Selamat datang di ...

20 Agustus 2008

Dinar Iraq, siapa yang tidak tahu mata uang satu ini? Belakangan popularitas mata uang dari negeri 1001 Malam ini melonjak tajam. Ya, apalagi kalau bukan karena konon katanya ada sebuah peluang besar yang berhubungan dengan dinar Iraq. Peluang apa? Ya jelas peluangnya adalah forex exchange alias jual-beli valuta asing. So, Anda beli dinar Iraq sekarang dengan harga sangat murah, beberapa waktu mendatang Anda dapat menjualnya dengan harga berpuluh kali lipat. Hebat kan?

Menurut sebagian orang yang "paham" tentang dinar Iraq, investasi ini amat sangat menjanjikan. Satu harian ibukota bahkan menulis judul mengundang untuk sebuah liputan tentang peluang investasi dinar Iraq ini: "RP 1 Juta Bisa Jadi Rp 384 Juta". Waw, siapa coba yang tidak tertarik dengan judul begini? Bukan hanya berpuluh kali lipat seperti yang saya bilang di atas, tapi malah beratus kali lipat. What an opportunity! Tapi sayang, nampaknya Anda mesti hati-hati karena kalau ditelaah lebih dalam ternyata investasi dinar Iraq ini masih sangat diragukan kebenarannya. Kenapa?


Sebuah situs agen penjual dinar Iraq menjelaskan bahwa sebelum invasi Amerika Serikat dan sekutunya, kurs dinar Iraq (IQD) terhadap dolar AS sangat tinggi. IQD 1 = USD 3.29 (ada juga yang bilang USD 3.22). Begitu PBB menjatuhkan sanksi ekonomi kemudian disusul oleh invasi AS dan rekan-rekannya, kurs IQD merosot tajam hingga menjadi IQD 3000/$1. Seiring membaiknya kondisi di Iraq, kurs IQD ikut membaik meski bulan Agustus 2008 ini masih berada di angka IQD 1185 per dolar AS. Nah, peluang emas didapat dari harapan akan terus naiknya nilai tukar IQD terhadap dolar AS. Kenapa saya bilang harapan? Ya, karena memang masih belum jelas. Terkecuali ada yang bisa memastikan kalau nilai tukar IQD terhadap USD bakal benar-benar membaik baru kata "harapan" tersebut saya hapus.

Mari kita berandai-andai. Hanya dengan uang Rp 1,5 juta saat ini Anda bisa memperoleh lebih dari IQD 40.000, suatu hal yang mustahil Anda lakukan sebelum AS masuk ke Iraq. Nah, coba bayangkan kalau suatu saat kurs dinar Iraq terhadap AS menjadi $1 saja, maka IQD 40.000 yang Anda miliki tadi akan berubah menjadi $40.000. Kaget? Tenang dulu, ini masih belum ditukar ke rupiah. Taruh kata $1 sama dengan Rp 8.500, maka 40.000 x Rp 8.500 = Rp 340.000.000 (baca: TIGA RATUS EMPAT PULUH JUTA). Waw, kini Anda boleh kaget deh. Namun pertanyaannya adalah, mungkinkah hal tersebut terjadi?

Bagi orang-orang yang sudah terlanjur membeli dinar Iraq hal tersebut mungkin saja terjadi. Tapi jawaban mereka itu lebih dikarenakan oleh rasa ketakutan akan kehilangan uang ketimbang pemikiran logis. Siapa yang rela kehilangan Rp 1,5 juta? Tidak ada! Maka meskipun hanya sekedar harapan mereka akan terus optimis bahwa nilai tukar dinar Iraq terhadap dolar AS akan benar-benar membaik. Mereka akan terus yakin kalau investasi yang mereka lakukan sudah benar dan bakal mendatangkan keuntungan. Tapi coba kita berpikir logis sedikit. Saya yakin Anda akan berpikir beribu-ribu kali sebelum membeli satu set dinar Iraq yang banyak ditawarkan di mana-mana sekarang ini.

Berikut beberapa hal yang mesti Anda pertimbangkan sebelum membeli dinar Iraq:
  1. Hingga kini masih belum ada kurs internasional yang mengatur dinar Iraq secara resmi. Ini menjadi alasan mengapa Anda tidak dapat menukarkan mata uang Anda dari atau ke dinar Iraq di bank-bank nasional maupun internasional. Suatu saat bila kondisi di Iraq sudah benar-benar stabil Anda bisa melakukan penukaran tersebut, tapi kapan?
  2. Gejolak politik dalam negeri Iraq masih sulit dikendalikan. Selain tidak rukunnya Syiah dan Sunni, beberapa kelompok bersenjata lokal terus membuat kacau selama AS tidak pergi dari Iraq. Belum lagi kaum separatis Kurdi yang ingin merdeka dari Iraq. Hal ini membuat kapan kondisi Iraq bakal kembali stabil merupakan satu pertanyaan yang sangat sulit dijawab.
  3. Iraq dipastikan belum bisa mengeksplorasi cadangan minyak mentah mereka dalam waktu dekat. Apa pasal? Dibutuhkan biaya sangat banyak untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak berat selama perang.
  4. Bank sentral Iraq mengawasi secara ketat peredaran dinar Iraq, bahkan cenderung membatasinya. Gejala apa ini? Kalau memang IDQ adalah mata uang prospektif mengapa tidak dilepas begitu saja di pasar uang? Mengapa pula dinar baru hanya diperdagangkan dalam skala kecil dan dikendalikan secara ketat?
  5. Kalau saya tahu dinar Iraq adalah investasi yang sangat menguntungkan, mengapa saya menjualnya? Yang seharusnya saya lakukan adalah terus menambah koleksi saya sambil menyimpan rapat-rapat rahasia ini dari siapapun. Adalah bodoh menjual IQD 40.000 seharga Rp 1,5 juta kalau saya tahu dinar sebanyak itu bakal menjadi $40.000 alias Rp 340 juta. Logisnya, jika saya menjual IQD 40.000 seharga Rp 1,5 juta itu dikarenakan saya tahu mata uang tersebut sama sekali tak bernilai atau saya menjual uang palsu!

Para agen penjual dinar Iraq selalu mengambil kasus Kuwait dan Afghanistan sebagai contoh. Dulu, saat diinvasi oleh Iraq dalam episode Perang Teluk, kurs dinar Kuwait merosot dari sebelumnya $3.34 menjadi hanya $0.10. Kurang-lebih 6 tahun setelah perang usai, kurs-nya kembali normal bahkan meningkat menjadi $3.45 per 1 dinar Kuwait. Kurs mata uang Afghanistan (Afghani, disingkat AFA) juga begitu. Sebelum "dihajar" AS 1 afghani dihargai $0.03. Begitu tentara George Bush masuk dan memerangi Taliban, kurs-nya melorot drastis menjadi hanya $0.0001/1 afghani. Kini, setelah kondisi relatif lebih tenang, kurs Afghani kembali naik menjadi $0.02/Afa 1.

Sebagai pembanding, mari kita lihat kasus yang menimpa Venezuela. Negeri asal Dayana Mendoza sang Miss Universe 2008 yang beberapa waktu lalu turut memberi ucapan selamat kepada Zivanna Letisha Siregar sang pemenang Putri Indonesia 2008 ini juga merupakan negara penghasil minyak terbesar di dunia. Ekspor minyak mereka menyumbang lebih dari setengah pendapatan negara. Namun sejak tahun 2000 lalu mata uang mereka terus melemah hingga menjadi kurang-lebih seperempatnya. Kenapa? Karena situasi politik tidak stabil sehingga menyebabkan terjadinya beberapa kali aksi kudeta. Kini Iraq menghadapi situasi serupa dengan Venezuela. Akankah nilai dinar Iraq terus menguat hingga mencapai angka seperti sebelum invasi AS, atau justru tergerus menjadi hingga seperempatnya seperti yang dialami Venezuela? Jawab sendiri deh. Hehehe...

NB:
-- Untuk mengecek kurs dinar Iraq terbaru silakan klik di sini.
-- Untuk membaca peringatan Better Business Bureau tentang investasi dinar Iraq silakan klik di sini.
-- Baca juga tulisan Dan Sherman tentang investasi dinar Iraq di sini.
-- Ulasan lebih panjang tentang dinar Iraq ada di sini.


« Selanjutnya
Sebelumnya »

26 komentar:

  1. weh kalo saya ga percaya yang kaya gitu, lebih percaya ama Kurs BV dan SR

    BalasHapus
  2. uang zimbabwe aja mass gimana tuhh

    BalasHapus
  3. Mantap informasinya, oh sori ko dipost terbaru om seharusnya nama kamu ada gara2 ngedit tadi jadi lupa kesimpan. sekarang udah om edit kembali :)

    BalasHapus
  4. saya juga ngga percaya sama dinar iraq

    BalasHapus
  5. klo dolar ciputat gimana? kabur....lam kenal dulu deh

    BalasHapus
  6. gue jg sempet tertarik tuh. Alasannya bener dgn yg lo bilang, duit 1.5 jeti rasanya msh bisa lah dilepas buat untung2xan nilai mata uang dinar irak. Tp terus krn banyak keperluan yg laen jdnya ga jadi beli hehehe. Lama2x skrg malah jadi ragu nih...

    BalasHapus
  7. Wah riset yang bagus..
    Situasi politik benar2 mempengaruhi naik-turun mata uang..

    BalasHapus
  8. wewww, bagus banget artikelnya...
    baru tau sisi2 negatif dari dinar iraq yang heboh itu

    BalasHapus
  9. dulu aku pernah tertarik banget dinar ini tapi setelah baca *udah lupa sumbernya* akhirnya ga jadi...

    BalasHapus
  10. wah dah baca masih kurang pahamm,,, musti di baca lage ini..

    BalasHapus
  11. Jago keuangan dan analisis juga nieh mas eko, hehe.. Siap2 bisnis forex nieh

    BalasHapus
  12. Sejak awal saya memang sudah ragu... jika suatu saat mata uang Dinar Iraq benar2 stabil dan diakui dunia kembali, apakah pecahan uang yg sudah dibeli tersebut bisa dijamin masih berlaku..??

    Nomor 5 saya rasa adalah alasan yang paling simple dan logis..

    BalasHapus
  13. penjelasan yang logis sekali mas ecko... namun lebih dari itu investasi semacam ini menyeret ke arah HARAM mengingat bukan uang dengan barang tapi jual beli antara uang dengan uang dengan dampak akan semakin banyak manusia "gila" yg kerjanya hanya berandai-andai...

    BalasHapus
  14. Namanya investsi bisa untung bisa rugi,
    semua ada resiko, yang penting dari analisa mas eko ini bisa memberi gambaran sebarapa besar kemunginan untungnya dalam berinvestasi dinar.

    Saya sih pingin tapi semantara saya pake untuk bayar hutang dulu.

    Sumintar.com

    BalasHapus
  15. klo mas eko udah punya investasi, ajax2 saya yah... =))

    BalasHapus
  16. wah... gw jadi paham nih soal ginian om... baru tau ..he..he..

    BalasHapus
  17. beli dinar untuk anak kita 5 th ke depan makanya usaha, uang kita ngak bisa turun dengan USD mungkin jadi Rp 10.000.

    BalasHapus
  18. @ Paman Gober: Yg pasti2 baelah yo? :D
    @ Bocah Iseng: Saya malah tertarik investasi lampu Aladdin. Siapa ya yg jual? :))
    @ Oom: Aduh, si Om segitunya... :) Padahal saya sama sekali belum pantas dijadikan Blogger Idol koq. Lihat saja trafik blog ini. Komentarnya juga. Tapi tetp thanks deh Om sudah memasukkan saya dalam daftar tsb. :D
    @ Be-mine: Masalahnya ini sama sekali tidak masuk akal.
    @ Aha: Dolar Ciputat??? Emang ada? Dodol Ciputat kali. :))
    @ Tigis: Kalo ragu mending gak usah lho...
    @ Dino: Bener banget! Bukti yg sampai sekarang masih ada adalah Venezuela.
    @ Ogi: Ini juga hasil belajar saya kemarin pas iseng baca2 referensi ttg dinar Iraq.
    @ Tony: Itu pasti sumbernya juga meragukan peluang ini kan? :D
    @ Malapu: Walah, kepanjangan ya? :D
    @ Badoer: Sama sekali gak ada niatan bisnis forex tuh. Ini hanya ulasan dari hasil membaca2 beberapa sumber yg membahas ttg Iraq dan dinar Iraq.
    @ Nurdiansyah: Betul. Anggap saja dinar itu sebagai saham sebuah perusahaan. Kalau kita tahu saham tersebut nilainya akan melonjak tajam beberapa waktu lagi, masa iya kita jual sih??? Apalagi dengan harga murah. TEntu lebih baik disimpan sendiri dong. Masuk akal kan?
    @ Hakimtea: Aduh, kalo masalah halal-haram saya angkat tangan deh, Kang. :D
    @ Sumintar: Benar Pakdhe, namanya investasi memang bisa untung bisa rugi dan selalu berresiko. Tapi semua resiko itu kan bisa dianalisa dan dikira-kira. Lha kalau dinar Iraq ini kan masih belum jelas sekali perhitungannya. Padahal kondisi yg ada menunjukkan gejala bahwa dinar Iraq masih akan terus terpuruk.
    @ Thegands: Saya mau investasi peternakan ayam. Mau ikut?? :D
    @ Masenchipz: :D
    @ Berdy: Maksudnya??? Saya koq bingung nih bacanya. :D

    BalasHapus
  19. Gile itungannya boook.... mbulet amaaat ~x(

    BalasHapus
  20. Wah, terlanjur beli! Tapi g masalah, sebelumnya sudah aku siasati jika memang bisnis dinar palsu. Aq beli 1paket seharga Rp 750rb, tapi aku belinya urunan dengan temenq anak 5. So, klopun dinar emang palsu, aq gak kehilangan uang terlalu banyak sampe berjuta2. Sekrang lagi gila ngumpulin dolar dari Google adsense. Buat mas Eko, visit blogq yahh, dan jangan lupa klik advertisenya (baru ketrima Google adsense 2 hari yg lalu n masih dapet $1,77). aku juga udah ngeklik advertise sampean loh, so gantian gitu. Saling support. Hehehe

    BalasHapus
  21. Dear all,

    Coba baca www.iraqupdates.com atau www.iraqdirectory.com. Semoga bisa menjadi second opinion.

    the d

    BalasHapus
  22. saya pernah ditawarin dan termasuk di metodenya www.kerajaanuang.com ituh... no comment ah, pokoknya saya setuju abis sama artikel ini soalnya bener-bener menguak abis... poin yang dicetak tebal itu bener..


    menggiurkan tapi... bagaimanapun itu sudah diluar logika kan Mas?

    *tumben bisa ngomong bener*

    BalasHapus
  23. @ Pak Guru: Hehehe, kan biar pembaca yakin? :))
    @ Pendtium: Masalah saling klik saya gak janji lho. :D
    @ Deddy: Thanks, Pak.
    @ Ginza: :D Makanya jangan mudah tergiru iming-iming duit cepet. :D

    BalasHapus
  24. ah iya, benar juga yah :)
    wah, berita seperti itu bisa saja menyesatkan...
    harusnya cari tahu dulu informasi sebenarnya khan, gak tahu deh saya menyesal atau gembira setelah tahu informasi ini karena pernah ditawarkan temen buat investasi dinar, tapi saya tolak :p

    BalasHapus
  25. saya bukannya mendukung demam investasi dinar irak atau PTC,tapi bila dilihat anda sendiri juga melakukan hal yg sama persis dg ke-2 hal diatas yaitu sama2 cari untung lewat komentar.apa yg akan terjadi di detik/menit/hari akan datang jgn dilihat dari sisi logika,orang yg jatuh dari jurang sedalam 15 meter logikanya pasti mati,tetapi kenyataannya ada yg masih hidup

    BalasHapus