Selamat datang di ...

06 Oktober 2008

Apa padanan yang tepat bagi profesi blogger? Sementara sebagian orang masih beranggapan blogger bukanlah sebuah profesi, atau paling tidak bukanlah profesi yang menjanjikan, beberapa yang lain malah memadankan blogger dengan entrepreneur. Alasannya, apa yang dikerjakan seorang blogger sama persis dengan entrepreneur.

Awalnya saya mengerutkan kening sewaktu membaca pendapat seorang rekan blogger yang mengatakan kalau ia lebih memilih menjadi blogger daripada melanjutkan pekerjaannya karena mengelola blog pada hakikatnya belajar menjadi seorang entrepreneur. Tapi setelah dipikir lebih dalam lagi, pendapat tersebut ternyata ada benarnya juga. Artinya, dengan menjadi blogger secara tidak sadar kita sedang melatih diri untuk menjadi seorang entrepreneur.


Kalau mau diambilkan satu padanan yang paling mendekati karakteristiknya, maka mengelola blog tidak beda dengan menjalankan satu perusahaan penerbitan. Lebih spesifiknya lagi penerbitan media cetak harian alias surat kabar. Ada beberapa persamaan yang membuat saya memadankan blog dengan surat kabar. Satu di antaranya adalah pola update-nya yang teratur secara berkala.

Sebuah surat kabar umumnya diterbitkan harian (seperti Kedaulatan Rakyat atau Kompas), dan ada juga yang terbit mingguan (seperti Minggu Pagi kalau di Jogja). Tidak peduli berapa lama jangka waktu update-nya, yang jelas surat kabar mesti terus menerbitkan edisi terbaru sesuai jadwal yang telah ditentukannya. Bila tidak, maka surat kabar tersebut dapat dikatakan mati dan ditinggalkan pembacanya.

Begitu juga dengan blog. Sebuah blog dikatakan hidup dan akan terus eksis jika (dan hanya jika) secara konsisten di-update dalam tenggat waktu yang telah ditentukan pemiliknya. Entah itu sehari di-update 3 kali (seperti yang dilakukan John Chow), sehari sekali, atau tiap beberapa hari sekali, yang jelas sebuah blog harus tetap di-update dan menyajikan artikel-artikel terbaru bagi pembacanya. Kalau tidak? Anda sudah tahu sendiri jawabannya.

Meng-update blog secara berkala bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Banyak blogger mengakui kalau tugas terberatnya adalah terus mencari bahan-bahan posting sebagai suguhan terbaru bagi pembaca blognya. Dibutuhkan disiplin dan juga konsistensi tinggi untuk melakukan ini terus-menerus. Selain itu juga harus didasari oleh satu tujuan atau goal yang ingin dicapai dengan blog tersebut. Tanpa itu semua, memikirkan apa yang akan dipublikasikan selanjutnya saja akan terasa sangat berat.

Pemilik blog, sebagaimana pengelola surat kabar, juga harus berupaya keras memberikan yang terbaik bagi pembacanya. Baik tulisan maupun tampilan blog mesti dibuat sedemikian rupa agar menarik minat pembaca sekaligus membuat pembaca mau datang kembali dan akhirnya memilih menjadi pelanggan tetap. Memperhatikan kualitas tulisan dan juga tampilan ini akan jadi lebih penting lagi ketika blog sudah nenpunyai pengiklan. Sebab kalau sampai blog tidak lagi menarik bagi pembaca, bisa dipastikan trafik akan menurun. Dan pengiklan tidak mau memasang promosinya di blog yang sepi pengunjung.

Di titik ini, blogger sudah dapat disamakan dengan entrepreneur karena terus-menerus mencari ide-ide segar serta mencoba berbagai terobosan untuk dapat tetap eksis serta memenangkan ketatnya persaingan. Karena itu dalam perjalanannya baik blogger maupun entrepreneur harus senantiasa kreatif dan inovatif agar terus berkembang mejadi lebih baik lagi dari hari ke hari.

Bagaimana pendapat Anda?


Catatan: Artikel ini saya buat sewaktu sedang berlibur di tempat calon mertua di Pemalang. Rencananya akan diposting Sabtu, 4 Oktober, lalu. Tapi karena sampai saya pulang ke Jogja tidak ada warnet yang buka, maka baru bisa diposting sekarang. Dan habis ini saya mesti pergi lagi. Kali ini lebih jauh, ke Tangerang. Entah sampai kapan... :((


« Selanjutnya
Sebelumnya »

38 komentar:

  1. betul, mengelola blog harus seperti mengelola bisnis pada umumnya... sehingga kita bisa disebut bloggerpreneur.. :)

    BalasHapus
  2. setuju pak, inovatif dan kreatif biar survive jadi blogpreneur :D

    BalasHapus
  3. Meng-update secara konsisten adalah hal terberat, terutama bagi newbie seperti saya :)),

    BalasHapus
  4. iya.. ya... kok nggak sadar juga ya? baru tersadar setelah baca artikel ini... kalo sebenarnya blogger (yang aktif) lho ya.. sebenernya selalu mengejar informasi terbaru dan menerbitkannya. Siip... ide tulisannya huesbath.

    BalasHapus
  5. kasihan banget media jaman sekarang kalo gitu ya...
    saingannya buaaaannnnnyyyaaaaaaakk banget
    blogger kan jumlahnya jutaan

    BalasHapus
  6. Ikutan setuju aja deh :)
    Klo tidak di update kasihan blognya merasa di cuikin

    BalasHapus
  7. Pengen euy jd entrepreneur, cuma kayaknya harus FUll Time ya

    BalasHapus
  8. wah repot kalo di update terus

    BalasHapus
  9. blogger mah kerjaan sampingan aja..iseng2 gituu..

    BalasHapus
  10. Jadi semakin paham saya mas eko,
    trim ilmunya.

    BalasHapus
  11. wowow tul emang paling susah update kalo lagi gak ada bahan

    BalasHapus
  12. inovatif dan kreatif, tetap jadi satu keharus yang mas...

    BalasHapus
  13. Ntar dech klo dah lulus kuliah, mau jdi blogger yg update sehari minimal skali, hahahaha.. Mau di bilang full time jg gpp, soalnya pengangguran kurng krjaan :D

    BalasHapus
  14. susah untuk menjadi rutinitas bagi yang blom ponya akses internet sendiri seperti saya

    BalasHapus
  15. Hmm..aku maunya juga mengarah ke sana Mas, cuman sekarang lagi merangkak :D

    BalasHapus
  16. analoginya tepat sekali mas

    BalasHapus
  17. kami rasa padanan cocok jika blog di padankan dengan media. entah media cetak atau elektronik. Karena blog itu sendiri memang media kan? :)

    BalasHapus
  18. ke Tangerang ngapain ko? ups lupa ngucapin "Minal Aidzin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin"

    BalasHapus
  19. saya juga habis mudik dari rumah nenek saya di Pemalang lo mas :)

    BalasHapus
  20. Yupzz..semua yang dirimu katakan diatas,telah aku alami,Buddy.. :D, untuk seorang newbie,up date blog memang seperti 'the hardest thing',dibutuhkan kedisiplinan yang benar-benar pooool :).Jadi,kalau sudah memutuskan membuat blog,maka harus tanggung 'resikonya'.what kind of 'risk',buddy??? jawabannya adalah 'DISIPLIN'!!! upami saur Aa Jimmy mah 'BETUL TIDAAK?' :)

    BalasHapus
  21. Eitss..sampeyan mo ke tangerang??? kalau sempat,maen-maen ke bandung,bos..mojang na gareulis,hehehe :-t
    Btw,what are u doin' there,buddy? lookin'for something?

    BalasHapus
  22. Benar sekali blog memang cocok jika dipadankan dengan usaha penerbitan, dimana kita sebagai penulis berkewajiban mengisinya dengan tulisan yang harus terbit esok harinya

    BalasHapus
  23. masih jadi calon mertua apa sudah jadi mertua nih.. hehe.. pasti bangga tuh punya menantu Blogger..

    BalasHapus
  24. Setuju, mas Ecko. Blogger atau publisher harus kreatif dan inovatif.
    Tantangan terberat blogger dan penerbitan adalah materi yg kudu diterbitkan secara teratur, dan berisi.

    BalasHapus
  25. Go blogging..!

    BalasHapus
  26. wah jadi aku pengusaha ya..

    BalasHapus
  27. benar Mas Ecko.....ayao keep blogging

    BalasHapus
  28. @ alifahru: Bloggerpreneur, istilah ini mestinya mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari dunia entreprenuer. Ya kan?
    @ izandi: benar sekali.
    @ spydeeyk: tapi asal dibiasakan lama-lama juga terasa mudah koq.
    @ tukang sapu radio: :D Thank you...
    @ firanza: :D Iya ya. So, kalo bisa unggul berarti hebat banget dong ya karena sudah bisa ngalahin jutaan saingan. :D
    @ Artha: Juga para pembaca setia.
    @ zalukhu: iya tuh, musti fulltime. Yg masih nymabi kuliah kaya saya masih belum bisa fulltime nih. :))
    @ reza fauzi: ??????? Lah, kalo punya blog gak di-update trus gimana dong?
    @ dendy: :D
    @ ray kobens: kalo dijadiin sampingan juga bisa, cuma ya penghasilannya mungkin tidak akan bisa sebesar yg fulltime. Gak cuma blogging, kerja/bisnis apa saja kalo dijalani secara sambilan hasilnya juga cuma sambilan. :D
    @ petani internet: ah, Pakdhe sukanya merendah deh.
    @ bocahiseng: iya, saya sekarang ini juga lagi gak ada bahan nih. :((
    @ mymoen: yps, bener sekali!
    @ chibogacrew: iya juga sih. Tapi inget, kalo ada niat pasti ada jalan. :))
    @ kejeblog's: betul, biar merangkak asal sampai di tujuan.
    @ jimmy: thanks, Koh.
    @ f: iya, makanya saya padankan dengan media. :))
    @ Oom: Gak jadi ke Tangerang, Om. Lebih milih ngurus kuliah aja deh. Btw, met lebaran juga ya, Om.
    @ fanari: Oya??? Wah, koq baru tahu sekarang yah? Pemalangnya mana tuh? Saya di Banjardawa, Kec. Taman. Deket gak?
    @ nenad: ah, diriku jadi malu membaca komentar dirimu ituh. :) Btw, ke Tangerangnya gak jadi.
    @ abi bakar: Yups, makanya update terus-menerus adalah sebuah keharusan.
    @ fachia: nah itu dia masalahnya! Sayangnya jangankan mertua, lha wong calon saya aja masih bingung gimana sih jadi blogger itu? :))
    @ adeska: Tul! Kita mungkin bisa teratur update, tapi berisi itu yg berat.
    @ arikaka: Yupzz...
    @ konsultasi kesehatan: Ayo, pak Dokter!!!

    BalasHapus
  29. Blog bagi saya mungkin sebatas catatan2 kecil/log ....

    Salam!!

    BalasHapus
  30. Setuju sekali sama tulisan di atas.. menyuguhkan tulisan yang terbaik seringkali jadi hambatan.. karena untuk bisa jadi narasumber yang baik memang perlu usaha yang cukup keras..

    Jalan-jalan terus ni mas Ecko :D

    BalasHapus
  31. @Ecko: saya di Bojongbata, kecamatan apa saya gak tahu mas :D
    Banjardawa? sering denger sih, tp itu dimana yah? deket kah?

    BalasHapus
  32. setuju..terutama kalo kita udah punya niat nyari duit di internet. butuh kerja keras & kreatifitas.
    mas ecko minal aidin wal faidin yah...

    BalasHapus
  33. @ Farhan: Kalo bagi pengangguran seperti saya, bahkan bercita-cita untuk hidup dari blogging dan blogging untuk hidup, Mas. Amin.
    @ Ipung: Betul, saya juga masih sangat kesulitan cari ide trus menyajikannya sebaik mungkin biar pembaca tidak kecewa. Btw, saya gak jadi ke Tangerang koq. :D
    @ Fanari: Bojongbata??? Itu masuk Kec. Pemalang kalo gak salah. Gak begitu deket sih, tapi juga gak begitu jauh. Dari Bojongbata trus saja ke arah kota sampe ketemu Sirandu. Nah, lampu merah Sirandu itu belok kanan teruuusssssssssssss ke timur tar ketemu deh Banjardawa. Tapi itu jalan searah lho, jadi harus muter lewat jalan di tengah kota tar ke selatannya lewat Beji. Hehehe, belum jadi orang Pemalang aja saya sudah hapal. :D
    @ Mr. Limb: Yups, kerja keras itu yg terutama.
    Met lebaran juga, Mr. Mohon maafkan lahir dan batin ya...

    BalasHapus
  34. hmmm... baca artikel ini jadi berpikir. Dipikir-pikir ada benernya juga sih...soalnya buat ngurus blog memang butuh effort juga kok....

    BalasHapus
  35. Btul juga ya. Aku baru ngeh klo blogger itu enterpreneur juga. Salut deh bwt juragan

    BalasHapus
  36. Blog merupakan sarana mediasi bagi para blogger utk melakukan promosi secara murah dan efektif. Hal ini yang menyebabkan blog bisa dianggap sebagai faktor pendukung entrepreneur.

    BalasHapus
  37. blogger sama dengan entrepreneur, kita harus jeli melihat peluang dan memberi apa yang diinginkan konsumen.

    BalasHapus