Selamat datang di ...

14 Juni 2008

Di barat sana dikenal istilah liburan musim panas, yakni liburan panjang selama Juni-Agustus. Mulai dari sekolah, kampus hingga perkantoran biasanya memberikan jatah libur selama musim panas itu. Tidak seperti saya yang tiap liburan hanya putar-putar pinggiran Jogja, orang barat liburannya selalu ke luar negeri. Salah satu tujuannya adalah Indonesia, terutama Bali, Jogja, Lombok dan beberapa tempat menarik lain. Maka tak heran jika puncak kedatangan turis asing di Jogja adalah di bulan Juni-Juli.

Sewaktu masih asyik jadi guide, bulan Juni-Agustus adalah bulan-bulan penuh rejeki bagi saya. Betapa tidak? Penghasilan yang didapat selama 3-4 bulan itu cukup melimpah, sampai-sampai cukup sebagai cadangan biaya hidup untuk setahun ke depan. Sekarang bagaimana? Jangan salah. Meskipun sudah tidak guiding lagi, namun ternyata liburan musim panas masih dapat saya rasakan manfaat positifnya. Apalagi kalau bukan dari program paid review.

Ya, kalau sebelumnya saya sempat mengeluh job review sepi, maka mulai Mei kemarin tidak lagi. Blogvertise yang biasanya belum tentu dapat 1 task seminggu, kini memberi 3-5 task. Harganya juga lumayan, rata-rata $10 dan paling rendah $6. Hal ini disebabkan karena saya punya satu blog khusus tentang pariwisata dan kebetulan ber-pagerank 3. Semua task yang masuk adalah promosi akomodasi atau hotel, satu bagian penting dari liburan. Setiap pelancong pasti butuh hotel untuk menginap kan?

Sebenarnya blog pariwisata ber-pagerank 3 itu tidak saya urus secara serius. Isinyapun hanya paid review. Posting orisinil yang tidak komersil adalah posting-posting awal yang jumlahnya tidak sampai 15 judul. Kalau tidak ada task menggunakan blog itu saya sama sekali tidak mengotak-atiknya. Makanya saya heran juga kenapa koq sampai sekarang masih PR3. Padahal itu adalah blog serius pertama saya. Blog yang saya atur baik-baik tata letak dan isinya. Publikasinya saya jadwal secara teratur, dan untuk menulis satu posting saya mesti mencari berbagai macam bahan bacaan sebagai referensi. Pokoknya mengurus blog itu seperti kerja jadi wartawan surat kabar.

Dulunya hanya ada iklan Google AdSense di blog itu. Meski cepat dapat PR3, namun urusan penghasilan tidak sama cepatnya. Bulan pertama cuma ngumpul sekitar $4.17, itupun sebagian hasil click fraud.  Bulan-bulan selanjutnya tak ada peningkatan. Malah beberapa bulan terakhir selalu di bawah $2. Apalagi setelah didaftarkan ke beberapa program paid review tak juga dapat job. Mudah ditebak, itulah yang jadi penyebab utama kenapa saya akhirnya menelantarkan blog tersebut. Antara hidup dan mati, blog itu saya biarkan begitu saja sampai-sampai disebut dummy blog saja koq rasanya tidak layak.

Eh, siapa sangka ternyata musim panas begini banyak juga jobnya. Dapat sepuluh task seharga $10 saja berarti saya dapat $100. Lumayanlah. Itu baru dari Blogvertise. Belum lagi program-program paid review lainnya. Dari sini sayapun lantas punya rencana baru untuk membuat satu blog serius seputar pariwisata. Ya, sebuah blog serius yang benar-benar akan saya urus seperti halnya EkoNurhuda.com ini. Bila yang sekarang masih beralamat di BlogSpot, maka blog pariwisata yang baru nanti sudah saya siapkan nama domainnya. Sudah saya beli malah. Tinggal sekarang pikir-pikir mau pakai WordPress atau Blogger dan mau sewa hosting sendiri atau custom domain saja? Bingung deh!

Bagaimana pendapat Anda?


« Selanjutnya
Sebelumnya »

11 komentar:

  1. Selamat ya mas...
    Kalo boleh ngasih pendapat. Berhubung mas Eko sudah ada pendapatan dari internet. Ga ada salahnya kalo mas Eko menggunakan hosting sendiri. Supaya kalo ada orang berkunjung ke blog mas Eko, ga perlu koneksi ke beberapa server berbeda buat nge-load halamannya..
    Saya sendiri sering kesusahan buka ekonurhuda.com, karena gambar untuk templatenya disimpen di photobucket.
    Saya bukan mengeluh lho. Cuma sharing aja. Blog mas Eko bagus kok menurut saya ;)

    BalasHapus
  2. pake WordPress aja mas :)

    BalasHapus
  3. Ayo bikin blog lagi, buat nambah penghasilan.

    BalasHapus
  4. pengin nih..
    hehe bene kata ipung, biar pengunjung lebih nyaman

    BalasHapus
  5. Saran saya mas di wordpress aja. Mudah maintenance dan ringan...
    BTW, boleh liat blog pariwisata-nya manatau kita bisa ambil inspirasinya...
    Tks

    BalasHapus
  6. wah asik tuch, rejeki seperti kejatuh an buah duren

    BalasHapus
  7. @ Ipung: Thanks sarannya. Sejak kejadian rame-rame di blog ini kemarin, saya jadi lebih hati-hati baca komentar. Jangan sampai orang bermaksud baik namun saya tanggapi salah lagi. Thanks masukannya.

    Btw, saya juga sedang belajar WP nih. Masih belum bisa, juga FTP segala macem. Maklum, newbie saya ini. :p

    @ Fanari: Oke, saya sudah punya pikiran ke arah sana. Thanks masukannya.

    @ Putra Eka: Hehehe...

    @ Chodirin: Oke, saya tampung pendapatnya. Thanks a lot ya...

    @ Pandu: Sip, saya sependapat. Tapi butuh waktu karena saya masih harus belajar. Thanks juga ya.

    @ Gadis: Untungnya cuma seperti ya? Coba kalo bener-bener kejatuhan duren. Duh, jadi inget pohon duren di sebelah rumah di Jambi sana. :((

    BalasHapus
  8. iya mas eko, sama kata teman2 di atas, lebih enak pake wp.. btw blog barunya ini nantinya bakalan dijadiin buat paid review lagi?

    BalasHapus
  9. jadi pengen ikutan paid review, hehe. punya brp blog yg buat di jadiin paid review mas?

    BalasHapus
  10. @ Jimmy: Hehe, iya juga sih. Tapi kalo blog ini kayanya gak akan saya pindah-pindah lagi. Biar blog yg baru2 aja yang pake WP.

    @ Supermance: Blog saya banyak, tapi kebanyakan gak serius sih. So, yg dipake paid review cuma 3 aja. :p

    BalasHapus
  11. Wah saya jadi pingin ikut PTR nih hehe, saya sih udah nyiapin blog (url ya ada di nama saya wkwkwkkw). Ntar saya mau review juga ekonurhuda.com ah wkwkwkw, liat aja di blog syaa ntar. Mau perbanyak konten dulu baru daftar BV

    BalasHapus