaktifkan kembali. Jadi sama Blogvertise task tersebut di-reassign (entah bahasa Indonesianya apa) sehingga dihitung sebagai task baru. Horee, akhirnya $10 itu tidak jadi melayang deh. :D Tidak lupa setelah itu saya melayangkan sebuah email lagi yang menyatakan rasa terima kasih karena sudah me-reassign task tersebut.

Itu dia pengalaman saya. So, kalau suatu saat Anda mengalami kejadian serupa, kontak saja Blogvertise dan bilang bahwa task yang expired itu sudah terlanjur Anda kerjakan. Minta (atau mohon) pada Blogvertise untuk me-reassign task tersebut. Oya, jangan lupa berlagak bloon. :) Insya Allah Blogvertise dengan senang hati akan membantu Anda. Toh, kalau Anda memperoleh bonus Blogvertise juga bakal kecipratan. Jadi, pede aja lagi!

Semoga bermanfaat.

27 Mei 2008


Orang miskin melihat seberapa besar penghasilannya lalu membatasi pengeluaran. Sedangkan orang kaya melihat seberapa besar pengeluarannya lalu meningkatkan penghasilan.” -- Robert T. Kiyosaki

Tingkatkan penghasilan! Itulah satu-satunya yang harus dilakukan menyikapi kenaikan harga BBM sejak 24 Mei lalu. Belajar dari kenaikan harga BBM sebelumnya, baik pada masa pemerintah Ibu Megawati maupun Bapak SBY, harga barang-barang lain pasti ikut terkatrol naik. Itu artinya pengeluaran bakal semakin besar. Kebutuhannya tetap, tapi uang yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan itu jadi lebih banyak.

Tidak ada gunanya meratapi nasib, juga tidak perlu menyesali sikap pemerintah yang tidak pro rakyat kecil. Yang harus dilakukan sekarang adalah berusaha mengalahkan keadaan sulit ini. Be creative! Kita punya akal punya pikiran, pasti bisa dong mengatasi persoalan ini. Seperti sudah saya katakan di posting sebelumnya, syaratnya hanya satu: buang jauh-jauh mental miskin!!!

Sehubungan dengan itu, saya sudah menyiapkan sejumlah rencana untuk menambah sumber penghasilan. Jujur saja selama ini pemasukan dari SponsoredReviews dan Blogvertise--keduanya adalah program andalan saya dalam menjaring dolar, tidak seperti yang diharapkan. Ditambah lagi harga BBM naik, maka jelas saya harus melakukan sesuatu agar dapat tetap menikmati hidup yang indah ini. Ya, saya tidak mau hanya sekedar bertahan hidup. Saya ingin menikmati hidup!

Apa saja rencananya? Ada beberapa, dan yang dapat saya beberkan di sini hanya dua saja (sisanya rahasia perusahaan ). Yang pertama adalah membangun situs baru yang khusus membagikan ebook gratis. Sumber pemasukannya antara lain dari Google AdSense, Ziddu, AdBrite dan beberapa program afiliasi lain. Agar peluang penghasilannya lebih besar, saya akan menggunakan bahasa Inggris sehingga dapat menjangkau pasar yang jauh lebih luas lagi. Untuk stok ebook-nya, selain rajin searching di Google saya sudah mencatat beberapa situs yang rutin memberikan ebook gratis. Jadi, yang saya lakukan hanyalah meredistribusikan ebook orang. 

Nah, rencana kedua ini yang lebih menantang. Saya sedang mencoba-coba menulis ebook sendiri untuk dijual. Topiknya beragam, yang jelas masih berhubungan dengan dunia blogging dan online earning. Bisa jadi panduan program tertentu, bisa juga tips blogging tertentu, atau bisa juga yang lainnya. Di mana saya akan menjual ebook-ebook tersebut? Tidak jauh-jauh. Saya akan memajangnya di blog ini, tepatnya di kategori “Products”. Masalah sistem pembayaran dan lain-lain sudah saya atur. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai rencana. Oya, harga yang saya patok tidak mahal koq. Setiap ebook rata-rata hanya dihargai sebesar $1.99 atau setara dengan Rp 17.711 dengan kurs Rp 8.900. Murah kan? Murah sekali!

Itulah salah dua di antara sekian rencana saya menambah sumber pemasukan. Ya, daripada berdemo berhari-hari dan ujung-ujungnya rusuh, atau sibuk mencaci-maki pemerintah, saya rasa lebih baik berpikir kreatif menyiasati meningkatnya biaya hidup sebagai imbas dari naiknya harga BBM. Setuju???


Orang miskin melihat seberapa besar penghasilannya lalu membatasi pengeluaran. Sedangkan orang kaya melihat seberapa besar pengeluarannya lalu meningkatkan penghasilan.” -- Robert T. Kiyosaki

Tingkatkan penghasilan! Itulah satu-satunya yang harus dilakukan menyikapi kenaikan harga BBM sejak 24 Mei lalu. Belajar dari kenaikan harga BBM sebelumnya, baik pada masa pemerintah Ibu Megawati maupun Bapak SBY, harga barang-barang lain pasti ikut terkatrol naik. Itu artinya pengeluaran bakal semakin besar. Kebutuhannya tetap, tapi uang yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan itu jadi lebih banyak.

Tidak ada gunanya meratapi nasib, juga tidak perlu menyesali sikap pemerintah yang tidak pro rakyat kecil. Yang harus dilakukan sekarang adalah berusaha mengalahkan keadaan sulit ini. Be creative! Kita punya akal punya pikiran, pasti bisa dong mengatasi persoalan ini. Seperti sudah saya katakan di posting sebelumnya, syaratnya hanya satu: buang jauh-jauh mental miskin!!!

Sehubungan dengan itu, saya sudah menyiapkan sejumlah rencana untuk menambah sumber penghasilan. Jujur saja selama ini pemasukan dari SponsoredReviews dan Blogvertise--keduanya adalah program andalan saya dalam menjaring dolar, tidak seperti yang diharapkan. Ditambah lagi harga BBM naik, maka jelas saya harus melakukan sesuatu agar dapat tetap menikmati hidup yang indah ini. Ya, saya tidak mau hanya sekedar bertahan hidup. Saya ingin menikmati hidup!

Apa saja rencananya? Ada beberapa, dan yang dapat saya beberkan di sini hanya dua saja (sisanya rahasia perusahaan ). Yang pertama adalah membangun situs baru yang khusus membagikan ebook gratis. Sumber pemasukannya antara lain dari Google AdSense, Ziddu, AdBrite dan beberapa program afiliasi lain. Agar peluang penghasilannya lebih besar, saya akan menggunakan bahasa Inggris sehingga dapat menjangkau pasar yang jauh lebih luas lagi. Untuk stok ebook-nya, selain rajin searching di Google saya sudah mencatat beberapa situs yang rutin memberikan ebook gratis. Jadi, yang saya lakukan hanyalah meredistribusikan ebook orang. 

Nah, rencana kedua ini yang lebih menantang. Saya sedang mencoba-coba menulis ebook sendiri untuk dijual. Topiknya beragam, yang jelas masih berhubungan dengan dunia blogging dan online earning. Bisa jadi panduan program tertentu, bisa juga tips blogging tertentu, atau bisa juga yang lainnya. Di mana saya akan menjual ebook-ebook tersebut? Tidak jauh-jauh. Saya akan memajangnya di blog ini, tepatnya di kategori “Products”. Masalah sistem pembayaran dan lain-lain sudah saya atur. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai rencana. Oya, harga yang saya patok tidak mahal koq. Setiap ebook rata-rata hanya dihargai sebesar $1.99 atau setara dengan Rp 17.711 dengan kurs Rp 8.900. Murah kan? Murah sekali!

Itulah salah dua di antara sekian rencana saya menambah sumber pemasukan. Ya, daripada berdemo berhari-hari dan ujung-ujungnya rusuh, atau sibuk mencaci-maki pemerintah, saya rasa lebih baik berpikir kreatif menyiasati meningkatnya biaya hidup sebagai imbas dari naiknya harga BBM. Setuju???

25 Mei 2008

Terhitung sejak tanggal 24 Mei 2008 pukul 00:00, pemerintah resmi menaikkan harga BBM. Angka kenaikkannya rata-rata sebesar 25%. Dengan demikian, premium yang sebelumnya dibanderol Rp 4.500/liter naik menjadi Rp 6.000. Minyak tanah yang semula dihargai Rp 2.500/liter naik menjadi sekitar Rp 3.000.

Bisa dipastikan, kenaikan ini akan menimbulkan efek domino luar biasa bagi perekonomian Indonesia. Berhubung BBM merupakan faktor vital bagi kegiatan ekonomi, maka ada banyak hal yang terpengaruh pada kenaikan ini. Ya, yang naik memang hanya BBM. Tapi mulai dari sayur-mayur, telur, ikan sampai komponen komputer membutuhkan BBM sebagai bahan bakar utama dalam proses distribusi. So, jangan heran kalau kemudian harga-harga kebutuhan lainnya juga akan ikut naik.


BBM sudah jelas naik, dan pemerintah tidak lagi membuka kesempatan untuk mendiskusikan alternatif lain yang lebih pro rakyat kecil (setidaknya sampai saat mereka memutuskan untuk menaikkan harga BBM). Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita menyikapinya?

Satu hal yang pasti, dengan kenaikan ini secara otomatis kebutuhan kita akan jadi lebih besar seiring dengan meningkatnya harga barang. Perhitungan kasarnya, jika sebelumnya gaji Rp 500 ribu cukup untuk hidup sebulan, maka mulai sekarang malah terasa sangat kurang. Kalau Wapres Jusuf Kalla bilang bahwa kenaikan harga BBM tidak akan menambah jumlah orang miskin, bisa jadi beliau benar. Tapi yang jelas kehidupan rakyat Indonesia tidak akan pernah sama lagi seperti sebelumnya. Yang tadinya bisa hidup mewah dengan gaji Rp 2 juta sebulan, maka sekarang harus rela turun derajat menjadi kalangan menengah ke bawah. Bagaimana dengan rakyat yang hanya berpenghasilan Rp 200 ribu sebulan? Tanyakan saja pada Pak Kalla!

Nah, daripada ribut mempersoalkan kenaikan harga BBM, ada baiknya kita merenungi perkataan Robert T. Kiyosaki berikut: “Orang miskin melihat seberapa besar penghasilannya lalu membatasi pengeluaran. Sedangkan orang kaya melihat seberapa besar pengeluarannya lalu meningkatkan penghasilan.”

Sehubungan dengan kenaikan harga BBM, sudah jelas bahwa pengeluaran kita akan jauh lebih besar dari sebelumnya. Kalau sudah tahu begitu, apa yang harus dilakukan? Berdemo berhari-hari menuntut pembatalan kenaikan BBM? Atau memohon pada aparat desa agar dimasukkan sebagai orang miskin agar memperoleh BLT? Amit-amit! Alih-alih melakukan resistensi yang boleh dibilang percuma, kenapa tidak berupaya memperbesar penghasilan agar tetap dapat mempertahankan gaya hidup kita?

Jangan salah paham dulu. Saya prihatin harga BBM dinaikkan, tapi marilah kita berpikir positif. Jadikan kenaikan harga BBM ini sebagai momentum untuk mencapai penghasilan jauh lebih besar. Jadikan kenaikan harga BBM ini sebagai motivasi untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik lagi. Intinya, jadikan kenaikan harga BBM ini sebagai inspirasi untuk menjadi lebih baik. Jangan mau dikendalikan keadaan, tapi kitalah yang seharusnya mengendalikan keadaan. Jangan menyerah pada kenyataan, tapi kalahkanlah. Kita pasti bisa! Syaratnya hanya satu: buang jauh-jauh mental miskin!!!

Terhitung sejak tanggal 24 Mei 2008 pukul 00:00, pemerintah resmi menaikkan harga BBM. Angka kenaikkannya rata-rata sebesar 25%. Dengan demikian, premium yang sebelumnya dibanderol Rp 4.500/liter naik menjadi Rp 6.000. Minyak tanah yang semula dihargai Rp 2.500/liter naik menjadi sekitar Rp 3.000.

Bisa dipastikan, kenaikan ini akan menimbulkan efek domino luar biasa bagi perekonomian Indonesia. Berhubung BBM merupakan faktor vital bagi kegiatan ekonomi, maka ada banyak hal yang terpengaruh pada kenaikan ini. Ya, yang naik memang hanya BBM. Tapi mulai dari sayur-mayur, telur, ikan sampai komponen komputer membutuhkan BBM sebagai bahan bakar utama dalam proses distribusi. So, jangan heran kalau kemudian harga-harga kebutuhan lainnya juga akan ikut naik.


BBM sudah jelas naik, dan pemerintah tidak lagi membuka kesempatan untuk mendiskusikan alternatif lain yang lebih pro rakyat kecil (setidaknya sampai saat mereka memutuskan untuk menaikkan harga BBM). Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita menyikapinya?

Satu hal yang pasti, dengan kenaikan ini secara otomatis kebutuhan kita akan jadi lebih besar seiring dengan meningkatnya harga barang. Perhitungan kasarnya, jika sebelumnya gaji Rp 500 ribu cukup untuk hidup sebulan, maka mulai sekarang malah terasa sangat kurang. Kalau Wapres Jusuf Kalla bilang bahwa kenaikan harga BBM tidak akan menambah jumlah orang miskin, bisa jadi beliau benar. Tapi yang jelas kehidupan rakyat Indonesia tidak akan pernah sama lagi seperti sebelumnya. Yang tadinya bisa hidup mewah dengan gaji Rp 2 juta sebulan, maka sekarang harus rela turun derajat menjadi kalangan menengah ke bawah. Bagaimana dengan rakyat yang hanya berpenghasilan Rp 200 ribu sebulan? Tanyakan saja pada Pak Kalla!

Nah, daripada ribut mempersoalkan kenaikan harga BBM, ada baiknya kita merenungi perkataan Robert T. Kiyosaki berikut: “Orang miskin melihat seberapa besar penghasilannya lalu membatasi pengeluaran. Sedangkan orang kaya melihat seberapa besar pengeluarannya lalu meningkatkan penghasilan.”

Sehubungan dengan kenaikan harga BBM, sudah jelas bahwa pengeluaran kita akan jauh lebih besar dari sebelumnya. Kalau sudah tahu begitu, apa yang harus dilakukan? Berdemo berhari-hari menuntut pembatalan kenaikan BBM? Atau memohon pada aparat desa agar dimasukkan sebagai orang miskin agar memperoleh BLT? Amit-amit! Alih-alih melakukan resistensi yang boleh dibilang percuma, kenapa tidak berupaya memperbesar penghasilan agar tetap dapat mempertahankan gaya hidup kita?

Jangan salah paham dulu. Saya prihatin harga BBM dinaikkan, tapi marilah kita berpikir positif. Jadikan kenaikan harga BBM ini sebagai momentum untuk mencapai penghasilan jauh lebih besar. Jadikan kenaikan harga BBM ini sebagai motivasi untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik lagi. Intinya, jadikan kenaikan harga BBM ini sebagai inspirasi untuk menjadi lebih baik. Jangan mau dikendalikan keadaan, tapi kitalah yang seharusnya mengendalikan keadaan. Jangan menyerah pada kenyataan, tapi kalahkanlah. Kita pasti bisa! Syaratnya hanya satu: buang jauh-jauh mental miskin!!!

21 Mei 2008

Bisakah Anda menjawab pertanyaan yang saya jadikan judul di atas? Memperoleh konten fresh dengan kopi paste rasanya koq sebuah hil yang mustahal ya? Eit, itu dulu! Ya, duluuuuuuuu banget. Istilah kerennya ‘jadul’. Sekarang ternyata hal itu mungkin koq dilakukan. Cuma ya yang namanya kopi paste tetap saja sebuah perbuatan yang tidak terpuji, apapun alasannya dan bagaimanapun metodenya. So, seperti trik ‘sesat’ SponsoredReviews yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, posting ini juga sangat tidak saya sarankan untuk diaplikasikan.

Buat member paid review yang bahasa Inggrisnya pas-pasan, menulis review sepanjang 200 kata bisa jadi masalah besar. Kalau program yang diikuti tidak ketat dengan masalah grammar mungkin tak jadi soal. Tulis saja asal English dan submit, gak penting gramatikanya benar atau malah membingungkan. Tapi mana ada sih program paid review yang tidak mengindahkan tentang pentingnya penggunaan grammar yang baik?


Beberapa blogger mungkin mengakalinya dengan cara pintas: kopi paste. Sepertinya memang menyelesaikan masalah sekaligus praktis. Namun sekali ketahuan broker ataupun advertiser bisa tamat riwayat Anda. Terlebih lagi sekarang ada CopyScape, sebuah layanan yang dapat menemukan situs dengan konten yang sama persis meski cuma beberapa kalimat saja. So, berhati-hatilah dengan kopi-paste! Jangan sampai tertangkap basah CopyScape.

Selain trik kopi paste yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, ada satu cara mudah lain untuk memperoleh fresh content dengan kopi paste. Apa itu? Gunakan saja Google Translate! Layanan penerjemah milik Google inilah yang akan membantu Anda memperoleh fresh content dengan cara kopi paste. Bagaimana caranya? Cukup cari artikel yang sesuai (tentunya dalam bahasa Inggris), lalu kopi dan terjemahkan ke bahasa lain. Setelah itu hasil terjemahan tadi diterjemahkan lagi ke bahasa lain lagi. Begitu seterusnya sampai 2-3 kali, dan akhirnya kembalikan lagi ke bahasa Inggris. Misalnya dari bahasa Inggris diterjemahkan ke bahasa Prancis, lalu dari bahasa Prancis diterjemahkan ke bahasa Jerman, dari bahasa Jerman diterjemahkan ke bahasa Belanda, dan dari bahasa Belanda diterjemahkan lagi ke bahasa Inggris. Dijamin, artikel hasil kopi paste tadi akan berubah menjadi sebuah artikel yang benar-benar berbeda dari aslinya.

Meski begitu Anda tetap harus peras keringat. Artikel terjemahan tadi masih harus diperbaiki beberapa susunan katanya karena pasti ada yang tidak sesuai atau terlihat lucu. Nah, koreksi dulu artikel tersebut baik-baik. Setelah benar baru deh di-publish ke blog. Dan selamat, Anda baru saja menjadi seorang peng-kopi-paste yang cerdik.

Btw, seperti sudah disampaikan di paragraf pertama, saya sangat tidak menyarankan penggunaan trik ini. Jika Anda memang kesulitan menulis review dalam bahasa Inggris, lebih baik gunakan jasa content writer. Tarifnya terbilang murah koq, antara $1-2 per 100 kata. Tapi kalau Anda ngotot memakai trik ini, tolong jangan bawa-bawa saya semisal terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan ya?

Bisakah Anda menjawab pertanyaan yang saya jadikan judul di atas? Memperoleh konten fresh dengan kopi paste rasanya koq sebuah hil yang mustahal ya? Eit, itu dulu! Ya, duluuuuuuuu banget. Istilah kerennya ‘jadul’. Sekarang ternyata hal itu mungkin koq dilakukan. Cuma ya yang namanya kopi paste tetap saja sebuah perbuatan yang tidak terpuji, apapun alasannya dan bagaimanapun metodenya. So, seperti trik ‘sesat’ SponsoredReviews yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, posting ini juga sangat tidak saya sarankan untuk diaplikasikan.

Buat member paid review yang bahasa Inggrisnya pas-pasan, menulis review sepanjang 200 kata bisa jadi masalah besar. Kalau program yang diikuti tidak ketat dengan masalah grammar mungkin tak jadi soal. Tulis saja asal English dan submit, gak penting gramatikanya benar atau malah membingungkan. Tapi mana ada sih program paid review yang tidak mengindahkan tentang pentingnya penggunaan grammar yang baik?


Beberapa blogger mungkin mengakalinya dengan cara pintas: kopi paste. Sepertinya memang menyelesaikan masalah sekaligus praktis. Namun sekali ketahuan broker ataupun advertiser bisa tamat riwayat Anda. Terlebih lagi sekarang ada CopyScape, sebuah layanan yang dapat menemukan situs dengan konten yang sama persis meski cuma beberapa kalimat saja. So, berhati-hatilah dengan kopi-paste! Jangan sampai tertangkap basah CopyScape.

Selain trik kopi paste yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, ada satu cara mudah lain untuk memperoleh fresh content dengan kopi paste. Apa itu? Gunakan saja Google Translate! Layanan penerjemah milik Google inilah yang akan membantu Anda memperoleh fresh content dengan cara kopi paste. Bagaimana caranya? Cukup cari artikel yang sesuai (tentunya dalam bahasa Inggris), lalu kopi dan terjemahkan ke bahasa lain. Setelah itu hasil terjemahan tadi diterjemahkan lagi ke bahasa lain lagi. Begitu seterusnya sampai 2-3 kali, dan akhirnya kembalikan lagi ke bahasa Inggris. Misalnya dari bahasa Inggris diterjemahkan ke bahasa Prancis, lalu dari bahasa Prancis diterjemahkan ke bahasa Jerman, dari bahasa Jerman diterjemahkan ke bahasa Belanda, dan dari bahasa Belanda diterjemahkan lagi ke bahasa Inggris. Dijamin, artikel hasil kopi paste tadi akan berubah menjadi sebuah artikel yang benar-benar berbeda dari aslinya.

Meski begitu Anda tetap harus peras keringat. Artikel terjemahan tadi masih harus diperbaiki beberapa susunan katanya karena pasti ada yang tidak sesuai atau terlihat lucu. Nah, koreksi dulu artikel tersebut baik-baik. Setelah benar baru deh di-publish ke blog. Dan selamat, Anda baru saja menjadi seorang peng-kopi-paste yang cerdik.

Btw, seperti sudah disampaikan di paragraf pertama, saya sangat tidak menyarankan penggunaan trik ini. Jika Anda memang kesulitan menulis review dalam bahasa Inggris, lebih baik gunakan jasa content writer. Tarifnya terbilang murah koq, antara $1-2 per 100 kata. Tapi kalau Anda ngotot memakai trik ini, tolong jangan bawa-bawa saya semisal terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan ya?

19 Mei 2008


Catatan: Untuk melengkapi posting-posting sebelumnya seputar PageRank dan search engine, kali ini saya hadirkan terjemahan bebas dari tulisan Daniel Scocco, pemilik DailyBlogTips.com yang juga pakar di bidang search engine optimization (SEO) dan promosi blog. Namanya terjemahan bebas, jadi ya suka-suka saya. Artikel yang saya terjemahkan ini aslinya berjudul “7 Ways to Make your Content Search Engine Friendly” yang terdapat di eBook “Chitika Blog Bash” halaman 47. Untuk memperoleh eBooknya, silakan klik di sini.

Konten memang raja, namun sebagus apapun konten blog Anda jika orang tidak dapat menemukannya di search engine sama saja bohong. Disukai atau tidak, mayoritas pengguna internet memulai petualangan di internet melalui Google (sebagai search engine terkemuka, Ecko), di mana mereka menemukan sebagian besar informasi yang dicari.

Jangan salah sangka dulu. Anda tentu saja harus menulis untuk pembaca yang tak lain adalah manusia, karena menulis semata-mata untuk search engine hanya akan menghasilkan artikel yang membosankan. Anda boleh saja menulis dengan menerapkan prinsip-prinsip SEO dasar, namun jangan korbankan kualitas tulisan. Berikut ini 7 cara untuk membuat konten yang search engine friendly:

1. Gunakan keyword terpilih: misalkan Anda menulis posting tentang gambar-gambar lucu yang Anda temui di internet, akan diberi judul apa posting tersebut? “What a funny image” atau “What a funny picture”? Dari sudut pandang pembaca mungkin tidak ada bedanya. Namun jika menggunakan judul yang kedua, peluang Anda untuk memperoleh trafik dari search engine jadi lebih besar karena “funny picture” 39 kali lebih banyak dicari ketimbang “funny image”. Anda dapat menggunakan layanan Overture milik Yahoo! untuk melakukan riset keyword.

2. Fokus pada keyword tertentu: tentunya bagus sekali jika Anda dapat menulis sejumlah topik dalam satu posting dan menempatkan semua topik tersebut dengan baik di search engine. Tapi realitanya tidak bisa seperti itu. Anda harus fokus pada satu topik di setiap posting untuk menjaga konsistensi keyword.

3. Gunakan keyword di judul posting: judul posting Anda merupakan faktor terpenting dalam sistem algoritma search engine. Idealnya judul posting mengandung keyword utama dari keseluruhan posting, dan tentu saja pastikan judulnya pendek namun deskriptif.

4. Gunakan keyword di tempat yang tepat: selain menempatkan keyword di judul posting, Anda juga dapat meletakkannya di beberapa tempat strategis lain di isi posting. Tempat strategis yang dimaksud adalah di awal dan akhir posting. Bisa merupakan kata pembuka atau penutup, bisa juga bagian dari kalimat awal atau kalimat terakhir. Biasanya search engine memberikan poin lebih pada keyword yang diletakkan pada tempat-tempat tersebut.

5. Gunakan alt tag dan title tag: saat menambahkan gambar, selalu gunakan alt tag dan title tag. Kedua tag ini digunakan oleh search engine untuk mengenali gambar tertentu dan tentunya akan menambah nilai bagi keyword yang digunakan.

6. Tebalkan keyword dan jadikan italic: jika digunakan dengan benar, penebalan dan peng-italic-an keyword tidak hanya akan membuat konten Anda lebih terstruktur, tapi juga akan memberikan nilai tambah bagi keyword tersebut.

7. Gunakan h2 dan h3 header: seperti halnya poin sebelumnya, penggunaan h2 dan h3 header akan membuat konten Anda lebih mudah diindeks oleh search engine. Selain itu search engine juga melihat judul, header dan subheader untuk menentukan topik apa yang dikandung sebuah halaman.

Itulah 7 cara yang disarankan Daniel Scocco. Kalau ingin melihat versi aslinya, silakan download eBook "Chitika Blog Bash" di sini, atau Anda dapat mengunjungi DailyBlogTips.com.com untuk memperoleh tips-tips segar seputar SEO dan blogging.

Semoga bermanfaat.


Catatan: Untuk melengkapi posting-posting sebelumnya seputar PageRank dan search engine, kali ini saya hadirkan terjemahan bebas dari tulisan Daniel Scocco, pemilik DailyBlogTips.com yang juga pakar di bidang search engine optimization (SEO) dan promosi blog. Namanya terjemahan bebas, jadi ya suka-suka saya. Artikel yang saya terjemahkan ini aslinya berjudul “7 Ways to Make your Content Search Engine Friendly” yang terdapat di eBook “Chitika Blog Bash” halaman 47. Untuk memperoleh eBooknya, silakan klik di sini.

Konten memang raja, namun sebagus apapun konten blog Anda jika orang tidak dapat menemukannya di search engine sama saja bohong. Disukai atau tidak, mayoritas pengguna internet memulai petualangan di internet melalui Google (sebagai search engine terkemuka, Ecko), di mana mereka menemukan sebagian besar informasi yang dicari.

Jangan salah sangka dulu. Anda tentu saja harus menulis untuk pembaca yang tak lain adalah manusia, karena menulis semata-mata untuk search engine hanya akan menghasilkan artikel yang membosankan. Anda boleh saja menulis dengan menerapkan prinsip-prinsip SEO dasar, namun jangan korbankan kualitas tulisan. Berikut ini 7 cara untuk membuat konten yang search engine friendly:

1. Gunakan keyword terpilih: misalkan Anda menulis posting tentang gambar-gambar lucu yang Anda temui di internet, akan diberi judul apa posting tersebut? “What a funny image” atau “What a funny picture”? Dari sudut pandang pembaca mungkin tidak ada bedanya. Namun jika menggunakan judul yang kedua, peluang Anda untuk memperoleh trafik dari search engine jadi lebih besar karena “funny picture” 39 kali lebih banyak dicari ketimbang “funny image”. Anda dapat menggunakan layanan Overture milik Yahoo! untuk melakukan riset keyword.

2. Fokus pada keyword tertentu: tentunya bagus sekali jika Anda dapat menulis sejumlah topik dalam satu posting dan menempatkan semua topik tersebut dengan baik di search engine. Tapi realitanya tidak bisa seperti itu. Anda harus fokus pada satu topik di setiap posting untuk menjaga konsistensi keyword.

3. Gunakan keyword di judul posting: judul posting Anda merupakan faktor terpenting dalam sistem algoritma search engine. Idealnya judul posting mengandung keyword utama dari keseluruhan posting, dan tentu saja pastikan judulnya pendek namun deskriptif.

4. Gunakan keyword di tempat yang tepat: selain menempatkan keyword di judul posting, Anda juga dapat meletakkannya di beberapa tempat strategis lain di isi posting. Tempat strategis yang dimaksud adalah di awal dan akhir posting. Bisa merupakan kata pembuka atau penutup, bisa juga bagian dari kalimat awal atau kalimat terakhir. Biasanya search engine memberikan poin lebih pada keyword yang diletakkan pada tempat-tempat tersebut.

5. Gunakan alt tag dan title tag: saat menambahkan gambar, selalu gunakan alt tag dan title tag. Kedua tag ini digunakan oleh search engine untuk mengenali gambar tertentu dan tentunya akan menambah nilai bagi keyword yang digunakan.

6. Tebalkan keyword dan jadikan italic: jika digunakan dengan benar, penebalan dan peng-italic-an keyword tidak hanya akan membuat konten Anda lebih terstruktur, tapi juga akan memberikan nilai tambah bagi keyword tersebut.

7. Gunakan h2 dan h3 header: seperti halnya poin sebelumnya, penggunaan h2 dan h3 header akan membuat konten Anda lebih mudah diindeks oleh search engine. Selain itu search engine juga melihat judul, header dan subheader untuk menentukan topik apa yang dikandung sebuah halaman.

Itulah 7 cara yang disarankan Daniel Scocco. Kalau ingin melihat versi aslinya, silakan download eBook "Chitika Blog Bash" di sini, atau Anda dapat mengunjungi DailyBlogTips.com.com untuk memperoleh tips-tips segar seputar SEO dan blogging.

Semoga bermanfaat.

17 Mei 2008

Masih berkaitan dengan cerita kenaikan pagerank EkoNurhuda.com, di posting sebelumnya saya menyampaikan 3 hal yang disinyalir menjadi penyebab utama kenaikan pagerank blog ini. Hal pertama adalah linkback, satu faktor yang disepakati oleh seluruh pakar SEO sebagai penentu peringkat sebuah blog atau situs. Semakin banyak linkback yang dimiliki oleh sebuah blog, maka kemungkinannya untuk memperoleh peringkat tinggi akan semakin besar. Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara memperoleh linkback?

Sebenarnya hal ini bukanlah perkara sulit. Saya punya 1 jalan untuk memperoleh linkback dengan mudah. Berhubung saya bukan pakar SEO, maka cara ini hanyalah metode sederhana saja. Kalau Anda suka cara-cara tidak sederhana alias teknik tingkat tinggi, posting ini bukan untuk Anda. Namun berdasarkan pengalaman pribadi, saya menjumpai bahwa metode amatiran ini ampuh juga untuk mengumpulkan linkback dan ujung-ujungnya menaikkan peringkat serta popularitas blog. Apa itu?

Kunci memperoleh linkback sebenarnya terletak pada kesediaan kita untuk berinteraksi dengan blogger lain. Pepatah “tak kenal maka tak sayang” juga berlaku di blogosphere, hanya redaksinya saja yang sedikit berubah menjadi “tak kenal maka tak dapat linkback”.  Jadi, kalau ingin blog Anda di-link banyak blog, berinteraksilah dengan blogger lain. Caranya? Tak lain tak bukan tentu saja dengan blogwalking alias mengunjungi blog lain di luar sana.

Carilah sejumlah blog yang memiliki kesesuaian tema dengan blog Anda, lalu kunjungi secara rutin. Jangan sekedar berkunjung saja, tapi tinggalkanlah komentar di posting terbarunya. Terlebih lagi jika belum ada yang berkomentar di situ. Berikan pandangan atau persetujuan Anda terhadap apa yang dituliskan blogger tersebut dan ucapkan salam perkenalan. Dari sini, hubungan Anda dengan blogger tersebut lambat laun akan menjadi semakin dekat dan dekat. Nah, setelah dirasa akrab barulah saling bertukar link. Bukankah akan lebih mudah meminta atau memberi sesuatu (termasuk link) pada orang yang sudah dikenal?

Keuntungan lain dari meninggalkan komentar adalah kemungkinan memperoleh linkback langsung tanpa harus bertukar link dengan pemilik blog. Ini berlaku untuk blog yang menganut paham dofollow, di mana orang-orang yang berkomentar secara otomatis akan memperoleh linkback dari komentarnya tersebut. Tentunya akan lebih fair jika Anda juga mengaktifkan fasilitas dofollow di kolom komentar Anda. Btw, atas saran Bang Zalukhu blog ini akhirnya mengubah status nofollow menjadi dofollow. Jadi, silakan berkomentar jika ingin memperoleh linkback.

Setelah rajin blogwalking dan meninggalkan komentar, tentunya kini blog Anda akan kebanjiran komentar. Hal penting selanjutnya yang mesti Anda lakukan adalah menjawab komentar tersebut dan mengunjungi blog pengunjung yang meninggalkan komentar. Jadi, blogwalking—berkomentar—menjawab komentar di blog—berkunjung balik, begitulah siklusnya terus berulang-ulang. Gampang, bukan? Selama masih ingin eksis di jagat blogosphere, Anda tidak boleh bosan melakukan hal tersebut seumur hidup.

Itu saja cara sederhananya. Semoga bermanfaat.

Masih berkaitan dengan cerita kenaikan pagerank EkoNurhuda.com, di posting sebelumnya saya menyampaikan 3 hal yang disinyalir menjadi penyebab utama kenaikan pagerank blog ini. Hal pertama adalah linkback, satu faktor yang disepakati oleh seluruh pakar SEO sebagai penentu peringkat sebuah blog atau situs. Semakin banyak linkback yang dimiliki oleh sebuah blog, maka kemungkinannya untuk memperoleh peringkat tinggi akan semakin besar. Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara memperoleh linkback?

Sebenarnya hal ini bukanlah perkara sulit. Saya punya 1 jalan untuk memperoleh linkback dengan mudah. Berhubung saya bukan pakar SEO, maka cara ini hanyalah metode sederhana saja. Kalau Anda suka cara-cara tidak sederhana alias teknik tingkat tinggi, posting ini bukan untuk Anda. Namun berdasarkan pengalaman pribadi, saya menjumpai bahwa metode amatiran ini ampuh juga untuk mengumpulkan linkback dan ujung-ujungnya menaikkan peringkat serta popularitas blog. Apa itu?

Kunci memperoleh linkback sebenarnya terletak pada kesediaan kita untuk berinteraksi dengan blogger lain. Pepatah “tak kenal maka tak sayang” juga berlaku di blogosphere, hanya redaksinya saja yang sedikit berubah menjadi “tak kenal maka tak dapat linkback”.  Jadi, kalau ingin blog Anda di-link banyak blog, berinteraksilah dengan blogger lain. Caranya? Tak lain tak bukan tentu saja dengan blogwalking alias mengunjungi blog lain di luar sana.

Carilah sejumlah blog yang memiliki kesesuaian tema dengan blog Anda, lalu kunjungi secara rutin. Jangan sekedar berkunjung saja, tapi tinggalkanlah komentar di posting terbarunya. Terlebih lagi jika belum ada yang berkomentar di situ. Berikan pandangan atau persetujuan Anda terhadap apa yang dituliskan blogger tersebut dan ucapkan salam perkenalan. Dari sini, hubungan Anda dengan blogger tersebut lambat laun akan menjadi semakin dekat dan dekat. Nah, setelah dirasa akrab barulah saling bertukar link. Bukankah akan lebih mudah meminta atau memberi sesuatu (termasuk link) pada orang yang sudah dikenal?

Keuntungan lain dari meninggalkan komentar adalah kemungkinan memperoleh linkback langsung tanpa harus bertukar link dengan pemilik blog. Ini berlaku untuk blog yang menganut paham dofollow, di mana orang-orang yang berkomentar secara otomatis akan memperoleh linkback dari komentarnya tersebut. Tentunya akan lebih fair jika Anda juga mengaktifkan fasilitas dofollow di kolom komentar Anda. Btw, atas saran Bang Zalukhu blog ini akhirnya mengubah status nofollow menjadi dofollow. Jadi, silakan berkomentar jika ingin memperoleh linkback.

Setelah rajin blogwalking dan meninggalkan komentar, tentunya kini blog Anda akan kebanjiran komentar. Hal penting selanjutnya yang mesti Anda lakukan adalah menjawab komentar tersebut dan mengunjungi blog pengunjung yang meninggalkan komentar. Jadi, blogwalking—berkomentar—menjawab komentar di blog—berkunjung balik, begitulah siklusnya terus berulang-ulang. Gampang, bukan? Selama masih ingin eksis di jagat blogosphere, Anda tidak boleh bosan melakukan hal tersebut seumur hidup.

Itu saja cara sederhananya. Semoga bermanfaat.

13 Mei 2008

Privacy Policy Statement
EkoNurhuda.com's site member

Thank you for visiting our web site. This privacy policy tells you how we use personal information collected at this site. Please read this privacy policy before using the site or submitting any personal information. By using the site, you are accepting the practices described in this privacy policy. These practices may be changed, but any changes will be posted and changes will only apply to activities and information on a going forward, not retroactive basis. You are encouraged to review the privacy policy whenever you visit the site to make sure that you understand how any personal information you provide will be used.

Note: the privacy practices set forth in this privacy policy are for this web site only. If you link to other web sites, please review the privacy policies posted at those sites.

Collection of Information
We may collect personally identifiable information, like names, postal addresses, email addresses, etc., when voluntarily submitted by our visitors. The information you provide is used to fulfill you specific request. This information is only used to fulfill your specific request, unless you give us permission to use it in another manner, for example to add you to one of our mailing lists.

Cookie/Tracking Technology
The Site may use cookie and tracking technology depending on the features offered. Cookie and tracking technology are useful for gathering information such as browser type and operating system, tracking the number of visitors to the Site, and understanding how visitors use the Site. Cookies can also help customize the Site for visitors. Personal information cannot be collected via cookies and other tracking technology, however, if you previously provided personally identifiable information, cookies may be tied to such information. Aggregate cookie and tracking information may be shared with third parties. The Site or the advertisers on the Site may use cookies and/or web beacons to collect data in the ad serving process.

Distribution of Information
We may share information with governmental agencies or other companies assisting us in fraud prevention or investigation. We may do so when: (1) permitted or required by law; or, (2) trying to protect against or prevent actual or potential fraud or unauthorized transactions; or, (3) investigating fraud which has already taken place. The information is not provided to these companies for marketing purposes.

Commitment to Data Security
Your personally identifiable information is kept secure. Only authorized employees, agents and contractors (who have agreed to keep information secure and confidential) have access to this information. All emails and newsletters from this site allow you to opt out of further mailings.

Privacy Contact Information
If you have any questions, concerns, or comments about our privacy policy you may contact us using the information below:

By e-mail: eko.nurhuda@gmail.com
By Phone: +62-81368978402

We reserve the right to make changes to this policy. Any changes to this policy will be posted.

Eko Nurhuda SUDJARWO
www.EkoNurhuda.com


EkoNurhuda.com's networks are: http://blog.EkoNurhuda.com, www.BestEbook.info

Privacy Policy Statement
EkoNurhuda.com's site member

Thank you for visiting our web site. This privacy policy tells you how we use personal information collected at this site. Please read this privacy policy before using the site or submitting any personal information. By using the site, you are accepting the practices described in this privacy policy. These practices may be changed, but any changes will be posted and changes will only apply to activities and information on a going forward, not retroactive basis. You are encouraged to review the privacy policy whenever you visit the site to make sure that you understand how any personal information you provide will be used.

Note: the privacy practices set forth in this privacy policy are for this web site only. If you link to other web sites, please review the privacy policies posted at those sites.

Collection of Information
We may collect personally identifiable information, like names, postal addresses, email addresses, etc., when voluntarily submitted by our visitors. The information you provide is used to fulfill you specific request. This information is only used to fulfill your specific request, unless you give us permission to use it in another manner, for example to add you to one of our mailing lists.

Cookie/Tracking Technology
The Site may use cookie and tracking technology depending on the features offered. Cookie and tracking technology are useful for gathering information such as browser type and operating system, tracking the number of visitors to the Site, and understanding how visitors use the Site. Cookies can also help customize the Site for visitors. Personal information cannot be collected via cookies and other tracking technology, however, if you previously provided personally identifiable information, cookies may be tied to such information. Aggregate cookie and tracking information may be shared with third parties. The Site or the advertisers on the Site may use cookies and/or web beacons to collect data in the ad serving process.

Distribution of Information
We may share information with governmental agencies or other companies assisting us in fraud prevention or investigation. We may do so when: (1) permitted or required by law; or, (2) trying to protect against or prevent actual or potential fraud or unauthorized transactions; or, (3) investigating fraud which has already taken place. The information is not provided to these companies for marketing purposes.

Commitment to Data Security
Your personally identifiable information is kept secure. Only authorized employees, agents and contractors (who have agreed to keep information secure and confidential) have access to this information. All emails and newsletters from this site allow you to opt out of further mailings.

Privacy Contact Information
If you have any questions, concerns, or comments about our privacy policy you may contact us using the information below:

By e-mail: eko.nurhuda@gmail.com
By Phone: +62-81368978402

We reserve the right to make changes to this policy. Any changes to this policy will be posted.

Eko Nurhuda SUDJARWO
www.EkoNurhuda.com


EkoNurhuda.com's networks are: http://blog.EkoNurhuda.com, www.BestEbook.info

11 Mei 2008

Eko Nurhuda SUDJARWO (Ecko) hanyalah seorang pendatang baru di dunia blogging. Menekuni “karir” sebagai blogger serius mulai awal bulan November 2007. Awalnya ia membuat banyak blog gratis di Blogger dengan satu tujuan: memperoleh penghasilan online melalui program Google AdSense. Namun akhirnya ia mengerti kalau blogging bukanlah semata-mata perkara make money. Ada banyak hal yang jauh lebih berharga daripada uang yang bisa didapatkan dengan ngeblog. Satu di antaranya yang sangat tidak ternilai adalah: jalinan persahabatan yang tulus.

Blog ini merupakan blog pertamanya yang memakai nama domain sendiri. Sekaligus menjadi blog pertamanya yang telah memberikan banyak kenalan baru di seluruh penjuru Indonesia tercinta. Plus, blog ini pula yang membuatnya bisa memperoleh penghasilan dari berbagai program online earning. Kebetulan program paid review adalah yang paling banyak menyumbangkan penghasilan baginya.

Blogger dari Jambi kelahiran Palembang ini sekarang menetap di Jogja, tengah berusaha merampungkan studi ‘karet’-nya di Jurusan Jurnalistik Akademi Komunikasi Yogyakarta (AKY). Selain kegiatan akademik di kampus, ia memusatkan seluruh pikiran dan tenaganya pada peningkatan penghasilan dari beragam program online earning yang ia ikuti. Doakan semoga berhasil ya…

Oya, untuk mengetahui 10 hal yang agak pribadi mengenai saya, silakan baca di sini. Kalau mau mengontak saya secara pribadi silakan isi form kontak.

Terima kasih.

Eko Nurhuda SUDJARWO (Ecko) hanyalah seorang pendatang baru di dunia blogging. Menekuni “karir” sebagai blogger serius mulai awal bulan November 2007. Awalnya ia membuat banyak blog gratis di Blogger dengan satu tujuan: memperoleh penghasilan online melalui program Google AdSense. Namun akhirnya ia mengerti kalau blogging bukanlah semata-mata perkara make money. Ada banyak hal yang jauh lebih berharga daripada uang yang bisa didapatkan dengan ngeblog. Satu di antaranya yang sangat tidak ternilai adalah: jalinan persahabatan yang tulus.

Blog ini merupakan blog pertamanya yang memakai nama domain sendiri. Sekaligus menjadi blog pertamanya yang telah memberikan banyak kenalan baru di seluruh penjuru Indonesia tercinta. Plus, blog ini pula yang membuatnya bisa memperoleh penghasilan dari berbagai program online earning. Kebetulan program paid review adalah yang paling banyak menyumbangkan penghasilan baginya.

Blogger dari Jambi kelahiran Palembang ini sekarang menetap di Jogja, tengah berusaha merampungkan studi ‘karet’-nya di Jurusan Jurnalistik Akademi Komunikasi Yogyakarta (AKY). Selain kegiatan akademik di kampus, ia memusatkan seluruh pikiran dan tenaganya pada peningkatan penghasilan dari beragam program online earning yang ia ikuti. Doakan semoga berhasil ya…

Oya, untuk mengetahui 10 hal yang agak pribadi mengenai saya, silakan baca di sini. Kalau mau mengontak saya secara pribadi silakan isi form kontak.

Terima kasih.

10 Mei 2008

Silakan isi form di bawah ini untuk mengirim pesan persahabatan, memberi masukan dan kritik bagi EkoNurhuda.com, atau apapun yang ingin Anda sampaikan setelah membaca artikel-artikel di blog ini.




Ungkapan terima kasih tak terhingga saya haturkan atas kesediaan Anda mengontak saya si blogger super duper newbie ini. :))

Silakan isi form di bawah ini untuk mengirim pesan persahabatan, memberi masukan dan kritik bagi EkoNurhuda.com, atau apapun yang ingin Anda sampaikan setelah membaca artikel-artikel di blog ini.




Ungkapan terima kasih tak terhingga saya haturkan atas kesediaan Anda mengontak saya si blogger super duper newbie ini. :))

09 Mei 2008

07 Mei 2008

Seumur-umur menjadi blogger, belum pernah sekalipun saya ikut forum-forum blogger tertentu. Baik yang sifatnya formil, maupun sekedar nongkrong-nongkrong. Bukannya sombong, saya itu justru pemalu sekali. Merasa masih anak bawang di jagat blogosphere, saya gak punya cukup mental untuk join sama blogger lain. Apalagi blogger kelas-kelas senior di komunitas beken macam CahAndong, Jumatan, dll.

Nah, terdorong oleh keinginan untuk menambah ilmu dan wawasan seputar blog, maka sayapun memutuskan ikut workshop dan talkshow seputar blog dalam rangkaian acara National IT eXpo (NIX) 2008 yang digelar di Joga Expo Center (JEC). Acara yang digawangi anak-anak CahAndong ini diadakan kemarin, mulai pukul 12.00-17.00. Tapi itu teori di atas kertas lho. Pada kenyataannya acara baru dimulai sekitar jam 1 kurang dikit banget. :D Biasalah, orang Indonesia gitu lho...

Acara terbagi atas 2 sesi. Yang pertama workshop pembuatan blog yang diisi oleh Ekowanz, dilanjutkan dengan talkshow yang dimoderatori oleh Tika. Di sinilah asyiknya. Panitia menghadirkan 3 pembicara yang cocok sekali dijadikan tempat belajar. Yaitu Herman Saksono (blogger senior dan web designer), FX Bambang Irawan (jurnalist Tabloid Sinyal) dan BM Adam dari Majalah InfoKomputer. Saya mencatat beberapa pandangan menarik dari mereka. Tentu saja ini hanya pandangan dan ketertarikan pribadi saya saja lho. Jadi, Anda yang juga hadir kemarin sangat mungkin menangkap hal menarik lain yang luput dari mata saya (Mba yangg cantik banget di stand Rumahweb mungkin :p).

Dari Herman Saksono saya mendapat pelajaran penting bahwa menjadi blogger merupakan satu proses. Kalau orang Italia punya pepatah "Roma tidak dibangun dalam semalam", maka blogger juga punya pepatah serupa tapi tak sama: "Blog tidak dibangun dalam semalam". Buat blog memang bisa kelar dalam hitungan menit. Tapi me-manage dan me-mantain blog itu yang butuh waktu serta proses sampai akhirnya kehadiran blog kita diterima oleh penghuni dunia maya lain. Awalnya mungkin yang mengunjungi dan membaca baru kita sendiri, tapi seiring perjalanan waktu lama-kelamaan bakal ramai. Intinya, jangan pernah berhenti berusaha menaikkan peringkat dan popularitas blog kalau ingin terus eksis di jagat blogosphere.

Kalau dari FX Bambang Irawan, ada 1 statement menarik yang saya tangkap. Menurutnya blog telah mengembalikan budaya Indonesia yang telah lama dilupakan, yakni budaya menulis dan membaca. Istilah kerennya sih kesusasteraan. Dulu Indonesia tenar karena kuatnya tradisi ini. Mulai dari jamannya Mpu Tantular, Mpu Kanwa dan Mpu-Mpu yang lain, lalu dilanjutkan oleh generasi Hamzah Fansuri, kemudian Chairil Anwar. Ya, Indonesia sempat punya karya-karya besar yang tak hanya dikenal di nusantara, tapi juga negara-negara serumpun bahkan mancanegara. Sekarang, seiring dengan makin banyaknya media hiburan, budaya membaca itu lambat-laun hilang. Lihat saja perpustakaan yang selalu sepi. Nah, menurut Bambang, blog berpotensi untuk mengembalikan budaya tersebut.

Pendapat BM Adam juga bagus. Menurut Managing Editor InfoKomputer ini blog merupakan wujud kerelaan kita untuk berbagi terhadap sesama. Ya berbagi ilmu, berbagi pengetahuan dan hal lain yang dibutuhkan orang lain. Yang tahu banyak soal Google AdSense menulis tentang seluk-beluk program tersebut di blognya, lalu yang lain lagi menulis topik lain yang dikuasainya. Tidak semua orang bisa berbagi lho, jadi blogger merupakan sosok-sosok yang patut diberi penghargaan khusus untuk itu.

Apalagi ya? Pokoknya acaranya seru banget deh. Bukan karena saya dapat souvenir dari RumahWeb, juga bukan karena saya lihat Gunawan pake kaos bertuliskan "I love Miyabi". Banyak ilmu dan wawasan yang saya dapat dari seluruh rangkaian acara ini. So, thanks a lot buat kru CahAndong.

Seumur-umur menjadi blogger, belum pernah sekalipun saya ikut forum-forum blogger tertentu. Baik yang sifatnya formil, maupun sekedar nongkrong-nongkrong. Bukannya sombong, saya itu justru pemalu sekali. Merasa masih anak bawang di jagat blogosphere, saya gak punya cukup mental untuk join sama blogger lain. Apalagi blogger kelas-kelas senior di komunitas beken macam CahAndong, Jumatan, dll.

Nah, terdorong oleh keinginan untuk menambah ilmu dan wawasan seputar blog, maka sayapun memutuskan ikut workshop dan talkshow seputar blog dalam rangkaian acara National IT eXpo (NIX) 2008 yang digelar di Joga Expo Center (JEC). Acara yang digawangi anak-anak CahAndong ini diadakan kemarin, mulai pukul 12.00-17.00. Tapi itu teori di atas kertas lho. Pada kenyataannya acara baru dimulai sekitar jam 1 kurang dikit banget. :D Biasalah, orang Indonesia gitu lho...

Acara terbagi atas 2 sesi. Yang pertama workshop pembuatan blog yang diisi oleh Ekowanz, dilanjutkan dengan talkshow yang dimoderatori oleh Tika. Di sinilah asyiknya. Panitia menghadirkan 3 pembicara yang cocok sekali dijadikan tempat belajar. Yaitu Herman Saksono (blogger senior dan web designer), FX Bambang Irawan (jurnalist Tabloid Sinyal) dan BM Adam dari Majalah InfoKomputer. Saya mencatat beberapa pandangan menarik dari mereka. Tentu saja ini hanya pandangan dan ketertarikan pribadi saya saja lho. Jadi, Anda yang juga hadir kemarin sangat mungkin menangkap hal menarik lain yang luput dari mata saya (Mba yangg cantik banget di stand Rumahweb mungkin :p).

Dari Herman Saksono saya mendapat pelajaran penting bahwa menjadi blogger merupakan satu proses. Kalau orang Italia punya pepatah "Roma tidak dibangun dalam semalam", maka blogger juga punya pepatah serupa tapi tak sama: "Blog tidak dibangun dalam semalam". Buat blog memang bisa kelar dalam hitungan menit. Tapi me-manage dan me-mantain blog itu yang butuh waktu serta proses sampai akhirnya kehadiran blog kita diterima oleh penghuni dunia maya lain. Awalnya mungkin yang mengunjungi dan membaca baru kita sendiri, tapi seiring perjalanan waktu lama-kelamaan bakal ramai. Intinya, jangan pernah berhenti berusaha menaikkan peringkat dan popularitas blog kalau ingin terus eksis di jagat blogosphere.

Kalau dari FX Bambang Irawan, ada 1 statement menarik yang saya tangkap. Menurutnya blog telah mengembalikan budaya Indonesia yang telah lama dilupakan, yakni budaya menulis dan membaca. Istilah kerennya sih kesusasteraan. Dulu Indonesia tenar karena kuatnya tradisi ini. Mulai dari jamannya Mpu Tantular, Mpu Kanwa dan Mpu-Mpu yang lain, lalu dilanjutkan oleh generasi Hamzah Fansuri, kemudian Chairil Anwar. Ya, Indonesia sempat punya karya-karya besar yang tak hanya dikenal di nusantara, tapi juga negara-negara serumpun bahkan mancanegara. Sekarang, seiring dengan makin banyaknya media hiburan, budaya membaca itu lambat-laun hilang. Lihat saja perpustakaan yang selalu sepi. Nah, menurut Bambang, blog berpotensi untuk mengembalikan budaya tersebut.

Pendapat BM Adam juga bagus. Menurut Managing Editor InfoKomputer ini blog merupakan wujud kerelaan kita untuk berbagi terhadap sesama. Ya berbagi ilmu, berbagi pengetahuan dan hal lain yang dibutuhkan orang lain. Yang tahu banyak soal Google AdSense menulis tentang seluk-beluk program tersebut di blognya, lalu yang lain lagi menulis topik lain yang dikuasainya. Tidak semua orang bisa berbagi lho, jadi blogger merupakan sosok-sosok yang patut diberi penghargaan khusus untuk itu.

Apalagi ya? Pokoknya acaranya seru banget deh. Bukan karena saya dapat souvenir dari RumahWeb, juga bukan karena saya lihat Gunawan pake kaos bertuliskan "I love Miyabi". Banyak ilmu dan wawasan yang saya dapat dari seluruh rangkaian acara ini. So, thanks a lot buat kru CahAndong.

04 Mei 2008

Setelah puas dengan euforia kenaikan PageRank yang tidak disangka-sangka sama sekali, kini saatnya kembali ke bumi alias sadar diri. Ya, mempunyai blog dengan PageRank 4 tidak otomatis menjadikan saya sebagai ahli internet, selebriti blog apalagi pakar SEO. Tidak, tidak, saya masih jauh dari sebutan-sebutan itu. Dan saya koq lebih memilih untuk tidak menjadi pakar atau ahli karena bila begitu berarti saya akan mentok. Biarlah saya tetap menjadi newbie yang akan terus belajar dari siapa saja yang lebih tahu dari apa yang saya ketahui.

Nah, omong-omong tentang belajar (dan suasananyapun tepat dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei lalu), sebuah talkshow seputar blog akan diadakan di Jogja. Tepatnya di arena pameran National IT eXpo (NIX) 2008 yang mengambil tempat di Jogja Expo Center (JEC). Ini adalah pameran IT, meskipun sekilas kelihatannya tak jauh beda dengan pameran komputer yang sering sekali digelar di sana. Saya tadinya juga sempat tidak peduli sama event itu, tapi berhubung salah satu (eh, tiga ding) agendanya menyangkut-nyangkut blog saya jadi lebih perhatian.

Buat Anda yang tinggal di Jogja, ketiga acara ini sama sekali tak boleh diabaikan. Yang pertama adalah workshop membuat blog yang akan membahas tentang pembuatan blog mulai dari awal. Mulai dari langkah-langkah membuat blog praktis, mengelola blog, sampai tahap peningkatan blog supaya terlihat lebih keren lagi. Acara yang akan dipandu oleh blogger-blogger senior ini diadakan hari Selasa, 6 Mei 2008, mulai jam 12.00-15.00. Belajar membuat blog dengan blogger senior selama 3 jam pasti ada banyak hal penting yang bisa kita dapatkan dari acara ini.

Nah, setelah workshop selesai acara dilanjutkan dengan talkshow bertajuk "Semuanya tentang Nge-Blog" yang bakal digelar dari jam 15.00-17.00. Topik yang dibahas antara lain tentang membuat blog yang menarik, manfaat ngeblog, serta blogging dari sudut pandang jurnalistik. Selain praktisi dari beberapa media cetak seputar IT, talkshow ini juga bakal menghadirkan Atika Nurkoestanti sebagai moderator. Kalau Anda tidak tahu siapa itu Atika Nurkoestanti benar-benar kebangetan deh. Ya, Mbak yang kebangetan ituh adalah pemilik TikaBanget.com. Sekarang tahu kan siapa dia?

Lalu acara ketiga adalah Live Blogging Competition yang digelar esok harinya, alias hari Rabu, 7 Mei 2008, mulai jam 12.00-17.00. Hadiah yang disediakan sebanyak total Rp 5 juta rupiah. Lumayan tuh buat tambah-tambah tabungan. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 3-7 Mei 2008 dengan mengisi formulir pendaftaran di sini. Sedangkan untuk mengetahui persyaratan lombanya, coba lihat saja sendiri di sini. Tapi kompetisi ini hanya terbatas bagi blogger yang berdomisili di Jogja. Buat yang tinggal di luar Jogja jangan ngiri ya? :p Buat blogger Jogja, ayo ramai-ramai ikut serta. Jangan berpikir tentang menang-kalah. Ikuti saja apapun hasil yang akan didapat karena saya pastikan ada banyak informasi dan pengetahuan penting yang bisa diperoleh dari kompetisi ini. So, jangan sampai gak ikut ya?

Banyak motivator mengatakan bahwa terus belajar dan memperbaiki diri adalah kunci dari kesuksesan. Dalam dunia blogging-pun kalimat itu berlaku. Siapa yang tidak pernah berhenti belajar tentunya akan semakin berkembang dan maju seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya, siapa yang sudah merasa ahli, pakar, pinter dan menutup diri, lama-kelamaan dia akan ditelan kesombongannya sendiri. Mumpung seluk-beluk blog diangkat di NIX 2008, kenapa tidak menjadikannya sebagai sarana menambah pengetahuan?

So, jangan pernah berhenti belajar! Long life education!

NB: Oya, acara ini disponsori oleh CahAndong, InfoKomputer dan RumahWeb.
Buat Tika, namanya sudah dibenerin tuh. Btw, masih trahnya Koes Plus ya..? :p

Setelah puas dengan euforia kenaikan PageRank yang tidak disangka-sangka sama sekali, kini saatnya kembali ke bumi alias sadar diri. Ya, mempunyai blog dengan PageRank 4 tidak otomatis menjadikan saya sebagai ahli internet, selebriti blog apalagi pakar SEO. Tidak, tidak, saya masih jauh dari sebutan-sebutan itu. Dan saya koq lebih memilih untuk tidak menjadi pakar atau ahli karena bila begitu berarti saya akan mentok. Biarlah saya tetap menjadi newbie yang akan terus belajar dari siapa saja yang lebih tahu dari apa yang saya ketahui.

Nah, omong-omong tentang belajar (dan suasananyapun tepat dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei lalu), sebuah talkshow seputar blog akan diadakan di Jogja. Tepatnya di arena pameran National IT eXpo (NIX) 2008 yang mengambil tempat di Jogja Expo Center (JEC). Ini adalah pameran IT, meskipun sekilas kelihatannya tak jauh beda dengan pameran komputer yang sering sekali digelar di sana. Saya tadinya juga sempat tidak peduli sama event itu, tapi berhubung salah satu (eh, tiga ding) agendanya menyangkut-nyangkut blog saya jadi lebih perhatian.

Buat Anda yang tinggal di Jogja, ketiga acara ini sama sekali tak boleh diabaikan. Yang pertama adalah workshop membuat blog yang akan membahas tentang pembuatan blog mulai dari awal. Mulai dari langkah-langkah membuat blog praktis, mengelola blog, sampai tahap peningkatan blog supaya terlihat lebih keren lagi. Acara yang akan dipandu oleh blogger-blogger senior ini diadakan hari Selasa, 6 Mei 2008, mulai jam 12.00-15.00. Belajar membuat blog dengan blogger senior selama 3 jam pasti ada banyak hal penting yang bisa kita dapatkan dari acara ini.

Nah, setelah workshop selesai acara dilanjutkan dengan talkshow bertajuk "Semuanya tentang Nge-Blog" yang bakal digelar dari jam 15.00-17.00. Topik yang dibahas antara lain tentang membuat blog yang menarik, manfaat ngeblog, serta blogging dari sudut pandang jurnalistik. Selain praktisi dari beberapa media cetak seputar IT, talkshow ini juga bakal menghadirkan Atika Nurkoestanti sebagai moderator. Kalau Anda tidak tahu siapa itu Atika Nurkoestanti benar-benar kebangetan deh. Ya, Mbak yang kebangetan ituh adalah pemilik TikaBanget.com. Sekarang tahu kan siapa dia?

Lalu acara ketiga adalah Live Blogging Competition yang digelar esok harinya, alias hari Rabu, 7 Mei 2008, mulai jam 12.00-17.00. Hadiah yang disediakan sebanyak total Rp 5 juta rupiah. Lumayan tuh buat tambah-tambah tabungan. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 3-7 Mei 2008 dengan mengisi formulir pendaftaran di sini. Sedangkan untuk mengetahui persyaratan lombanya, coba lihat saja sendiri di sini. Tapi kompetisi ini hanya terbatas bagi blogger yang berdomisili di Jogja. Buat yang tinggal di luar Jogja jangan ngiri ya? :p Buat blogger Jogja, ayo ramai-ramai ikut serta. Jangan berpikir tentang menang-kalah. Ikuti saja apapun hasil yang akan didapat karena saya pastikan ada banyak informasi dan pengetahuan penting yang bisa diperoleh dari kompetisi ini. So, jangan sampai gak ikut ya?

Banyak motivator mengatakan bahwa terus belajar dan memperbaiki diri adalah kunci dari kesuksesan. Dalam dunia blogging-pun kalimat itu berlaku. Siapa yang tidak pernah berhenti belajar tentunya akan semakin berkembang dan maju seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya, siapa yang sudah merasa ahli, pakar, pinter dan menutup diri, lama-kelamaan dia akan ditelan kesombongannya sendiri. Mumpung seluk-beluk blog diangkat di NIX 2008, kenapa tidak menjadikannya sebagai sarana menambah pengetahuan?

So, jangan pernah berhenti belajar! Long life education!

NB: Oya, acara ini disponsori oleh CahAndong, InfoKomputer dan RumahWeb.
Buat Tika, namanya sudah dibenerin tuh. Btw, masih trahnya Koes Plus ya..? :p