Selamat datang di ...

19 September 2009

Alhamdulillah, setelah berpuasa selama 30 hari dan berjuang melawan segala bentuk hawa nafsu, sampailah kita di hari kemenangan yang dinanti-nantikan. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya bisa juga saya puasa 30 hari penuh (saya mulai puasa hari Jumat, lebih cepat dari kalender pemerintah).

Karena itu, ijinkanlah saya untuk ikut merayakan hari nan fitri ini. Perkenankan saya ikut merayakan hari di mana semua kesalahan dilebur dan manusia-manusia beriman kembali suci seperti bayi. Tanpa berpanjang kata lagi saya ucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf lahir Batin

Foto diambil dari http://iceywicey.wordpress.com

Alhamdulillah, setelah berpuasa selama 30 hari dan berjuang melawan segala bentuk hawa nafsu, sampailah kita di hari kemenangan yang dinanti-nantikan. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya bisa juga saya puasa 30 hari penuh (saya mulai puasa hari Jumat, lebih cepat dari kalender pemerintah).

Karena itu, ijinkanlah saya untuk ikut merayakan hari nan fitri ini. Perkenankan saya ikut merayakan hari di mana semua kesalahan dilebur dan manusia-manusia beriman kembali suci seperti bayi. Tanpa berpanjang kata lagi saya ucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf lahir Batin

Foto diambil dari http://iceywicey.wordpress.com

05 September 2009

SEBENARNYA posting ini mau saya tulis tanggal 4 kemarin. Berhubung IM2 Broom ngadat 2 hari, jadilah baru bisa saya tulis dan diposting sekarang. Telat sih, tapi masih belum terlalu lama koq. Jadi tidak apa-apa kan ya? ^_^

Btw, ada apa dengan tanggal 4? Hari istimewakah?

Kalau tanggal 4 September kemarin sih tidak ada yang istimewa. Hari istimewanya justru tepat sebulan sebelumnya, alias tanggal 4 Agustus. Ya, pada hari itu saya memasuki satu babak baru dalam kehidupan saya. Dengan hati mantap saya mengucapkan akad nikah di hadapan Bapak Penghulu, petugas KUA, orang tua, mertua, dan seluruh sanak-saudara yang berkumpul di Masjid al-Munawaroh, Taman, Pemalang.

Ada kejadian menarik waktu itu. Sejak malam sebelum akad saya sudah menghapal ucapan qobul yang akan saya ucapkan pada saat akad. Malah saya juga diam-diam masih menghapal sambil menunggu bapak-bapak dari KUA datang. Eh, begitu ijab-qobul mau diucapkan, lha koq penghulunya malah ngasih kepekan alias contekan ke saya. So, cuma sekali saja selesai sudah ijab-qobulnya, para hadirin pun berdecak kagum. Saya sama istri cuma bisa tertawa geli. ^_^

Kejadiannya singkat sekali. Mengucapkan ijab-qobul rasa-rasanya tak sampai 10 menit. Tapi tahukah teman-teman, berapa lama saya (dan istri) harus menunggu momen itu? 3 tahun! Karenanya kami berdua langsung tersenyum lebar begitu pengucapan akad nikah selesai. Akhirnya....

Eits, saya sadar ini bukan akhir. Justru ini merupakan satu langkah awal bagi kehidupan saya yang sebenarnya. Satu titik yang menentukan akan menjadi manusia seperti apa saya nanti. Kini saya sudah punya amanah bernama keluarga, meskipun dalam keluarga itu baru ada saya dan istri. Bila amanah ini dapat saya jaga dengan baik, maka saya boleh berbangga hati disebut sebagai "suami yang baik". Tapi jika sebaliknya, naudzubillah min dzalik.

Dan tidak terasa sebulan pertama sudah saya lalui. Baru sebentar memang. Karenanya masih belum terasa benar halang-rintangnya. Terlebih saya dan istri masih SLJJ, saya di Jogja & istri tetap di Pemalang karena terikat mengajar di dua SD negeri di sana. Nanti kalau sudah jadi satu dengan istri, mungkin itulah saatnya saya benar-benar merasa punya keluarga, amanah yang menentukan di mana tempat saya di hari akhir kelak.

Oke, teman-teman. Pada peringatan sebulan pernikahan ini saya mohon doa dari teman-teman, semoga saya dan istri awet sampai akhir hayat. Semoga kami dapat membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. Amin.

Catatan: Foto-foto bisa dilihat di sini.

SEBENARNYA posting ini mau saya tulis tanggal 4 kemarin. Berhubung IM2 Broom ngadat 2 hari, jadilah baru bisa saya tulis dan diposting sekarang. Telat sih, tapi masih belum terlalu lama koq. Jadi tidak apa-apa kan ya? ^_^

Btw, ada apa dengan tanggal 4? Hari istimewakah?

Kalau tanggal 4 September kemarin sih tidak ada yang istimewa. Hari istimewanya justru tepat sebulan sebelumnya, alias tanggal 4 Agustus. Ya, pada hari itu saya memasuki satu babak baru dalam kehidupan saya. Dengan hati mantap saya mengucapkan akad nikah di hadapan Bapak Penghulu, petugas KUA, orang tua, mertua, dan seluruh sanak-saudara yang berkumpul di Masjid al-Munawaroh, Taman, Pemalang.

Ada kejadian menarik waktu itu. Sejak malam sebelum akad saya sudah menghapal ucapan qobul yang akan saya ucapkan pada saat akad. Malah saya juga diam-diam masih menghapal sambil menunggu bapak-bapak dari KUA datang. Eh, begitu ijab-qobul mau diucapkan, lha koq penghulunya malah ngasih kepekan alias contekan ke saya. So, cuma sekali saja selesai sudah ijab-qobulnya, para hadirin pun berdecak kagum. Saya sama istri cuma bisa tertawa geli. ^_^

Kejadiannya singkat sekali. Mengucapkan ijab-qobul rasa-rasanya tak sampai 10 menit. Tapi tahukah teman-teman, berapa lama saya (dan istri) harus menunggu momen itu? 3 tahun! Karenanya kami berdua langsung tersenyum lebar begitu pengucapan akad nikah selesai. Akhirnya....

Eits, saya sadar ini bukan akhir. Justru ini merupakan satu langkah awal bagi kehidupan saya yang sebenarnya. Satu titik yang menentukan akan menjadi manusia seperti apa saya nanti. Kini saya sudah punya amanah bernama keluarga, meskipun dalam keluarga itu baru ada saya dan istri. Bila amanah ini dapat saya jaga dengan baik, maka saya boleh berbangga hati disebut sebagai "suami yang baik". Tapi jika sebaliknya, naudzubillah min dzalik.

Dan tidak terasa sebulan pertama sudah saya lalui. Baru sebentar memang. Karenanya masih belum terasa benar halang-rintangnya. Terlebih saya dan istri masih SLJJ, saya di Jogja & istri tetap di Pemalang karena terikat mengajar di dua SD negeri di sana. Nanti kalau sudah jadi satu dengan istri, mungkin itulah saatnya saya benar-benar merasa punya keluarga, amanah yang menentukan di mana tempat saya di hari akhir kelak.

Oke, teman-teman. Pada peringatan sebulan pernikahan ini saya mohon doa dari teman-teman, semoga saya dan istri awet sampai akhir hayat. Semoga kami dapat membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. Amin.

Catatan: Foto-foto bisa dilihat di sini.

03 September 2009

LAMA tak merambah blogosphere, rupanya ada banyak perkembangan yang luput saya ikuti. Seperti hadirnya beberapa program online earning baru, berita-berita seputar blogger senior, dan lainnya. Di antara seliweran kabar-kabar yang saya tangkap setelah comeback, kemunculan program bernama Sponsored Tweets yang paling menyita perhatian.

Sesuai namanya, Sponsored Tweets adalah sebuah program online earning berbasis situs mikro blogging Twitter. Anda pasti sudah bisa menebak, situs ini membayar kita untuk menampilkan tweet berbayar alias pay per tweet. Namanya tweet berbayar, tentu saja ada link iklan yang disisipkan di dalamnya.

Sebagai blogger matre, program online earning baru seperti ini tentu wajib ditelisik. So, mendaftarlah saya ke Sponsored Tweets segera setelah membaca penjelasan Mas Medhy dan juga pengakuan John Chow kalau dia sudah dapat $250 hanya dari 2 tweet saja. Wow..!

Well, sistem Sponsored Tweets secara gampang bisa dibilang sangat mirip dengan sponsored reviews atau paid review. Cuma kalau di sponsored reviews kita dibayar untuk menulis review produk, maka di Sponsored Tweets kita dibayar untuk men-tweet pesan sponsor. Bayarannya? Tergantung jumlah follower yang dimiliki. Sponsored Tweets punya hitungan khusus di mana kita akan dibayar untuk setiap tweet dan setiap klik yang dilakukan atas tweet promosi tersebut. Saya sendiri dihargai $1/tweet, tapi sampai sekarang belum juga dapat opportunity. Hehehe...

Membicarakan Sponsored Tweets, saya jadi ingat satu program make money tweeting alias program mencari uang dengan Twitter yang sudah muncul sebelumnya. Ya, yang saya maksud adalah Be a Magpie. Sistem Be a Magpie sangat mirip dengan Sponsored Tweets. Bedanya hanya pada mata uang yang digunakan untuk membayar komisi member, di mana Sponsored Tweets memakai dollar (US $) dan Be a Magpie memakai euro (€). Lalu Be a Magpie memberlakukan rasio 5:1 antara tweet nonkomersil dan tweet berbayar, sementara Sponsored Tweets tidak. Selebihnya sama.

Selain Sponsored Tweets dan Be a Magpie, ada satu program make money tweeting lain. Namanya Twittad. Bedanya, di Twittad seorang pengguna Twitter dibayar untuk menampilkan iklan di halaman profilnya. Mas Medhy menjadi blogger Indonesia pertama yang mengumumkan sudah merasakan manisnya earning dari Twittad. Tapi sekarang sudah tak terdengar lagi bagaimana kelanjutan program ini. Begitu juga dengan be a Magpie.

Melihat perjalanan dua situs make money tweeting pendahulunya, apa yang bisa ditawarkan oleh Sponsored Tweets jadi menarik ditunggu. Terlebih program ini digagas oleh IZEA, Inc. yang bisa dibilang telah meraup sukses besar dengan PayPerPost dan SocialSpark. Akankah Sponsored Tweets bernasib seperti Be a Magpie? Atau justru mampu mendobrak krisis dengan program lama tapi baru ini?

Bagaimana pendapat Anda?

LAMA tak merambah blogosphere, rupanya ada banyak perkembangan yang luput saya ikuti. Seperti hadirnya beberapa program online earning baru, berita-berita seputar blogger senior, dan lainnya. Di antara seliweran kabar-kabar yang saya tangkap setelah comeback, kemunculan program bernama Sponsored Tweets yang paling menyita perhatian.

Sesuai namanya, Sponsored Tweets adalah sebuah program online earning berbasis situs mikro blogging Twitter. Anda pasti sudah bisa menebak, situs ini membayar kita untuk menampilkan tweet berbayar alias pay per tweet. Namanya tweet berbayar, tentu saja ada link iklan yang disisipkan di dalamnya.

Sebagai blogger matre, program online earning baru seperti ini tentu wajib ditelisik. So, mendaftarlah saya ke Sponsored Tweets segera setelah membaca penjelasan Mas Medhy dan juga pengakuan John Chow kalau dia sudah dapat $250 hanya dari 2 tweet saja. Wow..!

Well, sistem Sponsored Tweets secara gampang bisa dibilang sangat mirip dengan sponsored reviews atau paid review. Cuma kalau di sponsored reviews kita dibayar untuk menulis review produk, maka di Sponsored Tweets kita dibayar untuk men-tweet pesan sponsor. Bayarannya? Tergantung jumlah follower yang dimiliki. Sponsored Tweets punya hitungan khusus di mana kita akan dibayar untuk setiap tweet dan setiap klik yang dilakukan atas tweet promosi tersebut. Saya sendiri dihargai $1/tweet, tapi sampai sekarang belum juga dapat opportunity. Hehehe...

Membicarakan Sponsored Tweets, saya jadi ingat satu program make money tweeting alias program mencari uang dengan Twitter yang sudah muncul sebelumnya. Ya, yang saya maksud adalah Be a Magpie. Sistem Be a Magpie sangat mirip dengan Sponsored Tweets. Bedanya hanya pada mata uang yang digunakan untuk membayar komisi member, di mana Sponsored Tweets memakai dollar (US $) dan Be a Magpie memakai euro (€). Lalu Be a Magpie memberlakukan rasio 5:1 antara tweet nonkomersil dan tweet berbayar, sementara Sponsored Tweets tidak. Selebihnya sama.

Selain Sponsored Tweets dan Be a Magpie, ada satu program make money tweeting lain. Namanya Twittad. Bedanya, di Twittad seorang pengguna Twitter dibayar untuk menampilkan iklan di halaman profilnya. Mas Medhy menjadi blogger Indonesia pertama yang mengumumkan sudah merasakan manisnya earning dari Twittad. Tapi sekarang sudah tak terdengar lagi bagaimana kelanjutan program ini. Begitu juga dengan be a Magpie.

Melihat perjalanan dua situs make money tweeting pendahulunya, apa yang bisa ditawarkan oleh Sponsored Tweets jadi menarik ditunggu. Terlebih program ini digagas oleh IZEA, Inc. yang bisa dibilang telah meraup sukses besar dengan PayPerPost dan SocialSpark. Akankah Sponsored Tweets bernasib seperti Be a Magpie? Atau justru mampu mendobrak krisis dengan program lama tapi baru ini?

Bagaimana pendapat Anda?

02 September 2009

MUNGKIN saya adalah satu-satunya blogger yang paling sering gonta-ganti template. Waktu blog ini belum genap berusia setahun saja terhitung sudah sekitar 6-7 template silih berganti dipakai. Bila diambil rata-rata, maka blog ini berganti template hampir setiap bulan! Di bulan ramadhan tahun lalu saya sudah ganti template 2 kali. Dan Ramadhan kali ini diganti lagi. Gila ya?

Kalau ada yang bertanya kenapa sesering itu saya berganti-ganti template, maka jawabannya hanya satu: mungkin saya ini orangnya terlalu perfeksionis. Saya bilang “mungkin” lho. Bisa jadi juga jawabannya adalah: saya ini ledha-ledhe alias plin-plan. Hehehe… Tapi yang jelas apa yang saya cari adalah paduan terbaik antara tampilan blog, tata halaman, sistem navigasi, dan juga waktu loading-nya.

Template yang saya pakai sebelum ini sebenarnya sudah bagus tampilannya. Fresh dan sejuk. Waktu loadingnya juga termasuk cepat. Apalagi headernya sudah saya ganti dengan ditambahkan logo sendiri. Tapi satu yang membuat saya kurang sreg adalah, kalau sedang dalam kondisi 'home' tampilannya kurang enak dilihat (bagi saya lho). Apalagi kalau beberapa posting pakai gambar sedangkan yang lain tidak. Kacau deh pokoknya. :D

Hal itu sebenarnya bisa dibilang bukan gangguan. LHa wong semua template ya begitu itu tampilannya kalau sedang menampilkan blog dalam kondisi 'home' alias halaman depan. Tapi dasar saya tukang komplain, akhirnya terulang lagi deh kejadian saat Ramadhan tahun lalu: ganti template (lagi).

Bagaimana dengan template yang sekarang? Untuk sementara ini saya merasa puas. Dari sekian banyak template yang pernah saya pakai, baru template inilah yang memenuhi keinginan saya. Pertama, desainnya simple tapi menarik. Tata halamannya rapi, mirip dengan yang biasa dipakai majalah-majalah online. Minimnya gambar yang dipakai (hanya di header, itupun ukurannya kecil) semoga saja membuat loading-nya tidak lambat. Eits, ini penilaian (subjektif) saya lho. Anda tentu punya penilaian sendiri kan? So, jangan malu-malu untuk mengungkapkannya di kolom komentar.

Oya, saya sebenarnya sudah kangen sekali ngeblog. Tapi hampir 3 bulan tidak ngeblog rupanya cukup membuat otak beku dan tangan kaku. Maka jadilah untuk pertama kalinya saya cuma repost saja. Mudah-mudahan setelah ini saya bisa aktif lagi menulis posting-posting baru yang segar. ^_^

MUNGKIN saya adalah satu-satunya blogger yang paling sering gonta-ganti template. Waktu blog ini belum genap berusia setahun saja terhitung sudah sekitar 6-7 template silih berganti dipakai. Bila diambil rata-rata, maka blog ini berganti template hampir setiap bulan! Di bulan ramadhan tahun lalu saya sudah ganti template 2 kali. Dan Ramadhan kali ini diganti lagi. Gila ya?

Kalau ada yang bertanya kenapa sesering itu saya berganti-ganti template, maka jawabannya hanya satu: mungkin saya ini orangnya terlalu perfeksionis. Saya bilang “mungkin” lho. Bisa jadi juga jawabannya adalah: saya ini ledha-ledhe alias plin-plan. Hehehe… Tapi yang jelas apa yang saya cari adalah paduan terbaik antara tampilan blog, tata halaman, sistem navigasi, dan juga waktu loading-nya.

Template yang saya pakai sebelum ini sebenarnya sudah bagus tampilannya. Fresh dan sejuk. Waktu loadingnya juga termasuk cepat. Apalagi headernya sudah saya ganti dengan ditambahkan logo sendiri. Tapi satu yang membuat saya kurang sreg adalah, kalau sedang dalam kondisi 'home' tampilannya kurang enak dilihat (bagi saya lho). Apalagi kalau beberapa posting pakai gambar sedangkan yang lain tidak. Kacau deh pokoknya. :D

Hal itu sebenarnya bisa dibilang bukan gangguan. LHa wong semua template ya begitu itu tampilannya kalau sedang menampilkan blog dalam kondisi 'home' alias halaman depan. Tapi dasar saya tukang komplain, akhirnya terulang lagi deh kejadian saat Ramadhan tahun lalu: ganti template (lagi).

Bagaimana dengan template yang sekarang? Untuk sementara ini saya merasa puas. Dari sekian banyak template yang pernah saya pakai, baru template inilah yang memenuhi keinginan saya. Pertama, desainnya simple tapi menarik. Tata halamannya rapi, mirip dengan yang biasa dipakai majalah-majalah online. Minimnya gambar yang dipakai (hanya di header, itupun ukurannya kecil) semoga saja membuat loading-nya tidak lambat. Eits, ini penilaian (subjektif) saya lho. Anda tentu punya penilaian sendiri kan? So, jangan malu-malu untuk mengungkapkannya di kolom komentar.

Oya, saya sebenarnya sudah kangen sekali ngeblog. Tapi hampir 3 bulan tidak ngeblog rupanya cukup membuat otak beku dan tangan kaku. Maka jadilah untuk pertama kalinya saya cuma repost saja. Mudah-mudahan setelah ini saya bisa aktif lagi menulis posting-posting baru yang segar. ^_^