Selamat datang di ...

18 Maret 2008

Posting kemarin koq kesannya sangat idealis ya? Memang begitulah seharusnya. Bloggerpun harus punya idealisme dengan blognya, karena idealisme inilah yang akan membuatnya dapat terus bertahan di jagat Blogosphere. Blogger yang terjun ke blogosphere tanpa idealisme yang jelas akan mudah bosan dan ujung-ujungnya mandeg di tengah jalan. Tapi ya jangan terlalu kakulah dengan idealisme itu. Toh, untuk mengusung sebuah idealisme juga dibutuhkan materi alias dolar. Iya kan?

Setelah menulis posting "Antara Pembaca dan Paid Review" sebelumnya, saya iseng berkunjung ke blog milik blogger-blogger senior di luar sana. Sengaja saya cari artikel mereka yang berhubungan dengan SponsoredReviews ataupun program paid review lain. What a surprise! Setidaknya Jacky Supit dan John Chow berpendapat sama. Kedua blogger kelas kakap ini mempunyai prinsip "Readers first, money later." Karena itu keduanya dengan tegas menyatakan akan menolak tawaran review yang tidak sesuai dengan tema blog mereka. Padahal harga review di blog mereka minimal $100, bukannya $2-50 seperti yang saya tulis sebelumnya.



Tapi mereka kan blogger top? Menolak review bukanlah masalah besar bagi mereka karena sekali menulis review saja sudah ratusan dolar yang dihasilkan. Lha, kita kan blogger kelas teri. Menulis 20 review-pun tidak akan sampai $100 earningnya (ini saya :p). Masa iya mau menolak kalau ada tawaran mereview? Itu mungkin yang akan Anda katakan.

Anda benar. Memang sayang menolak sebuah review, betapapun tidak relevannya review tersebut dengan blog kita. Tapi tetap saja tidak ada alasan bagi kita untuk memaksakan kehendak sendiri dan mengabaikan kepentingan pembaca. Ingat, tanpa pembaca blog Anda tidak berarti apa-apa. Kalau sudah terlanjur bagaimana? Tenang. Il y'a toujours le solution, begitu kata orang Perancis. Artinya, selalu ada solusi bagi setiap persoalan. Termasuk juga persoalan yang satu ini tentunya. Nah, berangkat dari pengalaman pribadi saya mengambil jalan tengah yang saya anggap adil supaya aman dari tuntutan materi tanpa mengabaikan kepentingan pembaca. Apa itu?
  1. Hanya mengambil review yang benar-benar relevan untuk blog dengan tema khusus/niche special. Yah, nyerempet-nyerempet sedikit bolehlah. Misalnya review tentang jasa reservasi hotel atau tiket pesawat untuk blog travel atau wisata.

  2. Sediakan sebuah blog yang super general. Nah, blog inilah yang bertugas menyapu bersih tawaran review lain yang tersisa. Bukankah kita juga tetap harus menjaga konsistensi earning harian? :p

  3. Sayang menolak tawaran review yang tidak relevan karena dolarnya besar? It's ok. Anda tak dilarang koq untuk menulisnya. Tapi cobalah menulis review dari sudut pandang yang bisa diterima pembaca. Contohnya blog Anda bertema desain grafis dan review-nya tentang backgammon atau online poker. Jangan mereview backgammon atau online pokernya. Pembaca Anda akan protes nanti. Bersikaplah cerdik dengan menitik-beratkan review pada aspek desain situs, tampilannya, navigasinya, atau aspek lain yang berhubungan dengan desain grafis. Ini tentunya lebih dapat diterima pembaca Anda.

  4. Jangan sekali-kali menerima review yang Anda sama sekali buta tentangnya. Jika Anda tidak tahu-menahu tentang subprime mortgage, memaksakan diri menulis review tentang itu hanya akan membuat tulisan Anda kosong tanpa bobot. Masih untung kalau ditulis sendiri. Lha kalau hasil kopi paste???
Oke, itu yang saya aplikasikan pada diri sendiri. Anda boleh sepakat, tidak setuju juga boleh koq. :p Semoga bermanfaat.


« Selanjutnya
Sebelumnya »

7 komentar:

  1. Saya sih setuju2 sj Mas Ecko.
    :)
    Apalagi kalau mau dilihat dari sudut pandang bahwa Content is the King! So, relevansi postingan dengan tema blog memang menjadi hal penting. Hanya saja perlu jg dipahami bahwa peluang datangnya job review selalu ditujukan untuk blog yang memiki traffik yang bagus dan link popularity yang tidak mengecewakana. Nah, pada sudut ini, blog personal adalah sasarannya. Ini menjadi simalakama ketika job review yang datang mengharuskan review dibuat dalam bahasa kompeni.:) Kan, berabe!
    SARAN SAYA UNTUK KAWAN-KAWAN: Blog personal masih tetap bisa dipakai menulis review, sepanjang tidak mengganggu konten utama kita. Caranya? Baca di Astaqauliyah.com

    (Thanks untuk space iklannya Mas Ecko)

    BalasHapus
  2. mmm..no comment deh :) soal blog ku general jadi mo review apa aja masuk sama tema blog ku..hanya lagi sial ketahuan Google PR 3 disulap jadi PR 0, akhirnya gak ada dapat job lagi :(

    BalasHapus
  3. mmm..no comment deh :) soal blog ku general jadi mo review apa aja masuk sama tema blog ku..hanya lagi sial ketahuan Google PR 3 disulap jadi PR 0, akhirnya gak ada dapat job lagi :(

    BalasHapus
  4. @ dr. Asta: Itulah susahnya nyari dolar dg paid review. Aplg Google kayanya benci bgt sama broker2 paid review. Bahkan ada temen yg cerita kalo blognya di-suspend sama Blogger gara2 banyak paid reviewnya.
    @ Tony: Blog general memang paling aman buat nyari duit di paid review. Tapi ya kalo digebuk udah resikonya.

    BalasHapus
  5. wah mas... makasih dah mampir ke blog kuw... hihihi... btw aku mau daftar clickBank, tapi kow negara indonsia tercinta kita gada yah?? jadi gimana daftarnya??? thanks... ^_^
    oia.. buat yang pengen tau daftar alamat artis baa aja di www.alamatartis.com

    BalasHapus
  6. @ Indhry: Thanks juga dah mampir balik ke sini. CB memang gak buka pendaftaran member u/ Indonesia, so cari aja yg lain kaya Commission Junction dll. Saya rekomendasikan Blogguebo.com untuk mempelajari ttg kaya gituan. Semoga membantu.

    BalasHapus
  7. aku tadi pagi baru dapet job dari blogsvertise... page ranknya jadi turun gak yah... jd takut

    BalasHapus