Selamat datang di ...

25 Juli 2008

Tadi saya iseng baca-baca artikel di Wikimu, portal citizen journalism yang juga jadi tempat menulis bagi saya. Judul artikelnya sangat mengundang minat saya yang sampai saat ini masih tetap mencari internet murah. "Akhirnya Ada Juga Internet Broadband "Murah" di Indonesia", blogger mana coba yang tidak penasaran membaca artikel yang diberi judul begini? Eit, jangan-jangan malah cuma saya ya? :D

Setelah baca dibaca, rupa-rupanya artikel tersebut membahas tentang FastNet, layanan internet broadband dari FirstMedia yang merupakan anak perusahaan Grup Lippo. Katanya hanya dengan duit Rp 99.000 (tanggung banget ya? Yang seribu lagi buat apa coba?), kita sudah bisa menikmati akses internet unlimited dengan kecepatan 384 Kbps! Coba bandingkan dengan tarif yang dipatok provider lain. Telkom Speedy paling murah Rp 200.000 sebulan, maksimal pemakaian hanya sebesar 1 GB per bulan. Kalau mau akses unlimited, kita mesti bayar Rp 750.000/bulan. Internet berbasis tv kabel malah lebih mahal lagi. Contohnya KabelVision yang mematok harga Rp 500.000/bulan untuk akses unlimited tapi kecepatannya cuma 64 Kbps atau 6 kali lebih kecil dari yang diberikan FastNet.

Bila dibanding-bandingkan baik dari segi harga maupun bandwidth, jelas paket yang ditawarkan FastNet lebih murah dibanding provider lain. Terlebih pelanggan akan dipinjami modem bila mengambil paket FastNet 768 (768 Kbps, biaya Rp 295.000/bulan), FastNet 1500 (1500 Kbps, Rp 595.000), dan FastNet 3000 (3000 Kbps, Rp 1.195.000). Kurang apalagi coba? Maka tanpa pikir panjang saya coba-coba mendaftar secara online lewat situs resminya. Rencana sih mau ambil paket FastNet 768 biar bisa dapat modem gratis. Hehehe....

Ada tiga langkah untuk mendaftar. Pertama, cek area yang menjadi wilayah cakupan FirstMedia. Kedua, set harga alias pilih jenis paket yang akan diambil. Dan ketiga, isi formulir pendaftaran. Hmm, gampang sekali kan? Tidak sampai 10 menit juga pasti sudah selesai. Klik, sayapun mengklik tombol merah yang bertuliskan "Step 1 Check our coverage area". Glek!! Cari dicari koq ternyata kota tempat saya numpang hidup (baca: Jogja) tidak ada dalam daftar. Cek lagi ah, siapa tahu saya yang salah. Tapi tetap saja nama Jogja atawa Yogya tidak termasuk dalam daftar. Walah, gondok bukan main hati saya! Ya sudah, hangus deh harapan untuk bisa menikmati internet murah. Terpaksa saya harus kembali menggunakan Axis dan Your Freedom plus N70 saya.

Hmmm, kapan ya internet murah itu benar-benar ada?

Tadi saya iseng baca-baca artikel di Wikimu, portal citizen journalism yang juga jadi tempat menulis bagi saya. Judul artikelnya sangat mengundang minat saya yang sampai saat ini masih tetap mencari internet murah. "Akhirnya Ada Juga Internet Broadband "Murah" di Indonesia", blogger mana coba yang tidak penasaran membaca artikel yang diberi judul begini? Eit, jangan-jangan malah cuma saya ya? :D

Setelah baca dibaca, rupa-rupanya artikel tersebut membahas tentang FastNet, layanan internet broadband dari FirstMedia yang merupakan anak perusahaan Grup Lippo. Katanya hanya dengan duit Rp 99.000 (tanggung banget ya? Yang seribu lagi buat apa coba?), kita sudah bisa menikmati akses internet unlimited dengan kecepatan 384 Kbps! Coba bandingkan dengan tarif yang dipatok provider lain. Telkom Speedy paling murah Rp 200.000 sebulan, maksimal pemakaian hanya sebesar 1 GB per bulan. Kalau mau akses unlimited, kita mesti bayar Rp 750.000/bulan. Internet berbasis tv kabel malah lebih mahal lagi. Contohnya KabelVision yang mematok harga Rp 500.000/bulan untuk akses unlimited tapi kecepatannya cuma 64 Kbps atau 6 kali lebih kecil dari yang diberikan FastNet.

Bila dibanding-bandingkan baik dari segi harga maupun bandwidth, jelas paket yang ditawarkan FastNet lebih murah dibanding provider lain. Terlebih pelanggan akan dipinjami modem bila mengambil paket FastNet 768 (768 Kbps, biaya Rp 295.000/bulan), FastNet 1500 (1500 Kbps, Rp 595.000), dan FastNet 3000 (3000 Kbps, Rp 1.195.000). Kurang apalagi coba? Maka tanpa pikir panjang saya coba-coba mendaftar secara online lewat situs resminya. Rencana sih mau ambil paket FastNet 768 biar bisa dapat modem gratis. Hehehe....

Ada tiga langkah untuk mendaftar. Pertama, cek area yang menjadi wilayah cakupan FirstMedia. Kedua, set harga alias pilih jenis paket yang akan diambil. Dan ketiga, isi formulir pendaftaran. Hmm, gampang sekali kan? Tidak sampai 10 menit juga pasti sudah selesai. Klik, sayapun mengklik tombol merah yang bertuliskan "Step 1 Check our coverage area". Glek!! Cari dicari koq ternyata kota tempat saya numpang hidup (baca: Jogja) tidak ada dalam daftar. Cek lagi ah, siapa tahu saya yang salah. Tapi tetap saja nama Jogja atawa Yogya tidak termasuk dalam daftar. Walah, gondok bukan main hati saya! Ya sudah, hangus deh harapan untuk bisa menikmati internet murah. Terpaksa saya harus kembali menggunakan Axis dan Your Freedom plus N70 saya.

Hmmm, kapan ya internet murah itu benar-benar ada?

24 Juli 2008

Capek! Itulah yang saya rasakan beberapa hari terakhir ini. Pasalnya mulai hari Senin kemarin saya mesti bolak-balik kos dan rumah sakit. Lho, rumah sakit? Iya, saya diberi amanah sama Ibu mertua untuk menjaga kakak ipar yang sedang terbaring sakit di RS Sardjito. Letaknya lumayan jauh dari kos saya, sekitar 10-15 menit naik sepeda motor. Sudah begitu saya yang kebagian jatah jaga malam juga kurang tidur karena kakak tidak bisa tidur nyenyak merasakan sakitnya. Nasib...

Entah apa penyakit yang diderita kakak saya itu. Badannya yang kurus jadi tambah kering tinggal tulang. Dan yang mengerikan perutnya membesar dan keras. Buang air besar tidak bisa, buang angin juga susah. Setiap diisi makanan ataupun minuman, walau hanya sedikit pasti langsung keluar lagi. Kata dokter radang pankreas dan harus dioperasi. Pendapat paranormal lain lagi. Katanya perut kakak saya ada jinnya. Walah, masa iya seeeh!?

Karena perutnya membuncit plus badannya semakin kering, kakak saya susah mencari posisi tidur yang nyaman. Berbaring telentang dia mengeluh kesakitan, katanya perutnya menekan ke bawah. Berbaring miring juga susah karena bobot perutnya jadi menggantung ke bawah. Telungkup? Apalagi! Jadi dia hanya bisa tidur sambil duduk bersila, dengan 4 bantal tertumpuk di bagian depan tubuhnya sebagai ganjal. Kasihan betul saya melihatnya. Dokter masih belum beraksi apa-apa selain memberi obat penenang sejenis morfin setiap 8 jam sekali supaya rasa sakitnya hilang.

Repotnya, akhir-akhir ini job paid review sedang banyak. Kemarin-kemarin saya sama sekali tidak bisa menggarap review karena mesti mengawal mertua dan 'si dia', jadi beberapa job sudah mendekati deadline dan harus segera digarap kalau saya mau dapat bayaran. So, akhirnya saya mesti bolak-balik antara rumah sakit dan kos-kosan. Malam dari jam 9 sampai pagi saya berjaga di rumah sakit, setelah itu pulang istirahat dan menggarap review dan update blog. Hmmmhhh...

Diam-diam kalau sedang di rumah sakit saya membayangkan, alangkah enaknya kalau punya laptop. 24 jam stand by di sana juga tidak jadi masalah sepanjang ada colokan listrik dan signal GPRS. Sayangnya laptop masih belum terbeli. Maklum, yang namanya newbie itu penghasilannya tak seberapa. Hehehe...

Sudah, ah. Mohon doa dari teman-teman semua agar kakak saya lekas sembuh. Ya? terima kasih.

Capek! Itulah yang saya rasakan beberapa hari terakhir ini. Pasalnya mulai hari Senin kemarin saya mesti bolak-balik kos dan rumah sakit. Lho, rumah sakit? Iya, saya diberi amanah sama Ibu mertua untuk menjaga kakak ipar yang sedang terbaring sakit di RS Sardjito. Letaknya lumayan jauh dari kos saya, sekitar 10-15 menit naik sepeda motor. Sudah begitu saya yang kebagian jatah jaga malam juga kurang tidur karena kakak tidak bisa tidur nyenyak merasakan sakitnya. Nasib...

Entah apa penyakit yang diderita kakak saya itu. Badannya yang kurus jadi tambah kering tinggal tulang. Dan yang mengerikan perutnya membesar dan keras. Buang air besar tidak bisa, buang angin juga susah. Setiap diisi makanan ataupun minuman, walau hanya sedikit pasti langsung keluar lagi. Kata dokter radang pankreas dan harus dioperasi. Pendapat paranormal lain lagi. Katanya perut kakak saya ada jinnya. Walah, masa iya seeeh!?

Karena perutnya membuncit plus badannya semakin kering, kakak saya susah mencari posisi tidur yang nyaman. Berbaring telentang dia mengeluh kesakitan, katanya perutnya menekan ke bawah. Berbaring miring juga susah karena bobot perutnya jadi menggantung ke bawah. Telungkup? Apalagi! Jadi dia hanya bisa tidur sambil duduk bersila, dengan 4 bantal tertumpuk di bagian depan tubuhnya sebagai ganjal. Kasihan betul saya melihatnya. Dokter masih belum beraksi apa-apa selain memberi obat penenang sejenis morfin setiap 8 jam sekali supaya rasa sakitnya hilang.

Repotnya, akhir-akhir ini job paid review sedang banyak. Kemarin-kemarin saya sama sekali tidak bisa menggarap review karena mesti mengawal mertua dan 'si dia', jadi beberapa job sudah mendekati deadline dan harus segera digarap kalau saya mau dapat bayaran. So, akhirnya saya mesti bolak-balik antara rumah sakit dan kos-kosan. Malam dari jam 9 sampai pagi saya berjaga di rumah sakit, setelah itu pulang istirahat dan menggarap review dan update blog. Hmmmhhh...

Diam-diam kalau sedang di rumah sakit saya membayangkan, alangkah enaknya kalau punya laptop. 24 jam stand by di sana juga tidak jadi masalah sepanjang ada colokan listrik dan signal GPRS. Sayangnya laptop masih belum terbeli. Maklum, yang namanya newbie itu penghasilannya tak seberapa. Hehehe...

Sudah, ah. Mohon doa dari teman-teman semua agar kakak saya lekas sembuh. Ya? terima kasih.

23 Juli 2008

Tahukah Anda bahwa sudah sejak beberapa waktu lalu saya menyelipkan iklan Google AdSense di blog ini? Saya yakin tidak banyak yang tahu. Soalnya iklan-iklan tersebut sengaja saya sembunyikan dari pandangan orang-orang Indonesia, jadi yang dapat melihatnya hanyalah orang-orang yang terbiasa berbahasa Inggris (seperti saya) lagi baik hati dan tidak sombong. Hehehe...

Serius? Ya, saya serius! Tapi bukankah Google AdSense tidak boleh dipasang di blog berbahasa Indonesia? Memang iya! Lha, saya kan juga tidak bilang kalau Google AdSense boleh dipasang di blog berbahasa Indonesia? Karena itulah saya hanya memasangnya di tempat-tempat tertentu saja. Tempat yang mungkin tidak menarik bagi pembaca berbahasa Indonesia, tapi sebaliknya mungkin sangat menarik bagi pembaca berbahasa Inggris. Terutama para pendatang nyasar yang diantarkan secara ngawur oleh Mbah Google. Jadi penasaran kan di mana iklan-iklan Google AdSense itu saya letakkan?

Well, Anda yang sering kemari pasti tahu kalau blog ini terkadang memuat posting berbahasa Inggris alias paid review dalam rangka mengisi pundi-pundi penghasilan. Akhir-akhir ini malah sering sekali dapat job sehingga bisa jadi Juli akan menjadi bulan dengan posting terbanyak. Jadilah blog ini sebagai blog dwibahasa. Dulu saya sempat risih dengan keberadaan paid review di blog ini. Tapi ternyata bukan hanya newbie seperti saya saja yang melakukannya, seorang master beken yang jadi panutan se-Indonesia juga punya blog dwibahasa untuk paid review koq. So, untuk apa lagi saya harus malu? Urusan duit nih, malu itu urutan paling belakang kalau sudah berurusan dengan duit. :D

Nah, melihat posting-posting berbahasa Inggris yang ada di blog ini saya pernah membatin begini, "Coba ya blog ini bisa dipasangi iklan AdSense". Eh, tiba-tiba saja ada semacam ilham yang masuk ke kepala saya. Kenapa tidak dicoba? Maka sayapun iseng meletakkan kode AdSense di bawah satu posting paid review. Lho, koq iklannya muncul? Ya sudah, sejak itu saya selalu menyisipkan kode iklan AdSense di bawah paid review yang saya buat. Siapa tahu ada pengunjung nyasar yang mengklik, kan lumayan bisa dapat tambahan beberapa sen. Hehehe....

So, Anda sudah tahu kan di mana saya meletakkan iklan Google AdSense di blog ini? Yup, saya hanya meletakkanya di bawah setiap posting paid review yang berhasa Inggris. Karena iklan-iklan tersebut hanya muncul di halaman yang berbahasa Inggris, saya rasa tidak ada ToS Google yang saya langgar (Eit, ini hanya pendapat pribadi lho. Karena itu kata "saya rasa" sengaja dicetak tebal). Terkecuali kalau saya meletakkannya di sidebar atau posisi-posisi lain yang bisa dilihat dengan mata telanjang setiap kali blog diakses. Di blog ini, iklan AdSense hanya akan muncul di posting berbahasa Inggris saja. Coba lihat contohnya di sini, sini, sini, dan sini. Hebat nggak sih?

Ngomong-ngomong, bagaimana sih cara saya meletakkan iklan AdSense tersebut sehingga hanya bisa muncul di bawah postingan berbahasa Inggris? Sebenarnya sederhana saja. Pertama-tama buat iklan AdSense Anda di member area GA. Sangat disarankan untuk hanya membuat iklan teks saja. Jangan lupa atur tata letak dan tampilan iklan itu agar tidak merusak tampilan saat nongol di bawah posting yang dimaksud. Setelah kodenya didapat, langsung deh di-paste ke halaman tempat menulis posting. Selesai!

Cuma itu? Ya memang cuma seperti itu yang saya lakukan. Kalau mau yang lebih kenapa tidak datang ke masternya saja? Hehehe...

Tahukah Anda bahwa sudah sejak beberapa waktu lalu saya menyelipkan iklan Google AdSense di blog ini? Saya yakin tidak banyak yang tahu. Soalnya iklan-iklan tersebut sengaja saya sembunyikan dari pandangan orang-orang Indonesia, jadi yang dapat melihatnya hanyalah orang-orang yang terbiasa berbahasa Inggris (seperti saya) lagi baik hati dan tidak sombong. Hehehe...

Serius? Ya, saya serius! Tapi bukankah Google AdSense tidak boleh dipasang di blog berbahasa Indonesia? Memang iya! Lha, saya kan juga tidak bilang kalau Google AdSense boleh dipasang di blog berbahasa Indonesia? Karena itulah saya hanya memasangnya di tempat-tempat tertentu saja. Tempat yang mungkin tidak menarik bagi pembaca berbahasa Indonesia, tapi sebaliknya mungkin sangat menarik bagi pembaca berbahasa Inggris. Terutama para pendatang nyasar yang diantarkan secara ngawur oleh Mbah Google. Jadi penasaran kan di mana iklan-iklan Google AdSense itu saya letakkan?

Well, Anda yang sering kemari pasti tahu kalau blog ini terkadang memuat posting berbahasa Inggris alias paid review dalam rangka mengisi pundi-pundi penghasilan. Akhir-akhir ini malah sering sekali dapat job sehingga bisa jadi Juli akan menjadi bulan dengan posting terbanyak. Jadilah blog ini sebagai blog dwibahasa. Dulu saya sempat risih dengan keberadaan paid review di blog ini. Tapi ternyata bukan hanya newbie seperti saya saja yang melakukannya, seorang master beken yang jadi panutan se-Indonesia juga punya blog dwibahasa untuk paid review koq. So, untuk apa lagi saya harus malu? Urusan duit nih, malu itu urutan paling belakang kalau sudah berurusan dengan duit. :D

Nah, melihat posting-posting berbahasa Inggris yang ada di blog ini saya pernah membatin begini, "Coba ya blog ini bisa dipasangi iklan AdSense". Eh, tiba-tiba saja ada semacam ilham yang masuk ke kepala saya. Kenapa tidak dicoba? Maka sayapun iseng meletakkan kode AdSense di bawah satu posting paid review. Lho, koq iklannya muncul? Ya sudah, sejak itu saya selalu menyisipkan kode iklan AdSense di bawah paid review yang saya buat. Siapa tahu ada pengunjung nyasar yang mengklik, kan lumayan bisa dapat tambahan beberapa sen. Hehehe....

So, Anda sudah tahu kan di mana saya meletakkan iklan Google AdSense di blog ini? Yup, saya hanya meletakkanya di bawah setiap posting paid review yang berhasa Inggris. Karena iklan-iklan tersebut hanya muncul di halaman yang berbahasa Inggris, saya rasa tidak ada ToS Google yang saya langgar (Eit, ini hanya pendapat pribadi lho. Karena itu kata "saya rasa" sengaja dicetak tebal). Terkecuali kalau saya meletakkannya di sidebar atau posisi-posisi lain yang bisa dilihat dengan mata telanjang setiap kali blog diakses. Di blog ini, iklan AdSense hanya akan muncul di posting berbahasa Inggris saja. Coba lihat contohnya di sini, sini, sini, dan sini. Hebat nggak sih?

Ngomong-ngomong, bagaimana sih cara saya meletakkan iklan AdSense tersebut sehingga hanya bisa muncul di bawah postingan berbahasa Inggris? Sebenarnya sederhana saja. Pertama-tama buat iklan AdSense Anda di member area GA. Sangat disarankan untuk hanya membuat iklan teks saja. Jangan lupa atur tata letak dan tampilan iklan itu agar tidak merusak tampilan saat nongol di bawah posting yang dimaksud. Setelah kodenya didapat, langsung deh di-paste ke halaman tempat menulis posting. Selesai!

Cuma itu? Ya memang cuma seperti itu yang saya lakukan. Kalau mau yang lebih kenapa tidak datang ke masternya saja? Hehehe...

Batman, siapa yang tidak kenal dengan superhero satu ini. Sejak saya masih ingusan sampe sekarang ingusnya pindah ke bawah perut (hayo, jangan ngeres!), Batman adalah salah satu superhero kesayangan saya. Bagaimana tidak? Orang baju hitam-hitamnya itu aja sudah buat kesengsem koq. Hehehe, padahal saya sama sekali gak punya baju atau kaos warna hitam lho. Jadi kalau suatu saat ketemu orang mengaku bernama Ecko tapi pake baju hitam, itu berarti bukan saya. :D

Nah, kembali ke topik Batman. Setelah terakhir muncul dalam film "Batman Begins" di tahun 2005 lalu, kini si manusia kelelawar (drakula dong?) kembali hadir di layar lebar lewat sekuelnya yang diberi judul "The Dark Night". Hmmm, judul yang aneh ya? Kalau gak percaya coba deh diartikan ke bahasa Indonesia. "Malam yang Gelap", jadi begitu deh. Siapa juga pasti tahu kalau malam itu pasti gelap. Iya tho? Tho... Tapi jangan tertipu dengan judulnya dulu lho. Lihat dulu film Batman terbaru ini, dijamin tidak bakal keluar komentar buruk. Percaya deh!

Sebagai sekuel dari "Batman Begins", sebagian besar pemain film Batman terbaru ini sama seperti sebelumnya. Sang superhero masih diperankan oleh Christian Bale, trus masih ada juga muka-muka lama seperti Michael Cane, Morgan Freeman dan Gary Oldman yang di film Batman terbaru kali ini masing-masing berperan sama dengan karakter sebelumnya. Sutradaranyapun masih Christopher Nolan yang juga menggarap "Batman Begins". Satu-satunya pemain lama yang tidak dilibatkan dalam film Batman terbaru alias "The Dark Night" ini adalah Katie Holmes yang sebelumnya memerankan sosok Rachel Dawes. Posisi istri Tom Cruise tersebut digantikan oleh Maggie Gyllenhaal. Sebelumnya Katie memang menyatakan tidak ingin mengulangi perannya sebagai Rachel Dawes pada saat film Batman terbaru direncanakan sehingga dicarilah penggantinya. Terpilihlah Maggie Gyllenhaal yang sempat bermain di film kesukaan saya lainnya, "Stranger Than Fiction". Setelah terpilih sebagai pemeran Rachel Dawes, Maggie mengaku sudah mendapatkan ijin dari Katie Holmes.

Nah, pemeran Joker si musuh besar Batman adalah Heath Ledger. Aktor Australia kelahiran 4 April 1979 ini dikabarkan menyendiri selama satu bulan penuh demi mendalami karakter Joker yang diperankannya dalam film Batman terbaru itu. Wuih, satu bulan lho! Kenapa gak sekalian puasa Ramadhan aja ya? Tapi perjuangan tersebut tidak sia-sia karena aksinya sebagai Joker banyak mengundang pujian dari para kritikus film. Btw, apa gak sayang ya aktor cakep seperti Heath Ledger justru disuruh jadi Joker yang mukanya selalu tertutup topeng? Kalau saya yang jadi sutradara, peran Joker akan langsung saya berikan pada Mas Tukul saja. Tanpa ragu-ragu lagi! Hahaha...

Oya, film Batman terbaru ini sudah mulai diluncurkan tanggal 8 Juli lalu. Berbahagialah kita yang tinggal di Indonesia--negeri super ajaib ini, karena gak pake lama sudah bisa ikut menonton film Batman terbaru ini. Tahu kan asalnya dari mana? So, segera buru dan tonton deh film Batman terbaru. Asli, seru sekali!


UPDATE 24/07/08: Setelah nunggu beberapa hari, akhirnya ada juga yang teliti menangkap satu kesalahan besar dalam posting ini. Yang lainnya koq gak tahu ya? Padahal tertulis gede di judul sama dijelasin secara ngawur di paragraf kedua. Buat Windra, terima kasih ya. Anda sangat teliti sekali.

Batman, siapa yang tidak kenal dengan superhero satu ini. Sejak saya masih ingusan sampe sekarang ingusnya pindah ke bawah perut (hayo, jangan ngeres!), Batman adalah salah satu superhero kesayangan saya. Bagaimana tidak? Orang baju hitam-hitamnya itu aja sudah buat kesengsem koq. Hehehe, padahal saya sama sekali gak punya baju atau kaos warna hitam lho. Jadi kalau suatu saat ketemu orang mengaku bernama Ecko tapi pake baju hitam, itu berarti bukan saya. :D

Nah, kembali ke topik Batman. Setelah terakhir muncul dalam film "Batman Begins" di tahun 2005 lalu, kini si manusia kelelawar (drakula dong?) kembali hadir di layar lebar lewat sekuelnya yang diberi judul "The Dark Night". Hmmm, judul yang aneh ya? Kalau gak percaya coba deh diartikan ke bahasa Indonesia. "Malam yang Gelap", jadi begitu deh. Siapa juga pasti tahu kalau malam itu pasti gelap. Iya tho? Tho... Tapi jangan tertipu dengan judulnya dulu lho. Lihat dulu film Batman terbaru ini, dijamin tidak bakal keluar komentar buruk. Percaya deh!

Sebagai sekuel dari "Batman Begins", sebagian besar pemain film Batman terbaru ini sama seperti sebelumnya. Sang superhero masih diperankan oleh Christian Bale, trus masih ada juga muka-muka lama seperti Michael Cane, Morgan Freeman dan Gary Oldman yang di film Batman terbaru kali ini masing-masing berperan sama dengan karakter sebelumnya. Sutradaranyapun masih Christopher Nolan yang juga menggarap "Batman Begins". Satu-satunya pemain lama yang tidak dilibatkan dalam film Batman terbaru alias "The Dark Night" ini adalah Katie Holmes yang sebelumnya memerankan sosok Rachel Dawes. Posisi istri Tom Cruise tersebut digantikan oleh Maggie Gyllenhaal. Sebelumnya Katie memang menyatakan tidak ingin mengulangi perannya sebagai Rachel Dawes pada saat film Batman terbaru direncanakan sehingga dicarilah penggantinya. Terpilihlah Maggie Gyllenhaal yang sempat bermain di film kesukaan saya lainnya, "Stranger Than Fiction". Setelah terpilih sebagai pemeran Rachel Dawes, Maggie mengaku sudah mendapatkan ijin dari Katie Holmes.

Nah, pemeran Joker si musuh besar Batman adalah Heath Ledger. Aktor Australia kelahiran 4 April 1979 ini dikabarkan menyendiri selama satu bulan penuh demi mendalami karakter Joker yang diperankannya dalam film Batman terbaru itu. Wuih, satu bulan lho! Kenapa gak sekalian puasa Ramadhan aja ya? Tapi perjuangan tersebut tidak sia-sia karena aksinya sebagai Joker banyak mengundang pujian dari para kritikus film. Btw, apa gak sayang ya aktor cakep seperti Heath Ledger justru disuruh jadi Joker yang mukanya selalu tertutup topeng? Kalau saya yang jadi sutradara, peran Joker akan langsung saya berikan pada Mas Tukul saja. Tanpa ragu-ragu lagi! Hahaha...

Oya, film Batman terbaru ini sudah mulai diluncurkan tanggal 8 Juli lalu. Berbahagialah kita yang tinggal di Indonesia--negeri super ajaib ini, karena gak pake lama sudah bisa ikut menonton film Batman terbaru ini. Tahu kan asalnya dari mana? So, segera buru dan tonton deh film Batman terbaru. Asli, seru sekali!


UPDATE 24/07/08: Setelah nunggu beberapa hari, akhirnya ada juga yang teliti menangkap satu kesalahan besar dalam posting ini. Yang lainnya koq gak tahu ya? Padahal tertulis gede di judul sama dijelasin secara ngawur di paragraf kedua. Buat Windra, terima kasih ya. Anda sangat teliti sekali.

21 Juli 2008

Pernah mendengar ungkapan "Indahnya berbagi"? Saya yakin Anda pernah mendengarnya. Awalnya posting ini mau saya beri judul begitu, Indahnya Berbagi. Namun setelah saya pikir-pikir lagi koq berbagi itu ternyata tidak sekedar indah. Berbagi itu lebih dari indah. Ya, berbagi itu ternyata nikmat sekali rasanya. So, itulah sebabnya saya kemudian memberi judul tulisan ini menjadi seperti yang dapat Anda baca di atas, Nikmatnya Berbagi.

Kenapa saya bilang berbagi itu nikmat? Alasannya bisa sangat subjektif. Namun berdasarkan pengalaman terbaru saya, ternyata di saat kita berbagi dengan orang lain sebenarnya kita sedang menyuburkan benih sumber rejeki yang kita miliki sendiri. Dalam Islam (kebetulan saya Muslim), berbagi alias beramal atau bersedekah atau berzakat merupakan satu cara untuk membersihkan harta. Dalam setiap sen yang kita peroleh ada hak orang lain yang harus disalurkan pada yang berhak. Itulah sebabnya Islam mengharuskan umatnya untuk menyisihkan minimal sebesar 2.5% dari penghasilan untuk sedekah atau zakat. Hehehe, koq malah jadi seperti khotbah Jum'at ya? :D

Sebenarnya saya mau cerita satu pengalaman menarik yang saya alami beberapa waktu lalu. Cerita diawali dari curhat seorang teman blogger (namanya tidak perlu disebut & yang bersangkutan mohon maklum ya kalau tidak saya link) yang bilang dia mau transfer domain tapi dananya di PayPal tidak cukup. Saya ingat kalau di account PayPal saya ada sejumlah dana. So, tanpa pikir panjang langsung deh saya tawarkan untuk memakainya dulu. Saya belum pernah bertemu muka dengan teman tadi, namun saya yakin apa yang saya lakukan tidak akan disalahgunakan olehnya. So, saya percaya saja menyerahkan dana tersebut. Jumlahnya memang tidak seberapa, namun bagi newbie seperti saya tetap saja terhitung lumayan. Hehehe. Tapi semua itu tidak terpikirkan oleh saya. Saya justru merasa bahagia sekali waktu teman kita tadi akhirnya berhasil mentransfer domainnya ke account baru.

Kejadian kedua lebih unik lagi. Masih ingat ebook "Panduan Custom Domain Blogger" yang sempat menjadi biang kerok di sini? Nah, salah seorang pembaca ebook tersebut (namanya juga tidak usah disebut ya) memberanikan diri mengontak saya. Dia bilang ingin sekali memiliki nama domain sendiri dan meminta kesediaan saya untuk membelikan nama domain yang ia sukai. Wow, jujur saja saya sangat mengagumi keberanian dan kejujuran teman kita ini. Jarang-jarang kan ada yang berani menyampaikan sesuatu yang ada di kepalanya pada orang yang bahkan belum dikenalnya sama sekali? Apalagi sampai jujur ingin meminta sesuatu. Oleh karena itu, saya hargai keberaniannya dengan membelikan nama domain yang ia inginkan.

Mohon maaf, saya sama sekali tidak bermaksud pamer kebaikan dengan menceritakan kejadian-kejadian di atas. Inti dari posting kali ini bukan itu. So, jangan salah sangka ya? Lanjut? Oke. Jadi, hanya dalam tempo sekitar seminggu saya keluar uang yang untuk ukuran anak kos seperti saya lumayan banyak. Kesemuanya untuk orang lain, yang sama sekali belum pernah saya temui. Insya Allah saya ikhlas, dan sejak awal menolong kedua teman tadi saya niatkan semata-mata untuk amal. Yah, hitung-hitung mengimbangi dosa saya yang jarang sholat lima waktu (emang bisa ya??). :D

Nah, ternyata ungkapan yang mengatakan bahwa "Tuhan tidak tidur" itu benar. Tidak sampai menunggu lama, Tuhan "mengembalikan" uang saya tadi dengan caranya yang selalu misterius. Pertama-tama saya jadi lebih sering dapat grab bag task (GBT) di Blogsvertise. Hampir tiap hari dan rata-rata nilainya $10. Padahal sebelumnya saya sama sekali tidak pernah melihat gambar kantong uang yang menandakan ada GBT di sebelah daftar blog-blog saya. Senangnya tentu tidak terkira. Ini artinya kan bulan depan ada jaminan pemasukan. :D

Tidak berhenti sampai di situ saja. Di SponsoredReviews yang sudah lama sekali tidak pernah memenangkan bid (ya, luamaaaaaaa bgt!), tiba-tiba saja beberapa advertiser menyetujui bid saya. Apalagi harganya naik menembus rekor nilai bid tertinggi saya saat ini. Mau tahu? Hehe, cuma $30/review koq (buat yang biasa mendapat lebih tinggi jangan tertawakan saya ya?). Karena jatah blogger sebesar 65% dari nilai bid, berarti yang saya terima bersih $19.50/review. Lumayan ada peningkatan. Sebelumnya nilai bid paling tinggi $15/review (saya dapat bersih $9.75/review).

Nah, ini pengalaman yang sangat berharga sekali bagi saya. Pelajaran penting yang saya dapat dari pengalaman ini adalah bahwa ternyata membantu orang lain itu hakikatnya membantu diri sendiri. Karena kita sudah mau bermurah hati pada orang lain, maka Tuhan juga menjadi murah hati pada kita. So, jangan pernah ragu membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan Anda. Bingung mau bantu siapa? Saya juga mau koq dibantu. Kebetulan saya lagi BU buat sewa hosting blog baru. Hehehe....

Pernah mendengar ungkapan "Indahnya berbagi"? Saya yakin Anda pernah mendengarnya. Awalnya posting ini mau saya beri judul begitu, Indahnya Berbagi. Namun setelah saya pikir-pikir lagi koq berbagi itu ternyata tidak sekedar indah. Berbagi itu lebih dari indah. Ya, berbagi itu ternyata nikmat sekali rasanya. So, itulah sebabnya saya kemudian memberi judul tulisan ini menjadi seperti yang dapat Anda baca di atas, Nikmatnya Berbagi.

Kenapa saya bilang berbagi itu nikmat? Alasannya bisa sangat subjektif. Namun berdasarkan pengalaman terbaru saya, ternyata di saat kita berbagi dengan orang lain sebenarnya kita sedang menyuburkan benih sumber rejeki yang kita miliki sendiri. Dalam Islam (kebetulan saya Muslim), berbagi alias beramal atau bersedekah atau berzakat merupakan satu cara untuk membersihkan harta. Dalam setiap sen yang kita peroleh ada hak orang lain yang harus disalurkan pada yang berhak. Itulah sebabnya Islam mengharuskan umatnya untuk menyisihkan minimal sebesar 2.5% dari penghasilan untuk sedekah atau zakat. Hehehe, koq malah jadi seperti khotbah Jum'at ya? :D

Sebenarnya saya mau cerita satu pengalaman menarik yang saya alami beberapa waktu lalu. Cerita diawali dari curhat seorang teman blogger (namanya tidak perlu disebut & yang bersangkutan mohon maklum ya kalau tidak saya link) yang bilang dia mau transfer domain tapi dananya di PayPal tidak cukup. Saya ingat kalau di account PayPal saya ada sejumlah dana. So, tanpa pikir panjang langsung deh saya tawarkan untuk memakainya dulu. Saya belum pernah bertemu muka dengan teman tadi, namun saya yakin apa yang saya lakukan tidak akan disalahgunakan olehnya. So, saya percaya saja menyerahkan dana tersebut. Jumlahnya memang tidak seberapa, namun bagi newbie seperti saya tetap saja terhitung lumayan. Hehehe. Tapi semua itu tidak terpikirkan oleh saya. Saya justru merasa bahagia sekali waktu teman kita tadi akhirnya berhasil mentransfer domainnya ke account baru.

Kejadian kedua lebih unik lagi. Masih ingat ebook "Panduan Custom Domain Blogger" yang sempat menjadi biang kerok di sini? Nah, salah seorang pembaca ebook tersebut (namanya juga tidak usah disebut ya) memberanikan diri mengontak saya. Dia bilang ingin sekali memiliki nama domain sendiri dan meminta kesediaan saya untuk membelikan nama domain yang ia sukai. Wow, jujur saja saya sangat mengagumi keberanian dan kejujuran teman kita ini. Jarang-jarang kan ada yang berani menyampaikan sesuatu yang ada di kepalanya pada orang yang bahkan belum dikenalnya sama sekali? Apalagi sampai jujur ingin meminta sesuatu. Oleh karena itu, saya hargai keberaniannya dengan membelikan nama domain yang ia inginkan.

Mohon maaf, saya sama sekali tidak bermaksud pamer kebaikan dengan menceritakan kejadian-kejadian di atas. Inti dari posting kali ini bukan itu. So, jangan salah sangka ya? Lanjut? Oke. Jadi, hanya dalam tempo sekitar seminggu saya keluar uang yang untuk ukuran anak kos seperti saya lumayan banyak. Kesemuanya untuk orang lain, yang sama sekali belum pernah saya temui. Insya Allah saya ikhlas, dan sejak awal menolong kedua teman tadi saya niatkan semata-mata untuk amal. Yah, hitung-hitung mengimbangi dosa saya yang jarang sholat lima waktu (emang bisa ya??). :D

Nah, ternyata ungkapan yang mengatakan bahwa "Tuhan tidak tidur" itu benar. Tidak sampai menunggu lama, Tuhan "mengembalikan" uang saya tadi dengan caranya yang selalu misterius. Pertama-tama saya jadi lebih sering dapat grab bag task (GBT) di Blogsvertise. Hampir tiap hari dan rata-rata nilainya $10. Padahal sebelumnya saya sama sekali tidak pernah melihat gambar kantong uang yang menandakan ada GBT di sebelah daftar blog-blog saya. Senangnya tentu tidak terkira. Ini artinya kan bulan depan ada jaminan pemasukan. :D

Tidak berhenti sampai di situ saja. Di SponsoredReviews yang sudah lama sekali tidak pernah memenangkan bid (ya, luamaaaaaaa bgt!), tiba-tiba saja beberapa advertiser menyetujui bid saya. Apalagi harganya naik menembus rekor nilai bid tertinggi saya saat ini. Mau tahu? Hehe, cuma $30/review koq (buat yang biasa mendapat lebih tinggi jangan tertawakan saya ya?). Karena jatah blogger sebesar 65% dari nilai bid, berarti yang saya terima bersih $19.50/review. Lumayan ada peningkatan. Sebelumnya nilai bid paling tinggi $15/review (saya dapat bersih $9.75/review).

Nah, ini pengalaman yang sangat berharga sekali bagi saya. Pelajaran penting yang saya dapat dari pengalaman ini adalah bahwa ternyata membantu orang lain itu hakikatnya membantu diri sendiri. Karena kita sudah mau bermurah hati pada orang lain, maka Tuhan juga menjadi murah hati pada kita. So, jangan pernah ragu membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan Anda. Bingung mau bantu siapa? Saya juga mau koq dibantu. Kebetulan saya lagi BU buat sewa hosting blog baru. Hehehe....

20 Juli 2008

United Kingdom can be a best destination option for the vacation to any age group of people. This beautiful country has a constitutional monarchy comprising of four constituent countries. These countries are England, Northern Ireland, Scotland and Wales, and collectively called United Kingdom. Finding accommodation in the UK that is good value for money and doesn't break your purse strings is becoming easier (cheap hotels UK). For instance, a cheap London hotel can start from as low as £30 per night.

London city is one of the major tourist attractions of the world and is a highest visited place in UK by tourist. In London (England) many famous tourist places like Alton Tower and Buckingham Palace are welcoming to the London visitors. The large cities of UK like London, Edinburgh and Glasgow are famous for their cuisine, pubs, and traditional approach. There is an extremely big number of London hotels which can easily satisfy all the needs of the tourists visiting this city every day. There are different hotels in London but luxury hotels get the biggest attention because they have all the facilities that most people need and want.

Nevertheless, not all people who come to London can afford staying in a luxury hotel. For this reason, budget hotels in London are also very important. There are many different budget hotels in this city and the most important feature of these hotels is staying cost. Usually, the price for the night in such hotel is about £55 - £75. Many of these hotels are situated near bus or train stations, in order to satisfy those travellers who don't want to spend more money on reaching the hotel they are staying in.

Other big city to visit in UK is Manchester. Manchester is often described as the "Capital of the North" and forms a very integral core part of the 'English Core Cities Group'. Enjoy the attractions in the city by booking into any of the Manchester hotels to have a pleasant and comfortable stay. Now-a-days Manchester has earned a reputation as an excellent centre for the arts, the media, higher education and commerce.

Manchester is a bustling city known for its lively sporting culture. It is for this same reason why the city is a common spot for travel. Thousands of people, locals and foreigners alike fill the city each year all for the sake of experiencing the thrills of football matches and other sporting events. Located at the centre of the wider Greater Manchester Urban Area, this city boasts of the third largest growth in urbanization. It is found that the second largest urban zone of UK is in Manchester. Not just a substantial conurbation, but Manchester can also take pride in the fact that it is the second most visited city in the whole country of the United Kingdom.

In outside of England, a beautiful recommended city to visit is Edinburgh. Edinburgh is the capital and second largest city (after Glasgow) of Scotland, in the UK. Edinburgh has in fact been the Scottish capital since 1437, and seat of the revived Scottish Parliament since it first met in 1999. Just like another city in UK, Edinburgh hotels offer low cheap price for its visitors who need accommodation for longer time.

Edinburgh is home to many festivals and events, especially during the Summer months. Many people have heard of the Edinburgh Fringe (the world's largest arts festival), the Edinburgh Festival (arts and culture) and Edinburgh International Festival (performing arts). There are also several other excellent but slightly lower profile festivals: the Edinburgh Art Festival, the Edinburgh International Film Festival, the Edinburgh Jazz and Blues Festival, the Edinburgh International Book Festival, and the Edinburgh International Science Festival. Additionally, the Edinburgh Military Tattoo, a show involving military bands, pipers, and fireworks takes place nightly for around 3 weeks at the Castle Esplanade during the summer (buy tickets in advance if you want to attend, all tickets sell out quickly in advance of the tattoo).





United Kingdom can be a best destination option for the vacation to any age group of people. This beautiful country has a constitutional monarchy comprising of four constituent countries. These countries are England, Northern Ireland, Scotland and Wales, and collectively called United Kingdom. Finding accommodation in the UK that is good value for money and doesn't break your purse strings is becoming easier (cheap hotels UK). For instance, a cheap London hotel can start from as low as £30 per night.

London city is one of the major tourist attractions of the world and is a highest visited place in UK by tourist. In London (England) many famous tourist places like Alton Tower and Buckingham Palace are welcoming to the London visitors. The large cities of UK like London, Edinburgh and Glasgow are famous for their cuisine, pubs, and traditional approach. There is an extremely big number of London hotels which can easily satisfy all the needs of the tourists visiting this city every day. There are different hotels in London but luxury hotels get the biggest attention because they have all the facilities that most people need and want.

Nevertheless, not all people who come to London can afford staying in a luxury hotel. For this reason, budget hotels in London are also very important. There are many different budget hotels in this city and the most important feature of these hotels is staying cost. Usually, the price for the night in such hotel is about £55 - £75. Many of these hotels are situated near bus or train stations, in order to satisfy those travellers who don't want to spend more money on reaching the hotel they are staying in.

Other big city to visit in UK is Manchester. Manchester is often described as the "Capital of the North" and forms a very integral core part of the 'English Core Cities Group'. Enjoy the attractions in the city by booking into any of the Manchester hotels to have a pleasant and comfortable stay. Now-a-days Manchester has earned a reputation as an excellent centre for the arts, the media, higher education and commerce.

Manchester is a bustling city known for its lively sporting culture. It is for this same reason why the city is a common spot for travel. Thousands of people, locals and foreigners alike fill the city each year all for the sake of experiencing the thrills of football matches and other sporting events. Located at the centre of the wider Greater Manchester Urban Area, this city boasts of the third largest growth in urbanization. It is found that the second largest urban zone of UK is in Manchester. Not just a substantial conurbation, but Manchester can also take pride in the fact that it is the second most visited city in the whole country of the United Kingdom.

In outside of England, a beautiful recommended city to visit is Edinburgh. Edinburgh is the capital and second largest city (after Glasgow) of Scotland, in the UK. Edinburgh has in fact been the Scottish capital since 1437, and seat of the revived Scottish Parliament since it first met in 1999. Just like another city in UK, Edinburgh hotels offer low cheap price for its visitors who need accommodation for longer time.

Edinburgh is home to many festivals and events, especially during the Summer months. Many people have heard of the Edinburgh Fringe (the world's largest arts festival), the Edinburgh Festival (arts and culture) and Edinburgh International Festival (performing arts). There are also several other excellent but slightly lower profile festivals: the Edinburgh Art Festival, the Edinburgh International Film Festival, the Edinburgh Jazz and Blues Festival, the Edinburgh International Book Festival, and the Edinburgh International Science Festival. Additionally, the Edinburgh Military Tattoo, a show involving military bands, pipers, and fireworks takes place nightly for around 3 weeks at the Castle Esplanade during the summer (buy tickets in advance if you want to attend, all tickets sell out quickly in advance of the tattoo).





19 Juli 2008

Setelah beberapa lama dipayungi keberuntungan akhirnya blog ini di-delete juga oleh EntreCard. Kejadiannya sudah 4 hari yang lalu, tepatnya tanggal 15 Juli. Email berisi berita buruk tersebut saya terima saat sedang bersuka-ria karena mendapat beberapa job bernilai lumayan tinggi dari SponsoredReviews. Begini nih isi emailnya, saya persembahkan khusus bagi Anda yang beruntung tidak kena delete:

Your account 'www.EkoNurhuda.com, Ecko's Personal Blog' on entrecard.com has been deleted. The administrator gave the following reason:

Sorry, we are currently unable to support non-English blogs in our network. Please contact support@entrecard.com if you have any questions regarding this action.

Please include the following:
User ID: 14126
Hal ini sebenarnya sudah saya duga bakal terjadi. Meskipun pernah mengontak EntreCard untuk menanyakan perihal boleh-tidaknya blog non-English ikut dalam program mereka, toh akhirnya tidak ada toleransi bagi pelanggar ketentuan tersebut. Ya sudah, saya tidak mau ngeyel mempertahankan blog ini di account EntreCard. Toh, saya memang salah koq. So, sayapun mengirim balasan yang isinya meminta maaf karena telah melanggar ToS yang ditetapkan. Email tersebut sekaligus untuk meminta kesediaan EntreCard mengembalikan 500 EC point yang dikumpulkan EkoNurhuda.com. Sayang kan kalau poin sebanyak itu harus musnah?

Dear EntreCard,
I just received your email that tell me you've deleted one of my blog account. Yes, I'm so sorry that I submitted the non-english blog on my account, so it really doesn't matter for me. But, I have 500 credits and more on that account, I don't want to loose it. So, please EC, could you give me my credit back?

Here is the account number you've deleted: 14126. Blog address www.EkoNurhuda.com. I just want the credit back, nothing more than that. Please...

Thank you very much in advance.

Sampai saat ini saya belum menerima balasan dari EntreCard mengenai pengembalian kredit tersebut. Sialnya lagi, saya juga tidak bisa masuk (switch) ke blog lain yang satu account. Padahal blog tersebut berbahasa Inggris, dan semua poin EC yang dihasilkan blog-blog saya sudah terlanjur saya transfer ke blog tersebut. Walah! Jadi, saya hanya bisa masuk ke dashboard blog yang pertama kali saya daftarkan di EntreCard. Lainnya sudah terkunci rapat. Duh, mudah-mudahan saya bernasib beruntung seperti Ipung.

Anyway, tak ada rotan akarpun jadi. Setelah di-delete dari EntreCard saya segera menemukan situs dengan layanan serupa. Namanya Spottt, dan merupakan situs dalam jaringan AdBrite. Saya tidak tahu apakah Spottt mau menerima blog non-English atau tidak karena saya tidak baca ToS-nya waktu mendaftar. Yang penting saya daftar dulu. Toh, nanti semua pendaftar akan diverifikasi oleh Spottt. Kalau lolos dan diterima berarti blog non-English boleh. Sebenarnya saya sudah tahu tentang Spottt sejak tahun lalu. Tapi karena waktu itu saya juga baru saja mendaftar di EntreCard, saya putuskan untuk hanya fokus di EntreCard saja. Eh, ternyata saya malah di-delete. :(

Wah, ceritanya saya jadi senasib deh sama si Bocah Iseng dan Danu. :D

Setelah beberapa lama dipayungi keberuntungan akhirnya blog ini di-delete juga oleh EntreCard. Kejadiannya sudah 4 hari yang lalu, tepatnya tanggal 15 Juli. Email berisi berita buruk tersebut saya terima saat sedang bersuka-ria karena mendapat beberapa job bernilai lumayan tinggi dari SponsoredReviews. Begini nih isi emailnya, saya persembahkan khusus bagi Anda yang beruntung tidak kena delete:

Your account 'www.EkoNurhuda.com, Ecko's Personal Blog' on entrecard.com has been deleted. The administrator gave the following reason:

Sorry, we are currently unable to support non-English blogs in our network. Please contact support@entrecard.com if you have any questions regarding this action.

Please include the following:
User ID: 14126
Hal ini sebenarnya sudah saya duga bakal terjadi. Meskipun pernah mengontak EntreCard untuk menanyakan perihal boleh-tidaknya blog non-English ikut dalam program mereka, toh akhirnya tidak ada toleransi bagi pelanggar ketentuan tersebut. Ya sudah, saya tidak mau ngeyel mempertahankan blog ini di account EntreCard. Toh, saya memang salah koq. So, sayapun mengirim balasan yang isinya meminta maaf karena telah melanggar ToS yang ditetapkan. Email tersebut sekaligus untuk meminta kesediaan EntreCard mengembalikan 500 EC point yang dikumpulkan EkoNurhuda.com. Sayang kan kalau poin sebanyak itu harus musnah?

Dear EntreCard,
I just received your email that tell me you've deleted one of my blog account. Yes, I'm so sorry that I submitted the non-english blog on my account, so it really doesn't matter for me. But, I have 500 credits and more on that account, I don't want to loose it. So, please EC, could you give me my credit back?

Here is the account number you've deleted: 14126. Blog address www.EkoNurhuda.com. I just want the credit back, nothing more than that. Please...

Thank you very much in advance.

Sampai saat ini saya belum menerima balasan dari EntreCard mengenai pengembalian kredit tersebut. Sialnya lagi, saya juga tidak bisa masuk (switch) ke blog lain yang satu account. Padahal blog tersebut berbahasa Inggris, dan semua poin EC yang dihasilkan blog-blog saya sudah terlanjur saya transfer ke blog tersebut. Walah! Jadi, saya hanya bisa masuk ke dashboard blog yang pertama kali saya daftarkan di EntreCard. Lainnya sudah terkunci rapat. Duh, mudah-mudahan saya bernasib beruntung seperti Ipung.

Anyway, tak ada rotan akarpun jadi. Setelah di-delete dari EntreCard saya segera menemukan situs dengan layanan serupa. Namanya Spottt, dan merupakan situs dalam jaringan AdBrite. Saya tidak tahu apakah Spottt mau menerima blog non-English atau tidak karena saya tidak baca ToS-nya waktu mendaftar. Yang penting saya daftar dulu. Toh, nanti semua pendaftar akan diverifikasi oleh Spottt. Kalau lolos dan diterima berarti blog non-English boleh. Sebenarnya saya sudah tahu tentang Spottt sejak tahun lalu. Tapi karena waktu itu saya juga baru saja mendaftar di EntreCard, saya putuskan untuk hanya fokus di EntreCard saja. Eh, ternyata saya malah di-delete. :(

Wah, ceritanya saya jadi senasib deh sama si Bocah Iseng dan Danu. :D

17 Juli 2008

Artikel ini merupakan posting pertama blog ini. Namun karena waktu itu masih newbie banget dan masih benar-benar baru, saya haqul yaqin tidak ada yang membaca deh. So, daripada mubazir artikel ini saya repost. Silakan ambil pelajaran dari kisah sekilas para pendiri Google ini.

Apa yang dipikirkan oleh Larry Page dan Sergey Brin saat menciptakan teknologi PageRank yang merupakan cikal-bakal Google saat ini? Kekayaan? Kepopuleran? Ternyata bukan. Mereka hanya ingin mempersembahkan sesuatu yang lebih baik kepada para pengguna internet. Waktu itu teknologi mesin pencari belum secanggih sekarang sehingga alih-alih membantu pencarian, kebanyakan mesin pencari justru menambah pekerjaan bagi penggunanya.

Nah, melihat kerepotan itulah lalu Larry dan Sergey yang sebenarnya gak cocok satu sama lain bahu-membahu menciptakan satu teknologi baru dalam dunia search engine. Hasilnya, mereka berhasil mengkreasi PageRank. Teknologi baru inipun lantas diuji-cobakan pada sebuah mesin pencari bernama BackRub dan sukses besar. Mereka lantas mengganti namanya menjadi Google seperti yang kita kenal sekarang.

Ketika Google kemudian semakin berkembang, mereka merasa harus mencari sumber dana besar untuk memperbaiki server dan komputer yang digunakan Google. Alhasil, berkat bantuan dari seorang investor ternama di Mountain View bernama Andy Bechtolsheim, Google Guys dapat pinjaman dana US$ 100.000,-.

Lucunya, Andy menuliskan cek tersebut untuk Google, Inc. sementara perusahaan itu sendiri belum berdiri. Alhasil cek belum bisa diuangkan dan memaksa Google Guys mencari dana segar lain dari saudara, keluarga dan teman-teman mereka. Berhasil. Dana tunai US$ 1 juta mereka peroleh dan berdirilah Google, Inc.

Tapi di awal-awal beridirnya Google tidaklah profit oriented. Sergey dan Larry hanya berpikiran bagaimana Google dapat memberikan yang terbaik untuk dunia internet. Mereka semakin hari semakin mempercanggih teknologi PageRank, semakin memperbesar server dan mempunyai impian untuk mendigitalkan dunia. Alhasil, Google sekarat karena tak mempunyai penghasilan. Ketika memperoleh dana segar dari John Doerr dan Michael Moritz, dua investor kakap di Silicon Valley, dananya juga mereka gunakan untuk menambah kapasitas dan kualitas pencarian Google. Setelah diultimatum oleh para investornya, barulah Google mencari CEO untuk mengatur cahsflow perusahaan lebih baik lagi. Terpilihnya Eric Schmidt yang mantan CEO Novell, Inc. dan CTO Sun Microsystem.

Apa yang dapat dipelajari dari sinopsis di atas? Well, tak lain bahwa memulai sesuatu dengan spirit money oriented atau profit oriented tidaklah memberikan hasil maksimal. Kenapa? Karena profit atau money adalah 'hasil', sehingga orang cenderung lebih cepat kecewa jika 'merasa' sudah berusaha keras tapi 'hasil'nya tidak sesuai harapan. Sebaliknya, kalau ia meneladani sikap para pendiri Google, yang terbaik adalah berniat 'melayani' orang lain sebaik-baiknya. Dengan spirit ini kita akan tertantang untuk selalu melakukan yang terbaik tanpa memikirkan hasil yang akan diperoleh.

Percayalah bahwa Tuhan tidak tidur dan Ia akan membalas kebajikan yang kita lakukan dengan berlipat-ganda. So, kalau Anda publisher Google AdSense, berpikirlah untuk melayani orang lain dengan web yang Anda punya tanpa harus risau iklan Anda akan diklik atau tidak. Buah manisnya pasti akan datang sendiri koq.

Baca sendiri deh bukunya, saya jamin Anda puas (dan saya tidak akan loyo :p ). Kalau belum baca bukunya, cepetan deh cari di toko-toko buku. Bagus banget loh...

Artikel ini merupakan posting pertama blog ini. Namun karena waktu itu masih newbie banget dan masih benar-benar baru, saya haqul yaqin tidak ada yang membaca deh. So, daripada mubazir artikel ini saya repost. Silakan ambil pelajaran dari kisah sekilas para pendiri Google ini.

Apa yang dipikirkan oleh Larry Page dan Sergey Brin saat menciptakan teknologi PageRank yang merupakan cikal-bakal Google saat ini? Kekayaan? Kepopuleran? Ternyata bukan. Mereka hanya ingin mempersembahkan sesuatu yang lebih baik kepada para pengguna internet. Waktu itu teknologi mesin pencari belum secanggih sekarang sehingga alih-alih membantu pencarian, kebanyakan mesin pencari justru menambah pekerjaan bagi penggunanya.

Nah, melihat kerepotan itulah lalu Larry dan Sergey yang sebenarnya gak cocok satu sama lain bahu-membahu menciptakan satu teknologi baru dalam dunia search engine. Hasilnya, mereka berhasil mengkreasi PageRank. Teknologi baru inipun lantas diuji-cobakan pada sebuah mesin pencari bernama BackRub dan sukses besar. Mereka lantas mengganti namanya menjadi Google seperti yang kita kenal sekarang.

Ketika Google kemudian semakin berkembang, mereka merasa harus mencari sumber dana besar untuk memperbaiki server dan komputer yang digunakan Google. Alhasil, berkat bantuan dari seorang investor ternama di Mountain View bernama Andy Bechtolsheim, Google Guys dapat pinjaman dana US$ 100.000,-.

Lucunya, Andy menuliskan cek tersebut untuk Google, Inc. sementara perusahaan itu sendiri belum berdiri. Alhasil cek belum bisa diuangkan dan memaksa Google Guys mencari dana segar lain dari saudara, keluarga dan teman-teman mereka. Berhasil. Dana tunai US$ 1 juta mereka peroleh dan berdirilah Google, Inc.

Tapi di awal-awal beridirnya Google tidaklah profit oriented. Sergey dan Larry hanya berpikiran bagaimana Google dapat memberikan yang terbaik untuk dunia internet. Mereka semakin hari semakin mempercanggih teknologi PageRank, semakin memperbesar server dan mempunyai impian untuk mendigitalkan dunia. Alhasil, Google sekarat karena tak mempunyai penghasilan. Ketika memperoleh dana segar dari John Doerr dan Michael Moritz, dua investor kakap di Silicon Valley, dananya juga mereka gunakan untuk menambah kapasitas dan kualitas pencarian Google. Setelah diultimatum oleh para investornya, barulah Google mencari CEO untuk mengatur cahsflow perusahaan lebih baik lagi. Terpilihnya Eric Schmidt yang mantan CEO Novell, Inc. dan CTO Sun Microsystem.

Apa yang dapat dipelajari dari sinopsis di atas? Well, tak lain bahwa memulai sesuatu dengan spirit money oriented atau profit oriented tidaklah memberikan hasil maksimal. Kenapa? Karena profit atau money adalah 'hasil', sehingga orang cenderung lebih cepat kecewa jika 'merasa' sudah berusaha keras tapi 'hasil'nya tidak sesuai harapan. Sebaliknya, kalau ia meneladani sikap para pendiri Google, yang terbaik adalah berniat 'melayani' orang lain sebaik-baiknya. Dengan spirit ini kita akan tertantang untuk selalu melakukan yang terbaik tanpa memikirkan hasil yang akan diperoleh.

Percayalah bahwa Tuhan tidak tidur dan Ia akan membalas kebajikan yang kita lakukan dengan berlipat-ganda. So, kalau Anda publisher Google AdSense, berpikirlah untuk melayani orang lain dengan web yang Anda punya tanpa harus risau iklan Anda akan diklik atau tidak. Buah manisnya pasti akan datang sendiri koq.

Baca sendiri deh bukunya, saya jamin Anda puas (dan saya tidak akan loyo :p ). Kalau belum baca bukunya, cepetan deh cari di toko-toko buku. Bagus banget loh...

13 Juli 2008

Axis memang lambat banget. Hal ini sudah saya sampaikan di posting sebelumnya. Namun sebenarnya sampai sekarang saya masih menggunakan Axis lho. Dengan petunjuk seorang teman (ssst, namanya off the record ya?) akhirnya Axis saya yang pulsanya tidak ada alias Rp 0,- dan sebelumnya super duper lelet buat browsing, kini lancar jaya dipakai menelusuri seantero dunia maya. Jadi kasihan N70 saya yang setiap hari dipaksa "bekerja keras". Habisnya saya kalau lagi ol suka lupa waktu sih. :D

Ya, kalau biasanya mesti ke warnet kalo mau update blog atau garap paid review, sekarang saya bisa internetan di kamar sendiri. Cukup aktifkan kartu Axis, sambungkan kabel data ke PC, trus dial modem, beres deh. Asli, ternyata internetan di kamar sendiri itu enak betul. Bisa disambi tidur-tiduran, dengar musik kesayangan, makan, minum, ataupun ditinggal (maaf) kencing dulu. Kalau di warnet kan tidak sebebas itu. Saya yang paling lama cuma ol 3-4 jam sehari, sekarang bisa 6-10 jam. Busyet!

Btw, bagaimana sih cara menyiasati leletnya Axis?

Saya tidak tahu apakah ini bisa disebut sebagai trik atau malah sudah biasa dilakukan teman-teman yang lain. Karena saya baru tahu semingguan ini, so anggap saja saya sedang berbagi pengalaman ya? So, caranya sebenarnya tidak rumit. Pertama-tama yang dibutuhkan jelas sebuah HP yang mendukung GPRS dan kartu perdana Axis. Nah, satu tambahan yang diberi tahu oleh teman saya tadi adalah account Your Freedom. Saya tidak tahu apa sebenarnya maksud dan tujuan dari kepemilikan account Your Freedom ini, tapi kata teman saya tadi kalau kita mengakses melalui Your Freedom kecepatan Axis bisa jadi lebih cepat. Masa iya sih? Padahal tadinya kan sampai membuat saya tertidur segala?

Percaya tidak percaya sayapun minta diajari bagaimana caranya. Karena belum punya account Your Freedom, maka saya meminjam account teman saya untuk akses. Kalau saya tidak keliru sih fungsinya seperti proxy. Saya tahunya waktu melihat tracker di blog beberapa teman yang mencatat kedatangan saya dari Berlin, Jerman. Tapi selain menyamarkan identitas kita, ternyata Your Freedom ini benar-benar membuat cepat akses internet Axis yang awalnya amat sangat lelet sekali. Ya, benar! Koneksi Axis jadi cepat meskipun tak seperti Ferrari yang sedang melaju di lintasan sirkuit.


Well, problem solved. Akhirnya saya bisa berinternet gratis secara lancar serta (yang terpenting) legal dan tidak merugikan siapapun. :p Penasaran dengan Your Freedom, sayapun membuka situsnya. Ternyata ada beberapa paket account yang disediakan, yaitu Free, Basic, Enhanced, dan Total. Free jelas saja paket gratis. Dengan account ini Anda bisa menikmati layanan gratis maksimal 6 jam sehari. Namun dalam seminggu dibatasi hanya 18 jam saja. Setelah itu Anda masih bisa koneksi, tapi akan lebih sering error atau malah disconnect meskipun statusnya tetap ol.

Itulah yang saya alami beberapa hari lalu. Setelah dua hari nonstop ol dengan account Free, tiba-tiba saja Your Freedom lebih sering error. Koneksipun terputus terus. Ketika saya cek pesannya tertulis "Server connection failed, will try to reconnect in 5 seconds". Yang tertulis memang hanya 5 detik, tapi bolak-balik koneksinya gagal terus. Hmm, saya koq mulai berpikir untuk mencoba paket yang berbayar. Siapa tahu memang lebih baik layanannya. Karena masih dalam tahap mencoba, saya hanya membayar paket Basic sebulan. Habis 4 Euro atau menjadi $6.36 kalau dikonversi ke USD.

Proses transaksinya ternyata cepat. Begitu pembayaran saya diterima (via PayPal), account saya dengan sendirinya berganti dari Free menjadi Basic. Dan yang lebih penting lagi, stream yang tadinya hanya terbuka maksimal 10 setelah itu bisa sampai 50 sekaligus. Artinya kecepatan koneksi jadi lebih cepat dari yang disediakan untuk paket Free. Ketika saya coba tancap gas ol sampai pagi, koneksinya aman-aman saja tuh. Tidak ada lagi cerita terputus-putus atau koneksi yang gagal. Alangkah asyiknya...

Cuma itu? Ya, memang cuma itu. Jadi, kartu yang dipake Axis trus ol-nya menggunakan Your Freedom. Coba saja buktikan sendiri. Kalau ternyata tidak seperti yang saya ceritakan, silakan komplain langsung ke Axis atau Your Freedom. Hihihi...

NB: Mohon maaf kalau ada yang terkecoh dengan judul posting ini. Peace... :D

Axis memang lambat banget. Hal ini sudah saya sampaikan di posting sebelumnya. Namun sebenarnya sampai sekarang saya masih menggunakan Axis lho. Dengan petunjuk seorang teman (ssst, namanya off the record ya?) akhirnya Axis saya yang pulsanya tidak ada alias Rp 0,- dan sebelumnya super duper lelet buat browsing, kini lancar jaya dipakai menelusuri seantero dunia maya. Jadi kasihan N70 saya yang setiap hari dipaksa "bekerja keras". Habisnya saya kalau lagi ol suka lupa waktu sih. :D

Ya, kalau biasanya mesti ke warnet kalo mau update blog atau garap paid review, sekarang saya bisa internetan di kamar sendiri. Cukup aktifkan kartu Axis, sambungkan kabel data ke PC, trus dial modem, beres deh. Asli, ternyata internetan di kamar sendiri itu enak betul. Bisa disambi tidur-tiduran, dengar musik kesayangan, makan, minum, ataupun ditinggal (maaf) kencing dulu. Kalau di warnet kan tidak sebebas itu. Saya yang paling lama cuma ol 3-4 jam sehari, sekarang bisa 6-10 jam. Busyet!

Btw, bagaimana sih cara menyiasati leletnya Axis?

Saya tidak tahu apakah ini bisa disebut sebagai trik atau malah sudah biasa dilakukan teman-teman yang lain. Karena saya baru tahu semingguan ini, so anggap saja saya sedang berbagi pengalaman ya? So, caranya sebenarnya tidak rumit. Pertama-tama yang dibutuhkan jelas sebuah HP yang mendukung GPRS dan kartu perdana Axis. Nah, satu tambahan yang diberi tahu oleh teman saya tadi adalah account Your Freedom. Saya tidak tahu apa sebenarnya maksud dan tujuan dari kepemilikan account Your Freedom ini, tapi kata teman saya tadi kalau kita mengakses melalui Your Freedom kecepatan Axis bisa jadi lebih cepat. Masa iya sih? Padahal tadinya kan sampai membuat saya tertidur segala?

Percaya tidak percaya sayapun minta diajari bagaimana caranya. Karena belum punya account Your Freedom, maka saya meminjam account teman saya untuk akses. Kalau saya tidak keliru sih fungsinya seperti proxy. Saya tahunya waktu melihat tracker di blog beberapa teman yang mencatat kedatangan saya dari Berlin, Jerman. Tapi selain menyamarkan identitas kita, ternyata Your Freedom ini benar-benar membuat cepat akses internet Axis yang awalnya amat sangat lelet sekali. Ya, benar! Koneksi Axis jadi cepat meskipun tak seperti Ferrari yang sedang melaju di lintasan sirkuit.


Well, problem solved. Akhirnya saya bisa berinternet gratis secara lancar serta (yang terpenting) legal dan tidak merugikan siapapun. :p Penasaran dengan Your Freedom, sayapun membuka situsnya. Ternyata ada beberapa paket account yang disediakan, yaitu Free, Basic, Enhanced, dan Total. Free jelas saja paket gratis. Dengan account ini Anda bisa menikmati layanan gratis maksimal 6 jam sehari. Namun dalam seminggu dibatasi hanya 18 jam saja. Setelah itu Anda masih bisa koneksi, tapi akan lebih sering error atau malah disconnect meskipun statusnya tetap ol.

Itulah yang saya alami beberapa hari lalu. Setelah dua hari nonstop ol dengan account Free, tiba-tiba saja Your Freedom lebih sering error. Koneksipun terputus terus. Ketika saya cek pesannya tertulis "Server connection failed, will try to reconnect in 5 seconds". Yang tertulis memang hanya 5 detik, tapi bolak-balik koneksinya gagal terus. Hmm, saya koq mulai berpikir untuk mencoba paket yang berbayar. Siapa tahu memang lebih baik layanannya. Karena masih dalam tahap mencoba, saya hanya membayar paket Basic sebulan. Habis 4 Euro atau menjadi $6.36 kalau dikonversi ke USD.

Proses transaksinya ternyata cepat. Begitu pembayaran saya diterima (via PayPal), account saya dengan sendirinya berganti dari Free menjadi Basic. Dan yang lebih penting lagi, stream yang tadinya hanya terbuka maksimal 10 setelah itu bisa sampai 50 sekaligus. Artinya kecepatan koneksi jadi lebih cepat dari yang disediakan untuk paket Free. Ketika saya coba tancap gas ol sampai pagi, koneksinya aman-aman saja tuh. Tidak ada lagi cerita terputus-putus atau koneksi yang gagal. Alangkah asyiknya...

Cuma itu? Ya, memang cuma itu. Jadi, kartu yang dipake Axis trus ol-nya menggunakan Your Freedom. Coba saja buktikan sendiri. Kalau ternyata tidak seperti yang saya ceritakan, silakan komplain langsung ke Axis atau Your Freedom. Hihihi...

NB: Mohon maaf kalau ada yang terkecoh dengan judul posting ini. Peace... :D

11 Juli 2008

Maksud hati mencari internet murah, eh ternyata malah dapat yang murahan. Inilah yang saya alami bersama Axis, kartu GSM baru yang punya slogan keren: “GSM yang Baik.” Karena belum pernah memakai kartu ini kecuali untuk internetan tempo hari, maka saya belum tahu di mana letak kebaikannya. Yang jelas, pengalaman saya berinternet bersama Axis berakhir mengecewakan.

Ceritanya begini. Saya pernah cerita kan kalau lagi mencari internet murah? Maunya sih sudah murah kecepatannya di atas rata-rata. Itu maunya. Tapi walaupun kecepatannya standar asal harganya di bawah rata-rata juga tidak apa-apa koq. Nah, berhubung HP saya mendukung aplikasi GPRS, sayapun hunting GSM dengan tarif GPRS termurah. Kartu Simpati yang dengan setia saya pakai bertahun-tahun tidak masuk hitungan karena biayanya paling mahal, Rp 12/kb.

Setelah mencari-cari informasi kesana-kemari pilihan kemudian jatuh pada dua kartu milik Indosat, yakni Mentari dan IM3. Tarif keduanya sama, Rp 5/kb. Namun opsi yang ditawarkan ada dua, time based dan value based. Jangan sekali-kali pakai yang value based karena pulsa akan tersedot dengan lancar jaya. Mending pakai yang time based, tarifnya cuma Rp 100/menit. Artinya, untuk akses selama 1 jam biayanya Rp 6000. Memang lebih mahal dari biaya warnet (di Jogja), tapi kecepatannya jauh lebih baik.

Sayangnya, ternyata layanan time based itu (sepertinya) sudah berakhir. Bang Zalukhu pernah mengangkat masalah ini beberapa waktu lalu. Awalnya saya tidak percaya karena terakhir kali berinternet dengan Mentari masih Rp 100/menit. Namun ketika saya berinternet pakai Mentari tanggal 1 lalu, ternyata kartu perdana yang berisi pulsa Rp 10.000 sudah habis sebelum 20 menit. Artinya, benar kalau tarif GPRS Indosat yang time based sudah tidak berlaku lagi.

Tentu saja hal ini membuat saya bingung mencari penggantinya. Tapi tak lama kemudian saya ingat kalau Axis katanya memberikan akses internet gratis. Bukan internet gratis a la 3 yang lewat ‘jalan belakang’. Ini benar-benar layanan gratis sebagai bagian dari promosi mereka. Hmm, boleh dicoba tuh. Kebetulan Axis baru masuk di Jogja akhir bulan lalu. Kebetulan pula teman saya yang buka konter pulsa punya stoknya. Ya sudah, mari kita coba.

Beli perdana harganya Rp 7000, terisi pulsa Rp 6000. Boleh dibilang murah. Pertama-tama registrasi kartu ke nomor 4444 terlebih dahulu. Kemudian aktifkan kartu, setting GPRS dan selesai sudah. Axis siap diuji coba menggunakan Nokia N70 dan PC saya. Wah, cepatnya! Bagaikan Ferrari melaju di atas lintasan sirkuit. Gila! Ini baru internet, kata saya dalam hati. Coba warnet di sebelah kos cepatnya seperti ini…

Eit, jangan senang dulu. Sekitar 15-20 menit kemudian tiba-tiba koneksi jadi lambat. Berbeda 180 derajat dari sebelumnya, saking lambatnya bahkan untuk membuka Google saja butuh waktu 5 menit. Gila (juga)! Saya curiga ada sesuatu yang tidak beres. Pulsa saya cek, Rp 0. Oo, berarti ini tinggal sesi gratisnya. Okelah, walaupun sangat lambat asal gratis tidak jadi masalah. Kalau lambat disuruh bayar, itu yang masalah besar.

Browsing-pun saya lanjutkan. Satu jam, saya masih bisa sabar meskipun untuk membuka satu email butuh waktu hampir 10 menit. Jam kedua, masih mencoba bersabar karena waktu itu saya harus menunggu registrasi satu program afiliasi selesai. Tapi koq lama sekali sih. Bukan lama lagi, tapi kelamaan. Masa iya selama satu jam saya hanya bisa drop 2 EC, kasih 1 komen di blog teman, plus edit form komentar blog di Blogger? Saking lamanya, saya bahkan main PS untuk menunggu loading-nya selesai. Benar-benar gila!

Duh, kalau lambatnya seperti itu, dikasih gratis seumur hidup juga saya tidak mau!

Posting blog lain yang senada dengan topik ini:
Internet Gratis Axis
Nyobain Axis

Maksud hati mencari internet murah, eh ternyata malah dapat yang murahan. Inilah yang saya alami bersama Axis, kartu GSM baru yang punya slogan keren: “GSM yang Baik.” Karena belum pernah memakai kartu ini kecuali untuk internetan tempo hari, maka saya belum tahu di mana letak kebaikannya. Yang jelas, pengalaman saya berinternet bersama Axis berakhir mengecewakan.

Ceritanya begini. Saya pernah cerita kan kalau lagi mencari internet murah? Maunya sih sudah murah kecepatannya di atas rata-rata. Itu maunya. Tapi walaupun kecepatannya standar asal harganya di bawah rata-rata juga tidak apa-apa koq. Nah, berhubung HP saya mendukung aplikasi GPRS, sayapun hunting GSM dengan tarif GPRS termurah. Kartu Simpati yang dengan setia saya pakai bertahun-tahun tidak masuk hitungan karena biayanya paling mahal, Rp 12/kb.

Setelah mencari-cari informasi kesana-kemari pilihan kemudian jatuh pada dua kartu milik Indosat, yakni Mentari dan IM3. Tarif keduanya sama, Rp 5/kb. Namun opsi yang ditawarkan ada dua, time based dan value based. Jangan sekali-kali pakai yang value based karena pulsa akan tersedot dengan lancar jaya. Mending pakai yang time based, tarifnya cuma Rp 100/menit. Artinya, untuk akses selama 1 jam biayanya Rp 6000. Memang lebih mahal dari biaya warnet (di Jogja), tapi kecepatannya jauh lebih baik.

Sayangnya, ternyata layanan time based itu (sepertinya) sudah berakhir. Bang Zalukhu pernah mengangkat masalah ini beberapa waktu lalu. Awalnya saya tidak percaya karena terakhir kali berinternet dengan Mentari masih Rp 100/menit. Namun ketika saya berinternet pakai Mentari tanggal 1 lalu, ternyata kartu perdana yang berisi pulsa Rp 10.000 sudah habis sebelum 20 menit. Artinya, benar kalau tarif GPRS Indosat yang time based sudah tidak berlaku lagi.

Tentu saja hal ini membuat saya bingung mencari penggantinya. Tapi tak lama kemudian saya ingat kalau Axis katanya memberikan akses internet gratis. Bukan internet gratis a la 3 yang lewat ‘jalan belakang’. Ini benar-benar layanan gratis sebagai bagian dari promosi mereka. Hmm, boleh dicoba tuh. Kebetulan Axis baru masuk di Jogja akhir bulan lalu. Kebetulan pula teman saya yang buka konter pulsa punya stoknya. Ya sudah, mari kita coba.

Beli perdana harganya Rp 7000, terisi pulsa Rp 6000. Boleh dibilang murah. Pertama-tama registrasi kartu ke nomor 4444 terlebih dahulu. Kemudian aktifkan kartu, setting GPRS dan selesai sudah. Axis siap diuji coba menggunakan Nokia N70 dan PC saya. Wah, cepatnya! Bagaikan Ferrari melaju di atas lintasan sirkuit. Gila! Ini baru internet, kata saya dalam hati. Coba warnet di sebelah kos cepatnya seperti ini…

Eit, jangan senang dulu. Sekitar 15-20 menit kemudian tiba-tiba koneksi jadi lambat. Berbeda 180 derajat dari sebelumnya, saking lambatnya bahkan untuk membuka Google saja butuh waktu 5 menit. Gila (juga)! Saya curiga ada sesuatu yang tidak beres. Pulsa saya cek, Rp 0. Oo, berarti ini tinggal sesi gratisnya. Okelah, walaupun sangat lambat asal gratis tidak jadi masalah. Kalau lambat disuruh bayar, itu yang masalah besar.

Browsing-pun saya lanjutkan. Satu jam, saya masih bisa sabar meskipun untuk membuka satu email butuh waktu hampir 10 menit. Jam kedua, masih mencoba bersabar karena waktu itu saya harus menunggu registrasi satu program afiliasi selesai. Tapi koq lama sekali sih. Bukan lama lagi, tapi kelamaan. Masa iya selama satu jam saya hanya bisa drop 2 EC, kasih 1 komen di blog teman, plus edit form komentar blog di Blogger? Saking lamanya, saya bahkan main PS untuk menunggu loading-nya selesai. Benar-benar gila!

Duh, kalau lambatnya seperti itu, dikasih gratis seumur hidup juga saya tidak mau!

Posting blog lain yang senada dengan topik ini:
Internet Gratis Axis
Nyobain Axis

09 Juli 2008

Setelah ramai blogger-blogger top Indonesia dibajak isi blognya dan diterbitkan dalam bentuk buku, nasib serupa menimpa saya yang masih super duper newbie ini. Ya, serupa tapi tak sama. Saya bilang serupa karena karya saya juga dibajak orang lain untuk mengeruk keuntungan pribadi tanpa seijin saya. Yang membuat tidak sama, karya tersebut tidak diterbitkan dalam bentuk buku dan nama saya tetap dicantumkan sebagai penulisnya. Syukurlah.

Ceritanya begini. Kemarin waktu sedang googling dengan kata kunci "ebook gratis" saya menemukan satu situs (lebih tepatnya forum karena memang berformat forum) yang memajang ebook saya berjudul "Cari Duit di Internet". Di judul posting yang memuat ebook tersebut tertulis begini "Cari Duit di Internet - Eko Nurhuda". Maksudnya mungkin si admin situs (atau forum) itu mengumumkan bahwa ebook berjudul "Cari Duit di Internet" yang dibagikannya itu merupakan karya Eko Nurhuda. (*bangga*). Cuma saya koq sama sekali tidak pernah merasa pernah menulis ebook itu ya?

Diliputi rasa penasaran saya segera men-download ebook tersebut dan membacanya. Walah, ternyata isinya merupakan kumpulan artikel yang pernah saya kirimkan ke Wikimu.com. Sekilas saja saya langsung tahu kalau isi ebook tersebut merupakan seri artikel saya di Wikimu.com yang saya beri judul "Cari Duit di Internet" bagian 1-6. Selama ini saya tidak pernah merasa dihubungi seseorang yang meminta ijin untuk mengkompilasi ebook tersebut. Jadi, boleh dong saya bilang kalau karya saya telah dibajak?

Tidak mau menunggu lama saya segera meninggalkan komentar di halaman di mana ebook saya dipajang. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih banyak karena telah mempromosikan nama saya ke publik melalui ebook tersebut. Kemudian saya sampaikan bahwa ebook tersebut adalah artikel saya yang dikompilasi dan dibuat ebook tanpa seijin saya maupun Wikimu.com, jadi tindakan tersebut merupakan aksi pelanggaran terhadap hak cipta yang bisa diajukan ke muka hukum. Ujung-ujungnya saya meminta admin untuk segera melakukan tindakan yang semestinya menanggapi kasus ini.

Kemudian saya juga mengontak Mas Bayu, administrator Wikimu.com, untuk menanyakan apakah pernah ada orang yang meminta ijin padanya untuk menerbitkan artikel-artikel saya dalam bentuk ebook. Sesuai dugaan saya, Mas Bayu menjawab tidak pernah ada orang yang meninta ijin itu padanya. Kalaupun ada, pasti Mas Bayu akan langsung menyampaikannya pada si penulis dan menyerahkan kesepakatannya pada si penulis. Hmm, berarti ini benar-benar tindakan tidak ksatria. Pelakunya harus didaftarkan acara "Be A Man" tampaknya.

Tadi siang waktu saya cek situs tersebut ternyata halaman yang memuat ebook atas nama saya sudah tidak ada. Saya periksa di daftar ebook yang dibagikan juga tidak ada. Ya sudah, saya anggap selesai saja kasus ini meskipun caranya koq tidak laki-laki banget. Berhubung ebook tersebut sudah dibagikan sejak Mei lalu, saya yakin sudah banyak yang mendownloadnya. Maka di sini saya umumkan bahwa ebook berjudul "Cari Duit di Internet" bukan saya yang menyusun. Ebook tersebut disusun oleh orang yang tidak bertanggungjawab tanpa seijin dan sepengetahuan saya sebagai pemilik hak cipta tulisan dan Wikimu.com selaku pihak yang pertama kali mempublikasikan tulisan-tulisan tersebut. Dengan kata lain, ebook tersebut merupakan hasil pelanggaran hak cipta.

Oke, itu saja. Saya bingung mo nulis apa lagi. So, sekarang giliran Anda yang menulis di kolom komentar. :D

NB: Maaf, nama situs yang tersangkut sengaja tidak saya sebutkan atau saya link karena adminnya sudah menghapus "ebook saya" tersebut dari daftarnya.

Setelah ramai blogger-blogger top Indonesia dibajak isi blognya dan diterbitkan dalam bentuk buku, nasib serupa menimpa saya yang masih super duper newbie ini. Ya, serupa tapi tak sama. Saya bilang serupa karena karya saya juga dibajak orang lain untuk mengeruk keuntungan pribadi tanpa seijin saya. Yang membuat tidak sama, karya tersebut tidak diterbitkan dalam bentuk buku dan nama saya tetap dicantumkan sebagai penulisnya. Syukurlah.

Ceritanya begini. Kemarin waktu sedang googling dengan kata kunci "ebook gratis" saya menemukan satu situs (lebih tepatnya forum karena memang berformat forum) yang memajang ebook saya berjudul "Cari Duit di Internet". Di judul posting yang memuat ebook tersebut tertulis begini "Cari Duit di Internet - Eko Nurhuda". Maksudnya mungkin si admin situs (atau forum) itu mengumumkan bahwa ebook berjudul "Cari Duit di Internet" yang dibagikannya itu merupakan karya Eko Nurhuda. (*bangga*). Cuma saya koq sama sekali tidak pernah merasa pernah menulis ebook itu ya?

Diliputi rasa penasaran saya segera men-download ebook tersebut dan membacanya. Walah, ternyata isinya merupakan kumpulan artikel yang pernah saya kirimkan ke Wikimu.com. Sekilas saja saya langsung tahu kalau isi ebook tersebut merupakan seri artikel saya di Wikimu.com yang saya beri judul "Cari Duit di Internet" bagian 1-6. Selama ini saya tidak pernah merasa dihubungi seseorang yang meminta ijin untuk mengkompilasi ebook tersebut. Jadi, boleh dong saya bilang kalau karya saya telah dibajak?

Tidak mau menunggu lama saya segera meninggalkan komentar di halaman di mana ebook saya dipajang. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih banyak karena telah mempromosikan nama saya ke publik melalui ebook tersebut. Kemudian saya sampaikan bahwa ebook tersebut adalah artikel saya yang dikompilasi dan dibuat ebook tanpa seijin saya maupun Wikimu.com, jadi tindakan tersebut merupakan aksi pelanggaran terhadap hak cipta yang bisa diajukan ke muka hukum. Ujung-ujungnya saya meminta admin untuk segera melakukan tindakan yang semestinya menanggapi kasus ini.

Kemudian saya juga mengontak Mas Bayu, administrator Wikimu.com, untuk menanyakan apakah pernah ada orang yang meminta ijin padanya untuk menerbitkan artikel-artikel saya dalam bentuk ebook. Sesuai dugaan saya, Mas Bayu menjawab tidak pernah ada orang yang meninta ijin itu padanya. Kalaupun ada, pasti Mas Bayu akan langsung menyampaikannya pada si penulis dan menyerahkan kesepakatannya pada si penulis. Hmm, berarti ini benar-benar tindakan tidak ksatria. Pelakunya harus didaftarkan acara "Be A Man" tampaknya.

Tadi siang waktu saya cek situs tersebut ternyata halaman yang memuat ebook atas nama saya sudah tidak ada. Saya periksa di daftar ebook yang dibagikan juga tidak ada. Ya sudah, saya anggap selesai saja kasus ini meskipun caranya koq tidak laki-laki banget. Berhubung ebook tersebut sudah dibagikan sejak Mei lalu, saya yakin sudah banyak yang mendownloadnya. Maka di sini saya umumkan bahwa ebook berjudul "Cari Duit di Internet" bukan saya yang menyusun. Ebook tersebut disusun oleh orang yang tidak bertanggungjawab tanpa seijin dan sepengetahuan saya sebagai pemilik hak cipta tulisan dan Wikimu.com selaku pihak yang pertama kali mempublikasikan tulisan-tulisan tersebut. Dengan kata lain, ebook tersebut merupakan hasil pelanggaran hak cipta.

Oke, itu saja. Saya bingung mo nulis apa lagi. So, sekarang giliran Anda yang menulis di kolom komentar. :D

NB: Maaf, nama situs yang tersangkut sengaja tidak saya sebutkan atau saya link karena adminnya sudah menghapus "ebook saya" tersebut dari daftarnya.

07 Juli 2008

Alhamdulillah, akhirnya ebook tentang SponsoredReviews yang saya susun selesai sudah. Ebook yang saya beri judul “Panduan SponsoredReviews untuk Pemula” ini sudah direncanakan sejak awal tahun ini. Tepatnya hanya sesaat setelah saya menerima komisi pertama dari SponsoredReviews pada tanggal 2 Januari 2008. Namun karena berbagai hal akhirnya molor sampai enam bulan.

Seperti judulnya, ebook ini memang saya tujukan bagi para pemula yang belum tahu tentang SponsoredReviews. Atau bisa juga bagi yang sudah mendaftar di SponsoredReviews tapi bingung apa lagi yang harus dilakukan. Sengaja saya tambahkan keterangan “untuk pemula” pada judulnya supaya member SponsoredReviews yang sudah jago tidak kecewa pada waktu membacanya.

Ebook sebanyak 60 halaman ini awalnya ingin saya jual. Harganya juga sudah ditetapkan, yakni cukup $1.99 saja. Tapi setelah dipikir-pikir ulang dan menimbang-nimbang banyak faktor, akhirnya saya putuskan untuk membagikannya secara gratis saja. Lagipula saya malas mengurusi jual-beli. Ribet banget! Kalau dibagikan begini kan saya bisa santai (dasar males!) sekaligus memperoleh amal jariyah yang pahalanya tidak terputus sampai mati. Hehehe…

Oke, ini tampaknya akan menjadi posting terpendek EkoNurhuda.com karena saya tidak mau berpanjang-lebar lagi. So, kalau Anda ingin memiliki ebook ini silakan download di sini.

Semoga bermanfaat.

Alhamdulillah, akhirnya ebook tentang SponsoredReviews yang saya susun selesai sudah. Ebook yang saya beri judul “Panduan SponsoredReviews untuk Pemula” ini sudah direncanakan sejak awal tahun ini. Tepatnya hanya sesaat setelah saya menerima komisi pertama dari SponsoredReviews pada tanggal 2 Januari 2008. Namun karena berbagai hal akhirnya molor sampai enam bulan.

Seperti judulnya, ebook ini memang saya tujukan bagi para pemula yang belum tahu tentang SponsoredReviews. Atau bisa juga bagi yang sudah mendaftar di SponsoredReviews tapi bingung apa lagi yang harus dilakukan. Sengaja saya tambahkan keterangan “untuk pemula” pada judulnya supaya member SponsoredReviews yang sudah jago tidak kecewa pada waktu membacanya.

Ebook sebanyak 60 halaman ini awalnya ingin saya jual. Harganya juga sudah ditetapkan, yakni cukup $1.99 saja. Tapi setelah dipikir-pikir ulang dan menimbang-nimbang banyak faktor, akhirnya saya putuskan untuk membagikannya secara gratis saja. Lagipula saya malas mengurusi jual-beli. Ribet banget! Kalau dibagikan begini kan saya bisa santai (dasar males!) sekaligus memperoleh amal jariyah yang pahalanya tidak terputus sampai mati. Hehehe…

Oke, ini tampaknya akan menjadi posting terpendek EkoNurhuda.com karena saya tidak mau berpanjang-lebar lagi. So, kalau Anda ingin memiliki ebook ini silakan download di sini.

Semoga bermanfaat.

05 Juli 2008

Sebenarnya saya pernah mengangkat topik tentang guest blogging bulan Maret lalu, namun karena sepi peminat saya angkat kembali. Beberapa blogger sempat menyambut tawaran saya waktu itu, namun entah karena terlalu sibuk atau alasan lain sampai sekarang tidak juga terpenuhi janjinya. Untuk itulah (atas saran Bang Zalukhu) tema ini kembali saya munculkan sebagai pelengkap posting bertema guest blogging sebelumnya.

Sebagai pengingat, guest blogging adalah istilah untuk kegiatan menulis posting di blog milik orang lain. Pelakunya disebut guest blogger atau boleh diartikan sebagai blogger tamu. Jadi, misalkan saya menulis di blognya Bang Zalukhu atau sebaliknya, maka kegiatan itu disebut sebagai guest blogging. Saya disebut sebagai guest blogger-nya Zalukhu.com, dan Bang Zalukhu adalah guest blogger-nya EkoNurhuda.com.

Di kalangan blogger luar negeri, guest blogging adalah hal lumrah. Coba Anda lihat blognya John Chow atau Darren Rowse, maka selain posting yang ditulisnya sendiri Anda juga akan menjumpai beberapa posting yang disumbangkan oleh blogger lain. Beberapa blogger top bahkan mengkomersilkan lahan guest blogging ini. Artinya bila Anda ingin menulis di sebuah blog beken, maka Anda mesti keluar sejumlah uang. Tidak ubahnya memasang iklan atau membayar sebuah paid review.

Di Indonesia, entah mengapa guest blogging masih belum dilakukan. Padahal banyak keuntungan yang didapat dari kegiatan ini. Performancing.com menulis setidaknya ada 5 keuntungan yang dapat diperoleh seorang guest blogger, yakni memperoleh backlink dengan keyword yang dapat ditentukan sendiri, meningkatkan jumlah RSS subscriber, mempromosikan diri sekaligus blog, menjalin hubungan baik dengan blogger lain, dan menjangkau audien baru.

Sedangkan Northxeast.com mengatakan bahwa guest blogging sangat bagus untuk meningkatkan kualitas blog, baik bagi blogger tamu maupun blog yang menerima blogger tamu tersebut. Alasannya hampir sama dengan yang ditulis di Performance.com. Namun Northxeast.com menambahkan bahwa guest blogging merupakan cara promosi yang paling efektif. Serta tentu saja paling ekonomis. Bagi Anda yang sering kehabisan ide posting atau punya banyak blog dan kewalahan meng-update, guest blogging dapat membantu Anda meringankan beban tersebut.

Darren Rowse juga menyatakan bahwa guest blogging merupakan hal positif bagi kedua pihak yang terlibat di dalamnya, guest blogger dan juga pemilik blog, termasuk bagi pembaca. Dalam sebuah posting berjudul “Why Guest Bloggers are Great for a Blog” Darren menuliskan 3 hal sebagai win-win solution dalam guest blogging. 3 hal yang harus kita pertimbangkan untuk mulai mempopulerkan gerakan guest blogging di kalangan blogger Indonesia.

Bagi guest blogger menulis di blog lain memungkinkannya untuk menjangkau audien baru, memperoleh backlink berkualitas, dan mengeratkan hubungan dengan pemilik blog. Bagi pemilik blog guest blogging dapat meringankan tugas rutin meng-update blog, menjalin keakraban dengan pembaca karena mengijinkan mereka turut menulis di blog, dan menghadirkan perspektif dan cara pandang yang berbeda. Sementara bagi pembaca dengan hadirnya penulis baru berarti mereka mendapatkan satu sudut pandang baru terhadap tema tertentu. Ini dapat menghindari kejenuhan pada pembaca.

Nah, berkaitan dengan itu saya kembali mengajak siapapun untuk turut menulis di EkoNurhuda.com. Saya tidak butuh imbalan apa-apa kecuali kesempatan untuk menyumbangkan satu-dua artikel di blog Anda sebagai timbal-balik. Kalau berminat, silakan kirim artikel Anda ke eko[dot]nurhuda[at]gmail[dot]com. Saya tunggu.

Sebenarnya saya pernah mengangkat topik tentang guest blogging bulan Maret lalu, namun karena sepi peminat saya angkat kembali. Beberapa blogger sempat menyambut tawaran saya waktu itu, namun entah karena terlalu sibuk atau alasan lain sampai sekarang tidak juga terpenuhi janjinya. Untuk itulah (atas saran Bang Zalukhu) tema ini kembali saya munculkan sebagai pelengkap posting bertema guest blogging sebelumnya.

Sebagai pengingat, guest blogging adalah istilah untuk kegiatan menulis posting di blog milik orang lain. Pelakunya disebut guest blogger atau boleh diartikan sebagai blogger tamu. Jadi, misalkan saya menulis di blognya Bang Zalukhu atau sebaliknya, maka kegiatan itu disebut sebagai guest blogging. Saya disebut sebagai guest blogger-nya Zalukhu.com, dan Bang Zalukhu adalah guest blogger-nya EkoNurhuda.com.

Di kalangan blogger luar negeri, guest blogging adalah hal lumrah. Coba Anda lihat blognya John Chow atau Darren Rowse, maka selain posting yang ditulisnya sendiri Anda juga akan menjumpai beberapa posting yang disumbangkan oleh blogger lain. Beberapa blogger top bahkan mengkomersilkan lahan guest blogging ini. Artinya bila Anda ingin menulis di sebuah blog beken, maka Anda mesti keluar sejumlah uang. Tidak ubahnya memasang iklan atau membayar sebuah paid review.

Di Indonesia, entah mengapa guest blogging masih belum dilakukan. Padahal banyak keuntungan yang didapat dari kegiatan ini. Performancing.com menulis setidaknya ada 5 keuntungan yang dapat diperoleh seorang guest blogger, yakni memperoleh backlink dengan keyword yang dapat ditentukan sendiri, meningkatkan jumlah RSS subscriber, mempromosikan diri sekaligus blog, menjalin hubungan baik dengan blogger lain, dan menjangkau audien baru.

Sedangkan Northxeast.com mengatakan bahwa guest blogging sangat bagus untuk meningkatkan kualitas blog, baik bagi blogger tamu maupun blog yang menerima blogger tamu tersebut. Alasannya hampir sama dengan yang ditulis di Performance.com. Namun Northxeast.com menambahkan bahwa guest blogging merupakan cara promosi yang paling efektif. Serta tentu saja paling ekonomis. Bagi Anda yang sering kehabisan ide posting atau punya banyak blog dan kewalahan meng-update, guest blogging dapat membantu Anda meringankan beban tersebut.

Darren Rowse juga menyatakan bahwa guest blogging merupakan hal positif bagi kedua pihak yang terlibat di dalamnya, guest blogger dan juga pemilik blog, termasuk bagi pembaca. Dalam sebuah posting berjudul “Why Guest Bloggers are Great for a Blog” Darren menuliskan 3 hal sebagai win-win solution dalam guest blogging. 3 hal yang harus kita pertimbangkan untuk mulai mempopulerkan gerakan guest blogging di kalangan blogger Indonesia.

Bagi guest blogger menulis di blog lain memungkinkannya untuk menjangkau audien baru, memperoleh backlink berkualitas, dan mengeratkan hubungan dengan pemilik blog. Bagi pemilik blog guest blogging dapat meringankan tugas rutin meng-update blog, menjalin keakraban dengan pembaca karena mengijinkan mereka turut menulis di blog, dan menghadirkan perspektif dan cara pandang yang berbeda. Sementara bagi pembaca dengan hadirnya penulis baru berarti mereka mendapatkan satu sudut pandang baru terhadap tema tertentu. Ini dapat menghindari kejenuhan pada pembaca.

Nah, berkaitan dengan itu saya kembali mengajak siapapun untuk turut menulis di EkoNurhuda.com. Saya tidak butuh imbalan apa-apa kecuali kesempatan untuk menyumbangkan satu-dua artikel di blog Anda sebagai timbal-balik. Kalau berminat, silakan kirim artikel Anda ke eko[dot]nurhuda[at]gmail[dot]com. Saya tunggu.

03 Juli 2008

Waktu asyik blogwalking beberapa hari belakangan, saya mendengar kabar kurang sedap sehubungan dengan EntreCard (selanjutnya disebut EC saja). Kabar-kabar tersebut menyatakan kalau EC, sebagaimana disebutkan dalam ToS-nya, khusus bagi blog berbahasa Inggris saja. Artinya, blog berbahasa non-Inggris (baca: berbahasa Indonesia) tidak boleh menjadi member EC. Jangan coba-coba nekat karena akibatnya bisa di-delete dari keanggotaan EC seperti yang dialami Danu atau bocah iseng ini.

Tentu saja kabar ini mengejutkan saya. Soalnya begitu EC meluncurkan layanan yang memungkinkan seorang member mendaftarkan lebih dari satu blog dalam satu akun, saya buru-buru memasukkan EkoNurhuda.com dan blog sepakbola saya yang merupakan subdomain blog ini. Kedua-duanya berbahasa Indonesia. Dan kedua-duanya merupakan blog yang paling sering saya update serta bersifat personal sekali. Setelah mendengar kabar tersebut jujur saja saya jadi takut bakalan kena delete juga. Meskipun tidak menghasilkan dolar, tapi tetap terasa sayang seandainya EC credit saya yang sudah ratusan itu hangus begitu saja.

Jujur saja saya tidak pernah membaca ToS-nya EC, jadi boleh-tidaknya blog berbahasa Indonesia mendaftar di program ini saya tidak begitu paham. Karena tidak paham inilah maka saya berupaya mencari paham. Halah, koq gak pantes ya? Ya sudahlah, intinya saya mencari tahu bagaimana sebenarnya sikap EC terhadap hal ini. Maka, pada tanggal 2 Juli kemarin jam 23:33 saya mengirim email pada EC menanyakan hal ini. Isi email saya begini...

Dear EC,
I just want to ask if non-english blog is allowed to be EC member. Honestly I didn't read the EC ToS because I think no matter what language a blog uses, it can be compromised by EC.

Thank you very much in advance.

Artinya tahu kan? Kalau ada yang tidak tahu artinya, berarti bahasa Inggris saya benar-benar jelek. :p Nah, karena jam 23:33 di Indonesia berarti sekitar jam 9-10 di Amrik sana (jam kerja), maka email sayapun segera mendapat balasan dari EC. Begini jawabannya...

For now it is english only, but we are hoping to expand to other languages soon!

Ya, dalam email pendek tersebut EC berkata bahwa memang untuk sementara ini EC masih mengkhususkan diri pada blog-blog berbahasa Inggris saja. Namun ke depan EC sudah mempunyai rencana untuk menerima keanggotaan dari blog-blog non-english. Kalau kata "soon" di atas boleh diartikan "dalam waktu dekat", maka rencana tersebut bakal diwujudkan dalam waktu dekat. Kapan? Itu yang masih ditunggu.

So, bagi Anda yang mendaftarkan blog berbahasa Indonesia ke EC silakan pilih: bertahan dengan resiko di-delete atau mengundurkan diri dan menunggu EC membuka pendaftarand ari blog non-Inggris secara resmi. Selamat memilih!

Waktu asyik blogwalking beberapa hari belakangan, saya mendengar kabar kurang sedap sehubungan dengan EntreCard (selanjutnya disebut EC saja). Kabar-kabar tersebut menyatakan kalau EC, sebagaimana disebutkan dalam ToS-nya, khusus bagi blog berbahasa Inggris saja. Artinya, blog berbahasa non-Inggris (baca: berbahasa Indonesia) tidak boleh menjadi member EC. Jangan coba-coba nekat karena akibatnya bisa di-delete dari keanggotaan EC seperti yang dialami Danu atau bocah iseng ini.

Tentu saja kabar ini mengejutkan saya. Soalnya begitu EC meluncurkan layanan yang memungkinkan seorang member mendaftarkan lebih dari satu blog dalam satu akun, saya buru-buru memasukkan EkoNurhuda.com dan blog sepakbola saya yang merupakan subdomain blog ini. Kedua-duanya berbahasa Indonesia. Dan kedua-duanya merupakan blog yang paling sering saya update serta bersifat personal sekali. Setelah mendengar kabar tersebut jujur saja saya jadi takut bakalan kena delete juga. Meskipun tidak menghasilkan dolar, tapi tetap terasa sayang seandainya EC credit saya yang sudah ratusan itu hangus begitu saja.

Jujur saja saya tidak pernah membaca ToS-nya EC, jadi boleh-tidaknya blog berbahasa Indonesia mendaftar di program ini saya tidak begitu paham. Karena tidak paham inilah maka saya berupaya mencari paham. Halah, koq gak pantes ya? Ya sudahlah, intinya saya mencari tahu bagaimana sebenarnya sikap EC terhadap hal ini. Maka, pada tanggal 2 Juli kemarin jam 23:33 saya mengirim email pada EC menanyakan hal ini. Isi email saya begini...

Dear EC,
I just want to ask if non-english blog is allowed to be EC member. Honestly I didn't read the EC ToS because I think no matter what language a blog uses, it can be compromised by EC.

Thank you very much in advance.

Artinya tahu kan? Kalau ada yang tidak tahu artinya, berarti bahasa Inggris saya benar-benar jelek. :p Nah, karena jam 23:33 di Indonesia berarti sekitar jam 9-10 di Amrik sana (jam kerja), maka email sayapun segera mendapat balasan dari EC. Begini jawabannya...

For now it is english only, but we are hoping to expand to other languages soon!

Ya, dalam email pendek tersebut EC berkata bahwa memang untuk sementara ini EC masih mengkhususkan diri pada blog-blog berbahasa Inggris saja. Namun ke depan EC sudah mempunyai rencana untuk menerima keanggotaan dari blog-blog non-english. Kalau kata "soon" di atas boleh diartikan "dalam waktu dekat", maka rencana tersebut bakal diwujudkan dalam waktu dekat. Kapan? Itu yang masih ditunggu.

So, bagi Anda yang mendaftarkan blog berbahasa Indonesia ke EC silakan pilih: bertahan dengan resiko di-delete atau mengundurkan diri dan menunggu EC membuka pendaftarand ari blog non-Inggris secara resmi. Selamat memilih!

02 Juli 2008

Bagaimana rasanya kalau blog Anda kedatangan blogger top? Wuih, tentu saja bukan main bangganya. Terutama bagi blogger newbie seperti saya ini. Kedatangan blogger top adalah sebuah berkah tak ternilai. (Hehe, berlebihan banget gak sih?) Soalnya boro-boro membuat blogger top mau datang berkunjung, menarik minat sesama blogger newbie saja susahnya minta ampun.

Nah, satu kejutan saya terima beberapa hari lalu. John Chow, seorang blogger top dunia (ya, dunia!), entah mengapa koq mau memasang iklan di EkoNurhuda.com. Memang iklannya cuma via EntreCard, tapi tetap saja aneh plus mengejutkan bagi saya. Lha wong saya dengan John Chow itu tidak ada apa-apanya koq. Saya itu masih newbie, bahkan boleh dibilang mbahnya newbie. Sedangkan John Chow itu bloggger top markotop yang sudah sangat terkenal di seluruh jagat blogosphere. Seharusnya justru saya yang memasang iklan di blognya, bukannya dia yang pasang iklan ke saya.

Ya sudahlah, itu berarti rejeki saya. Lumayan juga dapat tambahan kredit EC. Apalagi John Chow tidak hanya memasang iklan di EkoNurhuda.com saja, tapi juga 2 blog lain yang saya daftarkan ke EC. Widget John Chow di EkoNurhuda.com sebenarnya sudah terpajang beberapa hari lalu, tapi saya melakukan kesalahan waktu menyimpan screenshot-nya sehingga gagal diabadikan. Untungnya widget yang lain waktu penayangannya selisih beberapa hari sehingga saya bisa menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Hehehe…

Yuk, kita lihat seperti apa sih John Chow itu.



Ini gambar waktu widgetnya terlihat di dashboard EC saya.



Yang ini waktu tayang di blog berbahasa Inggris saya.

Ngomong-ngomong, bagaimana sih ceritanya koq sampai John Chow mau memasang iklan di blog-blog saya? Karena harganya masih murah? Saya yakin bukan karena itu. Sebab sekalipun harga iklan EC saya lebih mahal 100 kali lipat sekalipun tetap saja John Chow mampu membayarnya. Jadi apa dong?

Ceritanya sederhana koq. Sejak pertama kali tahu blognya John Chow akhir 2007 lalu, saya rajin berkunjung dan meninggalkan komentar. Terutama di posting yang komentarnya masih sedikit. Saking rajinnya saya bahkan sempat jadi komentator pertama di salah satu posting blogger etnis China yang tinggal di Kanada ini. Saya juga beberapa kali mengirim email meskipun tidak semuanya dibalas. Selain itu saya selalu menyapanya lewat Google Chat bila melihat tombol di sebelah namanya berwarna hijau. Hanya itu.

Oya, saya juga punya satu rencana berkaitan dengan John Chow. Beruntung bagi saya, blogger yang kerap diundang dalam berbagai event internasional ini menyetujui rencana tersebut. Apa rencananya? Masih rahasia. Tapi tidak lama lagi rahasia tersebut akan saya beritahu koq. Mudah-mudahan setelah selesai ujian semester seminggu ini rencana tersebut dapat segera saya selesaikan sehingga dapat segera saya umumkan di sini. Amin.

Sudah, ah. Saya mau buat tugas buat ujian dulu. Doakan saya supaya dapat nilai bagus ya. Trims.

Bagaimana rasanya kalau blog Anda kedatangan blogger top? Wuih, tentu saja bukan main bangganya. Terutama bagi blogger newbie seperti saya ini. Kedatangan blogger top adalah sebuah berkah tak ternilai. (Hehe, berlebihan banget gak sih?) Soalnya boro-boro membuat blogger top mau datang berkunjung, menarik minat sesama blogger newbie saja susahnya minta ampun.

Nah, satu kejutan saya terima beberapa hari lalu. John Chow, seorang blogger top dunia (ya, dunia!), entah mengapa koq mau memasang iklan di EkoNurhuda.com. Memang iklannya cuma via EntreCard, tapi tetap saja aneh plus mengejutkan bagi saya. Lha wong saya dengan John Chow itu tidak ada apa-apanya koq. Saya itu masih newbie, bahkan boleh dibilang mbahnya newbie. Sedangkan John Chow itu bloggger top markotop yang sudah sangat terkenal di seluruh jagat blogosphere. Seharusnya justru saya yang memasang iklan di blognya, bukannya dia yang pasang iklan ke saya.

Ya sudahlah, itu berarti rejeki saya. Lumayan juga dapat tambahan kredit EC. Apalagi John Chow tidak hanya memasang iklan di EkoNurhuda.com saja, tapi juga 2 blog lain yang saya daftarkan ke EC. Widget John Chow di EkoNurhuda.com sebenarnya sudah terpajang beberapa hari lalu, tapi saya melakukan kesalahan waktu menyimpan screenshot-nya sehingga gagal diabadikan. Untungnya widget yang lain waktu penayangannya selisih beberapa hari sehingga saya bisa menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Hehehe…

Yuk, kita lihat seperti apa sih John Chow itu.



Ini gambar waktu widgetnya terlihat di dashboard EC saya.



Yang ini waktu tayang di blog berbahasa Inggris saya.

Ngomong-ngomong, bagaimana sih ceritanya koq sampai John Chow mau memasang iklan di blog-blog saya? Karena harganya masih murah? Saya yakin bukan karena itu. Sebab sekalipun harga iklan EC saya lebih mahal 100 kali lipat sekalipun tetap saja John Chow mampu membayarnya. Jadi apa dong?

Ceritanya sederhana koq. Sejak pertama kali tahu blognya John Chow akhir 2007 lalu, saya rajin berkunjung dan meninggalkan komentar. Terutama di posting yang komentarnya masih sedikit. Saking rajinnya saya bahkan sempat jadi komentator pertama di salah satu posting blogger etnis China yang tinggal di Kanada ini. Saya juga beberapa kali mengirim email meskipun tidak semuanya dibalas. Selain itu saya selalu menyapanya lewat Google Chat bila melihat tombol di sebelah namanya berwarna hijau. Hanya itu.

Oya, saya juga punya satu rencana berkaitan dengan John Chow. Beruntung bagi saya, blogger yang kerap diundang dalam berbagai event internasional ini menyetujui rencana tersebut. Apa rencananya? Masih rahasia. Tapi tidak lama lagi rahasia tersebut akan saya beritahu koq. Mudah-mudahan setelah selesai ujian semester seminggu ini rencana tersebut dapat segera saya selesaikan sehingga dapat segera saya umumkan di sini. Amin.

Sudah, ah. Saya mau buat tugas buat ujian dulu. Doakan saya supaya dapat nilai bagus ya. Trims.