Selamat datang di ...

30 Maret 2009

Pemilu tinggal hitungan hari. Di tengah ingar-bingar kampanye yang dilakukan para kontestan Pemilu, berita-berita tentang kurang beresnya distribusi logistik Pemilu berseliweran di televisi. Akankah Pemilu 2009 mundur? Kalau kata Detik.com sih jangan. Karena kalau sampai mundur akan lebih banyak kerugiannya ketimbang manfaatnya.

Pemilu mendatang benar-benar ribet. Bagaimana tidak? Selain jumlah partai politik peserta Pemilu yang kelewat banyak, pemandangan di atas kertas suara bakal dipenuhi pula oleh ratusan nama calon legislator alias caleg. Eits, itu baru satu kertas suara lho. Padahal Pemilu besok pemilih diminta memberikan empat suara sekaligus. Masing-masing untuk DPRD II (Kabupaten/Kota), DPRD I (Propinsi), DPR RI, dan DPD. Yang jadi pertanyaan saya, berapa lama waktu yang bakal dibutuhkan oleh setiap pemilih untuk memberikan suaranya?


Pertanyaan yang sepele kelihatannya. Tapi coba bayangkan berapa besarnya masalah yang bisa ditimbulkan oleh hal yang sepele ini di lapangan. Hal ini terkait dengan durasi pelaksanaan pemilihan pada saat hari H, yakni tanggal 9 April 2009 nanti.

Dulu, jamannya Indonesia cuma punya 3 partai politik, setiap pemilih hanya butuh waktu paling lama 1 menit untuk menyalurkan suaranya. Jumlah pilihan yang hanya 3 membuat ukuran kertas suara kecil, cukup 2-3 lipatan saja untuk membuka dan menutupnya. Selain itu, pemilih juga tak perlu menghabiskan waktu berlama-lama mencari pilihannya karena sekali pandang sudah terlihat semua. Tinggal coblos yang mana pilihannya. Hijau, kuning, atau merah.

Pemilu 1999 dan 2004 memang diikuti banyak parpol, tapi caranya cukup dengan mencoblos lambang partai. Tidak ada juga deretan nama caleg di bawah tiap-tiap logo partai. Dengan demikian ukuran kertas suara tidaklah terlalu besar, dan tentu saja waktu yang diperlukan masing-masing pemilih juga tidak terlalu lama.

Nah, Pemilu April mendatang benar-benar beda. Ada 48 partai yang bertanding, plus ratusan calon legislator. Masalah pertama datang dari besarnya ukuran kertas suara. Saking besarnya, bilik suara sumbangan Jepang yang akan dipergunakan pada Pemilu nanti tidak mampu menutupi lebar kertas. Hati-hati, bisa-bisa orang di sebelah atau belakang Anda tahu apa yang Anda pilih. Bukan itu saja. Lebarnya kertas juga membuat surat suara tidak muat waktu dimasukkan ke dalam kotak suara (yang juga masih menggunakan bantuan dari Jepang).

Masalah kedua timbul berkaitan dengan cara baru yang diterapkan KPU untuk melakukan pemilihan, yakni dengan mencentang alias memberi tanda cek pada pilihan. Sosialisasi yang kurang memadai membuat banyak pemilih, terutama yang jauh dari pusat keramaian dan tidak punya akses informasi, membutuhkan waktu lebih lama ketika di bilik suara. Petugas di TPS bisa jadi bakal lebih direpotkan oleh para pemilih yang kebingungan mencari pilihannya dan tidak tahu cara melakukan pilihan.

Dari dua masalah di atas, Pemilu mendatang rasa-rasanya akan menjadi Pemilu terlama sepanjang sejarah Indonesia. Coba saja hitung berapa lama waktu untuk membuka lipatan kertas suara, berapa lama waktu untuk meletakkan kertas suara tepat di meja dalam bilik suara yang sempit, berapa lama waktu untuk mencari letak pilihan di antara sekian gambar dan deretan nama, dan berapa lama waktu untuk melipat kertas suara. Kalikan empat karena kertas suara yang harus dicentang ada empat.

Misalkan saja masing-masing pemilih membutuhkan waktu rata-rata 2 menit untuk melakukan pemilihan, dan di satu TPS ada 350 pemilih (KPU membolehkan hingga maks. 500 pemilih/TPS), maka TPS tersebut memerlukan waktu 700 menit. Waktu 700 menit itu sama dengan 11,5 jam lebih! Artinya, kalau pemilihan dimulai pukul 08.00 pagi, maka pemilihan baru akan selesai pukul 21.00-21.30 (tidak termasuk waktu istirahat). Tak terbayangkan betapa letihnya para petugas di TPS dibuatnya. Padahal setelah pemilihan suara selesai, jumlah suara yang masuk mesti dihitung sesegera mungkin dan harus selesai hari itu juga. Nah, lho!

Duh, Pemilu 2009 benar-benar rumit ya? Tidak cuma rumit, tapi juga mahal. Maka, kalau saya boleh berpendapat, sebaiknya KPU membuat aturan tegas mengenai parpol peserta Pemilu untuk tahun 2014 mendatang. Buatlah sistem pemilu seramping dan seefisien mungkin agar pemilih tak bingung, petugas TPS tidak keletihan, dan biaya yang dikeluarkan Pemerintah tidak banyak. Setuju?


« Selanjutnya
Sebelumnya »

27 komentar:

  1. Untuk meringankan anggkta PPS saya nggak datang aja

    BalasHapus
  2. Untuk meringankan anggkta PPS saya nggak datang aja

    BalasHapus
  3. krn saya bingung mau coblos siapa ? ~x(
    maka saya akan berlama-lama selama di bilik suara - persis seperti saat saya berlama-lama di kamar mandi he he he :))

    BalasHapus
  4. wah bentar lagi saatnya nyontreng.. bukan nyoblos lho..

    BalasHapus
  5. Hahaha... Saya masih belum cukup umur untuk ikutan dirumitkan pemilu... :P

    BalasHapus
  6. kalau di kampung saya, per TPS 200 pemilih Mas...
    kita asumsikan yang golput 20%, jadi tinggal 180 pemilih x 5 menit dibagi 4 kamar coblosan...., jumlahnya berapa lama waktu yang dibutuhkan yahhhh?

    :) kalau "nyoblos" yang laen tergantung mood, hik hik hik...

    BalasHapus
  7. Saya sudah dua kali absen Nyoblos ni mas,, GImana ya, Para Caleg Marah gak ya sama saya.. :D hehe..

    BalasHapus
  8. setuju mas.. lagian kayanya juga bakalan ribet nih pemilu sekarang he..he..

    BalasHapus
  9. Kasian Amat Indonesia yah.. Nilik Suara Aja dapet dari Sumbangan Jepang... EHm, pilih partai mana yah??????? Entar aja deh kalau dah umur gue 17 taon...

    BalasHapus
  10. Kayaknya satu orang bisa sampe 5 menit mas (bukan 2 menit). Waduh, kalo gitu, capek dong saya pas pemilu nanti, soalnya saya jadi saksi salah satu parpol :)

    BalasHapus
  11. @ Arif: hahaha... Ide bagus tuh.
    @ rio2000: Siap-siap aja digedor panitia di TPS. :)
    @ Adit: hehe, orang di kampung-kampung tahunya masih nyoblos lho, bukan nyontreng.
    @ Hangga: Walah, emang berapa umurnya?
    @ Munawar: Wah, kalau di kota-kota jumlah pemilihnya lebih banyak, Mas. Anggota PPPS harus bekerja keras pokoknya.
    @ Ali: Hahaha...
    @ hryh77: Lha, kan emang saya bilang begitu? :p
    @ Abitstory: Makan yg banyak biar bisa ikutan nyoblos. Hahaha...
    @ Iskandaria: Ini cuma gambaran saja, bro. Kalo beneran 5 menit, bisa-bisa pemilihannya baru selesai tengah malam. Gak sempat ngitung dong? Btw, kasihaaaaan deh elo... :p

    BalasHapus
  12. saya dukung calon2 yang memenag Pilihan Kita Semua

    BalasHapus
  13. Hmm... dijamin bakal rame bgd. Mulai dari kita yg mo antri contreng, trs para panitia pengawas. Nah blom lagi malamnya saat perhitungan, wah itu saat2 paling genting krn hrs benar2 takut disusupi sama yg pengen curang.

    BalasHapus
  14. kertas suara yang lebar lebih lebar dari buku gambar anak². bikin ribet!!

    BalasHapus
  15. sampe saat ini saya masih blank..mo pilih siapa ..bingung..

    BalasHapus
  16. hahaha, jadi malu saya, soalnya sampai sekarang saya belum tau jadwal pemilu dan tahap2 nya ... yah nyari info dulu ahhh ...

    BalasHapus
  17. peraturannya pun aku belum paham banget mas

    BalasHapus
  18. jangan ragu, jangan takut, bebas mencontreng
    dijamin kerahasiannya.
    Jika Anda pernah diberi hadiah atau uang oleh caleg/parpol dan tidak bisa menolaknya, terima saja.
    TETAPI, dalam bilik suara anda bebas mencontreng. Pilihlah berdasarkan suara Hati Nurani Anda.
    Kecermatan Anda selama 5 menit di bilik suara
    akan menentukan nasib bansa Indonesia selama 5 tahun mendatang.

    SUKSES YA

    BalasHapus
  19. aku pasang linknya yah, tukaran yah, makasi atas komennya.
    Tulisan mu bagus, dan layak dimuat di koran.
    Bagiku sebagai seorang wartawan, media blog sangat representatif, karena kita bisa menulis apa saja yang sesuai hati nurani. kalau di koran, di edit mah ama redaktur, hahahhahahahah.
    maju blogger indonesia, sukses selalu

    BalasHapus
  20. kartu pemilih ku hilang, jadi nitip aja ma yang laen... :D

    BalasHapus
  21. Pemilu 2009 semakin membingungkan

    BalasHapus
  22. pilih yang mana ya? ya udah ko pilih yng menang aja dah :D "Ayooo biar kalah asal menang" *komene ra mutu yo ko hehehe

    BalasHapus
  23. @ tukang nggame: PKS mnaksudnya?
    @ zee: biar rame asal gak kisruh aja gpp deh.
    @ neng aia: salah, malah leboh besar dari anak2 koq. :D
    @ hawee: pilih saya aja ya? :p
    @ Jonk: masa sih???
    @ Tony: hahaha...
    @ wirati: thanks, mbak. tapi nyantanya saya belum bisa jebol koran kalo ngirim sebagai org luar. tapi kalo sebagai orang dalam (magang) jebol terus. hehehe..
    @ blogger insyaf: emang boleh?
    @ taktiku: iya, makanya saya pilih gak milih aja. simpel. :)
    @ oom: yg menang emang sapa, om? hahaha...

    BalasHapus
  24. Duhhh..
    Liat surat suaranya aja dah puyeng. Bisa-bisa pingsan tuh di dalam, Bang.

    BalasHapus
  25. Pada pemilu kemarin beberapa TPS di sekitar tempat saya baru menyelesaikan perhitungan sekitar jam 20 - 23. Lha kalau besok bisa lebih molor lagi

    BalasHapus
  26. Tergantung doppinge Kang!!! nek kumpolit ana jamu sehat lelaki, tangkur baya, ndok bebek, madu, gingseng minyak bulus, dijamin gone nyoblos suwe tekan esuk esih kuat.wakakakaaa Merdeka!!!

    BalasHapus
  27. Ha...ha...
    untung aja q loem ikutan itu...
    itu kan urusannya orang dewasa...

    he...:D

    BalasHapus