Selamat datang di ...

28 Oktober 2008

Hajatan besar baru saja dihelat masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Yep, acara besar tersebut adalah Pisowanan Agung yang digelar sore tadi (28/10) di alun-alun utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dalam acara bertema “Dari Yogyakarta Untuk Indonesia” tersebut Sri Sultan Hamengku Buwono X akhirnya menyatakan bersedia dicalonkan dalam pemilihan presiden tahun depan.

Jawaban tersebut sudah lama dinantikan oleh masyarakat Yogyakarta. Pertanyaan mengenai kesediaan Sri Sultan untuk diajukan sebagai capres sudah muncul sejak beberapa bulan lalu. Namun selama itu pula Sri Sultan hanya menjawab secara diplomatis setiap pertanyaan tersebut diajukan padanya. Tak heran ketika Pisowanan Agung digelar, masyarakat Yogyakarta sangat antusias sekali mengikutinya. Ribuan orang memadati alun-alun Kraton untuk mendengarkan jawaban Sri Sultan secara langsung.


Kalau boleh memberikan pendapat, sejujurnya saya tidak mendukung langkah Sri Sultan ini. Bukan karena saya tidak percaya dengan kemampuan Sri Sultan memimpin bangsa dan negara Indonesia. Saya melihatnya dari sisi lain, yakni dari sisi dukungan politis. Lebih spesifiknya lagi, saya tidak tahu dengan kendaraan politik mana Sri Sultan kelak akan maju. Atau dalam bahasa awam, partai politik mana yang bakal mau mengusung Sri Sultan menuju ke kursi RI 1?

Satu-satunya parpol yang sudah terang-terangan menyatakan ingin mengusung Sri Sultan sebagai Presiden RI adalah Partai Republika Nusantara (RepublikaN). Patut dicatat bahwa RepublikaN adalah partai baru. Kemampuannya mengungguli partai-partai menengah dan mapan di negeri ini masih jadi tanda tanya besar. Mampukah partai ini memperoleh suara yang cukup dalam pemilu legislatif untuk mengajukan Sri Sultan ke bursa Pilpres 2009? Ini satu pertanyaan besar lain yang harus segera dijawab.

Sudahlah, saya tidak mau bicara politik di blog ini. Bukan porsi saya. Lagipula nanti ditertawakan orang lagi. Siapa tahu ada yang protes begini, “Mahasiswa Jurnalistik yang kuliahnya super molor seperti Anda koq berani-beraninya bicara politik. Kuliah aja yang bener!”. Hahaha…

Btw, bermodal kamera ecek-ecek bawaan N70, saya sempat merekam beberapa momen menarik. Sayang seratus ribu kali sayang, lensa N70 saya tidak bisa menangkap momen-momen tersebut dengan jernih karena hari gelap tertutup mendung tebal. Padahal kejadian seperti ini kan jarang sekali terjadi? Bisa jadi malah hanya terjadi sekali ini saja sepanjang hidup saya, iya kan? Tapi tak apalah. Dan berikut beberapa hasil jepretan saya:


Rombongan peserta Pisowanan
Antrian truk peserta Pisowanan Agung yang datang dari luar daerah sudah mulai memenuhi jalanan Kota Jogja sejak pukul 14.00.



Fotografer media massa
Puluhan juru foto dari berbagai media berjajar mengabadikan momen saat Sri Sultan menyatakan sikapnya.



Ayo dukung Sri Sultan!
Sri Sultan (tampak di kejauhan) sedang membacakan pernyataan sikapnya.



Dukungan dari RepublikaN
Poster dukungan massa RepublikaN untuk Sri Sultan. Coba perhatikan baik-baik, poster ini dibuat oleh DPC Partai RepublikaN Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.



Tarian dari Sumba
Tari tradisional Sumba, Nusa Tenggara Timur, sebagai wujud dukungan untuk Sri Sultan.



Atraksi barongsai
Atraksi barongsai persembahan masyarakat Tionghoa di Yogyakarta.


Oya, kalau mau membaca kutipan dari salinan pernyataan sikap Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Pisowanan Agung tadi silakan klik di sini. Saya mengutipnya untuk sebuah artikel pendek di Wikimu.


« Selanjutnya
Sebelumnya »

32 komentar:

  1. benarkah sri sultan mau mencalonkan diri????

    BalasHapus
  2. wah, baru kali ini bisa comment di peringkat tiga:)

    Hmm..sultan jadi presiden? wah tambah rame nih bursa-nya. Hidayat Nurwahid, Prabowo, Wiranto, atau SBY lagi ya???

    BalasHapus
  3. wahhhh bersedia juga akhirnya sri sultan nyalon jd presiden, aku liat tv tadi.

    BalasHapus
  4. wah jadi bingung mili siapa? yang jelas mbok berek ituh sudah saya coret dari daptar pilihan!
    :D

    BalasHapus
  5. Kemungkinan Sri Sultan menang, hmmm, sepertinya sangat kecil karena figur beliau hanya memiliki daya tarik bagi orang-orang selokalnya saja. Sementara untuk bisa terpilih menduduki bangku kepresidenan, seseorang harus memiliki kharisma yang menjangkau massa jauh lebih luas dari itu.

    BalasHapus
  6. banyak aktivis mahasiswa teknik yang ke kampus bawa buku pemerintahan n buku-buku karl Marx, ditanyain rangkaian listrik ga ngerti.. tapi mereka enjoy aja berkomentar tentang politik, bahkan cenderung sok tahu dan menyalahkan pemerintah yang sekarang. Jadi jangan dibawa pusing mas Ecko :)

    Saya lebih senang bila Sultan tetap jadi "simbol" kekuatan pemangku kebijaksanaan yang netral. Tapi ya kalo mau nyalon ya saya dukung-dukung saja, kan saya cuma jadi penonton saja :)

    BalasHapus
  7. Siapapun presidennya, yang penting gemah ripah loh jinawi :)

    BalasHapus
  8. akhirnya Sultan pun berani mengambil sikap dan langkah politis itu.

    BalasHapus
  9. Kalau boleh memilih, Sultan ngak usah deh jadi calon presiden, sebagai simbul Jogja aja dah cukup;

    BalasHapus
  10. saya setuju dengan Ersis WA, kalo bisa Sultan jangan menyalonkan diri jadi Presiden, bukan karena saya mendukung calon yang lain, Sultan merupakan simbol dan panutan masyarakat Jogja.

    BalasHapus
  11. yang penting punya kharismatik :)

    BalasHapus
  12. mantan sultan mungkin tepatnyah yah :D

    BalasHapus
  13. wah hajatan sekaligus pernyataan sikap
    gimana mas, dukung?

    BalasHapus
  14. semoga bisa menjadi pemimpin yang mampu membawa rakyat jauh dari kemiskinan yah mas :) sukses buat sri sultan

    BalasHapus
  15. Mudah2an.. apa yang diharapkan oleh rakyat bisa terwujud oleh siapapun kelak yang megang pucuk pimpinan bangsa ini.. amiin

    BalasHapus
  16. kharismatik memang perlu... tapi bukti yang akan menjawab seberapa perlu itu kelak disaatnya.. he..he...

    BalasHapus
  17. Wah, pengen kesana neh, tapi ga ada duit hiks

    BalasHapus
  18. waa artikelnya sama mas, tapi saya versi englishnya en kameranya nunut punya situs "tetangga", tapi kan beliau pun manusia biasa wajar donk kalau punya ambisi dan cita2, tugas kita sebagai blogger ya cuman mengawasi dan mengoreksi para pemimpin melalui posting2 di blog kita, wong bisanya cuman itu koq

    BalasHapus
  19. Saya mendukung Sultan maju dalam pencalonan RI1. Sayangnya partai yang beliau ikuti dari dulu sangat arogan dalam sikapnya. Setelah Konvensi ditiadakan (atau diundur?) banyak pendukung partai tsb yang merasa kecewa. Saya sangat yakin, Sultan juga kecewa dengan keputusan para pemimpin partai tsb. Hendaknya partai Golkar segera berbenah dan merubah jalan politiknya jika tetap ingin dijagokan dalam pemilu y.a.d. Sultan, maju terus... Dukung suara kami yang dikecewakan oleh pemimpin2 Golkar...

    BalasHapus
  20. bagus lah... jadi wacana dan pilihan rakyat makin terbuka. Semakin banyak alternatif semakin baik...

    BalasHapus
  21. wah wah wah, seru acaranya mas siapapun sepertinya bisa bercita cita dan mencalonkan diri menjadi presiden tapi tidak semua orang bisa menjadi president hihihi betul g yah :)

    BalasHapus
  22. semoga sultan bisa jadi pemimpin tidak hanya untuk jogja tapi juga seluruh rakyat Indonesia

    BalasHapus
  23. Siapun yang jadi presiden harus siap membangun negara ini menuju ke arah yang lebih baik. thanks infonya eko

    BalasHapus
  24. mmmm... setuju aja sultan jadi presiden, asalkan bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih maju :D

    BalasHapus
  25. harusnya sultan pikir2 lagi, karena dunia politik itu penuh dengan intrik dan strategi yang ga biasa.
    BTW.. gimana klo kita pilih presiden blogger utk republik blogger. Saya usul presiden pertamanya juragan Ecko, gimana juragan ?

    BalasHapus
  26. @ Budi Tarihoran: Met blogwalking...
    @ Pnecuri Kode: Bener, Kang Noval. Kan sudah saya ceritain di atas tadi? :D
    @ Iip: Makin banyak pilihan makin baik kan?
    @ Pluto: Yups, beliau bersedia.
    @ Kyai Slamet: Lha, emang Mbok Berek gak nyalon. :))
    @ Lex dePraxis: Sri Sultan harus dapat memaksimalkan waktu 9 bulan yg tersisa untuk "mempromosikan diri" kepada bangsa Indonesia.
    @ Ipung: Saya takutnya lagi kalo Sri Sultan hanya "ditunggangi" pihak-pihak oportunis. Siapa beliau hanya dijadikan vote getter belaka???
    @ Adellia: Setuju..!
    @ Adeska: Mendukung?
    @ Ersis WA: Saya sependapat. Tapi keputusan sudah dibuat, sebagai kawulo ya saya menyokong beliau sampai titik keringat yg penghabisan. :D
    @ Hawee: Iya, tar nasibnya malah kaya Gus Dur lagi. Sebelum nyemplung ke politik dihormati dan disegani segala lapisan, setelah nyemplung ke politik malah sama sekali tidak ada kharismanya.
    @ Tony: Tapi bangsa ini butuh lebih dari kharisma lho...
    @ Mantan kyai: Beliau tetap Sultan dong. Kalo mantan kyai mungkin ada, tapi mantan Sultan gak ada. :))
    @ Artha: Kan sudah saya bilang di atas... :(
    @ Akangjuned: Yup, maju terus...!
    @ Masenchipz: Yup, siapapun presidennya yg penting rakyat makmur sentosa. Setuju???
    @ Masenchipz (lagi): Setuju..!
    @ Paman Gober: Liat aja di TV. :D
    @ Keplenet: Hehehe, bener banget! Toh, Sultan juga manusia ya? :D
    @ Reifand: Tapi Golkar kan belum menentukan siapa calon presidennya? Kalau sistem konvensi masih diberlakukan lagi, saya yakin Sri Sultan bakal memperoleh dukungan cukup signifikan karena SOKSI sudah mencalonkan beliau. Kita tunggu saja.
    @ Connector: Atau malah jadi makin bingung?
    @ Andi Sukri: Bener koq. :D
    @ Iam: Amin...
    @ Oom: Sama-sama, Om...
    @ Edwin: Siapapun presidennya, tujuannya mestilah itu. Kita tidak melihat sosok lagi sekarang, tapi siapa yg bisa berkarya nyata. Iya kan?
    @ Ismail: Saya jadi presiden Republik Blogger? Weleh2, saya malah lebih suka jadi juru bicara presiden lho... :D

    BalasHapus
  27. sri sultan masih tersangkut kasus CDMA. masak beli sedan mewah gak tau itu dananya dana proyek CDMA.
    tiba2 kasusnya hilang. maklum beliau masih punya jabatan. kelak kalo jabatan sudah gak ada paling2 diseret sama KPK, seperti pejabat2 lain kalo sudah gak ada jabatan baru diseret ke meja hijau.

    BalasHapus
  28. @ Chodirin: Oh, waktu Telkom Flexi pertama kali mo masuk Jogja itu ya? Wuih, sudah lama banget dong kasusnya? Koq gak selesai-selesai juga sih, dipetieskan apa ya? :D

    BalasHapus
  29. Lumayan juga, bisa jadi alternatif capres. Tentunya kalo ada parpol kuat yang mengusungnya...

    BalasHapus
  30. picnya luar biasa mas, meriah banget yah

    BalasHapus
  31. woro-woro aku orang klaten lho deket kan sama jogja
    byme

    BalasHapus