Selamat datang di ...

04 Desember 2008

Sore kemarin saya janjian ketemu dengan Ardy Pratama di Plaza Ambarrukmo, Jogja. Rencananya sih cuma mau membahas Tabloid Internet, khususnya mengenai rencana pendirian biro Jogja di mana saya sangat berminat sekali untuk turut terlibat. Namanya juga tidak pernah bertemu muka, obrolannya ya jadi tidak bisa fokus pada Tabloid Internet saja. Pokoknya apaaaa saja kami bicarakan. Waktu matahari sudah mulai tidak kelihatan, baru deh kami turun untuk pulang.

Belum sampai lantai dasar koq saya iseng pengen masuk toko buku Gramedia. Awalnya sih cuma pengen cuci mata, sambil mengamati buku apa saja yang jadi best seller saat ini. Hmmm, ternyata masih tetap seputar bisnis dan kewirausahaan (entrepreunership). Eits, tapi tunggu dulu! Ardy kemudian mengajak saya ke rak best seller lain. Dan, guess what? Isinya buku-buku tentang "cara mudah mencari duit di internet"! Wow, what a surprise! Coba lihat deh hasil jepretan saya kemarin:






Satu per satu kami 'intip' buku-buku yang dipajang di rak tersebut. Judulnya benar-benar menggiurkan. Beberapa di antaranya yang sempat saya catat adalah "Mudah Meraup Dolar di Internet", "Cari Duit Modal Dengkul Cara Blogger", "Langkah Mudah Meraup Dolar Lewat Internet", "30 Rahasia Cari Uang di Internet", dan termasuk juga buku yang dibuat dari hasil membajak posting beberapa blogger senior berjudul "Google AdSense: Mudah Meraih Dolar di Internet" 'karya' Fajar YS Zebua. Hmmm, saya dan Ardy jadi geleng-geleng kepala. Dan gelengan kepala kami jadi lebih kencang karena dari semua penulis buku itu tidak ada satupun yang kami kenal sebagai blogger!

Gejala apa ini? Tidak bisa dipungkiri lagi, booming blog dan make money blogging sedang melanda Indonesia. Di tengah susahnya mencari lahan pekerjaan seperti sekarang, orang butuh alternatif. Kalau dulu yang dilirik sebagai alternatif adalah ragam peluang wirausaha, maka sekarang mereka melirik blog dan make money blogging. Saya pribadi senang dengan banyaknya penerbitan buku-buku bertema seperti itu. Cuma yang saya sayangkan kenapa judulnya mesti dibuat bombastis seperti itu? Sementara kalau dilihat isinya tidak terlalu istimewa koq. Coba bayangkan, judulnya "Mudah Meraup Dolar di Internet", tapi isinya cuma tentang cara-cara membuat blog, mendaftar ke program-program seperti Google AdSense, Amazon, dll. Semudah itukah? Oo, tentu tidak! Cari duit di internet itu pedih, Jenderal!

Lalu ada pula buku yang berjudul "Berbisnis Lewat Internet dengan PayPal". Apa yang Anda bayangkan dari buku berjudul demikian? Jangan berharap terlalu banyak. Setelah dibaca ternyata isinya hanya definisi dan fungsi PayPal, langkah-langkah mendaftar di PayPal, penjelasan fitur-fitur PayPal, fungsi "Buy Now Button", "Add to Cart Button", dan button-button yang lain. Pembahasan mengenai bisnis internetnya mana? Anda patut kecewa karena hanya akan menjumpai beberapa halaman berisi penjelasan singkat (terlalu singkat bahkan) tentang eBay, program afiliasi, plus langkah-langkah mendaftar di eBay. Wow, hanya itukah yang dimaksud "berbisnis di internet"??? Nehi, nehi...

Sekali lagi saya tegaskan kalau saya pribadi menyambut gembira banyaknya penerbitan buku-buku bertema seperti itu. Cuma yang saya sayangkan kenapa judulnya mesti dibuat bombastis begitu? Okelah, judul bombastis tidak jadi masalah karena orang tidak akan mau membeli buku yang diberi judul menakutkan, seperti "Proses dan Perjuangan Berbisnis Online", "Beratnya Mencari Uang dengan Blog", atau "Kesabaran adalah Kunci Sukses di Google AdSense". Judul memang perlu dibuat sedemikian rupa agar menarik minat pembeli. Tapi kalau ternyata isinya jauh menyimpang dari judul dan hanya terkesan untuk "menjebak", kan kasihan pembaca? Akhirnya penerbitan buku-buku seperti ini jadi tidak jauh berbeda dengan praktek situs-situs penjual mimpi yang bertebaran di internet. Hanya modus oprerandinya saja yang berbeda, satunya online dan lainnya offline.

Harian Jawa Pos beberapa tahun lalu pernah membahas tentang maraknya penulis-penulis oportunis yang hanya memanfaatkan trend untuk kepentingan materi. Bagi saya mereka bukan benar-benar penulis, tapi hanya oknum yang "pandai" melihat peluang pasar. Mereka mengamati apa yang sedang booming dan paling dicari pembaca lantas menulis tentang hal tersebut tanpa pernah berkecimpung di dalamnya. Lebih parah lagi, terkadang isi bukunya juga cuma asal comot dari sana, sini, dan situ alias membajak posting blogger. Contohnya ya kasus yang menimpa Mas Cosa Aranda (dibajak Fajar Zebua) atau Mas Iman Brotoseno (dibajak Wang Xian Jun). Contoh lain, ada seorang penulis yang saya tahu persis memang "spesialis" mengangkat hal-hal yang sedang nge-trend. Yupz, saya bilang mereka itu hanyalah oportunis!

Bagaimana pendapat Anda?


« Selanjutnya
Sebelumnya »

72 komentar:

  1. pertamax dulu pokokna..... :!!!!!


    kok kmaren nggak ngajak rizoa??

    BalasHapus
  2. keduax dahh... sial zoa dluan x(

    Iyah tuh mas, bner2 dah prah bgt... kira2 apa yg hrus dlkukan yah mas? Klo bgini sama aja kira brjuan di online, tpi offlinenya jga 'dsrang'

    BalasHapus
  3. Nah yang saya maksud dalam email saya kemarin begitu mas. Artinya kalo gak hati-hati ya ketipu. Jaman lagi susah gini. Dan kalo saya perhatikan memang apa yang kawan2 bloggger rintis beda dengan apa yang mereka tulis. Kalo dengan artinya semua proses dijalanin dari hasil searching atau apalah istilahnya. Untuk itulah dengan adanya blog seperti punya mas diharapkan bisa sebagai penyeimbang atau sebagai acuan buat yang masih ijo kayak saya.

    BalasHapus
  4. sama saja yah di online maupun di offline, produk2 mimpi indah laris.

    BalasHapus
  5. Ia nih, makin parah2 aja iklan2 sekarang, kebayakan menjual mimpi.

    BalasHapus
  6. Itu Penerbitnya bonafide apa tidak, Kang?
    Itu Toko Yang Majang buku2 BEST TELLER / maksudnya best seller, juga kena demam opportunies?
    Ah.... jangan jadi oportunis yaahh,
    mending oppor ayam....:)

    BalasHapus
  7. Sebagian malah hasil terjemahan dari ebook2 luar yang sangat gampang kita cari di internet om Ecko :D

    Tapi ya sutralah... Biarkan mereka berkembang

    BalasHapus
  8. Saya baru pulang dari Amplaz.. di Gramedia tadi ada buku Mencari Uang di Internet Modal Dengkul..

    Isinya didominasi oleh pengenalan program pencari uang, seperti AdSense, Chitika, Adbrite, TLA dll.. ada halaman tentang SEO, sebanyak 10 halaman. Dan isinya adalah copy paste dari halaman help-nya Google.

    Modal Dengkul dapatnya cuma cape deh.. Buku yang menyesatkan. Disitu yang ngarang bertitel S.Kom.. tapi mereka nda lebih baik bicara SEO ketimbang mas Ecko..

    Buku yang berjudul "Easy Money" itu juga lebih berkutat pada pembuatan account blogger dan program penghasil uangnya, sesuai dengan judulnya.. nah.. harganya 40ribuan untuk tiap judul, dan semuanya sempat menyinggung pembuatan blog blogger... Mendingan searching di internet untuk info-info seperti itu..



    Pretty lame I guess :(

    BalasHapus
  9. @ Rizoa: Saya aja diajak Ardy koq. Jadi protesnya ke Ardy ya? :D
    @ Ardy Pratama: Hehehe, yah, namanya orang nyari duit. Kita maklumin aja deh. Lho? :)) Makanya tar kalo Tabloid Internet jadi terbit, itulah senjata kita memerangi mereka-mereka itu.
    @ msrnlh: Dunia memang selalu punya dua sisi mata uang. Bro. Tinggal kita pilih yang mana. :D
    @ ekkei: Di tv juga gitu. Buktinya dulu sempat ada sinoetron berjudul Mimpi Manis kan? :)) Walah, gak nyambung yah? :D
    @ Feri: Mmmm, ini kita ngomongin apa ya? :))
    @ Muanawar: Lumayan bonafi, Kang. Buku-bukunya dah banyak bertebaran koq. Tapi ya kebanyakan kasus semua sih. Maksudnya, hanya buku2 yg ngejar laku saja, dengan penulis2 oportunisnya.
    @ Adieska: Yah, begitulah cara mereka nyari hidup. Harus dihargai walaupun kita patut merasa kasihan dengan yg mereka jadikan sasaran.
    @ Ipung: Oh, saya tahu yg dimaksud Mas Ipung. Kayanya iotu gak di rak best seller karena mungin gak muat raknya. :D Bener2 deh jaman sekarang. Cape dehhhh.... Btw, kapan kita bisa kopdar, Mas Ipung? Saya pengen ketemu je. :D

    BalasHapus
  10. Memang ga bermutu , yah maklum semua orang pasti mau tau gampang dan mudahnya aja ,ga ada yang mau tau bagaimana susahnya nyari pengunjung.semua isi buku2 di atas cuma mimpi mimpi manis.ueheheheh

    BalasHapus
  11. biasanya buku2 semacam itu.. menjurus ke GA...

    BalasHapus
  12. wah makin banyak aja yang model2 buku seperti itu.. isinya... hm... aku baca aja langsung males lanjutin

    BalasHapus
  13. malas ah baca2 buku kayak gitu, mengecewakan. sungguh terlalu!!!!

    mending belajar sendiri, kalo gak download ebook-nya om ecko. hehehe mumpung gratisssss

    BalasHapus
  14. aq punya 1 buku sejenis itu, meskipun gak layak dibaca tapi ada gunanya juga. buku itu tak pinjemin ke teman2 yg belum kenal blog, jadinya mereka tertarik dan akhirnya bikin blog..heheheee...daripada bibir dower ngajakin ngeblog mending tak pinjemin buku kyk gt aja..

    BalasHapus
  15. Huaahh....

    hmmm saya juga sering liat yang di Gramedia yang begituan,

    ada juga yang karya David Odang (kalau yang ini ada blognya, dll)

    sempet baca GRATIS aja sambil berdiri..

    he he he he :))

    BalasHapus
  16. hahaha, berani tebakan dech, paling2 ndak ada yang berani taruh screnshoot pendapatan dari internet.. wong penulisnya ajah paling2 ndak punya blog hehe.. kalau mau nyari duit internet mudah? asal dibimbing mas ecko pasti dapat :D

    BalasHapus
  17. ga suka baca buku mending baca blog :D mungkin semua isi buku itu dah ada nang blog2 teman :)

    BalasHapus
  18. Busyeet dah, sudah saatnya para master2 termasuk mas Eko turun gunung, kasihan tuh newbie. Sudah keluar uang banyak tapi yang didapat informasi yang gak relevan.

    BalasHapus
  19. kebetulan om sering juga mampir ke Gramed Amplas, Bener sekali eko yang kamu bilang, om hampir tidak pernah melihat hasil kerja mereka, dan hampir sebagian penulis cuma blogger aspal..parah dah !

    BalasHapus
  20. Bener tuh mas.. Saat ini kalau ke gramedia bagian komputer, buku kayak gt smkn bnyk aja.
    Sayapun menyesali isinya...

    BalasHapus
  21. @ecko
    kopdar?
    mungkin februari saya baru ada waktu luang.. soalnya tadi sore itu terakhir kali saya bisa nyante sebelum menjalani kesibukan hingga 2 bulan ke depan :)

    BalasHapus
  22. Iya bang, maren jalan2 ke Gramedia Jambi juga banyak ketemu yang kek gituan. Dan ga ada satupun dari penulisnya blogger yang saya kenal. Benar2 parah tuh, pembodohan dibalik kepintaran

    BalasHapus
  23. apakah negara kita ini adalah negara yang isinya adalah orang orang yang suka pembajakan!!!

    BalasHapus
  24. Gejala menjual angin surga yang seperti itu memang hampir setahun ini ramai banget (bukunya). Trennya itu berubah dibanding dua tahun lalu yang dipenuhi buku tentang hacking.
    Dan untuk yang buku bisnis internet pernah salah seorang teman saya yang awam soal internet tanya emang gampang ya cari uang dari internet (mungkin dia pernah baca buku seperti itu).
    Kasus merebaknya buku-buku cara mudah mencari uang di internet merupakan satu mata rantai antara penulis yang culas, penerbit yang oportunis dan pembaca yang kurang tahu dan yang menjadi korban tentu saja para pembaca yang begitu melihat cover bukunya saja sudah tergiur. :D

    BalasHapus
  25. iyap... kemaren pas ke gramed juga melihat betapa hebohnya buku2 tentang cari duit lewat blog. Bahkan di papan pengumuman pun terpasang poster besar mempromosikan buku2 tersebut. Saya sih belum pernah beli. lebih suka belajar secara online saja ahh...

    BalasHapus
  26. x( kasian para blogger, capek-capek mikir buat nulis artikel. eh ternyata di bajak. dikiranya sawah apa? emang dapat duit dari adsense itu mudah? belum tau dia.

    o ya salam kenal ya mas. kunjungan pertama nih.

    BalasHapus
  27. @ Ilham: Emang pernah baca juga ya?
    @ Khafi: Sekarang lebih luas lagi, Bro. Gak melulu ttg GA, yah gak jauh beda dengan isi blog2 ttg make money blogging. Cuma yg bikin sebel itu iming2 cepat dan mudahnya itu lho. x(
    @ Malapu: Ayo baca...
    @ Edo: Hehehe, padahal ebook saya jauh lebih parah deh kayanya. :))
    @ Pakde Jack: Yups, memang tetap ada sisi positifnya, tepat sekali seperti yang Mas bilang. CUma yang saya sayangkan koq mindset yang dibentuk seperti itu? Mudah, mudah, dan gampang.
    @ Maulana Malik: Saya juga beli bukunya dia tuh. Ehmmm, gimana ya? Yg jelas jadi nyesel juga belinya meski cuma Rp 24.000 harganya. :(
    @ Badoer: Kemarin sempat liat ada yg kasih screenshot, tapi entah punya sapa karena bagian2 pentingnya ditutup semua. Yg ditunjukin cuma duitnya yg beratus-ratus dolar sehari. :))
    @ Persikers: Benar sekali! :D
    @ Dendy: Sayangnya saya bukan master tuh, tapi mister. :D
    @ Oom: Jadi sedih ya, Om? :((
    @ Hellen: Kita memang pantas berduka. :(
    @ Artha: Saya sempat penasaran, Bli. Trus saya ambil deh satu yg saya rasa penulisnya lumayan terkenal di dunia internet. Ternyata isinya...
    @ Ipung: Busyet, koq mesti nunggu sampe Februari??? Yo wis, tar biar sekalian Valentine ya? :))
    @ Paman Gober: wah, berarti merata di tingkat nasional nih?
    @ Budi Tarihoran: Ehm, kita lagi ngomongin apa ya???
    @ Jafar: Setuju sekali, Mas. Ini sudah tersistem, jadi kalau mau diperangi dan diberangus ya mesti buat sistem juga kitanya. Siapa yang mau memulai?
    @ W2n: Biar bisa sekalian praktek ya? :D

    BalasHapus
  28. tau dikit tembak. budaya yg aneh 8-}

    BalasHapus
  29. yg namanya cari duit mauh musti sabar :D

    BalasHapus
  30. wah terima kasih Mas, saya jadi kepikiran posting bari nih... 'Cara Mudah Bisnis Internet!'
    hehe... isinya sih mau nujukin aja, selama ini mencari cara mudah malah gak dapet jadinya malah dapat cara lain, yaitu, 'cara mudah(-mudahan) cari duit di Internet'. meliputi SEO, pergaulan, etika dan jurus2 mudah-mudahan lainnya.
    Karena kalau mengikuti jurus mudah itu yang ada malah sedih, semangat habis ditengah jalan. dengan cara mudah-mudahan, kita akan merasakan bahwa buah manis itu dipetik setelah ditanam, menghasilkan akar yang kuat dan dipupuk secara rutin. jurus mudah-mudahan adalah jurus ampuh Mas... kalo ngikutin cara mudah, pasti sudah tumbang dari kapan tau...dari setau yang lalu kali ya? waktu melihat penambahan adsense perhari hanya 0,01.. mudah2an yang membaca cara mudah tidak kapok dan terus mencari. kalau kapok ya kasian... soalnya kalau cuma daftar2 mending baca petunjuk programnya aja..
    hehe... ya udah mas, nanti kalau udah jago nulis kita-kita juga nulis buku yuks... atau kalau kita gak jago nulis buku tebel, yu kita nulis buku kompilasi aja...perartikel, singkat tapi dalem, nanti blogger yang kenal sama penerbit ajuin.. biar bisa kita dekonstruksi paradigma cara mudah, cepat, kilat dll. itu :)

    BalasHapus
  31. ada buku yang lebih parah lagi mas. (gak mau sebutin ah...) isinya bagus sih, banyak bonusnya, tapi bonusnya tuh ada di website-nya dia, dan harus beli buat dapetin tuh bonus, tools, dll. Kalo bonus gak dibeli, sama aja bohong, habis, gak bisa pratekin. Tuh, penulis, manfaatin pembacanya banget

    BalasHapus
  32. Makanya mas Ecko ayo buat eBook lagi, setelah sukses dengan panduan SRnya :D

    BalasHapus
  33. mendingan belajar lewat blogwalking =))

    BalasHapus
  34. Mungkin pendapat Mas Eko ada benarnya bahwa banyak penulis semacam itu.Ini karena pesanan dari para penerbit yang ingin memcari keuntungan tanpa mau repot-repot dan menyuruh penulisnya menuliskan yang diingini penerbit. Maka jadilah buku yang dengan judul bombatis tapi isinya sangat miskin. Wallahualam Bisaawab.

    BalasHapus
  35. Betul, saya setuju dengan Mas Eko. Di pasaran dalam negeri, terdapat sangat banyak kalangan oportunis yang hanya mencari kesempatan di antara kesempitan yang ada. Menulis buku tentang sebuah hal, misalnya bisnis online, mutlak membutuhkan pengetahuan dan skill yang meski berasal dari medan yang sama pada diri penulisnya, jika tidak, maka pastinya buku itu hanyalah BAJAKAN!

    Artinya, jika kawan2 mendapati buku tentang bisnis online yang ditulis oleh seorang yang mengaku praktisi internet maerketer misalnya, dan ternyata si penulis sama sekali tidak pernah kita dengar sebagai minimal seorang BLOGGER, maka ini adalah musuh bersama kita, karena dia adalah PEMBAJAK!

    :)

    BalasHapus
  36. betul bos, riset and development secara continue akan lebih baik lagi, pokoknya hati-hati deh dengan tawaran yang gak masuk akal

    BalasHapus
  37. Ehm saya termasuk orang yang suka jalan-jalan ke toko buku khusus nyari buku tentang internet marketing.
    Menurut saya sih enggak semua buku yang ada jelek.Saya pertama tahu tentang cara bikin blog dari buku Adam Pahlevi yang berjudul Build and Hack Your Blogger Now! Sampai terpana waktu baca tentang penulis, hah anak SMP sudah sepintar ini...
    Setuju banyak banget yang judulnya bombastis dan isinya enggak mendalam (jauh lebih bagus ebook-nya Mas Echo mengenai SponsoredReviews).
    Nih ada yang bombastis banget "4 jam Mengubah Blog Pribadi menjadi mesin pengeruk uang". Sudah tahu bombastis kenapa saya beli? Habis penasaran sih, di Gramedia saat itu gak ada yang sudah dibuka, ya sudah baca di rumah aja.Isinya: AdSense, Web Marketing, RSS Feed,Memanfaatkan Fasilitas dari Google. Yee buat blog khusus untuk Adsense aja butuh waktu berapa hari tuh. Kalau 4 jam ya artikel copas...
    Menurut saya sih buku-buku tersebut bolehlah untuk nambah pengetahuan tapi sebagian besar enggak membahas secara mendalam dan enggak dijamin habis baca buku tersebut jadi kaya lewat blog. Wajar kalau kalian 'panas', saya juga heran kok, kenapa para blogger senior enggak nulis buku yang berbobot untuk menyaingi buku-buku yang hanya menarik judulnya aja tapi isinya garing.
    E-couse 29 hari dari BBI yang gratis itu aja jauh lebih berbobot.
    Kenapa saya masih suka cari buku? Habis capek membaca di depan komputer terus. Tuh tantangan bagi blogger senior, ayo ciptain buku yang bagus, yang mengupas secara mendalam topik tertentu, masa cari dollar terus, gimana kalau cari rupiah?

    BalasHapus
  38. wedew kok ua nyampe tingkatan yg begitu tinggi yah?

    saya gak mampu deh

    BalasHapus
  39. ikutan geleng-geleng aja dehhh : :) saya juga punya salah satu buku yang digambar itu xixixixixiix

    BalasHapus
  40. Wah..!!!

    ada gula ada semut...

    BalasHapus
  41. "...Judul memang perlu dibuat sedemikian rupa agar menarik minat pembeli."
    Mungkin ini salah salah dua gambaran karakter masyarakat kita: "MUDAH TERPESONA & CARI GAMPANGNYA".
    Gambaran orang-orang seperti yang mas Ecko bahas, seperti pepatah: Tong kosong nyaring bunyinya. :)

    BalasHapus
  42. @ Mantan Kyai: Kalo pendapat Mas Ardy gimana tuh?
    @ Blogger Jogja: Setuju..!
    @ BLogicThink: Waw, ide bagus banget tuh! Jurus mudah-mudahan ya namanya? Oke, saya tunggu tuh postingnya tentang itu. :D
    @ Firanza: Hehehe, sama kaya ebook-ebook yang dijual murah tapi ternyata cuma promosi produk utama dong ya? :D
    @ Ariwolu: Sudah saya bahas dengan Ardy waktu itu, tapi masih bingung kerangkanya bagaimana.
    @ Izandi: Betul banget! Saya setuju itu.
    @ Muhammad Ali: Kalo saya menitikberatkan pada pemilihan judul yang seolah-olah "menjebak" pembaca dengan pemahaman yang salah tentang cara cari duit di internet. Isinya begitu sih sah-sah saja, tapi sesuaikan dong dengan judulnya.
    @ Asta Qauliyah: Trus, tindakan kita apa nih, Dok? Bagaimana cara kita menghadapi trend negatif seperti ini?
    @ Pranajayas: Tawaran apa tuh? Saya koq gak ngerti ya maksudnya? :-t
    @ Belajar Internet Marketing: benar, tidak ada masalah sama sekali pada buku itu, kecuali judulnya yang terkesan "menjebak" sekaligus memberikan pemahaman yang keliru tentang cara mencari uang di internet. isinya seperti itu sih tidak masalah karena memang masih banyak masyaarakat yang awam dengan blog dan make money blogging, bahkan mungkin masih awam dengan internet.
    @ Sandy: :D
    @ Bocah Iseng: Saya juga beli koq satu. Penasaran sama biar gak dibilang asal kritik aja. :))
    @ Anj@nk: Yang gula mana yang semut mana nih?
    @ Ades Hendra: Ayo, kita pikirkan solusi untuk mengubah trend negatif ini!

    BalasHapus
  43. Dari pada harus beli Buku buku seperti itu kenapa gak langsung aja dateng ke Blog para senior. Bisa dapet gratis lagikan... Soalnya tempo hari hampir kecolongan. Meliat judulnya benar benar menggiurkan.

    BalasHapus
  44. kalo saya ya bos, punya blog juga yg tak isi adsense gugel, isinya kopas semua. tp tak lupa aku cantumkan link sumbernya.. hehe.. tp so far its oke.. ndak ada yg protes.

    BalasHapus
  45. Saya juga sama punya pikiran lain tentang buku-buku yang banyak beredar di sana...
    Sepertinya para penerbit ini mencoba juga mencari peruntungan dengan menjual mimpi diInternet.
    Dan bukan tidak mustahil mereka melakukannya juga dengan COPAS.
    Bagi pembaca yg belum paham seluk beluk blogger, pastinya akan termakan dengan buku itu....ujung-ujungnya gigit jari...hee.hee..
    Emangnya gampang dapet duit dari Internet!!
    Betul ga' mas Ecko.

    BalasHapus
  46. hehehe... kebetulan ada kesempatan dalam kesempatan mas :D

    BalasHapus
  47. memang seh mas, tapi pintu awal saya masuk ke dunia blogger emang dari buku juga, waktu itu bukunya mas adam pahlevi, lumyan cuma buat buka wawasan. Sebenernya banyak blogger2 yang sudah master mmberikn tutorial gratis, dan saya sangat antusias untuk mempelajarinya. Well tentang 4 Mata, terserah orang mau komen apa itu hak penonton. Oh ya saya memang salah satu crew transcorp, he..he.. Saya pikir hampir semua acara di TV memang lebih banyak orientasi nya ke bisnis, walaupun ada tayangan yg berkualitas namun porsentasenya kecil, karena masyarakat kita memang belum banyak yg awear sama tayangan yang mendidik,,,

    BalasHapus
  48. bagaimana kl bikin tandingan. blogger senior bikin buku panduan bisnis online dari A-Z dan ntar ada halaman testimoni. sebelum bukunya terbit, minta komentar dari para blogger senior lainnya dan kemudian ngasih testimoni dibuku itu. nah baru diterbitkan. kan mantab tuh ntar jadi buku panduan wajib para blogger :D

    BalasHapus
  49. Itulah, harusnya para bloger senior jangan mau kalah. ajukan aja tulisannya ke penerbit, insya Allah diterima kok.
    Bahkan ini bisa jadi bisnis tersendiri untuk para blogger senior yaitu bikin penerbitan khusus buku2 money online, tutorial blog, dsb.

    BalasHapus
  50. @ Pangki Fernanades: Buku diperlukan buat yg tidak punya akses internet setiap hari, Mas. Jadi sebenarnya keberadaan buku2 kaya gitu dibutuhkan sekali lho.
    @ Ndop: Kalo masalah itu no comment saya. :D
    @ Yopan Prihadi: Namanya juga perusahaan nyari untung, Pak. Sebenarnya penerbit tidak bisa begitu saja disalahkan dalam masalah ini.
    @ Danu: Setuju sekali!
    @ Fitriansyah: Kalo bukunya Adam sudah lain cerita, Bro. Kan yang kita bahasa di sini buku2 dengan judul bombastis seputar make money online. :D Soal 4 Mata, no comment ajalah. Soalnya media-media sekarang sudah lupa fungsi edukasi yang mereka emban. :))
    @ Tipis: Ide bagus banget tuh, Mas Sandi. Siapa yang mau memulainya? Mas Sandi mungkin?
    @ Ismail: Hmm, yap saya setuju sekali! Btw, link-nya broken terus tuh. Mau saya hapus gak enak saya. Please lain kali tulisan di atas kolom komen ini dibaca yah. :D

    BalasHapus
  51. wah parah yah... makanya mas eko bikin buku juga donk...ehehehe

    BalasHapus
  52. heeh nyari duit di inet emang super pediih dan menyakitkan... banget!!! makanya saya malah ga pernah buka2 buku2 topik money online yang dijual di toko2 buku,, soalnya baru baca judulnya aja udah ilfil... hehehehe terlalu menjual mimpi.. padahal prakteknya ampun deh..

    BalasHapus
  53. Membaca buku-buku begituan hanya sekedar untuk mencari referensi berbeda boleh-boleh saja. tetapi kalo sudah masuk pada lingkaran "buku petunjuk", sebaiknya pikir-pikir dululah. Salah-salah bisa menggelontorkan seluruh isi kantong.

    Ya gak?

    Waspadalah.... waspadalah.... hahahahaha....

    BalasHapus
  54. aku lebih suka ngegoogle drpd beli buku..kecuali memang di google ga ada baru deh cari bukunya :D

    BalasHapus
  55. Mulai banyak buku Indo yang nggak bisa jadi referensi sekarang(lha asal comot di internet)

    BalasHapus
  56. Semuanya mulai berlomba lomba membuat buku, namun isinya tidak meminta ijin terlebih dahulu kepada penulis. Parah parah.

    BalasHapus
  57. ya mas. judulnya sengaja dibuat bombastis karena minat beli buku masyarakat kita masih rendah. dibuat bombastis aja masih gak seberapa laku, apalagi kalo tanpa judul ;))

    BalasHapus
  58. mantap deh infonya?

    indonesia....indonesia.....

    BalasHapus
  59. bener mas eko, saya pernah baca2 buku yang udah gak diseegel itu persis kaya foto yang mas ambil..ternyata isinya cuma langkah2 yang notabene udah saya ketahui..syukur deh gak jadi beli akhirnya..judulnya aja yang "tinggi"..he

    BalasHapus
  60. Kalo saya mending baca panduan SR buatan Mas Ecko ;)

    BalasHapus
  61. mending donlot e-book aja langsung.. lebih enak dan lebih bervariasi bukunya..

    BalasHapus
  62. Cari duit di internet itu pedih, Jenderal!

    Itu yang saya rasakan, tengah "merangkak" :)

    BalasHapus
  63. Bener Juga kata Mas Eko nih...Cari Dolar di internet itu enggak seperti jual tempe dan sayur di Perumahan...
    Salut Buat Mas Eko Yang berani Mengkritisi para penulis Opor bebek itu

    BalasHapus
  64. salam kenal semua,maaf saya masih blogger baru,diibaratkan masih seumur togeh.........?
    dan saya ingin mengundang anda semua ke rumah kecilku yang sederhana...?dan kalau nantinya ada yang kurang berkenang mohon dikomentari apa yang harus ditambah atau dikurangi...!!!
    terima kasih

    BalasHapus
  65. Kalau dibilang opurtunitis, siapa sich mas di manusia didunia ini, yang ga begitu. Apalagi zaman sekarang, dimana peluang untuk bekerja semakin berat karna persaingan tenaga kerja yang hari demi hari terus meningkat sedangkan lapangan kerja segitu - gitu aja.
    Biar lah mereka sperti itu, bukan hak saya, bukan kamu atau siapa anda melarang mereka membuat buku tersebut, kecuali anda PENGUASA : Baca PEMERINTAH yang memang mempunyai hak pernuh di negeri ini. Selalu apa pro dan kontra. Kalau pembicaraan ini berada di level bawah : Baca : RAKYAT. Saya tunggu artikel selanjutanya dari blog ini

    BalasHapus
  66. sepertinya cari duit di Internet Mudah, tapi susah. Kenapa saya bilang begitu? Mudah ketika kita mendaftar gratis dan kita dapat duit sedikit, tetapi untuk sampai pada level aman, ujung-ujung kita harus keluar uang juga, makanya saya bilang mudah tapi sush. Contoh Klik rupiahbagi yang gratis;kita diberikan jatah untuk ngeklik 150 kali, nah apabila kita sudah sampai pada 150 kali ngeklik dan pay out sebesar Rp 50.000, ya nyangkut lagi....(kita harus upgrate keanggotaan dengan uang lagi).

    BalasHapus
  67. http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/20.gif inilah gambaran manusia indonesia, menyedihkan dan meresahkan juga patut ga dicontoh...

    Karena emang pedih banget ya jendral Eko, ngeblog itu...

    aku telah merasakannya...http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif

    BalasHapus
  68. Mudah-mudahan Maret mendatang saya juga segera menerbitkan buku "Cara Cepat Desain Tabloid Pake CorelDraw".

    Buku ini ditujukan untuk para pemula maupun yang sudah expert dengan CorelDraw biar bisa bikin Tabloid sendiri. Buku ini saya buat berdasarkan pengalaman sendiri saat membuat dan mendesain Tabloid Internet.

    BalasHapus
  69. Yap.. persis seperti pengalaman yang saya alami sendiri.. dulu saya sering hunting buku mengenai blog, judullnya sangat fantastis, sampai sampai saya banyak membeli buku buku dari pengarang yang notabene bukan praktisi blogging.. dan hasilnya setelah membaca buku mereka saya tidak mendapatkan informasi yang sesuai dengan harapan dan terisirat dari judulnya.
    sungguh mereka pintar mencari peluang ditengah kebingungan masyarakat, mereka tidak mencari uang dari blog tapi mereka bisa menghasilkan uang dari blogger pemula.. kasihan ya .. tapi itu adalah salah satu kepandaian yang harus ditiru dimana blogger pun harus pandai dalam melihat prospek dan peluang yang sedang berjalan..
    buktinya saja mereka bisa mencari uang dari para blogger kenapa para bloggernya sendiri tidak bisa menghasilkan uang ??? ayo kita saling berbagi biar orang indonesia menjadi kompetitor dalam dunia maya ini salam..sukses

    BalasHapus
  70. Namanya juga usaha mas. Tapi berdasar pengalaman, mending Anda sekalian surfing aja.
    Rp.10.000,- ngenet 10 jam. eunak tenan.

    BalasHapus
  71. Benar-benar gilaa…..

    Hanya dengan Rp. 15.000,- bisa dapat Rp. 1 Trilliun…

    simak beritanya di sini

    BalasHapus