Selamat datang di ...

20 September 2008

Polisi Diraja Malaysia kembali menangkap seorang blogger. Kali ini Syed Azidi Syed Azis alias Sheih Kickdefella yang ditangkap Rabu (17/9) lalu. Pihak kepolisian Malaysia menangkap Syed Azidi di kediamannya di selatan Kelantan yang merupakan basis oposisi. Syed Azidi ditangkap karena menampilkan bendera nasional secara terbalik di blognya. Ia dijerat dengan UU Tindak Penghasutan.

Penangkapan ini bernuansa politis. Sebab selama ini Syed Azidi dikenal memiliki hubungan dengan petinggi partai oposisi yang berhaluan Islam konservatif, Parti Islam SeMalaysia (PAS). Gambar bendera nasional yang dipasang terbalik di blognya merupakan bentuk protes atas kondisi politik dan ekonomi Malaysia yang memang tengah bergejolak. Ia juga mengkampanyekan pemasangan bendera terbalik itu di internet. Kampanye tersebut mengusik perhatian PM Abdullah Badawi yang meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini.


Lima hari sebelumnya, Jum’at (12/9), Polisi Diraja Malaysia juga menahan seorang blogger bernama Raja Petra Kamaruddin. Pengelola portal Malaysia Today ini ditangkap karena dituduh melakukan penghasutan untuk membenci pejabat pemerintahan berkuasa melalui blognya. Situs Malaysia Today sendiri merupakan sebuah situs kontroversial yang mendapat kecaman dari banyak pihak.

Raja Petra juga sempat melontarkan tuduhan bahwa Wakil PM Najib Razak dan istrinya terlibat dalam sebuah pembunuhan yang mengakibatkan tewasnya seorang perempuan asal Mongolia. Ia ditangkap berdasarkan Internal Security Acts (UU Keamanan Internal/ISA), sebuah UU yang sering digunakan pemerintah Malaysia untuk membungkam oposisi dan orang-orang yang diduga terkait dengan tindak terorisme. Dengan UU ini pemerintah boleh menahan seseorang selama 2 tahun dan terus memperbarui masa tahanannya tanpa melalui proses pengadilan.

Di Indonesia sendiri kasus penangkapan blogger pernah terjadi. Blogger senior Jogja, Herman Saksono alias Momon, sempat ditahan polisi karena memajang foto Presiden SBY yang telah dimodifikasi sedemikian rupa di blognya. Ia sempat akan dijerat dengan pasal penghinaan terhadap presiden. Tapi untunglah kasus tersebut tidak jadi panjang sehingga Momon bisa kembali aktif di blogosphere tanpa kekurangan bobot badannya walau satu gram-pun. Lho??? Maksudnya????

So, pesan saya pada teman-teman sesame blogger: berhati-hatilah! Jangan memuat tulisan yang berpotensi membawa Anda ke dalam jeratan hukum. Oke?

Catatan: Setelah ini serial "Cara (Curang) Meningkatkan Earning AdSense" dilanjutkan dengan tulisan kedua yang di-publish secara otomatis sore nanti jam 18:10. So, stay tune ya...



« Selanjutnya
Sebelumnya »

9 komentar:

  1. Walah stay tune kayak stasiun radio saja wkwkwk....
    Wah serem juga ya di Malasya...

    BalasHapus
  2. Karena Posisi sudah aman baru berkomentar :D

    wahhh ditangkap !!!!!!!
    semoga ini pelajaran buat blogger Indonesia sendiri mas. biar bagaimana mereka mengritisi negara ini jangan sampai Bendera atau logo kebangsaan disalah gunakan. karena sebuah bendera dan log kenegaraan itu sangatlah sakrat bagi Bangsa ini

    Sukses yah mas

    BalasHapus
  3. wah, mudah-mudahan di indonesia ndak ada yang salah tangkap..

    BalasHapus
  4. wahh serem amat masa ngeblog aja ditangkep.

    BalasHapus
  5. wah kayaknya perlu semacam kode etik ngeblog nih

    BalasHapus
  6. enak di Indonesia...

    BalasHapus
  7. namanya juga orang protes..katanya demokrasi..

    BalasHapus
  8. untung gw hidup di indo

    BalasHapus