Selamat datang di ...

01 November 2009

Pertama kali ke Pemalang, saya ingat ada dua koran daerah yang secara khusus mengambil segmen pembaca di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Yang pertama Radar Tegal milik Jawa Pos Group, dan yang kedua Nirmala Post milik seorang pengusaha ternama di Tegal. Eh, waktu saya menikah bulan Agustus lalu, Nirmala Post sudah lenyap dari peredaran. Tinggallah Radar Tegal sendirian sebagai koran lokal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.


'Mati'-nya Nirmala Post ini menjadi kabar buruk bagi saya. Pasalnya saya sempat berencana magang di koran tersebut, dan syukur-syukur bisa kecantol jadi wartawan tetap. Tapi apa daya, koran yang memang dimaksudkan untuk menyaingi Radar Tegal itu harus mundur dari persaingan di tahun ketiganya.

Setelah menikah dan berbulan madu (*halah*), saya kembali mendapati berita tentang menghilangnya satu koran di Jogja. Ya, Koran Merapi, koran kuning alias koran yang banyak memuat berita kriminal dan mistis itu diberhentikan peredarannya oleh Kedaulatan Rakyat Group sejak 1 September 2009. Sebagai gantinya, PT BP Kedaulatan Rakyat menerbitkan koran baru; KR Bisnis.

Jauh sebelum berhenti-beredarnya Koran Merapi, mingguan Malioboro Ekspres tempat saya pertama kali mengawali jalan sebagai jurnalis sudah lebih dulu gulung tikar. Tidak berlanjutnya Malioboro Ekspres jadi semakin tragis karena koran ini terbit mingguan dan baru berusia kurang dari enam bulan. Saya di sana sekitar 3 bulan, lalu pindah untuk magang di Harian Jogja selama dua bulan satu minggu. Sekeluarnya saya dari Harian Jogja, Pemred Malioboro Ekspres memberi kabar kalau koran itu tidak lagi terbit.

Berjatuhannya media cetak sebenarnya sudah diprediksi oleh banyak pengamat. Kian mahalnya harga kertas serta semakin majunya dunia Teknologi Informasi membuat media cetak susah bersaing dengan media elektronik, dan belakangan dengan media internet. Dengan segala keterbatasannya, media cetak tidak bisa mengejar kecepatan gerak media internet dan juga media elektronik. Bagaimana bisa bersaing? Media cetak menyajikan berita kemarin, sedangkan media elektronik menyajikan berita-berita yang terjadi hari ini juga. Media internet bahkan selalu di-update setiap saat dengan berita-berita terbaru. Alhasil, hanya media cetak yang benar-benar memiliki konsumen loyal dalam jumlah besar saja yang mampu bersaing.

Fenomena ini sebenarnya juga pernah disampaikan seorang rekan yang jurnalis senior dalam beberapa kesempatan berbincang dengan saya. Waktu itu saya masih getol-getolnya ingin jadi jurnalis media cetak dan mengabaikan ajakannya untuk mengembangkan sebuah situs berita lokal. Tapi setelah melihat dengan mata kepala sendiri keambrukan Nirmala Post dan Koran Merapi, saya jadi berubah pikiran.

Hmmm, jadi merancang-rancang nih, kira-kira daerah mana ya yang punya potensi besar untuk saya garap jadi situs berita lokal? Teman-teman bisa memberi masukan?

NB: Gambar dari http://playyess.blogspot.com/2008/09/bermain-kembali-bareng-koran-merapi.html


« Selanjutnya
Sebelumnya »

38 komentar:

  1. padahal koran merapi tuh bacaan wajib saya kalo pulang kampung ljo mas...

    BalasHapus
  2. tentunya di daerah yang penduduknya melek internet. ke sawah bawa gadget akses berita-terkini.com disela-sela kegiatan membajak sawah.

    BalasHapus
  3. Wah, bener juga ya mas. Apalagi saingan koran selain internet yaitu TELEVISI. Orang mungkin lebih banyak yang lebih suka nonton berita di TV ketimbang baca koran. Soal daerah mana, saya juga kurang tahu tuh..

    BalasHapus
  4. PemalangPost-nya dilanjutkan;
    siapa tahu ini merupakan investasi di masa depan ketika masyarakat Banjardawa sudah pakai internet semua, dan mengkases informasi melalui internet pula;

    BalasHapus
  5. @ Ikhsan: Wah, sama dong kalo gitu. :D
    @ Wempie: Masih jadi mimpi tuh di sawah bisa akses internet. :p
    @ Iskandaria: Sebenarnya semua daerah berpeluang sih, tapi nyari yg modalnya dikit. :SD
    @ Kang Nawar: Hihihi, jangan buka rahasia gitu dunks. Malu, soalnya beritanya masih ngopi dari situs lain. :(

    BalasHapus
  6. Namanya juga persaingan, pasti ada menang dan ada kalah. Mungkin masyarakat tidak suka baca koran kali mas. Atau mungkin juga sudah pake internet semua.

    BalasHapus
  7. Disemua tempat pasti ada persaingan, bahkan nggak terkecuali dalam dunia online ini ya mas... :D

    BalasHapus
  8. Hidup memang penuh persaingan, so bersiaplah bersaing dimanapun kita berada....

    BalasHapus
  9. menurut saya kejatuhan koran2 tsb lebih banyak karena internet di Indonesia maju pesat. Disamping itu kebanyakan dari mereka manajemennya sangat tidak bagus, artikel dan tulisan tidak bagus kualitasnya... ketika hendak membeli salah satu koran lokal, teman saya bilang "ah gw aja bisa nulis lebih bagus dari koran ini"

    BalasHapus
  10. haaah..koran merapi dah g terbit??baru tahu q sekarang

    BalasHapus
  11. Wah mesti pinter pinter mensiasati keadaan nih para awak media cetak kalo pingin tetep bertahan.

    BalasHapus
  12. Setiap kemajuan biasanya juga membawa "korban". Pesatnya penetrasi internet membawa "korban" koran...

    BalasHapus
  13. jelas aja media cetak kalah....

    soalnya internet sih bukan sekedar memberitakan berita hari ini, tapi memberitakan berita yang kejadiannya baru aja beberapa puluh menit yang lalu...

    uda gtu, akses internet-kan semakin murah....
    cuma 3rebu perak bisa online 24jam,
    coba klo beli media cetak,
    paling 3rebu perak cuma cukup buat koran se-eksemplar.....

    BalasHapus
  14. iya baru tau koran merapi udah ngak terbit. mungkin karena makin menjamurnya koran online,jadi koran cetak jadi makin terjepit ya?

    BalasHapus
  15. Oh, emang backgroundnya jurnalis to?

    btw, bikin aja situs berita lokal disitu. karena pasti lebih mengetahui daerah sendiri daripada daerah lain. entar recruiting wartawan dari derah lain sambil melebarkan sayap.

    BalasHapus
  16. Oalah bagaimana tidak berjatuhan koran-koran itu, kalau semua bisa dibaca secara online, soalnya Internet juga udah masuk kampung duh kasian banget sering kulihat tukang koran di jalan berjuang keras menjual daganganya.

    BalasHapus
  17. Internetan sekarang semakin murah dan gila...
    Akses berita di internet gratis, sedang koran kalau mau membaca kudu bayar dulu dan beritanya terbatas. Wah, wah.. teknologi sudah semakin maju..

    BalasHapus
  18. Kok ga bahas lagi make money online mas....

    BalasHapus
  19. halo mas Eko, sepertinya lagi sibuk offline yah...okela kalo begeto...sukses selalu untuk mas Eko, saya tunggu artikel-artikel make money lagi..

    salam

    BalasHapus
  20. Era baru, persaingan juga semakin ketat. Kalau tidak punya yang otentik jadi susah juga. Sinergi antara Offline dan Online musti sejalan.

    BalasHapus
  21. mas eko,mau tanya kalo bikin pagerank monitor biar bisa di bawah dan pas tengah gtu caranya gimana mas?mksh..

    BalasHapus
  22. Sudah jenuh dengan kehidupan anda yang kurang puas dengan tinggi badan anda yang sekarang , serba diejek :pendek , atau bahkan merasa kurang pd hanya gara-gara kurang 1 cm saja ? Selamat datang di blog portal informasi terlengkap dan terpercaya yang akan mengakhiri keminderan anda itu.

    Bonafit-system adalah solusi pengembangan diri bagi siapa saja yang ingin menambah rasa percaya dirinya dengan pertambahan tinggi badan mereka walaupun usia mereka sudah 30 tahun.
    Dengan ilmu bonafit-system anda akan mempelajari RAHASIA TERPENTING yang bertujuan menambah rasa kegembiraan anda karena tambahnya tinggi badan anda.

    Bersiaplah mengalami transformasi dengan pedoman-pedoman rahasia menjadi PRia/ wanita berkualitas yang mampu menarik siapapun yang anda inginkan karena tambahnya rasa PD anda .

    Anda bisa melihat info lengkapnya di www.bonafit-system.com .

    BalasHapus
  23. makin berkibar saja mas eko,,,
    tunggu saja tanggal mainnya pasti bakal ada lagi...he..he...

    BalasHapus
  24. Iya nih mas, skarang aja Jawapos juga merambah dunia online.. :)

    BalasHapus
  25. Kalah bersaing dengan berita TV yang gratis

    BalasHapus
  26. dateng lagi nih mas...kok sepertinya jarang ngapdet nih...:)

    BalasHapus
  27. salam kenal makasih infonya

    BalasHapus
  28. salam kenal makasih infonya

    BalasHapus
  29. Menggarapa situs berita lokal lumayan berat, kecuali kita punya wartawan sehingga kita punya berita2 yg bisa ditampilkan situs kita.

    Seperti contohnya di daerah saya, untuk koran lokal sudah ada seperti radar dan merekapun ternyata sudah online, jadi sulit menandingi berita2 up todate dari mereka karena punya wartawan dan koran tersebut kalo ga salah 1 grup dengan jawa pos.

    Mending coba angkat wisata daerah lewat blog dan kuliner.

    BalasHapus
  30. Wah.. sekarang memang kemajuan IT lebih cepet...dari media cetak

    BalasHapus
  31. posisi koran sekarang mulai tergeser dengan berita online

    BalasHapus
  32. kunjungan perdana di tahun 2010 mas :D
    double komeng..

    BalasHapus
  33. Akhirnya mas Eko blogwalking lagi.. :)

    BalasHapus
  34. Ya begitulan Mas Ecko...mudah2an semua baik2 saja..

    BalasHapus
  35. Salam Super,,,
    Saya sangat tertarik dengan Blog ini,,, sangat inspiratif...
    semoga saya bisa terus mengikutinya,,,
    langsung saya bookmark.
    sukses untuk anda...

    BalasHapus